ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 

[X]


Kursus Bikin Film dalam Dua Hari Saja?


KOMPAS.com – Bakat dan kreativitas anak muda perlu dikembangkan. Bahkan jika perlu dipancing agar ide segar lebih tersalurkan. Termasuk bakat sebagai penulis naskah, sutradara, produser, dan aktor dalam dunia perfilman.

Penggiat film, Shankar RS, BSc, mengungkapkan perfilman Indonesia membutuhkan ide gila dari anak muda. Persoalannya, anak muda Indonesia yang dikenal cukup kreatif, ternyata tidak selalu memiliki jalan untuk menyalurkannya.

Karena itu Shankar mendatangkan Dov Simens, guru film Hollywood nomor satu di negerinya. Program “2 Day Film School” rancangan Dov akan dibawa ke Jakarta 24 – 25 Juli 2010 nanti.

“Dov memang dikenal sebagai guru express, dengan metode pengajaran tersendiri. Motivasi yang diberikan membakar semangat anak muda untuk berkreasi yang berbeda membuat film,” kata Shankar kepada Kompas Female, usai konferensi pers workshop film di Jakarta, Selasa (8/6/2010) lalu.

Dengan biaya Rp 2,9 juta, peserta mendapatkan pengetahuan seputar penulisan, penyutradaraan, memproduseri film, dan akting (sebagai aktor atau aktris). Dua sertifikat diploma dari Hollywood Film Institute akan didapatkan peserta setelahnya.

Kursus film singkat ini diyakini Shankar bisa memberikan pembelajaran serta pengalaman komprehensif seputar pembuatan film. Mulai dari bagaimana mencipta ide film, membuat jadwal dan anggaran, storyboard, musik pendukung, hingga bagaimana memasarkan film yang sudah dibuat.  

“Bikin film itu gampang, yang perlu dilawan adalah rasa ketakutannya saat memulai,” papar Shankar. Ia pun menegaskan jika ada cara yang instan namun terpercaya dari produser film berpengalaman, jalan bagi filmmaker muda akan terbuka.

Anda memiliki ketertarikan dalam dunia film? Sebaiknya segera mendaftar kegiatan ini, karena dari target 300 peserta, 30 persennya sudah terisi.

Informasi:
www.bikinfilm.com
0817807508 (Alida)

C1-10

Editor: din


Anak Saya Kidal..

brain

“Adik! Jangan gunakan tangan kiri, ayo gunakan tangan manis..”

Kata-kata seperti itu seringkali terdengar di sekitar kita, karena budaya timur yang masih kental, dimana tangan kiri dianggap sebagai ‘tangan jorok’, dalam arti tangan yang berguna untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kotor, seperti cebok dan lainnya sehingga tidak sopan untuk digunakan. Jika anda termasuk orangtua tipe ini, sebaiknya segera hentikan kebiasaan anda. Anak kidal bukanlah anak yang abnormal, kecenderungan anak menggunakan tangan kanan atau tangan kiri semua tergantung dari dominasi otaknya. Bahkan jika kita memaksakan kehendak mengubah kemampuan tangan kirinya menjadi tangan kanan dapat berakibat anak menjadi stress dan mengalami gangguan emosional.

Kemampuan anak menggunakan tangan kiri ini berkaitan dengan fungsi otak kanan dan otak kiri yang sudah terprogram sejak anak berada dalam kandungan, walaupun nantinya lingkungan juga dapat mempengaruhi hal ini.

Otak kiri berfungsi untuk mengatur kemampuan berbahasa, kemampuan berbicara, membaca, serta menulis, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan  tata bahasa.
Otak kanan berfungsi untuk kemampuan kreativitas dan persepsi, pengenalan dimensi ruang dan situasi, kewaspadaan, serta perhatian dan konsentrasi. Atau biasa dikenal dengan kemampuan matematik.

Pada anak kidal, perkembangan otak kanannya lebih baik. Demikian juga sebaliknya, anak yang memiliki kecenderungan tangan kanan, berarti otak kirinya yang memiliki perkembangan lebih baik. Kidal atau tidaknya anak biasanya mulai terlihat pada usia 2-3 tahun dan akan menjadi permanen pada usia 6 tahun. Oleh karena itu jika kita ingin mengubah kebiasaan anak kidal ini, sebaiknya lakukan sebelum dia berusia 6 tahun, dan lakukan secara bertahap dan jangan memaksa.


49 queries