Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 


Pendidikan yang Mencerdaskan Anak

Kecerdasan seorang individu di masa dewasa memang tidak sepenuhnya bergantung pada pendidikan yang diberikan dan pengalaman dijalaninya semasa kecil, namun orang tua yang mengamalkan cara mendidik anak agar cerdas secara tepat bisa jadi cukup membantu perkembangan anak. Sebab bagaimanapun juga, tidak semua orang di dunia ini seberuntung Einstein yang kecerdasannya—yang lebih tepat disebut kejeniusan—menonjol pada masa dewasanya sementara semasa kecil hingga remaja ia dianggap memiliki kekurangan pada kemampuan berpikirnya.

Kemampuan seorang individu hingga bisa dinilai cerdas bila belajar hingga bisa memahami apa yang dipelajari dan dialami, selain itu sanggup memecahkan masalah menggunakan rasio dan dapat menerapkan apa yang dipalajari. Kecerdasan seorang anak dapat dikatakan berkembang bila nalar, emosi, dan motoriknya dapat difungsikan dengan baik. Untuk bisa mencapai dan meraih semua itu, makanan, pengalaman, dan aktivitas fisik merupakan faktor penting. Makanan sehat dan bergizi bagi bayi yang dikonsumsi ibu semenjak kehamilan sampai yang diberikan setelah bayi lahir, jelas merupakan salah satu langkah penting dalam cara mendidik anak agar cerdas dengan ikan dan ASI sebagai menu utama. Makanan yang mesti dihindari oleh sang ibu maupun jabang bayi terutama, makanan mengandung bahan-bahan kimiawi berupa pengawet dan pewarna yang melebihi standar aturan yang ditetapkan.

Pengalaman untuk mempelajari dan mengalami hal-hal baru jelas menjadi faktor untuk menstimulasi perkembangan kcerdasan otak dan emosi anak. Selain itu, mengajak anak untuk melakukan kegiatan fisik seperti berolahraga, bermain, dan sebagainya, akan mengembangkan kemampuan motorik yang berdaya guna serta merupakan cara mendidik anak agar cerdas.

Virus Komputer Bisa Menular ke Manusia

TEMPO Interaktif, READING – Virus komputer ternyata bisa menular ke manusia. Menurut seorang peneliti di Inggris, penularan ini terjadi melalui perangkat implant, seperti alat pacu jantung, defibrillator dan implan koklea, yang rentan “terinfeksi” virus komputer.

Untuk membuktikan pendapatnya, seorang ilmuwan di School of Systems Engineering, University of Reading, Inggris, Mark Gasson, menjadikan dirinya sebagai bahan percobaan.

Gasson mengatakan ia menjadi orang pertama di dunia yang terinfeksi virus komputer setelah dia “terkontaminasi” chip komputer dengan frekuensi radio tinggi, yang ditanamkan di lengan kirinya. Alat ini biasanya digunakan untuk keamanan di toko-toko guna mencegah pencurian.

Gasson menjelaskan, penggunaan teknologi perangkat medis implan yang semakin canggih mengandung risiko. Penelitiannya menunjukkan bahwa teknologi implan telah dikembangkan ke titik di mana implan mampu berkomunikasi, menyimpan dan memanipulasi data. “Pada dasarnya implan adalah komputer mini.,” kata dia seperti dikutip laman healthday.

Tangan Gasson ditanami chip. Sehingga dia bisa mengakses tempat kerja dan telepon selulernya, serta memungkinkan orang lain untuk melacak dan profil gerakannya. Chip itu lalu ditulari virus komputer. Begitu “terinfeksi,” chip itu terganggu fungsi komunikasinya. Sama seperti orang-orang dengan implan medis, usai setahun memiliki implan, dia merasa bahwa implan adalah bagian dari tubuhnya. Sehingga, dengan terganggunya fungsi implan itu, dia juga merasa terganggu. Sayang, Gasson tak menjelaskan akibat lainnya atas “infeksi” virus komputer itu.

“Dengan menginfeksi implan saya dengan virus, kami telah tahu bagaimana teknologi canggih ini juga jadi masalah kelak,” kata Gasson.

Seperti komputer pada umumnya, implan mereka dapat terinfeksi oleh virus dan teknologi. Sehingga perlu diimbangi agar implan, termasuk peralatan medis, dapat digunakan secara aman di masa depan.

Gasson dijadwalkan mempresentasikan temuannya pada IEEE International Symposium on Technology and Society, yang diselenggarakan 7-9 Juni di Australia nanti, di mana ia juga sebagai ketuanya.

nur rochmi | healthday

13 queries