ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Cara Mendidik Anak Mandiri

Setiap orang tua pasti ingin anaknya kelak dapat berguna dan memiliki masa depan yang baik. Masa depan yang baik akan bisa tercapai jika anak diberikan pembelajaran tata krama dan juga kemandirian yang tepat. Anak adalah karunia yang sangat luar biasa sehingga harus selalu dijaga dan dirawat dengan baik. Orang tua memang menjadi penjaga utama bagi anak – anaknya. Saat anak sudah mulai berusia balita, saat itulah anak akan mencoba mencari tahu tentang berbagai macam hal yang ada disekitarnya.

Di masa inilah, saat yang tepat untuk para orang tua mulai mengajarkan tentang kemandirian dan sikap – sikap yang baik kepada anaknya. Orang tua akan sangat senang jika melihat anaknya menunjukkan sikap kemandirian sejak dini. Walaupun mandiri, namun hubungan yang hangat harus tetap terjalin diantara orang tua dan anak. Ada banyak cara mendidik anak mandiri yang bisa anda terapkan untuk membuat anak anda lebih mandiri.

Mengajarkan rasa kemandirian kepada anak sejak dini membutuhkan cara – cara yang khusus. Untuk mengajarkan kemandirian, tidak perlu dengan memberi tahu tentang apa arti kemadirian atau sejenisnya. Cukup dengan upaya – upaya tertentu yang bisa membuat anak merasa mampu untuk melakukan kegiatannya sendiri bisa menjadi cara yang tepat. Membiarkan anak memilih hal – hal yang disukainya adalah salah satu cara untuk menanamkan kemandirian. Orang tua hanya perlu memberikan pilihan – pilihan yang mungkin disukai anak dan membiarkan anak memilih mana yang paling diinginkannya. Perlakuan ini akan membuat anak mampu untuk mengambil keputusan sendiri sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Anak di usia balita sudah memiliki rasa ingin berkegiatan dan memberikan hasil usaha yang terbaik untuk orang tuanya. Saat anak memberikan atau melakukan suatu perbuatan baik, anda sebagai orang tua wajib menghargai usahanya, walaupun yang dikerjakan belum sempurna. Anak juga dapat dibiarkan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri dengan jalan apapun yang mereka ketahui.

Selain anak yang harus belajar untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, para orang tua juga harus memperhatikan beberapa hal. Ingin mendapatkan perhatian anak adalah hal yang biasanya diinginkan orang tua. Kadang kala banyak orang tua yang terlalu banyak ingin tahu dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada anaknya. Sikap sering bertanya ini dapat menimbulkan kesan cerewet dan sok ingin tahu yang tidak disukai oleh anak. Akan lebih baik jika anda sebagai orang tua tidak terlalu banyak mengajukan pertanyaan yang terkesan menyudutkan dan mengintimidasi anak. Biasakanlah menyapa anak saat selesai berkegiatan dengan santai dan ramah. Dengan sapaan yang hangat, anak akan bisa dengan sendirinya menceritakan apa saja yang dia alami saat berkegiatan. Cara – cara tersebut diatas dapat menjadi solusi dan contoh hal – hal yang bisa membantu anak untuk bersikap mandiri.

Makan Bersama Keluarga – Apa Masih Jamannya?

Seberapa penting sih makan bersama keluarga itu? Di jaman yang serba sibuk ini, memang susah sekali untuk meluangkan waktu untuk duduk dan makan bersama anggota keluarga. Dengan kesibukan masing-masing dan waktu pulang yang tidak bersamaan, pasti sulit sekali untuk mengatur waktu.

Ternyata, baru-baru ini ada penelitian yang dilakukan oleh University of Illinois di Urbana-Champaign, Amerika, yang menemukan hubungan yang erat antara makan malam keluarga dengan obesitas. Fakta yang ditemukan oleh tim ini setelah menganalisa 17 studi kasus mengenai obesitas, gangguan makan dan makan bersama keluarga adalah anak-anak yang orang tuanya terbiasa untuk makan malam bersama memiliki resiko lebih rendah untuk mengalami gangguan makan dan obesitas.

Hasil yang lebih terperinci dari penelitian ini adalah anak yang duduk makan bersama keluarga paling kurang dua atau tiga kali seminggu memiliki kemungkinan 12 persen lebih rendah untuk angka mengalami overweight. Juga kemungkinan 20 persen lebih rendah untuk angka anak mengalami gangguan makan. Kebiasaan untuk duduk makan malam bersama keluarga juga akan mengurangi kemungkinan anak makan junk food sebanyak 20 persen dan 24 persen peningkatan dalam jumlah anak yang mengkonsumsi makanan sehat.

Bukan hanya itu, kebiasaan makan bersama juga membantu kesehatan mental anak-anak remaja. Kebiasaan ini membantu meningkatkan kualitas komunikasi antara remaja dan orang tua menjadi lebih baik, yang mana sangat sulit untuk didapatkan saat ini. Makan bersama juga akan membantu anak-anak dalam pertumbuhan untuk mengembangkan kebiasaan makan yang lebih sehat sehingga anak-anak kita akan terhindar dari penyakit.

Jadi, setelah tahu manfaatnya, sekarang saatnya kita mempraktekkannya.

Menyikat Gigi Anak Balita

Pernahkah anda merasa kewalahan ketika akan menyikat gigi anak anda?

Rutinitas harian ini bisa selalu berlangsung ricuh dimana anak sedang berusaha menunjukkan eksistensi dirinya dengan menolak dan menentukan kehendaknya sendiri. Mungkin memang tidak bisa dilakukan paksaan disini, para ibu harus pintar-pintar membujuk, tidak bijaksana jika menyerah karena gigi bayi pun perlu dilindungi dari lubang. Maka diperlukan sedikit kompromi yang kreatif :

  • Carikan Teman. Pasti anda sudah paham jika pada diri anak kita suara orang ketiga selalu lebih berpengaruh  dari pada suara orang tuanya. Jadi mintalah bantuan dokter untuk menjelaskan pentingnya menyikat gigi, atau bisa juga meminta bantuan anggota keluarga lain (yang biasanya anak idolakan) untuk membujuknya agar mau menyikat gigi.
  • Sikat Gigi yang Menarik. Sediakan 2 atau 3 sikat gigi anak yang menarik, lucu dan berwarna-warna (perhatikan bulu sikatnya harus bermutu baik dan tidak terlalu keras). Biarkan anak memilih sendiri sikat yang ingin dia gunakan, ini akan menghilangkan masalah siapa yang mengendalikan situasi.
  • Biarkan Anak Melakukannya Sendiri. Jangan khawatirkan cara anak menyikat giginya karena jika ia telah merasa selesai pujilah dia dan lanjutkan penyikatan dengan bantuan anda dan sikat gigi berbeda.
  • Memeriksa. Mintalah ia untuk memeriksa hasil pekerjaan anda berdua dan mintalah juga ia memberi penilaian sehingga ia tetap merasa berperan dalam proses menyikat gigi tersebut.

 

Aktivasi otak tengah tidak serta merta menjadikan anak cerdas

Aktivasi Otak Tengah (AOT) sedang marak dibicarakan, diliput media massa, dan menjadi trend di kalangan menengah ke atas – itu karena biaya mengikuti AOT ini tidak bisa dibilang murah. Inti dari AOT adalah mengaktifkan otak tengah  sehinga otak kanan (emosional, EQ)  dan otak kiri (IQ, intelektual) dapat berkembang maksimal.

Betul, bahwa segera setelah mengikuti AOT , anak akan memiliki kemampuan yang lebih dan salah satu hasil yang langsung dapat terlihat adalah kemampuan untuk membaca dengan mata tertutup. Tetapi, tentu bukan itu tujuan utamanya. Yang kita harapkan adalah anak yang mempunyai konsentrasi tinggi, daya ingat yang baik, kreatif dan semua hal positif yang menunjang perkembangannya menjadi anak yang cerdas secara emosional dan intelektual. Semua hasil positif yang dijanjikan atau yang kita harapkan, tidak serta merta didapat secara otomatis setelah mengikuti AOL. Tetap diperlukan bimbingan yang intensif untuk terus melatih kemampuan yang diperoleh setelah AOT.

Banyak pro kontra tentang AOT yang terus berkembang yang sebenarnya tidak perlu menjadi perhatian kita. Fokus kita seharusnya pada persamaan persepsi bahwa yang baik bukan jenius tapi yang seimbang antara kecerdasan emosional (EQ) dan Intelektual (IQ) sehingga muncullah kecedasan spritual (SQ) yang juga baik.

Jadi, kalau kita belum mampu atau tidak mau mengikutsertakan anak kita pada program AOT, minimal kita melatih agar otak kiri dan otak kanan anak berkembang sama baiknya dan menjadi seimbang. Latihan yang sudah kita kenal adalah adalah :

1. Tangan kanan menepuk-nepuk kepala, tangan kiri melakukan gerakan memutar di atas perut. Lakukan dalam 8 hitungan, lalu lakukan yang sebaliknya.

2. Kepalkan tangan kanan dan lakukan gerakan seperti menumbuk pada paha kanan, sementara tangan kiri melakukan mengelus paha kiri. Lakukan dalam 8 hitungan, lalu lakukan yang sebaliknya.

Beberapa senam otak lainnya :

1. Gerakan Silang
Cara: Kaki dan tangan digerakkan secara berlawanan. Bisa ke depan, samping atau belakang. Agar lebih ceria anda bisa menyelaraskan dengan irama musik.
Manfaat: Merangsang bagian otak yang menerima informasi dan bagian yang mengungkapkan informasi, sehingga memudahkan proses mempelajari hal-hal baru dan meningkatkan daya ingat.

2. Olengan Pinggul
Cara: Duduk dilantai. Posisi tangan dibelakang, menumpi ke lantai dengan siku di tekuk. Angkat kaki sedikit lalu olengkan pinggul ke kiri dan ke kanan dengan rileks.
Manfaat: Mengaktifkan otak untuk kemampuan belajar, melihat dari kiri ke kanan, kemampuan memperhatikan dan memahami.

3. Pengisi Energi
Cara: Duduk nyaman di kursi, kedua lengan bawah dan dahi diletakkan di atas meja. Tangan ditempatkan di depan bahu dengan jari-jari menghadap sedikit ke dalam. Ketika menarik napas rasakan napas mengalir ke garis tengah seperti pancuran energi, mengangkat dahi, kemudian tengkuk dan terakhir punggung atas. Diafragma dan dada tetap terbuka dan bahu tetap rileks.
Manfaat: Mengembalikan vitalitas otak setelah serangkaian aktivitas yang melelahkan, mengusir stres, meningkatkan konsentrasi dan perhatian serta meningkatkan kemampuan memahami dan berpikir rasional.

4. Menguap Berenergi
Cara: Bukalah mulut seperti hendak menguap lalu pijatlah otot-otot di sekitar persendian rahang. Lalu melemaskan otot-otot tersebut.
Manfaat: Mengaktifkan otak untuk peningkatan oksigen agar otak berfungsi secara efisien dan rileks, meningkatkan perhatian dan daya penglihatan, memperbaiki komunikasi lisan dan ekspresif serta meningkatkan kemampuan untuk memilah informasi.

5. Luncuran Gravitasi
Cara: Duduk di kurasi dan silangkan kali. Tundukkan badan dengan lengan ke dapan bawah. Buang napas ketika turun dan ambil napas ketika naik. Lakukan dengan posisi kaki berganti-ganti.
Manfaat: Mengaktifkan otak untuk rasa keseimbangan dan koordinasi, meningkatkan kemampuan mengorganisasi dan meningkatkan energi.

6. Tombol Imbang
Cara: Sentuhkan 2 jari ke belakang telinga, pada lekukan di belakang telinga sementara tangan satunya menyentuh pusar selama kurang lebih 30 detik. Lalukan secara bergantian. Selama melakukan gerakan itu dagu rileks dan kepala dalam posisi normal menghadap ke depan.
Manfaat: Mengaktifkan otak untuk kesiapsiagaan dan memusatkan perhatian, mengambil keputusan, berkonsentrasi dan pemikiran asosiatif
(Buku: Brain Gym, Paul E. Dennison PhD, Gail E. Dennison, Penerbit PT. Grasindo)

Semoga bermanfaat ya !

Salam,

[bi-bi]

“Stay Home Dad” Makin Populer

KOMPAS.com — Menggantikan peran istri menjaga sang buah hati sembari bekerja di rumah, kenapa tidak? Meski kadang menimbulkan dilema dengan pandangan umum, banyak keuntungan diraih dengan menjadi “ayah rumah tangga”.

Mungkin tak pernah terbayang sebelumnya, sebagai seorang kepala keluarga, suami harus tinggal di rumah untuk menggantikan peranan Anda sebagai ibu. Menjaga anak, melakukan pekerjaan rumah, dan menjalani karier sekaligus, sementara umumnya para suami pergi mencari nafkah di luar.

Namun, sebenarnya menjadi seorang “ayah rumah tangga” bukanlah pilihan yang buruk untuk dilakukan. Maksimalisasi waktu yang dimiliki dan kualitas kenyamanan yang didapat sudah barang tentu memengaruhi hasil dari pekerjaan yang dilakukan. Belum lagi kualitas hubungan ayah-anak yang didapat akan lebih baik dari sebelumnya.

Sayangnya, tidak semua orang menghargai pilihan ini. Pandangan negatif akan suami yang lebih banyak di rumah sering kali membuat seorang ayah rumahan menjadi tidak percaya diri menjalani peran barunya. Pandangan ini juga kerap membuat para ayah pekerja rumahan menjadi frustrasi dan lebih sensitif.

Hal ini tidak perlu terjadi asal dipersiapkan dengan matang. Caranya? Ikuti trik berikut ini.

Inventarisasi pekerjaan rumahan
Bukan mustahil seseorang menghasilkan uang tanpa harus pergi dari rumah. Namun, dibutuhkan keahlian khusus untuk menjalani sebuah karier ayah rumahan. Oleh karena itu, sebelum memutuskan menjadi ayah rumahan, ada baiknya persiapkan diri dengan menginventarisasi pekerjaan yang bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan rumah.

Pekerjaan seperti mengelola e-bisnis, copywriter, hubungan masyarakat, ahli pembukuan, penulis, dan desainer website adalah beberapa pilihan pekerjaan yang bisa dilakukan sembari menjadi ayah rumahan. Tentu saja, pekerjaan-pekerjaan tersebut butuh keahlian, seperti menulis serta menguasai teknologi dan informasi. Di samping itu, dibutuhkan juga modal untuk menjaga semua tetap berjalan lancar.

Peroleh keahlian khusus dengan menjalani pelatihan dan kursus, juga persiapkan modal yang cukup sebelum memutuskan menjalani karier rumahan. Apabila perlu, jalin relasi dengan komunitas yang akan memberikan keuntungan bagi karier rumahan Anda.

Belajar dari pasangan
Sebelum benar-benar final untuk menjalani peran sebagai ayah rumahan, ada baiknya pelajari dahulu hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas rumahan.

Mulai dari cara berkomunikasi dengan anak, apa saja tugas rumah tangga yang harus dilakukan, berapa jam efektif yang dapat dimiliki, hingga bagaimana menggunakan peralatan rumah tangga. Hal ini penting untuk mempersiapkan mental menghadapi perubahan drastis dalam kehidupan sehari-hari.

Melakukan simulasi pada akhir minggu dengan mengerjakan berbagai pekerjaan rumah ataupun mengajak anak bercengkerama dapat saja diupayakan untuk memulainya.

Apabila perlu, tanyakan kepada pasangan apa pun yang perlu diketahui mengenai situasi rumah. Mintalah trik-trik yang biasa dilakukan pasangan untuk membuat situasi rumah terkendali.

Yakinkan diri
Bagi pria, bekerja bukan hanya memiliki arti sebagai sarana untuk menghasilkan uang. Lebih dari itu, kebanyakan pria meletakkan nilai harga diri dan bukti eksistensinya pada sebuah pekerjaan.

Tak heran, ketika orang bertanya mengenai pekerjaannya, pria lebih suka menyebutkan perusahaan besar tempatnya bekerja saat ini. Lantas bagaimana jika harus bekerja di rumah saja? Kebanyakan orang tidak paham, bekerja di rumah bukan berarti lebih buruk daripada bekerja pada sebuah perusahaan.

Menanamkan dalam diri sendiri mengenai pentingnya pencapaian dan maksimalisasi hasil ketimbang terikat dengan brand perusahaan tertentu sebaiknya dimiliki para ayah sebelum memutuskan untuk bekerja di rumah. Bukan hanya para ayah rumahan, pasangan pun sebaiknya memiliki pandangan yang sepaham dengannya.

Hal ini sangat penting dimiliki pasangan untuk menjaga keharmonisan hubungan suami-istri. Setidaknya ketika orang memandang sebelah mata kepada ayah rumahan, pasangan adalah tempat mendapatkan dukungan moril yang akan membuat pria tetap nyaman dengan pilihannya.

Atau paling tidak, pasangan suami-istri tidak terjebak saling menuntut ketika salah satu merasa kaget dengan peran-peran yang belum dikuasainya.

Memang, akan banyak orang yang mengkritisi atau bahkan nyinyir berbicara soal bekerja di rumah bagi seorang pria.

Jangan menyerah dengan semua perlakuan itu! Memang, sekali waktu para pria yang memutuskan bekerja di rumah akan mengalami hari-hari yang buruk, bahkan terkadang merasa tidak dihargai.

Namun, yang terpenting ketika hal buruk itu datang, ingatlah jika pilihan ini adalah pilihan rasional dan paling tepat untuk dilakukan demi diri sendiri dan keluarga.

Tak ada salahnya mencatat atau mengingat-ingat kembali alasan-alasan untuk menjadi ayah rumahan. Pada intinya, yang harus Anda beri kesan adalah keluarga dan diri sendiri, bukan orang lain.

(Tabloid NOVA/Laili Damayanti)

Editor: din

Ciri Lingkungan Kerja Tidak Sehat

VIVAnews – Bagaimana lingkungan kerja saat ini? Setiap orang tentu ingin memiliki lingkungan kerja yang sehat dan menyenangkan, sehingga karier tumbuh dan berkembang dengan baik.

Namun, tak jarang keinginan tinggal keinginan, sementara jika ingin pindah kerja, belum ada perusahaan bisa menerima dalam waktu dekat. Akibatnya, Anda jadi stres.

Sebelum Anda mengalami ‘mimpi buruk’ seperti ini, berikut merupakan ciri-ciri lingkungan kerja yang tidak sehat. Jika apa yang dipaparkan di bawah ini ada dalam lingkungan kerja Anda, Anda dapat mengantisipasinya sejak dini.

1. Dilarang multitasking
Biasanya perusahaan sehat sangat senang jika karyawannya produktif dan mau berbuat lebih dari sekadar yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Perusahaan tidak sehat sebaliknya, tak suka pada karyawan ‘serba bisa’. Biasanya hal ini terjadi, karena khawatir karyawan itu mengetahui hal-hal yang tidak seharusnya diketahui. Jadi, perusahaan memberikan tugas-tugas bersifat khusus dan terpisah-pisah bagi karyawannya agar mudah dikontrol.

2. Rapat tidak efektif
Rapat semestinya merupakan ajang untuk saling berbagi ide, data, dan tujuan yang jelas untuk kemajuan perusahaan. Namun, dalam lingkungan kerja tidak sehat, rapat hanya menjadi ajang untuk saling menyalahkan, memojokkan, dengan disertai hitungan-hitungan matematika memusingkan, dan metafora-metafora klise.

3. Beban kerja tak menentu
Di lingkungan kerja sehat, antara beban kerja dan hasil yang didapat biasanya seimbang. Namun, di lingkungan kerja tidak sehat, ada karyawan yang dibebani pekerjaan yang menumpuk, tapi ada juga yang dibiarkan lebih banyak ongkang-ongkang kaki.

Namun, bisa juga pada suatu ketika pekerjaan begitu melimpah sehingga tidak tertangani, tapi di saat lain justru tak ada sama sekali, sehingga karyawan mengalami disfungsional. Ini mungkin terjadi karena atasan tidak mampu mengelola manajemen dengan baik, tidak tahu tugas dan fungsi Anda, atau mereka memang tidak peduli.

4. Kebijakan overlaping
Penanganan pekerjaan yang baik adalah jika antara tugas dengan instruksi yang diberikan paralel dan dapat diselesaikan satu per satu. Namun, di lingkungan kerja tidak sehat, seringkali terjadi ketika satu pekerjaan belum selesai, sudah ada instruksi baru, memo baru, kebijakan baru, yang ada kalanya saling bertentangan. Namun, Anda dilarang bertanya atau mengeluh.

5. Target tidak realistis
Penetapan target yang baik adalah yang sesuai dengan kapasitas dan kondisi terkini, namun di lingkungan kerja yang tidak sehat, target dibuat bertentangan dengan prinsip tersebut sehingga terkesan terlalu di awang-awang dan tidak realistis.

Selamat mencoba, karena hasil akhir yang berkualitas dimulai dengan implementasi yang berkualitas (Quality Implementation /QI).

Diasuh oleh:

Kevin WuKevin Wu, Managing Director CoreAction Result Consulting, telah membantu beberapa perusahaan di tanah air melipatgandakan hasil hanya dalam waktu yang relatif singkat dengan metode management yang simple dan aplikatif. Tidak berlebihan jika banyak pihak yang menyebutnya sebagai “Result Consultant”.
Info lebih lengkap silahkan klik www.thecoreaction.com, www.qi-leadership.com atau email info@thecoreaction.com

 

Baca juga: Profesi Teraneh di Dunia

 

• VIVAnews

Menyelami Beragam Budaya Meningkatkan Kreativitas  

TEMPO Interaktif, Northwestern – Kreativitas dapat ditingkatkan dengan mengalami budaya yang berbeda selain budaya sendiri, menurut sebuah studi yang dimuat di Personality and Social Psychology Bulletin, seperti dikutip ScienceDaily 29 Juni 2010.

Tiga penelitian menguji aspek-aspek kreativitas yang berbeda pada siswa yang tinggal di luar negeri dan yang tidak. Dibandingkan dengan kelompok kontrol, yang tidak mengalami budaya yang berbeda, peserta dalam kelompok budaya yang berbeda memberikan bukti lebih kreatif dalam berbagai standar tes sifat tersebut. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pembelajaran multikultural adalah komponen penting dalam proses adaptasi, bertindak sebagai katalis kreativitas.

Para peneliti, William W. Maddux, Hajo Adam, dan Adam D. Galinsky, dari Universitas Northwestern, Amerika Serikat, percaya bahwa kunci untuk meningkatkan kreativitas berkaitan dengan pendekatan siswa untuk berpikiran terbuka dalam menyesuaikan diri dengan budaya baru. Dalam dunia global, di mana lebih banyak orang dapat memperoleh pengalaman multikultural dibandingkan sebelumnya, penelitian ini menunjukkan bahwa tinggal di luar negeri dapat lebih bermanfaat dari yang diduga sebelumnya.

ScienceDaily/NF

Mencari Orisinalitas Dalam Bibit-bibit Baru Fashion Indonesia

KOMPAS.com – Mencoba terlihat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Esmod Jakarta, sekolah mode yang telah berhasil “menelurkan” bibit-bibit desainer ternama dalam negeri, mencoba menggelar upacara kelulusan murid-muridnya dengan cara yang berbeda. Jika tahun-tahun sebelumnya, mereka selalu mengadakannya di gedung atau hotel, tahun ini mereka menggelarnya di Museum Nasional (Museum Gajah).

Malam itu Esmod bermaksud mencoba sesuatu yang berbeda dengan menggelar acara dengan konsep outdoor, tak pelak kendala cuaca dan teknis sempat mengganggu acara. Namun, di balik hal-hal itu, acara kelulusan program studi 3 tahun Esmod tetap digelar. Acara ini diberi tema “Archipelago” yang menurut Patrice, “Tema ini merupakan perandaian dari ke-38 siswa/i yang memiliki pribadi berbeda-beda, beda ide, beda look, beda strongness. Di dalamnya, terbagi lagi menjadi 4 sub-tema, yakni, Culture, Origin, Architecture, dan Nature.

Fashion Festival merupakan langkah terakhir bagi para siswa/i Esmod untuk menuntaskan masa studinya, sekaligus menjadi penanda langkah awal mereka memasuki dunia fashion secara global. Pada acara Fashion Festival semacam inilah para murid mendapatkan kesempatan untuk bisa memamerkan rancangan dan pilihan gaya mereka ke dunia.

Sebelum dipentaskan di panggung pada malam kelulusan yang berlangsung kemarin, Rabu (24/6/2010), ke-38 siswa/i harus mempresentasikan rancangan mereka ke hadapan pakar fashion, seperti desainer, fashion editor, profesional di perusahaan garmen dan tekstil, juga perusahaan ritel. Sistem penilaian didasarkan pada presentasi konsep dan tema rancangan, target market dan harga jual, serta hasil produk rancangan yang diperagakan oleh model profesional. Pada malam kelulusan, masing-masing calon desainer ini memamerkan 5 busana rancangannya.

“Mereka mengembangkan koleksi yang sangat personal yang benar-benar memiliki kepribadian kuat, dan sangat berbeda. Untuk pertama kalinya kami melakukannya di luar hotel. Di tempat yang full of culture, full of origin, seperti Jakarta. Kami ingin pun ingin membuat para mahasiswa mengenali apa itu Indonesia, apa itu Jakarta, dan apa yang bisa mereka gali di sini,” jelas Patrice, Kepala Koordinator Esmod Jakarta kepada Kompas Female sebelum acara.

Pada malam itu, terdapat sekitar 210 rancangan yang dipamerkan. Terdiri dari women’s wear dan men’s wear, sedikit berbeda dari tahun lalu, tahun ini tak ada children’s wear. Masing-masing desainer memang sudah terlihat ciri-cirinya, meski beberapa rancangan masih terlihat mirip tren yang sudah lampau, namun niat mereka untuk mencoba menunjukkan kepribadian dan gaya rancang bisa dipuji. Ada satu-dua perancang yang mencoba keluar dari mainstream dengan menggunakan fabrikasi asal daerah, seperti Christine Geta Maria Pangaribuan dan Vinora Ng. Stand mereka terlihat ramai dikunjungi karena desain mereka cukup berbeda dan mencolok.

Saat ini alumni Esmod sudah mencapai 636 siswa/i yang sudah bekerja di berbagai profesi di bidang mode, bahkan sudah ada yang memiliki label sendiri. Mengenai lulusan tahun ini, Patrice mengatakan, “Masing-masing murid memiliki different level, mereka memiliki strong point in a way, strong point in other way, tetapi rata-rata mereka memiliki sesuatu yang interesting, mereka punya sesuatu yang personal yang kami coba gali bersama mereka. Jadi, saya rasa, sukses untuk mereka. Pesan saya untuk mereka, terus lakukan apa yang mereka lakukan sekarang, dan terus berjuang untuk hal itu.”

NAD

Editor: NF

‘Lama Hubungan Seks yang Paling Diidamkan 7-13 Menit’  

TEMPO Interaktif, London – Sebuah survei yang dilakukan di Amerika Serikat menyimpulkan lama waktu bersetubuh yang paling diimpikan adalah tujuh sampai 13 menit.

Survei tersebut menyatakan waktu bersetubuh satu sampai dua menit ‘terlalu pendek’ dan tiga sampai tujuh menit dianggap ‘cukup’. Dan berlawanan dengan fantasi seks yang berkembang selama ini, bersetubuh selama 10 sampai 30 menit dianggap ‘terlalu lama’.

Para peneliti mensurvei 50 anggota Society for Sex Therapy and Research (Masyarakat untuk Terapi Seks dan Penelitian). Mereka terdiri dari para psikologis, pekerja sosial, sampai perawat.

Penulis hasil survei tersebut, Eric Corty dan Jenay Guardiani dari Penn State University, mengatakan, “Penafsiran seorang pria atau wanita terhadap fungsi seksnya maupun pasangannyaa tergantung pada kepercayaan pribadi yang muncul karena pesan-pesan di masyarakat baik formal maupun informal.”

“Sayangnya, budaya populer saat ini menekankan berbagai stereotipe soal aktivitas seksual,” lanjut mereka seperti dikutip Daily Mail, Kamis (24/6). “Mayoritas pria dan wanita percaya fantasi mengenai penis besar dan bersetubuh semalam penuh.”

Penelitian mereka sebelumnya menemukan kebanyakan pria dan wanita ingin seks berlangsung 30 menit atau lebih lama lagi. Namun, Corty mengatakan, “Situasi tersebut mungkin memicu kekecewaan dan ketidakpuasan.”

“Dengan survei ini, kami berharap bisa memupuskan fantasi-fantasi seperti di atas dan memberikan para pria dan wanita data realistik yang ada mengenai seks. Sehingga, itu bisa mencegah kekecewaan seks dan disfungsi seks.”

Hasil survei tersebut juga memiliki implikasi untuk pengobatan bagi orang-orang yang mengalami masalah seks.

“Jika seorang pasien khawatir mengenai berapa lama seksnya akan bertahan, data ini bisa membantu pasien menepis kekhawatiran mengenai masalah fisik dan itu bisa diobati hanya dengan penyuluhan, tanpa obat,” lanjut Corty.

DAILYMAIL| KODRAT SETIAWAN

Solo Batik Fashion, Mengusung Catwalk ke Tengah Pasar  

TEMPO Interaktif, Solo – Peragaan busana tidak harus digelar di convention hall mewah atau hotel berbintang. Di Solo, peragaan busana tetap meriah meski hanya digelar di pelataran pasar. Sepuluh desainer menampilkan busana batik di tengah sorot ribuan pasang mata, Selasa, 22 Juni 2010.

Malam itu, catwalk yang digelar di depan Pasar Windu Jenar atau yang sering disebut Pasar Antik Triwindu memang menjadi magnet. Panggung yang cukup megah beradu dengan arsitektur pasar yang dibalut dengan nuansa etnik. Meski demikian, batik tetap menjadi raja dalam pergelaran Solo Batik Fashion 2 itu.

Sepuluh perancang busana memamerkan karya yang diperagakan oleh ratusan model. Tidak semua model berpengalaman. Belasan pencinta batik yang tergabung dalam Himpunan Ratna Busana Surakarta menjadi model dadakan, menampilkan paduan batik dengan kebaya dari berbagai daerah nusantara. Kebanyakan dari mereka berusia paruh baya.

Sesuai ciri khas Putri Solo, mereka berjalan dengan pelan dan gemulai di atas catwalk. Wajar, pakaian mereka memang tidak memungkinkan untuk digunakan melangkah lebar dan cepat. Penonton pun dapat menikmati batik tulis halus model Solo yang dirancang sebagai pakaian formal itu dengan lebih saksama.

Meski tetap bertema kebaya batik, penyaji berikutnya tampil beda. Rancangan dari Tuti Kebaya tampil lebih meriah dengan penambahan motif bunga di kebaya yang dikenakan para model. Batik yang dikenakan juga lebih variatif, karena mengadopsi beberapa batik bercorak abstrak.

Para penikmat batik masih dimanjakan dengan hasil rancangan Irine Bridal yang menampilkan busana pengantin bercorak batik. Selintas, gaun pengantin warna putih yang ditampilkan mirip dengan busana lain yang bergaya Eropa. Hanya, kain putih itu dihiasi dengan motif berbentuk bunga. Pakaian para pengiring pengantin juga dihiasi unsur batik. Sayang, pakaian untuk pengantin pria tidak ditampikan dalam peragaan itu.

Rancangan yang cukup glamor disajikan oleh perancang Joko Budi SSP yang dibawakan oleh 29 modelnya. Mantan penari itu menampilkan busana dengan tema The Legend of Rama Shinta. Sesuai dengan tema yang dibawakan, mantan penari tersebut terinspirasi dari cerita tokoh pewayangan dalam kisah Ramayana.

Rancangan Joko dipenuhi dengan berbagai ornament yang megah. Tokoh Rama misalnya, selain menggunakan mahkota yang indah juga dilengkapi dengan busur panah. Corak batik yang dikenakan sangat serasi dengan pakaian yang dikenakan oleh Shinta.

Sebenarnya, desain itu diciptakan bukan untuk Solo Batik Fashion 2 semata. “Kami akan membawanya ke luar negeri,” kata Joko Budi SSP. Rencananya, September mendatang kelompoknya akan tampil di Budapest Hungaria untuk sebuah kegiatan serupa. Ajang peragaan busana di Solo dijadikan sebuah pemanasan.

Bedanya, di Budapest mendatang dirinya tidak hanya menampilkan peragaan busana. “Ada unsur drama tari yang bercerita tentang Ramayana,” kata dia. Sayang, unsur tersebut belum bisa dimasukkan dalam Solo Batik Fashion.

Butuh waktu beberapa bulan untuk merancang pakaian tersebut. Apalagi, beberapa corak batik yang dibutuhkan tidak tersedia di pasaran. Terpaksa, dia harus memesan batik dengan corak tertentu ke perajin.

Tidak semua perancang busana yang tampil malam itu merupakan perancang berpengalaman. Ira Kusumoasri, misalnya, mencoba menampilkan hasil rancangan perdananya dalam kegiatan itu. Sebelumnya, Ira dikenal sebagai koreografer pendiri sanggar seni Semarak Candra Kirana.

Melalui rancangan pakaian cocktail serta pakaian kerja, dia mencoba keberuntungannya di bidang batik. “Kami mencoba menampilkan rancangan yang sederhana tapi bukan murahan,” kata dia. Hal itu untuk menghindari anggapan jika peragaan busana hanya menampilkan pakaian yang khusus digunakan on the stage semata.

Gelar peragaan busana itu hanya menjadi pembuka dalam pesta batik di Solo. Pada hari Rabu ini, 23 Juni 2010, Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Kota Surakarta masih menggelar Solo Batik Carnival 3. Sebelumnya, pesta kostum tersebut pernah ditampilkan dalam festival Chingai di Singapura, awal tahun lalu.

Menurut Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Seni Budaya, Budi Sartono mengatakan jika ajang itu sengaja digelar untuk mengukuhkan posisi Kota Surakarta sebagai kota batik. Diharapkan batik dapat dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat. “Karena itu kami memilih menggelar acara ini di pasar,” kata Budi.

Ahmad Rafiq

Next Page »

29 queries