Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 

[X]


Bahaya Film Komedi Romantis

VIVAnews - Film komedi romantis adalah genre film yang banyak disukai kaum hawa. Ceritanya yang lucu dan romantis memang sangat menghibur. Tetapi, hiburan selama 90-120 menit tersebut ternyata bisa berdampak negatif pada hubungan cinta Anda dan pasangan. Hal itu menurut survei yang dilakukan pada 1.000 warga Australia.

Dari hasil survei diketahui hampir setengah partisipan mengungkap akhir cerita bahagia dari film komedi romantis telah merusak pandangan mereka tentang hubungan yang ideal. Satu dari empat responden mengatakan sekarang mereka ‘dipaksa’ untuk mengetahui apa yang dipikirkan pasangan.

Sedangkan, satu dari lima responden wanita mengharapkan bisa menerima hadiah atau bunga dari pasangan tanpa alasan istimewa.

“Percintaan dalam film komedi romantis menjadi isu universal bisa membuat wanita ‘kecanduan’ terhadap pemikiran ‘hidup bahagia selamanya’. Masalahnya, hal itu dapat memberikan dampak buruk yang mempengaruhi pandangan seseorang tentang hubungan sebenarnya dalam kehidupan nyata,” kata Gabrielle Morrissey, konselor hubungan asal Australia seperti dikutip dari NY Daily News.

“Hubungan cinta yang sebenarnya membutuhkan usaha dan kompromi. Hal itu lebih dibutuhkan daripada sebuket bunga atau hadiah sebagai tanda cinta,” katanya menambahkan.

Survei tersebut dilakukan oleh  Warner Home Video sebagai peluncuran film “Valentine’s Day” dalam kemasan DVD.

Baca juga: 10 Hal yang Bikin Pria Makin Cinta

 

 

 

 

• VIVAnews


Coca-Cola Kenalkan “Teman Imut”

VIVAnews - Sebagai brand minuman berkarbonasi yang sudah ada sejak abad ke-19, Coca Cola terus berinovasi, baik itu dari segi rasa maupun bentuk botolnya yang unik.

Perubahan botol serta kaleng produk ini kerap dilakukan setiap periode dan musim, menyambut beberapa aktivitas global seperti Olimpiade atau Piala Dunia.

Keunikan kontur botol mimuman ringan ini nyatanya sudah menggugah ribuan kolektor untuk mengoleksi dan memburunya. Tercatat di beberapa negara seperti Taiwan, Jepang, Kanada, serta Amerika Serikat, benda-benda yang berhubungan dengan Coca Cola dari masa ke masa telah masuk ke dalam museum bernama World of Coca Cola. Setiap tahunnya jutaan orang berkunjung ke museum ini.

Coca-Cola mulai diperkenalkan ke pasar Indonesia sejak tahun 1927 dan diproduksi secara lokal sejak 1932. Saat ini produk minuman ini sudah diproduksi di 10 pabrik pembotolan di seluruh Indonesia dan dipasarkan secara langsung maupun tidak langsung ke lebih dari 1 juta pelanggan.

Salah satu inovasi terbaru dari produk minuman ini di Indonesia adalah diluncurkannya kemasan botol plastik PET (Polyethylene Terephtalate) berukuran 250 ml yang mudah digenggam dan praktis dibawa ke mana pun. Rupanya peluncuran botol plastik baru ini merupakan jawaban atas meningkatnya aktivitas luar rumah yang sering dilakukan remaja perkotaan.

Dipasarkan dengan nama lokal yaitu “Teman Imut”, wajah baru minuman sepanjang masa ini memakai bahan plastik yang terbuat dari produk ramah lingkungan. Itu bagian dari upaya mendukung kampanye hijau yang kerap didengungkan.

Secara global tercatat Coca Cola dan anak perusahaannya merupakan produsen minuman berkarbonasi siap minum nomor satu di dunia. Melalui sistem distribusi minuman terbesar di dunia, konsumen minuman ini ada di lebih dari 200 negara dengan jumlah konsumsi mencapai 1,6 milyar per hari.

• VIVAnews


Makanan Paling Ekstrem di Dunia

VIVAnews - Pepatah berbunyi, sesuatu yang dianggap sampah adalah harta tak ternilai bagi orang lain, bisa saja benar. Makanan yang dianggap sangat lezat di suatu tempat boleh jadi menjadi mimpi buruk yang dianggap menjijikkan di belahan dunia lainnya.

Lidah sapi dan babi moncong ke kaki ayam, cacing goreng dan kaki katak hingga tumis siput adalah sebagian kecil makanan ‘ajaib’ yang bisa menghilangkan selera makan.  Namun, di beberapa negara bisa menjadi makanan khas bagi penduduknya.

Berikut daftar sepuluh makanan teraneh dari seluruh dunia.
 
10. Sandwich otak goreng

Sandwich otak goreng
Sebelum meluasnya era penyakit sapi gila, salah satu menu yang digandrungi di St Louis Missouri Amerika Serikat adalah roti dengan irisan tipis otak sapi goreng.  Kini, roti lapis dengan isian otak masih tersedia di Ohio River Valley, namun seringkali digantikan dengan roti hamburger.

Di Meksiko dan El Salvador, otak sapi dikenal dengan sebutan sesos dan digunakan sebagai bahan taco dan burrito. Otak memiliki tekstur lembek dan aroma yang sangat sedikit. Penambahan bumbu pedas sangat membantu menciptakan rasa.

9. Haggis

Haggis
Hidangan tradisional Skotlandia, yang disebut Haggis berasal dari daging hati, jantung dan paru-paru domba dicampur dengan bawang, rempah-rempah, oatmeal, garam dan kaldu. Semua bahan direbus dalam perut domba selama beberapa jam.

Larousse Gastronomique, ensiklopedia gastronomi populer  mengklaim Haggis memiliki tekstur lembut dengan rasa kacang yang gurih dan lezat. Makanan ini tersedia sepanjang tahun di supermarket Skotlandia dengan kemasan kaleng. Bahkan dengan alasan praktis, banyak yang tinggal dipanaskan sebelum dimakan. Menu serupa dapat ditemukan di beberapa negara Eropa lain dengan memanfaatkan daging sapi, kambing, atau babi sebagai pengganti domba.

8. Serangga

Serangga
Memakan serangga atau entomophagy cukup umum di berbagai belahan dunia, kecuali Amerika Utara dan Eropa. Tak sulit menemukan pedagang yang menjual belalang goreng, jangkrik, kalajengking, laba-laba dan cacing di jalan-jalan di Bangkok, Thailand.

Serangga merupakan sumber makanan tinggi protein dengan asam lemak dan vitamin yang penting bagi tubuh. Bahkan, tepung serangga sering digunakan untuk membuat chocolate chips.

7. Tiram Rocky Mountain

Tiram Rocky Mountain
Tiram yang satu ini bukan berasal dari laut, melainkan nama yang diberikan untuk testis goreng kerbau, sapi atau babi. Rocky Mountain tiram atau ‘Prairie Oysters’ adalah menu yang terkenal di wilayah tertentu AS dan Kanada. Biasanya, bahan makanan diperoleh dari peternakan. Testis dikupas, direbus, dan digiling dengan tepung lalu digoreng. Biasanya menu disajikan bersama saus koktail.

6.Unta Guling

Unta Guling
Resep unik suku Badui Arab merupakan resep terbesar yang tercatat di museum rekor dunia. Hidangan terdiri dari satu ekor unta utuh dengan memasukkan isi satu ekor domba dan 20 ekor ayam. Perut domba diisi telur dan beras, kemudian dipanggang hingga matang.

Bersambung…

• VIVAnews


Aroma Romantis Jessica Simpson

VIVAnews – Penyanyi dan aktris Hollywood Jessica Simpson kembali meluncurkan aroma parfum teranyar. Simpson merupakan salah seorang seleb dunia yang mengeluarkan aroma parfum sesuai kepribadiannya.

Parfum ‘Night Fancy’ menyajikan aroma sensual yang provokatif dan dapat mengungkapkan fitur romantis yang diambil dari kepribadian seorang Simpson. Parfum baru ini menambah koleksi parfum ‘Fancy’ Simpson.

Komposisi ‘Night Fancy’ lekat dengan aroma bunga-chypre. Pencipta aroma parfum, Steve de Mercado, mengungkapkan, sesuai dengan ide awal dari Simpson, parfum ini menyatukan aroma bergamot, papirus, nilam, mawar, dan melati yang mekar di malam hari.

Rencananya, aroma terbaru parfum Jessica Simpson akan dirilis dalam bentuk Eau de Parfum dalam kemasan botol 50 ml (seharga US$ 49) pada pertengahan musim panas mendatang. (umi)

• VIVAnews


Inovasi Tas Daur Ulang Menembus Ekspor


KOMPAS.com - Pasar ekspor sudah menjadi fokus utama dari awal kemunculan produk tas wanita dari Yogyakarta ini. Dengan label CS Bag ini, Clara Seiffi Emmy Pratiwi mengirim tas berbahan dasar alami seperti anyaman pandan berjumlah puluhan ribu item hingga ke Amerika. Kini, usahanya terus berkembang dengan tas daur ulang. Pasar lokal pun menjadi pangsa pasar yang ingin diraih CS Bag berikutnya. 

Sistem kemitraan sengaja dipilih pengusaha yang akrab disapa Emmy ini. Untuk bisnis ekspor yang harus melayani permintaan dari segi jumlah dan waktu pengerjaan, kemitraan lebih tepat untuk menjalankan bisnisnya. Karena pembayaran hanya dilakukan saat pengrajin mendapatkan pekerjaan atau sistem borongan.

Emmy memang cukup berpengalaman mengalami pasang-surut dalam bisnisnya. Namun kecintaannya pada produk fashion yang kerap masuk kategori handycraft ini membuatnya bertahan. Misalnya saja, bisnis tas ekspor ini semula dirintis pada tahun 1998 bersama tiga temannya. Namun sejak 2003, karena satu dan lain alasan, Emmy melanjutkan bisnisnya sendiri.

CS Bag kemudian berkembang dengan berbagai kreasi dan inovasi baru buatannya, termasuk tas daur ulang dari kertas koran, bungkus snack, dan kemasan pasta gigi. Sekitar 1200 pengrajin dari Yogyakarta, Pekalongan, Bali, dan Madura, terlibat dalam produksi tas CS Bag.

“Eksplorasi material recycle ini sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu, dengan dukungan workshop dari USAID. Workshop ini menggali pewarnaan, penggunaan bahan kimia yang ramah lingkungan, dan mencari material yang tepat,” papar Emmy kepada Kompas Female di sela Seminar Wanita Wirausaha BNI & Femina, di Four Seasons Hotel, Jakarta, Minggu (9/5/2010) lalu.

Kepekaan melihat pasar dan keberanian inovasi membekali Emmy mengembangkan bisnis tasnya. Kampanye eco friendly yang marak muncul sebagai bentuk keprihatinan atas lingkungan, memacu kreativitas Emmy untuk mempopulerkan varian terbarunya, tas daur ulang CS Bag.

Emmy meyakini varian baru ini mampu menarik minat pasar. Meski diakuinya, masih banyak konsumen yang menganggap remeh produk recycle karena materinya. Padahal menurutnya, teknik pengolahan mengedepankan kualitas. Hanya saja menurutnya tren dan rasa penghargaan atas produk ramah lingkungan belum populer.

Passion disertai kesabaran dan keyakinan menjadi modal Emmy untuk melanggengkan bisnisnya. Diakuinya, masa resesi ekonomi global sempat membuatnya merugi hingga Rp 3 milyar. Namun dukungan dari perbankan yang menjadi mitra bisnisnya, dirasakan sangat membantu. Tak sekadar saat bisnis sedang naik, namun juga saat mulai menurun karena pengaruh krisis. Tentu saja track record yang baik dalam berbisnis membangun kepercayaan bank atas CS Bag.

“Sejak 1998 menjalani bisnis ekspor, pengalaman penundaan pembayaran hingga satu tahun baru dialami sejak 2008 karena hantaman krisis ekonomi global. Penundaan pengiriman barang juga menyebabkan cancellation order,” papar Emmy.

Padahal menurutnya, usaha tas ekspor miliknya minim sekali menerima klaim. Kualitas dan ketepatan waktu pengiriman menjadi kunci keberhasilan bisnisnya lebih dari 10 tahun ini.

Minimal 10.000 item

Meskipun bisnisnya sempat merosot pada krisis 2008, namun sejak 2010 ini perempuan yang juga mengelola bisnis restoran ini mulai melihat kenaikan permintaan, terutama ekspor produk daur ulang. Sedangkan pasar lokal level menengah atas masih mengandalkan penjualan tas kulit.

“Harus ada pengorbanan, terutama subsidi keuangan dari personal dalam menyiasati krisis,” papar Emmy, meyakini bisnisnya mampu mencapai omzet hingga Rp 12 milyar dengan profit 30 persen seperti yang pernah dialaminya pada masa jaya tahun 1998 hingga 2002 silam.

Emmy memahami betul karakter pembeli dari produknya. Pembeli dengan partai besar atau grosir, dengan pemesanan setiap produk jumlah minimalnya 10.000 item. Sedangkan untuk pembeli ritel, CS Bag bekerjasama dengan brand dari Italia dan 25-30 butik. Pemesanan ritel untuk satu jenis produk maksumal 1.000 item. 

Untuk pasar lokal, Emmy menjalin kerjasama dengan outlet di sejumlah resor atau hotel bintang lima di Bali dan Yogyakarta. Bali tak hanya menjadi lokasi pemasaran yang menarik bagi Emmy. Saat kehabisan ide, terutama dalam desain produk, Bali menjadi tempat favoritnya. Selain mencari ide, tentu saja Bali merupakan tempat bertemunya berbagai kalangan dari berbagai negara, yang membuka kesempatan terbukanya peluang pasar lebih besar.

Di samping karakter pembeli, Emmy juga paham masa peak season penjualan produknya, yakni setiap September hingga Januari. Pemahaman pangsa pasar inilah yang membuat Emmy yakin mampu menembus pasar lokal dan internasional, untuk setiap inovasi produknya. Tentunya karena memang quality control atas setiap produk terjaga baik, sebaik hubungan yang dibina bersama para pengrajin Indonesia. 

C1-10

Editor: din


49 queries