Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 

[X]


Tips Mengajak Anak Merawat Gigi

Mengajak anak merawat merupakan tugas setiap orang tua, yang kadang bagi sebagian orang agak sulit dilakukan.

Berikut adalah tips yang dapat dipraktekkan untuk mengajak anak kita merawat gigi :

Ajak anak menggosok gigi secara teratur dan benar pada pagi dan sore hari dan menjelang tidur.

Biasakan anak berkumur-kumur setelah makan makanan manis

Siapkan makanan kaya kalsium ( ikan & susu ), fluor ( the, daging sapi dan sayuran hijau ), fosfor, serta vitamin A ( wortel ), C ( buah ), D ( susu ), E ( kecambah ) untuk pertumbuhan gigi yang baik

Jaga kebersihan rongga mulut anak dengan baik. Bila ada karang gigi segra bawa ke dokter gigi untuk dibersihkan.

Ajak anak memeriksakan gigi 6 bulan sekali.

Bila tiba-tiba mengeluh sakit gigi, minta anak berkumur dengan air garan hangat. Dan bila berlubang tutup dengan kapas yang di beri minyak cengkeh. Bila sariawan, berkumur dengan air rebusan sirih dan garam yang hangat. Lalu bawa ke dokter gigi anak.


Memilih makanan selingan anak

Memilih  makanan selingan yang bergizi untuk anak

Makanan selingan alias camilan atau kudapan bertujuan mencukupi kebutuhan gizi anak. Jadi perhatikan kandungan gizinya. Makanan selingan yang sehat harus mengandung zat gizi, termasuk vitamin dan mineral.Misalnya, bubur kacang hijau yang bisa dibuat sendiri atau kroket isi daging maupun aneka buah segar . Untuk buah sangat baik karena bias mencegah sembelit, membantu melancarkan BAB, dan lain sebagainya karena banyak mengandung serat. Setelah anak berusia lebih dari setahun boleh makan buah apa saja , kecuali nangka karena banyak gas serta duren yang mengandung alkohol.
Dengan kata lain memilih makanan selingan untuk anak bukan berarti makanan pengganjal perut semacam snack yang banyak dijual di pasaran yang rasanya asin serta gurih, atau yang mengandung banyak gula seperti  jus buatan. Makanan gurih mengandung banyak penyedap dan pengawet . yang mana makanan tersebut justru harus dihindari untuk anak – anak. Sementara  makanan yang tinggi gula kalori menyebabkan anak merasa keying sehingga membuatnya  malah sulit makan. Juga tidak dianjurkan memberikan makanan yang banyak mengandung lemak seperti krim, mentega, gorengan , karena dapat menyebabkan obesitas  anak.
Dibawah ini contoh jadwal pemberian makanan selingan yang dapat dipakai :

  • Jangan beri makanan selingan menjelang waktu makan utama , karena anak keburu kenyang . Akibatnya jadi sulit makan.
  • Biasanya diberikan 2 kali sehari, yaitu diantara dua waktu makan. Makanan  selingan I diantara sarapan dan makan siang sedangkan makanan selingan II diantara makan siang dan makan malam atau setelah anak bangun tidur siang.
  • Malam : sejam sebelum tidur berikan segelas susu. Bisa juga disisipkan satu kali makanan selingan.

Demikian  tip – tip pemberian makanan selingan , semoga ada manfaatnya . Dan satu lagi jangan lupa cara penyajian dan tampilannya harus menarik minat anak serta variasikan jenisnya.


Tips Mencegah Gigi Berlubang Dan Menjaga Kesehatan Rongga Mulut

1. Rutinlah menyikat gigi pada pagi hari setelah makan dan malam hari sebelum tidur, kalau perlu gunakan Mouth wash (obat kumur)  setelah menyikat gigi, agar hasilnya maksimal.

2. Pada pagi hari sikat gigi minimal 30 menit setelah sarapan, jangan langsung menyikat gigi  setelah sarapan.

3. Jauhi rokok, karena selain tidak baik untuk kesehatan, rokok juga menyebabkan noda-noda pada gigi sulit dihilangkan.

4. Gantilah sikat gigi satu bulan sekali, karena daya bersih sikat gigi berkurang setelah satu bulan pakai.

5. Gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi. Jangan lupa menyikat lidah dan gusi.

6. Kurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung gula, karena gula merupakan bahan yang dapat menyebabkan gigi berlubang.

7. Kurangi kudapan/cemilan di antara dua waktu makan. Perbanyaklah makan buah dan sayur. Perbanyaklah minum air putih.

8. Jangan tunggu sampai gigi sakit, rutinlah kedokter gigi. Minimal 6 bulan sekali periksa dan bersihkan rongga mulut. Ingat mencegah lebih baik daripada mengobati.


Mempersiapkan Bekal Si Kecil

Salah satu cara untuk menjaga agar anak tidak jajan sembarangan adalah dengan membekalinya dengan makan siang. Makan siang anak-anak bisa apa saja, tetapi yang perlu kita lakukan adalah menjaga agar kotak makan siang anak-anak kita tetap bersih dan sehat.

Ini ada beberapa tips untuk mempersiapkan makan siang anak-anak yang sehat:

  1. Pilihlah makan siang anak yang tidak mudah rusak, seperti roti-rotian atau jagung manis rebus dan bakar.
  2. Kalau memang anak lebih suka makan nasi, bisa pisahkan nasi putih dengan lauknya supaya jika lauknya rusak, yang lain masih bisa dimakan.
  3. Jika membekali anak dengan sayur-sayuran mentah dan buah-buahan, jangan lupa mencucinya bersih-bersih. Cuci buah-buahan juga walaupun buah tersebut masih berkulit.
  4. Jika bunda bekerja mau menyiapkan bekal malam sebelumnya dan makanan yang disiapkan mudah rusak, jangan lupa simpanlah makanan tersebut di kulkas yang bersuhu paling tidak 4 derajat celcius untuk mencegah bakteri tumbuh didalam makanan tersebut.
  5. Beri tahu si kecil untuk memakan bekal yang mudah rusak dulu dan menyimpan yang tidak mudah rusak untuk dimakan kemudian.
  6. Jika anak anda sudah pulang dari sekolah, rendam kotak makan siang si kecil dalam air hangat yang bercampur sabun. Jangan lupa, sebelum menyiapkan makan siang anak, bunda juga harus membersihkan tempat dimana bunda akan menyiapkannya supaya makan siang si kecil tidak terkontaminasi air mentah, bakteri dan jamur dari peralatan yang tidak bersih.
  7. Jangan lupa ajarkan anak anda untuk selalu mencuci tangan dengan sabun setiap sebelum dan sesudah makan.

Selamat menyiapkan makan siang anak anda ya, bunda.

Sumber: HealthDay News


Merawat gigi bayi usia 0 – 24 bulan

Umumnya penyakit dan kelainan gigi pada anak merupakan salah satu gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Sejak gigi susu mulai tumbuh, orangtua harus bertanggungjawab membersihkan gigi bayi mereka. Walaupun gigi anak hanya merupakan gigi susu yang keberadaannya hanya sementara, namun kesehatan gigi susu berpengaruh terhadap kesehatan gigi anak di kemudian hari. Karena itu, sebagai orangtua perlu mengetahui bagaimana merawat gigi anak sejak bayi dengan cara yang benar, agar kesehatan gigi dan mulut anak teratasi.

Cara merawat mulut bayi pada saat usia 0 – 6 bulan:

1. Bersihkan gusi bayi anda dengan kain lembab, setidaknya dua kali sehari

2. Jangan biarkan bayi anda tidur sambil minum susu dengan menggunakan botol susunya.

3. Selesai menyusui, ingatlah untuk membersihkan mulut bayi dengan kain lembab

4. Jangan menambah rasa manis pada botol susu dengan madu atau sesuatu yang manis.

Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 7-12 bulan:

1. Tanyakan dokter anak atau dokter gigi anda apakah bayi anda mendapat cukup fluor

2. Ingatlah untuk membersihkan mulut bayi anda dengan kain lembab ( tidak basah sekali), sehabis menyusui.

3. Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susunya (sambil minum susu dari botol) kecuali air putih.

4. Berikan air putih bila bayi anda ingin minum diluar jadwal minum susu

5. Saat gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkannya dengan menggunakan kain lembab. Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi dengan gusi secara seksama, karena makanan seringkali tertinggal di permukaan itu.

6. Saat gigi geraham bayi mulai tumbuh, mulai gunakan sikat gigi yang kecil dengan permukaan lembut dan dari bahan nilon.

7. Jangan gunakan pasta gigi dan ingat untuk selalu membasahi sikat gigi dengan air.

8. Periksakan gigi anak anda ke dokter gigi, setelah 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh, atau saat usia anak setahun.

Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 13-24 bulan:

1. Mulailah perkenalkan pasta gigi berfluoride

2. Jangan biarkan anak tidur dengan botol susu (sambil minum susu dari botol), kecuali air putih.

3. Pergunakan pasta gigi seukuran sebutir kacang hijau.

4. Sikat gigi anak setidaknya dua kali sehari (sehabis sarapan dan sebelum tidur di malam hari)

5. Gunakan sikat gigi yang lembut dari bahan nilon.

6. Ganti sikat gigi tiap tiga bulan atau bila bulu-bulu sikat sudah rusak.

7. Jadilah teladan dengan mempraktekkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut dan lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

8. Biasakan anak untuk memakan makanan ringan yang sehat, seperti buah segar dan sayuran segar.

9. Hindari makanan ringan yang mengandung gula.

dikutip dari pemaparan Drg.Yerika & Drg. Marshinta


Mencegah Osteoporosis  

TEMPO Interaktif, Jakarta -Osteoporosis adalah penyakit kepadatan tulang berkurang. Tulang menjadi tipis, lemah, rapuh, dan mungkin mudah pecah. Penyakit ini lebih banyak menyerang perempuan dan orang tua. Tapi orang-orang dari segala usia atau jenis kelamin tetap saja memiliki risiko terkena osteoporosis.

Lembaga Nasional Artritis, Musculoskeletal, dan Penyakit Kulit Amerika Serikat menyarankan langkah-langkah berikut untuk mencegah osteoporosis:

- Makan makanan yang sehat dan seimbang, yang kaya vitamin D dan kalsium.
- Rajin berolahraga yang dirancang untuk membantu memperkuat tulang. Dokter dapat merekomendasikan latihan tertentu.
- Konsumsi obat yang dirancang untuk mencegah pengeroposan tulang atau meningkatkan kepadatan tulang.
- Hindari hal-hal yang rentan membuat jatuh hingga patah tulang. Jika patah tulang, penderita osteoporosis kian parah. Hindari memakai sepatu hak tinggi. Pasanglah tungkai penolong di kamar mandi untuk mencegah terpeleset atau aturlah karpet di rumah agar tak membuat Anda terjatuh.

nur rochmi | healthday


Aroma Pemicu Alergi

VIVAnews – Tak hanya makanan atau obat-obatan yang bisa menjadi menimbulkan alergi. Aroma atau bau ternyata juga bisa menjadi sumber alergi. Bahkan dengan tingkat polusi meningkat, aroma atau bau yang sebelumnya tidak menimbulkan reaksi alergi, kini bahkan bisa menjadi pengganggu.

Dikutip dari laman Times of India, reaksi alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh dan organ-organ indera menjadi peka dan bereaksi bahkan elemen paling berbahaya, seperti debu di lingkungan.

Menurut ahli alergi, Dr Dewi D’Souza, “Orang tidak dilahirkan dengan alergi. Alergi bisa muncul akibat gaya hidup seseorang. Ditambah lagi, polusi udara yang bisa membuat sistem kekebalan tubuh lemah. Itulah sebabnya alergi bisa muncul ketika seseorang beranjak dewasa.”

Reaksi alergi yang bisa muncul akibat aroma, tak jauh berbeda dari reaksi alergi lainnya. Antara lain, bersin, hidung tersumbat, sakit kepala, asam, gatal-gatal dan mucul ruam di kulit.

“Reaksi alergi aroma yang bisa terjadi pada beberapa orang bisa muncul dari wewangian, seperti parfum, deodoran, sabun tertentu, sampo, penyegar udara, dan cat,” kata Dr D’Souza menambahkan. 

Walaupun kebanyakan penderita alergi aroma ini cenderung menyalahkan parfum, karena reaksi alergi yang ditimbulkan, banyak ahli percaya bahwa hal itu sebenarnya disebabkan oleh satu atau lebih bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi wewangian tersebut.

Sejumlah bahan kimia seperti alkohol cinnamonic, aldehida sinamat, eugenol, isoeugenol, geraniol, alpha amyl alkohol sinamat, atau hydroxycitronellal, yang sebagian besar digunakan dalam produksi kosmetik, parfum, pasta gigi, telah dikenal sebagai penyebab alergi, terutama bagi penderita penyakit pernapasan.

Solusi terbaik, kata para ahli, adalah membeli produk tanpa aroma. Atau, sebelum membeli produk, mintalah penjual untuk menyemprotkan parfum, sehingga dapat mengetahui terlebih dahulu apakah Anda alergi terhadap produk itu atau tidak. Jika Anda tiba-tiba sakit kepala atau bersin, kemungkinan Anda alergi terhadap salah satu bahan dalam produk tersebut.

Masalahnya, alergi aroma juga bisa memicu psikosomatik yang berujung pada kondisi tubuh yang rentan terserang penyakit. Menurut psikiater, Dr Neha Bhattacharya, ketika seseorang mengetahui alergi aroma tertentu, kondisi ini bisa menimbulkan rasa cemas, karena ada kemungkinan bisa tanpa sengaja tercium olehnya. Pikiran seperti ini yang bisa memicu stres, dan makin melemahkan kondisi tubuh.

Penelitian terbaru juga menunjukkan, alergi aroma juga bisa dipicu dari bau makanan tertentu. Ahli Gizi Prabhu Niti mengatakan, “Alergi ini tidak umum, tapi mungkin terjadi. Biasanya, alergi ini muncul jika seseorang alergi pada makanan tertentu. Misalnya, telur, susu, atau kerang. Hanya dengan mencium makanan ini reaksi alergi bisa muncul.”

• VIVAnews


Makanan Terbaik buat Kulit  

TEMPO Interaktif, Jakarta -Penelitian tentang makanan yang terbaik untuk kulit sehat masih terbatas. Namun, makanan kaya antioksidan tampaknya memiliki efek perlindungan bagi kulit. Makanan kaya antioksidan biasanya terdapat pada buah dan sayuran.

Menurut Lawrence E. Gibson, M.D., dermatolog dari MayoClinic, beberapa sayuran dan buah baik untuk kesehatan kulit, di antaranya eortel, aprikot, jeruk, blueberry, bayam dan sayuran berdaun hijau lainnya, tomat, kacang, kacang polong, dan kacang-kacangan lainnya, serta ikan, terutama ikan salmon.

Di sisi lain, ada makanan yang tampaknya terkait dengan kerusakan kulit. Sebagai contoh, beberapa penelitian menunjukkan makanan tinggi lemak dan karbohidrat mendorong penuaan kulit.

Banyak makanan yang baik untuk kulit juga baik bagi kesehatan secara keseluruhan. Misal, banyak minum air putih, perbanyak buah-buahan dan sayuran, ikan daging merah, susu rendah lemak atau bebas lemak. Sertakan kacang-kacangan, biji-bijian, kacang-kacangan, roti gandum dan pasta, serta kurangi permen.

Mayoclinic | Nur Rochmi


Benarkah Belanja Bisa Picu Impoten?

VIVAnews - Sekarang pria punya alasan ampuh untuk menghindari belanja di supermarket. Berdasarkan penelitian, terlalu sering berbelanja bisa membuat mereka impoten.

Seperti dikutip dari laman Dailymail, para peneliti mendapat temuan mengejutkan bahwa struk belanja mengandung zat berbahaya Bisphenol A (BPA). Dalam konsentrasi tinggi zat ini mengganggu hormon pria.

Zat yang terkandung dalam tinta yang tercetak di struk belanja itu berpotensi masuk ke tubuh pria melalui perantaraan tangan dan makanan. Karena umumnya, pria jarang membersihkan tangan usai menerima struk belanja.

Profesor Frank Sommer, 42, seorang urolog yang bermarkas di Berlin, menjelaskan, “Zat seperti itu dapat mengganggu keseimbangan hormon seks pada pria. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menurunkan gairah seksual, mendorong terciptanya timbunan lemak dalam otot yang tentunya mempengaruhi kemampuan ereksi.”

Zat berbahaya itu juga terkandung dalam kaleng makanan, tirai mandi, mainan dan botol bayi. Pada remaja putri, paparan zat ini memicu pubertas dini serta meningkatkan risiko penyakit diabetes dan kanker. Olehkarenanya, penting dikeluarkan larangan pemakaian zat itu untuk produk konsumen.

Baca juga: Botol Plastik Picu Impotensi

• VIVAnews


Normalkah Anak Punya Teman Imajiner

VIVAnews - Apakah buah hati Anda sering berbicara sendiri atau seolah seperti memiliki teman khayalan saat sedang beraktivitas? Jangan terburu-buru berprasangka mistik atau menganggapnya memiliki indera keenam.

Berdasar tahapan tumbuh kembang anak, kondisi itu wajar dialami anak saat memasuki usia 3-4 tahun. Yang perlu dikhawatirkan adalah ketika kondisi ini berlanjut hingga usia lebih dari itu. Ada kemungkinan anak Anda menderita autis.

“Ini bisa menjadi gejala awal autis,” kata Pemerhati dan juga Psikiater Anak, Dr Kresno Mulyadi dalam acara Journalist Class Pfizer, di Wisma GKBI, Jakarta, 30 Juni 2010.

Kresno menambahkan, meski masa-masa bergaul dengan teman imajiner termasuk normal hingga usia empat tahun, namun sebaiknya orangtua tak membiarkan si kecil menikmatinya. Cobalah mengajaknya melakukan aktivitas positif lainnya sehingga konsentrasinya pada teman imajiner beralih. Misalnya, segera ajak ngobrol saat anak sedang asyik dengan teman imajinernya.

Mengalihkan perhatiannya adalah cara yang pas untuk mencegah kondisi itu berlanjut. “Jangan biarkan anak terus menikmati kesendiriannya. Patut diwaspadai jika kondisi berlanjut dan segera lakukan konsultasi kepada psikiater untuk segera mendiagnosisnya,” katanya.

Menurutnya, rata-rata anak autis memiliki daya imajinasi yang tinggi, termasuk berbicara sendiri dengan teman imajiner. Melakukan terapi dini untuk mencegah autis dari gejala awal seperti ini adalah langkah yang tepat. Kresno pun meyakini dengan terapi sedini mungkin bisa menyembuhkannya dari gangguan seperti ini.

Autis bukan hanya penyakit yang terjadi akibat gen, namun bisa juga terjadi akibat makanan yang terkontaminasi. “Jadi perlu waspada jika gejala seperti cuek dan sibuk dengan dunianya sendiri, jangan dibiarkan berlangsung lama. Jangan sampai kebiasaan itu masih melekat di usianya yang semakin dewasa, karena penangannya akan semakin sulit,” katanya. (umi)

• VIVAnews


Next Page »

51 queries