ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Pendidikan Anak 2 Tahun

Anak yang secara formal diberikan pendidikan anak 2 tahun di sebuah lembaga akan terbantu tumbuh kembangnya baik jasmani maupun rohani, sebab pendidikan tersebut diberikan semata demi mempersiapkan dirinya saat meneruskan pendidikan ke tingkat selanjutnya. Walaupun mendidik anak pun bisa dilakukan dalam lingkup keluarga, interaksi dengan sebaya bisa lebih terorganisasi bila diterapkan di lembaga formal.

Pendidikan anak semenjak dini semata dilakukan demi kesiapan si anak menghadapi masa depan, hal ini tidak hanya dalam pengetahuan yang diberikan, namun juga asupan makanan sehat. Disiplin dalam hal pemberian asupan gizi dan vitamin pun jelas bakal mengoptimalkan pendidikan anak 2 tahun ketika anak sedang dalam periode emas menjadi anak aktif yang menyerap segalanya yang diajarkan padanya, atau yang terjadi di sekitarnya.

Mendidik anak di masa-masa emasnya dapat diterapkan melalui cara-cara yang dilakukan dengan intens, yakni berbicara dengan cerdas, tidak bicara dalam “bahasa bayi” yang disengaja diimut-imutkan karena melakukan perbincangan cerdas sejak awal akan membantu mendongkrak kemampuan si anak menjadi bijak dan kritis. Selain itu, pendidikan pun bisa didapat dengan bermain, bernyanyi, seta bercerita dan membacakan cerita. Semua bisa dilakukan oleh orang tua bersama si anak, namun interaksi sosial bersama kawan sebaya dan guru sembari melakukan hal-hal tersebut bisa didapatkan di lembaga resmi yang menyelenggarakan pendidikan anak usia dini. Makanan sehat yang diberikan dan penerapan aktivitas yang secara tidak langsung bersifat mendidik secara menyenangkan menjadi penunjang utama keberhasilan pendidikan anak 2 tahun.

Melatih Kecakapan Sosial Melalui Silaturahmi

Sebagian besar anak memiliki pengalaman sosial yang terbatas. Padahal, interaksi sosial merupakan salah satu kunci kecakapan sosial yakni keterampilan yang digunakan sehari-hari sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat, misalnya hubungan dengan teman sebaya, orang yang lebih muda, dan orangtua.

Berikut Tips Membangun Kecakapan Sosial :

1. Tidak ada batasan usia. Sejak dini hingga dewasa dapat terus diajarkan.Semakin dini hasilnya akan semakin baik

2. Orang tua harus konsisten

3. Orangtua jangan hanya mengajak anak berkunjung tapi berikan ia pengertian dan pengetahuan tentang nilai moral yang terkandung di dalamnya, sehingga setiap momen, misalnya hari raya, tidak lewat begitu saja dan tidak hanya sebatas ritual atau tradisi tanpa pernah dimengerti anak.

Supaya Berhasil dalam Latihan Kecakapan Sosial

1. Orangtua harus menjadi model dengan menunjukkan perilaku yang pantas

2. Sering berlatih dengan anak

3. Selalu mengingatkan anak

4. Puji dan besarkan hati anak

5. Lingkungan sangat mempengaruhi keberhasilan latihan kecakapan sosial. Karena itu peran teman sebaya dan orang yang lebih tua sangat penting.

 

Bayi Prematur Lima Kali Berpeluang Derita Autisme

Bayi yang lahir lebih cepat dari waktu yang ditentukan dan bertubuh kecil memiliki peluang untuk menderita autisme lima kali lebih besar daripada bayi normal, demikian sebuah penelitian Amerika Serikat selama dua dasawarsa ini.

Bayi-bayi prematur telah lama dikenal memiliki sejumlah risiko masalah kesehatan dan penundaan kognitif, tetapi penelitian dalam jurnal Pediatrics itu adalah yang pertama kali mengaitkan hubungan antara berat badan di bayi di saat dilahirkan dengan autisme.

Peneliti AS mengamati 862 anak sejak lahir sampai usia dewasa muda. Mereka yang ada dalam penelitian itu lahir antara 1984 dan 1987 di tiga kawasan di New Jersey. Bayi-bayi itu memiliki berat antara 500 dan 2.000 gram (1,1-4,4 pon) pada saat lahir. Seiring waktu, lima persen dari bayi yang lahir dengan berat badan rendah didiagnosis menderita autisme, dibandingkan dengan prevalensi satu persen pada populasi umum.

“Pada saat kemampuan bertahan bayi-bayi dengan berat badan rendah membaik, gangguan terhadap mereka yang selamat memberikan tantangan baru di bidang kesehatan masyarakat,” kata penulis utama Jennifer Pinto-Martin, direktur Pusat Autisme, Cacat Tubuh dan Epidemiologi di Sekolah Ilmu Keperawatan University of Pennsylvania.

“Masalah kognitif pada anak-anak autisme boleh jadi menutupi penyakit autisme,” katanya. Ia mendesak orang tua untuk membawa anak mereka ke rumah sakit guna mendapatkan tes autisme apabila dicurigai mengalami gangguan spektrum autisme. “Intervensi dini meningkatkan hasil jangka panjang dan dapat membantu anak-anak baik di sekolah maupun di rumah.”

Autisme adalah istilah untuk berbagai kondisi mulai dari miskinnya interaksi sosial hingga ke perilaku repetitif dan sikap diam yang berlebihan. Kondisi itu langka, terutama menjangkiti anak-anak laki-laki, dan penyebabnya masih sengit diperdebatkan.

Sumber : http://www.republika.co.id

Merasa Lebih Hidup, Luangkan Waktu Bersama Alam

TEMPO Interaktif, Jakarta – Rochester – Berada di alam terbuka membuat orang merasa lebih hidup, demikian temuan penelitian yang diterbitkan Journal of Environmental Psychology.edisi Juni 2010. Studi ini juga menunjukkan bahwa perasaan meningkatnya vitalitas melebihi efek energi dari aktivitas fisik dan interaksi sosial.

“Alam adalah bahan bakar bagi jiwa,” ujar Richard Ryan, penulis utama penelitian ini. “Sering ketika kita merasa lesu, kita meraih secangkir kopi, tetapi penelitian menunjukkan cara yang lebih baik untuk mendapatkan energi adalah berhubungan dengan alam,” kata  profesor psikologi di Universitas Rochester Amerika Serikat ini.

Temuan ini, kata Ryan, sangat penting untuk kesehatan, baik mental maupun fisik. “Penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang memiliki perasaan vitalitas yang lebih besar tidak hanya memiliki lebih banyak energi untuk hal-hal yang ingin mereka lakukan, mereka juga lebih tahan terhadap penyakit fisik,” kata Ryan. Menurut dia, salah satu cara adalah bisa dengan menghabiskan lebih banyak waktu bersama alam.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak penelitian psikologi eksperimental telah menghubungkan eksposur ke alam dengan peningkatan energi, yang hasilnya memperlihatkan mereka meluangkan waktu untuk menjelajahi alam meningkat perasaan bahagia dan merasa lebih hidup. Studi-studi lain menyarankan bahwa kebersamaan dengan alam sangat membantu untuk menangkis perasaan kelelahan dan bahwa 90 persen orang melaporkan adanya peningkatan energi ketika berkegiatan di luar ruangan.

Dalam studi ini, para peneliti melakukan lima eksperimen terpisah, melibatkan 537 mahasiswa. Dalam satu eksperimen, peserta digiring selama 15 menit berjalan kaki melalui lorong-lorong dalam ruangan atau di sepanjang jalur sungai di antara pohon-pohon. Percobaan lain, peserta melihat panorama gedung-gedung atau pemandangan alam. Dan, percobaan ketiga, peserta membayangkan diri mereka berada dalam berbagai situasi.

Pada dua percobaan terakhir, dilacak suasana hati peserta dan tingkat energi sepanjang hari. Di seluruh metodologi, individu secara konsisten merasa lebih energik ketika mereka menghabiskan waktu berlatarkan alam atau membayangkan diri mereka dalam situasi seperti itu. Ryan mencatat: berada di alam luar hanya 20 menit dalam sehari sudah cukup untuk meningkatkan vitalitas secara signifikan.

Dengan adanya penelitian semacam ini, Ryan menggarisbawahi pentingnya bangunan taman dalam ruangan atau bangunan yang memiliki akses ke taman-taman dan lingkungan alam, yang bisa disaksikan lewat jendela.

University of Rochester/Medical News Today/Ngarto Februana

32 queries