Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 


Tips Memberi Pengertian Kepada Anak Balita

Masa Balita adalah masa dimana anak mulai tumbuh dan berkembang dengan segala sesuatu hal yang baru. Perkembangan pola pikir anak pada saat ini harus di arahkan kepada hal-hal yang baik, agar terus berkembang ke arah yang baik sampai anak dewasa nanti. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar anak lebih mudah mengerti dan ingat saat dinasehati :

  1.  Berikan nasehat  dengan membandingkan sesuatu antara yang baik dan yang tidak baik. Misalnya,  katakan kepada anak bahwa makan sambil berdiri itu tidak  baik, seperti: “coba Adek makannya sambil duduk, kelihatan lebih rapi dan sopan”.
  2.  Berilah nasehat kepada anak saat melihat sesuatu, baik dilingkungan sekitar, maupun saat nonton televisi. Bila ada yang tidak baik, langsung diberikan pengertian. Misalnya ada anak yang nangis sambil menjerit-jerit dan memukuli orang tuanya, saat itu juga langsung diberikan pengertian kepada anak.: “Adek tidak boleh  ya, seperti itu. Kan kasihan ibunya kalo dipukuli, dan menangis yang terlalu kuat seperi itu mengganggu orang lain, juga tidak enak enak dilihat orang”.
  3. Beri pelajaran yang dilakukan langsung secara bersama-sama. Kita beri contoh dan minta anak untuk melakukannya juga. Misalnya : “Adek, taroh sandalnya disini ya, ditempat sandal, biar kelihatannya rapi”. Sambil kita meletakkan sandal, ajak anak kita juga untuk melakukannya. Anak di masa Balita lebih mudah mencontoh perbuatan orang lain yang dilihatnya. Bila kita mencontohkan dengan melakukakn hal yang baik, anak akan mencontoh juga melakukan hal yang baik.
  4. Berikan penghargaan berupa pujian bila anak melakukan hal yang benar dan baik. Dengan suatu pujian, anak akan merasa bangga dan senang, selain dia juga pasti merasa diperhatikan. Misalnya dengan kata-kata :” wah Adek pintar, sudah merapikan mainanya sehabis main, Bunda sayang sama Adek”.

Disamping hal-hal di atas,  yang paling penting adalah  cara penyampaian kepada anak. Bicaralah dan katakan dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang. Tunjukkan bahwa orang tua bukanlah seorang diktator, tapi bisa juga menjadi seorang teman yang bisa menjadi pendengar yang baik.

 

Mengatasi Anak Manja

Sayang anak tidak pernah salah namun jika kasih sayang yang terlalu berlebihan seperti terlalu memanjakan anak tersebut dapat berakibat pada gangguan perkembangan pada diri sang anak, yang bisa terbawa sampai usia dewasa. Sedangkan sikap manja muncul pada diri anak disebabkan oleh kecenderungan anak untuk menuntut perhatian dan dilayani oleh orang lain. Anak yang manja memiliki sikap ragu-ragu atau cemas pada kondisi asing (baru).

Anak yang manja biasanya akan sangat tergantung dari objek lekatnya. Anda manja biasanya ketika menjelang usia satu tahun kemanjaan tersebut mulai muncul, usia puncak manja pun muncul pada fase usia TK, saat anak dituntut untuk dapat bersikap mandiri dan disiplin, di usia TK anak mulai dipisahkan dari objek lekatnya untuk beberapa saat.

Adapun penyebab anak menjadi manja dikarenakan:

1. Perilaku pada anak yang manja disebabkan oleh pola asuh yang bersifat permisif.

2. Sikap manja sangat sering terjadi pada anak pertama dan pada anak bungsu, pengaruh usiaatau jarak kelahiran antara saudara yang lainnya terlalu jauh. Karena sang anak merasa satu-satunya pusat perhatian  dan selalu dilayani maka ketika anak mendapat saudara yang baru (adik baru) maka sia anak akan mengalami regresi (penurunan) hal ini dikarenakan anak akan mempertahankan perilaku manjat yang sangat.

Sikap manja terjadi ketika orangtua yang dahulunya mendapatkan pola asuh yang cenderung tertekan atau merasa kurang bebas, maka orangtua bersikap serba membolehkan anak, maka tanpa terasa orangtua telah mencetak anaknya menjadi individu yang manja.

Adapun cara mengatasi anak yang manja secara berlebihan (manja yang sampai menganggu kemandirian anak) yaitu:

1. Usahakan tidak memberikan pola asuh yang berpusat pada sikap permisif, jika menarapkan sikap asuh yang permisif maka dapat menciptkan anak yang manja.

2. Ketika anak menuntut segala sesuatu yang berlebihan dan anda (orangtua) justru diatur dan dikondisikan oleh anak maka sebaiknya anak tidak dijadikan sebagai pusat perhatian.

3. Libatkan anak pada kegiatan social, usaha ini dilakukan agar anak dapat banyak melihat, belajar dan berinteraksi lebih luas. Jadi tidak selamanya anak terpusat untuk menjadi pusat pehatian.

4. Ketika anak menunjukan sikap manjanya maka orangtua atau pendidik dapat mengalihkan perhatian anak pada hal atau kegiatan yang disukai anak.

5. Beri kesemapatan akan untuk bermain bersama anak-anak lain, ini untuk menimbulkan sikap pengertian dan berbagi, sehingga anak memiliki kedewasaan dalam bersikap.

6. Orang tua selalu memberi contoh atau teladan perilaku saling kerjasama (gotongroyong atau saling menolong dihadapan anak)

7. Beri sentuhan fisik kasih saying (pelukan, ciuman, belaian) pada anak untuk menenangkan sikap anak yang memunculkan kemanjaannya.

8. Ketika akan memasukan anak kesekolah baru atau situasi baru, maka sikap orangtua adalah bersama anak dulu untuk beberapa saat, ajak anak bermain dahulu, hal ini untuk mengalihkan perhatian anak sebelum berpamitan meninggalkan atau berpisah dengan anak.

9. Berilah kalimat untuk menyakinkan anak dan menenangkan anak jika dalam situasi anak merasa sulit (manja)

Beri semangat dan motivasi selalu pada anak dan beri waktu untuk anak ketika memunculkan perilaku manjanya tersebut. Dalam hal ini orangtua butuh kesabaran dalam menghadapi ananda.

Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

Memiliki anak dengan tumbuh kembang optimal adalah dambaan setiap orang tua. Untuk mewujudkannya tentu saja orang tua harus selalu memperhatikannya, mengawasi dan merawat secara seksama.

Tumbuh kembang mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda,tetapi sulit untuk dipisahkan. Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah pertumbuhan dalam skala besar, jumlah atau ukura. Sedangkan perkembangan (development) berkaitan dengan pematangan dan penambahan kemampuan fungsi organ atau individu.

 

Secara umum terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang anak :

  1. Faktor Genetik ; faktor yang menentukan sifat bawaan anak. Kemampuan anak merupakan cirri khas yang di tutunkan dari orang tuanya.
  2. Faktor Lingkungan: tempat dimana anak itu tumbuh, dimana lingkungan yang baik akan menunjang tumbuh kembang anak, sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan menghambat tumbuh kembang anak.

 

Kebutuhan Dasar anak untuk tumbuh kembang secara umum adalah:

  1. Asuh ( kebutuhan fisik-biomedis): menyangkut asupan gizi anak selama dalam kandungan dan sesudahnya, kebutuhan tempat tinggal dan perawatan kesehatan dini berupa imunisasi.
  2. Asih ( kebutuhan emosional) : kasih sayang dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik maupun mental
  3. Asah ( kebutuhan akan stimulasi mental dini): stimulasi mental mengembangkan perkembangan kecerdasan, kemandirian, kreaktivitas, agama, kepribadian, moral etika.

 

Beberapa tingkat perkembangan yang harus dicapai anak pada umur tertentu:

4-6 minggu: tersenyum spontan.

12-16 minggu : menegakkan kepala, tengkurap sendiri, menoleh ke arah suara, dapat memegang benda.

20 minggu : dapat meraih benda

26 minggu : dapat meminahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya, duduk sendiri, makan biscuit sendiri

9-10 bulan : dapat menunjuk dengan jari, merangkak, bersuara da…da….da…

13-15 bulan : berjalan dengan bantuan, mengucapkan kata-kata tunggal, minum dengan gelas sendiri, mencoret-coret.

Saat Putus Cinta, Pria Lebih Merana


KOMPAS.com – Pria juga manusia; karena itu mereka pun bisa menangis saat putus cinta. Tetapi siapa mengira, putus cinta ternyata lebih “memukul” pria daripada wanita?

Anda mungkin tidak percaya (karena si dia tampaknya terlihat cuek setelah putus hubungan dengan Anda), tetapi fakta tersebut merupakan hasil penelitian dari Wake Forest University di North Carolina. Dalam penelitian yang  melibatkan 1.000 orang dewasa (tidak menikah) berusia 18-23 tahun, terlihat bahwa hubungan yang tidak bahagia lebih mempengaruhi pria daripada wanita. Hanya saja, pria mengekspresikan kesedihannya dengan cara yang berbeda.

“Perempuan mengekspresikan kesedihannya dengan depresi, sementaranya pria mengekspresikannya dengan masalah-masalah substansi,” ujar Simon.

Robin Simon, profesor bidang sosiologi dari universitas tersebut, juga mendapati bahwa pria mendapat keuntungan emosional yang lebih besar dari aspek-aspek positif hubungan cinta yang sedang berlangsung. Kurang lebih begini penjelasannya: bagi pria muda, pasangan mereka sering menjadi sumber utama curahan kasih sayang. Berbeda dengan perempuan, yang cenderung punya kedekatan dengan keluarga dan teman-temannya.

Ketegangan dalam suatu hubungan sendiri sering dihubungkan dengan kesehatan emosional yang rendah, karena hal itu mengancam identitas dan penghargaan diri pria.

Kemudian, jika pria secara emosional lebih dipengaruhi oleh kualitas hubungannya saat ini, perempuan lebih dipengaruhi oleh kenyataan apakah mereka memiliki hubungan cinta atau tidak. Tidak heran, perempuan lebih cenderung mengalami depresi ketika hubungan itu berakhir, dan sebaliknya mendapat manfaat lebih hanya dengan berada dalam suatu relationship.

Survei ini awalnya dilakukan untuk studi jangka panjang mengenai kesehatan mental dan transisi ke kedewasaan. Karena itu menurut Simon, masih banyak yang perlu dipelajari mengenai hubungan antara pria dan wanita pada usia dewasa muda. Studi ini sendiri dipublikasikan di
Journal of Health and Social Behavior edisi Juni. 

DIN

Editor: din

Sumber: The Daily Mail

Sudahkah Anda Memeluk Pasangan Hari Ini?

VIVAnews – Seberapa sering Anda dan pasangan saling memeluk dalam sehari? Masih ingatkah kapan terakhir kali memeluk pasangan atau memeluk sudah menjadi budaya dalam hubungan Anda berdua?

Memeluk adalah sebuah tindakan sederhana yang memperlihatkan kasih sayang untuk menjaga hubungan tetap sehat dan awet.

Ahli hubungan Dr. Pam Spurr mengungkap rahasia pelukan untuk memupuk kasih sayang di antara pasangan. Bahasa tubuh dengan pelukan menyatakan hal-hal yang jauh melebihi kata-kata dan komunikasi nonverbal lainnya.

Dalam hubungan dengan pasangan, memeluk membantu menjembatani kesenjangan antara keintiman yang Anda bangun di dalam kamar tidur dan kehidupan sehari-hari. Memeluk membantu memperat keintiman saat tidak bercinta. Saat pasangan berhenti saling memeluk kemungkinan Anda berdua akan kehilangan keintiman dan merasa jauh satu sama lain.

“Pelukan dan kasih sayang sangat penting dalam sebuah hubungan. Memeluk membuat pasangan saling terhubung secara emosional satu sama lain dan membantu melepaskan stres yang banyak dalam kehidupan sehari-hari,” kata Dr. Pam, seperti dikutip dari laman Good to Know.

Pam mengungkap, kontak fisik dengan pelukan menimbulkan perasaan cinta akibat produksi hormon oksitosin. “Oksitosin membuat Anda merasa enak berada di pelukan pasangan dan membawa perasaan bahagia setelah kontak fisik.” (umi)

• VIVAnews

13 queries