Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 

[X]


Permainan Untuk Bayi 1 – 12 Bulan

Meski si kecil masih bayi, ia bisa diajak bermain lewat permainan sederhana. Tentu permainan ini disesuaikan dengan usia dan kemampuannya. Jika permainan sederhana dilakukan dengan baik, hal itu kakan mendukung pertumbuhan fisik, psikis dan kecerdasaannya. Tri puspitarini, MPsi dari lembaga Ini Kami Edu Jakarta, menyarankan sejumlah permainan yang dapat dilakukan ayah dan ibu bersama bayi usia 1- 12 bulan ini :

1. Cilukba

Peralatan: Sebenarnya tak membutuhkan peralatan khusus. Namun, ayah dan ibu dapat mengunakan sapu tangan atau baju sebagai media penghalang.

Cara bermain : Kita tinggal membuka dan menutup wajah dengan tangan atau hilang-muncul di balik dinding, kursi atau tempat tidur.

Manfaat : Bayi belajar tentang konsep hilang dan ada. Meski ia tidak melihat orangtuanya, bayi tahu kita sedang bersembunyi dan segera muncul kembali. Ia pun belajar mengenal bentuk-bentuk emosi lewat ekspresi wajah, seperti gembira, tertawa, tersenyum dan terkejut.

2. Mengeksplorasi Lingkungan

Peralatan : Banyak yang bisa dimanfaatkan dari lingkungan  sekitar. Di halaman rumah misalnya, ada pohon dengan buah, daun, batang dan rantingnya. Lalu, ada daun yang mudah kering, buah yang masih muda, masak atau jatuh membusuk, ada juga pot, batu, rerumputan, kolam ikan, pagar, kunci pagar dan masih banyak lagi.

Cara bermain : Ajak bayi ke halaman dengan di gendong atau didudukkan di stroller, lalu kenalkan satu persatu benda-benda tersebut.

Manfaat :

1. Meningkatkan pengetahuan bayi, yakni mengenal aneka benda yang ada di lingkungannya.

2. Kosakatanya bertambah sehingga secara tak langsung bayi terstimulasi belajar bicara.

3.  Keberanian bayi untuk bereksplorasi pun meningkat lewat pengalaman-pengalaman yang menyenangkan tersebut.

 

Sumber : Prabumulih Pos


Belajar Cara Murder

Sobat, sering nggak sudah belajar sampai bete tapi kok nggak ada yang masuk ya? Nah, bisa jadi kamu belajar secara efektif dan efisien. Coba deh sistem belajar MURDER. Eh, bukan belajar membunuh lho, tapi MURDER adalah sistem yang dibuat oleh Bob Neson dalam bukunya The Complete Problem Solver.

MURDER singkatan dari : Mood – Understand – Recall – Digest – Expand – Review.

Perincian sistem belajar MURDER sebagai berikut:

Mood – Suasana Hati :

Ciptakan selalu mood yang positif untuk belajar. Ini bisa dilakukan dengan menentukan waktu, lingkungan dan sikap belajar yang sesuai dengan pribadimu.

Understand – Pemahaman :

Tandai informasi bahan pelajaran yang TIDAK kamu mengerti dalam satu unit. Fokuskan pada unit tersebut atau melakukan beberapa kelompok latihan untuk unit itu.

Recall – Ulang :

Setelah belajar satu unit, berhentilah dan ulang bahan tersebut dengan kata-kata yang kamu buat SENDIRI.

Digest – Telaah :

Kembalilah pada unit yang tidak kamu mengerti dan PELAJARI KEMBALI keterangan yang ada. Lihatlah informasi yang terkait pada artikel, buku teks atau sumber lainnya atau diskusikan dengan teman atau guru/dosen.

Expand – Kembangkan :

Pada langkah ini, tanyakan tiga persoalan berikut terhadap materi yang telah kamu pelajari :

1. Andaikan saya bertemu dengan penulis materi tersebut, pertanyaan atau kritik apa yang hendak saya ajukan?

2. Bagaimana saya bisa mengaplikasikan materi tersebut ke dalam hal yang saya sukai?

3. Bagaimana saya bisa membuat informasi ini menjadi menarik dan mudah dipahami oleh siswa/mahasiswa lainnya?

Review – Pelajari Kembali :

Pelajari kembali materi pelajaran yang sudah dipelajari. Ingatlah strategi yang telah membantu kamu mengerti dan/atau mengingat informasi. Jadi, terapkan strategi tersebut untuk cara belajarmu berikutnya.

 

Sumber: Majalah Annida

 

 


Melatih Kecakapan Sosial Melalui Silaturahmi

Sebagian besar anak memiliki pengalaman sosial yang terbatas. Padahal, interaksi sosial merupakan salah satu kunci kecakapan sosial yakni keterampilan yang digunakan sehari-hari sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat, misalnya hubungan dengan teman sebaya, orang yang lebih muda, dan orangtua.

Berikut Tips Membangun Kecakapan Sosial :

1. Tidak ada batasan usia. Sejak dini hingga dewasa dapat terus diajarkan.Semakin dini hasilnya akan semakin baik

2. Orang tua harus konsisten

3. Orangtua jangan hanya mengajak anak berkunjung tapi berikan ia pengertian dan pengetahuan tentang nilai moral yang terkandung di dalamnya, sehingga setiap momen, misalnya hari raya, tidak lewat begitu saja dan tidak hanya sebatas ritual atau tradisi tanpa pernah dimengerti anak.

Supaya Berhasil dalam Latihan Kecakapan Sosial

1. Orangtua harus menjadi model dengan menunjukkan perilaku yang pantas

2. Sering berlatih dengan anak

3. Selalu mengingatkan anak

4. Puji dan besarkan hati anak

5. Lingkungan sangat mempengaruhi keberhasilan latihan kecakapan sosial. Karena itu peran teman sebaya dan orang yang lebih tua sangat penting.

 


Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

Memiliki anak dengan tumbuh kembang optimal adalah dambaan setiap orang tua. Untuk mewujudkannya tentu saja orang tua harus selalu memperhatikannya, mengawasi dan merawat secara seksama.

Tumbuh kembang mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda,tetapi sulit untuk dipisahkan. Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah pertumbuhan dalam skala besar, jumlah atau ukura. Sedangkan perkembangan (development) berkaitan dengan pematangan dan penambahan kemampuan fungsi organ atau individu.

 

Secara umum terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang anak :

  1. Faktor Genetik ; faktor yang menentukan sifat bawaan anak. Kemampuan anak merupakan cirri khas yang di tutunkan dari orang tuanya.
  2. Faktor Lingkungan: tempat dimana anak itu tumbuh, dimana lingkungan yang baik akan menunjang tumbuh kembang anak, sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan menghambat tumbuh kembang anak.

 

Kebutuhan Dasar anak untuk tumbuh kembang secara umum adalah:

  1. Asuh ( kebutuhan fisik-biomedis): menyangkut asupan gizi anak selama dalam kandungan dan sesudahnya, kebutuhan tempat tinggal dan perawatan kesehatan dini berupa imunisasi.
  2. Asih ( kebutuhan emosional) : kasih sayang dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik maupun mental
  3. Asah ( kebutuhan akan stimulasi mental dini): stimulasi mental mengembangkan perkembangan kecerdasan, kemandirian, kreaktivitas, agama, kepribadian, moral etika.

 

Beberapa tingkat perkembangan yang harus dicapai anak pada umur tertentu:

4-6 minggu: tersenyum spontan.

12-16 minggu : menegakkan kepala, tengkurap sendiri, menoleh ke arah suara, dapat memegang benda.

20 minggu : dapat meraih benda

26 minggu : dapat meminahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya, duduk sendiri, makan biscuit sendiri

9-10 bulan : dapat menunjuk dengan jari, merangkak, bersuara da…da….da…

13-15 bulan : berjalan dengan bantuan, mengucapkan kata-kata tunggal, minum dengan gelas sendiri, mencoret-coret.


MERANGSANG PENGALAMAN INTELEKTUAL BAYI DAN ANAK

Kecerdasan memang benar berasal dari faktor gen, tetapi selain itu keadaan lingkungan juga sangat membantu dalam mengembangkan kecerdasan anak. Lingkungan yang mendukung, menstimulasi, dan membiasakan anak untuk belajar akan membantu meningkatkan kecerdasan anak nantinya.

Banyak orang tua betanya-tanya “kapan pembelajaran untuk anak-anak mereka dimulai? apakah jika saya mengajarkan terlalu banyak hal kepada bayi saya, dia bisa menjadi bosan di sekolah nantinya?”…

Ayah…Bunda… abaikan segala pertanyaan itu, dan berikan sebanyak mungkin pengalaman belajar, dari masa bayi hingga seterusnya. Tapi ingat,,,memberikan pengalaman belajar kepada seorang bayi bukan berarti memaksanya untuk menghafalkan angka-angka atau warna-warna. Memberikan pengalaman belajar kepada seorang balita bukan berarti memaksanya untuk duduk manis di dalam kelas layaknya anak-anak usia sekolah.

Pengalaman belajar untuk bayi dan balita adalah dengan mengajaknya bermain, berkomunikasi dan berinteraksi sebanyak mungkin. Jika kita memotivasi anak sedini mungkin untuk melihat, mendengar, berfikir dan menemukan. Kita akan meningkatkan rasa ingin tahunya dan keinginannya untuk belajar lebih banyak lagi.

SEDIAKAN WAKTU 10-15 MENIT, DUA KALI SEHARI, UNTUK WAKTU BERMAIN YANG BERKUALITAS BERSAMA ANAK

  • Mainkan Cilukba di balik selimut atau bersembunyi di belakang kursi dan muncul kembali
  • Gerak-gerakkan sebuah boneka dan nyanyikan sebuah lagu hingga anak tertawa
  • Goyang-goyanglah mainan yang dapat mengeluarkan bunyi atau tamborin, pukulah sebuah drum dan liahatlah reaksinya.
  • Tiuplah gelembung sabun tinggi-tinggi ke udara untuk menstimulasi penglihatan, genggaman, dan koordinasi mata. (Mulai pada usia 5-6 bulan). Kegiatan ini juga menyenangkan dilakukan saat ia mandi.
  • Bangunlah dan runtuhkan balok-balok. Tumpuklah balok-balok itu lagi (mulai dengan tiga balok saat anak berusia 6-9 bulan) dan ajaklah anak anda untuk melakukan hal yang sama. Buatlah menara yang lebih tinggi untuk balita anda.
  • Bukalah dan tutuplah pintu di boks mainan; kemudian biarkanlah anak yang lebih besar atau balita anda untuk bereksplorasi sendiri.
  • Perkenalkan beragam jenis buku, begitu bayi anda dapat melihat dan berfokus, membalik halaman buku, menekan tombol pada buku musik, dan tak lama kemudian anak anda akan ”membaca” sendiri.


Menjadi Trendsetter dengan Jeli Melihat Perubahan

KOMPAS.com – Mengembangkan bisnis tak melulu harus berpatokan pada tren yang sudah ada, termasuk tren desain produk. Bahkan pebisnis harus lebih kreatif melihat peluang dan memprediksi masa depan dengan lebih jeli mengenali perubahan. Perubahan pola pikir dan gaya hidup masyarakat menjadi tolok ukurnya.

Irvan A. Noe’man, Executive Director Yayasan Sentra Kreatif memaparkan prediksi tren desain pada 2011, dengan melihat empat karakter gaya hidup di masa mendatang. Dengan mengenali karakter ini, pebisnis bisa lebih cermat menyasar pasar dengan berbagai produknya.

“Selera masyarakat mulai berubah dengan kembali ke alam, back to healthy food misalnya, beralih dari fast food ke organik. Produk recycle juga digemari, mengubah kotak sabun menjadi barang layak guna, atau memanfaatkan sampah menjadi barang mahal. Warna yang tabrakan juga mulai menjadi tren. Motif dengan berbagai latar belakang budaya digemari. Sumber daya alam yang semakin terbatas menjadikan sejumlah barang menjadi langka, produk dari kayu tua misalnya, semakin dicari meski harganya tinggi,” Irvan menjelaskan latar belakang dari prediksi tren desain yang dibaginya menjadi empat kategori konsep.     

Konsep tren desain, kata Irvan, akan menyasar kepada pola pikir masyarakat yang mulai berubah. Lebih sadar lingkungan, salah satunya. Artinya, pasar menyenangi produk atau desain yang terinspirasi dari alam dan ramah lingkungan.

Selain itu, gaya hidup masyarakat terutama di perkotaan yang hiruk-pikuk, berdampak pada perubahan pola pikir. Pasar mulai tertarik dengan berbagai hal yang santai, menyenangkan, dan alami. Suasana alami dan simpel menjadi lebih menarik.

“Kedai kopi yang simpel tanpa brand menjadi lebih menarik karena lebih memberikan suasana santai, daripada kedai dengan merek ternama. Pasar menginginkan kesan santai dan tidak formal, serta tidak lagi melihat brand dalam memilih produk,” papar Irvan.

Bahkan kekisruhan maupun kondisi sosial politik bisa menjadi inpirasi tren desain dan produk. Irvan merujuk sebuah kafe di Paris, yang mengambil konsep chaos. Kemarahan masyarakat atas sesuatu peristiwa juga bisa menjadi ide bisnis menarik, dibuatkan dalam kaos misalnya.

“Ada cerita menarik di balik kondisi kekinian, dan orang mulai sadar dengan berbagai masalah di sekitarnya,” kata Irvan.

Anda tentu banyak melihat produksi kaos yang mengedepankan kecintaan terhadap budaya, atau kampanye sosial yang membangun semangat nasionalisme, bukan? Kondisi ini bisa menjadi inspirasi berbagai produk bisnis Anda saat ini, dengan cara kreatif dan unik.

WAF

Editor: din


Aroma Pemicu Alergi

VIVAnews – Tak hanya makanan atau obat-obatan yang bisa menjadi menimbulkan alergi. Aroma atau bau ternyata juga bisa menjadi sumber alergi. Bahkan dengan tingkat polusi meningkat, aroma atau bau yang sebelumnya tidak menimbulkan reaksi alergi, kini bahkan bisa menjadi pengganggu.

Dikutip dari laman Times of India, reaksi alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh dan organ-organ indera menjadi peka dan bereaksi bahkan elemen paling berbahaya, seperti debu di lingkungan.

Menurut ahli alergi, Dr Dewi D’Souza, “Orang tidak dilahirkan dengan alergi. Alergi bisa muncul akibat gaya hidup seseorang. Ditambah lagi, polusi udara yang bisa membuat sistem kekebalan tubuh lemah. Itulah sebabnya alergi bisa muncul ketika seseorang beranjak dewasa.”

Reaksi alergi yang bisa muncul akibat aroma, tak jauh berbeda dari reaksi alergi lainnya. Antara lain, bersin, hidung tersumbat, sakit kepala, asam, gatal-gatal dan mucul ruam di kulit.

“Reaksi alergi aroma yang bisa terjadi pada beberapa orang bisa muncul dari wewangian, seperti parfum, deodoran, sabun tertentu, sampo, penyegar udara, dan cat,” kata Dr D’Souza menambahkan. 

Walaupun kebanyakan penderita alergi aroma ini cenderung menyalahkan parfum, karena reaksi alergi yang ditimbulkan, banyak ahli percaya bahwa hal itu sebenarnya disebabkan oleh satu atau lebih bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi wewangian tersebut.

Sejumlah bahan kimia seperti alkohol cinnamonic, aldehida sinamat, eugenol, isoeugenol, geraniol, alpha amyl alkohol sinamat, atau hydroxycitronellal, yang sebagian besar digunakan dalam produksi kosmetik, parfum, pasta gigi, telah dikenal sebagai penyebab alergi, terutama bagi penderita penyakit pernapasan.

Solusi terbaik, kata para ahli, adalah membeli produk tanpa aroma. Atau, sebelum membeli produk, mintalah penjual untuk menyemprotkan parfum, sehingga dapat mengetahui terlebih dahulu apakah Anda alergi terhadap produk itu atau tidak. Jika Anda tiba-tiba sakit kepala atau bersin, kemungkinan Anda alergi terhadap salah satu bahan dalam produk tersebut.

Masalahnya, alergi aroma juga bisa memicu psikosomatik yang berujung pada kondisi tubuh yang rentan terserang penyakit. Menurut psikiater, Dr Neha Bhattacharya, ketika seseorang mengetahui alergi aroma tertentu, kondisi ini bisa menimbulkan rasa cemas, karena ada kemungkinan bisa tanpa sengaja tercium olehnya. Pikiran seperti ini yang bisa memicu stres, dan makin melemahkan kondisi tubuh.

Penelitian terbaru juga menunjukkan, alergi aroma juga bisa dipicu dari bau makanan tertentu. Ahli Gizi Prabhu Niti mengatakan, “Alergi ini tidak umum, tapi mungkin terjadi. Biasanya, alergi ini muncul jika seseorang alergi pada makanan tertentu. Misalnya, telur, susu, atau kerang. Hanya dengan mencium makanan ini reaksi alergi bisa muncul.”

• VIVAnews


Jangan Biarkan Anak Berkutu Bolos Sekolah  

TEMPO Interaktif, New York – Anak-anak seharusnya tidak dipaksa bolos sekolah jika memiliki masalah dengan kutu rambut.

Laporan dari The American Academy of Pediatrics menyebutkan bahwa ahli kesehatan anak seharusnya lebih terlibat dalam manajemen masalah kutu rambut karena orang tua mungkin tidak mengerti perawatan yang terbaik untuk masalah ini.

Kutu rambut menyerang 12 juta anak di Amerika Serikat setiap tahunnya dan menghabiskan dana US$ 1 miliar per tahun untuk biaya perawatan. Kutu rambut memang tidak menyebarkan infeksi, namun menimbulkan efek gatal yang mengganggu.

Kutu rambut dewasa ukurannya sama seperti biji wijen, namun mereka sulit ditangkap karena bergerak cepat di kepala. Yang mudah ditangkap adalah telur kutu-kecil, berbentuk seperti telur kosong dan terlihat seperti ketombe. Namun telur kutu biasanya masuk ke akar rambut.

Laporan The American Academy of Pediatrics ini menekankan kebijakan bebas telur kutu (dengan cara membiarkan anak berkutu diam terus di rumah) tidak bermanfaat dan harus dihindari.

“Itu tidak masuk akal secara medis karena telur kutu benar-benar tertanam di rambut anak,” kata Dr. Barbara Frankowski, profesor ahli kesehatan anak dari Universitas Vermont, kepada Reuters Health. “Saya pikir ini hanya peningkatan histeria dan membuat anak bolos sekolah sangat tidak berguna,” kata Barbara.

Anak-anak yang dibiarkan di rumah dengan telur kutu di kepalanya mungkin tidak akan menulari orang lain. Memeriksa seluruh kepala murid di kelas pun tidak efektif. Seharusnya, orang tua dan perawat memeriksa anak-anak saat mereka mengalami risiko tertinggi terkena kutu, yaitu ketika anak tertidur atau menggaruk.

Kutu, kata peneliti, akan mati dalam lingkungan yang terlalu dingin atau terlalu panas. Jadi cuci rambut dengan air panas. Ini akan cukup mengusir kutu dan telurnya.

Fanny Febiana / MSNBC


Obat buat Jet Lag  

TEMPO Interaktif, Jakarta – Jika Anda mengalami jet lag, kini sudah ada obatnya. Obat itu ditemukan para peneliti dari Institut Max Planc for Biophysical Chemistry, Jerman. Menurut mereka, jet lag terjadi karena timer alami dalam tubuh yang tak sesuai dengan lingkungan. Dr Gregor Eichele, pemimpin penelitian, menyatakan penanggulangan jet lag dilakukan dengan menyesuaikan tingkat hormon penyebabnya.

Dalam penelitian mereka, uji coba pada tikus di laboratorium menemukan bahwa hormon kortisol berperan penting menjaga ritme alami tubuh yang disebut ritme sirkadian. Hormon ini berada di puncaknya pada pukul 8 pagi dan secara bertahap diturunkan menjadi tingkat terendah pada pukul 00.00-04.00. Jadi obat ini bekerja dengan menggeser puncak kortisol ke awal atau akhir waktu.

Obat yang akan dikembangkan berbentuk pil tersebut bisa mengembalikan keseimbangan alami tubuh dan pikiran dengan menyesuaikan tingkat tertinggi dan terendah hormon kortisol. Mary Harrington dari Smith College, Northampton, menyatakan obat ini punya implikasi tak hanya bagi yang mengalami jet lag, tapi juga bagi mereka yang melakukan rotasi shift kerja, yang berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk kanker payudara, stroke, dan penyakit kardiovaskuler.

Jet lag, juga disebut desynchronosis, adalah gangguan sementara yang menyebabkan kelelahan, insomnia, dan gejala lain sebagai akibat dari perjalanan udara melintasi zona waktu. Jet lag juga ditandai kegelisahan, sembelit, diare, kebingungan, dehidrasi, sakit kepala, lekas marah, mual, berkeringat, masalah koordinasi, dan bahkan kehilangan memori. Beberapa orang melaporkan gejala tambahan, seperti masalah detak jantung dan lebih rentan terhadap penyakit.

Jet lag disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk segera menyesuaikan diri dengan waktu di zona berbeda. Misalnya ketika penumpang dari Jakarta tiba di Johannesburg, Afrika Selatan, pada tengah malam waktu setempat, tubuhnya terus beroperasi sesuai dengan waktu Jakarta.

Tubuh harus berjuang untuk mengatasi zona waktu baru. Yang terjadi adalah insomnia sementara, kelelahan, lekas marah, dan susah berkonsentrasi. Jam makan dan jam ke kamar mandi berubah, sehingga dapat menyebabkan sembelit atau diare. Otak dapat menjadi bingung karena mencoba mengubah jadwal. Bagaimana ini terjadi?

Sebuah bagian kecil dari otak yang disebut hipotalamus bertindak seperti jam alarm untuk mengaktifkan berbagai fungsi tubuh, seperti lapar, haus, tidur, mengatur suhu tubuh, tekanan darah, serta tingkat hormon dan glukosa dalam aliran darah. Hipotalamus bekerja membantu tubuh memberi tahu waktu, dengan melepaskan melatonin, yang mempromosikan tidur. Melatonin melawan tingkat kortisol tinggi dan membantu mendorong tidur dalam jumlah biasa.

Melatonin dilepas jika saraf optik mata mengirim cahaya alias saat mata memandang gelap. Sebaliknya, ketika mata melihat sinar matahari, mereka memberi tahu hipotalamus agar menahan produksi melatonin. Jadi, ketika mata memandang fajar atau senja selama berjam-jam lebih awal atau lebih lambat dari biasanya, hipotalamus dapat memicu aktivitas pada bagian tubuh yang tidak siap, dan jet lag terjadi.

Selama ini, untuk mengurangi efek jet lag biasa digunakan suplemen melatonin sintetis. Namun, dalam dosis tinggi, suplemen ini ditengarai punya efek samping membahayakan, seperti kantuk, kelesuan, kebingungan, tidur sambil berjalan, mimpi buruk, hingga penurunan ketajaman mental. Jadi, hasil studi Massachusetts Institute of Technology menyarankan agar dosisnya cukup 0,3 miligram pada hari pertama di tempat tujuan.

NUR ROCHMI | berbagai sumber


Suasana Hati Bisa Pengaruhi Penglihatan

VIVAnews – Hati-hati dengan suasana hati yang selalu buruk. Dampak buruknya tidak hanya pada keadaan psikologis Anda, tetapi juga pada penglihatan.

Penelitian yang dilakukan tim dari Kanada mengungkap kualitas penglihatan juga tergantung dari suasana hati.

Hal ini dibahas dalam sebuah artikel Psychological Science, seperti dikutip dari Genius Beautys, Rabu 16 Juni 2010. Dalam suatu eksperimen para sukarelawan diminta untuk melihat gambar. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang perasaannya penuh dengan pikiran positif dapat mengidentifikasi detail gambar lebih baik.

Peneliti menguji penglihatan relawan menggunakan pengujian diagram visi tradisional dan kemudian menggunakan grafik terbalik dimana huruf abjad diatur mundur, dari kecil ke besar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa relawan penglihatannya lebih tajam bila mereka melihat grafik terbalik.

Para peneliti menyimpulkan bahwa persepsi kita tentang informasi visual secara langsung, tergantung pada bagaimana lingkungan yang tidak biasa di sekitar kita. Ketika kita menemukan diri kita dalam situasi yang tidak standar, tampaknya kita dapat menginstruksikan mata untuk melihat lebih baik. (umi)

• VIVAnews


Next Page »

53 queries