ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Info Kesehatan Wanita Hamil

Wanita hamil sedang membawa dua nyawa yaitu diri sendiri dan bayi di dalam kandungannya. Oleh karena itulah wanita yang sedang hamil harus menjaga kesehatannya dengan baik. Entah itu kesehatan jasmani dengan selalu makan makanan yang sehat dan teratur, istirahat yang cukup serta kesehatan rohani atau psikologis seperti jauh dari beban pikiran yang berat dan stres.

Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjaga kesehatan wanita hamil adalah, dengan melakukan periksakan kehamilan ke dokter secara rutin. Selain untuk mengetahui kesehatan, pergi ke dokter kandungan secara rutin juga berguna untuk mengetahui perkembangan janin di dalam kandungan. Kontrol ke dokter ini sebaiknya dilakukan minimal sekali dalam sebulan. Namun jika terdapat keluhan kehamilan dan Anda belum berada di waktu harus kontrol ke dokter, jangan menunda untuk memeriksakan keluhan Anda ke dokter. Hal ini demi menjaga kesehatan kandungan Anda

Ibu hamil juga harus banyak minum air putih, guna membantu pemberian nutrisi makanan dari ibu ke janin di dalam kandungan. Banyak minum air putih ini juga bermanfaat untuk menghindari kemungkinan bayi lahir prematur di semester ketiga kehamilan. Selain itu, penuhilah asupan gizi sebaik mungkin. Ibu hamil pada umumnya mengalami peningkatan kebutuhan 300 kalori dibanding saat sebelum hamil. Tambahan asupan gizi ini bisa didapatkan dari minum susu ibu hamil dan mengkonsumsi sayur serta buah.

Istirahat yang cukup sangat diperlukan oleh ibu hamil. Jika kurang tidur, akan terjadi gangguan pada fungsi tiroid yang menghadapkan seseorang pada risiko kelebihan berat badan. Tidak hanya itu, ibu hamil juga harus menjaga pikirannya agar selalu positif agar terhindar dari stres sehingga akan selalu tampil bersemangat, sehat dan berkarakter.

Setiap ibu hamil pasti menginginkan anak yang sehat dan sempurna. Oleh karena itu kesehatan wanita hamil harus dijaga. Asam folat sangat penting untuk dikunsumsi ibu hamil minimal 400 mikrogram per hari guna mencegah cacat tabung saraf dan tulang belakang pada si kecil. Asam folat bisa didapatkan di dalam sereal, beras merah, jeruk, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan brokoli.

Ibu hamil juga harus menghindari beberapa hal demi kesehatan janin seperti  menjauhi asap rokok, kafein, makanan cepat saji dan gorengan. Asap rokok akan membuat si kecil lahir dengan berat badan yang kurang. Sedangkan kafein akan mengambil cairan dan kalsium yang sangat dibutuhkan janin dari tubuh. Untuk makanan cepat saji, kandungan penyedap yang ada di dalamnya dapat mengaahmbat perkembangan janin dan gorengan mengandung asam lemak trans yang bisa menyebabkan bayi lahir prematur.

Kesehatan wanita hamil harus dijaga dengan baik agar perkembangan bayi di dalam kandungan bisa sempurna, lahir normal dan lahir dengan sehat. Meskipun kehamilan menambah beban tubuh seorang wanita, sebaiknya ibu hamil tetap beraktifitas seperti biasa dan mengimbangi dengan makan makanan yang sehat serta bergizi juga istirahat yang cukup.

Pendidikan Sejak dalam Kandungan

Setiap orang tua—lazimnya—mengharapkan anak-anaknya kelak dapat meraih keberhasilan dalam hidup dengan masa depan yang begitu cemerlang, kesuksesan itu, bisa dipastikan sejak awal dengan mengoptimalkan pendidikan sejak dalam kandungan. Sesuai degan hasil penelitian ilmiah, mendidik anak dalam hal rasio dan rohanisejak masih dalam kandungan terbukti memberikan hasil yang positif bagi perkembangan anak setelah lahir kelak.

Semata demi cerahnya masa depan anak, ibu bisa memberikan pendidikan sejak dalam kandungan yang bisa dilakukan secara langsung maupun tidak langsung yaitu melalui makanan, belajar berbagai hal pada berbagai bidang, memperdengarkan musik, dan membacakan cerita. Menyantap makanan yang kaya gizi, protein, dan vitamin, contohnya mengonsumsi ikan salmon dan kurma secara teratur. Ibu yang belajar—layaknya anak sekolah—secara mandiri atau mengikuti kursus beragam bidang juga secara tidak langsung mendidik janin, secara khusus lebih mantab bila ibu mendidik calon bayi dengan memecahkan soal-soal ilmu eksakta seperti matematika, atau mempelajari bahasa asing saat kehamilan, maupun berbagai bidang lain. Poin selanjutnya adalah memperdengarkan musik klasik seperti karya Beethoven, Mozart, Bach, dan lain-lain, serta membacakan cerita dan “membahas” cerita tersebut bersama bayi yang masih dalam kandungan, dapat memberikan efek positif bagi bayi.

Selain itu, kesehatan emosi dan jiwa sang ibu harus dijaga, terutama dengan menghindari stres dan pemicunya karena tekanan jiwa pun memengaruhi kondisi janin dan kecerdasan mental anak, sehingga disarankan agar sang ibu selalu berpikir positif. Nah, bila memiliki harapan agar anak dapat meraih keberhasilan, menerapkan hal-hal yang merupakan proses pendidikan sejak dalam kandungan tentu dapat mendukung tercapainya harapan itu.

Pendidikan yang Mencerdaskan Anak

Kecerdasan seorang individu di masa dewasa memang tidak sepenuhnya bergantung pada pendidikan yang diberikan dan pengalaman dijalaninya semasa kecil, namun orang tua yang mengamalkan cara mendidik anak agar cerdas secara tepat bisa jadi cukup membantu perkembangan anak. Sebab bagaimanapun juga, tidak semua orang di dunia ini seberuntung Einstein yang kecerdasannya—yang lebih tepat disebut kejeniusan—menonjol pada masa dewasanya sementara semasa kecil hingga remaja ia dianggap memiliki kekurangan pada kemampuan berpikirnya.

Kemampuan seorang individu hingga bisa dinilai cerdas bila belajar hingga bisa memahami apa yang dipelajari dan dialami, selain itu sanggup memecahkan masalah menggunakan rasio dan dapat menerapkan apa yang dipalajari. Kecerdasan seorang anak dapat dikatakan berkembang bila nalar, emosi, dan motoriknya dapat difungsikan dengan baik. Untuk bisa mencapai dan meraih semua itu, makanan, pengalaman, dan aktivitas fisik merupakan faktor penting. Makanan sehat dan bergizi bagi bayi yang dikonsumsi ibu semenjak kehamilan sampai yang diberikan setelah bayi lahir, jelas merupakan salah satu langkah penting dalam cara mendidik anak agar cerdas dengan ikan dan ASI sebagai menu utama. Makanan yang mesti dihindari oleh sang ibu maupun jabang bayi terutama, makanan mengandung bahan-bahan kimiawi berupa pengawet dan pewarna yang melebihi standar aturan yang ditetapkan.

Pengalaman untuk mempelajari dan mengalami hal-hal baru jelas menjadi faktor untuk menstimulasi perkembangan kcerdasan otak dan emosi anak. Selain itu, mengajak anak untuk melakukan kegiatan fisik seperti berolahraga, bermain, dan sebagainya, akan mengembangkan kemampuan motorik yang berdaya guna serta merupakan cara mendidik anak agar cerdas.

Langkah Dan Tips Persiapkan Kehamilan

Hamil…?? Dambaan setiap wanita di dunia. Di seluruh belahan dunia ini, banyak wanihta yang mengharapkan kehamilan yang sehat dan terjaga.

Tapi…kehamilan seperti juga hal lainnya, membutuhkan persiapan yang cukup. Berikut adalah tips – tips untuk anda yang sedang merencanakan, mempersiapkan dan menjalani kehamilan…J

  1. Buat Anggaran, sebelum ada anak pastinya anggaran rumah tangga hanya berkutat sekitar kita dan pasangan. Tapi ini tidak berlaku lagi jika ada anak nanti. Revisi dan teliti lagi anggaran belanja anda setiap bulan, sehingga persiapan kehamilan menjadi lebih matang. Buat persiapan anggaran sedini mungkin dengan perhitungan simulasi “seandainya sudah ada anak”, seperti misalnya belanja untuk diapers, botol susu dan lain – lain.
  2. Siapkan Rumah Anda, ada anak berarti ada pembenahan pada tempat tinggal kita. Dengan bertambahnya satu penghuni baru maka ada persiapan persiapan yang harus diperhitungkan sepserti misalnya kamar tidur, penambahan ornament, perlengkapan main bayi dan lain – lain. Rumah juga harus bersih, sebab bayi sangat sensitive. Bersih – bersihlah selagi sempat, jika memungkinkan usahakan rumah anda pun aman , singkirkan benda atau zat berbahaya, termasuk debu dan allergen lainnya.
  3. Mencari Pengasuh. Ini langkah yang dapat anda lakukan jika memang memungkinkan. Seleksilah orang-orang yang nantinya akan membantu anda mengurus bayi.
  4. Belajar Memasak, jika sempat cobalah untuk mencoba berbagai resep untuk bayi. Seperti misalnya membuat bubur bayi dan nasi tim.
  5. Perkaya Pengetahuan, langkah ini penting terutama untuk anda yang mempersiapkan kelahiran anak pertama. Berbagai media dapat digunakan untuk mencari informasi, seperti missal majalah, tabloid atau internet. Perkaya diri anda dengan informasi, agar anda tahu yang harus anda lakukan nanti apabila anak ada sudah lahir..
  6. Persiapan Mental. Langkah yang satu ini tak kalah penting agar anda terhindar dari shok pasca melahirkan seperti baby syndrome atau baby blues..

Nah…sekarang sudah siapkah anda menyambut sang buah hati…??… :-)

Jangan Tunda Hamil Pertama

Semua pasangan suami istri (pasutri) yang baru menikah, berhak menunda kehamilan. Namun, ada baiknya memilih kontrasepsi yang tepat berdasarkan anjuran dokter, untuk menghindari infertilitas atau sulit hamil pada saat sudah menginginkan kehadiran sang bayi. Pasalnya, tak jarang kesuburan sang wanita jadi berkurang setelah menghentikan penggunaan kontrasepsi. Akibatnya, ya jadi sulit hamil. Perlu diketahui, melahirkan pada usia 35 tahun ke atas berisiko tinggi bagi calon ibu.

Kenapa kesuburan wanita jadi berkurang pasca menggunakan alat kontrasepsi?

Ber-KB sementara yang berujung pada kondisi sulit hamil, sebenarnya merupakan teka-teki besar bagi dunia kesehatan. Majalah Health Journal memaparkan, 48% perempuan muda yang menggunakan pil antihamil dan spiral KB (IUD) selama 2-4 tahun, mengalami sulit hamil saat menginginkan anak pertama. Sejumlah spesialis infertilitas Barat pun kemudian melakukan penelitian untuk mengetahui penyebabnya.

Mereka menemukan fakta, faktor antibodi antisperma pada wanita bisa memicu kegagalan kehamilan. Kondisi ini terjadi lantaran pemerosotan potensi sperma dalam membuahi ovum (sel telur) dalam tubuh wanita. Muncul dugaan kuat bahwa penggunaan alat kontrasepsi seperti pil atau suntik KB – yang berisi hormon penolak pembuahan — serta IUD dalam jangka waktu tertentu jadi penyebab meningkatnya antibodi antisperma.

Sejak lahir, setiap manusia normal memang dibekali suatu sistem imunologi yang berpotensi melindungi tubuh terhadap berbagai serangan penyakit, termasuk jenis-jenis penyakit seksual.

Pada tubuh pria pun bisa timbul antisperma yang merupakan fenomena autoimun, atau akibat sistem imun membentuk antibodi terhadap antigen tubuhnya sendiri, yakni sperma. Sebaliknya, wanita tidak mempunyai unsur antigen yang terkandung seperti pada sperma maupun komponen plasma semen. Namun, begitu wanita berhubungan seksual dengan pria, dalam tubuhnya akan terbentuk antibodi antisperma terhadap antigen sperma. Pada tingkat tertentu, antibodi masih bisa ditembus oleh sperma berkualitas baik (cepat dan kuat) untuk membuahi sel telur hingga menghasilkan kehamilan.

Walaupun hanya satu sperma yang bakal membuahi sel telur, menurut teori kedokteran, dibutuhkan puluhan juta (minimal 20 juta) sperma agar kemungkinan terjadinya pembuahan lebih besar. Pasalnya, perjuangan untuk bisa mencapai sel telur luar biasa beratnya bagi kebanyakan sel sperma. Selama dalam perjalanan panjang menuju indung telur, banyak sperma berguguran.

Namun, belakangan para androlog tidak lagi berpatokan pada teori ini, yang terpenting bukan jumlahnya, melainkan kualitas spermanya. Walaupun sang suami hanya memiliki 5-6 juta sperma, tapi kalau gerakannya cukup gesit, bisa saja membuahi sel telur. Yang jadi masalah, kalau jumlah sperma sedikit dan gerakannya lamban. Ya, mereka akan berguguran sebelum mencapai tujuan!

Pada pasangan yang menggunakan kontrasepsi seperti pil dan suntik KB, walaupun terjadi kontak antara sperma dan sel telur dalam tubuh wanita, pembuahan takkan terjadi. Sedangkan pada KB IUD (spiral) pembuahan bisa terjadi, namun biasanya langsung gugur.

Menurut para pakar dalam penelitian tadi, selama penggunaan alat kontrasepsi, pembentukan antibodi terhadap sperma akan terus terbentuk. Bahkan, semakin lama kadarnya semakin tinggi dan pertahanannya semakin kuat. Diduga, inilah pemicu utama kesulitan mendapatkan keturunan.

Dengan kata lain, dalam tubuh si wanita telanjur timbul “kontrasepsi alami”, atau tercipta antibodi kuat penolak kehadiran sperma yang hendak membuahi sel telurnya. Kalaupun sampai terjadi pembuahan, bisa jadi, akan membentuk efektor imun lebih dahsyat. Efektor imun adalah sistem imun seluler (yang dibawa oleh leukosit, makrofag, dan lain-lain) yang mampu menimbulkan peradangan terhadap janin dan plasenta yang mulai berkembang dalam rahim sang ibu. Penolakan imun ini bisa berujung pada keguguran.

Jika pascapenggunaan kontrasepsi mengalami kesulitan hamil, pasutri dianjurkan menjalani terapi kondom atau “sarung KB”. Jadi, setelah setop menggunakan obat antihamil, selama 6-10 bulan berikutnya, sebaiknya menggunakan sarung KB.

Selama itu antibodi akan menurun, dan terjadi pembersihan sehingga ia tak ada lagi di daerah organ reproduksi sang istri. Saat pemanfaatan sarung KB dihentikan, pada masa subur sperma akan bermigrasi sampai ke saluran indung telur untuk menjumpai ovum tanpa hambatan apa pun.

Memang, hasil penelitian soal antibodi antisperma sebagai biang keladi tadi masih berlumuran pro-kontra. Kalaupun penyebabnya masalah antibodi yang meningkat, belum tentu hanya gara-gara kontrasepsi itu, tapi mungkin juga karena dalam tubuh wanita secara alami terbentuk antibodi antisperma yang kuat.

Dalam kasus ini, biasanya dokter akan memberikan obat imunosupresi yang akan menekan pembentukan antibodi terhadap sperma, tak perlu dengan terapi sarung KB. Tapi, penggunaan obat imunosupresi ini pun masih banyak ditentang, sebab efek sampingannya, tubuh calon ibu akan kekurangan antibodi sehingga lebih mudah kemasukan kuman atau virus seperti rubela, campak, dan lain-lain, yang membahayakan janin.

Karenanya, kalaupun pasangan muda ingin menunda kehamilan, sebaiknya menggunakan cara yang lebih aman, yaitu dengan kondom. Ia akan mencegah pembuahan sekaligus mencegah kontak antara antigen suami dengan sistem imun istri, sehingga antibodi pada tubuh istri tidak meningkat.

Tapi, kalau mau lebih aman lagi, sebaiknya pasangan suami istri tidak menunda masa kehamilan. Jadi, miliki satu anak dulu, barulah ber-KB

Mengapa Ibu Hamil Dilarang Pakai High Heels

VIVAnews – Hati-hati mengenakan alas kaki saat sedang berbadan dua. Jajak pendapat dikelola Britain’s Society of Chiropodists and Podiatrists di Inggris menemukan, tujuh dari 10 ibu hamil menderita penyakit kaki setelah mengenakan sepatu bergaya.

Seperti dikutip dari laman Daily Mail, dari 1.000 wanita hamil yang disurvei, 45 persen mengalami kaki bengkak, 37 persen bengkak di pergelangan kaki, dan 16 persen menderita nyeri tumit selama masa kehamilan.

Sebanyak 32 persen dari responden ternyata tak biasa melepas kebiasaan mengenakan sepatu hak tinggi (high heels) saat hamil. “Tumit tinggi mengubah postur Anda, memperpendek otot betis, dan meningkatkan tekanan pada punggung dan lutut,” kata ahli penyakit kaki Lorraine Jones.

Lorraine mengatakan, wanita hamil rentan mengalami tegang di bagian pergelangan kaki dan ligamen. “Kaki yang tidak bisa menopang tubuh dengan baik juga berisiko menyebabkan jatuh,” katanya.

Tidak hanya sepatu bertumit tinggi yang tidak baik untuk wanita hamil. Sebab, dari jajak pendapat 66 persen responden terbiasa memakai sandal jepit selama hamil, 53 persen memakai sepatu flat balet, dan 30 persen mengenakan alas kaki bergaya lainnya.

Jadi, apakah wanita hamil benar-benar tidak boleh mengenakan alas kaki? Lorraine mengatakan, alas kaki paling ideal untuk ibu hamil adalah yang nyaman dengan ciri ukuran lebar pas.

Wanita hamil juga boleh mengenakan alas kaki berhak tinggi, namun tidak untuk waktu yang lama. Jika sudah terasa pegal dan tubuh seolah tak bisa menopang, lebih baik tanggalkan alas kaki berhak Anda.

“Banyak selebriti hamil terlihat memakai sepatu hak tinggi di majalah saat menghadiri acara. Jangan ditiru, cobalah untuk mengatur penggunaan hak tinggi Anda. Jangan digunakan untuk kegiatan harian Anda,” kata Lorraine.

• VIVAnews

Stres pada Perempuan Lebih Tinggi

KOMPAS.com – Perempuan menghadapi stres lebih tinggi, baik secara biologis, psikologis, dan emosi. Penyebabnya perempuan lebih memiliki kontrol eksternal dalam dirinya dengan lebih banyak menggunakan emosi daripada logika. Kebahagiaan perempuan pun cenderung ditentukan oleh orang lain, bukan oleh dirinya, terutama dalam hubungan berpasangan.

Sementara problem perempuan jauh lebih kompleks. Misalnya, perempuan harus menyesuaikan diri ketika menghadapi pubertas, menstruasi, kehamilan, dan melahirkan. Dengan masalah yang kompleks, perempuan lebih stres karena kecenderungannya otak perempuan lebih banyak mengandalkan kerja emosi daripada logika.

Psikolog klinis Zoya Amirin, MPsi, menjelaskan bahwa setiap individu berusia dewasa, secara psikologis harus memenuhi tugas perkembangan diri. Jika tugas ini tidak terpenuhi, akan muncul stres karena tekanan dalam diri maupun dari lingkungan.

Zoya menerangkan tugas itu antara lain berkaitan dengan hubungan berpasangan yang lebih serius, jenjang pernikahan, masa pacaran, membangun keluarga muda, menjadi orangtua muda, menanggung kehidupan orangtua, dan mengejar karier. Belum lagi pilihan antara melanjutkan pendidikan dengan mengurus anak dan keluarga.

“Sukses secara usia adalah dengan bertumbuh sebagai manusia dewasa secara normal, dengan pemenuhan semua tugas tersebut. Jadi wajar jika ada perempuan yang merasa tertekan ketika saat usia dewasa belum juga menikah, misalnya. Perasaan ini normal, karena memang menjadi tugas perkembangan yang perlu dipenuhi dan tidak bisa dihindari,” papar Zoya, usai bincang-bincang bertema “How to Manage Our Stress” bersama majalah Intisari di Jakarta, Jumat (11/6/2010) lalu.

Alhasil, masalah perempuan yang kompleks ini membuat stres pada perempuan lebih tinggi. Ditambah lagi perempuan cenderung diposisikan secara sosial (peran gender), lebih subordinan, sehingga perempuan cenderung sulit mengontrol dirinya dan selalu mengandalkan orang lain.

“Perempuan cenderung melihat dirinya seperti seakan mengatakan bahwa I don’t deserve to be happy. Perempuan lebih melihat apa yang membahagiakan orang lain,” kata Zoya.

Penting dimengerti bagi perempuan, bahwa dia harus memiliki kontrol atas hidupnya. Mengontrol segala sesuatu yang bisa dikontrol, setidaknya dengan mengatakan bahwa ia juga berhak bahagia dengan pilihan-pilihannya.

“Kesadaran ini harus dibangun, dan jika sudah sadar harus bisa keluar dari keadaan. Berapa banyak perempuan yang menyadari ini namun tak berani keluar karena khawatir tidak ada lagi yang mau menyayanginya. Akhirnya bertahan dalam hubungan yang tidak sehat, seperti kekerasan dalam rumah tangga misalnya, atau dating violence, yang kemudian tetap saja berujung pada pernikahan,” tandas Zoya.

Anda pun bisa mengatasi stres dengan mengambil alih kontrol diri. Berani mencoba?

C1-10

Editor: din

Pengaturan Berat Badan Saat Hamil


KOMPAS.com – Saat hamil, Anda mungkin akan langsung berusaha memperbaiki pola hidup Anda. Dari yang suka begadang, kini berusaha tidur lebih teratur. Dari yang semula makan asal-asalan, kini lebih memperhatikan gizi yang seimbang.

Salah satu faktor penting dalam kehamilan, berkaitan dengan pola makan, adalah pengaturan berat badan.

Di Indonesia, berat badan ideal calon ibu saat mulai kehamilan, yaitu antara 45-65 kg. Jika kurang dari 45 kg, sebaiknya berat badan dinaikkan lebih dulu hingga mencapai 45 kg sebelum hamil. Begitu juga sebaliknya, bila berat badan lebih dari 65 kg, sebaiknya diturunkan sampai di bawah 65 kg sebelum hamil.

Kenapa harus begitu? Karena berat badan calon ibu yang kurang dari 45 kg atau lebih dari 65 kg akan membuat kehamilan menjadi berisiko, baik bagi janin, juga pada diri ibu sendiri. Berat badan calon ibu yang kurang (underweight) atau berlebih (overweight), sama-sama berisiko melahirkan bayi dengan berat badan kurang atau berat bayi lahir rendah (BBLR). Bayi dengan BBLR tentu besar kemungkinan akan terganggu pertumbuhan dan perkembangan kecerdasannya.

Ibu dengan BB berlebih bisa mengalami perdarahan atau keracunan kehamilan. Mula-mula tensi darah naik, bengkak di kaki, ginjal bermasalah, akhirnya keracunan kehamilan. Pun, saat bersalin kemungkinan terjadi komplikasi.

(Gazali Solahuddin/Tabloid Nakita)

Editor: din

35 queries