ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Kesehatan Telinga Anak

Kesehatan telinga anak  adalah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh orang tua. Karena jika kesehatan pada telinga anak tidak diperhatikan maka akan menyebabkan tersumbatnya telinga itu sendiri oleh tumpukan kotoran sehingga akan mengganggu pendengaran itu sendiri.

Hanya saja, yang patut menjadi perhatian berikutnya adalah bagaimana membersihkan telinga itu sendiri. Jangan sampai niat untuk membersihkan telinga anak namun ketika dilakukan dengan hal yang kurang tepat malah hanya akan membuat telinga anak mengalami infeksi atau luka.

Untuk itu, orang tua haruslah mengerti cara menjaga kesehatan telinga anak yang salah satunya adalah dengan membersihkan telinga. Cara membersihkan telinga haruslah dilakukan dengan begitu halus dan lembut agar tidak sampai melukai telinga yang notabene adalah bagian yang sangat rentan atau sensitif.

Membersihkan telinga anak dapat dengan menggunakan cotton buds khusus untuk membersihkan telinga atau yang memang sangat halus. Jika ditemukan kotoran yang kering maka dapat digunakan sejeni sminyak seperti baby oil ataupun minyak kelapa. Hanya saja, pemberian minyak diberikan di ujung dari cotton buds bukan ‘disiramkan’ kelubang telinga anak. Karena hanya akan menyumbat telinga itu sendiri.

Dalam membersihkan diupayakan dengan sangat halus. Dan yang paling penting adalah jangan sampai cutton buds dimasukan terlalu dalam ke liang telinga. Cotton buds cukup untuk dioleskan dengan sangat lembut ke cuping telinga dan bagian luar dari liang telinga.

Untuk kotoran yang berada di dalam liang telinga, orang tua tidak perlu merasa khawatir akan hal tersebut. Karena kotoran telinga ini akan keluar dengan sendirinya. Kotoran ini akan terbantu untuk menyembul keluar ketika anak sedang mengunyah makanan. Pada saat anak mengunyah makanan maka secara tidak disadari akan menggerakan rahang mereka.

Dan kemudian ketika rahang ini bergerak maka akan mendorong bagin depan dari telinga dan membuat kotoran yang ada di dalam telinga mengalir keluar dengan sendiri. Inilah tindakan alami yang ada dan telah dirancang Tuhan untuk membersihkan telinga dengan sendirinya.

Jadi memang diusahakan untuk tidak membersihkan telinga sampai ke bagian liang yang dalam. Justru jika hal ini dilakukan maka hanya akan mendorong kotoran untuk masuk lebih dalam ke liang telinga itu sendiri.

Juga tidak membersihkan telinga dengan tenaga yang sangat kuat dari orang tua, walaupun dikira hanya ketika membersihkan bagian luar atau cuping dari telinga. Karena goseran yang keras saja akan dapat untuk melukai telinga anak.

Membersihkan kotoran ini memang harus dilakukan dengan sangat cermat dan juga rutin. Jika tidak maka kotoran akan mengeras dan sulit untuk dikeluarkan. Pada keadaan ini maka kotoran yang menyumpal ini hanya bisa untuk dikeluarkan oleh dokter spesialis THT.

Maka dari itu, memperhatikan kesehatan telinga anak adalah hal penting dan harus dilakukan dengan cermat dan teliti.

Tiga Cara Mendidik Anak Autis dan Membuatnya Cerdas

Apapun karakteristik yang dimiliki oleh anak kita, sebagai orang tua kita harus bersyukur karena anak adalah anugerah terindah yang diberikan oleh tuhan untuk kita, disini anda akan mendapatkan info mengenai cara mendidik anak autis. Anak autis atau yang disebut dengan anak hyperaktif memang terkadang membuat anda kerepotan, terutama apabila anda baru saja menjadi orang tua dan memiliki anak pertama, untuk mencegah anda melakukan hal yang salah, ikutilah langkah-langkah cerdas mendididk mereka berikut ini. Pertama, berikanlah pendidikan khusus bagi mereka. Cara ini cukup ampuh untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki dan membuatnya menjadi orang yang berguna di masyarakat kelak jika sudah dewasa. Beberapa anak autis yang telah dididik dengan khusus oleh orang tuanya ternyata terbukti memiliki kelebihan khusus dibandingkan anak lainnya. Alhasil, mereka malah bisa menjadi lebih hebat prestasinya dibandingkan dengan anak normal.

Kedua sebaiknya anda berhati-hati ketika memasukan mereka ke sekolah. Maksudnya adalah pilihlah sekolah yang benar-benar terjamin kualitsnya dan bukan sekolah yang kelas ecek-ecek atau ditempati oleh banyak anak nakal. Kesalahan dalam masuk ke sekolah yang tidak bagus akan mempengaruhi perkembangan anak anda. Coba bayangkan jika anak autis anda masuk ke sekolah yang banyak anak nakalnya. Ada dua kemungkinan yang terjadi disini. kemungkinan pertama anak anda akan suka bergaul dengan mereka dan kemudian ikut menjadi nakal juga. kemungkinan kedua anak anda akan menjadi takut bergaul dengan teman-temannya yang nakal tersebut, alhasil dia malah akan menjadi bulan-bulanan temannya yang nakal di sekolah. Hal ini akan membuat si anak tersiksa secara mental dan fisik.

Ketiga, ikutkan anak anda ke kegiatan ekstrakulikuler yang positif di sekolah mereka. Jangan membiarkan anak anda berdiam diri dan menghabiskan banyak waktu dirumah. Meskipun anda tahu kalau dia autis, bukan berarti anda harus membiarkannya begitu saja tanpa aktivitas yang berguna bukan? Coba ikutkan dia ke les privat di malam hari, renang di sore hari, atau mungkin basket jika anak anda tersebut menyukai olahraga bola. Bukannya malah sedih, namun anak anda akan semakin bahagia karena di tempat tersebut dia bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya dan memiliki banyak teman baru untuk dimiliki. Autis bukanlah penghalang kebahagiaan bagi anak untuk memperoleh teman. Bagaimanapun juga teman adalah semangat utama bagi mereka, terutama jika mereka adalah tipikal anak yang supel dan mudah bergaul dengan orang lain.

Dengan mengikuti tiga langkah mendidik anak autis diatas, anda akan bisa memiliki buah hati yang istimewa dan malah lebih hebat dibandingkan anak normal. Sekali lagi ditekankan bahwa jangan salah memilihkan tempat pergaulan untuk mereka, kalau perlu sekolahkan anak anda di sekolah internasional jika anda memiliki banyak uang.

Makanan untuk Anak Balita yang Cepat dan Bergizi

Makanan untuk anak balita pasti harus dipilihkan yang memiliki gizi tinggi namun banyak orang tua yang cukup kewalahan mengatur menu makanan sehat bagi sang buah hati yang menginjak masa penting pertumbuhannya ini. Banyak diantara para anak kecil khususnya yang masih berusia di bawah lima tahu yang susah sekali diajak berkompromi untuk makan makanan sehat. Wah, apalagi makanan sehat, karena banyak diantara anak-anak tersebut yang malah sangat susah mengkonsumsi jenis makanan apapun baik itu makanan sehat maupun makanan lainnya yang kandungan gizinya tidak terlalu bisa mencukupi untuk digunakan sebagai energi tumbuh kembang mereka. Disinilah diperlukan kecerdikan serta peran aktif orang tua untuk dapat memilih dan meyajikan menu makanan sehat yang membuat anak tertarik dan ingin segera memakannya.

Berikut ini ada beberapa jenis makanan untuk anak balita yang tentunya sangat sehat dan sangat diperlukan oleh buah hati Anda. Yang pertama adalah kacang hijau. Anda bisa dengan mudah membuatnya menjadi bubur kacang hijau dan jika Anda ingin menambahkan sedikit karbohidrat dalam menu simple ini, Anda bisa membuatnya dengan ketan hitam karena ketan hitam mempunyai rasa manis alami dan balita biasanya menyukai sesuatu yang manis. Kacang hijau juga merupakan solusi jitu untuk balita yang susah makan. Makanan untuk anak balita yang mengandung gizi tinggi lainnya adalah makanan yang berasal dari olahan buah-buahan.

Manfaat Yoga Untuk Bayi

Pernah dengar tentang Yoga untuk bayi? Walaupun terdengar aneh atau mungkin malah asing di telinga bunda, tetapi ternyata banyak sekali manfaat yoga untuk bayi. Dengan latihan yoga secara rutin diyakini mampu membuat si kecil tidur nyenyak, menambah nafsu makan, serta melancarkan pencernaan bayi. Yoga juga bisa memperkecil resiko obesitas pada anak dan membangun kedekatan emosi antara ibu dan anak.

Pada dasarnya yoga merupakan olah tubuh yang banyak melibatkan anggota badan. Oleh karena itu banyak organ tubuh yang ikut-ikutan memetik manfaatnya seperti organ pencernaan dapat meningkatkan fungsi dan kerja sistem pencernaan sehingga si kecil akan terhindar dari kembung, kolik, atau sembelit.

Masih banyak lagi manfaat yoga, antara lain:

  • Melancarkan peredaran darah
  • Membantu perkembangan otot-otot tubuh bayi sehingga menjadi kuat dan lentur
  • Membantu perkembangan syaraf serta koordinasi gerak bayi
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga si kecil tidak mudah sakit
  • Membantu menyiapkan tubuh bayi agar mampu menguasai berbagai ketrampilan mulai dari berguling, merangkak, duduk, hingga berdiri dan berlari
  • Merilekskan tubuh bayi sehingga bayi mudah tidur dan tidak rewel
  • Lebih mendekatkan hubungan emosi antara orang tua dan bayi
  • Membantu pembentukan kepribadian bayi sehingga bayi tidak hanya sehat tapi juga lebih percaya diri dan bahagia

Jika bunda ingin melakukan yoga dengan si kecil, pastikan bunda memilih tempat yoga yang memang berspesialisasi pada yoga untuk bayi untuk menghindari cedera pada si kecil. (Toddie, Sept-Okt 11)

Mencetak Anak Cerdas dan Berprestasi

 

Setiap orang tua tentu ingin anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat serta memiliki karakter yang baik serta memiliki akhlak dan moral yang tinggi. kita tahu manusia selain makhluk individu, juga makhluk sosial, aartinya manusia juga membutuhkan orang lain tak bisa hidup sendiri. Dalam upaya memperoleh bantuan dari orang lain itulah maka ada tata caranya, ada aturan-aturan agar tiap orang bisa mencapai tujuannya.

Aturan ini secara budaya akhirnya dikenal sebagai norma. Norma tersebut akan sampai kepada individu melalui 3 hal, yaitu sosialisasi, internalisasi, dan identifikasi. Ketiga hal tersebut dimulai sejak dini, sejak anak mulai berinteraksi dengan lingkungan. Bukankah sosialisasi terjadi saat anak mulai mengenal lingkungan di dalam maupun di luar rumah, tapi terutama lingkungan di dalam rumah karena itulah dasarnya. Saat itulah basic trust terbentuk. Dari bayi sampai usia setahun, ia mulai belajar dirinya berharga atau tidak. Di sini ia mulai mengembangkan bagaimana caranya agar ia eksis di lingkungannya.

Tentunya, untuk bisa eksis akan banyak tuntutan yang harus ia terima. Diantaranya aturan, baik yang tertulis maupun tidak. Namun bagi anak, tak masalah apakah aturan itu tertulis atau tidak. Yang penting, apa yang sampai kepadanya. Proses sampai kepada dirinya itu dinamakan internasilisasi. Selanjutnya, ia akan menyerap melalui proses imitasi dari orang-orang terdekatnya, yaitu figur-figur yang bermakna buatnya, entah ibunya, ayahnya, kakaknya, atau malah pengasuhnya. dari proses imitasi inilah muncul identifikasi, ia mencoba meniru apa yang dilakukan orang dewasa yang ia pilih dan punya makna buatnya. Biasanya figur tersebut adalah orang tua atau kakak.

Itulah mengapa, sejak anak mulai mengenal lingkungan pembentukan norma atau moral menjadi sangat penting. penanaman nilai-nilai moral ini akan lebih mudah terserap oleh anak bila dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Sampai nanti ia berusia 10 tahun, apa yang kita sampaikan akan membentuk sistem nilai tersendiri. Selanjutnya sistem nilai ini akan membentuk dalam dirinya hingga ia besar nanti.

Agar ia tahu aturan, kecerdasan moralnya harus dikembangkan, tentu secara bertahap. Mulailah dengan konsep boleh dan tak boleh, bukan konsep salah benar karena anak belum mengerti apa itu salah dan benar. Tapi kalau sesuatu boleh dan tak boleh dilakukan, akan lebih mudah diterima oleh konsep berpikirnya. Selanjutnya bila ia dimarahi karena melakukan hal yang tak boleh, barulah ia tahu bahwa itu salah.

Tapi jangan lupa, aturan harus jelas. Misal, “kakak tidak boleh meludah sembarangan”, kalau ia tanya “kenapa, Ma? jelaskan alasannya. Dari sini orang tua bisa masuk pada konsep sopan dan tak sopan. Dalam kultur Timur, konsep sopan dan tak sopan merupakan norma pertama, baru kemudian konsep benar dan salah. Namun begitu, jangan langsung katakan bahwa ia tak sopan karena ia tak bisa langsung menangkap apa itu sopan.

Jadi, penjelasannya harus secara kongkret dulu. Misal, “itu tidak boleh karena ludah mengandung kotoran.” Kendati secara kultur bukan karena kotorannya yang penting melainkan sopan dan tak sopan. Baru kemudian dilanjutkan “itu juga tidak sopan kalau kakak meludah sembarangan.” Dengan demikian, ia akhirnya akan mengaitkan bahwa yang baik dan sopan itu kalau tidak meludah semabarangan, hal ini kongkret untuk anak.

Contoh lain, “kakak tidak boleh lewat begitu saja di depan orang tua, itu tidak baik. Yang baik itu kalau lewat di depan orang tua, jalannya dengan menunduk, itu yang sopan.” ia akan mengaitkan bahwa yang baik dan yang sopan itu kalau lewat di depan orang tua dengan menunduk.

Jadi, jangan cuma asal melaeang tapi juga menjelaskan kenapa tidak boleh dan kenapa boleh, agar anak tak bingung. Disamping ia menyerap konse p boleh dan tak boleh untuk dikembangkan pada konsep benar dan salah. Bukankah kita hendak membenahi sistem nilai yang salah? jadi, ia perlu memperoleh penjelasan supaya tahu persis kenapa boleh dan kenapa tak boleh sehingga ia lebih menyerap.

Contoh lain lagi, saat bertamu. Terangkan dengan jelas, “Adek tak boleh berlarian kesana ke mari, itu tidak baik dan tak sopan dilakukan di rumah orang.” Terangkan pula apa yang boleh, misal “yang boleh dilakukan kalau di rumah orang adalah duduk, kalau dikasih minum bilang terima kasih. kalau adek minum, bilang permisi dulu itu namanya sopan.” Dengan demikian, konsep sopan santun dan boleh tidak ini akan mudah terserap olehnya.

Tentu memberi tahunya sebelum berangkat bertamu, menjelang situasi yang akan ia jumpai. jangan terlalu awal memberi tahunya, misal beberapa minggu sebelumnya, ia akan cepat lupa  tapi kalau sesaat sebelum pergi, ia akan mudah mengingatnya.

yang jelas, konsep norma harus terus-menerus diberikan kepada anak, hingga semakin hari semakin banyak konsep norma yang tertanam dalam dirinya.

Selanjutnya, bila ia melanggar hal yang tak boleh, harus ada konsekuensinya berupa hukuman, sebaliknya bila ia patuh, berilah pujian atau hadiah. dari sini ia belajar tentang konsep benar-salah. Bukankah dengan mendapat konsekuensi, ia jadi tahu bahwa sesuatu itu salah atau benar? kalau ia mendapat pujian karena tingkah lakunya, berarti apa yang dilakukannya itu benar. Tapi kalau tingkah lakunya itu mendapat hukuman, berarti ia salah.

Tentu perihal salah tidaknya perilaku si anak harus diberitahui orang tua. Misal, selama bertamu ia duduk dengan sopan dan manis, ia pun permisi dulu saat hendak main. Sepulang bertamu, kita harus menjelaskan “Tadi perilaku adek itu benar, Mama bangga karenanya. Nanti kalau bertamu lagi ke rumah orang lain harus seperti itu ya”! Dengan demikian, ia mendapat masukan langsung apa itu yang benar dan salah.

Kita pun bisa mengaitkan konsep benar-salah dengan konsep kejujuran,keadilan,persaudaraan,dan menghormati orang lain. Tinggal orang tua mau menanamkan konsep mana yang utama untuk anaknya. jadi, bila kita ingin si kecil punya prinsip yang kuat, menghargai orang lain, maka itulah yang harus terus-menerus secara konsisten ditanamkan kepadanya.

Agar Anak Doyan Makan

 

“Anak Susah Makan” adalah masalah yang sering muncul dikalangan para ibu seperti saya. Kita sudah menyediakan aneka camilan sehat, eh Anak lebih suka jajan sembarangan, makan nasi aja kayak disuruh minum obat…pada geleng-geleng mulu. Kadang kondisi ini malah bikin para ibu senewen sendiri. Yuk bunda, agar senewennya tidak berkelanjutan baca tips dibawah ini ya :

  1. Ciptakan Suasana Ceria Saat Makan. Suasana juga mempengaruhi nafsu makan anak. Sambil diajak bermain dan bercanda, anak cenderung bisa menghabiskan makanan di piring mereka.
  2. Libatkan anak dalam memasak makanannya. Misalkan ibu ingin membuat nasi goreng untuk si kecil, mintalah anak untuk sekedar menyiapkan hiasan  nasi gorengnya, dan ajaklah dia menghias nasi gorengnya sendiri. atau disaat ibu memasak camilan sore seperti donat, biarkan dia menaburkan meses warna warni diatas donas mereka.
  3. Variasi Makanan. Sebagai ibu, harus sering mencoba resep-resep baru dan trik-trik untuk menyembunyikan bahan makanan yang tidak disukai anak. misal anak tidak suka bayam, ibu bisa memblender bayam dan dimasukan ke adoman saat membuat nugget.

Nah, selamat mencoba.

Menabung Kalsium Sebelum Pensiun  

TEMPO Interaktif, Pada usia 26 tahun, Desti mulai merasakan sakit pada tulang belakangnya. Saat bangun tidur, dia butuh waktu lama untuk beranjak. “Punggung dan kaki linu,” kata karyawan sebuah swalayan ini. Bahkan Desti sudah dua kali jatuh saat berjalan. berdasarkan hasil roentgen dan pemeriksaan dokter, saraf di tulang belakang Desti tak bisa bekerja dengan baik. Tulang yang seharusnya berongga malah menyempit.

Tulang belakangnya juga mulai keropos. “Dokter juga heran, mosok usia belum kepala tiga sudah keropos,” kata dia. Desti mengaku jarang berolahraga dan tak menghiraukan zat gizi yang terkandung dalam makanannya.

Menurut dokter spesialis tulang, Dr dr Lukman Shebubakar SpOT (K), pengeroposan tulang (osteoporosis) yang terjadi pada Desti merupakan osteoporosis sekunder. “Penyebab osteoporosis ada dua, primer dan sekunder,” kata dokter dari Rumah Sakit Fatmawati itu saat media workshop “Pentingnya Asupan Kalsium pada Usia Sekolah” di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Osteoporosis primer terjadi karena kekurangan kalsium. Sedangkan osteoporosis sekunder disebabkan oleh faktor tertentu, misalnya penyakit atau yang lain. “Belum tentu pula apakah Desti terkena osteopenia (osteoporosis dini),” Lukman melanjutkan. Osteoponia merupakan fase sebelum osteoporosis datang.

Untuk menilai apakah seseorang terkena osteopenia, perlu dites dengan bone mineral density (BMD). Tes ini guna mengukur kepadatan tulang. Normalnya, angka hasil tes BMD di atas -1. Jika hasil tes BMD menunjukkan angka -1,0 hingga -2,5, itu menandakan osteopenia. Jika lebih dari – 2,5, artinya osteoporosis.

Lazimnya, penyakit pengeroposan tulang banyak menimpa perempuan yang mulai menopause. Sebab, saat menopause, produksi hormon estrogen–yang membantu penyerapan kalsium–berkurang. Menurut data Kementerian Kesehatan pada 2005, prevalensi osteoponia di Indonesia mencapai 41,7 persen atau dua dari lima orang Indonesia memiliki risiko terkena osteoporosis.

Bagaimana agar tak terkena osteopenia? Lagi-lagi kalsium berperan penting. Menurut Iip Syaiful, Kepala Seksi Standardisasi Konsumsi Makanan Kementerian Kesehatan, kalsium adalah zat yang dibutuhkan semua usia. Kalsium merupakan mineral yang paling banyak jumlahnya dalam tubuh, atau 1,5-2 persen dari berat badan orang dewasa.

Kalsium penting bagi pembentukan tulang, gigi, kontraksi otot, penggumpalan darah, dan transmisi saraf. Tulang berfungsi sebagai bank kalsium dan fosfat bagi tubuh. Hanya 1 persen kalsium yang beredar dalam darah. “Sisanya, 99 persen, ada di tulang,” ujar Iip dalam acara yang sama.

Masa kritis pembentukan tulang terjadi pada usia 0-10 tahun. “Sebanyak 45 persen kepadatan tulang dibentuk pada usia ini,” Lukman melanjutkan. Pembentukan tulang juga terjadi pada usia 10-18 tahun. “Empat puluh lima persen kepadatan tulang juga ditentukan pada usia ini.” Sisa pembentukan massa tulang–5 persen–terjadi usia 18 tahun ke atas.

Lukman menjelaskan, penyerapan kalsium maksimal terjadi sebelum usia menginjak 30 tahun. Pada usia tersebut, tulang mulai pensiun menyerap kalsium. Jika tak ada stok kalsium, kalsium diambil dari tulang. “Jadinya osteoporosis alias keropos,” katanya. “Maka, tabunglah kalsium sebelum usia pensiun.”

Menurut angka kecukupan gizi (AKG) sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan, AKG kalsium mencapai puncaknya pada usia 10-18 tahun sebesar 1.000 miligram. Pada usia dini, kekurangan kalsium susah diketahui. Pasalnya, jika kandungan kalsium pada tubuh dites, tubuh akan mengambil dari bank kalsium. “Sehingga tak tampak apakah seseorang kurang kalsium atau tidak,” kata Lukman.

Kekurangan kalsium, terutama pada anak, selain menyebabkan tulang rapuh dan keropos, dapat mengganggu pertumbuhan. Kekurangan kalsium bisa pula menyebabkan kejang, terutama terjadi pada ibu hamil. Begitu pula akibatnya jika ibu hamil kelebihan kalsium.

Kelebihan kalsium juga bisa menyebabkan batu ginjal, mengganggu fungsi ginjal, dan susah buang air besar. Umumnya, kelebihan itu terjadi karena mengkonsumsi kalsium dari suplemen, bukan pada sumber kalsium alami. Jadi, jangan mengkonsumsi kalsium lebih dari 2.500 miligram per hari.

Selain itu, perbanyak olahraga dan konsumsi vitamin D. “Kalsium, vitamin D, dan olahraga adalah satu kesatuan.” Lukman mengingatkan pula, “Osteoporosis secara tak langsung juga mengancam perokok dan peminum alkohol.” NUR ROCMI

Angka Kecukupan Kalsium

Anak
0-6 bulan | 200 mg/hari
7-11 bulan | 400 mg/hari
1-6 tahun | 500 mg/hari
7-9 tahun | 600 mg/hari
10-18 tahun | 1.000 mg/hari
19- … | 800 mg/hari

(Sumber: Keputusan Menkes 1593/Menkes/SK/XI/2005)

Sumber Kalsium (sajian per 100 gram)

Ikan Teri | 1.000
Ikan Wader/Bilis | 1.426
Tepung Susu | 904
Keju | 777
Bayam Merah | 520
Tempe | 517
Kacang Tanah | 456
Kacang Merah | 293
Tahu | 223
Sawi | 220

(Sumber : Persatuan Ahli Gizi Indonesia)

Teh Meningkatkan Risiko Radang Sendi?

KOMPAS.com – Sesuatu yang dikonsumsi atau dilakukan secara berlebihan biasanya memang tidak lagi bermanfaat. Teh, yang diyakini memberikan berbagai manfaat kesehatan, jika diminum terlalu banyak ternyata malah meningkatkan risiko penyakit radang sendi.

Perempuan yang minum lebih dari empat cangkir teh sehari cenderung akan mengembangkan penyakit tersebut hingga 78 persen, demikian menurut studi dari Georgetown University Medical Centre. Menurut studi yang melibatkan lebih dari 76.000 perempuan itu, bahkan secangkir teh sehari pun sudah meningkatkan risikonya hingga 40 persen. Anehnya, minum kopi tidak disebut memberi pengaruh apa pun.

“Kami ingin menentukan apakah konsumsi teh atau kopi, atau metode yang digunakan untuk menyiapkan teh, yang dikaitkan dengan meningkatnya risiko (radang sendi),” ujar Professor Christopher Collins, dari Georgetown University Medical Centre.

Meskipun demikian, ada juga manfaat yang dihasilkan dari minum teh, termasuk mengurangi risiko mengembangkan kanker ovarium hingga 10 persen, dan secara signifikan mengurangi kemungkinan berkembangnya penyakit jantung dan beberapa penyakit mata.

Karena itu Profesor Collins juga tidak menyarankan penggemar teh untuk mengubah kebiasaan minum teh mereka hanya karena penemuan ini. “Memang jelas terlihat kaitannya, tetapi risikonya sangat kecil,” katanya.

DIN

Editor: din

Sumber: Marie Claire

Mengenali Kelemahan Diri Lewat Zodiak

VIVAnews – Analisis astrologi sebenarnya bukan hanya untuk mengetahui kondisi percintaan, kesehatan atau keuangan. Waktu lahir Anda sebenarnya juga bisa menunjukkan kondisi emosi dan kelemahan diri.

Kelemahan berupa sifat dan emosi negatif yang Anda miliki bisa sangat menggangu dalam menjalani kehidupan dan menyelesaikan masalah. Ketahui kondisi emosi Anda berdasarkan zodiak dan bagaimana mengatasinya seperti dikutip dari Californiapsychics.com.

– Scorpio
Scorpio sangat mengandalkan kemampuannya mengontrol emosi. Pemilik bintang ini juga sangat pintar dalam memanipulasi sikap diam. Anda memang ingin cepat menyelesaikan masalah dan berusaha mengontrol segalanya. Tetapi, jika terkait hubungan asmara, tanyakan pada diri sendiri apakah hanya ingin bermain-main atau ingin memenangkan hati pasangan.

– Sagitarius
Sagitarius harus menyadari bahwa kecemasan dan ketakutan mendalam dalam dirinya adalah masalah utama, dan bukan soal hubungan asmara yang dijalaninya.

Pasangan sangat menyukai kebebasan dan kemandirian Anda, tetapi dia juga ingin menjadi bagian dari kehidupan Anda. Jika Anda menginginkan cinta terakhir, terimalah tanggung jawab dalam hubungan dan buatlah hubungan tidak berat sebelah.

– Capricorn
Carpicorn mungkin percaya bahwa dirinyalah yang selalu benar, tetapi sebaiknya juga harus lebih terbuka untuk menerima bahwa pasangan memiliki hak untuk tidak setuju dengan Anda.

Pemilik bintang Capricorn juga harus mengerti bahwa ketergantungan tidak selalu menciptakan keamanan dalam cinta. Hal itu bisa membuat emosi malah tidak terkendali.

– Aquarius
Kemandirian aquarius sering sulit dipahami orang lain, untuk itu cobalah untuk menjelaskannya. Jangan sampai membuat emosi tidak terkontrol. Meskipun Anda tergolong berani dan kerap merasa bangga pada diri sendiri, namun Anda suka menyendiri dan bersikap dingin.

Mempercayai seseorang dengan hati Anda mungkin tidak  mudah, tetapi tidak percaya akan cenderung lebih menyakitkan. Cobalah lebih percaya pada orang lain, terutama pada orang-orang yang Anda cintai.

– Pisces
Pisces sering merasa bingung dengan perhatian penuh yang tertuju padanya dan sering mendefinisikannya sebagai beban. Ketika Anda kehilangan kontrol diri maka cenderung  depresi dan orang yang Anda cintai akan kecewa. Kadang-kadang, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah belajar untuk melepaskan beban yang ada dan membiarkannya pergi.

– Aries
Aries termasuk yang tipe orang memiliki prinsip bahwa setiap pikiran yang melewati kepala harus diucapkan melalui mulut. Hal ini dapat merusak hubungan Anda dengan orang-orang di sekeliling Anda. Ucapan Anda yang blak-blakan bisa menimbulkan rasa marah, sedih dan kecewa pada orang yang mendengarnya. Cobalah untuk lebih mengendalikannya.

Bila zodiak Anda: Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, atau Libra klik di sini!

• VIVAnews

Menjaga Tubuh Tetap Ramping Selama Travelling


KOMPAS.com – Bulan Juni-Juli biasa diidentikkan dengan masa berlibur. Pasalnya, di bulan-bulan ini, anak-anak sudah mulai memasuki masa kenaikan kelas. Tak sedikit yang menggunakan masa-masa ini sebagai ajang berlibur. Namun, satu hal yang penting untuk diwaspadai adalah kenaikan berat badan saat berlibur.

Seringkali, saat berlibur ke tempat-tempat baru, atau malah ke kampung halaman, kita seringkali lupa diri dan mencoba kuliner-kuliner di tempat tersebut. Tapi tanpa sadar, kita malah memasukkan terlalu banyak kalori dan sepulangnya dari liburan, bobot tersebut tak pernah hilang. Berikut tips untuk mencegah supaya berat tubuh tak menanjak saat sedang berlibur.

1. Bawa makanan ringan sendiri
Kebanyakan dari kita ketika berada di tempat baru dan asing, seringkali mengalami rasa takut sulit mendapatkan makanan. “Ke tempat liburan kan pasti ada banyak yang berjualan di sana,” mungkin itu pikir Anda. Tetapi, perlu diingat, makanan yang banyak dijual di tempat liburan biasanya adalah makanan-makanan ringan atau junk food. Atau, karena terpikir kita tak kenal daerah sekitar, kita takut mengambil risiko perut kosong, sehingga memaksa diri untuk makan setiap kali ada tempat makan yang terlihat cukup aman, seperti restoran-restoran cepat saji. Karenanya, supaya Anda tidak selalu tergoda untuk makan setiap kali Anda melihat ada restoran, cobalah untuk menyimpan makanan ringan yang sehat di tas bawaan. Seperti buah, makanan ringan dengan indeks glikemik rendah, atau bahkan, jika suka, telur rebus.

2. Bawa makanan untuk dimakan di dalam pesawat
Maskapai penerbangan sudah amat jarang menghidangkan makanan nikmat dan gratis di dalam pesawat. Jika pun ada, biasanya bukan makanan yang ingin Anda nikmati. Jika pun di menu ada yang diinginkan, biasanya harganya pun setinggi langit. Jadi, coba upayakan untuk membawa makanan ringan yang sehat sebisa Anda.

3. Pesan paket resto cepat saji
Kebanyakan porsi tempat-tempat makan cepat saji saat ini sebenarnya melebihi kapasitas rata-rata kebutuhan secara umum. Jadi, jika Anda sedang berwisata dengan seseorang, cobalah pesan satu menu yang bisa dibagi dua. Jika masih terasa lapar, masih bisa pesan makanan tambahan. Tapi tunggu hingga Anda merasa lapar, jangan lapar mata, karena tubuh kita butuh waktu untuk mengirim sinyal kepada otak bahwa kita sudah lapar. Kunyahlah perlahan, nikmati fakta bahwa Anda sedang berlibur, dan dengarkan sinyal tubuh Anda.

4. Jangan terbuai saus, minyak, atau dressing lain
Demi rasa, tanpa sadar kita seringkali menambahkan saus dalam jumlah banyak pada makanan kita. Ketimbang mencelupkan makanan ke dalam saus, lebih baik gunakan garpu. Caranya, celupkan garpu ke dalam saus, lalu kemudian, tusukkan pada makanan Anda, lalu nikmati. Dengan cara ini, Anda akan mengurangi asupan kalori dari saus tanpa mengurangi rasa enak saus. Jangan lupa, usahakan sebisa mungkin hindari makanan yang digoreng.

5. Ingatlah, bahwa berliburnya itu sendiri merupakan sebuah pemanjaan diri
Berlibur bukan berarti sebuah kesempatan untuk melepaskan diri dan memanjakan diri dengan makanan, seperti cokelat, es krim, dan makanan enak tapi tak baik untuk ukuran tubuh. Tentu, boleh memanjakan diri sekali-kali. Tapi bukan berarti bisa berlebihan.

6. Cari aktivitas fisik yang menyenangkan saat berlibur
Ketimbang mengikuti tur bus, mengapa tidak mencoba mengikuti naluri dan riset mengenai tempat-tempat menyenangkan di kota tujuan? Carilah obyek-obyek yang Anda ingin kunjungi, lalu rencanakan cara menggapainya dengan cara berjalan kaki atau setidaknya dengan cara yang mengharuskan Anda mencapai tempat tersebut dengan upaya lebih, seperti naik angkutan umum. Jika tempat yang ingin Anda kunjungi memiliki lokasi yang bisa didaki, seperti bukit, cobalah mendaki bukit tersebut, atau bersepeda jika ada sepeda yang bisa disewa, atau mendayung, jika memang ada fasilitasnya.

Atau, karena namanya liburan, yang artinya melepaskan diri dari rutinitas, Anda bisa pergi ke club dekat tempat Anda menginap, meski sebenarnya Anda bukan tipe yang senang pergi clubbing.

7. Bawa baju pas badan

Melihat pantulan diri Anda di cermin, atau mengenakan pakaian yang sebelum berangkat berlibur sudah sangat pas di tubuh akan mengingatkan Anda untuk mengerem diri dan mengingatkan Anda bahwa tujuan utama Anda adalah untuk menjadi orang yang sehat dan fit.

NAD

Editor: NF

Sumber: bing

Next Page »

13 queries