Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 

[X]


Langsing Dan Bugar Setelah Melahirkan

Setelah hamil dan melahirkan, berat badan seringkali menjadi momok bagi para wanita. Menjaga berat badan dengan mengontrol asupan, diikuti peningkatan aktivitas fisik, menjadi rumus dasar diet sehat. Prinsipnya, menyeimbangkan kalori masuk dan kalori yang keluar. Harvard Medical School merekomendasikan panduan diet sehat. Anda bisa mengaplikasikannya jika ingin tubuh bugar dan berat badan ideal.

Mengurangi tujuh asupan:
1. Garam
Kurangi asupan garam. Sebaiknya asupan garam kurang dari 2.300 miligram per hari. Asupan garam juga perlu dikurangi bagi mereka yang berusia di atas 51 tahun, dengan batasan 1.500 miligram per hari.

2. Kalori
Kurangi konsumsi kalori dari asam lemak jenuh. Hanya konsumsi asam lemak jenuh kurang dari 10 persen per hari. Sebaiknya perbanyak konsumsi asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak tak jenuh ganda.

3. Lemak
Kurangi asupan lemak. Pastikan Anda mengasup lemak kurang dari 300 miligram per hari. Batasi konsumsi daging merah. Lemak tidak jenuh yang baik bagi kesehatan dapat diperoleh dari ikan (khususnya tuna dan salmon), alpukat, minyak zaitun, minyak jagung, kacang tanah, minyak biji aprikot, atau minyak bunga matahari.

4. Asam lemak trans
Pastikan asupan asam lemak trans rendah setiap hari. Kentang goreng, misalnya, mengandung asam lemak trans.

5. Gula
Kurangi asupan kalori dari konsumsi gula. Batasi asupan gula 3-5 sendok makan setiap hari.

6. Makanan manis
Batasi konsumsi makan-makanan dengan kandungan gula tinggi.

7. Alkohol
Batasi juga konsumsi alkohol. Batasi konsumsi alkohol sekali per hari untuk perempuan atau dua kali per hari untuk laki-laki.

Menambah delapan nutrisi:
1. Pastikan kalori tercukupi
Asup makanan secara bervariasi, namun pastikan kalori tak berlebihan.

2. Sayur dan buah
Konsumsilah buah dan sayuran secara bervariasi, jenis dan warna. Utamakan makan sayur warna hijau, merah, dan oranye, tambahkan juga buah serta kacang-kacangan.

3. Kacang-kacangan
Konsumsi setidaknya setengah porsi dari ragam biji-bijian. Masukkan asupan kacang-kacangan dalam menu harian.

4. Susu rendah lemak
Tingkatkan asupan susu rendah atau bebas lemak, serta produk olahan susu seperti yoghurt, keju, dan susu kedelai.

5. Makanan berprotein
Variasikan asupan makanan berprotein, seperti seafood, daging tanpa lemak (seperti bagian dada ayam dengan kandungan lemak rendah), unggas, telur, kacang polong, produk kedelai, dan kacang-kacangan.

6. Seafood
Pilih seafood daripada daging-dagingan dalam asupan harian.

7. Protein rendah lemak
Pilih makanan dengan kandungan protein rendah lemak dan rendah kalori.

8. Minyak sayur
Untuk memasak, pilih minyak sayur untuk mengurangi asupan lemak jenuh dalam makanan.


Berharap Menemukan Kacang Rendah Alergi  

TEMPO Interaktif, London – Ilmuwan Amerika berharap bisa memproduksi kacang yang secara signifikan mengurangi risiko reaksi alergi. Sejauh ini mereka telah berhasil mengembangbiakkan varietas yang tidak memiliki senyawa penyebab reaksi alergi. Kini mereka merencanakan penelitian lebih lanjut untuk menghasilkan kacang yang sedikit menyebabkan reaksi alergi mulai dari ruam kulit sampai syok anafilaktik parah.

Hal tersebut disampaikan dalam  European Academy of Allergy and Clinical Immunology di London pekan lalu oleh profesor Soheila Maleki dari Agricultural Research Service (ARS), Departemen Pertanian Amerika Serikat di New Orleans.

Menurut Dewan Kacang Amerika, kacang tanah adalah salah satu makanan paling populer yang dikonsumsi orang Amerika. Mereka menyebutkan sekitar antara 1 sampai 2 persen orang memiliki beberapa bentuk reaksi alergi terhadap kacang, produk olahan yang dibuat dari kacang atau minyaknya; di antara mereka, anak-anak merupakan kelompok yang rentan. Anak-anak, yang orang tuanya alergi, dua sampai empat kali lebih besar terkena alergi kacang tanah dibanding anak-anak yang orangtuanya tidak alergi.

Reaksi alergi yang dialami seperti ruam, masalah pencernaan, dan syok anafilaktik parah yang dapat menyebabkan pingsan.

Maleki dan rekannya mempelajari 900 varietas kacang tanah dan mereka menemukan beberapa mutasi genetik menunjukkan tingkat yang lebih rendah dari alergen utama (protein yang memicu reaksi alergi).

“Kami ingin mencari tahu apakah mungkin untuk mengembangbiakkan varietas ini tanpa menyebabkan alergi,” katanya kepada media.

Penelitian sebelumnya, yang dilakukan Joan Sabate, sebagaimana dimuat dalam dalam jurnal Archives of Internal Medicine, menyebutkan bahwa makan kacang merupakan salah satu cara mudah dan lezat untuk menurunkan kadar kolesterol. Kacang kaya dengan lemak dan kalori. Jenis lemak dan kalori yang ada di dalam kacang adalah jenis yang baik bagi kesehatan jantung.

“Kacang kaya akan lemak tak jenuh, protein nabati, serat, dan fito-kimia, salah satunya adalah fitosterol,” kata Sabate. Semua bahan bergizi tersebut, menurut Sabate, telah teruji sangat bermanfaat bagi penderita kolesterol.

Peneliti pada Universitas Loma Linda di California telah mempelajari manfaat kacang-kacangan selama dua dasawarsa. Begitu juga peneliti lain di seluruh dunia.

Sabate mengatakan bahwa makan satu atau dua porsi kacang-kacangan sehari bisa menurunkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat, hingga 8-10 persen.

Ini berarti Anda dapat menurunkan risiko terkena penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung, sebanyak 20 persen.

Manfaat ini berlaku untuk setiap kacang yang diuji, dari kacang kenari, almond, macadamia, hingga pistachio. Bahkan tumbuhan polong-polongan, seperti kacang polong dan buncis, mengandung bahan yang bisa menurunkan kolesterol.

Medical News Today/voanews/Ngarto Februana


Awas, Mesin Cuci Sebarkan Bakteri dan Kuman

VIVAnews - Mesin cuci sudah jadi perlengkapan yang dimiliki hampir setiap rumah tangga di kota besar. Mesin sangat praktis dan membantu pekerjaan tanpa harus repot mencuci secara konvensional. Namun, jangan menganggap pakaian dengan bau segar dari mesin cuci bebas kotoran dan kuman penyakit.

Sebuah penelitian menemukan, 25 persen mesin cuci di rumah terkontaminasi bakteri fecal yang terbawa pakaian kotor dan menyebarkannya. Bakteri fecal termasuk salmonella, hepatitis A, rotavirus dan adenovirus.

Menurut Dr Charles Gerba, peneliti dari Universitas Arizona di Tucson, dua pakaian kotor membawa sepersepuluh bakteri setara kotoran sebesar seperempat biji kacang tanah. Meski deterjen dan air bisa menghilangkan kuman dan bakteri selama mencuci, sebagian bakteri masih tertinggal dan menyebar di dalam mesin cuci.

Ia menjelaskan alasan mesin cuci yang ada sekarang cenderung masih menyisakan kotoran. Siklus mesin cuci sekarang jauh lebih pendek rata-rata 20 dan 28 menit daripada mesin cuci yang terdahulu. Kini, orang tidak lagi menggunakan air panas untuk mencuci pakaian dan pemutih lebih jarang digunakan.

Mesin cuci yang kelebihan beban juga menyebabkan pakaian tetap kotor karena memperlambat aliran air dan deterjen untuk membersihkan. Akibatnya, mikroba bisa menyebar dari mesin ke pencucian berikutnya. Seringkali, kita membiarkan pakaian yang telah dicuci dalam mesin cuci selama berjam-jam yang menyebabkan tumbuh kembangnya bakteri.

Agar pakaian Anda bersih selama mencuci, sebaiknya tambahkan pemutih. Jika tidak menggunakan pemutih pada pakaian, jalankan mesin cuci dengan air dan pemutih sebelum mencuci pakaian atau setelah selesai. Gunakan deterjen dengan kandungan pembersih dan segera mengambil pakaian setelah dicuci. (umi)

• VIVAnews


49 queries