Hidup Tetap Sehat Menjelang dan Semasa Menopause
Health Today–Menapause adalah suatu fase alamiah yang akan dialami oleh setiap wanita dan biasanya terjadi di atas usia 40 tahun. Ini merupakan suatu akhir biologis dari siklus menstruasi yang tidak dapat dihindarkan oleh wanita manapun.
Seorang wanita dikatakan mengalami menopause apabila siklus menstruasinya telah berhenti selama 12 bulan. Berhentinya haid tersebut akan membawa dampak kesehatan, baik fisik maupun psikis.
Adapun akibat jangka panjang yang harus diperhatikan adalah osteoporosis (tulang keropos), penyakit jantung koroner, stroke, dan pikun. Bila kondisi ini dibiarkan, tentu akan mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup seorang wanita.
Salah satu cara untuk mengatasinya dengan cara ilmiah tanpa menimbulkan resiko kanker payudara adalah dengan menkonsumsi Fitoestrogen yang merupakan estrogen alamiah yang berasal dari tumbuh-tumbuhan serta mengandung senyawa isoflavon yang memiliki khasiat seperti halnya hormon estrogen. Tumbuhan alami sumber sumber fitoestrogen yang saat ini telah diteliti di seluruh dunia adalah kacang-kacangan, kulit bengkuang, kedelai, Red Clover dan Black Cohosh.
Data ditemukan bahwa angka kejadian patah tulang dan penyakit jantung koroner pada wanita yang sering mengkonsumsi fitoestrogen, jauh l
Obat buat Jet Lag
TEMPO Interaktif, Jakarta – Jika Anda mengalami jet lag, kini sudah ada obatnya. Obat itu ditemukan para peneliti dari Institut Max Planc for Biophysical Chemistry, Jerman. Menurut mereka, jet lag terjadi karena timer alami dalam tubuh yang tak sesuai dengan lingkungan. Dr Gregor Eichele, pemimpin penelitian, menyatakan penanggulangan jet lag dilakukan dengan menyesuaikan tingkat hormon penyebabnya.
Dalam penelitian mereka, uji coba pada tikus di laboratorium menemukan bahwa hormon kortisol berperan penting menjaga ritme alami tubuh yang disebut ritme sirkadian. Hormon ini berada di puncaknya pada pukul 8 pagi dan secara bertahap diturunkan menjadi tingkat terendah pada pukul 00.00-04.00. Jadi obat ini bekerja dengan menggeser puncak kortisol ke awal atau akhir waktu.
Obat yang akan dikembangkan berbentuk pil tersebut bisa mengembalikan keseimbangan alami tubuh dan pikiran dengan menyesuaikan tingkat tertinggi dan terendah hormon kortisol. Mary Harrington dari Smith College, Northampton, menyatakan obat ini punya implikasi tak hanya bagi yang mengalami jet lag, tapi juga bagi mereka yang melakukan rotasi shift kerja, yang berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk kanker payudara, stroke, dan penyakit kardiovaskuler.
Jet lag, juga disebut desynchronosis, adalah gangguan sementara yang menyebabkan kelelahan, insomnia, dan gejala lain sebagai akibat dari perjalanan udara melintasi zona waktu. Jet lag juga ditandai kegelisahan, sembelit, diare, kebingungan, dehidrasi, sakit kepala, lekas marah, mual, berkeringat, masalah koordinasi, dan bahkan kehilangan memori. Beberapa orang melaporkan gejala tambahan, seperti masalah detak jantung dan lebih rentan terhadap penyakit.
Jet lag disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk segera menyesuaikan diri dengan waktu di zona berbeda. Misalnya ketika penumpang dari Jakarta tiba di Johannesburg, Afrika Selatan, pada tengah malam waktu setempat, tubuhnya terus beroperasi sesuai dengan waktu Jakarta.
Tubuh harus berjuang untuk mengatasi zona waktu baru. Yang terjadi adalah insomnia sementara, kelelahan, lekas marah, dan susah berkonsentrasi. Jam makan dan jam ke kamar mandi berubah, sehingga dapat menyebabkan sembelit atau diare. Otak dapat menjadi bingung karena mencoba mengubah jadwal. Bagaimana ini terjadi?
Sebuah bagian kecil dari otak yang disebut hipotalamus bertindak seperti jam alarm untuk mengaktifkan berbagai fungsi tubuh, seperti lapar, haus, tidur, mengatur suhu tubuh, tekanan darah, serta tingkat hormon dan glukosa dalam aliran darah. Hipotalamus bekerja membantu tubuh memberi tahu waktu, dengan melepaskan melatonin, yang mempromosikan tidur. Melatonin melawan tingkat kortisol tinggi dan membantu mendorong tidur dalam jumlah biasa.
Melatonin dilepas jika saraf optik mata mengirim cahaya alias saat mata memandang gelap. Sebaliknya, ketika mata melihat sinar matahari, mereka memberi tahu hipotalamus agar menahan produksi melatonin. Jadi, ketika mata memandang fajar atau senja selama berjam-jam lebih awal atau lebih lambat dari biasanya, hipotalamus dapat memicu aktivitas pada bagian tubuh yang tidak siap, dan jet lag terjadi.
Selama ini, untuk mengurangi efek jet lag biasa digunakan suplemen melatonin sintetis. Namun, dalam dosis tinggi, suplemen ini ditengarai punya efek samping membahayakan, seperti kantuk, kelesuan, kebingungan, tidur sambil berjalan, mimpi buruk, hingga penurunan ketajaman mental. Jadi, hasil studi Massachusetts Institute of Technology menyarankan agar dosisnya cukup 0,3 miligram pada hari pertama di tempat tujuan.
NUR ROCHMI | berbagai sumber
Kopi Rebus Bisa Menurunkan Risiko Kanker Payudara
TEMPO Interaktif, Swedia – Wanita yang minum kopi rebus Skandinavia, yang secara kimiawi menyerupai kopi Prancis dan Turki/Yunani, lebih dari empat kali sehari berisiko lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan wanita yang minum kopi kurang dari sekali sehari. Hal ini ditunjukkan oleh Lena Nilsson dan rekan-rekannya dari Universitas Umeå, Swedia, dalam sebuah artikel dalam di jurnal Cancer Causes and Control.
Perbedaan utama antara kopi yang direbus dan yang disaring adalah kopi rebus berisi sampai 80 kali lebih banyak asam lemak khas kopi. Asam lemak ini sebelumnya telah dipakai dalam percobaan untuk menghambat pertumbuhan kanker pada binatang.
Di kalangan wanita yang minum kopi rebus lebih dari empat kali sehari, terdapat penurunan risiko kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang minum kopi kurang dari sekali sehari. Sementara itu, di kalangan wanita yang minum kopi yang disaring, ada peningkatan risiko kanker payudara dini (di bawah usia 49 tahun) dan penurunan risiko untuk kanker payudara kasep (usia di atas 55 tahun). Di kalangan pria peminum kopi rebus terdapat peningkatan risiko kanker pankreas dan kanker paru-paru.
ScienceDaily/NgartoF
Berita Lain tentang Manfaat Kopi bagi Kesehatan:
Minum Kopi Bisa Mengurangi Risiko Diabetes
Sebuah tim ilmuwan melaporkan adanya bukti baru bahwa minum kopi dapat membantu mencegah diabetes, yang diperkirakan sebagian besar karena kandungan kafein dalam kopi…. SELENGKAPNYA
Kafein Tidak Membuat Anda TerjagaPenelitian di Inggris menyebutkan bahwa tidak benar kafein membuat kita lebih segar sehingga tetap terjaga…
Asupan Daging Pengaruhi Masa Pubertas Anak
VIVAnews – Remaja putri yang banyak mengonsumsi daging selama masa kanak-kanak cenderung mengalami masa pubertas lebih dini ketimbang rekan sebayanya.
Peneliti Inggris dalam sebuah studi membandingkan diet lebih dari 3.000 gadis berusia 12 tahun. Mereka menemukan, konsumsi daging tinggi sejak usia tiga tahun (lebih dari delapan porsi seminggu) dan usia tujuh tahun (lebih dari 12 porsi) sangat terkait dengan terjadinya masa menstruasi lebih awal.
Bahkan, anak perempuan usia tujuh tahun dengan konsumsi daging tinggi memiliki peluang lebih tinggi 75 persen mengalami haid dibandingkan anak dengan asupan daging wajar.
Hasil temuan yang dipublikasikan dalam Public Health Nutrition, menyatakan daging mempersiapkan tubuh untuk mempercepat kehamilan. Daging merupakan sumber makanan kaya akan zat besi dan seng yang membantu terciptanya peluang kehamilan. Selain memicu pubertas lebih cepat, diet daging juga meningkatkan obesitas dan berdampak pada hormon.
Pubertas dini pada remaja putri dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Kemungkinannya, wanita memproduksi hormon estrogen lebih tinggi selama kehidupannya.
Dr Ken Ong, pediatrik endokrinologi di Medical Research Council, mengatakan telah terjadi pergeseran waktu menstruasi pada wanita selama satu abad terakhir.
“Ini (pergeseran waktu menstruasi) tidak berhubungan dengan ukuran tubuh wanita yang makin besar, melainkan disebabkan oleh efek protein dan kadar hormon tubuh.” (umi)
• VIVAnews
Manfaat Minyak Zaitun untuk Menurunkan Berat Badan
TEMPO Interaktif, Jakarta – Rhode Island – Para peneliti dari Rumah Sakit Miriam, Rhode Island, Amerika Serikat, menemukan bahwa minyak zaitun dapat bermanfaat untuk menurunkan berat badan yang lebih besar pada penderita kanker payudara dibandingkan dengan diet rendah lemak yang konvensional.
Temuan ini barangkali penting bagi wanita penderita kanker payudara, karena kelebihan berat badan pada saat diagnosis, atau bahkan kenaikan berat badan selama pengobatan kanker moderat, terkait dengan peningkatan risiko kekambuhan kanker, terutama pada wanita pasca-menopause.
Dalam studi ini, perempuan mengikuti dua diet 1.500 kalori: diet rendah lemak konvensional yang direkomendasikan oleh National Cancer Institute (NCI) dan diet nabati minyak zaitun yang mirip dengan diet Meditarian. Setelah delapan minggu pada setiap diet, peserta memilih satu diet untuk mengikuti pengaturan berat lanjutan selama enam bulan.
Menurut temuan ini, yang diterbitkan Journal of Women’s Health edisi Juni, 80 persen wanita yang memulai dengan diet minyak nabati zaitun mengalami penurunan lebih dari 5 persen dari berat awal, dibandingkan dengan 31 persen yang melakukan diet berdasarkan rekomendasi NCI. Namun para peneliti terkejut ketika menemukan bahwa setelah mencoba kedua diet, kebanyakan wanita memilih untuk tetap dengan diet konvensional, dengan pertimbangan selera, mudah diakses, dan terjangkau.
Mary Flynn, PhD, penulis utama penelitian ini dan ahli diet di Rumah Sakit Miriam, mengatakan banyak penderita kanker payudara tidak menyadari ada hubungan antara berat badan dan kambuhnya kanker.
“Itulah mengapa sangat penting bagi kami untuk membandingkan kedua diet dan menentukan yang mana perempuan tidak hanya mengikuti selera, tetapi juga yang menghasilkan penurunan berat badan terbaik,” kata Flynn. Dalam kasus ini, Flyn menyarankan diet makanan yang diperkaya dengan minyak zaitun ekstra, yang merupakan sumber lemak sehat, dan termasuk makanan yang terkait dengan peningkatan kesehatan seseorang, seperti sayuran, kacang-kacangan dan produk tanaman lainnya.”
Minyak zaitun ekstra telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara di Yunani, Spanyol dan Italia, yang dikonsumsi dalam jumlah besar. Banyak penelitian juga menunjukkan sifat protektif terhadap kanker karotenoid, phytonutrisi yang ditemukan di dalam sayuran dan pigmen buah-buahan merah, kuning oranye.
Flynn mengembangkan diet minyak zaitun yang digunakan dalam penelitian ini, minimal tiga sendok makan minyak zaitun per hari, dengan kacang saat sarapan. Selain itu, saran Flynn, perempuan juga makan tiga porsi buah dan sayuran, serta biji-bijian.
Dalam studi ini, Flynn yang juga asisten profesor kedokteran di Sekolah Kedokteran The Warren Alpert Universitas Brown, menemukan bahwa wanita yang menikmati diet minyak zaitun tidak hanya berkurang berat badannya tapi juga mereka tidak lapar.
Seperti yang diharapkan peneliti, diet nabati minyak zaitun juga menghasilkan trigliserida lebih rendah (sejenis lemak yang ditemukan dalam darah) dan kolesterol tinggi high density lipoprotein (HDL, atau kolesterol “baik”). Trigliserida tinggi dan rendahnya tingkat HDL berkaitan dengan peningkatan risiko kanker.
Lifespan/Medical News Today/Ngarto Februana
Kanker Akan Membunuh 13 Juta Orang
TEMPO Interaktif, Lyon – Mulai 2030 kanker diperkirakan akan membunuh sekitar 13,2 juta manusia per tahunnya. Angka ini hampir dua kali lipat dari angka kematian akibat kanker pada 2008 lalu.
Prediksi ini dirilis oleh lembaga riset kanker dunia, The International Agency for Research on Cancer (IARC), dalam pernyataan resminya 1 Juni 2010. Lembaga yang merupakan bagian dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) itu juga menyebut bahwa pada 2030 nanti, akan ada sekitar 21,4 penderita kanker tersebar di seluruh dunia.
Lembaga yang berbasis di Lyon, Prancis itu, menyebut, angka tersebut diperoleh berdasarkan asumsi dari rata-rata jumlah dan kenaikan penderita kanker dunia per tahun. Dan untuk dua dekade mendatang, jumlah penderita diperkirakan akan terus bertambah.
“Kanker nantinya akan berada di mana saja, tidak hanya akan berada di negara maju,” tulis pernyataan resmi lembaga itu seperti dikutip Reuters. Selama ini kanker banyak ditemui di negara-negara maju dan berkembang. Tapi IARC memprediksi kanker mulai akan menjangkiti negara-negara miskin di dunia.
Data IARC itu mengatakan, sekitar 7,6 juta jiwa meninggal dunia akibat kanker pada 2008. Sementara itu, pada tahun itu, kanker diidap oleh 12,7 juta orang. Pada umumnya mereka menderita kanker paru dengan jumlah 1,6 juta jiwa, dan kanker payudara sekitar 1,3 juta jiwa.
Reuters/Mustafa Silalahi







