Evolusi Baju Renang, Makin Lama Makin Mini
VIVAnews – Sejak era Victoria hingga saat ini, perempuan tetap menunjukkan minatnya pada laut — baik mandi di tengah deburan ombak atau sekedar menikmati pasir.
Namun, seperti halnya trend fashion yang terus berkembang, gaya baju renang yang digunakan kaum hawa juga dinamis.
Pakaian renang terus berevolusi, dari gaun mandi era Victoria hingga bikini super mini.
Perubahan mode pakaian renang dari masa ke masa diabadikan Malvis Plume (84) lewat koleksinya yang lengkap — dari baju renang berbentuk gaun bervolume era Victoria hingga bikini. Dia mengumpulkan baju-baju ini selama lebih dari 50 tahun.
Koleksi tersebut disimpan dalam kotak-kotak. Awalnya ini adalah koleksi ‘rahasia’ keluarga Mavis. Sampai April lalu, ketika dia dan suaminya pindah ke Lincolnshire agar dekat dengan anaknya, Davis.
Sang anak menyarankan, ini saat yang tepat untuk mencarikan 500 baju renang itu ‘rumah baru’. Bahkan dipamerkan.
“Ini koleksi yang langka, apalagi baju renang jarang yang tahan lama,” kata Clare Hunt, kurator Museut Pusat Southend — tempat baju renang dipamerkan.
Kain bahu renang, tambah dia, biasanya termakan klorin dan garam. Beberapa baju koleksi Mavis termakan ngengat, tapi masih bisa dipamerkan dan jadi rekaman sejarah fashion.
“Ini bukan bajuu-baju buatan desainer, tapi koleksi fashion perempuan biasa.” kata Hunt, seperti dimuat Daily Mail.
Koleksi tertua milik Malvis berasal dari tahun 1850-an. Baju itu lebih dirancang untuk berendam ketimbang berenang.
“Aku pernah memakainya — habis berenang aku tak bisa keluar. Bajuku gembung oleh air. Aku harus memeras diriku agar bisa naik tangga,” kata Mavis, geli.
“Lebih mudah memakai bikini mini jaman sekarang.”
Tak hanya sebagai kolektor. Mavis juga menjadi model baju-baju renangnya — bukan di majalah tapi model jepretan suaminya sendiri.
• VIVAnews
Bahaya Film Komedi Romantis
VIVAnews - Film komedi romantis adalah genre film yang banyak disukai kaum hawa. Ceritanya yang lucu dan romantis memang sangat menghibur. Tetapi, hiburan selama 90-120 menit tersebut ternyata bisa berdampak negatif pada hubungan cinta Anda dan pasangan. Hal itu menurut survei yang dilakukan pada 1.000 warga Australia.
Dari hasil survei diketahui hampir setengah partisipan mengungkap akhir cerita bahagia dari film komedi romantis telah merusak pandangan mereka tentang hubungan yang ideal. Satu dari empat responden mengatakan sekarang mereka ‘dipaksa’ untuk mengetahui apa yang dipikirkan pasangan.
Sedangkan, satu dari lima responden wanita mengharapkan bisa menerima hadiah atau bunga dari pasangan tanpa alasan istimewa.
“Percintaan dalam film komedi romantis menjadi isu universal bisa membuat wanita ‘kecanduan’ terhadap pemikiran ‘hidup bahagia selamanya’. Masalahnya, hal itu dapat memberikan dampak buruk yang mempengaruhi pandangan seseorang tentang hubungan sebenarnya dalam kehidupan nyata,” kata Gabrielle Morrissey, konselor hubungan asal Australia seperti dikutip dari NY Daily News.
“Hubungan cinta yang sebenarnya membutuhkan usaha dan kompromi. Hal itu lebih dibutuhkan daripada sebuket bunga atau hadiah sebagai tanda cinta,” katanya menambahkan.
Survei tersebut dilakukan oleh Warner Home Video sebagai peluncuran film “Valentine’s Day” dalam kemasan DVD.
Baca juga: 10 Hal yang Bikin Pria Makin Cinta
• VIVAnews
Apa Yang Dipikirkan Pria Saat Kencan?
KOMPAS.com – Tahap penjajakan, kencan, saling kenal, merupakan proses penting pembentukan sebuah hubungan. Nah, untuk menghindari gagalnya proses ini, tidak salah untuk mencuri start dengan mengetahui isi pikirannya.
1. “Saya takut tak bisa memenuhi impian kamu”
Saat mulai berkencan biasanya Anda dan dia saling membuka diri dan saling bercerita. Baik cerita tentang masa lalu maupun harapan di masa depan. Kaum Hawa tanpa sadar suka mengungkapkan harapan tinggi bagi masa depannya. Bagi sebagian pria, harapan tersebut bisa menjadi sebuah hal yang menyenangkan dan dia dengan senang hati menawarkan dirinya untuk membantu Anda mewujudkan harapan tersebut.
Tetapi tidak semua berpikiran demikian. Ada juga yang merasa takut karena tidak bisa memenuhi harapan tinggi Anda. Itu sebabnya, ketika Anda sibuk bercerita tentang rumah impian, masa depan impian, dan sebagainya, dia hanya memandangi Anda tanpa ekspresi. Sebelum dia kehilangan selera, jika Anda memiilki harapan yang muluk, ada baiknya pikirkan kembali sebelum diutarakan kepadanya. Cobalah untuk memiliki harapan yang lebih realistis, karena tidak hanya baik bagi hubungan Anda dengan si dia, tetapi juga bagi diri sendiri.
2. “Apakah dia merasa nyaman?”
Saat memiliki ketertarikan pada seorang perempuan, pria cenderung akan menunjukkan perasaannya. Jika Anda peka dan bisa membacanya, pasti bisa merasakannya. Tetapi banyak perempuan yang tidak bisa membaca perasaan pria. Hal itu karena cara pria mengungkapkan perasaan berbeda dengan Anda. Di mata Anda, dia mungkin cuek. Tetapi coba simak lebih jeli lagi, apakah dia seringkali salah tingkah di depan Anda? Apakah dia berusaha membuat Anda tertawa? Jika ya, dia sebenarnya sedang berusaha membuat Anda senyaman mungkin.
Bagi dia, kenyamanan Anda bersamanya adalah yang utama. Jika Anda menyadarinya dan bersikap manis seperti yang diharapkan, dia akan melanjutkan hubungan dengan Anda. Namun, bila Anda tidak menyadarinya dan bersikap seperti tidak ada apa-apa, pria cenderung akan mempertimbangkan kembali untuk meneruskan hubungan dengan Anda.
3. “Rasa cinta saja tidak cukup”
Pria terkadang lebih rasional dalam melihat sebuah hubungan. Dan untuk membuat sebuah hubungan berhasil, pria cenderung lebih banyak pertimbangan dibandingkan perempuan. Itu sebabnya dia akan selalu berpikir bahwa cinta tidak akan pernah cukup untuk membuat sebuah hubungan.
Meskipun ia mengungkapkan kalau ia mencintai Anda, banyak pertimbangan lain sebelum ia berani mengungkapkannya pada Anda. Konsekuensi sebuah hubungan juga telah dipikirkannya, baik bagi hidupnya sendiri maupun orang-orang di sekitarnya. Jadi, jangan heran kalau si dia membutuhkan waktu lama untuk mengungkapkan perasaannya secara langsung pada Anda.
4. “Cantik, sih, tapi kok kurang feminin, ya?”
Banyak perempuan berpikiran kalau pria sudah terlanjur suka, ia akan menerima perempuan apa adanya. Hal itu tidak selalu benar karena banyak juga pria yang mendambakan memiliki pasangan yang feminin dan lembut. Mungkin stereotiplah yang banyak membuat pria berpikiran demikian.
Padahal sebenarnya, bukan kemasan feminin itu yang mereka cari. Mereka mencari perempuan yang bisa membuatnya merasa dibutuhkan. Pria mencari sesuatu pada perempuan yang tidak didapatkan saat bersama teman-temannya. Jadi, meski gaya Anda sedikit maskulin, cobalah usahakan saat dalam proses pendekatan Anda membuat suasana menyenangkan dengan sikap yang sedikit berbeda dengan teman-temannya. Agar ia merasa ada yang berbeda dan spesial pada diri Anda.
5. “Saya ingin dipercaya”
Tidak hanya Anda yang ingin dipercaya, pria pun sama. Ia ingin mendapatkan kepercayaan sepenuhnya dari perempuan yang sedang dekat dengannya. Inti dari hubungan sempurna menurut banyak pria adalah saling percaya. Pria akan mendapatkan rasa nyaman saat seseorang percaya dengannya. Kepercayaan itu akan memicunya untuk semakin mendekati Anda.
6. “Saya ingin menyenangkan kamu”
Saat kencan pertama, perempuan cenderung sibuk dengan penampilan. Kita bisa mempersiapkan berhari-hari, baju, riasan, hingga topik yang ingin dilontarkan saat berkencan. Tentunya untuk membuat si dia terkesan. Berbeda dengan kita, saat pria berkencan, niat mereka hanya ingin menyenangkan kita. Fokus atau target utama para pria dalam berkencan adalah membuat suasana menjadi menyenangkan. Jadi, lupakan bulu mata palsu Anda, penuhilah keinginannya untuk bersenang-senang bersama Anda.
(Fatima Roeslan/Majalah Chic)
Editor: NF
Berjumpa Si Putih Madonna di Keukenhof
TEMPO Interaktif, Lisse – Matahari pagi di awal Mei lalu yang bersinar cerah membuatku nekat hanya mengenakan satu jaket untuk keluar dari hotel. Aku kecele. Hawa dingin, sekitar 11 derajat Celsius, ternyata masih kuat menyelimuti Bussum, kota kecil tak jauh dari Amsterdam, Belanda. Toh, hajatku dan lima rekan wartawan lain untuk segera menikmati kecantikan warna-warni bunga tulip mampu mengatasi hawa dingin.
Beruntung, kereta yang akan mengantar kami ke Stasiun Schiphol, sekitar 30 menit perjalanan, segera muncul. Meski penumpang tak sampai berdesakan, udara di dalam kereta relatif lebih hangat. Lumayan. Di stasiun, kami membeli tiket menuju Taman Bunga Keukenhof, di Kota Lisse. Taman bunga tulip ini tak cuma terbesar di Negeri Kincir Angin, tapi juga di dunia.
Biar nanti tak mengantre lagi, kami sengaja membeli tiket bus berikut tiket masuk ke taman. Total biaya yang harus kami bayar 21 euro (setara Rp 252 ribu) per orang. Waktu tempuh perjalanan Schiphol-Lisse dengan bus nomor 58 sekitar satu jam. Kota Lisse berada di barat daya Amsterdam, di Provinsi South Holland, termasuk dalam wilayah yang disebut Duin-en Bollenstreek (Dune and Bulb Region), karena ciri khasnya banyak bukit pasir pantai dan perkebunan bunga.
Kami beruntung berada di Belanda pada musim semi, saat bunga tulip bermekaran. Dan Taman Keukenhof hanya dibuka untuk umum pada 18 Maret hingga 16 Mei, mulai pukul 8.00 sampai 19.30. Tahun depan, taman ini dibuka dari 17 Maret sampai 15 Mei. Tiap tahun, taman ini menggelar pameran bunga internasional.
Dari riset kecil melalui Internet, terungkap tema pameran bunga internasional ke-61 tahun ini adalah From Russia with Love”. Karena itu, sebuah bagian dari taman ditata menurut gaya lanskap Rusia, lengkap dengan koleksi bunga-bunga khas Rusia. Sebuah mozaik bunga berbentuk Katedral Saint Basil di Moskow juga dihadirkan.
Svetlana Medvedeva, istri Presiden Rusia Dmitry Medvedev, didampingi Putri Maxima dari Kerajaan Belanda, membuka pameran pada 17 Maret lalu. Digelar pula pameran rangkaian bunga bergaya negara pecahan Negeri Beruang Merah itu.
Awalnya, Taman Keukenhof merupakan sebuah area perkebunan pribadi yang dimiliki oleh Countess of Holland Jacoeba van Beieren, yang memerintah kerajaan tersebut pada 1401-1436. Area seluas 32 hektare ini dipergunakan untuk menanam berbagai jenis sayuran, tanaman obat-obatan, dan juga tumbuhan rempah-rempah untuk bahan memasak makanan keluarga kerajaan. Karena itulah, tempat ini dinamakan keukenhof, yang artinya ‘kebun dapur’.
Nama Keukenhof tetap dipertahankan hingga saat ini sejak tempat ini mulai dibuka untuk umum pada 1949 oleh Wali Kota Lisse, W.J.H. Lambooy. Kala itu, dia bekerja sama dengan 10 perusahaan pengembang tanaman bunga terkemuka di daerah itu. Ide awalnya, Wali Kota ingin mempromosikan keberadaan Lisse sebagai pusat industri bunga segar di Belanda dan berniat mengadakan pameran bunga tahunan. Bertindak sebagai penata taman adalah JD dan LP Zocher, perancang Taman Vondelpark di Amsterdam.
Keelokan warna-warni tulip sebetulnya sudah memikat mata saya saat pertama kali menjejakkan kaki di Belanda, di halaman Bandara Schiphol. Tapi saya tak sempat menyentuhnya karena harus segera tiba di hotel. Persentuhan dengan tulip baru dilakukan di halaman hotel tempat kami menginap untuk pelatihan tentang multimedia di Radio Netherland Training Center di Hilversum.
Beberapa ratus meter sebelum memasuki kawasan Taman Keukenhof, hamparan tulip yang berwarna-warni membuat pesona tersendiri. Seperti foto di kartu-kartu pos yang banyak terpajang di toko-toko suvenir. “Woowww…, keren, seperti permadani,” ujarku.
Turun dari bus, suhu udara ternyata belum bersahabat. Malah terasa lebih menusuk tulang ketimbang di Bussum. Tapi penderitaan itu terimbangi oleh kecantikan aneka jenis tulip yang terhampar rapi. Menurut informasi di situs resmi Taman Keukenhof (www.keukenhof.nl), terdapat 7 juta tumbuhan bunga yang ditanam dengan tangan di taman ini, dan sekitar 4,5 juta di antaranya merupakan tulip dalam 100 varietas.
Mengingat luasnya area, semula kami sepakat terus berjalan bersama. Tapi, entah karena masing-masing punya selera jenis dan warna sendiri, kami akhirnya terpencar begitu saja. Masing-masing sibuk membidikkan kamera ke arah bunga-bunga beraneka warna: putih, kuning, oranye, merah, jingga, pink, ungu…, sungguh menyegarkan dan memanjakan mata. Pokoknya, serasa berada di “negeri pelangi”!
Meski Belanda dijuluki Kerajaannya Tulip, bunga tulip sejatinya berasal dari Iran dan Turki. Kata “tulip” sendiri berasal dari bahasa Turki, yang artinya “sorban”. Bagi bangsa Iran dan Turki, tulip adalah bunga nasional mereka.
Di Keukenhof, entah ada berapa ratus nama untuk tulip yang ditanam di sana. Yang sempat kucatat di antaranya Golden, Giant Parrot, Maytime, Abu Hasan, Vvedenskyi. Selebihnya, aku tak peduli. Menikmati keindahan bunga-bunga itu lebih asyik ketimbang mengingat-ingat namanya.
Untuk ragam varietasnya, bunga tulip ada berbagai macam, seperti Single Early, Double Early, Kaufmaniana, Fosteriana, Triumph, Darwin Hybrid, Greigii, Single Late, Double Late, Lily-flowered Tulip, Fringed Group, Viridiflora, dan Rembrandt.
Ada juga tulip varietas baru hasil persilangan yang disebut sebagai tulip-tulip “Walk of Fame”. Tulip-tulip ini dinamai sesuai dengan nama pesohor dunia. Mulai dari penyanyi pop Madonna, pesepak bola Ronaldo dan Del Piero, tokoh kartun Donald Duck dan Spongebob, hingga merek-merek mobil seperti Ferrari, Renault, dan Toyota.
Bunga tulip Madonna berwarna putih merekah, genit bergoyang ditiup semilir angin. Sementara itu, Del Piero warnanya putih bersemu pink, sedangkan Monalisa berwarna kekuningan dengan semburat merah.
Di bagian lain, penataan tulip sengaja dikelompokkan dengan warna acak seperti di dekat papan catur raksasa yang sedang dimainkan dua orang penggemar olahraga itu.
Menjelang tengah hari, sinar mentari tak kunjung bertambah kekuatannya. Kenyataan itu memberi eksotika tersendiri terhadap bunga yang diyakini berkhasiat sebagai obat kanker darah itu. Sebab, kami masih bisa menikmati titik-titik embun di kuncup, kelopak, atau daun tulip.
Barangkali karena pengaruh suhu dan luasnya taman, stamina tubuhku merosot drastis. Perut pun keroncongan. Sambil melepas letih, aku menyantap setangkup roti yang sengaja aku sisihkan saat sarapan di hotel. Beberapa teman membeli wafel hangat. Seusai santap siang, kami lanjutkan perjalanan ke Oranje Nassau, tempat berlangsung pameran rangkaian bunga bergaya Rusia.
Agar tak membosankan, Taman Keukenhof dilengkapi dengan taman labirin, taman bermain anak, serta taman burung dan ayam. Juga tersebar 80 buah patung karya pematung tersohor Belanda. Kami meneruskan langkah mencari kincir angin yang mulai beroperasi sejak 1920-an hingga 1957 itu. Kini, kincir angin itu hanya difungsikan sebagai atraksi wisata dan dapat dinaiki pengunjung. Kami pun berfoto-foto di atasnya.
Bagi Anda yang emoh berjalan jauh dan ingin sedikit lebih rileks, hamparan tulip dapat dinikmati dengan “perahu whisper” yang menyusuri sungai-sungai kecil yang membelah taman. Ada tarif tambahan tentunya, 7,5 euro per orang. Satu perahu menampung sekitar 20 orang. Bagi mereka yang sudah sepuh dan harus berkeliling dengan kursi roda, tak perlu bersusah payah membawanya dari rumah karena pengelola menyiapkannya, gratis.
Semakin siang, pengunjung ke Keukenhof terus bertambah. Tak jarang tampak pasangan muda-mudi asyik bermesraan di rerumputan di sela-sela kebun bunga. Ada pula sepasang calon pengantin yang sengaja bergaya untuk foto pre-wedding, lengkap dengan fotografer dan pengarah gayanya.
“Memang romantis tempat ini, apalagi sama pasangan,” ujar seorang teman dari Surabaya. “Sayang istrimu tidak di sini ya, Pak,” aku meledeknya. Kami pun terkekeh.
Di tengah perjalanan, kami pun sempat bersua pasangan muda asal Indonesia yang sedang menikmati liburan di sela tugas sekolah di Hamburg, Jerman. Vinda namanya, datang bersama suami dan anak sulungnya yang berbaring di kereta dorong. “Indah sekali di sini. Kalau di Jerman, hanya melihat bangunan dan museum,” ujar Vinda.
Menjelang sore, seiring langkah yang kian lunglai, kami memutuskan untuk kembali ke Bussum melalui rute yang sama. Tiba di hotel bertepatan dengan jam makan malam. Di kamar masing-masing, kami kembali menikmati keelokan taman pelangi tulip. Kali ini, lewat layar digital lensa kamera. Keindahannya pun terbawa hingga ke dalam mimpi.
DIAN YULIASTUTI
Angka dan Fakta Keukenhof
- 44 juta orang datang mengunjunginya dalam 60 tahun terakhir.
- 4,5 juta bunga tulip dari 100 varietas ditanam di sini.
- 7 juta bunga ditanam secara manual.
- 93 pemegang izin Kerajaan menyuplai bibit bunganya.
- 30 ribu bunga lili dari 300 varietas dan ratusan bunga anggrek dari 25 ribu varietas juga ditanam.
- 2.500 lebih pohon dari 87 varietas ada di taman ini.
- 15 kilometer panjang jalur pejalan kakinya.
- 350 juta euro per tahun modal kembali yang dihasilkan oleh industri pameran taman bunga ini, menyumbangkan 23 persen pendapatan bagi Provinsi Belanda Selatan.
- Merupakan taman patung terbesar di Belanda.
- Merupakan tempat yang paling sering difoto di dunia.
- Mempunyai jalur pejalan kaki sepanjang 15 kilometer.
- Mulai tahun lalu terdapat Walk of Fame tulip, yang dinamai dengan nama-nama orang terkenal.
- Memperkenalkan gaya lanskap taman mulai dari gaya Inggris, taman bersejarah dengan spesies tulip lama, hingga gaya lanskap taman Jepang.
- Taman ini tidak disubsidi oleh pemerintah
Sumber: www.keukenhof.nl







