ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 

[X]


Jajan Es Juga Bisa Bikin Sehat, Kok

KOMPAS.com – Sejak kecil, kita mendengar orangtua memberikan nasihat agar memakan nasi sebelum minum es. Ada yang bilang terlalu banyak makan/minum es bisa membuat anak sakit. Mulai dari sakit tenggorokan, pilek, bahkan sakit perut. Ternyata, mitos tersebut tidak selalu benar. Berikut penjelasan dari dr Ida Gunawan, MS SpGK mengenai mitos tersebut.

Diterangkan oleh dr Ida, saat ini, hanya ada 5 persen anak sekolah yang membawa bekal dari rumah. Sebanyak 95 persen lainnya lebih memilih jajan di sekolah. Menurut data yang dilansir oleh PT Orang Tua Group terhadap 400 anak usia sekolah dasar, tiga makanan jajanan teratas yang disukai anak-anak adalah; siomay, batagor, dan es.

Namun, saat ini masih banyak orangtua masih khawatir dan percaya, bahwa jajanan es tidak baik untuk anak-anak. Dr Ida mengatakan, bahwa jajanan es tidak selamanya buruk untuk anak. Bahkan, bisa jadi baik untuk dikonsumsi anak-anak asalkan memenuhi syarat-syarat tertentu.

Diterangkan oleh dr Ida, bahwa jajanan dikatakan aman dikonsumsi anak-anak jika terjaga keamanan dari segi mikrobiologis dan kimia, serta memiliki kandungan gizi. Sementara, mengenai mitos bahwa jajan es bisa mengakibatkan pilek dan gangguan tenggorokan, hal ini dijawab dr Ida dengan riset dari G.J. Connet dan B.W yang mengatakan, penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) pada anak, seperti hidung tersumbat, pilek, radang tenggorokan baru akan muncul jika; 1. Kondisi badan sedang tidak sehat, dan 2. Dalam jumlah berlebihan.

Sehingga bisa dikatakan, asalkan tubuh anak sehat, jajan es tak akan menimbulkan masalah. Namun, ditambahkan pula, es yang dikudap pun harus memenuhi syarat pula, yakni; 1. Higienis, 2. Ada kandungan gizinya, 3. Aman secara biologi dan kimiawi. Dengan kata lain, jajan esnya pun tak boleh sembarangan. Harus terjaga kebersihan wadahnya, airnya sehat, kandungan zatnya bergizi, dan tidak mengandung zat-zat berbahaya untuk tubuh (pengawet atau pewarna).

Bahkan, menurut dr Ida, mengkonsumsi es bisa dijadikan alternatif untuk memberikan makanan bagi anak yang seringkali malas atau menolak untuk makan nasi. Misal, dengan membuat sendiri sorbet dari buah-buahan yang memiliki vitamin atau memiliki kandungan baik untuk tubuh lainnya.

NAD

Editor: NF


Mengolah Ikan Tanpa Mengurangi Nutrisinya

KOMPAS.com – Kandungan protein dalam ikan segar seperti salmon dibutuhkan tubuh, terutama untuk anak agar tumbuh berkembang lebih optimal. Asupan protein dibutuhkan 15-20 persen per harinya, dan komposisi ini juga berlaku untuk orang dewasa.

Mengenali sumber makanan, manfaat dan variasinya, bagi juru masak dan pakar kuliner sehat Chef Edwin Lau bahkan ada di urutan pertama dalam hal masak-memasak. Setelahnya, lakukan teknik memasak yang sehat tanpa tanpa digoreng dan dibakar. Lalu kreativitas akan membuat variasi makanan makin kaya.

Sayangnya, pengolahan sumber makanan dengan cara tertentu bisa menghilangkan kandungan gizinya. Untuk itu Edwin berbagi resep bagaimana mengolah ikan, agar kandungan gizi di dalamnya tidak hilang karena keliru memasaknya.

1. Makan mentah
Memakan ikan segar mentah lebih bernutrisi daripada dimasak, apalagi digoreng kering. Namun jangan sembarangan memilih ikan segar. Sebaiknya lengkapi pengetahuan memasak dengan berbagai informasi seputar bahan makanan. Termasuk cara beternaknya, dalam hal ini ikan misalnya. Lebih baik pilih ikan yang diternak secara organik.

2. Baiknya dipepes daripada digoreng

Menggoreng ikan dalam suhu tinggi atau membakar/memanggangnya di atas arang membuat nilai gizi pada ikan berkurang, bahkan hilang. Asap pada ikan bakar misalnya, berpengaruh terhadap penyerapan gizi atau nutrisi ikan itu sendiri. Sebaiknya pepes ikan agar kandungan protein terserap tubuh lebih optimal.

3. Daripada digoreng kering, lebih baik ditumis  

Menggoreng kering akan menghilangkan nutrisi pada ikan. Selain itu, menggoreng dengan minyak dengan suhu tinggi akan mengubah lemak PUFA (yang juga terkandung dalam ikan) menjadi lemak SAFA (lemak jenuh) yang berbahaya bagi tubuh dan sumber berbagai penyakit. Sebaiknya memasak ikan sebagai tumisan dengan api kecil dan tidak direndam minyak.

4. Jangan langsung bersentuhan dengan alat masak

Jikapun ingin menggoreng ikan, lapisi ikan dengan tepung roti untuk menyerap minyak. Dengan demikian ikan tidak langsung bersentuhan dengan alat masak ataupun minyak goreng.

C1-10

Editor: din


49 queries