ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Membentuk Karakter Anak TK dengan Benar

Memberikan pendidikan sejak dini kepada anak – anak berusia balita adalah salah satu cara untuk membentuk karakter dan kepribadian anak untuk masa yang akan datang. Anak – anak yang memiliki kecerdasan yang baik biasanya akan memiliki karakter yang baik pula. Setiap orang tua pasti ingin anaknya kelak dapat berguna dan memiliki masa depan yang baik. Masa depan yang baik akan bisa tercapai jika anak diberikan pembelajaran tata krama dan juga kemandirian yang tepat. Kebiasaan – kebiasaan yang baik akan membantu anak – anak untuk bisa hidup dengan baik dan sehat. Berbagai macam cara akan dilakukan oleh orang tua untuk bisa membimbing anaknya ke arah yang baik. Memasukkan anaknya ke sekolah atau lembaga pendidikan dini lain menjadi salah satu cara para orang tua untuk membentuk karakter anaknya. Instansi pendidikan semacam TK memang banyak menjadi tujuan para orang tua.

Anak – anak pada usia 5 sampai  tahun akan bisa mengikuti pembelajaran yang ada di Taman Kanak – Kanak atau TK. Pada tingkat Taman Kanak – Kanak atau TK, anak akan dilatih mengenai barang – barang yang ada di sekitarnya. Selain itu, anak juga akan didampingi untuk melakukan kegiatan sehari – hari secara mandiri dan sendiri. Pelajaran menulis, membaca dan mengenali angka juga mulai diberikan kepada anak – anak saat duduk di bangku TK ini. Banyak TK yang juga memberikan pelajaran lain seperti pelajaran bahasa asing sejak dari kecil. Di balik itu semua, terdapat pendidikan karakter anak tk yang secara tidak langsung akan bisa membentuk anak menjadi lebih mandiri dan memiliki karakter yang baik. Mengajarkan rasa kemandirian kepada anak sejak dini membutuhkan cara – cara yang khusus. Cara khusus inilah yang dijalankan oleh pendidik yang mengajar di TK.

Tenaga pendidik yang ahli akan bisa membantu anak – anak untuk mendapatkan kemandirian dan karakter yang baik. Selain memasukkan anaknya ke TK, ada pula orang tua yang masih memasukkan anaknya untuk mendapatkan pendidikan di PAUD. PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini adalah salah satu tempat pembelajaran yang akan membantu para orang tua untuk memberikan pendidikan yang sesuai untuk anak balitanya. Program pemerintah ini memang dibuat untuk memberikan pendidikan sejak dini kepada anak – anak yang ada di wilayah tersebut. Dengan metode belajar dan bermain, program PAUD yang ada di hampir seluruh pelosok Indonesia ini memang diakui sangat bermanfaat. Dengan menggunakan metode bermain sambil belajar, PAUD memang dirancang untuk bisa membimbing anak – anak untuk bisa memahami berbagai macam hal dan melakukan kegiatan sehari – hari secara mandiri. Karakter yang baik juga akan bisa terbangun pada program ini. Dengan semua proses pendidikan yang ada, anak akan bisa memiliki karakter yang baik dan percaya diri.

Pendidikan yang Mencerdaskan Anak

Kecerdasan seorang individu di masa dewasa memang tidak sepenuhnya bergantung pada pendidikan yang diberikan dan pengalaman dijalaninya semasa kecil, namun orang tua yang mengamalkan cara mendidik anak agar cerdas secara tepat bisa jadi cukup membantu perkembangan anak. Sebab bagaimanapun juga, tidak semua orang di dunia ini seberuntung Einstein yang kecerdasannya—yang lebih tepat disebut kejeniusan—menonjol pada masa dewasanya sementara semasa kecil hingga remaja ia dianggap memiliki kekurangan pada kemampuan berpikirnya.

Kemampuan seorang individu hingga bisa dinilai cerdas bila belajar hingga bisa memahami apa yang dipelajari dan dialami, selain itu sanggup memecahkan masalah menggunakan rasio dan dapat menerapkan apa yang dipalajari. Kecerdasan seorang anak dapat dikatakan berkembang bila nalar, emosi, dan motoriknya dapat difungsikan dengan baik. Untuk bisa mencapai dan meraih semua itu, makanan, pengalaman, dan aktivitas fisik merupakan faktor penting. Makanan sehat dan bergizi bagi bayi yang dikonsumsi ibu semenjak kehamilan sampai yang diberikan setelah bayi lahir, jelas merupakan salah satu langkah penting dalam cara mendidik anak agar cerdas dengan ikan dan ASI sebagai menu utama. Makanan yang mesti dihindari oleh sang ibu maupun jabang bayi terutama, makanan mengandung bahan-bahan kimiawi berupa pengawet dan pewarna yang melebihi standar aturan yang ditetapkan.

Pengalaman untuk mempelajari dan mengalami hal-hal baru jelas menjadi faktor untuk menstimulasi perkembangan kcerdasan otak dan emosi anak. Selain itu, mengajak anak untuk melakukan kegiatan fisik seperti berolahraga, bermain, dan sebagainya, akan mengembangkan kemampuan motorik yang berdaya guna serta merupakan cara mendidik anak agar cerdas.

8 Jenis Kecerdasan Anak (Multiple Intelligence)

Anak anda mendapat nilai jelek di pelajaran matematika! atau dia lebih senang mendengar musik daripada belajar! apakah berarti anak anda bodoh???

Stop bunda..jangan terburu menjudge anak bodoh ketika mengetahui kemampuan matematisnya rendah. Howard Gardner, seorang ahli riset dari Amerika menyatakan:

Tidak ada anak yang bodoh atau pintar, yang ada adalah anak yang menonjol dalam salah satu atau beberapa jenis kecerdasan.

Howard juga menyatakan bahwa kecerdasan bukanlah sesuatu yang bersifat tetap, ia adalah kumpulan kemampuan atau keterampilan yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan. Menurut nya dalam setiap diri manusia ada 8 macam kecerdasan.

1. Kecerdasan Linguistik
Merupakan kemampuan berbahasa,  biasanya anak-anak dengan kecerdasan ini lebih suka belajar dengan mendengar. Mereka sering lebih menonjol dalam pelajaran bahasa, membuat puisi, lebih cepat menyerap kosa kata baru atau asing, jadi lebih mampu berbahasa asing dengan baik.

2. Kecerdasan Logika Matematika
Merupakan kemampuan yang lebih piawai menggunakan angka-angka, pemecahan masalah secara logis dan matematis. Jenis kecerdasan yang sering menjadi tolak ukur orang tua.

3. Kecerdasan Intrapersonal
Merupakan kemampuan mengenal emosi diri sendiri dan orang lain, biasanya anak yang punya kecerdasan ini sering menyalurkan pikirannya dengan menulis buku harian, bisa memotivasi diri sendiri, menyukai pemikiran tentang filosofi hidup dan dapat mengembangkan konsep diri dengan baik.

4. Kecerdasan Interpersonal
Merupakan kecerdasan dalam berhubungan dengan orang lain. Biasanya anak dengan kecerdasan ini lebih supel dalam bergaul, mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, suka berempati dan mampu memandang dari sudut pandang orang lain.

5. Kecerdasan Musikal
Anak selalu tertarik mendengarkan musik dan memainkan alat musik, peka terhadap suara-suara dan mampu mengerti nuansa dan emosi yang terkandung dalam sebuah lagu.

6. Kecerdasan Visual dan Spasial
Biasanya menyukai seni, lukisan dan patung. Memiliki kemampuan membaca arah dengan baik, menikmati permainan puzzle. Biasanya suka menulis catatan atau menjelaskan pikiran nya dengan menggunakan gambar.

7. Kecerdasan Kinestetik Jasmani
Kemampuan menggunakan tubuh secara terampil, punya kontrol, ketangkasan dan keseimbangan gerak. Menyukai pengalaman belajar yang nyata seperti fieldtrip. Ingatannya lebih kuat terhadap apa yang pernah dilihat atau dialami.

8. Kecerdasan Naturalis
Menyukai ilmu-ilmu alam, senang memelihara tanaman atau hewan. Tertarik pada masalah sosial, biasanya mampu membaca cuaca dan peduli terhadap lingkungan.

Nah bunda,,mulai dari sekarang cobalah kenali jenis kecerdasan mana yang lebih menonjol pada anak anda. Asahlah lebih dalam disana dengan tetap membantu meningkatkan kecerdasannya yang lain. Tapi jangan memaksanya untuk menonjol pada kemampuan yang bukan bakatnya, akibatnya bisa berakibat trauma pada anak dan kita para orang tua bisa jadi salah langkah menentukan arah masa depannya kelak.

Scan Otak Bisa Membantu Memilih Karir  

TEMPO Interaktif, California – Tes bakat, baik umum maupun khusus, dan tes kemampuan mental merupakan alat penting memandu memilih bidang kejuruan. Kini para peneliti dari Universitas California, Amerika Serikat, mempertanyakan apakah kinerja dalam tes tersebut didasarkan pada perbedaan struktur otak, dan jika demikian, scan otak bisa sangat membantu dalam memilih karier?

Seperti yang ditulis di jurnal BMC Research Notes, peneliti menyelidiki seberapa baik delapan tes yang digunakan dalam memandu memilih kejuruan berkorelasi dengan daerah abu-abu di otak.

Penelitian yang dipimpin Richard Haier, dari Universitas California, menyelidiki dasar neurologis untuk kinerja tiap-tiap tes. Dia mengatakan, “Perbedaan individual dalam kemampuan kognitif memberikan informasi yang berharga untuk bimbingan kejuruan.”

Ia juga mengakui memang ada beberapa perdebatan, seperti apakah hasil tes kemampuan khusus perseorangan lebih membantu daripada hasil tes dengan faktor yang lebih luas, seperti kecerdasan umum. “Kami membandingkan jaringan otak yang diidentifikasi dengan menggunakan skor tes kemampuan kognitif yang luas dengan mereka yang yang diidentifikasi dengan menggunakan tes kognitif spesifik,” ujarnya. Perbandingan ini untuk menentukan apakah pendekatan yang relatif luas dan sempit ini memberikan hasil yang sama.

Dengan menggunakan MRI, peneliti mencari korelasi daerah abu-abu di otak dengan faktor-faktor kemampuan independen (kecerdasan umum, kecepatan penalaran, numerik, spasial, memori) dan dengan skor tes yang didapat dari tes kognitif yang diselesaikan oleh 40 individu dalam mencari panduan memilih kejuruan.

Berbicara tentang hasil ini, Haier mengatakan, “Pola kekuatan dan kelemahan kognitif seseorang terkait dengan struktur otak mereka. Dengan demikian, ada kemungkinan scan otak dapat memberikan informasi unik yang akan membantu untuk memilih kejuruan.”

ScienceDaily/NF

Ani Yudhoyono Akan Ajar Cucu Makan Lele

VIVAnews - Ikan adalah salah satu sumber protein tertinggi yang dibutuhkan oleh manusia, khususnya otak. Dan ikan lele adalah salah satu ikan yang biasa dikonsumsi untuk memenuhi pasokan protein itu.

“Ada yang mengatakan bahwa ikan adalah makanannya otak,” kata Ani Yudhoyono, “itu juga sebabnya mengapa anak-anak Jepang memiliki kecerdasan yang tinggi, salah satunya karena di negara itu, rakyatnya diajak mengkonsumsi ikan sejak balita.” Itulah yang disampaikan ibu negara saat membuka Festival Raya Lele Nusantara di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Sabtu 19 Juni 2010.

Ani menyatakan, bila makanan yang sehat dan penuh gizi seperti ikan dikenalkan pada anak-anak sedini mungkin, lanjut Ibu Ani, saat dewasa mereka akan menyukai dan merasakan manfaatnya untuk kesehatan dan kecerdasaan. Menurut Ibu Ani, saat ini konsumsi ikan nasional tergolong kecil, khususnya di Pulau Jawa karena tidak dibiasakan sejak dini.

“Jadi kalau sekarang ini kita mau mengubah pola berpikir atau cara hidup kita bahwa ikan adalah yang terbaik, insya Allah, suatu saat nanti bukan hanya orang Jawa, atau orang yang tinggal di Jawa, tetapi seluruh rakyat Indonesia akan gemar makan ikan,” kata Ani dilansir laman Presiden.

Lebih spesifik mengenai Lele, Ibu Ani mengatakan bahwa banyak orang salah kaprah. “Banyak orang yang mengatakan itu tidak berkelas, itu hanya di kaki lima. Kemudian itu hanya mahasiswa dan anak-anak kos, yang uangnya pas-pasan bisa makan ikan lele. Tidak elit. Padahal sebetulnya tidak benar sama sekali,” Ibu Negara menegaskan.

Menurut Ani, festival raya membuktikan lele adalah makanan bergizi tinggi, sehat, murah, dan berkelas. “Adanya gerakan masyarakat makan ikan atau gemar ikan, saya lihat sebagai terobosan konkret yang patut diberikan apresiasi,” ujar Ibu Ani. Jika gerakan itu dimulai dari Parkir Timur Senayan Jakarta menuju keseluruh Indonesia, maka 5-10 tahun lagi anak-anak Indonesia akan tumbuh lebih sehat dan cerdas.

Budidaya ikan lele akan memiliki manfaat secara sosial dan ekonomi. “Siapapun dapat mengembangkan ikan lele, termasuk oleh mereka yang berada di perumahan-perumahan sempit maupun di apartemen,” ujarnya. Ibu Ani kemudian menghubungkan hal ini pada usaha propoor dan projob.

Ibu Ani berharap agar semua mendukung pengembangan ikan Lele dan komoditas ikan lainnya. “Saya punya cucu satu-satunya, insya Allah akan saya ajarkan makan lele nantinya,” kata nenek dari Almira Tunggadewi Yudhoyono itu.

• VIVAnews

18 queries