Alasan Wanita Tidak Suka Pria Pemalu
VIVAnews – Wanita cenderung tidak menyukai pria sederhana dan pemalu. Sebaliknya pria arogan dan sombong seperti Simon Cowell atau berperilaku ‘nakal’ seperti Hugh Grant, lebih menarik bagi wanita.
Namun, berbeda dari wanita, pria justru mencari wanita sederhana dan tidak terlalu menarik. Hal ini didapatkan dari percobaan ketiga peneliti yang menunjukkan lebih dari 200 rekaman video seorang pria dan wanita yang melamar pekerjaan sebagai manajer laboratorium komputer.
Para aktor pria dan wanita diminta untuk mengikuti naskah yang sama dalam wawancara dan bersikap rendah hati saat menceritakan prestasi mereka. Para relawan diminta untuk menilai mereka terkait kesederhanaan, kesukaan dan faktor lainnya.
Hasilnya, meskipun aktor sama-sama memenuhi syarat untuk pekerjaan itu, pria lebih kurang disukai daripada wanita. Sikap lemah lembut tampaknya membuat pria terlihat kurang percaya diri, tidak ambisius, lebih lemah, dan tidak stabil. Hal itu menurut laporan jurnal Psychology of Men & Masculinity.
“Pria sederhana tidak seperti wanita sederhana, karena mereka justru dilihat sebagai individu yang lebih lemah,” tulis peneliti dalam jurnal seperti dikutip dari Daily Mail.
Hasil penelitian menunjukkan, meskipun wanita telah mampu mengubah peran mereka menjadi lebih tegas, sedangkan pria masih menghadapi prasangka ketika mereka mencoba untuk berubah.
“Temuan kami menunjukkan bahwa pria menghadapi prangsangka ketika melakukan tindakan sederhana. Mereka juga meningkatkan kemungkinan bahwa orang dapat menghindari sikap rendah hati karena berisiko,” kata Profesor Laurie Rudman, dari Rutgers University, Amerika Serikat.
“Pria memang lebih diharapkan sukses, penuh kekuatan, dominan dan tidak menunjukkan kelamahannya serta menghindari sikap yang dianggap feminim,” katanya menambahkan.
• VIVAnews
Mengapa Marah Baik Bagi Kesehatan
VIVAnews – Melepaskan amarah ternyata lebih baik untuk kesehatan mental dibanding hanya memendam emosi dalam hati saja. Sebab, ekspresi kemarahan mampu meningkatkan aliran darah ke bagian otak yang berkaitan dengan perasaan bahagia.
Sebuah penelitian telah menguji 30 orang untuk menemukan apa yang terjadi selama proses luapan emosi terjadi. Mereka diminta menulis perasaan masing-masing yang menimbulkan kemarahan. Kalimat amarah yang ditulis responden makin lama makin intens. Kemarahan dimulai dari penyesalan karena tidak ada perubahan yang lebih baik hingga diri yang dikuasai kebencian.
Kemudian, laboratorium menguji denyut jantung, tekanan darah dan tingkat dua hormon stres yakni testosteron dan kortisol. Di awal dan akhir percobaan, otak peserta diperiksa.
Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal ‘Hormones and Behaviour’, menunjukkan otak kiri berpengaruh saat orang marah. Dr Neus Herrero, dari Universitas Valencia Spanyol mengatakan bahwa wilayah frontal otak kiri terlibat dalam mengalami emosi positif, sedangkan kanan lebih berkaitan dengan emosi negatif.
“Amarah mendorong perubahan besar dalam tubuh manusia yang dikendalikan jantung dan hormon,” katanya seperti dikutip dari laman Telegraph.
“Saat kita marah, akan terjadi perubahan dalam aktivitas otak terutama di lobus frontal dan temporal. Hormon stres kortisol juga menurun,” ujarnya menambahkan.
Akan tetapi, studi tersebut juga menemukan bahwa rasa marah memiliki efek negatif yang bisa menimbulkan kerusakan serius pada tubuh. Degup jantung dan tekanan darah meningkat saat marah. Walaupun homon stres kortisol menurun selama marah, namun hormon testosteron justru meningkat.
• VIVAnews
Wujudkan Cita-cita Anak Lewat Sidik Jari
VIVAnews - Mengetahui bakat anak sejak dini bisa membantu orangtua memberikan stimulasi yang tepat untuk mendukung potensinya. Melalui teknologi analisis sidik jari atau fingerprint analysis, orangtua bisa mendeteksi bakat anak sejak usia tiga bulan.
Analisa sidik jari merupakan metode pemindaian sidik jari untuk mengetahui gaya kerja otak yang paling dominan. Kerja otak sangat berkaitan dengan potensi atau bakat, motivasi, karakter dan gaya belajar anak.
“Jangan salah, analisis sidik jari bukan ramalan, melainkan lawan dari ramalan karena bukan melihat ke masa depan, tapi justru melihat apa yang dibawa anak sejak lahir,” kata psikolog anak dari Universitas Kristen Maranatha, Efnie Indrianie, dalam acara ‘Sidik Jari Cerdas Frisian Flag’ di Balai Kartini, Jakarta, Kamis 27 Mei 2010.
Menurutnya, sidik jari terbentuk ketika janin berusia 13-24 minggu, bersamaan dengan pembentukan susunan syaraf otak. Sehingga hal ini bisa menjadi peta yang dibawa anak sejak lahir menggambarkan potensinya.
“Dan ingat, sidik jari bersifat permanen, tidak bisa berubah, unik, tidak akan pernah sama sekalipun satu jari dengan jari lainnya di tangan yang sama. Hebatnya lagi, analisis ini bersifat objektif tanpa dipengaruhi unsur kondisi fisik (sehat atau sakit) dan unsur psikologis (sedih, senang, stres). Betul-betul bersifat apa adanya,” ucap Efnie.
Pengenalan potensi bawaan ini diharapkan membantu orangtua menerapkan cara belajar paling efektif bagi si kecil dalam mewujudkan cita-citanya. Analisis sidik jari bukan pengganti psikotes, tapi bisa menjadi pelengkap.
“Psikotes hanya untuk melihat perkembangan kecerdasan seseorang, tapi dengan adanya finger print yang dilengkapi dengan psikotes, pemeriksaan soal kepribadian anak akan lebih lengkap dan komplit,” katanya. (sj)
• VIVAnews
Bugar dengan Aktivitas Seks Sehat
TEMPO Interaktif, Jakarta -Banyak orang sepakat seks itu indah. Deni Amrizal, 28 tahun, misalnya. Pengusaha muda ini mengaku hidupnya menjadi lebih indah sejak menikah dua tahun lalu. Bersama istrinya, ia melakukan hubungan intim nyaris setiap hari. Hasilnya? “Setiap bangun pagi tubuh saya terasa segar,” ujarnya.
Namun, aktivitas rutinnya itu kini mulai berkurang sejak kedatangan si buah hati. Dalam sepekan, ia biasa bercinta tiga kali. Meski aktivitas seks itu berkurang, tidak mempengaruhi keindahan hari dan kebugaran fisiknya sehari-hari. “Karena sudah punya anak, jadi tidak apa-apa berkurang. Kasihan ibunya,” katanya terkekeh.
Ia mengenang kehidupannya saat sebelum menikah. Jadwal tidurnya tidak pernah teratur, sering begadang. Pola makan dan aktivitasnya pun tumpang tindih, tak pernah berolahraga. Sejak menikah, ia memiliki jam tidur yang teratur, plus bisa berolahraga tiap malam. “Bagi saya aktivitas seks adalah sama dengan olahraga,” katanya.
Dokter spesialis kandungan dan konsultan seks, Boyke Dian Nugraha, tidak membantah pernyataan bahwa seks disamakan dengan aktivitas olahraga. Bahkan bisa lebih menyehatkan karena secara psikologis seks itu menyenangkan. “Satu kali melakukan hubungan seksual, sama dengan naik turun tangga setinggi tiga lantai,” katanya, Selasa lalu.
Aktivitas seks selama 13 menit, ia melanjutkan, bisa membakar sekitar 85 kalori lebih. Meski jumlah ini sedikit, bila dikumpulkan dalam setahun kalori akan terbakar sebanyak 3.570 kalori, dengan asumsi seks dilakukan tiga kali dalam sebulan. Jumlah ini cukup untuk menurunkan setengah kilogram berat badan. Jika bercinta rata-rata selama satu jam, satu kilogram berat badan mungkin bisa diturunkan dengan 21 kali aktivitas seksual.
Berhubungan seks juga mampu meredakan stres. Peneliti dari Skotlandia dalam riset yang dipublikasikan jurnal Biological Psychology menyimpulkan, salah satu manfaat utama seks bagi kesehatan adalah menurunkan tekanan darah dan meredakan stres secara umum. “Orang yang melakukan aktivitas seks dapat mengatasi stres lebih baik ketimbang mereka yang tidak,” tulis jurnal tersebut.
Aktivitas seks juga mampu menyehatkan jantung dan pembuluh darah. Dalam riset yang dipublikasikan jurnal Epidemiological and Community Health, para ahli mengungkapkan, seks rutin membebaskan seseorang dari ancaman stroke. Peneliti juga mengungkapkan, berhubungan seks sekali atau dua kali seminggu dapat menurunkan risiko serangan jantung fatal hingga 50 persen pada pria, dibanding mereka yang melakukan seks kurang dari sekali dalam sebulan.
Aktivitas seks juga merupakan obat penenang paling aman di dunia. Sebab, menurut Boyke, saat seseorang mengalami orgasme, tubuh juga mengeluarkan hormon endorfin. Hormon ini memberikan efek rasa nyaman dan nikmat secara alami dari dalam tubuh. Kemampuannya, kata dia, seratus kali lipat dari efek morfin. “Tapi seks tidak mengakibatkan kecanduan, berbeda dengan morfin yang malah merusak tubuh,” katanya.
Boyke menyebut, yang utama, aktivitas seks sehat adalah ketika dilakukan dengan dasar cinta. Apalagi bila dilakukan dalam ikatan perkawinan. Dengan perkawinan dan dalam ikatan cinta, katanya, terdapat emosi yang mampu menambah kekuatan batin kepada dua pasangan untuk beraktivitas keesokan harinya. “Seks akan sangat indah bila dilakukan atas dasar cinta,” katanya.
Selanjutnya, seks yang sehat adalah seks yang dilakukan dengan tidak langsung dan terburu-buru. Juga dilakukan dalam suasana yang nyaman. Karena itu, Boyke sangat menganjurkan kedua pasangan untuk melakukan pemanasan. Foreplay akan sangat membantu menstimulasi gairah seks dan meningkatkan aliran darah ke seluruh organ tubuh, termasuk penis, vagina, dan klitoris. “Tunjukkan rasa perhatian kepada pasangan dengan saling menyentuh,” katanya.
Setelah itu, seks dilakukan dengan variasi dan teknik-teknik yang aman. Boyke tidak menganjurkan teknik seks secara menggebu-gebu sehingga melakukannya dalam posisi yang berbahaya. Ia tidak menyangkal ada kecelakaan saat berhubungan intim, seperti terkilir. “Santai saja, lakukan dengan teknik dan variasi yang nyaman,” katanya.
Mustafa Silalahi






