Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 


Agar Anak Mau Makan Sayur

Melihat anak tumbuh dan berkembang dengan sempurna adalah harapan setiap orangtua. Tak heran jika untuk mewujudkannya anak diberi makanan yang mengandung cukup gizi dan vitamin.

Salah satu cara untuk memenuhi kecukupan gizi dan vitamin adalah dengan mengonsumsi sayur. Namun bagi sebagian orangtua hal tersebut sulit dilakukan karena anak tidak suka makan sayur. Kalau sudah begini orangtua biasanya membujuk dengan iming-iming agar anak mau menyantap sayur.

Sebenarnya ada cara lain yang dapat dilakukan agar si buyung dan si upik mau makan sayur tanpa harus dibujuk, antara lain sebagai berikut:

Buatlah penyajian sayur semenarik mungkin. Misalnya, jika memasak sup, anda bisa membentuk potongan wortel menyerupai bunga matahari atau menambahkan makaroni dengan bentuk yang menarik. Gunakan pula mangkuk yang cukup besar dengan motif atau gambar yang juga menarik untuk menimbulkan selera makan si anak.

Jika anak tetap tidak mau memakan sayur, anda bisa menyajikan sayur tersebut dalam bentuk jus yang dicampur dengan es, misalnya wortel, tomat atau mentimun. Agar lebih menambah rasa, tambahkan sedikit gula atau madu yang juga baik untuk kesehatannya. Jangan lupa agar tampilannya menarik, hiaslah gelas dengan sedotan warna-warni, payung kecil atau kreasi lainnya.

Hal lain yang dapat dilakukan adalah menyusun sayur di atas piring sedemikian rupa sehingga menarik untuk dilihat dan disantap. Anda bisa menggunakan mentimun, wortel, buncis dan seledri untuk membuat wajah orang di atas piring. Berkreasilah semaksimal mungkin dengan sayur yang lain agar nafsu makan si anak bisa muncul.

Terkait dengan poin di atas, anda juga bisa mengajak si kecil untuk ikut berkreasi membentuk makannya menjadi sedap dipandang. Dari langkah ini pun diharapkan seorang anak akan terangsang daya imajinasinya.

Saat memasak, ajaklah si kecil untuk turut andil dalam kegiatan ini, misalnya mereka bisa membantu mencuci sayuran yang akan dimasak atau jika anak sudah cukup besar biarkan mereka memotong sayuran tersebut dengan pengawasan orangtua tentunya. Biarkan pula mereka sesekali mengaduk sayur yang tengah dibuat. Dari sini diharapkan anak akan mencoba memakan apa yang telah dimasaknya.

Langkah terakhir yang dapat dicoba adalah dengan menyembunyikan sayur di dalam makanan mereka. Misalnya dengan memasukkan sedikit sayur di dalam roti isi. Selamat mencoba.

# Tip’s Agar Anak-anak Suka Makan Sayur

Jika Anda ingin anak-anak anda suka makan sayuran, tidak ada cara yang lebih baik daripada menunjukkan kepada mereka betapa Anda menikmati me makan sayuran. Anda juga dapat menggunakan beberapa persiapan dan trick untuk membuat sayuran lebih mudah di kunyah dan di telan.  Anak-anak cenderung menyukai makanan manis, dan tidak terkecuali sayuran.  Ini adalah faktor keturunan:  Nenek moyang kita mengetahui bahwa makanan manis cenderung dapat diandalkan sementara tanaman pahit mereka enggan mengkonsumsinya.

Sampai hari ini, anak-anak sering kali lebih suka ubi jalar dan jagung manis, beserta wortel dan kacang polong, selain kentang putih. Namun sayuran berdaun hijau seperti brokoli sering membuat mereka enggan mengkonsumsinya bahkan tidak jarang mereka me muntahkannya ke serbet – sayangnya sayuran hijau tersebut dapat memberikan nutrisi dan phytocemical yang sangat hebat.

Apa yang harus dilakukan orangtua?

Tidak ada jalan lain, terus lah berusaha. Studi menunjukkan bahwa orang tua sering kali menyerah setelah anak-anak menolak makanan setelah tiga sampai lima kali mencoba; ahli merekomendasikan minimum 8-15 kali mencoba. Bahkan kemudian, anak-anak mungkin masih perlu untuk melihat dan kemudian mencoba makanan berkali-kali sebelum mereka benar-benar menikmatinya.

Yang mengarah pada strategi berikut:

Beri mereka potongan-potongan yang sangat kecil sehingga mereka tidak kewalahan, Tambahkan Irisan sayuran pada bubur sayuran untuk campuran makanan, seperti pasta atau sup. Hal ini berhasil dalam sebuah studi, menambahkan sayuran pada bubur dan campuran pasta berjalan dengan baik di antara sekelompok anak prasekolah; 79 persen dari mereka mengatakan rasanya sama atau bahkan lebih enak daripada hanya sedikit sayuran.

Berikutnya

Tunjukkan bahwa Anda benar-benar menikmati makan sayuran. Ini adalah hal yang paling mudah yang dapat Anda lakukan. Hasil review dari 60 studi menyimpulkan bahwa anak-anak usia 6-11 thn adalah yang paling mudah dibujuk untuk makan sayuran ketika mereka melihat orangtua mereka makan dan menikmatinya. Sebaliknya, sambil menggoyang-goyangkan jari dan memaksa mereka untuk makan sayur sebenarnya bisa menjadi bumerang. Dengan Memaksa atau memberikan Mereka Hadiah agar mereka mau makan sayuran sama dengan mengajarkan mereka bahwa ini bukan makanan yang menyenangkan

Kadang-kadang anak-anak dapat menjadi takut makan sayuran dan makanan baru kepunyaan mereka sendiri. Tapi AICR berkata, “Teruslah berusaha:” tawarkan berbagai macam sayuran dan buat dua atau lebih jenis sayuran agar menjadi kebiasaan yang menyenangkan mengkonsumsinya bersama dengan anak-anak anda.

Sebagai contoh,berikan rasa manis pada wortel dengan memasaknya dengan orange juice atau kismis, atau tambahkan segenggam buah kenari atau buah cranberries kering ke dalam sayuran bayam, atau
Tambahkan keju parmesan ke dalam irisan brokoli, jagung manis di tabur bersamaan dengan sayaur-sayuran yg baru mereka kenal..

# Trik Dan Siasat Seru Agar Anak Mau Makan Sayur #

Si kecil tak mau makan sayur? Jangan langsung menyerah. Mengutip buku ‘The Healthiest Kids In The Neighborhood’ karya William Share, M. D, ada triknya agar buah hati mau lahap makan sayur yang bagus untuk perkembangan otak dan tubuhnya.

- Ciptakan satu malam khusus makan salad atau sayuran di rumah. Ajak anak Anda mencampurkan potongan beragam sayuran berwarna-warni, misalnya wortel dan tomay. Buat di terpikat dengan membuat kombinasi salad buatannya sendiri.

- Berkreasi seni. Gunakan tortilla (keripik khas Mexico) sebagai bahan dasar. Ajak dia menciptakan wajah berwarna-warni: buah zaitun untuk bagian mata, tomat untuk telinga, hidung terbuat dari wortel, dan bentuk rangkaian kacang hijau menjadi sebuah senyuman.

- ‘Curi’ potongan sayuran dari piring anak Anda. Jika dia sedang berada pada fase “punya saya!”, biasanya dia akan protes. Ketika mengambil makanan dari piringnya, jangan lupa  lontarkan kalimat “punya saya!”, lalu langsung Anda makan. Biasanya, responnya akan menyembunyikan makanannya.

- Mengubah nama sayuran. Ganti nama kulit kacang polong menjadi ‘kantung’, atau wortel kecil menjadi gelondongan kayu menggelinding di atas piring.

- Potong sayuran menjadi bentuk lucu. Buatlah bentuk mawar dari radish, ujung seledri menjadi bentuk jari-jari, dan buatlah bentuk roda pada mentimun (kupas secara vertikal berbentuk garis-garis, sebelum diris).

Dan untuk penyimpanan buah dan sayur menentukan cepat-tidaknya bahan makanan tersebut busuk atau tidak. Berikut adalah beberapa buah dan sayur dan cara penyimpanannya.

1. Semangka
Jika Anda membelinya belum terlalu matang, bisa tinggalkan tak dikupas sehari di suhu ruangan. Dengan didiamkan seharian, Anda akan meningkatkan lycopene dan beta-carotene. Sebelum dikupas untuk dimakan, masukkan ke dalam lemari pendingin. Jangan simpan semangka dengan buah-buahan lain. Semangka mudah rusak karena ethylene, yakni gas yang dilepaskan oleh buah-buahan yang mempercepat pembusukan.

2. Anggur
Simpanlah dalam kantung plastik yang berventilasi, buang buah-buah yang rusak dan memar. Untuk penyimpanannya, bungkus dengan paper towel untuk menyerap kelembaban yang bisa menimbulkan pertumbuhan jamur. Jangan dicuci jika belum akan dimakan karena, jika dicuci lalu disimpan, akan menimbulkan jamur.

3. Buah beri
Simpan dalam pembungkus awalnya, jika dibungkus dari produsen awalnya. Jangan menyimpannya di dalam plastik hitam. Buang buah yang sudah berjamur atau yang mulai busuk karena akan menulari buah lainnya. Sama seperti anggur, jangan dicuci jika akan disimpan. Cuci sesaat sebelum dimakan untuk menjaganya tetap segar dan renyah.

4. Tomat
Simpan tomat kecil dalam kotak atau plastik asalnya. Jika warnanya belum terlalu merah, jangan dimasukkan ke dalam lemari pendingin karena suhu dingin menahan perkembangan warna, rasa, dan nutrisi. Simpan dulu di suhu ruangan, baru pindahkan ke dalam lemari pendingin ketika sudah merah. Jangan simpan tomat dengan sayuran karena mereka bisa menularkan ethylene.

5. Sayuran hijau
Sebelum disimpan, pastikan sayuran dalam keadaan kering karena air yang berlebih bisa membuat sayuran busuk lebih lama. Bungkus dengan paper towel dalam plastik, lalu simpan agar tetap renyah.

18 queries