Kenali “ganguan-gangguan” selama kehamilan
Ada beberapa gangguan kesehatan yang dapat mengintai ibu hami, ada yang sifatnya berat ada juga yang ringan. Namun, apapun gangguan tersebut bila tak dipahami dengan baik dapat menimbulkan kekhawatiran. Oleh karenanya, kenali ” musuh-musuh” tersebut.
ANEMIA
Gejala anemia meliputi : badan terasa lemah, pandangan berkunang-kunang, napas pendek. Untuk mengatasinya, konsultasikan kepada dokter, mungkin Anda perlu suplemen zat besi atau memperbaiki pola makan.
TROMBOSIS
Gangguan aliran darah pada daerah tungkai atau lazim disebut trombosis, dapat terjadi selama kehamilan. Pada kehamilan trimester terakhir, terjadi sedikit penurunan kecepatan aliran darah akibat adanya penekanan oleh janin pada pembuluh darah utama. Namun, tak perlu khawatir karena hanya satu persen dari kasus kehamilan mengalami trombosis vena. Jika dipandang perlu, dokter mungkin akan menyarankan ibu hamil untuk banyak istirahat.
PRE-EKLAMPSIA
Ini merupakan komplikasi kehamilan yang paling menakutkan dan paling berat. Seringkali terjadi pada kehamilan pertama dan biasanya bersifat bawaan atau keturunan.
Gejala pre-eklampsia :
1. Adanya protein di dalam air seni
2. Peningkatan tekanan darah
3. Pembengkakan (pada wajah, kaki dan bagian tubuh lain)
4. Terjadi pada usia kehamilan 20-40 minggu
EKLAMPSIA
Merupakan akibat lanjut dari pre-eklampsia, yang gejalanya meliputi :
- sakit kepala
- penglihatan buram/kabur
- kondisi ini hanya bisa diakhiri dengan mengeluarkan bayi dan plasenta secepatnya
TERLEPASNYA PLASENTA
Dalam bahasa medis dikenal dengan istilah abruptio placenta, yaitu kondisi dimana placenta terlepas dari tempatnya melekat (pada dinding rahim). Akibatnya, janin tidak lagi mendapat asupan makanan dari sang ibu. Komplikasi ini dialami oleh satu dari 80 kehamilan. penyebabnya antara lain karena :
- Turunnya tekanan darah
- Peningkatan tekanan darah
- Kurang gizi
Pada kondisi ini bayi harus segera dikeluarkan.
PLASENTA TURUN
Dalam bahasa medisnya dikenal sebagai placenta previa, yakni kondisi di mana plasenta terdapat di bawah rongga rahim, sehingga menutupi jalan lahir. Kondisi ini biasanya baru diketahui bila terjadi perdarahan dari vagina.
Dalam kondisi seperti ini biasanya ibu hamil disarankan untuk tirah baring hingga kehamilan berusia 36 minggu. Persalinan biasanya harus dilakukan lewat bedah caesar.
Waspada dan peka terhadap perubahan atau gejala yang tidak biasa perlu dilakukan oleh ibu hamil. Tidak perlu takut berlebihan, tapi jangan pula terlalu menganggap sepele. Cepat terdeteksi, cepat tertangani.
Langsing Dan Bugar Setelah Melahirkan
Setelah hamil dan melahirkan, berat badan seringkali menjadi momok bagi para wanita. Menjaga berat badan dengan mengontrol asupan, diikuti peningkatan aktivitas fisik, menjadi rumus dasar diet sehat. Prinsipnya, menyeimbangkan kalori masuk dan kalori yang keluar. Harvard Medical School merekomendasikan panduan diet sehat. Anda bisa mengaplikasikannya jika ingin tubuh bugar dan berat badan ideal.
Mengurangi tujuh asupan:
1. Garam
Kurangi asupan garam. Sebaiknya asupan garam kurang dari 2.300 miligram per hari. Asupan garam juga perlu dikurangi bagi mereka yang berusia di atas 51 tahun, dengan batasan 1.500 miligram per hari.
2. Kalori
Kurangi konsumsi kalori dari asam lemak jenuh. Hanya konsumsi asam lemak jenuh kurang dari 10 persen per hari. Sebaiknya perbanyak konsumsi asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak tak jenuh ganda.
3. Lemak
Kurangi asupan lemak. Pastikan Anda mengasup lemak kurang dari 300 miligram per hari. Batasi konsumsi daging merah. Lemak tidak jenuh yang baik bagi kesehatan dapat diperoleh dari ikan (khususnya tuna dan salmon), alpukat, minyak zaitun, minyak jagung, kacang tanah, minyak biji aprikot, atau minyak bunga matahari.
4. Asam lemak trans
Pastikan asupan asam lemak trans rendah setiap hari. Kentang goreng, misalnya, mengandung asam lemak trans.
5. Gula
Kurangi asupan kalori dari konsumsi gula. Batasi asupan gula 3-5 sendok makan setiap hari.
6. Makanan manis
Batasi konsumsi makan-makanan dengan kandungan gula tinggi.
7. Alkohol
Batasi juga konsumsi alkohol. Batasi konsumsi alkohol sekali per hari untuk perempuan atau dua kali per hari untuk laki-laki.
Menambah delapan nutrisi:
1. Pastikan kalori tercukupi
Asup makanan secara bervariasi, namun pastikan kalori tak berlebihan.
2. Sayur dan buah
Konsumsilah buah dan sayuran secara bervariasi, jenis dan warna. Utamakan makan sayur warna hijau, merah, dan oranye, tambahkan juga buah serta kacang-kacangan.
3. Kacang-kacangan
Konsumsi setidaknya setengah porsi dari ragam biji-bijian. Masukkan asupan kacang-kacangan dalam menu harian.
4. Susu rendah lemak
Tingkatkan asupan susu rendah atau bebas lemak, serta produk olahan susu seperti yoghurt, keju, dan susu kedelai.
5. Makanan berprotein
Variasikan asupan makanan berprotein, seperti seafood, daging tanpa lemak (seperti bagian dada ayam dengan kandungan lemak rendah), unggas, telur, kacang polong, produk kedelai, dan kacang-kacangan.
6. Seafood
Pilih seafood daripada daging-dagingan dalam asupan harian.
7. Protein rendah lemak
Pilih makanan dengan kandungan protein rendah lemak dan rendah kalori.
8. Minyak sayur
Untuk memasak, pilih minyak sayur untuk mengurangi asupan lemak jenuh dalam makanan.
Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak
Memiliki anak dengan tumbuh kembang optimal adalah dambaan setiap orang tua. Untuk mewujudkannya tentu saja orang tua harus selalu memperhatikannya, mengawasi dan merawat secara seksama.
Tumbuh kembang mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda,tetapi sulit untuk dipisahkan. Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah pertumbuhan dalam skala besar, jumlah atau ukura. Sedangkan perkembangan (development) berkaitan dengan pematangan dan penambahan kemampuan fungsi organ atau individu.
Secara umum terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang anak :
- Faktor Genetik ; faktor yang menentukan sifat bawaan anak. Kemampuan anak merupakan cirri khas yang di tutunkan dari orang tuanya.
- Faktor Lingkungan: tempat dimana anak itu tumbuh, dimana lingkungan yang baik akan menunjang tumbuh kembang anak, sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan menghambat tumbuh kembang anak.
Kebutuhan Dasar anak untuk tumbuh kembang secara umum adalah:
- Asuh ( kebutuhan fisik-biomedis): menyangkut asupan gizi anak selama dalam kandungan dan sesudahnya, kebutuhan tempat tinggal dan perawatan kesehatan dini berupa imunisasi.
- Asih ( kebutuhan emosional) : kasih sayang dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik maupun mental
- Asah ( kebutuhan akan stimulasi mental dini): stimulasi mental mengembangkan perkembangan kecerdasan, kemandirian, kreaktivitas, agama, kepribadian, moral etika.
Beberapa tingkat perkembangan yang harus dicapai anak pada umur tertentu:
4-6 minggu: tersenyum spontan.
12-16 minggu : menegakkan kepala, tengkurap sendiri, menoleh ke arah suara, dapat memegang benda.
20 minggu : dapat meraih benda
26 minggu : dapat meminahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya, duduk sendiri, makan biscuit sendiri
9-10 bulan : dapat menunjuk dengan jari, merangkak, bersuara da…da….da…
13-15 bulan : berjalan dengan bantuan, mengucapkan kata-kata tunggal, minum dengan gelas sendiri, mencoret-coret.
Punya Sahabat Biar Tetap Sehat
TEMPO Interaktif, Memiliki hubungan sosial yang baik–seperti dengan teman, pernikahan, atau anak–sama baiknya untuk menjaga kesehatan, seperti halnya dengan berhenti merokok, menurunkan berat badan, atau bahkan makan obat. Demikian hasil penelitian di Amerika Serikat dua pekan lalu.
Orang dengan hubungan sosial yang kuat akan 50 persen lebih panjang umur dibanding mereka yang tanpa dukungan hubungan ini. Inilah kesimpulan temuan tim dari Brigham Young University di Utah. “Efek buruknya hubungan sosial sama dengan menghirup 15 batang rokok per hari,” kata Julianne Holt-Lunstad, psikolog yang memimpin penelitian itu.
Tim Holt-Lunstad melakukan analisis terhadap sejumlah penelitian tentang efek hubungan sosial pada kesehatan. Mereka menganalisis 148 penelitian terhadap lebih dari 308 ribu orang yang kehidupannya diikuti selama rata-rata selama tujuh setengah tahun. Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal PLos Medicine terbitan Public Library of Science.
Penelitian ini mengukur hubungan sosial dengan beberapa jalan. Seperti yang sederhana, melihat ukuran hubungan sosial yang dimiliki seseorang, misalnya apakah orang tersebut menikah atau tinggal sendirian. Penilaian juga dilihat dari persepsi seseorang, apakah mereka merasa akan ada orang lain yang akan membantunya saat mereka butuh pertolongan. Penilaian lain diambil dari seberapa kuat seseorang terlibat dalam komunitasnya. Hasil penelitian ini kemudian dicek silang dengan usia, jenis kelamin, status kesehatan, dan penyebab kematian saat orang tersebut meninggal.
Memiliki hubungan sosial yang buruk ternyata setara dengan menjadi pecandu alkohol. Ini lebih membahayakan dibanding tidak berolahraga dan dua kali lebih berbahaya dibanding obesitas atau kelebihan berat badan.
Tak memiliki hubungan sosial punya dampak yang lebih besar untuk kematian muda dibanding tidak melakukan vaksinasi untuk mencegah pneumonia atau radang paru-paru di usia muda, tidak mengkonsumsi obat tekanan darah tinggi, atau terpapar udara berpolusi.
“Saya tentu saja bukan menganggap remeh berbagai faktor risiko lain karena tentu saja ini penting untuk menjaga kesehatan,” kata Holt-Lunstad. “Tapi kita perlu menganggap masalah hubungan sosial sebagai sesuatu yang serius juga.”
Memang tak mudah untuk tiba-tiba saja menyuruh orang untuk punya sahabat atau tidak. Tapi menurut Holt-Lundstad, ada sejumlah bukti yang menyatakan bahwa menggaji orang untuk menemani seseorang sebagai pengurus tidak termasuk dalam upaya meningkatkan kesehatan. Misalnya pada kelompok usia lanjut yang mendapatkan seorang perawat, yang digaji anak-anaknya, untuk mengurusi mereka. “Alaminya, menjalin hubungan sangat berbeda dengan mendapatkan dukungan dari seseorang yang dibayar untuk tujuan itu,” kata Holt-Lunstad.
Lalu bagaimana kehidupan sosial kita bisa mempengaruhi kesehatan kita? Holt-Lunstad menjelaskan, keberadaan orang yang dekat secara emosional di sekeliling kitalah yang membuat kita mampu menghadapi stres hidup–sesuatu yang diketahui bisa menyebabkan kematian jika tak tertahankan.
“Saat kita menghadapi kejadian yang potensial menimbulkan stres dalam hidup kita, kita tahu bahwa ada orang-orang di sekeliling kita yang bisa kita andalkan. Ini menjadikan kita percaya bahwa mereka akan membuat kita mampu menghadapinya. Bisa juga keberadaan mereka mencegah berbagai efek negatif dari stres,” kata Holt-Lunstad.
Sahabat atau orang dekat juga bisa mendorong berbagai perilaku sehat–juga tak sehat–yang bisa mempengaruhi hidup. Misalnya, teman kita mungkin bisa mengingatkan untuk makan lebih baik, berolahraga, cukup tidur, atau mengunjungi dokter. Memiliki hubungan sosial juga memberi arti dalam hidup kita dan mungkin mempengaruhi kita untuk menjaga diri kita lebih baik.
| UTAMI WIDOWATI | REUTERS | LIVESCIENCE | BE
Sehat Itu Rasanya:
-Merasa puas dalam menjalani hidup.
-Punya semangat menjalani hidup dan bisa tertawa dan bersenang-senang.
-Mampu menghadapi stres dan mengatasi kesulitan hidup.
-Merasa punya arti dan tujuan dalam hidup, baik dalam tiap aktivitas atau hubungan sosial.
-Punya kelenturan untuk mempelajari hal-hal baru dan beradaptasi dengan perubahan.
-Seimbang dalam bekerja, bermain, beristirahat, dan beraktivitas lainnya.
-Mampu membangun dan mempertahankan hubungan yang saling memuaskan dengan pasangan.
-Punya kepercayaan diri yang tinggi dan citra diri yang baik.
Ayo Mencari Teman
-Sesekali berpalinglah dari televisi, layar komputer, dan layar ponsel. Jangan ganti persahabatan nyata dengan yang sifatnya virtual.
-Luangkan waktu beberapa jam dalam sehari untuk kontak bertemu wajah dengan orang-orang yang disukai. Pilih teman, tetangga, kerabat, atau anggota keluarga yang seirama dan punya pandangan yang positif pada Anda.
-Ikuti kegiatan sosial yang bersifat sukarela. Lakukan sesuatu yang bisa menolong orang lain yang membutuhkan.
-Ikuti berbagai kegiatan yang memberi peluang bertemu dengan berbagai macam manusia yang mungkin punya selera dan minat yang sama dengan Anda, orang yang berpotensi menjadi teman Anda.
| BERBAGAI SUMBER
Pentingnya Memeriksakan Darah
VIVAnews - Melalui pemeriksaan darah, penyakit atau gangguan yang Anda alami dapat terdeteksi lebih cepat. Untuk itu, melakukan pemeriksaan darah secara rutin sangat dianjurkan. Lalu seberapa rutin seharusnya pemeriksaan darah dilakukan ?
Seperti dikutip dari Method Self Healing.com, bagi Anda yang tidak memiliki riwayat penyakit berat, pemeriksaan darah sebaiknya dilakukan sekali dalam setahun. Hal ini harus dilakukan pada waktu yang sama tiap tahunnya. Sebelum melakukannya Anda memang harus berkonsultasi dulu dengan dokter, akan sangat baik jika Anda melakukannya bersamaan dengan medical check-up tahunan.
Lalu, bagi yang memiliki riwayat penyakit, pemeriksaan darah harus dilakukan lebih sering. Untuk frekuensinya, tergantung dengan kondisi kesehatan Anda. Jika seseorang mengonsumsi obat dalam jangka waktu panjang, tes darah bisa dilakukan setiap enam atau tujuh minggu. Ini untuk melihat bagaimana efek pengobatan terhadap tubuh Anda.
Dokter mungkin dapat meminta tes darah khusus berdasarkan gejala-gejala yang Anda miliki, dalam kondisi fisik tahunan. Untuk pemeriksaan, kemungkinan besar terkait gula darah, masalah tiroid, elektrolit darah, dan tentu saja jumlah sel-sel darah merah dan putih.
Kadar kolesterol darah juga harus diperiksa. Tergantung pada usia, dokter mungkin akan melakukan tes tambahan yang dapat dilakukan dengan sampel darah.
• VIVAnews
KB Suntik Bikin Bau Badan?
KOMPAS.com – Entahlah apakah Anda merasa mengalaminya, namun sebuah studi baru mengungkapkan bahwa perempuan yang menggunakan alat kontrasepsi membuat penampilannya kurang menarik. Dikhawatirkan, hal ini bikin pasangan jadi kurang hangat. Payah deh.
Metode kontrasepsi yang diperkirakan memberikan efek semacam ini adalah KB suntik, yang dapat mempengaruhi aroma tubuh perempuan. Penemuan ini diperoleh setelah dilakukan pengujian terhadap 12 lemur betina (binatang dari rumpun primata yang ekornya belang-belang) di Madagaskar.
Setiap bulan, hewan-hewan ini diberi injeksi dengan satu dari suntikan KB paling laris, yang biasa disebut Depo-Provera. Selama pengujian tersebut, hasilnya menunjukkan bahwa lemur mengeluarkan molekul bau-bauan yang berbeda, dan sesudahnya “ditolak” oleh lemur jantan dalam kelompoknya.
Tentang hal ini, penulis studi Prof Christine Drea kini sedang mempertimbangkan apakah pria pun bisa dipengaruhi oleh aroma tubuh pasangannya, dengan cara yang sama dengan penelitian terhadap lemur tadi. Peluangnya sih ada, karena kelompok kampanye kesehatan Inggris yang bernama Wellbeing of Women ternyata setuju bahwa aroma tubuh memainkan peran penting dalam interaksi manusia.
“Pengaruh pheromone (hormon pengikat pria) pada manusia tidak bisa diremehkan,” begitu menurut juru bicara Wellbeing of Women.
Meskipun demikian, menurut sang juru bicara, berhubung penelitian ini baru dilakukan terhadap binatang, untuk menguji hipotesa tersebut jelas perlu dilakukan penelitian lanjutan terhadap manusia.
Para pakar Inggris pun segera meminta agar penelitian lanjutan segera dilaksanakan. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, mereka juga menyarankan perempuan untuk memperhatikan perawatan diri saat menggunakan alat kontrasepsi hormonal. Pihak Wellbeing of Women sendiri juga mendesak perempuan untuk mendiskusikan risiko, manfaat, dan pilihan-pilihan alat KB-nya dengan dokter.
DIN
Editor: din
Sumber: Marie Claire
Banyak Teman, Kunci Menuju Sehat
TEMPO Interaktif, Washington – Memiliki hubungan sosial yang baik – dengan teman, dalam pernikahan, atau dengan anak – sama pentingnya untuk kesehatan seperti berhenti merokok, mengurangi berat badan, serta melakukan pengobatan.
Penelitian di Brigham Young University di Utah, Amerika Serikat menyimpulkan bahwa orang yang memiliki hubungan sosial yang kuat akan 50 persen terhindar dari kematian dini dibandingkan orang yang tidak mendapat dukungan dalam lingkungan sosialnya.
Para peneliti itu menyarankan para pembuat kebijakan untuk mencari cara untuk membantu orang memelihara hubungan sosial sebagai cara untuk tetap sehat. “Kurangnya hubungan sosial setara dengan merokok lebih dari 15 batang sehari,” kata psikolog Julianne Holt-Lunstad yang memimpin penelitian.
Tim Julianne melakukan analisis meta yang menguji hubungan sosial dan efeknya terhadap kesehatan. Mereka meneliti 148 kasus yang meliputi 308.000 orang untuk dianalisis.
Penelitian itu juga menghasilkan kesimpulan bahwa memiliki tingkat hubungan sosial yang rendah juga setara dengan menjadi alkoholik, lebih berbahaya daripada tidak berolahraga, dan dua kali lebih berbahaya daripada obesitas.
Hubungan sosial memiliki dampak yang lebih besar pada kematian dini dibandingkan dengan mendapatkan vaksin dewasa untuk penyakit paru-paru. Memiliki hubungan sosial yang baik juga lebih menyehatkan dibandingkan meminum obat untuk menjaga tekanan darah dan jauh lebih penting dibandingkan menghindari polusi udara.
Fanny Febiana | MSNBC
Mengapa Usia Wanita Jepang Paling Panjang
VIVAnews - Wanita Jepang menempati peringkat pertama usia paling panjang di dunia dengan harapan hidup mencapai hampir 86,5 tahun. Wanita Jepang memegang rekor usia paling panjang di dunia selama 25 tahun berturut-turut.
Data statistik Departemen Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang 2009 menunjukkan, dibandingkan tahun sebelumnya, masa hidup wanita Jepang rata-rata meningkat hampir lima bulan menjadi 86,44 tahun.
Sedangkan masa hidup pria Jepang rata-rata meningkat hampir empat bulan menjadi 79,59 tahun. Angka ini menempati urutan kelima dalam daftar usia pria paling panjang di dunia, menurun dari peringkat keempat pada tahun sebelumnya.
Umur panjang di Jepang mencerminkan perawatan medis yang membaik dan standar hidup yang tinggi. Namun, kenaikan angka harapan hidup itu tak disertai dengan kenaikan angka kelahiran. Proporsi kelompok lanjut usia di negara ini lebih tinggi dibandingkan kelompok anak.
Meningkatnya angka bunuh diri di kalangan orang dewasa diduga menjadi penyebab menurunnya harapan hidup di kalangan pria Jepang. Bunuh diri, kejahatan, dan alkoholisme di kalangan warga dewasa mulai berkembang karena penghasilan rendah dan kesempatan kerja yang tak stabil.
Sementara itu, angka harapan hidup wanita Hong Kong menempati urutan kedua dengan usia 86,1 tahun. Disusul wanita Prancis pada urutan ketiga dengan harapan hidup 84,5 tahun dan Swiss 84,4 tahun.
Untuk pria, Qatar menduduki peringkat pertama dengan harapan hidup 81 tahun, diikuti Hong Kong 79,8 tahun. Islandia dan Swiss berbagi tempat ketiga dengan 79,7 tahun.
Sedangkan angka harapan hidup di Amerika Serikat adalah 80,4 tahun untuk wanita dan 75,4 tahun untuk pria. Secara umum, wanita memiliki harapan hidup lebih lama dibandingkan laki-laki.(np)
Baca juga: Mau Panjang Umur? Nikahi Daun Muda & Mengapa Wanita Asia Terlihat Lebih Muda
• VIVAnews
Pergi Ke Hutan Dapat menyehatkan Tubuh
TEMPO Interaktif, Finlandia – “Banyak orang merasa rileks dan enak ketika mereka pergi ke luar dan menyatu dengan alam,” kata Dr. Eeva Karjalainen dari Lembaga Riset Hutan Finlandia. “Namun tidak banyak yang tahu bahwa penelitian ilmiah membuktikan adanya efek penyembuhan dari alam.”
Hutan, dan juga tempat alami hijau lainnya, dapat mengurangi stress, meningkatkan mood, mengurangi rasa marah dan agresivitas, dan meningkatkan kegembiraan. Berwisata ke hutan juga dapat memperkuat sistem imun kita dengan meningkatkan aktivitas dan merusak sejumlah sel kanker
Banyak penelitian menunjukkan tingkat stress-tergantung situasi- dapat disembuhkan lebih cepat di lingkungan alam terbuka dibanding di kota. Tekanan darah, detak jantung, tekanan otot, dan hormon stres akan menurun lebih cepat di alam terbuka. Depresi, kemarahan, dan agresivitas akan berkurang di lingkungan hijau.
“Memelihara area hijau dan pohon di kota sangat penting untuk menolong orang sembuh dari stres, memelihara kesehatan, dan menyembuhkan penyakit. Ada juga nilai ekonomis dalam mempekerjakan orang dan mengurangi biaya perawatan kesehatan,” kata Eeva.
Fanny Febiana/Science Daily
Berita Lain tentang Kaitan antara Taman Hijau dan Kesehatan:
Bermain 5 Menit di Taman Hijau, Sehatkan Mental
Aktivitas Fisik Mengurangi Risiko Menurunnya Kognitif
TEMPO Interaktif, Maryland – Perempuan yang aktif secara fisik pada setiap tahap kehidupannya (remaja, usia 30 tahun, umur 50, usia lanjut) memiliki risiko yang lebih rendah terkena kerusakan kognitif pada masa tuanya, dibandingkan dengan yang tidak aktif. Namun aktivitas fisik saat remaja tampaknya paling penting. Ini adalah temuan kunci dari penelitian yang melibatkan lebih dari sembilan ribu perempuan.
Hasil penelitian dipublikasikan Journal of the American Geriatrics Society edisi 30 Juni 2010, sebagaimana dikutip ScienceDaily 30 Juni 2010.
Ada semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa orang-orang yang aktif secara fisik pada pertengahan dan akhir kehidupannya memiliki kesempatan yang lebih rendah dan lebih kecil terkena demensia–sebuah bentuk penurunan kognitif pada usia tua.
Para peneliti yang dipimpin oleh Laura Middleton, PhD, dari Pusat Ilmu Kesehatan Sunnybrook, Kanada, membandingkan aktivitas fisik dan kognisi pada remaja, usia 30 tahun, usia 50, dan usia lanjut dari 9.344 perempuan dari Maryland, Minnesota, Oregon dan Pennsylvania, untuk meneliti efektivitas aktivitas pada tahap kehidupan yang berbeda.
“Studi kami menunjukkan bahwa perempuan yang aktif secara fisik secara teratur pada usia berapa pun memiliki risiko yang lebih rendah terkena penurunan kognitif daripada mereka yang tidak aktif, tapi aktif secara fisik pada usia remaja yang paling penting dalam mencegah kerusakan kognitif,” kata Middleton.
Para peneliti juga menemukan bahwa wanita yang secara fisik tidak aktif pada saat remaja tetapi menjadi aktif secara fisik pada usia 30 dan usia 50 tahun secara signifikan mengurangi kemungkinan kerusakan kognitif.
Middleton menambahkan, “Sebagai hasilnya, untuk meminimalkan risiko demensia, kegiatan fisik harus didorong sejak dini.”
ScienceDaily/NgartoF







