ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Kesehatan Telinga Anak

Kesehatan telinga anak  adalah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh orang tua. Karena jika kesehatan pada telinga anak tidak diperhatikan maka akan menyebabkan tersumbatnya telinga itu sendiri oleh tumpukan kotoran sehingga akan mengganggu pendengaran itu sendiri.

Hanya saja, yang patut menjadi perhatian berikutnya adalah bagaimana membersihkan telinga itu sendiri. Jangan sampai niat untuk membersihkan telinga anak namun ketika dilakukan dengan hal yang kurang tepat malah hanya akan membuat telinga anak mengalami infeksi atau luka.

Untuk itu, orang tua haruslah mengerti cara menjaga kesehatan telinga anak yang salah satunya adalah dengan membersihkan telinga. Cara membersihkan telinga haruslah dilakukan dengan begitu halus dan lembut agar tidak sampai melukai telinga yang notabene adalah bagian yang sangat rentan atau sensitif.

Membersihkan telinga anak dapat dengan menggunakan cotton buds khusus untuk membersihkan telinga atau yang memang sangat halus. Jika ditemukan kotoran yang kering maka dapat digunakan sejeni sminyak seperti baby oil ataupun minyak kelapa. Hanya saja, pemberian minyak diberikan di ujung dari cotton buds bukan ‘disiramkan’ kelubang telinga anak. Karena hanya akan menyumbat telinga itu sendiri.

Dalam membersihkan diupayakan dengan sangat halus. Dan yang paling penting adalah jangan sampai cutton buds dimasukan terlalu dalam ke liang telinga. Cotton buds cukup untuk dioleskan dengan sangat lembut ke cuping telinga dan bagian luar dari liang telinga.

Untuk kotoran yang berada di dalam liang telinga, orang tua tidak perlu merasa khawatir akan hal tersebut. Karena kotoran telinga ini akan keluar dengan sendirinya. Kotoran ini akan terbantu untuk menyembul keluar ketika anak sedang mengunyah makanan. Pada saat anak mengunyah makanan maka secara tidak disadari akan menggerakan rahang mereka.

Dan kemudian ketika rahang ini bergerak maka akan mendorong bagin depan dari telinga dan membuat kotoran yang ada di dalam telinga mengalir keluar dengan sendiri. Inilah tindakan alami yang ada dan telah dirancang Tuhan untuk membersihkan telinga dengan sendirinya.

Jadi memang diusahakan untuk tidak membersihkan telinga sampai ke bagian liang yang dalam. Justru jika hal ini dilakukan maka hanya akan mendorong kotoran untuk masuk lebih dalam ke liang telinga itu sendiri.

Juga tidak membersihkan telinga dengan tenaga yang sangat kuat dari orang tua, walaupun dikira hanya ketika membersihkan bagian luar atau cuping dari telinga. Karena goseran yang keras saja akan dapat untuk melukai telinga anak.

Membersihkan kotoran ini memang harus dilakukan dengan sangat cermat dan juga rutin. Jika tidak maka kotoran akan mengeras dan sulit untuk dikeluarkan. Pada keadaan ini maka kotoran yang menyumpal ini hanya bisa untuk dikeluarkan oleh dokter spesialis THT.

Maka dari itu, memperhatikan kesehatan telinga anak adalah hal penting dan harus dilakukan dengan cermat dan teliti.

Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

Hamil adalah proses mengandung bayi dalam rahim yang hanya dapat dilakukan oleh para wanita. Pada saat hamil semua yang dikonsumsi ibu juga akan dikonsumsi oleh si buah hati yang ada di dalam kandungan. Maka dari itu perlu diperhatikan soal Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil. Disini kita akan sedikit mengulas apa sajakah yang disebut makanan sehat bagi ibu yang sedang dalam keadaan hamil. Agar ibu-ibu dirumah yang sedang hamil dapat mempraktekkannya demi kesehatan si calon buah hati.

Makanan sehat bagi ibu yang sedang dalam keadaan hamil dianjurkan yang memiliki banyak kandungan gizi. Aneka macam sup dapat dijadikan sebagai pilihan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil. Seperti yang kita ketahui bahwa terdapat berbagai macam sup, mulai dari sup kacang-kacangan hingga sup daging. Varian sup dapat dikombinasikan, contohnya memasukkan sayur sayuran ke dalam sup daging. Alhasil selain protein hewani yang didapat ibu juga memperoleh vitamin dan protein nabati yang terdapat dalam sayu mayur. Selain sup, ibu hamil juga dapat mengkonsumsi salad baik salad buah atau salad sayur. Hal ini untuk mencukui kebutuhan vitamin dan protein hewani yang berguna untuk si buah hati yang ada dalam kandungan. Penggantian menu juga peru dilakkan secara berkala, utuk mengantisipasi kejenuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi makanan tertentu. Seperti yang kita ketahui ibu hamil sangat pilih-pilih makanan sehingga pemberian makanan bergizi yang bervariasi akan membantu ibu hamil untuk mau mengkonsumsi makanan bergizi. Sangat tidak diharapkan apabila ibu hamil merasa jenuh terhadap suatu makanan dan akhirnya membatasi diri untuk mengkonsumsi makanan lainnya. Hal ini dapt merugikan kesehatan ibu dan si buah hati.

Selain asupan gizi berupa makanan padat, ibu hamiljuga membutuhkan asupan gizi dari apa yang diminumnya. Sekarang makin banyak susu formula untuk ibu hamil yang dikatakan memiliki kandungan gizi yang baik untuk pembentukan otak sibuah hati. Namun para bu hamil tidak wajib untuk mengkonsumsi susu formula tersebut bahkan bagi yang sudah mengkonsumsi baiknya dibatasi. Karena mengingat susu formula adalah buata pabrik yang juga pasti mengandung bahan kimia. Lebih baik para ibu hamil mengkonsumsi susu alami.

Ibu hamil juga mengeluarkan juga mengeluarkan banyak tenaga karena seain harus membawa diri sendiri juga harus membawa si buah hati yang ada dalam kandungan. Untuk mengganti tenaga yang dikeluarkan, para ibu hamil disarankan mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Karbohidrat sebagai pembaru tenaga dapat ditemukan pada nasi. Lebih baiknya para ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi nasi merah. Karena nasi merah selain lebih banyak mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, juga memiliki keunggulan lain daripada nasi putih. Salah satunya adalah sedikitnya kadargula yang terkandung didalamnya. Ini dapat mengurangi tingkat gula darah pada ibu yang sedang hamil yang biasanyah tingkat gula darahnya terbilang tinggi.

Kebutuhan Nutrisi pada Bayi

Seperti yang kita tahu, perkembangan bayi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Jika seorang bayi memiliki asupan gizi yang cukup, maka tumbuh kembang bayi pun akan terlihat sempurna. Perkembangan berat badan bayi juga merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan. Jika pada usia tertentu, bayi belum memenuhi berat badan yang sudah ditentukan oleh ahli kesehatan, anda harus memberikan asupan gizi yang lebih. kebutuhan nutrisi pada bayi usia 0-6 bulan, asupan gizi bayi hanya di dapatkan dari ASI atau air susu ibu. Selain itu, ada asupan gizi tambahan selain ASI, seperti susu formula. Susu formula ini merupakan asupan gizi tambahan jika anda sebagai wanita karir tidak bisa memberikan asupan ASI selama 24 jam.

Jika seorang bayi sudah memasuki usia 6 bulan, bayi boleh mendapatkan asupan gizi tambahan. Pada usia ini, bayi bisa diberi makanan tambahan yakni berupa bubur. Bubur yang diberikan kepada bayi usia 6 bulan merupakan bubur bayi tahap awal. Jadi, bubur bayi yang dikonsumsi oleh bayi usia 6 bulan merupakan bubur bayi yang sangat halus. Tidak jarang para bayi masih merasa kesusahan untuk mencerna bubur bayi tahap pertama ini. Jadi, untuk membuat bayi ini terbiasa megonsumsi bubur bayi, maka biasanya, ibu membuat bubur seperti susu. Jadi, tekstur pertama yang dirasakan bayi tidak akan begitu berbeda dengan susu.

Kemudian, jika seorang bayi sudah berhasil untuk mengonsumsi bubur cair, maka anda bisa mulai memberikan asupan gizi lebih banyak dengan membuat buburnya lebih padat. Jika seorang bayi sudah memasuki usia 8 bulan, maka bayi anda bisa diberikan nutrisi yang lebih banyak dengan memberikan makanan bubur halus buatan sendiri. Bubur halus buatan sendiri bisa dibuat dari nasi, sayur, dan juga daging yang dihaluskan dan diambil sarinya. Kemudian, anda juga harus tahu, bahwa makanan ini lebih sehat dan lebih mengandung banyak gizi daripada bubur tim instan yang anda beli di pasaran. Sekalipun bubur ini memiliki banyak rasa, belum tentu gizi yang diberikana akan sama dengan bubur buatan sendiri.

Kemudian, jika bayi anda sudah berumur lebih dari satu tahun, ana harus tahu bahwa anda harus memberikan berbagai rasa makanan. Hal ini dilakukan agar bayi anda tidak mengalami alergi. Kemudian, anda harus tahu bahwa pembrian sari buah dan juga iskuit juga bisa menjadi asupan gizi tambahan untuk bayi anda. Selamat mencoba untuk memberikan makanan yang trbaik bagi putra putri anda tentunya yang alami dan tidak memiliki banyak pengawet. Karena seperti yang kita tahu, pengawet akan memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan jangka panjang bayi anda.

Pendidikan Sejak dalam Kandungan

Setiap orang tua—lazimnya—mengharapkan anak-anaknya kelak dapat meraih keberhasilan dalam hidup dengan masa depan yang begitu cemerlang, kesuksesan itu, bisa dipastikan sejak awal dengan mengoptimalkan pendidikan sejak dalam kandungan. Sesuai degan hasil penelitian ilmiah, mendidik anak dalam hal rasio dan rohanisejak masih dalam kandungan terbukti memberikan hasil yang positif bagi perkembangan anak setelah lahir kelak.

Semata demi cerahnya masa depan anak, ibu bisa memberikan pendidikan sejak dalam kandungan yang bisa dilakukan secara langsung maupun tidak langsung yaitu melalui makanan, belajar berbagai hal pada berbagai bidang, memperdengarkan musik, dan membacakan cerita. Menyantap makanan yang kaya gizi, protein, dan vitamin, contohnya mengonsumsi ikan salmon dan kurma secara teratur. Ibu yang belajar—layaknya anak sekolah—secara mandiri atau mengikuti kursus beragam bidang juga secara tidak langsung mendidik janin, secara khusus lebih mantab bila ibu mendidik calon bayi dengan memecahkan soal-soal ilmu eksakta seperti matematika, atau mempelajari bahasa asing saat kehamilan, maupun berbagai bidang lain. Poin selanjutnya adalah memperdengarkan musik klasik seperti karya Beethoven, Mozart, Bach, dan lain-lain, serta membacakan cerita dan “membahas” cerita tersebut bersama bayi yang masih dalam kandungan, dapat memberikan efek positif bagi bayi.

Selain itu, kesehatan emosi dan jiwa sang ibu harus dijaga, terutama dengan menghindari stres dan pemicunya karena tekanan jiwa pun memengaruhi kondisi janin dan kecerdasan mental anak, sehingga disarankan agar sang ibu selalu berpikir positif. Nah, bila memiliki harapan agar anak dapat meraih keberhasilan, menerapkan hal-hal yang merupakan proses pendidikan sejak dalam kandungan tentu dapat mendukung tercapainya harapan itu.

Makanan Sehat Bagi Bayi Menjadi Awal Kebaikan

Secara alamiah, orang tua lazimnya berharap dapat memberikan segala yang terbaik bagi anak-anaknya sejak mereka masih di dalam kandungan, begitu juga halnya dengan pola dan cara makan sehat untuk bayi diusahakan yang terbaik. Walaupun pengetahuan dan sumber daya yang dimiliki oleh orang tua terbilang terbatas, keduanya akan berusaha seoptimal mungkin demi kesehatan dan perkembangan positif sang buah hati sehingga pada akhirnya memberikan pendorong bagi masa depan yang baik.

Bayi merupakan usia rentan di awal kehidupan manusia, salah mengonsumsi makanan bisa berkibat fatal, dan umumnya orang tua tidak menghendaki hal itu terjadi. Pola makan sehat untuk bayi tidak dapat ditawar lagi. ASI, pastinya, menjadi asupan di daftar teratas menu makanan sehat yang wajib diberikan pada bayi, terutama karena ASI terbukti menjadi amunisi otak yang cukup andal yang pengaruh positifnya terlihat jelas di usia remaja dan dewasa. Nasi tim yang dimasak dengan sayuran, selain itu juga bubur kacang hijau menjadi menu setelah ASI yang cukup diandalkan. Setelah penyapihan, bayi bisa diberikan makanan padat seperti nasi putih, kentang rebus, ubi jalar, serta jagung manis.

Makanan memang menjadi faktor penting dalam proses kehidupan manusia, terutama pada masa bayi, balita, dan remaja. Kedua orang tua tentunya menyadari dengan baik untuk memberikan makan sehat untuk bayi yang harus memenuhi gizi dan vitamin demi mendukung tumbuh kembang bayi, apalagi bila makanan dan minuman merupakan faktor penting bagi masa depan cerah si anak.

Imunisasi MMR, Perlu atau Tidak?

 

Sampai saat ini masih sering terjadi pro dan kontra mengenai perlu atau tidaknya imunisasi Imunisasi MMR (Measles,Mumps Rubella). Imunisasi anjuran yang diberikan kepada anak untuk meningkatkan kekebalan aktif terhadap penyakit campak (measles),gondong (mumps) dan campak jerman (rubella). Sampai saat ini masih banyak terdapat pertimbangan para orangtua bahwa kasus anak menderita austime yaitu akibat reaksi setelah diberikan imunisasi MMR, atau anak yang diberikan imunisasi MMR sebelum bisa berbicara maka akan mengalami keterlambatan dalam berbicara. Informasi ini sungguh sangat membingungkan,apalagi kalau memang terbukti benar.

 

Sebenarnya penelitian mengenai keterkaitan autism dengan imunisasi MMR sudah banyak dilakukan. Di Inggris dan beberapa tempat lainnya dikatakan bahwa reaksi imunisasi MMR secara umum ringan, namun pernah dilaporkan kasus meningoensfalitis pada minggu 3-4 setelah imunisasi yaitu timbulnya reaksi klinis meliputi kekakuan leher, iritabilitas hebat, kejang, gangguan kesadaran, serangan ketakutan yang tidak beralasan dan tidak dapat dijelaskan, defisit motorik/sensorik, gangguan penglihatan, defisit visual atau bicara yang serupa dengan gejala pada anak autism.
(Andrew Wakefielddari Inggris melakukan penelitian terhadap 12 anak, ternyata terdapat gangguan Inflamantory Bowel disesase pada anak autism.)

Jeane Smith seorang warga negara Amerika bersaksi didepan kongres Amerika : kelainan autis dinegeri ini sudah menjadi epidemi, dia dan banyak orang tua anak penderta autisme percaya bahwa anak mereka yang terkena autisme disebabkan oleh reaksi dari vaksinasi. Sedangkan beberapa orang tua penderita autisme di Indonesiapun berkesaksian bahwa anaknya terkena autisme setelah diberi imunisasi

 

Rekomendasi Intitusi atau Badan Kesehatan Dunia

Dari hasil kajian ilmiah beberapa institusi atau badan dunia untuk bidang kesehatan yang independen, dikeluarkan rekomendasi untuk tenaga profesional agar tetap menggunakan imunisasi MMR dan thimerosal karena tidak terbukti mengakibatkan Autisme.

The All Party Parliamentary Group on Primary Care and Public Health pada bulan Agustus 2000, menegaskan bahwa MMR aman, dengan memperhatikan hubungan yang tidak terbukti antara beberapa kondisi seperti inflammatory bowel disease (gangguan pencernaan) dan autisme adalah tidak berdasar.
WHO (World Health Organisation), pada bulan Januari 2001 menyatakan mendukung sepenuhnya penggunaan imunisasi MMR dengan didasarkan kajian tentang keamanan dan efikasinya.

 

SIKAP KITA SEBAIKNYA

Bila mendengar dan mengetahui kontroversi tersebut, maka masyarakat awam bahkan beberapa klinisipun jadi bingung. Untuk menyikapinya kita harus cermat dan teliti dan berpikiran lebih jernih. Kalau mengamati beberapa penelitian yang mendukung adanya autisme berhubungan dengan imunisasi, mungkin benar sebagai pemicu. Secara umum penderita autisme sudah mempunyai kelainan genetik (bawaan) dan biologis sejak awal. Hal ini dibuktikan bahwa genetik tertentu sudah hampir dapat diidentifikasi dan penelitian terdapat kelainan otak sebelum dilakukan imunisasi. Kelainan autism ini bisa dipicu oleh bermacam hal seperti imunisasi, alergi makanan, logam berat dan sebagainya. Jadi bukan hanya imunisasi yang dapat memicu timbulnya autisme. Pada sebuah klinik tumbuh kembang anak didapatkan 40 anak dengan autism tetapi semuanya tidak pernah diberikan imunisasi. Hal ini membuktikan bahwa pemicu autisme bukan hanya imunisasi.

Penelitian yang menunjukkan hubungan keterkaitan imunisasi dan autism hanya dilihat dalam satu kelompok kecil (populasi) autism. Secara statistik hal ini hanya menunjukkan hubungan, tidak menunjukkan sebab akibat. Kita juga tidak boleh langsung terpengaruh pada laporan satu atau beberapa kasus, misalnya bila orang tua anak autism berpendapat bahwa anaknya timbul gejala autism setelah imunisasi. Kesimpulan tersebut tidak bisa digeneralisasikan terhadap anak sehat secara umum (populasi lebih luas). Kalau itu terjadi bisa saja kita juga terpengaruh oleh beberapa makanan yang harus dihindari oleh penderita autism juga juga akan dihindari oleh anak sehat lainnya. Jadi logika tersebut harus dicermati dan dimengerti.

 

Rekomendasi IDAI     

Sejauh ini Departemen Kesehatan RI belum memasukkan MMR ke dalam immunisasi wajib, sedangkan IDAI sudah memasukkannya sebagai imunisasi yang dianjurkan bersama cacar air, hepatitis A, hib, pneumokokus, influenza, tifus, dan HPV.
IDAI merekomendasi pemberian MMR pertama pada umur 15 bulan. Jika pada umur sembilan bulan belum diimunisasi campak, MMR bisa diberikan pada umur 12 bulan. MMR ulangan diberikan pada anak umur enam tahun (Pedoman Immunisasi IDAI, edisi ketiga; 2008).

IDAI menganjurkan agar MMR disertai pembekalan mengenai Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) mengenai gejala, insiden, dampak, indikasi kontra, dan sebagainya. Imunisasi diberikan setelah orangtua anak mendapat informasi cukup dan menyetujuinya. Lebih dari itu pelaksanaan MMR tidak ada kaitannya dengan kemampuan berbicara anak.

TIPS MEMILIH KOSMETIK SAAT HAMIL

Berdandan adalah salah satu cara agar wanita tetap tampil cantik dan menarik. Namun, mengingat sebagian besar kosmetik yang beredar di pasaran terbuat dari bahan kimia, ibu hamil hendaklah berhati-hati. Bahan kimia yang terkandung di dalam kosmetik bisa jadi pemicu masalah bagi proses pertumbuhan janin dalam kandungan. Berikut adalah tips nya :

  • Konsultasi dengan dokter kandungan dan dokter specialis kulit terkait produk kosmetik yang selama ini anda gunakan. Tanyakan kembali apakah produk kosmetik tersebut masih aman dipakai saat hamil atau sebaliknya. Bila tidak, sebaiknya segera ganti produk kosmetik sesuai rekomendasi ahli.
  • Pilih produk kosmetik berbahan dasar airatau alami atau berlabel green (ramah lingkungan) yang umumnya aman untuk ibu hamil.
  • Pilih produk yang terdaftar di kementrian kesehatan atau Badan POM. Perhatikan nomor kode produksi dan tanggal kadaluwarsanya. Jadi pastikan merk, kandungan dan izin produksinya.
  • Perhatikan cara pemakaian produk tersebut yang terdapat pada kemasan.
  • Hindari membeli produk kosmetik hanya karena sedang tren atau ikut-ikutan orang lain.

 

Jangan Tunda Hamil Pertama

Semua pasangan suami istri (pasutri) yang baru menikah, berhak menunda kehamilan. Namun, ada baiknya memilih kontrasepsi yang tepat berdasarkan anjuran dokter, untuk menghindari infertilitas atau sulit hamil pada saat sudah menginginkan kehadiran sang bayi. Pasalnya, tak jarang kesuburan sang wanita jadi berkurang setelah menghentikan penggunaan kontrasepsi. Akibatnya, ya jadi sulit hamil. Perlu diketahui, melahirkan pada usia 35 tahun ke atas berisiko tinggi bagi calon ibu.

Kenapa kesuburan wanita jadi berkurang pasca menggunakan alat kontrasepsi?

Ber-KB sementara yang berujung pada kondisi sulit hamil, sebenarnya merupakan teka-teki besar bagi dunia kesehatan. Majalah Health Journal memaparkan, 48% perempuan muda yang menggunakan pil antihamil dan spiral KB (IUD) selama 2-4 tahun, mengalami sulit hamil saat menginginkan anak pertama. Sejumlah spesialis infertilitas Barat pun kemudian melakukan penelitian untuk mengetahui penyebabnya.

Mereka menemukan fakta, faktor antibodi antisperma pada wanita bisa memicu kegagalan kehamilan. Kondisi ini terjadi lantaran pemerosotan potensi sperma dalam membuahi ovum (sel telur) dalam tubuh wanita. Muncul dugaan kuat bahwa penggunaan alat kontrasepsi seperti pil atau suntik KB – yang berisi hormon penolak pembuahan — serta IUD dalam jangka waktu tertentu jadi penyebab meningkatnya antibodi antisperma.

Sejak lahir, setiap manusia normal memang dibekali suatu sistem imunologi yang berpotensi melindungi tubuh terhadap berbagai serangan penyakit, termasuk jenis-jenis penyakit seksual.

Pada tubuh pria pun bisa timbul antisperma yang merupakan fenomena autoimun, atau akibat sistem imun membentuk antibodi terhadap antigen tubuhnya sendiri, yakni sperma. Sebaliknya, wanita tidak mempunyai unsur antigen yang terkandung seperti pada sperma maupun komponen plasma semen. Namun, begitu wanita berhubungan seksual dengan pria, dalam tubuhnya akan terbentuk antibodi antisperma terhadap antigen sperma. Pada tingkat tertentu, antibodi masih bisa ditembus oleh sperma berkualitas baik (cepat dan kuat) untuk membuahi sel telur hingga menghasilkan kehamilan.

Walaupun hanya satu sperma yang bakal membuahi sel telur, menurut teori kedokteran, dibutuhkan puluhan juta (minimal 20 juta) sperma agar kemungkinan terjadinya pembuahan lebih besar. Pasalnya, perjuangan untuk bisa mencapai sel telur luar biasa beratnya bagi kebanyakan sel sperma. Selama dalam perjalanan panjang menuju indung telur, banyak sperma berguguran.

Namun, belakangan para androlog tidak lagi berpatokan pada teori ini, yang terpenting bukan jumlahnya, melainkan kualitas spermanya. Walaupun sang suami hanya memiliki 5-6 juta sperma, tapi kalau gerakannya cukup gesit, bisa saja membuahi sel telur. Yang jadi masalah, kalau jumlah sperma sedikit dan gerakannya lamban. Ya, mereka akan berguguran sebelum mencapai tujuan!

Pada pasangan yang menggunakan kontrasepsi seperti pil dan suntik KB, walaupun terjadi kontak antara sperma dan sel telur dalam tubuh wanita, pembuahan takkan terjadi. Sedangkan pada KB IUD (spiral) pembuahan bisa terjadi, namun biasanya langsung gugur.

Menurut para pakar dalam penelitian tadi, selama penggunaan alat kontrasepsi, pembentukan antibodi terhadap sperma akan terus terbentuk. Bahkan, semakin lama kadarnya semakin tinggi dan pertahanannya semakin kuat. Diduga, inilah pemicu utama kesulitan mendapatkan keturunan.

Dengan kata lain, dalam tubuh si wanita telanjur timbul “kontrasepsi alami”, atau tercipta antibodi kuat penolak kehadiran sperma yang hendak membuahi sel telurnya. Kalaupun sampai terjadi pembuahan, bisa jadi, akan membentuk efektor imun lebih dahsyat. Efektor imun adalah sistem imun seluler (yang dibawa oleh leukosit, makrofag, dan lain-lain) yang mampu menimbulkan peradangan terhadap janin dan plasenta yang mulai berkembang dalam rahim sang ibu. Penolakan imun ini bisa berujung pada keguguran.

Jika pascapenggunaan kontrasepsi mengalami kesulitan hamil, pasutri dianjurkan menjalani terapi kondom atau “sarung KB”. Jadi, setelah setop menggunakan obat antihamil, selama 6-10 bulan berikutnya, sebaiknya menggunakan sarung KB.

Selama itu antibodi akan menurun, dan terjadi pembersihan sehingga ia tak ada lagi di daerah organ reproduksi sang istri. Saat pemanfaatan sarung KB dihentikan, pada masa subur sperma akan bermigrasi sampai ke saluran indung telur untuk menjumpai ovum tanpa hambatan apa pun.

Memang, hasil penelitian soal antibodi antisperma sebagai biang keladi tadi masih berlumuran pro-kontra. Kalaupun penyebabnya masalah antibodi yang meningkat, belum tentu hanya gara-gara kontrasepsi itu, tapi mungkin juga karena dalam tubuh wanita secara alami terbentuk antibodi antisperma yang kuat.

Dalam kasus ini, biasanya dokter akan memberikan obat imunosupresi yang akan menekan pembentukan antibodi terhadap sperma, tak perlu dengan terapi sarung KB. Tapi, penggunaan obat imunosupresi ini pun masih banyak ditentang, sebab efek sampingannya, tubuh calon ibu akan kekurangan antibodi sehingga lebih mudah kemasukan kuman atau virus seperti rubela, campak, dan lain-lain, yang membahayakan janin.

Karenanya, kalaupun pasangan muda ingin menunda kehamilan, sebaiknya menggunakan cara yang lebih aman, yaitu dengan kondom. Ia akan mencegah pembuahan sekaligus mencegah kontak antara antigen suami dengan sistem imun istri, sehingga antibodi pada tubuh istri tidak meningkat.

Tapi, kalau mau lebih aman lagi, sebaiknya pasangan suami istri tidak menunda masa kehamilan. Jadi, miliki satu anak dulu, barulah ber-KB

Kenali “ganguan-gangguan” selama kehamilan

Ada beberapa gangguan kesehatan yang dapat mengintai ibu hami, ada yang sifatnya berat ada juga yang ringan. Namun, apapun gangguan tersebut bila tak dipahami dengan baik dapat menimbulkan kekhawatiran. Oleh karenanya, kenali ” musuh-musuh” tersebut.

ANEMIA

Gejala anemia meliputi : badan terasa lemah, pandangan berkunang-kunang, napas pendek. Untuk mengatasinya, konsultasikan kepada dokter, mungkin Anda perlu suplemen zat besi atau memperbaiki pola makan.

TROMBOSIS

Gangguan aliran darah pada daerah tungkai atau lazim disebut trombosis, dapat terjadi selama kehamilan. Pada kehamilan trimester terakhir, terjadi sedikit penurunan kecepatan aliran darah akibat adanya penekanan oleh janin pada pembuluh darah utama. Namun, tak perlu khawatir karena hanya satu persen dari kasus kehamilan mengalami trombosis vena. Jika dipandang perlu, dokter mungkin akan menyarankan ibu hamil untuk banyak istirahat.

PRE-EKLAMPSIA

Ini merupakan komplikasi kehamilan yang paling menakutkan dan paling berat. Seringkali terjadi pada kehamilan pertama dan biasanya bersifat bawaan atau keturunan.

Gejala pre-eklampsia :

1. Adanya protein di dalam air seni

2. Peningkatan tekanan darah

3. Pembengkakan (pada wajah, kaki dan bagian tubuh lain)

4. Terjadi pada usia kehamilan 20-40 minggu

EKLAMPSIA

Merupakan akibat lanjut dari pre-eklampsia, yang gejalanya meliputi :

  • sakit kepala
  • penglihatan buram/kabur
  • kondisi ini hanya bisa diakhiri dengan mengeluarkan bayi dan plasenta secepatnya

TERLEPASNYA PLASENTA

Dalam bahasa medis dikenal dengan istilah abruptio placenta, yaitu kondisi dimana placenta terlepas dari tempatnya melekat (pada dinding rahim). Akibatnya, janin tidak lagi mendapat asupan makanan dari sang ibu. Komplikasi ini dialami oleh satu dari 80 kehamilan. penyebabnya antara lain karena :

  • Turunnya tekanan darah
  • Peningkatan tekanan darah
  • Kurang gizi

Pada kondisi ini bayi harus segera dikeluarkan.

PLASENTA TURUN

Dalam bahasa medisnya dikenal sebagai placenta previa, yakni kondisi di mana plasenta terdapat di bawah rongga rahim, sehingga menutupi jalan lahir. Kondisi ini biasanya baru diketahui bila terjadi perdarahan dari vagina.

Dalam kondisi seperti ini biasanya ibu hamil disarankan untuk tirah baring hingga kehamilan berusia 36 minggu. Persalinan biasanya harus dilakukan lewat bedah caesar.

Waspada dan peka terhadap perubahan atau gejala yang tidak biasa perlu dilakukan oleh ibu hamil. Tidak perlu takut berlebihan, tapi jangan pula terlalu menganggap sepele. Cepat terdeteksi, cepat tertangani.

 

Langsing Dan Bugar Setelah Melahirkan

Setelah hamil dan melahirkan, berat badan seringkali menjadi momok bagi para wanita. Menjaga berat badan dengan mengontrol asupan, diikuti peningkatan aktivitas fisik, menjadi rumus dasar diet sehat. Prinsipnya, menyeimbangkan kalori masuk dan kalori yang keluar. Harvard Medical School merekomendasikan panduan diet sehat. Anda bisa mengaplikasikannya jika ingin tubuh bugar dan berat badan ideal.

Mengurangi tujuh asupan:
1. Garam
Kurangi asupan garam. Sebaiknya asupan garam kurang dari 2.300 miligram per hari. Asupan garam juga perlu dikurangi bagi mereka yang berusia di atas 51 tahun, dengan batasan 1.500 miligram per hari.

2. Kalori
Kurangi konsumsi kalori dari asam lemak jenuh. Hanya konsumsi asam lemak jenuh kurang dari 10 persen per hari. Sebaiknya perbanyak konsumsi asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak tak jenuh ganda.

3. Lemak
Kurangi asupan lemak. Pastikan Anda mengasup lemak kurang dari 300 miligram per hari. Batasi konsumsi daging merah. Lemak tidak jenuh yang baik bagi kesehatan dapat diperoleh dari ikan (khususnya tuna dan salmon), alpukat, minyak zaitun, minyak jagung, kacang tanah, minyak biji aprikot, atau minyak bunga matahari.

4. Asam lemak trans
Pastikan asupan asam lemak trans rendah setiap hari. Kentang goreng, misalnya, mengandung asam lemak trans.

5. Gula
Kurangi asupan kalori dari konsumsi gula. Batasi asupan gula 3-5 sendok makan setiap hari.

6. Makanan manis
Batasi konsumsi makan-makanan dengan kandungan gula tinggi.

7. Alkohol
Batasi juga konsumsi alkohol. Batasi konsumsi alkohol sekali per hari untuk perempuan atau dua kali per hari untuk laki-laki.

Menambah delapan nutrisi:
1. Pastikan kalori tercukupi
Asup makanan secara bervariasi, namun pastikan kalori tak berlebihan.

2. Sayur dan buah
Konsumsilah buah dan sayuran secara bervariasi, jenis dan warna. Utamakan makan sayur warna hijau, merah, dan oranye, tambahkan juga buah serta kacang-kacangan.

3. Kacang-kacangan
Konsumsi setidaknya setengah porsi dari ragam biji-bijian. Masukkan asupan kacang-kacangan dalam menu harian.

4. Susu rendah lemak
Tingkatkan asupan susu rendah atau bebas lemak, serta produk olahan susu seperti yoghurt, keju, dan susu kedelai.

5. Makanan berprotein
Variasikan asupan makanan berprotein, seperti seafood, daging tanpa lemak (seperti bagian dada ayam dengan kandungan lemak rendah), unggas, telur, kacang polong, produk kedelai, dan kacang-kacangan.

6. Seafood
Pilih seafood daripada daging-dagingan dalam asupan harian.

7. Protein rendah lemak
Pilih makanan dengan kandungan protein rendah lemak dan rendah kalori.

8. Minyak sayur
Untuk memasak, pilih minyak sayur untuk mengurangi asupan lemak jenuh dalam makanan.

Next Page »

13 queries