Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 

[X]


Kenali “ganguan-gangguan” selama kehamilan

Ada beberapa gangguan kesehatan yang dapat mengintai ibu hami, ada yang sifatnya berat ada juga yang ringan. Namun, apapun gangguan tersebut bila tak dipahami dengan baik dapat menimbulkan kekhawatiran. Oleh karenanya, kenali ” musuh-musuh” tersebut.

ANEMIA

Gejala anemia meliputi : badan terasa lemah, pandangan berkunang-kunang, napas pendek. Untuk mengatasinya, konsultasikan kepada dokter, mungkin Anda perlu suplemen zat besi atau memperbaiki pola makan.

TROMBOSIS

Gangguan aliran darah pada daerah tungkai atau lazim disebut trombosis, dapat terjadi selama kehamilan. Pada kehamilan trimester terakhir, terjadi sedikit penurunan kecepatan aliran darah akibat adanya penekanan oleh janin pada pembuluh darah utama. Namun, tak perlu khawatir karena hanya satu persen dari kasus kehamilan mengalami trombosis vena. Jika dipandang perlu, dokter mungkin akan menyarankan ibu hamil untuk banyak istirahat.

PRE-EKLAMPSIA

Ini merupakan komplikasi kehamilan yang paling menakutkan dan paling berat. Seringkali terjadi pada kehamilan pertama dan biasanya bersifat bawaan atau keturunan.

Gejala pre-eklampsia :

1. Adanya protein di dalam air seni

2. Peningkatan tekanan darah

3. Pembengkakan (pada wajah, kaki dan bagian tubuh lain)

4. Terjadi pada usia kehamilan 20-40 minggu

EKLAMPSIA

Merupakan akibat lanjut dari pre-eklampsia, yang gejalanya meliputi :

  • sakit kepala
  • penglihatan buram/kabur
  • kondisi ini hanya bisa diakhiri dengan mengeluarkan bayi dan plasenta secepatnya

TERLEPASNYA PLASENTA

Dalam bahasa medis dikenal dengan istilah abruptio placenta, yaitu kondisi dimana placenta terlepas dari tempatnya melekat (pada dinding rahim). Akibatnya, janin tidak lagi mendapat asupan makanan dari sang ibu. Komplikasi ini dialami oleh satu dari 80 kehamilan. penyebabnya antara lain karena :

  • Turunnya tekanan darah
  • Peningkatan tekanan darah
  • Kurang gizi

Pada kondisi ini bayi harus segera dikeluarkan.

PLASENTA TURUN

Dalam bahasa medisnya dikenal sebagai placenta previa, yakni kondisi di mana plasenta terdapat di bawah rongga rahim, sehingga menutupi jalan lahir. Kondisi ini biasanya baru diketahui bila terjadi perdarahan dari vagina.

Dalam kondisi seperti ini biasanya ibu hamil disarankan untuk tirah baring hingga kehamilan berusia 36 minggu. Persalinan biasanya harus dilakukan lewat bedah caesar.

Waspada dan peka terhadap perubahan atau gejala yang tidak biasa perlu dilakukan oleh ibu hamil. Tidak perlu takut berlebihan, tapi jangan pula terlalu menganggap sepele. Cepat terdeteksi, cepat tertangani.

 


Hidup Sehat di Kantor, Tiket Karier Melesat

KOMPAS.com – Aktivitas yang padat dan tekanan di kantor, bisa menyebabkan Anda terjerumus pada pola hidup yang tak sehat. Ketika pola hidup tak sehat yang dijalani, berbagai penyakit pun siap menghadang. Tak ingin proyek besar lepas gara-gara Anda sakit-sakitan, kan? Makanya, lindungi tubuh dan jiwa dengan kebiasaan sehat ini.

Camilan Sehat
Pekerjaan yang menumpuk, deadline, dan menghadapi bos yang sedang marah seharian memang membuat kita butuh energi ekstra. Itulah mengapa camilan menjadi kian populer di lingkungan kerja. Alhasil, banyak yang asal memilih camilan, yang penting dapat memenuhi keinginan perut. Rasa camilan ini gurih dan menggoyang lidah tapi bisa jadi tak punya gizi dan malah bikin gemuk.

Do’s: Jadikan camilan lezat rendah kalori dan tinggi serat sebagai rekan kerja baru Anda di kantor. Apel, pisang, atau anggur dijamin mampu membuat perut Anda kenyang. Jika bosan dengan buah, makanlah dua biskuit dan satu sendok selai kacang yang kaya gizi. Kombinasi karbohidrat dan protein akan membantu Anda kenyang lebih lama. Dapatkan juga dalam oatmeal instan yang mampu menurunkan kolesterol.

Minum Delapan Gelas Air
Kekurangan air tak hanya menyebabkan kulit kering, namun juga bau mulut tak sedap, kehilangan gairah kerja, dan menurunkan tekanan darah. Jika Anda merasa lesu, bisa jadi karena Anda kurang minum. Pekerjaan kantor seringkali membuat kita lupa untuk minum. Rata-rata para pekerja kantor hanya mengonsumsi 4 gelas air selama berada di kantor. Padahal, penggunaan pendingin ruangan membuat cadangan air dalam tubuh lebih banyak menguap.

Do’s: Jadwalkan kegiatan minum Anda mulai dari sekarang. Minumlah 3 gelas air sebelum jam makan siang, dan tiga gelas terakhir menjelang Anda pulang kantor. Aturlah jeda setengah jam untuk sdetiap gelasnya.

Bersih-bersih
Sebuah penelitian membuktikan bahwa tata letak dan kerapihan ruang kerja secara tak langsung memengaruhi psikologis Anda untuk bekerja lebih semangat dan teratur. Debu yang tersembunyi di keyboard, buku-buku, atau gagang telepon bisa menjadi sumber beragam penyakit pernapasan seperti flu, batuk, dan asma.

Do’s: Sikat halus pembersih debu atau kain halus bisa digunakan untuk membersihkan monitor atau layar notebook Anda. Baiknya lakukan hal ini tiga hari sekali. Gunakan kain sedikit basah untuk membersihkan gagang dan tombol telepon. Anda juga bisa mulai mengatur tata letak buku, file-file, kalender, atau CD kesayangan sesuai dengan jenisnya. Terakhir, ucapkan selamat tinggal untuk meja berantaskan dan berdebu.

Bersihkan Tangan
Tahukah Anda bahwa tangan kotor bisa membuat gemuk? Beragam bakteri hingga virus akan jadi makanan tambahan jika kita lupa membersihkan tangan. Leah D. Whigham peneliti dari Universitas Wisconsin menyatakan bahwa kegemukan bisa disebabkan oleh adenoviruses yang menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh. Virus lemak tersebut bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dimakan menggunakan tangan yang kotor.

Do’s: Cucilah tangan Anda dengan menggunakan sabun, sebelum memasukkan makanan apa pun ke dalam mulut. Sedikitnya, bersihkan tangan setelah bepergian ke luar kantor atau pada saat Anda tiba di kantor. Jika tak memungkinkan, simpanlah sebungkus tisu basah di dalam tas. Agar lebih praktis, satu botol kecil cairan pembersih tangan dapat menjadi pilihan.

Letakkan Dengan Tepat
Hal sepele ternyata mampu menyebabkan efek yang berarti. Cidera otot pada lengan dan kelelahan mata tak semata-mata disebabkan karena pekerjaan yang terlalu banyak. Perhatikan apakah letak komputer atau notebook Anda sudah ideal dengan posisi tubuh. Keluhan pegal-pegal pada otot bahu dan kelelahan mata sering dialami oleh banyak pekerja kantor. Sebanyak 65 persen kejadian tersebut disebabkan karena posisi mengetik dan jarak pandang yang salah.

Do’s: Jarak aman untuk menghindari mata lelah adalah memberi jarak sekitar 30 cm antara mata dengan layar. Sedikit mengecilkan tingkat cahaya monitor atau menggunakan layar antiradiasi akan cukup membantu. Perbesar ukuran tulisan jika Anda tak mampu melihatnya. Posisi keyboard usahakan berada di bawah bahu, sehingga lengan Anda membentuk siku 45-90 derajat. Bantal penyangga punggung atau leher bisa menjadi teman baik bagi tulang Anda.

Istirahat 10 Menit
Rasa jenuh terhadap pekerjaan, mengantuk, dan hilangnya inspirasi merupakan sinyal tubuh bahwa Anda membutuhkan waktu untuk istirahat walau sejenak. Pekerjaan yang menumpuk dapat menjadi alasan pemicu rasa lelah. Jika dibiarkan, hal ini bisa berpengaruh terhadap menurunnya fungsi kekebalan tubuh, kemampuan berkonsentrasi, penyakit otot, hingga susah tidur.

Do’s: Tarik napas panjang dan teratur seraya memejamkan mata sejenak. Lakukan gerakan memutar bahu tiga kali ke belakang dan ke depan. Lakukan juga untuk otot leher. Putar leher Anda tiga kali ke kiri dan ke kanan. Jika memungkinkan, berjalanlah dan keluarlah dari ruangan kantor selama 10 menit sambil melakukan peregangan otot.

(Ayunda Pininta Kasih/Majalah Chic)

Editor: NF


Menabung Kalsium Sebelum Pensiun  

TEMPO Interaktif, Pada usia 26 tahun, Desti mulai merasakan sakit pada tulang belakangnya. Saat bangun tidur, dia butuh waktu lama untuk beranjak. “Punggung dan kaki linu,” kata karyawan sebuah swalayan ini. Bahkan Desti sudah dua kali jatuh saat berjalan. berdasarkan hasil roentgen dan pemeriksaan dokter, saraf di tulang belakang Desti tak bisa bekerja dengan baik. Tulang yang seharusnya berongga malah menyempit.

Tulang belakangnya juga mulai keropos. “Dokter juga heran, mosok usia belum kepala tiga sudah keropos,” kata dia. Desti mengaku jarang berolahraga dan tak menghiraukan zat gizi yang terkandung dalam makanannya.

Menurut dokter spesialis tulang, Dr dr Lukman Shebubakar SpOT (K), pengeroposan tulang (osteoporosis) yang terjadi pada Desti merupakan osteoporosis sekunder. “Penyebab osteoporosis ada dua, primer dan sekunder,” kata dokter dari Rumah Sakit Fatmawati itu saat media workshop “Pentingnya Asupan Kalsium pada Usia Sekolah” di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Osteoporosis primer terjadi karena kekurangan kalsium. Sedangkan osteoporosis sekunder disebabkan oleh faktor tertentu, misalnya penyakit atau yang lain. “Belum tentu pula apakah Desti terkena osteopenia (osteoporosis dini),” Lukman melanjutkan. Osteoponia merupakan fase sebelum osteoporosis datang.

Untuk menilai apakah seseorang terkena osteopenia, perlu dites dengan bone mineral density (BMD). Tes ini guna mengukur kepadatan tulang. Normalnya, angka hasil tes BMD di atas -1. Jika hasil tes BMD menunjukkan angka -1,0 hingga -2,5, itu menandakan osteopenia. Jika lebih dari – 2,5, artinya osteoporosis.

Lazimnya, penyakit pengeroposan tulang banyak menimpa perempuan yang mulai menopause. Sebab, saat menopause, produksi hormon estrogen–yang membantu penyerapan kalsium–berkurang. Menurut data Kementerian Kesehatan pada 2005, prevalensi osteoponia di Indonesia mencapai 41,7 persen atau dua dari lima orang Indonesia memiliki risiko terkena osteoporosis.

Bagaimana agar tak terkena osteopenia? Lagi-lagi kalsium berperan penting. Menurut Iip Syaiful, Kepala Seksi Standardisasi Konsumsi Makanan Kementerian Kesehatan, kalsium adalah zat yang dibutuhkan semua usia. Kalsium merupakan mineral yang paling banyak jumlahnya dalam tubuh, atau 1,5-2 persen dari berat badan orang dewasa.

Kalsium penting bagi pembentukan tulang, gigi, kontraksi otot, penggumpalan darah, dan transmisi saraf. Tulang berfungsi sebagai bank kalsium dan fosfat bagi tubuh. Hanya 1 persen kalsium yang beredar dalam darah. “Sisanya, 99 persen, ada di tulang,” ujar Iip dalam acara yang sama.

Masa kritis pembentukan tulang terjadi pada usia 0-10 tahun. “Sebanyak 45 persen kepadatan tulang dibentuk pada usia ini,” Lukman melanjutkan. Pembentukan tulang juga terjadi pada usia 10-18 tahun. “Empat puluh lima persen kepadatan tulang juga ditentukan pada usia ini.” Sisa pembentukan massa tulang–5 persen–terjadi usia 18 tahun ke atas.

Lukman menjelaskan, penyerapan kalsium maksimal terjadi sebelum usia menginjak 30 tahun. Pada usia tersebut, tulang mulai pensiun menyerap kalsium. Jika tak ada stok kalsium, kalsium diambil dari tulang. “Jadinya osteoporosis alias keropos,” katanya. “Maka, tabunglah kalsium sebelum usia pensiun.”

Menurut angka kecukupan gizi (AKG) sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan, AKG kalsium mencapai puncaknya pada usia 10-18 tahun sebesar 1.000 miligram. Pada usia dini, kekurangan kalsium susah diketahui. Pasalnya, jika kandungan kalsium pada tubuh dites, tubuh akan mengambil dari bank kalsium. “Sehingga tak tampak apakah seseorang kurang kalsium atau tidak,” kata Lukman.

Kekurangan kalsium, terutama pada anak, selain menyebabkan tulang rapuh dan keropos, dapat mengganggu pertumbuhan. Kekurangan kalsium bisa pula menyebabkan kejang, terutama terjadi pada ibu hamil. Begitu pula akibatnya jika ibu hamil kelebihan kalsium.

Kelebihan kalsium juga bisa menyebabkan batu ginjal, mengganggu fungsi ginjal, dan susah buang air besar. Umumnya, kelebihan itu terjadi karena mengkonsumsi kalsium dari suplemen, bukan pada sumber kalsium alami. Jadi, jangan mengkonsumsi kalsium lebih dari 2.500 miligram per hari.

Selain itu, perbanyak olahraga dan konsumsi vitamin D. “Kalsium, vitamin D, dan olahraga adalah satu kesatuan.” Lukman mengingatkan pula, “Osteoporosis secara tak langsung juga mengancam perokok dan peminum alkohol.” NUR ROCMI

Angka Kecukupan Kalsium

Anak
0-6 bulan | 200 mg/hari
7-11 bulan | 400 mg/hari
1-6 tahun | 500 mg/hari
7-9 tahun | 600 mg/hari
10-18 tahun | 1.000 mg/hari
19- … | 800 mg/hari

(Sumber: Keputusan Menkes 1593/Menkes/SK/XI/2005)

Sumber Kalsium (sajian per 100 gram)

Ikan Teri | 1.000
Ikan Wader/Bilis | 1.426
Tepung Susu | 904
Keju | 777
Bayam Merah | 520
Tempe | 517
Kacang Tanah | 456
Kacang Merah | 293
Tahu | 223
Sawi | 220

(Sumber : Persatuan Ahli Gizi Indonesia)


Rahasia Tubuh Sehat dan Seksi Farah Quinn

VIVAnews – Berkecimpung di dunia masak-memasak membuat koki Farah Quinn tak lantas membebaskan semua jenis makanan untuk disantap keluarganya. Ia malah menerapkan pola hidup dan diet sehat bagi keluarga kecilnya.

Untuk diet, Farah mengaku tetap makan lima kali sehari, tiga kali makan besar dan dua kali camilan di antara makan besar. Namun, ia sangat memperhatikan nilai gizi dan kandungan dalam makanan. Farah yang pernah mengelola restoran bersama sang suami, mengaku sangat menghindari karbohidrat simpleks yang mengandung banyak gula.

Makanan seperti itu, menurutnya tidak memberi manfaat pada kesehatan. “Di rumah saya menyediakan dan makan beras merah, gandum dan oatmeal. Saya tidak menggunakan gula pasir dan lebih memilih gula dari bahan alami,” katanya saat Cooking Class di Hotel Sultan, akhir pekan lalu.

Makanan kaya serat dan pemanis alami menjadi pilihannya. “Kalau mau membuat kue seperti kue pisang, rasa manis saya ambil dari pisang dan pemanis sirup mapel. Ini juga saya terapkan pada makanan anak saya,” katanya.

Farah telah mengajarkan sang buah hati untuk mencintai sayuran dan buah sejak kecil. “Bagi anak saya, buah itu sudah seperti permen,” katanya mengungkapkan. (kd)

• VIVAnews


Diet Gaya Mediterania Bisa Meningkatkan Fungsi Jantung  

TEMPO Interaktif, Bloomington - Gaya makan Mediterania, yang biasa dilakukan penduduk Eropa bagian selatan seperti Yunani dan Spanyol, dan Timur Tengah, menurut penelitian, bisa memperbaiki fungsi jantung.

Menurut penelitian yang dimuat Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes, jurnal terbitan Asosiasi Jantung Amerika, itu, bahwa pria yang melakukan pola makan gaya Mediterania punya jantung dengan tingkat variabilitas (HRV) lebih besar dibandingkan mereka yang diet gaya Barat.

HRV mengacu pada variasi dalam selang waktu di antara ketukan jantung sehari-hari. Menurunnya HRV merupakan faktor risiko untuk penyakit arteri koroner dan kematian mendadak.

“Ini berarti bahwa sistem otonom yang mengendalikan detak jantung seseorang bekerja lebih baik pada orang dengan pola makan Mediterania,” kata Jun Dai, MD, Ph.D., penulis studi ini dan asisten profesor gizi dan epidemiologi di Universitas Indiana Bloomington.

Gaya makan Mediterania ditandai dengan mengonsumsi lemak tak jenuh, dan banyak makan ikan, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan sereal–yang mengurangi faktor risiko penyakit jantung. Tapi sampai sekarang, bagaimana diet ini bisa membantu mengurangi risiko penyakit jantung koroner ini masih belum diketahui.

Dai dan rekan-rekannya menganalisis data diet dari 276 pria kembar identik. Mereka memberikan skor pada setiap peserta tentang cara asupan makanan yang erat berkorelasi dengan diet Mediterania; semakin tinggi skornya, semakin besar pula kesamaannya dengan diet gaya Mediterania.

ScienceDaily/NF


Diet Sehat Terkait dengan Rendahnya Risiko Katarak pada Wanita  

TEMPO Interaktif, Madison – Wanita yang mengonsumsi makanan kaya vitamin dan mineral mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena katarak, menurut laporan yang dimuat jurnal Archives of Ophthalmology seperti dikutip ScienceDaily 14 Juni 2010.

Katarak merupakan penyebab kebutaan yang paling penting di dunia. Di Amerika Serikat, katarak merupakan penyebab paling umum terjadinya gangguan penglihatan. Sejauh ini, sudah ada studi terbatas yang mengevaluasi faktor risiko gizi dan gaya hidup lainnya yang dikaitkan dengan kesehatan mata.

Julie A. Mares, Ph.D., dari Universitas Wisconsin, Madison, dan rekannya mempelajari 1.808 perempuan (usia 55-86). Mares mengatakan bahwa makanan yang memberikan kontribusi bagi diet dengan skor yang lebih tinggi adalah sayuran,, susu, biji buah-buahan, daging (atau kacang-kacangan, ikan, atau telur).

Menurut penelitian ini, katarak nuklir (terjadi di dalam nukleus atau pusat lensa dan biasanya terkait dengan penuaan alami) dalam sampel ini sebanyak 29 persen, (454 wanita) melaporkan menderita penyakit mata dengan menggunakan lensa di salah satu mata. Selain itu, 282 perempuan (16 persen) telah melaporkan menderita ekstraksi katarak di kedua mata. Secara keseluruhan, 736 perempuan (41 persen) menderita katarak nuklir baik terlihat dari foto lensa maupun dilaporkan memiliki katarak yang diekstraksi. Kata Mares, “Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa diet yang sehat lebih kuat berhubungan dengan rendahnya kejadian katarak nuklir.”

“Sebagai kesimpulan, penelitian ini menambah literatur yang menyarankan bahwa diet yang sehat berhubungan dengan risiko lebih rendah terjadinya katarak,” tulis penulis.

ScienceDaily/NF


Orang Pendek Lebih Mudah Sakit Jantung  

TEMPO Interaktif, London – Orang bertubuh pendek berisiko 50 persen lebih tinggi mengalami masalah jantung atau kematian karena sakit jantung, dibandingkan dengan orang bertubuh tinggi, meskipun berat badan, tekanan darah, dan kebiasaan merokok tetap menjadi faktor yang penting sebagai penyebab penyakit jantung.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ada hubungan antara tinggi badan dan masalah jantung seperti angina, serangan jantung, dan angioplasty. Peneliti di Finlandia merujuk pada 52 laporan sebelumnya yang berisi data mengenai tinggi badan dan masalah jantung dari 3 juta orang, laki-laki dan perempuan.

Para ahli tidak memperhitungkan tinggi badan pasien secara obyektif, tetapi dalam konteks populasi negara tertentu. Mereka menemukan fakta bahwa orang terpendek dalam populasi itu memiliki kemungkinan untuk mengalami masalah jantung dan meninggal karena sakit jantung satu setengah kali lebih besar dibanding orang tertinggi dalam populasi yang sama. Rata-rata orang pendek memiliki tinggi badan di bawah 161 sentimeter dan orang tinggi memiliki tinggi badan sedikitnya 174 sentimeter.

Penelitian ini dibiayai oleh Finnish Foundation for Cardiovascular Research dan lembaga lainnya. Hasil penelitian dipublikasikan dalam Wednesday in the European Heart Journal.

“Kami tidak bermaksud menakut-nakuti orang yang pendek. Namun mungkin mereka harus lebih ekstrahati-hati dengan gaya hidup mereka,” kata Borge Nordestgaard, profesor epidemiologi genetis di Universitas Copenhagen. Dia tidak berhubungan dengan penelitian ini.

Dampak tubuh yang pendek terhadap penyakit jantung tidak lebih penting dibandingkan dengan faktor lain seperti merokok. Menurut Borge, merokok meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung hingga empat kali lipat.

Para ilmuwan tidak yakin mengapa orang pendek lebih mudah kena penyakit jantung. Namun pertimbangkan beberapa penjelasan ini. Bertubuh pendek mungkin akibat dari hidup miskin, yang artinya kurangnya tinggi seseorang bisa disebabkan oleh gizi yang buruk dan rentan terkena masalah kesehatan.

Para ahli juga menawarkan beberapa penjelasan biologis, seperti ketidakseimbangan hormon yang dapat merusak jantung. Sementara itu para ilmuwan menduga orang pendek memiliki pembuluh darah arteri yang lebih kecil, yang secara teoretis mempercepat penyempitan pembuluh darah dengan kolesterol dan akhirnya dapat dengan mudah rusak oleh perubahan tekanan darah.

MSNBC / FANNY FEBIANA


Mi Ayam Bangka


Bahan:
500 gr mi kuning basah
150 gr sawi hijau, potong- potong, rebus sebentar
150 gr tauge besar, bersihkan

Tumis ayam:
2 sdm minyak sayur
1/2 sdt minyak wijen
2 siung bawang putih, cincang halus
250 gr daging ayam, potong kecil
100 gr jamur merang, potong kecil
2 sdm saus tiram
2 sdm kecap asin
1 sdm kecap manis
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt garam
150 ml air kaldu

Pelengkap:
Air kaldu ayam
Bawang merah goreng
Daun bawang, iris halus

Cara membuat:
1. Tumis ayam: Panaskan minyak goreng dan minyak wijen, tumis bawang putih hingga harum. Masukkan ayam, aduk hingga kaku, masukkan jamur, bumbu lain, dan air kaldu. Masak hingga mendidih dan kering. Angkat.
2. Didihkan air secukupnya, rebus mi hingga mengapung. Angkat dan tiriskan.

Cara menyajikan: Taruh sedikit minyak sayur atau minyak ayam dan kecap asin dalam mangkuk. Masukkan mi panas, aduk-aduk hingga rata. Tambahkan tumis ayam, siram dengan air kaldu, tambahkan sawi rebus, tauge, dan taburi pelengkap sesuai selera. Sajikan panas-panas.

Untuk 6 porsi

Nilai gizi per porsi:
Energi: 274 Kkal
Protein: 18,6 gr
Lemak: 8,8 gr
Karbohidrat: 31,9 gr

Resep: Hindah Muaris, pemerhati kulinologi

Editor: din


Vitamin Alami Penangkal Kanker

VIVAnews - Hal paling baik untuk mencegah kanker secara alami adalah dengan gaya hidup sehat. Salah satunya, dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin alami.

Berikut lima vitamin yang bersumber dari berbagai bahan makanan. Konsumsi secara teratur untuk mencegah timbulnya perkembangan sel kanker.

1. Betakaroten
Betakaroten adalah penanda sumber vitamin A yang tinggi. Banyak ditemukan di sayur dan buah seperti wortel, ubi jalar, bayam, dan sayuran berdaun hijau lainnya. Sumber gizi yang luar biasa ini, menurut penelitian dapat melindungi paru-paru dari racun yang bisa memicu kanker. Studi lain menemukan bahwa mantan perokok yang makan sayuran hijau dan mengandung beta karoten tinggi setiap hari, risiko kanker perut dan kanker paru-paru bisa menurun.

2. Vitamin B6
Vitamin B sangat penting untuk menjaga sistem imunitas dalam tubuh dan melindungi sistem pernafasan dari infeksi dan polusi. Penelitian juga menujukkan vitamin tersebut bisa membantu melindungi tubuh dari kanker serviks. Vitamin B6 banyak ditemukan di wortek, apel, daging, pisang, sayuran hijau, dan kentang manis.

3. Vitamin C
Menurut para ahli nutrisi vitamin C merupakan vitamin yang bisa mencegah kanker dan sangat baik untuk pencegahan dan pemulihan. Banyak dari para pasien kanker yang diberikan vitamin C dalam dosis besar untuk pemulihan.

4. Vitamin B9
Vitamin B9 juga dikenal dengan asam folat ini bisa mencegah kanker serviks. Anda bisa mendapatkannya dengan mengonsumsi buah bit, kubis, sayuran hijau, telur, buah sitrus, dan ikan laut. 

5. Vitamin E
Vitamin E adalah sumber utama antioksidan yang bisa menangkal zat radikal bebas pemicu kanker. Dengan mengonsumsinya secara teratur Anda bisa terhindar dari kanker usus. Dapatkan vitamin ini dengan mengonsumsi telur dan sayuran hijau pekat (kangkung, bayam). (adi)

• VIVAnews


Kenali Bahaya Dehidrasi

VIVAnews - Dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh memicu gangguan kesehatan. Mulai dari gangguan ringan seperti mudah mengantuk, hingga penyakit berat seperti penurunan fungsi ginjal.

Idealnya, tubuh manusia mengandung cairan sebanyak 55-75 persen dari berat tubuh. Artinya, seseorang yang memiliki berat 50 kilogram, setidaknya mengandung 27-33 kilogram air di dalam tubuhnya.

Berdasar penelitian Perhimpunan Peminat Gizi dan Pangan Indonesia, kekurangan cairan tubuh sekitar dua persen sudah memicu gangguan kesehatan ringan seperti sulit konsentrasi dan mudah mengantuk. Jika keluhan meningkat seperti sakit kepala menandakan cairan tubuh yang hilang semakin tinggi mencapai 4-5 persen. 

Kekurangan cairan tubuh sebanyak 12 persen memicu gangguan kesehatan yang lebih serius seperti mulut sulit mengunyah. Dalam kondisi ini, perlu penanganan medis. Dan, kematian menjadi ancaman saat kekurangan cairan tubuh mencapai 15-25 persen. Manusia diperkirakan hanya mampu bertahan hidup air selama sepekan.

Berikut tiga tanda atau gejala dehidrasi:

Dehidrasi ringan

Gejala: terasa haus, bibir kering, tenggorokan kering, kulit kering dan sakit kepala.

Dehidrasi sedang

Gejala: pusing, denyut nadi meningkat, tekanan darah menurun, lemah, urine kental (warna kuning), volume urine sedikit.

Dehidrasi berat

Gejala: kram otot, lidah bengkak, sirkulasi darah memburuk, fisik sangat lemah, penurunan fungsi ginjal dan pingsan

Ingin hidup lebih sehat? Minumlah air putih minimal enam gelas per hari!

• VIVAnews


Next Page »

47 queries