ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 

[X]


Berburu Kreasi Susu dan Buah di Lembang  

TEMPO Interaktif, BANDUNG -  Bermain di sekitaran Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mata akan sering dimanjakan dengan kedai-kedai produk olahan susu hasil peternakan sapi dan buah-buahan. Bagi pecinta yoghurt atau sari buah ‘home made’, daerah ini sungguh menjadi surga untuk berburu aneka cita rasa dan kreasi ala warga daerah dingin ini.

Senin, 26 Juli 2010, Tempo jalan-jalan ke sana, menyusuri perumahan-perumahan tempat beberapa pioner produk kuliner khas Lembang dibuat. Salah satunya Strawberry Sweethearts yang menyediakan aneka yoghurt, jus serta sari buah, juga es rujak buah.

Bagi yang bertandang ke Lembang lantas terbesit untuk membawa oleh-oleh sehat buatan rumah, kita bisa mengunjungi Strawberry Sweethearts di Jalan Wira No. B-45 Kompleks BTN Pusdikajen. Penikmat susu fermentasi atau sari buah yang mengonsumsi produk di sini tak perlu risau dengan risiko bahan pengawet atau diabetes. Menurut Hari Mulyadi, sang peramu yoghurt, sari buah, dan rujak buah, pihaknya menyediakan yoghurt bebas pengawet, zat pewarna, dan bebas kalori.

“Pengawetan di sini pakai sistem alami dengan cara dibekukan saja. Bagi penderita diabetes, obesitas, atau yang menghindari diabetes, silakan pilih yoghurt botolan yang menggunakan gula tanpa kalori,” ujar Hari saat berbincang-bincang bersama Tempo di tempat memproduksi kreasi susu fermentasi dan aneka buah Lembang sekaligus kediamannya itu.

Yoghurt botolan 300 mililiter itu tersedia dalam berbagai rasa. Di antaranya straberi, blackberry, raspberry, sirsak, mangga, guava, cokelat, kopi, dan teh. Untuk yoghurt dengan gula tanpa kalori dibandrol dengan harga Rp 20.000, sedangkan gula biasa Rp 18.000.

Sementara untuk yoghurt beku yang dikemas dalam cup dipasang dengan harga Rp 5.000. “Kalau yoghurt ini semuanya pakai gula biasa,” ujar kakek 70 tahun ini. Rasanya ada straberi, blackberry, raspberry, guava, sirsak, mangga, mix fruit, fruit punch, dan fruit cocktail.

Ada pula menu favorit fruit konnyaku – aneka buah seperti straberi, nanas, mangga, dan buah musiman lain – yang disiram saus tepung konnyaku lantas dibekukan. Bagi yang penasaran mencicip yoghurt jelly, puding, atau salad juga bisa menemukan di kios Strawberry Sweethearts. Masing-masing harganya Rp 6.000 per cup. Untuk varian ini gula yang digunakan gula biasa.

Pembeli luar kota tidak usah khawatir kalau oleh-oleh yoghurt ini meleleh sampai rumah. Soalnya, setiap paket pembelian isi lima dan sembilan cup, dikemas dalam kotak khusus kedap udara. “Jadi, yang beli yoghurt untuk dibawa ke Jakarta, misalnya, tidak keburu cair di jalan. Paket isi lima tahan sampai lima jam, sedangkan isi sembilan tahan sampai tujuh jam,” jelas Hari yang sempat menjadi dosen antropologi di Universitas Indonesia ini.

Setiap pembelian paket akan diberi bonus. “Kalau bonus yang disediakan bisa macam-macam, tergantung bisa es rujak buah atau konnyaku,” lanjut ayah yang mengaku termotivasi membuat kreasi kuliner sehat dari susu dan buah lantaran pengalaman putranya yang meninggal akibat pola makan tak sehat.

Selain yoghurt, Strawberry Sweethearts juga menyediakan produk susu full cream dalam botolan. Ada Bubble Strawberry Milk untuk kecantikan, Bubble Chocolate Milk untuk pertumbuhan otak anak, Bubble Coffee Milk untuk menambah stamina, dan Bubble Beauty Tea Milk untuk menghaluskan kulit. Sebelum mengonsumsi bubble Rp 10.000 tanpa kalori ini, jangan lupa kocok terlebih dahulu supaya bubble yang mengendap teraduk jadi rasa yang muncul optimal.

Bagi yang giat mengonsumsi makanan pencegah dan pembunuh kanker, coba saja Sari Sirsak Super. “Sari diambil dari sirsak segar Subang dan diblender berkali-kali,” kata Hari menerangkan minuman Rp 15.000 yang baru muncul tahun ini.

Sari diambil secara tradisional, makanya ampas sisa perasan lebih banyak dibandingkan dengan sari sirsak yang dibuat dengan juicer. Lewat teknik tradisional, sisa blenderan pertama yang sarinya diambil ditambah lagi dengan buah sirsak segar. Terus-menerus proses itu dilakukan sampai sari sirsak yang dibutuhkan didapat.

Soal rasa, ternyata memang beda dengan rasa sari buah sirsak hasil juicer. Dengan perasan tradisional, rasa manis alami buah lebih keluar.

Penasaran dengan kreasi susu dan buah ala ‘home made industry’? Oleh karena itu kalau tak sempat membuat sendiri, silakan mampir ke kios di salah satu perumahan Lembang ini.

Strawberry Sweethearts siap melayani pesanan pembeli setiap hari mulai pukul 08.00-19.00 WIB. Seluruh produk tanpa pengawet tersebut mampu bertahan lebih dari satu bulan dalam kondisi penyimpanan pembekuan yang baik.

GILANG MUSTIKA RAMDANI


Menyambut Produk-produk Kreatif Indonesia di PPKI

KOMPAS.com – “Tahukah Anda, bahwa Indonesia itu kaya? Tapi jangan salah menilai. Kekayaan itu tak hanya dinilai dari segi nominal atau dari segi sumber daya alam saja. Kita punya kekayaan lain yang belum tergali, yakni, kreativitas,” tutur Panji Pragiwaksana saat memulai acara temu dengan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Mari Elka Pangestu, Rabu (23/6/2010), di sela-sela hari pertama pelaksanaan Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2010 di Jakarta Convention Center, Senayan.

Ungkap Panji tersebut bukan tanpa maksud. Ia mengatakan hal tersebut menyangkut tema dari penyelenggaraan PPKI yang menggaungkan, “Eksplorasi Budaya Nusantara Melalui Keanekaragaman Kreativitas Pemuda untuk Mendukung Kebangkitan Ekonomi Kreatif Indonesia”. Konvensi ini didukung oleh Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Kementerian Pendidikan Nasional.

Di dalam konvensi yang sudah digelar untuk kesekian kalinya ini, pemerintah mengundang ke-14 sub-sektor dari industri kreatif, di antaranya; fesyen, kesenian antik, games interaktif, film dan video grafis, musik, desain, iklan, televisi dan radio, pertunjukan seni, penelitian, komputer dan software, publikasi dan percetakan serta arsitektur. Ditambah lagi, industri kuliner, yang dinilai oleh Ibu Mari Elka Pangestu sebagai suatu bidang kreatif yang patut diperhitungkan.

Konvensi yang akan berlangsung dari hari ini hingga tanggal 27 ini mengagendakan 17 kegiatan, antara lain; seminar, lokakarya, kontes rencana bisnis, klinik konsultasi, panggung Indonesia kreatif yang menargetkan 5.000 peserta yang terdiri dari pelaku industri kreatif, budayawan, pelaku usaha, akademisi, pemerintah daerah, kementerian, lembaga pemerintah terkait, asosiasi, lembaga pembiayaan, lembaga promosi dagang asing, media dan komunitas ekonomi kreatif.
    
Konvensi ini diharapkan dapat memberi informasi, menginspirasi, serta mendorong kepercayaan diri, serta optimisme pemuda-pemudi bangsa untuk mau mencoba dan berusaha menggali dan mengangkat tradisi kebudayaan Indonesia, tak terkecuali untuk dijadikan produk yang layak jual. Untuk informasi lainnya, kunjungi portal Indonesia kreatif di www.indonesiakreatif.net, yang juga baru diluncurkan hari ini.

NAD

Editor: NF


Pizza ‘Gunung Berapi’ Membara ala Bali

VIVAnews -  Pariwisata di Bali bukan hanya pantai dan  budayanya yang unik. Pulau Dewata juga punya kekayaan kuliner yang patut dijelajahi.

Di Jalan Pantai Kuta, Legian, misalnya. Sebuah restoran bernama Papa’s Limoncello  menawarkan hidangan unik, volcano pizza.

Tak seperti lazimnya pizza yang bentuknya ceper, penampilan pizza ala ‘gunung berapi yang siap meletus’ ini adalah setengah bola berdiameter lebih kurang 30 centimeter.

Tak hanya rupa yang tak biasa, cara penyajian makanan ini spesial. Di meja makan, pramusaji akan menyiram permukaan pizza dengan cairan, lalu menyalakan korek. Pizza dibakar hingga membara.  Api yang membumbung tiba-tiba, tak jarang mengagetkan pembeli.

Wow! Ini sangat unik, saya tak pernah melihat ini sebelumnya,” kata Lena Powel, turis asal Perth Australia, dengan ekspresi kaget.

Api yang membakar pizza akan bertahan sekitar 15 detik, meninggalkan  bekas kecoklatan di permukaannya yang tipis.

Lalu, giliran pisau dimainkan. Kulit permukaan dipotong melingkar dan disisihkan. Yang tertinggal pizza ceper, lengkap dengan topping dan lelehan keju mozzarella.

Rasanya? “Ini enak sekali, kulitnya lebih lembut dari pizza biasa,” ungkap Corporate PR Manager Bakrieland, Sandra Damosumarto, yang baru kali pertama mencicipi makanan ini.

Pihak Papa’s Limoncello mengklaim, pizza jenis ini adalah satu-satunya di Bali. Bahkan, “di Italia, makanan seperti ini tidak ada,” kata manajer operasional Papa’s Limoncello, Widyartanto Heru.

Ide pizza ini, kata dia, dicetuskan salah satu pendiri kafe yang asal Sisilia, Italia.  “Ini adalah pengembangan dari calzone – pizza setengah lingkaran. Agar lebih menarik dibuat seperti gunung.”

Tak hanya rasa yang ditonjolkan, tapi juga unsur hiburan. Kata Widyartanto, ada ‘tradisi’ untuk menggunakan kulit pizza pizza yang tipis setengah bola sebagai topi. Atau,  bisa juga dibolongi dan dijadikan topeng.

“Topi atau topeng biasanya digunakan dalam permainan. Tapi kalau masih lapar dan ingin memakannya, boleh-boleh saja,” tambah dia.

Dijelaskan Widyartanto, ada dua varian pizza volcano yang disediakan, Kintamani vocano pizza, dengan topping daging, ham, dan sosis – yang semuanya sapi. Juga ada vocano Fujiyama yang permukaannya ditaburi seafood dan rajangan buah zaitun atau olive nan gurih.

“Ini untuk mengantisipasi selera dan kondisi pembeli. Ada orang-orang yang alergi seafood, di sisi lain karena keyakinannya, ada yang tidak boleh memakan daging sapi. Yang jelas, makanan di sini halal.”

“Apalagi kebetulan pemilik restoran ini orang asli Malaysia yang sudah WNI,” jelas Widyartanto.

Pizza ‘gunung berapi’ ini dibentuk dari dua adonan tipis  berbentuk lingkaran. Setelah diisi topping, dua adonan lalu disatukan.

Dengan teknik pemompaan khusus, lapisan bagian atas dibuat menggelembung. Kemudian, pizza dipanggang di tungku bata khusus untuk pizza. Butuh suhu sampai 300 derajat celcius untuk memanggang pizza.

Hanya perlu waktu kurang lebih 15 menit untuk menyiapkan dan memanggang pizza ini.

“Kami memakai kayu kopi agar panasnya tahan lama dan baunya harum. Kayu bakar biasa kurang bagus untuk memanggang pizza,” kata Widyartanto.

Yang jelas, tambah dia, pizza yang dibanderol harga Rp 125.000 ini mampu menarik para pembeli, terutama dari Jepang dan Korea. “Mungkin karena bentuk dan penyajiannya unik,” tambah Widyartanto.

Kulit volcano pizza dijadikan topi

• VIVAnews


Mengolah Ikan Tanpa Mengurangi Nutrisinya

KOMPAS.com – Kandungan protein dalam ikan segar seperti salmon dibutuhkan tubuh, terutama untuk anak agar tumbuh berkembang lebih optimal. Asupan protein dibutuhkan 15-20 persen per harinya, dan komposisi ini juga berlaku untuk orang dewasa.

Mengenali sumber makanan, manfaat dan variasinya, bagi juru masak dan pakar kuliner sehat Chef Edwin Lau bahkan ada di urutan pertama dalam hal masak-memasak. Setelahnya, lakukan teknik memasak yang sehat tanpa tanpa digoreng dan dibakar. Lalu kreativitas akan membuat variasi makanan makin kaya.

Sayangnya, pengolahan sumber makanan dengan cara tertentu bisa menghilangkan kandungan gizinya. Untuk itu Edwin berbagi resep bagaimana mengolah ikan, agar kandungan gizi di dalamnya tidak hilang karena keliru memasaknya.

1. Makan mentah
Memakan ikan segar mentah lebih bernutrisi daripada dimasak, apalagi digoreng kering. Namun jangan sembarangan memilih ikan segar. Sebaiknya lengkapi pengetahuan memasak dengan berbagai informasi seputar bahan makanan. Termasuk cara beternaknya, dalam hal ini ikan misalnya. Lebih baik pilih ikan yang diternak secara organik.

2. Baiknya dipepes daripada digoreng

Menggoreng ikan dalam suhu tinggi atau membakar/memanggangnya di atas arang membuat nilai gizi pada ikan berkurang, bahkan hilang. Asap pada ikan bakar misalnya, berpengaruh terhadap penyerapan gizi atau nutrisi ikan itu sendiri. Sebaiknya pepes ikan agar kandungan protein terserap tubuh lebih optimal.

3. Daripada digoreng kering, lebih baik ditumis  

Menggoreng kering akan menghilangkan nutrisi pada ikan. Selain itu, menggoreng dengan minyak dengan suhu tinggi akan mengubah lemak PUFA (yang juga terkandung dalam ikan) menjadi lemak SAFA (lemak jenuh) yang berbahaya bagi tubuh dan sumber berbagai penyakit. Sebaiknya memasak ikan sebagai tumisan dengan api kecil dan tidak direndam minyak.

4. Jangan langsung bersentuhan dengan alat masak

Jikapun ingin menggoreng ikan, lapisi ikan dengan tepung roti untuk menyerap minyak. Dengan demikian ikan tidak langsung bersentuhan dengan alat masak ataupun minyak goreng.

C1-10

Editor: din


Menjaga Tubuh Tetap Ramping Selama Travelling


KOMPAS.com – Bulan Juni-Juli biasa diidentikkan dengan masa berlibur. Pasalnya, di bulan-bulan ini, anak-anak sudah mulai memasuki masa kenaikan kelas. Tak sedikit yang menggunakan masa-masa ini sebagai ajang berlibur. Namun, satu hal yang penting untuk diwaspadai adalah kenaikan berat badan saat berlibur.

Seringkali, saat berlibur ke tempat-tempat baru, atau malah ke kampung halaman, kita seringkali lupa diri dan mencoba kuliner-kuliner di tempat tersebut. Tapi tanpa sadar, kita malah memasukkan terlalu banyak kalori dan sepulangnya dari liburan, bobot tersebut tak pernah hilang. Berikut tips untuk mencegah supaya berat tubuh tak menanjak saat sedang berlibur.

1. Bawa makanan ringan sendiri
Kebanyakan dari kita ketika berada di tempat baru dan asing, seringkali mengalami rasa takut sulit mendapatkan makanan. “Ke tempat liburan kan pasti ada banyak yang berjualan di sana,” mungkin itu pikir Anda. Tetapi, perlu diingat, makanan yang banyak dijual di tempat liburan biasanya adalah makanan-makanan ringan atau junk food. Atau, karena terpikir kita tak kenal daerah sekitar, kita takut mengambil risiko perut kosong, sehingga memaksa diri untuk makan setiap kali ada tempat makan yang terlihat cukup aman, seperti restoran-restoran cepat saji. Karenanya, supaya Anda tidak selalu tergoda untuk makan setiap kali Anda melihat ada restoran, cobalah untuk menyimpan makanan ringan yang sehat di tas bawaan. Seperti buah, makanan ringan dengan indeks glikemik rendah, atau bahkan, jika suka, telur rebus.

2. Bawa makanan untuk dimakan di dalam pesawat
Maskapai penerbangan sudah amat jarang menghidangkan makanan nikmat dan gratis di dalam pesawat. Jika pun ada, biasanya bukan makanan yang ingin Anda nikmati. Jika pun di menu ada yang diinginkan, biasanya harganya pun setinggi langit. Jadi, coba upayakan untuk membawa makanan ringan yang sehat sebisa Anda.

3. Pesan paket resto cepat saji
Kebanyakan porsi tempat-tempat makan cepat saji saat ini sebenarnya melebihi kapasitas rata-rata kebutuhan secara umum. Jadi, jika Anda sedang berwisata dengan seseorang, cobalah pesan satu menu yang bisa dibagi dua. Jika masih terasa lapar, masih bisa pesan makanan tambahan. Tapi tunggu hingga Anda merasa lapar, jangan lapar mata, karena tubuh kita butuh waktu untuk mengirim sinyal kepada otak bahwa kita sudah lapar. Kunyahlah perlahan, nikmati fakta bahwa Anda sedang berlibur, dan dengarkan sinyal tubuh Anda.

4. Jangan terbuai saus, minyak, atau dressing lain
Demi rasa, tanpa sadar kita seringkali menambahkan saus dalam jumlah banyak pada makanan kita. Ketimbang mencelupkan makanan ke dalam saus, lebih baik gunakan garpu. Caranya, celupkan garpu ke dalam saus, lalu kemudian, tusukkan pada makanan Anda, lalu nikmati. Dengan cara ini, Anda akan mengurangi asupan kalori dari saus tanpa mengurangi rasa enak saus. Jangan lupa, usahakan sebisa mungkin hindari makanan yang digoreng.

5. Ingatlah, bahwa berliburnya itu sendiri merupakan sebuah pemanjaan diri
Berlibur bukan berarti sebuah kesempatan untuk melepaskan diri dan memanjakan diri dengan makanan, seperti cokelat, es krim, dan makanan enak tapi tak baik untuk ukuran tubuh. Tentu, boleh memanjakan diri sekali-kali. Tapi bukan berarti bisa berlebihan.

6. Cari aktivitas fisik yang menyenangkan saat berlibur
Ketimbang mengikuti tur bus, mengapa tidak mencoba mengikuti naluri dan riset mengenai tempat-tempat menyenangkan di kota tujuan? Carilah obyek-obyek yang Anda ingin kunjungi, lalu rencanakan cara menggapainya dengan cara berjalan kaki atau setidaknya dengan cara yang mengharuskan Anda mencapai tempat tersebut dengan upaya lebih, seperti naik angkutan umum. Jika tempat yang ingin Anda kunjungi memiliki lokasi yang bisa didaki, seperti bukit, cobalah mendaki bukit tersebut, atau bersepeda jika ada sepeda yang bisa disewa, atau mendayung, jika memang ada fasilitasnya.

Atau, karena namanya liburan, yang artinya melepaskan diri dari rutinitas, Anda bisa pergi ke club dekat tempat Anda menginap, meski sebenarnya Anda bukan tipe yang senang pergi clubbing.

7. Bawa baju pas badan

Melihat pantulan diri Anda di cermin, atau mengenakan pakaian yang sebelum berangkat berlibur sudah sangat pas di tubuh akan mengingatkan Anda untuk mengerem diri dan mengingatkan Anda bahwa tujuan utama Anda adalah untuk menjadi orang yang sehat dan fit.

NAD

Editor: NF

Sumber: bing


47 queries