Belajar Cara Murder
Sobat, sering nggak sudah belajar sampai bete tapi kok nggak ada yang masuk ya? Nah, bisa jadi kamu belajar secara efektif dan efisien. Coba deh sistem belajar MURDER. Eh, bukan belajar membunuh lho, tapi MURDER adalah sistem yang dibuat oleh Bob Neson dalam bukunya The Complete Problem Solver.
MURDER singkatan dari : Mood – Understand – Recall – Digest – Expand – Review.
Perincian sistem belajar MURDER sebagai berikut:
Mood – Suasana Hati :
Ciptakan selalu mood yang positif untuk belajar. Ini bisa dilakukan dengan menentukan waktu, lingkungan dan sikap belajar yang sesuai dengan pribadimu.
Understand – Pemahaman :
Tandai informasi bahan pelajaran yang TIDAK kamu mengerti dalam satu unit. Fokuskan pada unit tersebut atau melakukan beberapa kelompok latihan untuk unit itu.
Recall – Ulang :
Setelah belajar satu unit, berhentilah dan ulang bahan tersebut dengan kata-kata yang kamu buat SENDIRI.
Digest – Telaah :
Kembalilah pada unit yang tidak kamu mengerti dan PELAJARI KEMBALI keterangan yang ada. Lihatlah informasi yang terkait pada artikel, buku teks atau sumber lainnya atau diskusikan dengan teman atau guru/dosen.
Expand – Kembangkan :
Pada langkah ini, tanyakan tiga persoalan berikut terhadap materi yang telah kamu pelajari :
1. Andaikan saya bertemu dengan penulis materi tersebut, pertanyaan atau kritik apa yang hendak saya ajukan?
2. Bagaimana saya bisa mengaplikasikan materi tersebut ke dalam hal yang saya sukai?
3. Bagaimana saya bisa membuat informasi ini menjadi menarik dan mudah dipahami oleh siswa/mahasiswa lainnya?
Review – Pelajari Kembali :
Pelajari kembali materi pelajaran yang sudah dipelajari. Ingatlah strategi yang telah membantu kamu mengerti dan/atau mengingat informasi. Jadi, terapkan strategi tersebut untuk cara belajarmu berikutnya.
Sumber: Majalah Annida
10 Alasan SMS Lebih Baik daripada Telepon
KOMPAS.com – Meskipun operator ponsel berlomba-lomba memberikan tarif murah saat ini, tampaknya orang cenderung menggunakan SMS atau instant messaging untuk saling berkomunikasi. Dari segi waktu, mengirim pesan teks sebenarnya lebih lama dan tidak praktis. Meskipun demikian, SMS juga mempunyai banyak kelebihan, di antaranya:
1. Anda tidak perlu menghabiskan waktu dengan mengatakan, “Ehm… mm…” ketika kehilangan kata-kata.
2. Anda bisa tetap berkomunikasi sambil mengunyah keripik atau nasi uduk tanpa ditegur lawan bicara.
3. Anda tidak perlu melepaskan earphone yang sedang memperdengarkan lagu-lagu favorit Anda.
4. Tidak ada momen “dropped call” setiap beberapa menit, yang membuat Anda kesal karena dua menit terakhir ternyata Anda berbicara seorang diri.
5. Ketika lawan bicara melontarkan pertanyaan yang sulit atau membuat Anda jengkel, Anda bisa mengabaikannya beberapa saat. Kemudian, Anda baru menyusun kata-kata yang tepat.
6. Anda tidak perlu mendengar lawan bicara Anda menjawab, “Enggak apa-apa, kok. Aku masih belum tidur (dengan suara baru bangun tidur)”.
7. Anda tidak perlu mendengarkan nada sambung dengan lagu-lagu yang tidak Anda sukai, ketika Anda menjadi pihak yang melakukan sambungan telepon.
8. SMS masih tersimpan di inbox selama beberapa lama, sehingga Anda masih bisa menyimpan informasi yang Anda anggap penting.
9. Anda tidak perlu terburu-buru membuka pesan saat terdengar ringtone-nya seperti ketika ada telepon masuk, dan panggilan keburu ditutup sebelum Anda sempat memencet tombol “OK”.
10. SMS selalu dikirim hanya untuk Anda, sehingga Anda tidak perlu memanggil-manggil orang lain atau mencarinya ke sana-kemari karena telepon yang masuk ditujukan untuknya.
DIN
Editor: din
Sumber: MORE







