10 Pasangan Terkenal dan Terkaya Dunia (II)
VIVAnews – Seiring popularitas yang kian melejit, sejumlah selebriti berkolaborasi dengan pasangannya menimbun kekayaan melimpah. Kekayaan mereka seolah menjadi simbol kerja keras dan kesuksesan menembus gemerlap dunia hiburan.
Berikut 10 pasangan selebriti terkaya di dunia sepanjang 2009 versi Majalah Fobes, urutan 1 – 5:
5. David & Victoria Beckham (£28,5 juta)

Siapa yang tidak mengenal pasangan ini. David adalah bintang sepakbola kelas dunia. Sedangkan istrinya adalah mantan model dan personel Spice Girl yang kini merintis bisnis di dunia fashion.
Selain dari dunia olahraga, David menimbun kekayaannya melalui serangkaian produk fashion ternama yang ia promosikan seperti Armani. Dengan kekayaan lebih Rp 395 miliar, pasangan ini menjadi terkaya nomor lima.
4. Will Smith & Jada Pinkett Smith (£29,8 juta)

Tak ada yang menyangsikan bahwa Will Smith adalah bintang film besar di dunia. Banyak film yang dibintanginya menembus puncak box office. Majalah Forbes menuliskan bahwa film-filmnya menembus angka penjualan total £3.54 miliar atau hampir Rp 50 triliun. Sedangkan istrinya bekerja sebagai penulis dan produser film. Tak heran, jika pasangan ini menimbun kekayaan senilai Rp 413 miliar.
3. Brad Pitt & Angelina Jolie (£34 juta)

Dengan nilai kekayaan mencapai Rp470 miliar, pasangan ‘hot’ ini menempati deret ketiga daftar pasangan selebriti terkaya. Keduanya menimbun kekayaan melalui sejumlah film laris yang mereka bintangi.
Pada 2008, Pitt membintangi film ‘Benjamin Button’ yang menembus angka penjualan £207 juta atau lebih Rp 2,8 triliun di seluruh dunia. Sedangkan Jolie bermain dalam film ‘Wanted’ yang mencetak angka penjualan senilai £211,6 juta atau hampir Rp3 triliun.
2. Harrison Ford & Calista Flockhart (£42.8 juta)

Pasangan selebriti terkaya nomor dua ini memiliki total aset hampir Rp600 miliar. Ford menyumbang kekayaan terbesar melalui perannya di film ‘Indiana Jones’ and ‘The Crystal Skull’. Ia diperkirakan mengantongi £40,3 juta atau sekitar Rp 500 miliar melalui film itu. Sementara sang isteri menggenapi kekayaan mereka melalui peran utama dalam serial televisi ‘Brothers & Sisters’.
1. Jay Z & Beyonce (£75,7 juta sekitar Rp1 triliun)

Keduanya menempati urutan pertama sebagai pasangan selebriti terkaya di dunia dengan nilai kekayaan mencapai Rp1 triliun. Jay Z merupakan penyanyi rap, sekaligus pemilik perusahaan rekaman Roc-A-Fella Records.
Selain menggeluti musik, ia juga sukses mengelola sejumlah bisnis seperti tempat hiburan The 40/40 Club, manajemen artis Roc Nation, dan klub basket New Jersey Net. “Ia juga menjadi duta sejumlah produk ternama seperti American Express and Budweiser,” demikian paparan Forbes.
Sementara istrinya, Beyonce, merupakan penyanyi R&B yang tengah berada di puncak karier. Ia pernah membuat kontroversi saat menggelar konser eksklusif untuk putra pemimpin Libia, Colonel Gaddafi. Ia dikabarkan mendapat bayaran sebesar £1,25 juta atau sekitar Rp 17,4 miliar untuk konser itu.
Lihat pasangan selebriti terkaya di dunia lainnya, di sini!
Baca juga: 18 Selebriti Dunia Buka-bukaan Soal Seks
Operasi Plastik Seleb Dunia Paling Gagal
• VIVAnews
Rasa Cemburu Picu Gangguan Seksual
VIVAnews - Kesehatan mental sangat mempengaruhi kesehatan fisik seseorang. Psikolog Austria menemukan gangguan kesehatan fisiologis kronis dipicu lima emosi negatif paling berbahaya.
Penelitian yang terbit dalam Majalah Science menjelaskan lima emosi negatif yang paling merusak kesehatan fisik manusia.
Rasa cemburu, iri hati, kecemasan berlebihan, terlalu mengasihani diri sendiri serta serakah adalah emosi paling negatif yang ada pada manusia.
Penelitian terhadap lebih dari 2.000 sukarelawan selama lima tahun, seperti dilansir Genius Beauty menunjukkan bahwa rasa cemburu mengancam hubungan dengan pasangan dan menyebabkan frustasi serta gangguan seksual.
Seseorang dengan sifat pembenci memiliki risiko 2,5 kali lebih besar terkena serangan jantung. Iri hati juga meningkatkan potensi terjadinya penyakit yang sama.
Rasa bersalah dan kecemasan berlebihan dapat menyebabkan terjadinya berbagai jenis kanker. Mengasihani diri sendiri menyebabkan sirosis hati, gastritis dan radang usus (ulkus). Sedangkan sifat serakah menyebabkan sembelit dan penyakit yang berkaitan dengan sistem pencernaan.
• VIVAnews
Tabrani Yunis Melatih Seribu Calon Penulis
TEMPO Interaktif, “Hari ini akan berlangsung pelatihan menulis kreatif bagi perempuan akar rumput dari 18 kabupaten di Aceh yang diselenggarakan oleh majalah Potret dan CCDE di WTC (Women Training Center) CCDE.
Semoga mereka menjadi penulis yang produktif kelak.” Begitu Tabrani Yunis menulis di status Facebook-nya. Hari itu, Senin lalu, Tabrani memang mengadakan pelatihan menulis bagi puluhan perempuan di Banda Aceh.
Hari-hari Tabrani memang tidak jauh dari pelatihan, salah satunya menulis. Lewat lembaga yang dipimpinnya, Center for Community Development and Education (CCDE), hingga kini ia telah memberikan pelatihan menulis untuk 1.000 orang. Sebanyak 700 orang adalah perempuan yang terdiri atas ibu rumah tangga dan remaja putri. “Selebihnya pelajar dan guru,” kata Tabrani.
Pesertanya selalu datang dari berbagai kabupaten di Aceh. Mereka dibiayai untuk hadir di Banda Aceh. Materi penulisan yang diberikan bermacam-macam, misalnya pelatihan menulis, termasuk penulisan sastra, seperti cerpen. Selain dia sendiri, Tabrani mengundang para penulis yang sesuai dengan bidangnya untuk memberikan materi dalam pelatihan-pelatihan itu.
Bidang keahlian Tabrani sendiri adalah penulisan artikel opini. Alumnus Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala ini dikenal sebagai pengamat pendidikan di Aceh. Menulis sejak 1989, ia telah menghasilkan lebih dari 400 artikel yang tersebar di berbagai media cetak daerah dan nasional.
Tabrani bercerita, kegiatan pelatihan menulis untuk perempuan itu dimulai pada akhir 2002. Jumlah peserta pertama sebanyak 25 orang. Itu berangkat dari keprihatinan terhadap kehidupan mereka. “Mereka dihadapkan dengan berbagai masalah, tetapi tidak ada media ekspresi untuk menyampaikan masalah tersebut,” ujarnya.
Ia juga mengamati, kebanyakan tulisan yang muncul di media massa ditulis laki-laki. “Ketika membaca surat kabar atau majalah, saya mencoba mencari tulisan perempuan, tapi sangat jarang didapat,” ia melanjutkan. Maka itu, ia mendorong mereka agar punya keberanian, kemampuan, dan keinginan menulis. “Karena dengan menulis, bisa menjadi obat bagi mereka. Sekaligus bisa memberikan keuntungan ekonomi.”
Sebagai tempat belajar dan menampung tulisan para perempuan itu, pada 2003, Tabrani menerbitkan majalah <I>Potret<I>. Majalah ini khusus mengangkat isu-isu perempuan. Kini 60-70 persen penulis di majalah ini adalah perempuan yang pernah dilatih menulis itu. Selebihnya adalah penulis dari kalangan aktivis, pengamat, dan akademisi.
“Saya memberi honor setiap tulisan mereka yang dimuat di Potret,” tuturnya. Ia mengaku cukup bahagia menerima tulisan para ibu itu. Mereka tidak harus mengetik, karena orang di kampung jarang yang punya mesin ketik apalagi komputer. “Mereka cukup menulis tangan,” tutur guru bahasa Inggris di sebuah sekolah menengah atas di Banda Aceh ini.
Selain itu, sebagian kecil dari peserta pelatihan tersebut mulai menulis di media-media umum.
Tabrani lahir di Manggeng, Aceh, pada 10 Oktober 1962. Sebenarnya, bidang kegiatan lembaga yang dipimpinnya itu adalah pemberdayaan perempuan dan pendidikan. Nah, menulis adalah salah satu model pemberdayaan itu. Di luar menulis, ia juga mengadakan pelatihan-pelatihan kewirausahaan dan keterampilan bagi perempuan. Selain itu, ada pelatihan public speaking. “Sehingga perempuan-perempuan itu berani bicara di depan publik.”
Ia pun mengadakan diskusi bulanan bagi sejumlah guru menyangkut bagaimana cara mengajar yang menarik. Hal ini dilakukan untuk penguatan kapasitas guru, sehingga anak-anak semakin senang belajar. “Termasuk bagaimana membuat soal ujian yang tidak membuat pusing anak-anak,” ujarnya. Untuk itu semua, ia mendatangkan fasilitator ahli, antara lain dari Jakarta.
Berkaitan dengan bidang kegiatannya itu, Tabrani telah mengikuti tak kurang dari 46 kegiatan pelatihan, workshop, dan seminar tentang berbagai masalah, seperti masalah ekonomi, pemberdayaan, serta hak asasi manusia. Sebagian pelatihan itu diikuti di luar negeri, seperti Amerika Serikat, Melbourne (Australia), India, Swiss, Manila (Filipina), Thailand, Malaysia, Helsinki (Finlandia), dan Nepal.
Dengan menjalani beragam kegiatan itu, Tabrani mengaku nyaris tidak punya waktu untuk keluarga. “Saya jarang jalan-jalan sama keluarga, misalnya ke pantai.” Di rumah pun terkadang ia kerap bekerja, yakni mengedit tulisan-tulisan para perempuan itu untuk dimuat di majalahnya. “Tapi istri saya memahami itu.” | MUSTAFA ISMAIL
Pria Jerman Pilih Nonton Timnya di Final Piala Dunia Dibanding Bercinta
TEMPO Interaktif, Berlin – Pria Jerman lebih suka menonton tim Panser di final Piala Dunia daripada berhubungan seks dengan pasangan mereka. Survei mengungkapkan hal ini, Kamis lalu.
Mampukah Joachim Loew mencapai final di Johannesburg pada 11 Juli malam, waktu Jerman. Ini merupakan potensi bagi pendukung Jerman untuk melihat tim mereka di layar kaca dibandingkan bercinta.
Dalam sebuah survei untuk majalah Reader Digest, hanya lima persen responden yang akan memilih bersama kekasihnya pada malam itu dibandingkan melihat Tim Jerman di final Piala Dunia.
Hasil lainnya, hanya dalam keadaan darurat akan menghentikan 52 persen rsponden untuk menyaksikan final secara langsung di televisi. Sementara seperlima dari semua orang yang disurvei mengatakan bahwa alasan apapun tidak akan mencegah mereka terpaku pada televisi, saat Tim Jerman mencapai final.
Namun 38 persen responden mengatakan bahwa mereka tidak tertarik pada sepak bola. Bagimanapun, kesuksesan Jerman di lapangan bisa berubah sampai memanaskan kamar tidur. Tentu saja akan ada ledakan angka kelahiran bayi di sini sembilan bulan setelah Piala Dunia.
READERDIGEST| AP| NUR HARYANTO







