Belajar Cara Murder
Sobat, sering nggak sudah belajar sampai bete tapi kok nggak ada yang masuk ya? Nah, bisa jadi kamu belajar secara efektif dan efisien. Coba deh sistem belajar MURDER. Eh, bukan belajar membunuh lho, tapi MURDER adalah sistem yang dibuat oleh Bob Neson dalam bukunya The Complete Problem Solver.
MURDER singkatan dari : Mood – Understand – Recall – Digest – Expand – Review.
Perincian sistem belajar MURDER sebagai berikut:
Mood – Suasana Hati :
Ciptakan selalu mood yang positif untuk belajar. Ini bisa dilakukan dengan menentukan waktu, lingkungan dan sikap belajar yang sesuai dengan pribadimu.
Understand – Pemahaman :
Tandai informasi bahan pelajaran yang TIDAK kamu mengerti dalam satu unit. Fokuskan pada unit tersebut atau melakukan beberapa kelompok latihan untuk unit itu.
Recall – Ulang :
Setelah belajar satu unit, berhentilah dan ulang bahan tersebut dengan kata-kata yang kamu buat SENDIRI.
Digest – Telaah :
Kembalilah pada unit yang tidak kamu mengerti dan PELAJARI KEMBALI keterangan yang ada. Lihatlah informasi yang terkait pada artikel, buku teks atau sumber lainnya atau diskusikan dengan teman atau guru/dosen.
Expand – Kembangkan :
Pada langkah ini, tanyakan tiga persoalan berikut terhadap materi yang telah kamu pelajari :
1. Andaikan saya bertemu dengan penulis materi tersebut, pertanyaan atau kritik apa yang hendak saya ajukan?
2. Bagaimana saya bisa mengaplikasikan materi tersebut ke dalam hal yang saya sukai?
3. Bagaimana saya bisa membuat informasi ini menjadi menarik dan mudah dipahami oleh siswa/mahasiswa lainnya?
Review – Pelajari Kembali :
Pelajari kembali materi pelajaran yang sudah dipelajari. Ingatlah strategi yang telah membantu kamu mengerti dan/atau mengingat informasi. Jadi, terapkan strategi tersebut untuk cara belajarmu berikutnya.
Sumber: Majalah Annida
Tips Kelola Uang Saku
1. Hitunglah jumlah uang yang kamu terima dari ortu di depan beliau. Jadi kalau ada kekeliruan jumlah bisa langsung diatasi.
2. Mulailah buat perencanaan uangmu akan digunakan untuk apa saja. Perhatikan skala prioritas kebutuhanmu. Misalnya, uang untuk menabung, untuk membeli buku dan peralatan lainnya (jika ada), untuk ongkos, untuk jajan, untuk berinfaq. jangan biasakan yang ditabung hanya sisa uang saja, tapi kamu harus memasukkannya menjadi salah satu planning keuanganmu walaupun sedikit kalau tidak maka kamu akan cenderung boros.
3. Pisahkan uang tersebut dalam amplop terpisah supaya kamu benar-benar bisa melihat persedian uang untuk tiap-tiap kebutuhan. Biasakan juga untuk berinfaq untuk semampunya.
4. Simpanlah uangmu ditemapt yang aman sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
5. Catat semua pengeluaranmu itu sehingga kamu bisa tahu jumlah uang yang kamu habiskan setiap bulannya.
6. Jika ingin ada tambahan uang sakunggak ada salahnya kamu wiraswasta kecil-kecilan. Misalnya jualan pernak-pernik yang unik dan imut taua bisa juga kamu koordinir teman-temanmu langganan majalah. Nah kamu bisa dapat tip lumayan tuh dari agennya.
7. Jangan jajan berlebihan.
8. Sering-seringlah berpuas sunah senin kamis. Selain menjalankan sunah Rasul bisa ngirit pengeluaran tuh.
9. tahanlah keinginanmu untuk membeli sesuatu yang tidak ada dalam daftar keuanganmu kecuali ada sisa uang.
10. Untuk teman-teman yang dapat jatah harian, nabungnya juga bisa harian. Pisahkan uang untuk jajan dan menabung. Biar semangat nabungnya kamu bisa beli celengan yang paling kamu sukai.
Finally, Welcome to the World Clement Nathanael Gunawan
Akhirnya hari ini 4 November 2010, aku merasa semua sakit bekas operasi sudah mulai hilang, sudah turun dari ranjang, maka bisa menulis perkembangan Clement
Pada tanggal 22 November 2010, tepatnya jam 01.12 siang, Clement lahir dengan berat badan 1.73 Kg dan panjang 41 cm. Walaupun sempat tidak menangis pada saat lahir, namun terimakasih kepada Tuhan dan semua team dokter, dia akhirnya menangis dengan kerasnya
. Lega rasanya bisa mendengar suara tangis itu..
Sekarang Clement masih diharuskan berada di NICU untuk sekitar 3-4 minggu kedepan, karena berat badan yang rendah serta Cleft Lip dan Cleft Palate nya yang membuat dia kesusahan untuk minum. Namun sejauh ini kondisinya stabil. Dokter sudah mulai memberikan botol khusus untuk dia minum, dan perkembangannya menggembirakan. Di hari pertama, dia full infus, hari kedua dia sudah bisa minum sebanyak 5 ml, dan hari ini dia sudah bisa menghabiskan 15 ml!
Sekarang dokter sedang melakukan test-test yang dibutuhkan oleh Clement, mulai dari tes ginjal, jantung, tes darah untuk melihat apakah ada kelainan kromosom dan lainnya, dan hasil baru bisa kita dapatkan dalam 2 minggu. Semoga semua hasil tes bagus deh, sebagaimana kita meyakini bahwa sebentar lagi kamu akan cukup kuat untuk pulang bersama kita.
Love u always dear..
Aktivasi otak tengah tidak serta merta menjadikan anak cerdas
Aktivasi Otak Tengah (AOT) sedang marak dibicarakan, diliput media massa, dan menjadi trend di kalangan menengah ke atas – itu karena biaya mengikuti AOT ini tidak bisa dibilang murah. Inti dari AOT adalah mengaktifkan otak tengah sehinga otak kanan (emosional, EQ) dan otak kiri (IQ, intelektual) dapat berkembang maksimal.
Betul, bahwa segera setelah mengikuti AOT , anak akan memiliki kemampuan yang lebih dan salah satu hasil yang langsung dapat terlihat adalah kemampuan untuk membaca dengan mata tertutup. Tetapi, tentu bukan itu tujuan utamanya. Yang kita harapkan adalah anak yang mempunyai konsentrasi tinggi, daya ingat yang baik, kreatif dan semua hal positif yang menunjang perkembangannya menjadi anak yang cerdas secara emosional dan intelektual. Semua hasil positif yang dijanjikan atau yang kita harapkan, tidak serta merta didapat secara otomatis setelah mengikuti AOL. Tetap diperlukan bimbingan yang intensif untuk terus melatih kemampuan yang diperoleh setelah AOT.
Banyak pro kontra tentang AOT yang terus berkembang yang sebenarnya tidak perlu menjadi perhatian kita. Fokus kita seharusnya pada persamaan persepsi bahwa yang baik bukan jenius tapi yang seimbang antara kecerdasan emosional (EQ) dan Intelektual (IQ) sehingga muncullah kecedasan spritual (SQ) yang juga baik.
Jadi, kalau kita belum mampu atau tidak mau mengikutsertakan anak kita pada program AOT, minimal kita melatih agar otak kiri dan otak kanan anak berkembang sama baiknya dan menjadi seimbang. Latihan yang sudah kita kenal adalah adalah :
1. Tangan kanan menepuk-nepuk kepala, tangan kiri melakukan gerakan memutar di atas perut. Lakukan dalam 8 hitungan, lalu lakukan yang sebaliknya.
2. Kepalkan tangan kanan dan lakukan gerakan seperti menumbuk pada paha kanan, sementara tangan kiri melakukan mengelus paha kiri. Lakukan dalam 8 hitungan, lalu lakukan yang sebaliknya.
Beberapa senam otak lainnya :
1. Gerakan Silang
Cara: Kaki dan tangan digerakkan secara berlawanan. Bisa ke depan, samping atau belakang. Agar lebih ceria anda bisa menyelaraskan dengan irama musik.
Manfaat: Merangsang bagian otak yang menerima informasi dan bagian yang mengungkapkan informasi, sehingga memudahkan proses mempelajari hal-hal baru dan meningkatkan daya ingat.
2. Olengan Pinggul
Cara: Duduk dilantai. Posisi tangan dibelakang, menumpi ke lantai dengan siku di tekuk. Angkat kaki sedikit lalu olengkan pinggul ke kiri dan ke kanan dengan rileks.
Manfaat: Mengaktifkan otak untuk kemampuan belajar, melihat dari kiri ke kanan, kemampuan memperhatikan dan memahami.
3. Pengisi Energi
Cara: Duduk nyaman di kursi, kedua lengan bawah dan dahi diletakkan di atas meja. Tangan ditempatkan di depan bahu dengan jari-jari menghadap sedikit ke dalam. Ketika menarik napas rasakan napas mengalir ke garis tengah seperti pancuran energi, mengangkat dahi, kemudian tengkuk dan terakhir punggung atas. Diafragma dan dada tetap terbuka dan bahu tetap rileks.
Manfaat: Mengembalikan vitalitas otak setelah serangkaian aktivitas yang melelahkan, mengusir stres, meningkatkan konsentrasi dan perhatian serta meningkatkan kemampuan memahami dan berpikir rasional.
4. Menguap Berenergi
Cara: Bukalah mulut seperti hendak menguap lalu pijatlah otot-otot di sekitar persendian rahang. Lalu melemaskan otot-otot tersebut.
Manfaat: Mengaktifkan otak untuk peningkatan oksigen agar otak berfungsi secara efisien dan rileks, meningkatkan perhatian dan daya penglihatan, memperbaiki komunikasi lisan dan ekspresif serta meningkatkan kemampuan untuk memilah informasi.
5. Luncuran Gravitasi
Cara: Duduk di kurasi dan silangkan kali. Tundukkan badan dengan lengan ke dapan bawah. Buang napas ketika turun dan ambil napas ketika naik. Lakukan dengan posisi kaki berganti-ganti.
Manfaat: Mengaktifkan otak untuk rasa keseimbangan dan koordinasi, meningkatkan kemampuan mengorganisasi dan meningkatkan energi.
6. Tombol Imbang
Cara: Sentuhkan 2 jari ke belakang telinga, pada lekukan di belakang telinga sementara tangan satunya menyentuh pusar selama kurang lebih 30 detik. Lalukan secara bergantian. Selama melakukan gerakan itu dagu rileks dan kepala dalam posisi normal menghadap ke depan.
Manfaat: Mengaktifkan otak untuk kesiapsiagaan dan memusatkan perhatian, mengambil keputusan, berkonsentrasi dan pemikiran asosiatif
(Buku: Brain Gym, Paul E. Dennison PhD, Gail E. Dennison, Penerbit PT. Grasindo)
Semoga bermanfaat ya !
Salam,
[bi-bi]
Pashmina Sebastian Gunawan Cuma Rp 129.000!
KOMPAS.com – Siapa tak kenal dengan Sebastian Gunawan? Perancang kenamaan Indonesia ini selalu berhasil mengeluarkan rancangan-rancangan mengagumkan yang tak jarang menginspirasi perancang-perancang lainnya. Dengan namanya yang besar, tentu datang pula harga yang tak murah. Jangan takut, Anda pun sekarang bisa “mencicipi” dan memiliki sentuhan rancangan Sebastian Gunawan di dalam koleksi busana Anda dengan harga yang relatif terjangkau.
Khusus untuk menyambut bulan ramadhan tahun ini, Sebastian Gunawan bekerja sama dengan Oriflame Indonesia mengeluarkan rancangan pashmina. Pashmina yang terbuat dari satin silk berukuran 60 x 170 cm ini terdiri dari dua warna pastel, yakni merah muda dan hijau. Bahannya yang halus dan sedikit mengilau membuatnya terlihat mewah dan berkelas. Memang tergolong mahal jika Anda membeli satuan langsung, Oriflame mematok harga Rp 649.000 per pashmina, namun jika Anda berbelanja produk Oriflame sebesar Rp 199.000 hanya di bulan Agustus ini, Anda bisa mendapatkan pashmina ini dengan harga Rp 129.000, jadi totalnya Rp 328.000.
Syal lembut ini dirancang dengan teknik laser cutting, sehingga berkesan unik dan cantik. Di bagian pinggiran pashmina terdapat lubang yang berbentuk siluet bunga-bungaan. Ini merupakan kali pertama Oriflame bekerja sama dengan desainer Indonesia untuk meluncurkan produk aksesori. Terpilihnya Sebastian Gunawan, menurut Winny Octavia, Public Relations Oriflame, adalah karena karyanya yang terkenal di dalam dan di luar negeri, juga karena reputasinya yang terkenal amat mengesankan. Jika Anda ingin memiliki aksesori rancangan desainer kenamaan dengan harga relatif terjangkau, ini saatnya. Promonya hanya berlangsung bulan Agustus 2010 ini saja, lho.
NAD
Editor: NF
Pergi Ke Hutan Dapat menyehatkan Tubuh
TEMPO Interaktif, Finlandia – “Banyak orang merasa rileks dan enak ketika mereka pergi ke luar dan menyatu dengan alam,” kata Dr. Eeva Karjalainen dari Lembaga Riset Hutan Finlandia. “Namun tidak banyak yang tahu bahwa penelitian ilmiah membuktikan adanya efek penyembuhan dari alam.”
Hutan, dan juga tempat alami hijau lainnya, dapat mengurangi stress, meningkatkan mood, mengurangi rasa marah dan agresivitas, dan meningkatkan kegembiraan. Berwisata ke hutan juga dapat memperkuat sistem imun kita dengan meningkatkan aktivitas dan merusak sejumlah sel kanker
Banyak penelitian menunjukkan tingkat stress-tergantung situasi- dapat disembuhkan lebih cepat di lingkungan alam terbuka dibanding di kota. Tekanan darah, detak jantung, tekanan otot, dan hormon stres akan menurun lebih cepat di alam terbuka. Depresi, kemarahan, dan agresivitas akan berkurang di lingkungan hijau.
“Memelihara area hijau dan pohon di kota sangat penting untuk menolong orang sembuh dari stres, memelihara kesehatan, dan menyembuhkan penyakit. Ada juga nilai ekonomis dalam mempekerjakan orang dan mengurangi biaya perawatan kesehatan,” kata Eeva.
Fanny Febiana/Science Daily
Berita Lain tentang Kaitan antara Taman Hijau dan Kesehatan:
Bermain 5 Menit di Taman Hijau, Sehatkan Mental
Sepatu CooGee: Mirip Sepatu Mama dan Papa
KOMPAS.com – Jika Anda memperhatikan, gaya seseorang berpakaian pasti akan menyesuaikan lokasi tujuan, karakter, mood, dan tentunya, profesi. Bila yang punya profesi di bidang perbankan, biasanya sepatu akan berupa sepatu kulit formal tertutup. Sementara untuk yang pekerjaannya di bidang musik, seperti penyanyi rock, misalnya, lebih sering menggunakan sepatu yang non-formal dan gaya. Salah satu produsen sepatu anak dari Australia, CooGee, menciptakan sepatu-sepatu untuk anak yang diberi kategori sesuai profesi orang dewasa. Sepatu yang dipakai si kecil jadi mirip sepatu mama-papanya, deh.
CooGee yang mulai menjajaki pasar sepatu anak di Indonesia sejak tahun 2009 lalu memegang prinsip bahwa perkembangan terpenting pada anak terjadi sejak anak masih bayi hingga usia balita. Hal ini termasuk pula dalam masa perkembangan kaki si anak. Karena, menurut banyak literatur, ukuran kaki anak akan terus berkembang hingga ia berusia 18 tahun. Penting untuk menjaga kesehatan dan bentuk kaki sejak dini. Jika anak salah menggunakan alas kaki saat pertumbuhannya, maka bisa saja ia akan merasakan ketidaknyamanan di masa dewasa.
Dikatakan lewat siaran pers, sepatu CooGee dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan kesehatan kaki anak menggunakan teknologi terkini, material berkualitas, dan didesain untuk memenuhi kenyamanan kaki anak saat dikenakan tanpa menyakiti maupun menahan perkembangan bentuk kaki.
Selain itu, desain dari sepatu yang menargetkan anak usia 2-6 tahun ini diberikan klasifikasi per kategori profesi. Contohnya, senator, firefighter, balerina, jeweller, lawyer, doctor, chef, dan lainnya. Hal ini dilakukan CooGee untuk memberikan kesempatan kepada anak berimajinasi dan berkreasi dengan profesi, setidaknya dalam hal mendandani dirinya. Atau, kesempatan bagi si anak berdandan mirip ayah dan ibunya. Menariknya, menurut Romy Mustharom, Marketing Communication CooGee, sepatu-sepatu yang ditawarkan tidak memiliki warna-warni berlebihan atau pun gambar-gambar kartun yang kadang terlalu meriah.
Pada hari ini, Sabtu, 26 Juni 2010 ini CooGee meresmikan gerai pertamanya di Indonesia yang bertempat di area Miniapolis, Plaza Indonesia. Sepatu-sepatu CooGee ditawarkan dengan kisaran harga Rp 200.000 – Rp 500.000. Gerai sepatu yang memiliki tagline “Will Take You Places” ini berencana akan membuka gerai berikutnya di Pondok Indah Mall, Mal Puri Indah, dan di Surabaya.
NAD
Editor: NF
Swinger Sangat Berisiko Tertular Penyakit Seksual
TEMPO Interaktif, Geleen - Sebuah penelitian di Belanda menemukan bahwa swinger–orang dewasa heteroseksual yang suka tukar pasangan di klub seks – lebih berisiko terhadap penyakit seksual menular (PMS) dibandingkan dengan remaja dan gay atau pria biseksual; keduanya dianggap sebagai kelompok yang berisiko tinggi terjangkit herpes, HIV, dan klamidia.
“Di klinik kami, kami mulai mencatat bahwa ada beberapa orang yang menyebut diri mereka swinger yang tampaknya terkena PMS lebih sering daripada heteroseksual lainnya,” kata Anne-Marie Niekamprekan, salah satu peneliti dari Pusat Layanan Kesehatan Kemasyarakat Limburg Selatan di Geleen, Belanda. “Data ilmiah tentang topik ini tidak tersedia. Swinger tampaknya tidak hanya sebuah populasi tersembunyi dalam masyarakat tetapi juga dalam ilmu pengetahuan dan perawatan kesehatan.”
Penelitian ini dipublikasikan oleh jurnal Sexually Transmitted Infections edisi online 23 Juni 2010.
Para peneliti mengumpulkan data tentang hampir 9.000 pasien yang berkunjung di tiga klinik penyakit seksual antara tahun 2007 dan 2008. Sekitar satu dari sembilan pasien, atau 12 persen, dilaporkan menjadi seorang swinger. Rata-rata usia mereka adalah 43 tahun.
Sekitar 55 persen dari semua pasien yang diagnosis terkena klamidia dan gonorea (kencing nanah) telah diidentifikasi sebagai swinger, sementara 31 persen pria gay. Secara keseluruhan, satu dari 10 swinger terkena klamidia sementara sekitar satu dari 20 terbukti positif terjangkit gonorea.
Swinger usia di atas 45 tahun memiliki tingkat lebih tinggi terjangkit PMS ketimbang swinger di bawah 45 tahun, menurut penelitian ini.
Sekitar 10,4 persen swinger laki-laki usia di atas 45 tahun telah terjangkit klamidia dan atau gonorea, sementara pria heteroseksual lainnya yang terkena klamidia hanya 2,4 persen. Tingkat klamidia pada pria gay atau biseksual adalah 14,6 persen.
Adapun swinger wanita di atas 45 tahun, hampir 18 persen terkena klamidia, sedangkan perempuan heteroseksual lainnya 4 persen, pelacur kurang dari 3 persen.
Dr H. Hunter Handsfield, profesor kedokteran di Pusat AIDS dan Penyakit Seksual Menular Universitas Washington, mengatakan beralasan bahwa swinger mungkin lebih berisiko terhadap penyakit menular seksual daripada kelompok lain, dan bukan hanya karena banyaknya pasangan seks. Melakukan hubungan seks dengan lebih dari satu orang, pada waktu atau berganti-ganti dengan cepat, mendorong penyebaran PMS, kata Handsfield.
Diperkirakan jutaan orang mempraktikkan swinger. Swingers Date Club, situs kencan untuk para swinger, misalnya, memperkirakan ada jutaan di seluruh dunia; sekitar 30.000 orang di Belanda telah mengirim profilnya secara online.
Sementara itu, Dr Cynthia Krause, ahli kebidanan dan ginekologi di Sekolah Kedokteran Mount Sinai di New York, mencatat bahwa tingkat klamidia dan gonorea di kalangan swinger perempuan enam kali lebih tinggi dari pelacur.
HealthDay News/Ngarto Februana
Mewaspadai Pertumbuhan Si Buah Hati
TEMPO Interaktif, Hingga umur 3 tahun, Adit tak juga bisa bicara. Anak itu jarang bersuara. Jika bersuara, dia masih mengeluarkan suara seperti bayi berusia 6 bulan. Ayahnya, Kisman, 45 tahun, curiga ada yang salah pada putra keduanya itu. “Padahal anak seusianya sudah lancar berbicara,” kata dia.
Warga Yogyakarta itu lalu memeriksakan anaknya ke dokter. Karena tak mendapat jawaban memuaskan, dia beberapa kali ganti dokter spesialis. Ternyata ada infeksi yang mengganggu pita suara dan saluran ke otaknya. “Ketika tahu, kami sudah terlambat,” ujarnya menyesal. Kini Adit berumur 11 tahun. Dia hanya bisa mengucapkan beberapa kosakata.
Memang, menurut dokter spesialis anak, Ahmad Suryawan, Sp A (K), tak ada panduan tumbuh kembang anak yang bisa jadi patokan apakah ia normal atau tidak. “Biasanya orang tua hanya membandingkan anaknya dengan anak yang seusia,” kata staf Divisi Tumbuh Kembang Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSU Dr Soetomo, Surabaya, ini.
Sayangnya, anak yang dijadikan perbandingan belum tentu normal pula sehingga orang tua sering telat mengetahui tumbuh kembang anaknya. “Ada kesenjangan antara keadaan anak dan pengetahuan orang tua,” ujarnya.
Menurut Ahmad, otak bayi mulai tumbuh sejak usia kandungan tiga pekan. Saat lahir, berat otak seperempat otak orang dewasa, dan sudah memiliki 100 miliar sel otak (neuron). Antarsel itu saling terhubung oleh jaringan (sinaps). Jumlahnya ada 50 triliun sinaps. Pada umur 1 bulan, jaringan sinaps tumbuh mencapai 1.000 triliun.
Kecepatan berpikir otak bergantung pada jumlah sinaps ini. Sinaps baru akan terbentuk dan menguat jika anak mendapat rangsangan (stimulasi), seperti mendengar, melihat, serta meniru, dan itu dilakukan berulang-ulang. Jadi stimulasi bisa dengan suara, gerakan, musik, bicara, membaca, dan lainnya. Jika tak digunakan, sinaps akan mati atau berkurang jumlahnya dan membuat kecepatan berpikir ikut berkurang.
Stimulasi harus dilakukan sedini mungkin. Pasalnya, perkembangan otak optimal cuma sampai usia 6 tahun. “Sembilan puluh lima persen perkembangan otak manusia terjadi sebelum umur 6 tahun,” tutur Ahmad. Maka periode ini disebut periode kritis atau genting. Jika ada gangguan pada periode ini, akan berakibat kelainan permanen dan sulit disembuhkan.
Kasus Adit, misalnya. Walau diketahui pada usia balita, hal itu sudah telat, dan akhirnya menjadi kelainan permanen.
Ahmad menjelaskan, puncak perkembangan otak bayi terjadi di awal hidupnya. Pada umur 3-6 bulan, fungsi melihat dan mendengar mengalami puncak. Hasil pendengaran dan penglihatannya atas lingkungan sekitar akan digunakan untuk kemampuan bicara. Pada umur 8 bulan, giliran fungsi bicara dan bahasa mencapai puncak. “Keempat fungsi ini terhenti perkembangannya pada umur 6 tahun.”
Adapun fungsi kognitif dan inteligensia mencapai puncaknya pada usia 3 tahun. “Fungsinya mulai menurun hingga umur 15 tahun,” Ahmad melanjutkan. Selain membutuhkan stimulasi, perkembangan otak perlu didukung nutrisi. “Nutrisi dan stimulasi satu kesatuan.”
Nutrisi yang membantu dalam tumbuh kembang anak, menurut Dokter Iwan Surjadi Handoko, adalah Kolin, DHA-AA (docosahexaenoic acid- arachidonic acid), Alfa-laktalbumin, dan asam lemak esensial (Omega 3 dan Omega 6). Kolin adalah nutrisi esensial, salah satu anggota vitamin B yang larut dalam air. Gunanya untuk pertumbuhan otak dan sumsum tulang belakang. “ASI adalah sumber kolin yang baik,” kata Business Development Manager Kalbe Nutritionals ini.
DHA-AA berfungsi untuk perkembangan otak dan penglihatan. Adapun Alfa-laktalbumin adalah protein yang dominan terdapat dalam ASI–mencapai 30 persen dari total protein, sedangkan susu sapi hanya 5 persen. “Dengan paduan antara stimulasi dan nutrisi cukup, diharapkan anak-anak akan tumbuh kembang dengan baik, sehat, dan normal.”
NUR ROCHMI
Fase Tumbuh Kembang
Tumbuh kembang adalah fase hidup yang dilalui anak. Tumbuh adalah bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.
Kembang adalah bertambahnya struktur dan kemampuan tubuh yang lebih kompleks meliputi kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara, bahasa, sosialisasi, dan kemandirian. Berikut ini ciri tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya.
0-3 bulan : Terkejut mendengar suara, mengikuti obyek dengan mata.
3-6 bulan : Berbalik telungkup ke telentang dan tertawa/menjerit kala diajak bermain.
7-9 bulan : Duduk, bermain tepuk tangan/cilukba.
9-12 bulan : Merangkak, berjalan dengan dituntun, menyentuh benda dan memasukkannya ke mulut.
12-18 bulan : Memanggil orang tuanya, berjalan-berlari, belajar makan/minum sendiri.
18-24 bulan : Bisa berdiri sambil memegang benda, menyebut beberapa kata yang memiliki arti.
2-3 tahun : Bisa membedakan mainan, bisa menendang bola sambil lari
3-4 tahun : Bisa berdiri dengan satu kaki, belajar memakai pakaian, dan bermain dengan anak lain.
4-5 tahun : Menari, senang bertanya, menggambar lingkaran atau tanda silang.
5-6 tahun : Bisa berjalan lurus. Mengenal warna, lawan kata, dan angka.
Nur Rochmi | berbagai sumber
Mengapa Ibu Hamil Dilarang Pakai High Heels
VIVAnews - Hati-hati mengenakan alas kaki saat sedang berbadan dua. Jajak pendapat dikelola Britain’s Society of Chiropodists and Podiatrists di Inggris menemukan, tujuh dari 10 ibu hamil menderita penyakit kaki setelah mengenakan sepatu bergaya.
Seperti dikutip dari laman Daily Mail, dari 1.000 wanita hamil yang disurvei, 45 persen mengalami kaki bengkak, 37 persen bengkak di pergelangan kaki, dan 16 persen menderita nyeri tumit selama masa kehamilan.
Sebanyak 32 persen dari responden ternyata tak biasa melepas kebiasaan mengenakan sepatu hak tinggi (high heels) saat hamil. “Tumit tinggi mengubah postur Anda, memperpendek otot betis, dan meningkatkan tekanan pada punggung dan lutut,” kata ahli penyakit kaki Lorraine Jones.
Lorraine mengatakan, wanita hamil rentan mengalami tegang di bagian pergelangan kaki dan ligamen. “Kaki yang tidak bisa menopang tubuh dengan baik juga berisiko menyebabkan jatuh,” katanya.
Tidak hanya sepatu bertumit tinggi yang tidak baik untuk wanita hamil. Sebab, dari jajak pendapat 66 persen responden terbiasa memakai sandal jepit selama hamil, 53 persen memakai sepatu flat balet, dan 30 persen mengenakan alas kaki bergaya lainnya.
Jadi, apakah wanita hamil benar-benar tidak boleh mengenakan alas kaki? Lorraine mengatakan, alas kaki paling ideal untuk ibu hamil adalah yang nyaman dengan ciri ukuran lebar pas.
Wanita hamil juga boleh mengenakan alas kaki berhak tinggi, namun tidak untuk waktu yang lama. Jika sudah terasa pegal dan tubuh seolah tak bisa menopang, lebih baik tanggalkan alas kaki berhak Anda.
“Banyak selebriti hamil terlihat memakai sepatu hak tinggi di majalah saat menghadiri acara. Jangan ditiru, cobalah untuk mengatur penggunaan hak tinggi Anda. Jangan digunakan untuk kegiatan harian Anda,” kata Lorraine.
• VIVAnews







