Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 

[X]


Hikmah di Balik Peristiwa PHK

KOMPAS.com – Ketika Anda di-PHK, entah karena perampingan karyawan atau karena Anda membuat kesalahan, pasti ada kekacauan dalam diri Anda. Anda merasa diperlakukan tidak adil, dan wajar bila Anda merasa panik. Tiba-tiba, Anda kehilangan penghasilan, padahal Anda mungkin harus membantu suami menafkahi keluarga. Bila Anda masih lajang, bagaimana Anda harus membayar pinjaman mobil atau rumah yang sudah keburu Anda beli?

Segera mengambil tindakan untuk mencari pekerjaan lagi, tentu penting. Tetapi, jangan biarkan perasaan kesal berlarut-larut. Beri waktu pada diri Anda untuk berpikir. Pasti ada sesuatu yang bisa dipelajari dari pengalaman ini. Hal-hal di bawah ini mungkin perlu Anda pertimbangkan.

1. Kritikan atau teguran dari atasan mungkin ada benarnya
Anda mungkin tersinggung, dan marah, ketika menerima kritikan yang menurut Anda tidak sesuai dengan apa yang Anda alami. Namun, kritik yang paling membuat Anda marah biasanya adalah yang paling benar. Karena itu, tidak ada salahnya Anda berpikir lagi, apakah Anda sebenarnya pantas menerima teguran tersebut. Carilah teman yang Anda percayai, agar Anda bisa menceritakan dengan jujur situasi Anda tanpa merasa disalahkan. Mintalah masukan dari orang yang mampu bersikap obyektif ini. Pastikan Anda tidak membuat kesalahan yang sama di kantor Anda yang baru nanti.

2. Tak seorang pun bisa menghadapi PHK dengan tenang
Artinya, bila Anda kesal dan panik, Anda tidak sendiri. Sama seperti ketika diputuskan kekasih, di-PHK pun membuat hidup Anda berantakan. Mungkin Anda meninggalkan kantor dalam suasana yang kaku, namun jangan terburu-buru melakukan tindakan emosional yang akan memuaskan kemarahan Anda. Misalnya, mengirim SMS ke rekan-rekan kerja untuk mengatakan bahwa atasan telah bersikap tidak adil. Tindakan seperti ini biasanya hanya membuat Anda menyesal belakangan, karena reputasi Anda justru menjadi buruk di mata orang lain.

3. Karyawan yang baik pun bisa meninggalkan hubungan yang buruk dengan perusahaan
Semua orang bisa membuat kesalahan (termasuk perusahaan), karena itu karyawan yang paling cerdas, berbakat, dan berkomitmen pun bisa terjebak dalam situasi yang kurang baik. Bagaimanapun juga, kehilangan pekerjaan adalah salah satu problem hidup yang bisa terjadi pada siapa saja. Dengan di-PHK bukan berarti Anda tidak berharga untuk perusahaan tersebut. Pemecatan juga tidak perlu dianggap sebagai persoalan pribadi; atasan mungkin hanya melakukan tugasnya.

4. Jangan biarkan pengalaman itu menjatuhkan Anda
Berikan kesempatan pada diri Anda untuk merasa kesal atau menangis. Setelah puas, cobalah untuk menganalisa dan merefleksikan diri. Kemudian, hadapi kembali hidup Anda. Hal ini tidak mudah, dan Anda mungkin butuh waktu agak lama untuk memulihkan diri. Memaksa diri Anda untuk langsung bertahan bisa-bisa hanya membuat Anda makin kecewa. Ketika akhirnya Anda pulih, Anda akan menyadari bahwa yang terjadi bukanlah sesuatu yang bersifat pribadi.

5. Temukan kembali passion Anda
Begitu Anda siap, kirimkan kembali CV Anda ke berbagai perusahaan, hanya kali ini dengan diri Anda yang lebih matang. Bila mungkin, temukan karier yang sama sekali berbeda. Siapa yang tahu Anda justru diterima bekerja di perusahaan yang membuat Anda lebih berkembang, atau memungkinkan Anda untuk menggeluti hobi dan bakat Anda? Bobby Chinn, host acara World Cafe Asia, dulunya pialang di Wall Street sebelum akhirnya menemukan passion-nya di dunia kuliner dan masak-memasak. Ia kini memiliki restoran yang sukses di Hanoi. Anda ingin menirunya?

DIN

Editor: din

Sumber: Divine Caroline


10 Alasan SMS Lebih Baik daripada Telepon


KOMPAS.com – Meskipun operator ponsel berlomba-lomba memberikan tarif murah saat ini, tampaknya orang cenderung menggunakan SMS atau instant messaging untuk saling berkomunikasi. Dari segi waktu, mengirim pesan teks sebenarnya lebih lama dan tidak praktis. Meskipun demikian, SMS juga mempunyai banyak kelebihan, di antaranya:

1. Anda tidak perlu menghabiskan waktu dengan mengatakan, “Ehm… mm…” ketika kehilangan kata-kata.

2. Anda bisa tetap berkomunikasi sambil mengunyah keripik atau nasi uduk tanpa ditegur lawan bicara.

3. Anda tidak perlu melepaskan earphone yang sedang memperdengarkan lagu-lagu favorit Anda.

4. Tidak ada momen “dropped call” setiap beberapa menit, yang membuat Anda kesal karena dua menit terakhir ternyata Anda berbicara seorang diri.

5. Ketika lawan bicara melontarkan pertanyaan yang sulit atau membuat Anda jengkel, Anda bisa mengabaikannya beberapa saat. Kemudian, Anda baru menyusun kata-kata yang tepat.

6.  Anda tidak perlu mendengar lawan bicara Anda menjawab, “Enggak apa-apa, kok. Aku masih belum tidur (dengan suara baru bangun tidur)”.

7. Anda tidak perlu mendengarkan nada sambung dengan lagu-lagu yang tidak Anda sukai, ketika Anda menjadi pihak yang melakukan sambungan telepon.

8. SMS masih tersimpan di inbox selama beberapa lama, sehingga Anda masih bisa menyimpan informasi yang Anda anggap penting.

9. Anda tidak perlu terburu-buru membuka pesan saat terdengar ringtone-nya seperti ketika ada telepon masuk, dan panggilan keburu ditutup sebelum Anda sempat memencet tombol “OK”.

10. SMS selalu dikirim hanya untuk Anda, sehingga Anda tidak perlu memanggil-manggil orang lain atau mencarinya ke sana-kemari karena telepon yang masuk ditujukan untuknya.

DIN

Editor: din

Sumber: MORE


47 queries