Mengolah Ikan Tanpa Mengurangi Nutrisinya
KOMPAS.com – Kandungan protein dalam ikan segar seperti salmon dibutuhkan tubuh, terutama untuk anak agar tumbuh berkembang lebih optimal. Asupan protein dibutuhkan 15-20 persen per harinya, dan komposisi ini juga berlaku untuk orang dewasa.
Mengenali sumber makanan, manfaat dan variasinya, bagi juru masak dan pakar kuliner sehat Chef Edwin Lau bahkan ada di urutan pertama dalam hal masak-memasak. Setelahnya, lakukan teknik memasak yang sehat tanpa tanpa digoreng dan dibakar. Lalu kreativitas akan membuat variasi makanan makin kaya.
Sayangnya, pengolahan sumber makanan dengan cara tertentu bisa menghilangkan kandungan gizinya. Untuk itu Edwin berbagi resep bagaimana mengolah ikan, agar kandungan gizi di dalamnya tidak hilang karena keliru memasaknya.
1. Makan mentah
Memakan ikan segar mentah lebih bernutrisi daripada dimasak, apalagi digoreng kering. Namun jangan sembarangan memilih ikan segar. Sebaiknya lengkapi pengetahuan memasak dengan berbagai informasi seputar bahan makanan. Termasuk cara beternaknya, dalam hal ini ikan misalnya. Lebih baik pilih ikan yang diternak secara organik.
2. Baiknya dipepes daripada digoreng
Menggoreng ikan dalam suhu tinggi atau membakar/memanggangnya di atas arang membuat nilai gizi pada ikan berkurang, bahkan hilang. Asap pada ikan bakar misalnya, berpengaruh terhadap penyerapan gizi atau nutrisi ikan itu sendiri. Sebaiknya pepes ikan agar kandungan protein terserap tubuh lebih optimal.
3. Daripada digoreng kering, lebih baik ditumis
Menggoreng kering akan menghilangkan nutrisi pada ikan. Selain itu, menggoreng dengan minyak dengan suhu tinggi akan mengubah lemak PUFA (yang juga terkandung dalam ikan) menjadi lemak SAFA (lemak jenuh) yang berbahaya bagi tubuh dan sumber berbagai penyakit. Sebaiknya memasak ikan sebagai tumisan dengan api kecil dan tidak direndam minyak.
4. Jangan langsung bersentuhan dengan alat masak
Jikapun ingin menggoreng ikan, lapisi ikan dengan tepung roti untuk menyerap minyak. Dengan demikian ikan tidak langsung bersentuhan dengan alat masak ataupun minyak goreng.
C1-10
Editor: din
Jutaan Wanita ‘Menjanda’ Selama Piala Dunia
VIVAnews - Lebih dari 11 juta perempuan diperkirakan menjadi ‘janda’ selama perhelatan Piala Dunia 2010. Pasalnya, pria lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton sepakbola daripada untuk pasangannya.
Sebanyak 47 persen dari 4.000 wanita berpasangan berusia 16-65 tahun yang mengikuti jajak pendapat mengaku menyiapkan kesabaran mulai pembukaan hingga final pesta sepakbola dunia yang berlangsung empat tahun sekali itu.
Satu dari setiap lima wanita yang menjadi responden mengatakan tidak tertarik menonton pertandingan bersama pasangan. Sementara seperempat lainnya mengharapkan pasangan mengurangi aktivitas menonton bola hingga 50 persen.
Setengah responden yang tinggal serumah mengatakan harus mengorbankan acara televisi favorit demi memberi kesempatan suami menyaksikan perebutan trofi Piala Dunia. Dan, sebanyak 45 persen responden memutuskan tidak tertarik membicarakan sepakbola bersama pasangan.
Satu dari setiap enam wanita menyatakan akan menerima ciuman dan pelukan lebih sedikit. Satu dari setiap 12 wanita juga khawatir, hajatan yang berlangsung selama sebulan di Afrika Selatan itu akan menurunkan frekuensi hubungan seksual.
Juru bicara Indesit, yang mengadakan survei, mengatakan, bagi sebagian wanita, ajang Piala Dunia menciptakan masa sulit bagi kehidupan mereka. “Banyak wanita yang tidak gemar sepakbola merasa tertekan dengan 64 pertandingan yang berlangsung selama empat minggu. Inilah waktu kesabaran mereka diuji,” katanya seperti dikutip dari Female First.
Sebagian besar wanita dan para istri akan dibebani melakukan pekerjaan rumah tangga, memasak, mengurus anak-anak, dan mengatur keuangan seorang diri. Sedangkan sang suami larut dalam piala dunia dan menganggap pasangan mampu melakukan semuanya. “Jadi, bisa dimengerti para istri dan pasangan yang bukan penggemar bola menginginkan Piala Dunia segera berakhir agar kehidupan mereka kembali normal.”
• VIVAnews
Awas, Susu Balita Bisa Picu Obesitas
VIVAnews - Sebuah produk susu fomula untuk balita berusia satu hingga tiga tahun ditarik dari pasaran Amerika Serikat karena dituding menyebabkan kegemukan pada anak. Susu formula tersebut ditengarai memiliki kandungan gula yang melampaui kebutuhan anak, seperti halnya permen.
Sebuah produsen susu formula anak untuk usia 12-36 bulan, mengklaim susu formula buatannya berisi lebih dari 25 zat tambahan untuk mendukung pertumbuhan otak dan tubuh anak. Namun, kandungan gula yang terlalu tinggi pada produk, dinilai menyebabkan obesitas pada bayi.
Juru bicara produsen susu yang populer ini, Chris Perille, menganjurkan agar menghentikan konsumsi susu formula cokelat karena sifatnya yang mempengaruhi emosional. “Pengaruhnya menyerupai permen dan hal yang tidak bermanfaat lainnya,” ujarnya seperti dikutip dari laman ABCnews.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Rabu waktu setempat, produsen susu mengakui telah terjadi kesalahpahaman yang melibatkan konsumen mengenai produk tersebut.
Meski menarik produk susu cokelatnya dari pasaran, produsen ini masih akan melanjutkan menjual susu formula rasa vanila dengan kandungan gula 16-17 gram dan tiga jenis susu formula balita dan anak lainnya dengan kandungan gula 10-11 gram.
Pakar Nutrisi dan penulis ‘What to Eat’ Marion Nestle mengatakan produsen menambahkan bahan tertentu seperti lutein, lycopene dan beta karoten pada formula hanya meningkatkan harga susu. Hal ini tidak mempengaruhi kesehatan bayi dan balita.
“Harga susu menjadi mahal, tetapi tidak bermanfaat,” katanya. Untuk itu, ia menyarankan agar anak makan menu yang bervariasi. “Tidak ada satupun makanan yang mampu memberi segalanya. Mereka harus makan berbagai jenis makanan untuk mendapat manfaat kesehatan.”
Sebuah studi terbaru Institut Kedokteran menyebutkan epidemi obesitas dan diabetes tipe 2 meningkat di kalangan anak karena standar makanan yang berubah. (adi)
• VIVAnews
6 Cara Mengurangi Kegemaran Ngopi
KOMPAS.com – Banyak di antara kita yang mungkin senang sekali ngopi, entah itu dengan kopi sachet-an untuk menghilangkan kantuk saat di kantor, atau ngopi di coffee shop saat bertemu teman-teman. Sayangnya, tak sedikit pula di antara kita yang diminta dokter untuk mengurangi kopi dengan berbagai alasan. Misalnya, menurunkan kadar gula, mengurangi risiko pertumbuhan tumor di payudara, maag, gangguan tidur, atau hamil.
Perintah dari dokter ini jelas akan berat untuk Anda yang mengaku tak bisa hidup tanpa kopi. Namun jangan katakan “tidak” dulu sebelum Anda mencobanya. Bagaimana pun juga, hal ini Anda lakukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan Anda. Agar Anda tidak merasa tersiksa, coba ikuti cara mengurangi kebiasaan ngopi berikut ini:
Kurangi 25 persen setiap minggu
Salah satu cara termudah untuk mulai mengurangi kopi adalah dengan menguranginya setahap demi setahap. Kathleen Zellman, RD, ahli gizi dan juru bicara American Dietetic Association, menyarankan untuk mengurangi sebesar 25 persen dulu sebagai permulaan. Pada minggu pertama, isi tiga perempat cangkir Anda dengan kopi biasa, dan sisanya dengan kopi decaf. Mengurangi kafein sebanyak 25 persen per minggu hingga sebulan juga akan mengurangi kemungkinan Anda mengalami sakit kepala. Minggu berikutnya, buat rasionya menjadi 50:50, dan seterusnya. Anda juga bisa mengurangi berapa cangkir kopi yang Anda minum per harinya untuk menjalankan program ini.
Cemilan sehat
Mengurangi kopi untuk alasan diabetik juga menjadi cara untuk menurunkan gula darah. Apakah Anda mengidap diabetes atau tidak, Anda bisa menjaga gula darah Anda tetap normal (setelah mengurangi kafein) dengan mengonsumsi cemilan sehat. Misalnya dengan ngemil setangkup kismis, yogurt dengan beberapa potong buah, atau segenggam almond. Jika Anda mengonsumsi kafein dari cokelat, ganti dengan cemilan sehat yang memuaskan keinginan Anda untuk makan yang manis-manis.
Banyak minum air putih
Kopi dan soda bersifat diuretik, sehingga menyebabkan dehidrasi. Minum air putih tidak hanya akan membantu mengisi kembali cadangan air dalam tubuh, tetapi juga menjadi alternatif sehat dari semua minuman berkafein yang mengandung gula. Air akan menghilangkan sakit kepala atau gejala lain akibat menghentikan asupan kafein.
Coba minuman decaf lain
Beberapa minuman decaf lain mungkin aman untuk dikonsumsi. Untuk itu Anda bisa mencoba mengonsumsi air bersoda, soda organik, atau minuman lain seperti teh herbal, smoothie, atau secangkir kecil jus. Perlu diingat, ketika Anda memesan jus atau smoothie, pastikan kedua tidak mengandung kalori yang tinggi dengan banyaknya gula atau susu kental manis yang Anda gunakan.
Mengganti dengan minuman panas lain
Buat teh panas dengan tambahan irisan jahe, madu, dan lemon. Minuman ini menjadi cara untuk memuaskan keinginan Anda menikmati minuman panas. Rasa hangat dari jahe, dan manisnya madu, akan menciptakan kombinasi yang pas. Selain itu juga akan mengatasi masalah pencernaan yang mungkin akan dialami setelah Anda mengubah pola makan Anda. Mengurangi kafein juga akan mengubah pola makan Anda, lho.
Tiduran
Tak ada cara lain untuk mengatasi kantuk (bila itu alasan Anda minum kopi), selain dengan tiduran sebentar. Karena berada di kantor, mungkin banyak di antara Anda yang tak mungkin tiduran di siang hari. Tetapi bila Anda memiliki ruangan sendiri, tutup saja pintunya, dan cobalah memejamkan mata barang 10 menit. Atau, lakukan meditasi atau peregangan untuk memulihkan tenaga Anda. Anda juga bisa mencoba memajukan jam tidur Anda tiap malam 30 menit lebih awal.
DIN
Editor: din
Sumber: Shine
Merokok dan Malas Berolahraga Berdampak pada Fungsi Kemih dan Seksual
TEMPO Interaktif, Carolina – Pilihan gaya hidup sehat, seperti berolahraga secara teratur dan tidak merokok, secara signifikan dapat berdampak pada fungsi seksual dan fungsi kemih, demikian menurut data baru yang disampaikan pada Pertemuan Tahunan ke-105 dari Asosiasi Urologi Amerika (AUA). Dua studi baru yang mengkaitkan efek buruk dari merokok dan gaya hidup ini disampaikan kepada wartawan saat konferensi pers pada Senin lalu.
Tim peneliti internasional mensurvei sampel berdasarkan populasi lebih dari 2.000 wanita Finlandia, berusia 18 hingga 79, tentang kebiasaan merokok dan fungsi kemih mereka. Setelah mempertimbangkan faktor-faktor seperti sosiodemografi, gaya hidup, faktor reproduksi, komorbiditas, dan penggunaan obat-obatan, para peneliti menemukan bahwa pada perokok aktif dan mantan perokok terjadi peningkatan pada urgensi dan frekuensi kemihnya dibandingkan mereka yang tidak pernah merokok. Dari perempuan yang disurvei, 52,7 persen tidak pernah merokok, 24,1 persen mantan perokok, dan 23,2 persen saat ini merokok.
Dalam studi terpisah tentang hubungan antara olahraga dan fungsi seksual, peneliti dari Carolina Utara mempelajari 178 pria sehat di Durham VA Medical Center dengan menggunakan hasil survei oleh Universitas California di Los Angeles, yang meliputi enam pertanyaan tentang fungsi seksual, dan sebuah survei terpisah mengenai kebiasaan berolahgara. Fungsi seksual dihitung dengan mengkonversi jawaban ke skor numerik dan latihan dihitung dengan mengkonversi respons ke tugas setara metabolik (MET) jam per minggu.
Para peneliti menemukan bahwa pria yang lebih sering berolahraga secara signifikan memiliki skor lebih tinggi pada fungsi seksualnya, bahkan setelah disesuaikan dengan usia, ras, indeks massa tubuh (BMI), penyakit jantung, diabetes, dan depresi.
“Data ini memberi kita satu lagi alasan untuk berhenti merokok dan mulai berolahraga,” kata Anthony Y. Smith, juru bicara AUA.
Medical News Today/Ngarto Februana
Awak Kabin Maskapai Inggris Mogok Kerja
TEMPO Interaktif, London – Awak kabin maskapai penerbangan British Airways mogok kerja setelah perundingan dengan manajemen mentok Ahad, 23 Mei 2010. Senin pagi ini mereka berunjuk rasa di kantor manajemen yang belum menyepakati tentang pemberian tunjangan perjalanan, gaji, dan pemutusan hubungan kerja.
Ketua serikat pekerja maskapai, Tony Woodley, berjanji akan mengakhiri mogok kerja awak kabin jika manajemen memberikan tunjangan perjalanan. “Ayo kita menyelesaikan kesepakatan ini untuk kenyamanan penerbangan masyarakat Inggris,” ujar Woodley.
Melihat protes serikat, juru bicara maskapai berang. “Kami kecewa Woodley bernegosiasi lewat media,” katanya. Sang juru bicara meminta Woodley bernegosiasi pada forum yang disepakati oleh manajemen yaitu yang difasilitasi oleh Acas. Si juru bicara juga berdalih bahwa manajemen telah menawarkan konsesi lain atas tunjangan perjalanan kepada awak kabin. “Kami telah menyetujui permintaan dari Acas untuk berunding Senin (24/05) sore ini dan heran (mengapa serikat) tidak mengambil keuntungan dari ini.”
Pemogokan ini telah berlangsung beberapa hari. Perundingan kemarin sempat diwarnai kejadian “dramatis”. Serikat pekerja yang didukung Partai Sosialis Pekerja menghentikan negosiasi di menit-menit akhir perundingan. Mereka memilih melanjutkan aksi mogok. Kejadian ini membuat CEO maskapai, Willie Walsh, marah. Dia menyalahkan pemimpin serikat bersama rakannya karena tidak memiliki etika dan kerahasiaan saat perundingan. “Itu benar-benar merusak diskusi yang terjadi,” katanya.
Pemogokan ini berpotensi merugikan maskapai. Juru bicara maskapai mengatakan jika pemogokan masih berlangsung penerbangan jarak jauh hanya beroperasi 60 persen dan jarak dekat 50 persen.
Sky News I Akbar Tri Kurniawan







