Pergi Ke Hutan Dapat menyehatkan Tubuh
TEMPO Interaktif, Finlandia – “Banyak orang merasa rileks dan enak ketika mereka pergi ke luar dan menyatu dengan alam,” kata Dr. Eeva Karjalainen dari Lembaga Riset Hutan Finlandia. “Namun tidak banyak yang tahu bahwa penelitian ilmiah membuktikan adanya efek penyembuhan dari alam.”
Hutan, dan juga tempat alami hijau lainnya, dapat mengurangi stress, meningkatkan mood, mengurangi rasa marah dan agresivitas, dan meningkatkan kegembiraan. Berwisata ke hutan juga dapat memperkuat sistem imun kita dengan meningkatkan aktivitas dan merusak sejumlah sel kanker
Banyak penelitian menunjukkan tingkat stress-tergantung situasi- dapat disembuhkan lebih cepat di lingkungan alam terbuka dibanding di kota. Tekanan darah, detak jantung, tekanan otot, dan hormon stres akan menurun lebih cepat di alam terbuka. Depresi, kemarahan, dan agresivitas akan berkurang di lingkungan hijau.
“Memelihara area hijau dan pohon di kota sangat penting untuk menolong orang sembuh dari stres, memelihara kesehatan, dan menyembuhkan penyakit. Ada juga nilai ekonomis dalam mempekerjakan orang dan mengurangi biaya perawatan kesehatan,” kata Eeva.
Fanny Febiana/Science Daily
Berita Lain tentang Kaitan antara Taman Hijau dan Kesehatan:
Bermain 5 Menit di Taman Hijau, Sehatkan Mental
Deteksi Kanker Lewat Air Liur
VIVAnews - Peneliti Jepang dan Amerika berhasil mengembangkan teknologi medis untuk mendeteksi penyakit kanker melalui air liur.
Ilmuwan dari Universitas Keio dan Universitas California, Los Angeles, menganalisis sampel air liur 215 orang, termasuk pasien kanker. Mereka mengidentifikasi 54 zat untuk mendeteksi kanker.
Dari uji air liur, ilmuwan mampu menganalisis 99 persen kasus kanker pankreas, 95 persen kasus kanker payudara, dan 80 persen kasus kanker mulut di antara para relawan. Teknologi terbaru ini hanya membutuhkan waktu setengah hari untuk menguji kanker dan mengidentifikasi hingga 500 substansi berbeda dalam air liur.
Tomoyoshi Soga dari Keio Institute for Advanced Biosciences mengatakan, temuan ini memudahkan deteksi dini kanker. Sebab tak jarang, penderita kanker terutama pankreas dan mulut sulit tertolong karena minimnya informasi gejala pada tahap awal.
“Sampel air liur lebih mudah dan cepat daripada pemeriksaan tinja,” kata Masaru Tomita, kepala Institut Keio, dalam sebuah pernyataan seperti dimuat dalam laman Aol Health. “Kami ingin menerapkan teknologi ini tidak hanya untuk kasus kanker tetapi juga untuk penyakit lain.” (adi)
• VIVAnews
Wanita Habiskan Rp227 Jt untuk Beli Sepatu
VIVAnews - Saat membersihkan almari, apakah Anda menemukan tumpukan alas kaki yang sudah tak terpakai? Apakah Anda menemukan sepatu flat, sepatu hak tinggi, atau sandal, yang teronggok meski baru sekali dikenakan?
Tumpukan alas kaki yang sudah tak terpakai itu menandakan gejala impulsif pada wanita saat melihat sepatu dengan model menarik di pusat perbelanjaan. Kira-kira, berapa besar uang yang dihabiskan wanita untuk membeli sepatu sepanjang hidupnya?
Sebuah survei yang dilakukan sebuah perusahaan asuransi Inggris GoCompare.com terhadap 3.000 wanita menemukan, mayoritas wanita menghabiskan hampir US$25ribu atau sekitar Rp227 juta untuk berbelanja sepatu.
Jajak pendapat yang dikutip dari Shine menjelaskan, wanita rata-rata memiliki sekitar 19 pasang sepatu di almari pakaian mereka. Pembelian sepatu tanpa ditemani ibu untuk dimulai pada usia 14 tahun. Rata-rata, wanita membeli tujuh pasang sepatu per tahun atau mencapai 469 pasang sepatu selama sisa hidup mereka .
Wanita yang lebih dewasa menghabiskan rata-rata US$53 atau Rp480 ribu per pasang atau sekitar US$370 setara Rp3,4juta per tahun. Selama periode 67 tahun, wanita akan menghabiskan uang untuk membeli sepatu US$24,8 ribu.
Berapa jenis sepatu dan alas kaki yang dimiliki seorang wanita? Rata-rata, seorang wanita memiliki hingga belasan pasang sepatu. Biasanya, mereka memiliki sedikitnya tiga pasang sepatu resmi, enam pasang sandal jepit, sandal, sepatu flat atau wedges, dua pasang sepatu kerja dan empat pasang untuk malam hari dan acara tak terduga.
Dari hasil jajak pendapat, ditemukan juga beberapa fakta unik tentang sepatu, yaitu:
- Empat dari 10 wanita yang disurvei menilai wanita lain berdasarkan sepatu yang dikenakannya.
- Lebih dari setengah wanita mengaku membeli sepatu baru tanpa memikirkan alasannya atau menyesali pembelian sepatu tersebut.
- Satu dari empat wanita merahasiakan mengenai pembelian sepatu mereka dari pasangan, karena menganggap pasangan tidak memahami alasan membeli sepatu.
(umi)
• VIVAnews
Solo Batik Fashion, Mengusung Catwalk ke Tengah Pasar
TEMPO Interaktif, Solo – Peragaan busana tidak harus digelar di convention hall mewah atau hotel berbintang. Di Solo, peragaan busana tetap meriah meski hanya digelar di pelataran pasar. Sepuluh desainer menampilkan busana batik di tengah sorot ribuan pasang mata, Selasa, 22 Juni 2010.
Malam itu, catwalk yang digelar di depan Pasar Windu Jenar atau yang sering disebut Pasar Antik Triwindu memang menjadi magnet. Panggung yang cukup megah beradu dengan arsitektur pasar yang dibalut dengan nuansa etnik. Meski demikian, batik tetap menjadi raja dalam pergelaran Solo Batik Fashion 2 itu.
Sepuluh perancang busana memamerkan karya yang diperagakan oleh ratusan model. Tidak semua model berpengalaman. Belasan pencinta batik yang tergabung dalam Himpunan Ratna Busana Surakarta menjadi model dadakan, menampilkan paduan batik dengan kebaya dari berbagai daerah nusantara. Kebanyakan dari mereka berusia paruh baya.
Sesuai ciri khas Putri Solo, mereka berjalan dengan pelan dan gemulai di atas catwalk. Wajar, pakaian mereka memang tidak memungkinkan untuk digunakan melangkah lebar dan cepat. Penonton pun dapat menikmati batik tulis halus model Solo yang dirancang sebagai pakaian formal itu dengan lebih saksama.
Meski tetap bertema kebaya batik, penyaji berikutnya tampil beda. Rancangan dari Tuti Kebaya tampil lebih meriah dengan penambahan motif bunga di kebaya yang dikenakan para model. Batik yang dikenakan juga lebih variatif, karena mengadopsi beberapa batik bercorak abstrak.
Para penikmat batik masih dimanjakan dengan hasil rancangan Irine Bridal yang menampilkan busana pengantin bercorak batik. Selintas, gaun pengantin warna putih yang ditampilkan mirip dengan busana lain yang bergaya Eropa. Hanya, kain putih itu dihiasi dengan motif berbentuk bunga. Pakaian para pengiring pengantin juga dihiasi unsur batik. Sayang, pakaian untuk pengantin pria tidak ditampikan dalam peragaan itu.
Rancangan yang cukup glamor disajikan oleh perancang Joko Budi SSP yang dibawakan oleh 29 modelnya. Mantan penari itu menampilkan busana dengan tema The Legend of Rama Shinta. Sesuai dengan tema yang dibawakan, mantan penari tersebut terinspirasi dari cerita tokoh pewayangan dalam kisah Ramayana.
Rancangan Joko dipenuhi dengan berbagai ornament yang megah. Tokoh Rama misalnya, selain menggunakan mahkota yang indah juga dilengkapi dengan busur panah. Corak batik yang dikenakan sangat serasi dengan pakaian yang dikenakan oleh Shinta.
Sebenarnya, desain itu diciptakan bukan untuk Solo Batik Fashion 2 semata. “Kami akan membawanya ke luar negeri,” kata Joko Budi SSP. Rencananya, September mendatang kelompoknya akan tampil di Budapest Hungaria untuk sebuah kegiatan serupa. Ajang peragaan busana di Solo dijadikan sebuah pemanasan.
Bedanya, di Budapest mendatang dirinya tidak hanya menampilkan peragaan busana. “Ada unsur drama tari yang bercerita tentang Ramayana,” kata dia. Sayang, unsur tersebut belum bisa dimasukkan dalam Solo Batik Fashion.
Butuh waktu beberapa bulan untuk merancang pakaian tersebut. Apalagi, beberapa corak batik yang dibutuhkan tidak tersedia di pasaran. Terpaksa, dia harus memesan batik dengan corak tertentu ke perajin.
Tidak semua perancang busana yang tampil malam itu merupakan perancang berpengalaman. Ira Kusumoasri, misalnya, mencoba menampilkan hasil rancangan perdananya dalam kegiatan itu. Sebelumnya, Ira dikenal sebagai koreografer pendiri sanggar seni Semarak Candra Kirana.
Melalui rancangan pakaian cocktail serta pakaian kerja, dia mencoba keberuntungannya di bidang batik. “Kami mencoba menampilkan rancangan yang sederhana tapi bukan murahan,” kata dia. Hal itu untuk menghindari anggapan jika peragaan busana hanya menampilkan pakaian yang khusus digunakan on the stage semata.
Gelar peragaan busana itu hanya menjadi pembuka dalam pesta batik di Solo. Pada hari Rabu ini, 23 Juni 2010, Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Kota Surakarta masih menggelar Solo Batik Carnival 3. Sebelumnya, pesta kostum tersebut pernah ditampilkan dalam festival Chingai di Singapura, awal tahun lalu.
Menurut Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Seni Budaya, Budi Sartono mengatakan jika ajang itu sengaja digelar untuk mengukuhkan posisi Kota Surakarta sebagai kota batik. Diharapkan batik dapat dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat. “Karena itu kami memilih menggelar acara ini di pasar,” kata Budi.
Ahmad Rafiq
Mengapa Pria Kecanduan Nonton Piala Dunia
VIVAnews - Sebulan ini, tiap malam layar kaca akan menampilkan pertandingan sepakbola Piala Dunia. Tentunya, seringkali pasangan akan ‘betah’ berlama-lama duduk di sofa sambil ‘memelototi’ layar televisi, tanpa mempedulikan Anda.
Jangan merasa kesal dulu, ternyata ada alasannya mengapa pria amat ‘menggandrungi’ pertandingan sepakbola. Selain itu, kebiasan ini juga bisa menunjukkan karakter mereka.
1. Pria ingin selalu menang. Sejak kecil, pola pikir anak laki-laki memang senantiasa berusaha berkompetisi. Jadi, saat melihat para pemain bola menggiring bola di lapangan, bagi pria serasa mereka yang sedang bertanding. Biasanya, jika tim yang dijagokan mengalami kekalahan, mereka cukup kecewa.
2. Pria ingin menyelesaikan masalah sendiri. Mereka menyukai menyaksikan para pemain memperebutkan satu bola. Dalam pikiran, pria juga ikut mencari strategi agar bola tersebut bisa tetap berada di posisi timnya.
Menilik dari kebiasaan tersebut, menunjukkan pasangan Anda berharap bisa mencari solusi atas masalah-masalah yang sedang dihadapinya. Ibaratnya, jika kebanyakan wanita menyaksikan tayangan Oprah sebagai terapi diri, bagi pria justru melalui pertandingan olahraga.
3. Pria butuh fokus. Biasanya, pertandingan sepakbola itu berlangsung intens. Setiap pemain memiliki peran tertentu untuk mencapai kemenangan. Umumnya, penggemar berat sepakbola sudah mengetahui seluk beluk permainan di lapangan.
Mata mereka tidak akan ’lepas’ dari layar teve, karena tidak ingin melewatkan tendangan gol para pemain. Jadi, jika Anda sudah memanggilnya berulang kali, tapi si dia tidak juga bergeming, jangan terlalu dimasukkan ke dalam hati. Setelah pertandingan usai, dia tentunya langsung menghampiri Anda.
4. Sepakbola bisa menyatukan sesama pria. Bayangkan, dua pria yang tidak saling mengenal bisa menciptakan obrolan seru seputar pertandingan sepakbola. Apalagi, jika tim yang didukung sana, ikatan mereka akan semakin erat.
Menyaksikan pertandingan bersama teman pria, memberikan kesempatan pada pasangan Anda dan teman-temannya untuk bersorak, dan kemudian menganalisa jalannya pertandingan setelah tayangan berakhir.
Baca juga: Aturan Menemani Pria Nonton Piala Dunia
• VIVAnews
4 Manfaat Seks untuk Kecantikan Kulit
KOMPAS.com – Seks memiliki banyak manfaat, Anda mungkin sudah sering mendengarnya. Entah itu mengurangi stres, atau membakar kalori. Ternyata, seks memiliki banyak manfaat lain yang berkaitan dengan kesehatan kulit. Ahli seksologi Dr Gloria G. Bramer mengatakan, seks tidak hanya membuat Anda awet muda, tetapi juga membuat kulit menjadi lebih cerah dan tidak tercela. Jadi, bila lain kali Anda merasa tidak mood berhubungan seks karena sedang kesal dengan suami, lakukan demi kecantikan kulit Anda!
Membuat kulit Anda berkilau
Bramer mengatakan, berhubungan seks dapat memperbaiki sirkulasi darah, sehingga membantu memompa oksigen ke kulit dan membuatnya terlihat lebih cerah. Seks juga membantu membuang racun-racun di dalam tubuh dan membuat bibir Anda terlihat lebih penuh.
Mengontrol jerawat
Seperti juga ketika Anda berolahraga, bercinta juga mengurangi tingkat hormon Anda, dan menyeimbangkannya. Hasilnya, menurut Bramer, kulit Anda menjadi lebih cerah, rambut Anda pun jadi lebih sehat.
Mencegah kulit menjadi kering
Kulit kering bisa dicegah dengan banyak minum air putih, sedikitnya 8 gelas sehari. Namun tidak berarti berhubungan seks bisa menggantikan asupan minum Anda. Berhubungan seks juga memiliki fungsi yang sama dengan air, yaitu menghidrasi kulit. Karena seks memperbaiki sirkulasi darah, darah akan dihantarkan ke seluruh tubuh secara lebih efisien. Hal ini memberikan kelembaban yang dibutuhkan kulit untuk tetap sehat.
Mengusir penuaan dini
Terjebak dalam kesibukan bisa membuat penampilan Anda beberapa tahun lebih tua. Dengan berhubungan seks, Anda mendorong produksi kolagen, yang akan mencegah bintik-bintik pada wajah dan kulit yang menurun akibat gravitasi. Produksi kolagen ini juga akan membebaskan Anda dari keriput. Bahkan mungkin tidak ada masker wajah merek apa pun yang bekerja sama efektifnya dengan yang dilakukan seks pada kulit Anda.
DIN
Editor: din
Sumber: Real Beauty
Teh Meningkatkan Risiko Radang Sendi?
KOMPAS.com – Sesuatu yang dikonsumsi atau dilakukan secara berlebihan biasanya memang tidak lagi bermanfaat. Teh, yang diyakini memberikan berbagai manfaat kesehatan, jika diminum terlalu banyak ternyata malah meningkatkan risiko penyakit radang sendi.
Perempuan yang minum lebih dari empat cangkir teh sehari cenderung akan mengembangkan penyakit tersebut hingga 78 persen, demikian menurut studi dari Georgetown University Medical Centre. Menurut studi yang melibatkan lebih dari 76.000 perempuan itu, bahkan secangkir teh sehari pun sudah meningkatkan risikonya hingga 40 persen. Anehnya, minum kopi tidak disebut memberi pengaruh apa pun.
“Kami ingin menentukan apakah konsumsi teh atau kopi, atau metode yang digunakan untuk menyiapkan teh, yang dikaitkan dengan meningkatnya risiko (radang sendi),” ujar Professor Christopher Collins, dari Georgetown University Medical Centre.
Meskipun demikian, ada juga manfaat yang dihasilkan dari minum teh, termasuk mengurangi risiko mengembangkan kanker ovarium hingga 10 persen, dan secara signifikan mengurangi kemungkinan berkembangnya penyakit jantung dan beberapa penyakit mata.
Karena itu Profesor Collins juga tidak menyarankan penggemar teh untuk mengubah kebiasaan minum teh mereka hanya karena penemuan ini. “Memang jelas terlihat kaitannya, tetapi risikonya sangat kecil,” katanya.
DIN
Editor: din
Sumber: Marie Claire
Dilema Ayah Modern, Pekerjaan atau Anak
VIVAnews - Berbeda dengan beberapa dekade sebelumnya, pria masa kini lebih memprioritaskan pekerjaan daripada menjalani perannya sebagai ayah. Pria generasi sekarang menghabiskan waktu di tempat kerja lebih banyak daripada bersama istri dan anaknya.
Jajak pendapat terhadap 2.500 pria mengenai peran mereka menemukan, tiga perempat pria memilih pekerjaan sebagai prioritas utama. Sisanya memberikan prioritas terhadap peran lain, termasuk sebagai suami dan ayah di keluarganya.
Meski mayoritas memprioritaskan perannya sebagai pencari nafkah, bukan berarti para ayah melupakan keluarganya. Survei yang digelar situs online Savoo.co.uk juga menemukan tujuh dari sepuluh pria ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak-anak mereka.
“Sayangnya, banyak pria masa kini melihat peran mereka di keluarga secara berbeda. Kehadiran mereka hanya untuk bersama saat makan malam, bukan sebagai figur ayah sepenuhnya,” kata jurubicara situs seperti dikutip dari laman Idiva.
Para ayah masa kini cenderung merasa tertekan untuk memberikan standar hidup yang layak bagi keluarga mereka. Tetapi, hal ini juga berpotensi merusak hubungan mereka dengan anak-anak. “Akibatnya, semua pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak diserahkan kepada para ibu atau istri.”
• VIVAnews
Tugas Penting Calon Ayah
VIVAnews – Menjaga janin agar tumbuh kembangnya optimal selama di dalam kandungan ternyata tidak hanya butuh perhatian sang bunda, peran ayah pun sangat diperlukan saat si kecil masih berada dalam kandungan.
Seperti dilansir dari laman dailymail.co.uk, sebuah penelitian menyatakan, peran ayah yang terlibat selama kehamilan bisa membantu mengurangi risiko kematian bayi selama tahun pertama anak mereka hidup.
Menurut penelitian dari University of South Florida, bayi yang tidak mendapatkan perhatian dari sang ayah selama masa kehamilan hampir empat kali lebih mungkin meninggal di tahun pertama mereka daripada bayi dengan perhatian dua orangtua yang aktif.
Bayi tanpa perhatian sang ayah selama masa kehamilan juga lebih mungkin lahir dengan berat lahir rendah, menjadi prematur dan lahir dengan ukuran lebih kecil dari usia bayi normal.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan, ayah yang aktif dalam pendidikan anak-anak mereka secara signifikan dapat membantu membantu meningkatkan prestasi akademiknya.
Sedangkan pada penemuan baru yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Masyarakat, menyarankan keterlibatan seorang ayah sebelum anaknya lahir bisa sama pengaruhnya.
Penulis studi Profesor Amina Alio, mengatakan, “Studi kami menunjukkan, kurangnya keterlibatan ayah selama kehamilan merupakan faktor risiko yang berpotensi dalam kematian bayi.”
Para peneliti memeriksa catatan dari semua kelahiran di Florida 1998-2005, lebih dari kelahiran hidup sebanyak 1,39 juta.
Keterlibatan ayah dalam suatu hubungan pernikahan dan hubungan antara ayah dengan sang buah hati selalu didefinisikan dengan kehadiran nama ayah di akte kelahiran bayi. Meskipun ukuran ini tidak menilai berapa banyak peran ayah selama kehamilan, penelitian lain telah menetapkan bahwa adanya nama ayah dalam akta kelahiran telah cukup membuktikan bahwa selama kehamilan sang istri, seorang suami selalu memberikan pendampingan.
Profesor Amina Alio mengatakan dukungan dari pihak ayah dapat menurunkan stres emosional ibu. Keterlibatan seorang ayah juga meningkatkan kesehatan bayi serta menurunkan risiko komplikasi yang dialami ibu hamil.
Para ibu dari bayi yatim lebih mungkin menderita kondisi seperti anemia, tekanan darah tinggi kronis dan eklampsia.
Adanya perhatian seorang ayah kepada ibu hamil juga mendorong para wanita hamil untuk menjalani gaya hidup lebih sehat. Studi ini menemukan wanita tanpa didampingi suami saat hamil cenderung melakukan gaya hidup tak sehat seperti merokok dan seringkali mendapatkan perawatan tidak memadai sebelum melahirkan.
Meningkatkan keterlibatan ayah saat wanita sedang hamil bisa mengurangi biaya perawatan medis lebih mahal serta mengurangi tingkat kematian bayi, tim menyimpulkan. Dr Alio mengatakan, “Ketika ayah terlibat, anak-anak akan tumbuh dengan baik di sekolah.” katanya. (adi)
• VIVAnews
Jangan ‘Menabung’ Stres
VIVAnews – Setiap orang pasti memiliki tekanan dalam kehidupannya. Banyaknya tekanan dalam hidup terkadang bisa menimbulkan stres.
Emosi meningkat, kehilangan nafsu makan, atau bahkan nafsu makan bertambah, bisa menjadi tanda Anda sedang mengalami stres. Jangan biarkan keadaan ini terus merusak hari-hari Anda. Segera konsultasikan kepada psikolog atau tenangkan diri dengan berlibur ke tempat favorit.
Agar tak terjebak dalam stres, Anda perlu tahu, beberapa sinyal bahwa Anda sedang mengalami tekanan hebat. Seperti dikutip dari laman Modernmom.com, berikut tanda-tanda stres:
Berjalan dengan pandangan kosong
Saat seseorang merasa tertekan, seringkali terlihat sedang berjalan tanpa pandangan alias dengan pikiran kosong. Gejala seperti ini bisa menunjukkan sinyal stres.
Stres bisa terjadi akibat mengurus anak, tuntutan karier, tekanan keuangan, atau bahkan karena terjebak macet dan terlambat datang rapat. Tapi, kunci dari semua ini, adalah bagaimana Anda menghadapinya. Untuk meredamnya, cobalah berolahraga teratur dan menjalani pola makan sehat.
Mengingat kenangan buruk
Pernah merasa terpuruk dan merasa takut keterpurukan kembali pada Anda juga bisa menandakan Anda sedang dikepung tekanan hebat. Jika Anda pernah bangkrut dalam bisnis, dan saat berhasil membangun kesuksesan, ada perasaan takut bangkrut, bisa jadi Anda sedang stres. Cobalah selalu berpikir positif dan optimis bisa membawa Anda pergi jauh dari keterpurukan.
Jatuh Sakit
Terlalu banyaknya pikiran, juga bisa membuat kondisi kesehatan drop. Akibat stres, banyak penyakit yang mungkin timbul. Hati-hati, jika Anda terlalu banyak berpikir keras, tubuh akan rentan penyakit.
Sakit kepala di akhir pekan
Ketika Anda tiba-tiba berusaha menurunkan tingkat stres saat Jumat malam, hal ini justru bisa menimbulkan migrain. Jadi, jika Anda masih mengalami di akhir pekan, di saat Anda libur, ini bisa menjadi pertanda, dalam satu pekan beban berat menempel pada pikiran Anda. Jangan sepelekan, kondisi ini melemahkan kondisi fisik. Usahakan untuk melupakan pekerjaan selama akhir pekan.
Kram
Tahukah Anda, jika stres, Anda akan berisiko dua kali lebih mungkin menderita kram. Apalagi saat Anda tengah menjalani masa haid, kram bisa datang lebih menyakitkan dari biasanya.
Sering Terbangun Tengah malam
Bila stres, Anda mungkin akan lebih sering terbangun di malam hari. Tidur menjadi gelisah bahkan seringkali mengalami mimpi buruk. Ini juga merupakan salah satu tanda Anda sedang stres.
Sakit Gigi
Hormon stres, kortisol dapat merusak sistem kekebalan tubuh sehingga memungkinkan bakteri menyerang gusi Anda.
Jerawatan
Stres menyebabkan peradangan yang mengarah pada jerawat. Nah, jika Anda sudah berbagai cara untuk mengatasi jerawat tapi tak berhasil, cobalah redam stres Anda. Siapa tahu, stres hilang, jerawat pun hilang.
Kulit gatal
Stres mengaktifkan serabut saraf menyebabkan sensasi gatal. Jadi jika Anda sudah memiliki kondisi kulit yang mendasari seperti dermatitis, psoriasis atau eksim, stres dapat memperburuk itu. kulit gatal adalah petunjuk tingkat stres seseorang. Bahkan stres juga bisa memicu alergi, karena hormon stres dapat merangsang produksi IgE, protein darah yang menyebabkan reaksi alergi.
Nyeri perut
Kecemasan dan stres pasti dapat menyebabkan sakit perut secara bersamaan. Tak hanya itu saat stres secara bersamaan Anda juga bisa diserang sakit punggung, sakit kepala dan insomnia. Satu studi menemukan bahwa pria dan wanita mengalami tingkat stres yang tinggi lebih dari tiga kali lebih besar untuk menderita sakit perut.
• VIVAnews






