Obat buat Jet Lag
TEMPO Interaktif, Jakarta – Jika Anda mengalami jet lag, kini sudah ada obatnya. Obat itu ditemukan para peneliti dari Institut Max Planc for Biophysical Chemistry, Jerman. Menurut mereka, jet lag terjadi karena timer alami dalam tubuh yang tak sesuai dengan lingkungan. Dr Gregor Eichele, pemimpin penelitian, menyatakan penanggulangan jet lag dilakukan dengan menyesuaikan tingkat hormon penyebabnya.
Dalam penelitian mereka, uji coba pada tikus di laboratorium menemukan bahwa hormon kortisol berperan penting menjaga ritme alami tubuh yang disebut ritme sirkadian. Hormon ini berada di puncaknya pada pukul 8 pagi dan secara bertahap diturunkan menjadi tingkat terendah pada pukul 00.00-04.00. Jadi obat ini bekerja dengan menggeser puncak kortisol ke awal atau akhir waktu.
Obat yang akan dikembangkan berbentuk pil tersebut bisa mengembalikan keseimbangan alami tubuh dan pikiran dengan menyesuaikan tingkat tertinggi dan terendah hormon kortisol. Mary Harrington dari Smith College, Northampton, menyatakan obat ini punya implikasi tak hanya bagi yang mengalami jet lag, tapi juga bagi mereka yang melakukan rotasi shift kerja, yang berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk kanker payudara, stroke, dan penyakit kardiovaskuler.
Jet lag, juga disebut desynchronosis, adalah gangguan sementara yang menyebabkan kelelahan, insomnia, dan gejala lain sebagai akibat dari perjalanan udara melintasi zona waktu. Jet lag juga ditandai kegelisahan, sembelit, diare, kebingungan, dehidrasi, sakit kepala, lekas marah, mual, berkeringat, masalah koordinasi, dan bahkan kehilangan memori. Beberapa orang melaporkan gejala tambahan, seperti masalah detak jantung dan lebih rentan terhadap penyakit.
Jet lag disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk segera menyesuaikan diri dengan waktu di zona berbeda. Misalnya ketika penumpang dari Jakarta tiba di Johannesburg, Afrika Selatan, pada tengah malam waktu setempat, tubuhnya terus beroperasi sesuai dengan waktu Jakarta.
Tubuh harus berjuang untuk mengatasi zona waktu baru. Yang terjadi adalah insomnia sementara, kelelahan, lekas marah, dan susah berkonsentrasi. Jam makan dan jam ke kamar mandi berubah, sehingga dapat menyebabkan sembelit atau diare. Otak dapat menjadi bingung karena mencoba mengubah jadwal. Bagaimana ini terjadi?
Sebuah bagian kecil dari otak yang disebut hipotalamus bertindak seperti jam alarm untuk mengaktifkan berbagai fungsi tubuh, seperti lapar, haus, tidur, mengatur suhu tubuh, tekanan darah, serta tingkat hormon dan glukosa dalam aliran darah. Hipotalamus bekerja membantu tubuh memberi tahu waktu, dengan melepaskan melatonin, yang mempromosikan tidur. Melatonin melawan tingkat kortisol tinggi dan membantu mendorong tidur dalam jumlah biasa.
Melatonin dilepas jika saraf optik mata mengirim cahaya alias saat mata memandang gelap. Sebaliknya, ketika mata melihat sinar matahari, mereka memberi tahu hipotalamus agar menahan produksi melatonin. Jadi, ketika mata memandang fajar atau senja selama berjam-jam lebih awal atau lebih lambat dari biasanya, hipotalamus dapat memicu aktivitas pada bagian tubuh yang tidak siap, dan jet lag terjadi.
Selama ini, untuk mengurangi efek jet lag biasa digunakan suplemen melatonin sintetis. Namun, dalam dosis tinggi, suplemen ini ditengarai punya efek samping membahayakan, seperti kantuk, kelesuan, kebingungan, tidur sambil berjalan, mimpi buruk, hingga penurunan ketajaman mental. Jadi, hasil studi Massachusetts Institute of Technology menyarankan agar dosisnya cukup 0,3 miligram pada hari pertama di tempat tujuan.
NUR ROCHMI | berbagai sumber
Suasana Hati Bisa Pengaruhi Penglihatan
VIVAnews – Hati-hati dengan suasana hati yang selalu buruk. Dampak buruknya tidak hanya pada keadaan psikologis Anda, tetapi juga pada penglihatan.
Penelitian yang dilakukan tim dari Kanada mengungkap kualitas penglihatan juga tergantung dari suasana hati.
Hal ini dibahas dalam sebuah artikel Psychological Science, seperti dikutip dari Genius Beautys, Rabu 16 Juni 2010. Dalam suatu eksperimen para sukarelawan diminta untuk melihat gambar. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang perasaannya penuh dengan pikiran positif dapat mengidentifikasi detail gambar lebih baik.
Peneliti menguji penglihatan relawan menggunakan pengujian diagram visi tradisional dan kemudian menggunakan grafik terbalik dimana huruf abjad diatur mundur, dari kecil ke besar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa relawan penglihatannya lebih tajam bila mereka melihat grafik terbalik.
Para peneliti menyimpulkan bahwa persepsi kita tentang informasi visual secara langsung, tergantung pada bagaimana lingkungan yang tidak biasa di sekitar kita. Ketika kita menemukan diri kita dalam situasi yang tidak standar, tampaknya kita dapat menginstruksikan mata untuk melihat lebih baik. (umi)
• VIVAnews
Stres pada Perempuan Lebih Tinggi
KOMPAS.com – Perempuan menghadapi stres lebih tinggi, baik secara biologis, psikologis, dan emosi. Penyebabnya perempuan lebih memiliki kontrol eksternal dalam dirinya dengan lebih banyak menggunakan emosi daripada logika. Kebahagiaan perempuan pun cenderung ditentukan oleh orang lain, bukan oleh dirinya, terutama dalam hubungan berpasangan.
Sementara problem perempuan jauh lebih kompleks. Misalnya, perempuan harus menyesuaikan diri ketika menghadapi pubertas, menstruasi, kehamilan, dan melahirkan. Dengan masalah yang kompleks, perempuan lebih stres karena kecenderungannya otak perempuan lebih banyak mengandalkan kerja emosi daripada logika.
Psikolog klinis Zoya Amirin, MPsi, menjelaskan bahwa setiap individu berusia dewasa, secara psikologis harus memenuhi tugas perkembangan diri. Jika tugas ini tidak terpenuhi, akan muncul stres karena tekanan dalam diri maupun dari lingkungan.
Zoya menerangkan tugas itu antara lain berkaitan dengan hubungan berpasangan yang lebih serius, jenjang pernikahan, masa pacaran, membangun keluarga muda, menjadi orangtua muda, menanggung kehidupan orangtua, dan mengejar karier. Belum lagi pilihan antara melanjutkan pendidikan dengan mengurus anak dan keluarga.
“Sukses secara usia adalah dengan bertumbuh sebagai manusia dewasa secara normal, dengan pemenuhan semua tugas tersebut. Jadi wajar jika ada perempuan yang merasa tertekan ketika saat usia dewasa belum juga menikah, misalnya. Perasaan ini normal, karena memang menjadi tugas perkembangan yang perlu dipenuhi dan tidak bisa dihindari,” papar Zoya, usai bincang-bincang bertema “How to Manage Our Stress” bersama majalah Intisari di Jakarta, Jumat (11/6/2010) lalu.
Alhasil, masalah perempuan yang kompleks ini membuat stres pada perempuan lebih tinggi. Ditambah lagi perempuan cenderung diposisikan secara sosial (peran gender), lebih subordinan, sehingga perempuan cenderung sulit mengontrol dirinya dan selalu mengandalkan orang lain.
“Perempuan cenderung melihat dirinya seperti seakan mengatakan bahwa I don’t deserve to be happy. Perempuan lebih melihat apa yang membahagiakan orang lain,” kata Zoya.
Penting dimengerti bagi perempuan, bahwa dia harus memiliki kontrol atas hidupnya. Mengontrol segala sesuatu yang bisa dikontrol, setidaknya dengan mengatakan bahwa ia juga berhak bahagia dengan pilihan-pilihannya.
“Kesadaran ini harus dibangun, dan jika sudah sadar harus bisa keluar dari keadaan. Berapa banyak perempuan yang menyadari ini namun tak berani keluar karena khawatir tidak ada lagi yang mau menyayanginya. Akhirnya bertahan dalam hubungan yang tidak sehat, seperti kekerasan dalam rumah tangga misalnya, atau dating violence, yang kemudian tetap saja berujung pada pernikahan,” tandas Zoya.
Anda pun bisa mengatasi stres dengan mengambil alih kontrol diri. Berani mencoba?
C1-10
Editor: din
Perempuan Makin Sadar Penuaan Dini
KOMPAS.com – Perubahan kondisi lingkungan, bertambah hebatnya polusi dan stres bisa membuat kulit menua. Penuaan kulit bahkan bisa datang lebih cepat, namun bisa juga diatasi lebih dini, asalkan lebih awal menyadarinya.
Menurut Dr John E Oblong, Principal Scientist Miami Valley Technical Center P & G USA, kesadaran perempuan tentang penuaan pada kulit wajah makin tinggi. Perempuan semakin mengenali bahwa penuaan kulit bisa terjadi di awal usia 20-an.
“Jadi waktu yang paling tepat untuk melakukan perawatan kulit wajah dan mengurangi penuaan, adalah dimulai saat ini juga,” kata John, pada workshop kecantikan dalam perayaan 10 tahun Olay Total Effects di Jakarta, Selasa (8/6/2010) lalu.
Tanda penuaaan yang harus segera diwaspadai bisa dianalisa dari garis halus pada wajah, keriput, bintik penuaan, tekstur kulit, warna kulit, kulit kering, permukaan kulit tidak merata, kulit rusak akibat sinar matahari, pori-pori membesar, dan bekas-bekas jerawat.
Menurut John, kondisi kulit seseorang bisa berbeda satu dengan lainnya. Penuaan kulit wajah juga tak melulu diukur dari usia. Karena gaya hidup atau faktor lingkungan bisa saja menjadi penyebab penuaan dini.
Dengan begitu, berapa pun usia Anda, jika tanda penuaan kulit wajah sudah mulai muncul, sebaiknya lakukan pencegahan dengan perawatan wajah yang tepat.
“Perempuan yang sudah matang juga masih bisa menunda efek penuaan lebih jauh jika menggunakan perawatan yang tepat. Efeknya terhadap kulit bergantung masing-masing individu,” kata John, menegaskan disiplin melakukan perawatan wajah menentukan hasilnya.
C1-10
Editor: din
Bila Si Kecil Telat Bicara
KOMPAS.com – Beberapa penelitian menunjukkan penyebab gangguan bicara adalah adanya gangguan hemisfer dominan. Penyimpangan ini biasanya merujuk ke otak kiri. Pada beberapa anak juga ditemukan adanya penyimpangan belahan otak kanan, korpus kalosum dan lintasan pendengaran yang saling berhubungan.
Speech delay juga bisa disebabkan oleh pengaruh lingkungan, misalnya anak yang kurang mendapatkan stimulasi atau pemakaian dua bahasa di dalam keluarga. Namun, bila penyebabnya karena lingkungan, biasanya keterlambatan yang terjadi tidak terlalu berat.
Pada anak normal tanpa gangguan bicara dan bahasa juga perlu dilakukan stimulasi kemampuan bicara dan bahasa sejak lahir, bahkan bisa juga dilakukan stimulasi sejak dalam kandungan. Dengan stimulasi lebih dini diharapkan kemampuan bicara dan bahasa pada anak lebih optimal, sehingga dapat meningkatkan kualitas komunikasinya.
Penanganan keterlambatan bicara bisa dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Pada beberapa kasus, keterlambatan bicara ini terjadi karena faktor genetik atau keturunan. Selebihnya memang ada persoalan dengan anak. Dan, alergi makanan juga bisa mengganggu fungsi otak, sehingga mengakibatkan gangguan perkembangan, termasuk keterlambatan bicara.
Memang, kemampuan berbahasa anak-anak tidak sama satu sama lain. Namun, jika perkembangan bahasa anak tampaknya terhambat, tidak seperti teman sebayanya, ada baiknya segera menghubungi dokter. Mengenali dan mengobati lebih cepat akan lebih bagus.
(Hasto Prianggoro/Tabloid Nova)
Editor: NF
Tingkatkan Kesuburan dengan Feng Shui
VIVAnews – Konsep Feng Shui bisa diaplikasikan dalam banyak hal, termasuk untuk meningkatkan kesuburan. Energi dalam rumah menurut konsep Feng Shui, bisa membuat perubahan signifikan dalam meningkatkan kesuburan Anda dan pasangan.
Salah satu pemicu wanita kesulitan untuk hamil adalah stres. Feng Shui ini bisa membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi wanita, agar lebih subur dan merasa lebih relaks serta stres berkurang.
Untuk itu, tata letak kamar tidur juga harus benar agar mengalirkan energi positif. Berikut konsep Feng Shui yang bisa Anda terapkan pada kamar tidur, seperti dikutip dari Methodsofhealing.com.
- Strategi sederhana untuk menciptakan ruang yang kondusif bagi Anda dan pasangan adalah memposisikan tempat tidur agar kaki tidak menghadap ke arah pintu.
- Tidak memasang foto sentimental Anda dan pasangan serta mengeluarkan hiasan bunga kering juga bisa membantu. Beberapa menyarankan untuk menggunakan hiasan air mancur untuk membuka rumah. Tetapi, tempatkan hiasan atau lukisan air mancur di luar kamar tidur. “
- Hindari juga menaruh barang di bawah tempat tidur. Bersihkan semua barang-barang di bawah tempat tidur, jika Anda berencana hamil.
Bukan hanya kamar tidur yang harus Anda bersihkan, seluruh rumah juga harus tenang serta nyaman. Kondisikan rumah seperti akan kedatangan kehidupan atau tamu baru, terutama di bagian depan pintu. Tidak boleh ada barang atau benda, termasuk dekorasi yang menutupi pintu utama rumah Anda. Hal ini agar energi positif bisa masuk secara maksimal.
Selain itu yang harus dihindari adalah “racun panah” yang terkait dengan ujung runcing. Pinggiran ini mudah ditemukan dalam rumah dan juga banyak tersembunyi di luar rumah atau halaman. Racun panah ini dapat mengirimkan energi ke dalam rumah dan dapat mengganggu aliran energi positif yang Anda buat.
Banyaknya hiasan runcing dalam rumah bisa membawa kemalangan. Untuk itu, hilangkan atau kurangi dekorasi yang runcing dalam rumah Anda. Banyak orang mengandalkan tanaman dan lansekap berbentuk tumpul untuk mengarahkan aliran energi tajam. Cobalah untuk lihat kembali pepohonan di sekitar rumah. Jika bentuknya tajam, pastikan Anda merapikannya.
• VIVAnews
Wanita Wajib Berani Berkata Tidak Pada Rokok
VIVAnews – Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Departemen Kesehatan menggelar aksi simpatik di Bunderan Hotel Indonesia dengan tema saatnya melindungi rokok dari perempuan dan anak-anak. Tak hanya itu, wanita juga diharapkan bisa membantu memerangi rokok.
Menurut Kepala Promosi Departemen Kesehatan, Lilik Sulistyowati mengatakan jumlah perokok baru terus meningkat. Para perokok baru itu terdiri dari anak-anak bahkan balita. Hal ini tentu saja menimbulkan keprihatinan.
Untuk menyikapinya peran perempuan yang dianggap memiliki peranan penting dalam lingkungan keluarga sangat dibutuhkan untuk menjaga anak-anak jangan sampai bersentuhan dengan rokok.
“Sekarang perempuan harus berani bilang tidak pada rokok dan melarang merokok di dalam rumah,” kata Lilik saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu 29 Mei 2010.
Dari data yang didapat, rokok atau tembakau itu sangat berbahaya bagi kesehatan. Rokok atau tembakau mengandung lebih dari 4000 senyawa kimia yang membahayakan bagi kesehatan.
Dan 57 persen dalam rumah tangga di Indonesia itu diketahui mempunyai sedikitnya satu perokok. Tak hanya itu, hampir semua perokok itu sekitar 91, 8 persen merokok di dalam rumah.
Seseorang yang bukan perokok dan menikah dengan perokok dikhawatirkan akan mempunyai resiko menderita kanker paru-paru sebesar 20 sampai 30 persen. Selain itu, juga berresiko terkena penyakit jantung.
• VIVAnews
Cegah Alzheimer dengan Bir
VIVAnews - Para peneliti mengklaim bahwa mengasup minuman beralkohol dalam porsi wajar dapat menjauhkan penyakit Alzheimer, terutama pada wanita nonperokok.
Seperti dikutip dari laman Telegraph, Dr Ana Garcia dari Universitas Valencia, mengatakan, “Hasil penelitian menunjukkan efek perlindungan dari konsumsi alkohol pada nonperokok untuk mencegah Alzheimer.”
Tim peneliti asal Spanyol membandingkan kesehatan pribadi dan latar belakang 176 pasien Alzheimer dengan 246 orang sehat pada usia yang sama. Penelitian menunjukkan, alkohol dan rokok mempengaruhi kinerja saraf otak.
Meski demikian, paparan rokok tidak menunjukkan pengaruh langsung yang dapat meningkatkan risiko Alzheimer. Sedangkan konsumsi alkohol dalam porsi wajar berpengaruh signifikan untuk meningkatkan kerja otak.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Alzheimer’s Disease itu menjelaskan, hanya sedikit faktor lingkungan yang memengaruhi terjadinya penyakit ini.
Rebecca Wood, Chief Executive dari Alzheimer’s Research Trust, mengungkap, meski ada peluang bahwa mengonsumsi alkohol mampu melindungi dari penyakit pikun atau demensia dan Alzheimer, perlu penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut. Menurutnya, gaya hidup sehat yang paling memengaruhi risiko Alzheimer.
“Yang paling terbukti mengurangi risiko demensia adalah dengan makan makanan sehat, berolahraga, menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol terutama pada usia setengah baya.” Lebih dari 800ribu orang di Inggris mengidap Alzheimer dan demensia. (jn)
Baca juga:
Minum Bir Perkuat Tulang & Minum Wine Bikin Langsing
• VIVAnews
Inovasi Tas Daur Ulang Menembus Ekspor
KOMPAS.com - Pasar ekspor sudah menjadi fokus utama dari awal kemunculan produk tas wanita dari Yogyakarta ini. Dengan label CS Bag ini, Clara Seiffi Emmy Pratiwi mengirim tas berbahan dasar alami seperti anyaman pandan berjumlah puluhan ribu item hingga ke Amerika. Kini, usahanya terus berkembang dengan tas daur ulang. Pasar lokal pun menjadi pangsa pasar yang ingin diraih CS Bag berikutnya.
Sistem kemitraan sengaja dipilih pengusaha yang akrab disapa Emmy ini. Untuk bisnis ekspor yang harus melayani permintaan dari segi jumlah dan waktu pengerjaan, kemitraan lebih tepat untuk menjalankan bisnisnya. Karena pembayaran hanya dilakukan saat pengrajin mendapatkan pekerjaan atau sistem borongan.
Emmy memang cukup berpengalaman mengalami pasang-surut dalam bisnisnya. Namun kecintaannya pada produk fashion yang kerap masuk kategori handycraft ini membuatnya bertahan. Misalnya saja, bisnis tas ekspor ini semula dirintis pada tahun 1998 bersama tiga temannya. Namun sejak 2003, karena satu dan lain alasan, Emmy melanjutkan bisnisnya sendiri.
CS Bag kemudian berkembang dengan berbagai kreasi dan inovasi baru buatannya, termasuk tas daur ulang dari kertas koran, bungkus snack, dan kemasan pasta gigi. Sekitar 1200 pengrajin dari Yogyakarta, Pekalongan, Bali, dan Madura, terlibat dalam produksi tas CS Bag.
“Eksplorasi material recycle ini sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu, dengan dukungan workshop dari USAID. Workshop ini menggali pewarnaan, penggunaan bahan kimia yang ramah lingkungan, dan mencari material yang tepat,” papar Emmy kepada Kompas Female di sela Seminar Wanita Wirausaha BNI & Femina, di Four Seasons Hotel, Jakarta, Minggu (9/5/2010) lalu.
Kepekaan melihat pasar dan keberanian inovasi membekali Emmy mengembangkan bisnis tasnya. Kampanye eco friendly yang marak muncul sebagai bentuk keprihatinan atas lingkungan, memacu kreativitas Emmy untuk mempopulerkan varian terbarunya, tas daur ulang CS Bag.
Emmy meyakini varian baru ini mampu menarik minat pasar. Meski diakuinya, masih banyak konsumen yang menganggap remeh produk recycle karena materinya. Padahal menurutnya, teknik pengolahan mengedepankan kualitas. Hanya saja menurutnya tren dan rasa penghargaan atas produk ramah lingkungan belum populer.
Passion disertai kesabaran dan keyakinan menjadi modal Emmy untuk melanggengkan bisnisnya. Diakuinya, masa resesi ekonomi global sempat membuatnya merugi hingga Rp 3 milyar. Namun dukungan dari perbankan yang menjadi mitra bisnisnya, dirasakan sangat membantu. Tak sekadar saat bisnis sedang naik, namun juga saat mulai menurun karena pengaruh krisis. Tentu saja track record yang baik dalam berbisnis membangun kepercayaan bank atas CS Bag.
“Sejak 1998 menjalani bisnis ekspor, pengalaman penundaan pembayaran hingga satu tahun baru dialami sejak 2008 karena hantaman krisis ekonomi global. Penundaan pengiriman barang juga menyebabkan cancellation order,” papar Emmy.
Padahal menurutnya, usaha tas ekspor miliknya minim sekali menerima klaim. Kualitas dan ketepatan waktu pengiriman menjadi kunci keberhasilan bisnisnya lebih dari 10 tahun ini.
Minimal 10.000 item
Meskipun bisnisnya sempat merosot pada krisis 2008, namun sejak 2010 ini perempuan yang juga mengelola bisnis restoran ini mulai melihat kenaikan permintaan, terutama ekspor produk daur ulang. Sedangkan pasar lokal level menengah atas masih mengandalkan penjualan tas kulit.
“Harus ada pengorbanan, terutama subsidi keuangan dari personal dalam menyiasati krisis,” papar Emmy, meyakini bisnisnya mampu mencapai omzet hingga Rp 12 milyar dengan profit 30 persen seperti yang pernah dialaminya pada masa jaya tahun 1998 hingga 2002 silam.
Emmy memahami betul karakter pembeli dari produknya. Pembeli dengan partai besar atau grosir, dengan pemesanan setiap produk jumlah minimalnya 10.000 item. Sedangkan untuk pembeli ritel, CS Bag bekerjasama dengan brand dari Italia dan 25-30 butik. Pemesanan ritel untuk satu jenis produk maksumal 1.000 item.
Untuk pasar lokal, Emmy menjalin kerjasama dengan outlet di sejumlah resor atau hotel bintang lima di Bali dan Yogyakarta. Bali tak hanya menjadi lokasi pemasaran yang menarik bagi Emmy. Saat kehabisan ide, terutama dalam desain produk, Bali menjadi tempat favoritnya. Selain mencari ide, tentu saja Bali merupakan tempat bertemunya berbagai kalangan dari berbagai negara, yang membuka kesempatan terbukanya peluang pasar lebih besar.
Di samping karakter pembeli, Emmy juga paham masa peak season penjualan produknya, yakni setiap September hingga Januari. Pemahaman pangsa pasar inilah yang membuat Emmy yakin mampu menembus pasar lokal dan internasional, untuk setiap inovasi produknya. Tentunya karena memang quality control atas setiap produk terjaga baik, sebaik hubungan yang dibina bersama para pengrajin Indonesia.
C1-10
Editor: din






