ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 

[X]


8 Jenis Kecerdasan Anak (Multiple Intelligence)

Anak anda mendapat nilai jelek di pelajaran matematika! atau dia lebih senang mendengar musik daripada belajar! apakah berarti anak anda bodoh???

Stop bunda..jangan terburu menjudge anak bodoh ketika mengetahui kemampuan matematisnya rendah. Howard Gardner, seorang ahli riset dari Amerika menyatakan:

Tidak ada anak yang bodoh atau pintar, yang ada adalah anak yang menonjol dalam salah satu atau beberapa jenis kecerdasan.

Howard juga menyatakan bahwa kecerdasan bukanlah sesuatu yang bersifat tetap, ia adalah kumpulan kemampuan atau keterampilan yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan. Menurut nya dalam setiap diri manusia ada 8 macam kecerdasan.

1. Kecerdasan Linguistik
Merupakan kemampuan berbahasa,  biasanya anak-anak dengan kecerdasan ini lebih suka belajar dengan mendengar. Mereka sering lebih menonjol dalam pelajaran bahasa, membuat puisi, lebih cepat menyerap kosa kata baru atau asing, jadi lebih mampu berbahasa asing dengan baik.

2. Kecerdasan Logika Matematika
Merupakan kemampuan yang lebih piawai menggunakan angka-angka, pemecahan masalah secara logis dan matematis. Jenis kecerdasan yang sering menjadi tolak ukur orang tua.

3. Kecerdasan Intrapersonal
Merupakan kemampuan mengenal emosi diri sendiri dan orang lain, biasanya anak yang punya kecerdasan ini sering menyalurkan pikirannya dengan menulis buku harian, bisa memotivasi diri sendiri, menyukai pemikiran tentang filosofi hidup dan dapat mengembangkan konsep diri dengan baik.

4. Kecerdasan Interpersonal
Merupakan kecerdasan dalam berhubungan dengan orang lain. Biasanya anak dengan kecerdasan ini lebih supel dalam bergaul, mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, suka berempati dan mampu memandang dari sudut pandang orang lain.

5. Kecerdasan Musikal
Anak selalu tertarik mendengarkan musik dan memainkan alat musik, peka terhadap suara-suara dan mampu mengerti nuansa dan emosi yang terkandung dalam sebuah lagu.

6. Kecerdasan Visual dan Spasial
Biasanya menyukai seni, lukisan dan patung. Memiliki kemampuan membaca arah dengan baik, menikmati permainan puzzle. Biasanya suka menulis catatan atau menjelaskan pikiran nya dengan menggunakan gambar.

7. Kecerdasan Kinestetik Jasmani
Kemampuan menggunakan tubuh secara terampil, punya kontrol, ketangkasan dan keseimbangan gerak. Menyukai pengalaman belajar yang nyata seperti fieldtrip. Ingatannya lebih kuat terhadap apa yang pernah dilihat atau dialami.

8. Kecerdasan Naturalis
Menyukai ilmu-ilmu alam, senang memelihara tanaman atau hewan. Tertarik pada masalah sosial, biasanya mampu membaca cuaca dan peduli terhadap lingkungan.

Nah bunda,,mulai dari sekarang cobalah kenali jenis kecerdasan mana yang lebih menonjol pada anak anda. Asahlah lebih dalam disana dengan tetap membantu meningkatkan kecerdasannya yang lain. Tapi jangan memaksanya untuk menonjol pada kemampuan yang bukan bakatnya, akibatnya bisa berakibat trauma pada anak dan kita para orang tua bisa jadi salah langkah menentukan arah masa depannya kelak.


TIPS MENYAPIH ANAK

Proses menyapih anak umumnya merupakan salah satu  fase yang harus dilalui oleh seorang ibu dengan sangat berat hati, dimana umumnya para ibu tidak tega ketika melihat anaknya harus menangis sambil merengek-rengek meminta menyusu kepadanya. Namun dilain pihak hal itu harus dilakukan oleh seorang ibu, demi kebaikan keduanya (ibu dan anak).  Oleh karena itu menjadi penting bagi seorang ibu untuk mengetahui bagaimana cara atau tips bagi seorang ibu agar sukes menyapih anaknya, sembari mampu menimimalisir reaksi yang berlebihan yang diekspresikan oleh seorang anak.

Metode penyapihan dibagi menjadi 2, yaitu natural weaning/penyapihan alami (tidak memaksa dan mengikuti tahapan perkembangan anak) serta mother led weaning (ibu yang menentukan kapan saat menyapih anaknya). Nah, penyapihan alami inilah yang paling dianjurkan. Mengapa? Karena secara psikologis, dampaknya paling ringan. Umumnya, pada awal proses penyapihan, reaksi anak yang disapih biasanya rewel dan gelisah. Nah, dengan penyapihan alami, semua itu bisa dihindari mengingat saat memasuki usia batita sebetulnya ketergantungan anak pada ASI sudah semakin berkurang. Sementara dalam “Mother Led Weaning” yang dibutuhkan adalah kesiapan mental Bunda juga dukungan dari lingkungan, terutama Ayah (suami) sebagai sosok yang dapat memberikan kenyamanan. Bila sudah mantap untuk menyapih, lakukanlah penyapihan dengan sabar dan tidak terburu-buru karena sikap ibu dalam menyapih berpengaruh pada kesiapan si balita. Berikut ini Tips dalam proses penyapihan bertahap yang diperoleh dari beberapa sumber:

1. Sapihlah anak dalam keadaan sehat. Hindari saat anak sedang sakit, marah arau sedih, karena akan membuat anak semakin tertekan dan tidak bahagia.

2. Komunikasikan keinginan menyapih dengan pasangan. Penyapihan dapat berjalan lancar bila ada dukungan positif dari suami. Selain itu, berbicaralah pada anak ketika ingin menyapihnya walaupun mungkin kemampuan komunikasinya berlum berkembang baik, misalnya, “Adek, minum susunya siang ini diganti ya, dengan jus jeruk. Sama enaknya lo dengan susu.”

3. Berikan penjelasan yang logis. Jelaskan pada anak secara logis mengapa ia harus berhenti menyusu pada ibunya. Umpamanya, karena anak sudah berusia 2 tahun,sudah besar, maka ia sudah pintar makan nasi, buah, sayur dan sebagainya.

4. Bersikap lembut tetapi tegas dan konsisten. Jangan merasa bersalah karena waktu selama 2 tahun sudah lebih dari cukup.

5. Lakukan aktivitas menyenangkan antara ibu dan anak supaya ia tahu bahwa tak mendapat ASI bukan berarti anak tidak dicintai.

6. Jangan menawarkan ASI, atau memberikan ASI sebagai jurus ampuh saat anak rewel, terjatuh, atau menangis. Ini yang terkadang Bunda tidak sampai hati untuk segera memberikan ASI pada buah hati. Kuatkan hati anda, peluk dan segera tenangkan anak anda.

7. Berikan contoh melalui lingkungan sosial anak ataupun buku-buku bacaan yang menggambarkan tentang kemandirian tokoh yang tak lagi menyusu pada ibunya.

8. Jangan mengoleskan obat merah/memberi plester pada puting susu. Hal ini dapat menyebabkan keracunan pada anak. Selain itu, dampaknya, anak akan merasa ditolak oleh ibu dan merasa tidak dicintai apalagi jika ibu melakukannya dengan tiba-tiba. Efek panjangnya, anak mengalami kesulitan untuk menjalin interaksi sosial dengan orang lain.

9. Hindari secara tiba-tiba menitipkan anak di rumah neneknya selama berminggu-minggu, atau ke tampat pengasuhan anak setiap hari, karena proses adaptasi anak tidak cepat. Ia butuh waktu untuk merasa nyaman dengan lingkungan barunya, sebab proses penyapihan dengan cara menitipkan ke tempat lain membuat anak merasa tertekan. Ia harus beradaptasi dengan 2 hal sekaligus: kehilangan ASI dan berada pada tempat baru.

10. Jangan menyapih anak dengan mengalihkannya ke benda lain seperti empeng atau botol susu. Meski tidak ada larangan khusus, empeng atau dot berpeluang besar membuat anak jadi “malas makan”. Empeng juga berisiko membuat anak memiliki ikatan emosional yang kuat pada benda tersebut, sehingga kelak akan sulit mengubah kebiasaan mengempengnya.

11. Hindari pemaksaan. Jika anak belum siap, ibu perlu mencari tahu penyebabnya. Mungkin ia sedang sakit atau apakah sikap ibu kurang sabar? Anak yang menolak disapih akan menunjukan reaksi kesal atau marah dengan menangis, rewel, gelisah atau lebih banyak diam.

 


Ekspresi Rontok Karena Botox  

TEMPO Interaktif, Masa muda adalah masa yang paling menyenangkan. Tak pelak, banyak orang yang berusaha mempertahankan wajah muda mereka. Dari operasi plastik hingga suntik Botox.

Botox adalah singkatan dari Botulinum Toxin. Racun ini dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Pada akhir 1980-an, Badan Obat dan Makanan Amerika (Food and Drug Administration/FDA) menyetujui penggunaannya untuk menghentikan penyakit seperti Blefarospasme (mata yang tak bisa mengendalikan kedipan).

Pada April 2002, FDA mengesahkan penggunaan Botox untuk menghambat kerutan di wajah. Botox bekerja dengan melumpuhkan otot-otot yang menyebabkan keriput sementara memberikan penampilan kulit, mulus lebih segar.

Botox biasanya disuntikkan di area wajah yang mengkerut. Hasilnya bisa dirasakan selama sekitar enam bulan. Setelah itu, perlu disuntik lagi jika ingin tetap awet muda. Efek samping dari Botox adalah rasa nyeri atau sakit kepala. Efek ini terjadi sekitar 24-48 jam setelah penyuntikan.

Namun penelitian terakhir khawatir penggunaan Botox yang disuntikkan ke wajah bisa melumpuhkan emosi sementara. Suntikan Botox, toksin yang bisa melemahkan, bahkan melumpuhkan otot, dikhawatirkan bisa melumpuhkan kemampuan menunjukkan emosi pada ekspresi wajah.

Sebuah studi baru dari Barnard College di New York menemukan bahwa orang disuntik dengan Botox kurang mampu menampilkan emosi di bagian yang disuntik. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Emotion edisi Juni itu menemukan ekspresi wajah yang berperan menampilkan emosi. Tak hanya bagaimana cara seseorang menampilkan emosi di wajahnya, tapi juga bagi orang lain yang merespons emosinya.

Menurut penulis studi, Joshua Davis, profesor psikologi di Barnard College, kelumpuhan otot memungkinkan seseorang untuk mengisolasi ekspresi di wajah dan umpan balik atas emosi dari orang lain.

Jika orang lain berekspresi, otak akan menerima ekspresi dan mengirim perintah motorik untuk membuat ekspresi timbal balik. Namun ekspresi timbal balik itu tak bisa dihadirkan karena kelumpuhan otot.

Davis menjelaskan, perlu dilakukan tes apakah setelah menggunakan Botox seseorang bisa tetap berekspresi normal atas sebuah peristiwa emosional.

Misalnya, memutar film sedih dan melihat reaksi emosional dan ekspresi wajahnya, “Dengan demikian perlu tes apakah ekspresi wajah dan umpan balik sensoris dari mereka ke otak bisa mempengaruhi emosi,” kata dia.

David Hazas, kandidat Ph.D psikologi dari Universitas Wisconsin-Madison, meneliti 40 pengguna Botox. “Kami secara berkala memeriksa mereka memahami kalimat,” kata Havas. Sebelum disuntik Botox, dia meminta mereka membaca kalimat untuk memahaminya. Setelah memahami, peserta diminta segera menekan tombol.

Hasilnya, tak ada perubahan waktu yang diperlukan untuk memahami kalimat bahagia. Tapi, setelah disuntik Botox, mereka butuh banyak waktu untuk membaca kalimat marah dan sedih.

Arthur Glenberg, profesor emeritus psikologi Universitas Wisconsin-Madison, menyatakan normalnya otak akan mengirimkan sinyal untuk mengerutkan kening, dan sejauh mana kerut itu akan dikirim kembali ke otak. Tapi, bagi pengguna Botox, proses ini terganggu.
Intensitas emosi dan kemampuan mereka untuk memahami perasaan yang diwujudkan dalam bahasa terganggu. “Mereka butuh waktu lebih lama,” kata dia.

NUR ROCHMI | BERBAGAI SUMBER

Tip:

Tetap Muda tanpa Biaya

Makan Sehat
Banyaklah makan buah dan sayur. Banyaklah minum air. Hindari kopi dan gula. Gula adalah oksidan membuat tubuh tampak tua. Buah dan sayur dengan kandungan anti oksidan melawannya.

Olahraga
Olahraga membantu menjaga postur tubuh, mengurangi stres, dan meningkatkan aliran darah. Jika ingin melangsingkan tubuh, olahraga minimal 30 menit.

Tidur Cukup
Tidurlah delapan jam sehari. Kurang tidur membuat mata bengkak, terlihat lebih tua dari usia yang sebenarnya. Saat tidur, tubuh memperbaiki diri.

Tersenyum dan Tertawa
Senyum itu ibadah. Tertawa baik buat kesehatan fisik dan jiwa Anda. Bisa melancarkan aliran darah dan mengurangi stres.

Cintai Diri
Cintai diri Anda sendiri apa adanya. Kebahagiaan sudah ada dalam diri sendiri sejak lahir. Bahkan tanpa dandanan.

Jangan Merokok
Nikotin menggerus protein di lapisan kulit dan menghambat aliran darah.

Berpikir Positif
Berpikirlah yang baik. Baik tentang Anda atau orang orang di sekitar Anda.

NUR ROCHMI | BERBAGAI SUMBER


Hidup Sehat di Kantor, Tiket Karier Melesat

KOMPAS.com – Aktivitas yang padat dan tekanan di kantor, bisa menyebabkan Anda terjerumus pada pola hidup yang tak sehat. Ketika pola hidup tak sehat yang dijalani, berbagai penyakit pun siap menghadang. Tak ingin proyek besar lepas gara-gara Anda sakit-sakitan, kan? Makanya, lindungi tubuh dan jiwa dengan kebiasaan sehat ini.

Camilan Sehat
Pekerjaan yang menumpuk, deadline, dan menghadapi bos yang sedang marah seharian memang membuat kita butuh energi ekstra. Itulah mengapa camilan menjadi kian populer di lingkungan kerja. Alhasil, banyak yang asal memilih camilan, yang penting dapat memenuhi keinginan perut. Rasa camilan ini gurih dan menggoyang lidah tapi bisa jadi tak punya gizi dan malah bikin gemuk.

Do’s: Jadikan camilan lezat rendah kalori dan tinggi serat sebagai rekan kerja baru Anda di kantor. Apel, pisang, atau anggur dijamin mampu membuat perut Anda kenyang. Jika bosan dengan buah, makanlah dua biskuit dan satu sendok selai kacang yang kaya gizi. Kombinasi karbohidrat dan protein akan membantu Anda kenyang lebih lama. Dapatkan juga dalam oatmeal instan yang mampu menurunkan kolesterol.

Minum Delapan Gelas Air
Kekurangan air tak hanya menyebabkan kulit kering, namun juga bau mulut tak sedap, kehilangan gairah kerja, dan menurunkan tekanan darah. Jika Anda merasa lesu, bisa jadi karena Anda kurang minum. Pekerjaan kantor seringkali membuat kita lupa untuk minum. Rata-rata para pekerja kantor hanya mengonsumsi 4 gelas air selama berada di kantor. Padahal, penggunaan pendingin ruangan membuat cadangan air dalam tubuh lebih banyak menguap.

Do’s: Jadwalkan kegiatan minum Anda mulai dari sekarang. Minumlah 3 gelas air sebelum jam makan siang, dan tiga gelas terakhir menjelang Anda pulang kantor. Aturlah jeda setengah jam untuk sdetiap gelasnya.

Bersih-bersih
Sebuah penelitian membuktikan bahwa tata letak dan kerapihan ruang kerja secara tak langsung memengaruhi psikologis Anda untuk bekerja lebih semangat dan teratur. Debu yang tersembunyi di keyboard, buku-buku, atau gagang telepon bisa menjadi sumber beragam penyakit pernapasan seperti flu, batuk, dan asma.

Do’s: Sikat halus pembersih debu atau kain halus bisa digunakan untuk membersihkan monitor atau layar notebook Anda. Baiknya lakukan hal ini tiga hari sekali. Gunakan kain sedikit basah untuk membersihkan gagang dan tombol telepon. Anda juga bisa mulai mengatur tata letak buku, file-file, kalender, atau CD kesayangan sesuai dengan jenisnya. Terakhir, ucapkan selamat tinggal untuk meja berantaskan dan berdebu.

Bersihkan Tangan
Tahukah Anda bahwa tangan kotor bisa membuat gemuk? Beragam bakteri hingga virus akan jadi makanan tambahan jika kita lupa membersihkan tangan. Leah D. Whigham peneliti dari Universitas Wisconsin menyatakan bahwa kegemukan bisa disebabkan oleh adenoviruses yang menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh. Virus lemak tersebut bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dimakan menggunakan tangan yang kotor.

Do’s: Cucilah tangan Anda dengan menggunakan sabun, sebelum memasukkan makanan apa pun ke dalam mulut. Sedikitnya, bersihkan tangan setelah bepergian ke luar kantor atau pada saat Anda tiba di kantor. Jika tak memungkinkan, simpanlah sebungkus tisu basah di dalam tas. Agar lebih praktis, satu botol kecil cairan pembersih tangan dapat menjadi pilihan.

Letakkan Dengan Tepat
Hal sepele ternyata mampu menyebabkan efek yang berarti. Cidera otot pada lengan dan kelelahan mata tak semata-mata disebabkan karena pekerjaan yang terlalu banyak. Perhatikan apakah letak komputer atau notebook Anda sudah ideal dengan posisi tubuh. Keluhan pegal-pegal pada otot bahu dan kelelahan mata sering dialami oleh banyak pekerja kantor. Sebanyak 65 persen kejadian tersebut disebabkan karena posisi mengetik dan jarak pandang yang salah.

Do’s: Jarak aman untuk menghindari mata lelah adalah memberi jarak sekitar 30 cm antara mata dengan layar. Sedikit mengecilkan tingkat cahaya monitor atau menggunakan layar antiradiasi akan cukup membantu. Perbesar ukuran tulisan jika Anda tak mampu melihatnya. Posisi keyboard usahakan berada di bawah bahu, sehingga lengan Anda membentuk siku 45-90 derajat. Bantal penyangga punggung atau leher bisa menjadi teman baik bagi tulang Anda.

Istirahat 10 Menit
Rasa jenuh terhadap pekerjaan, mengantuk, dan hilangnya inspirasi merupakan sinyal tubuh bahwa Anda membutuhkan waktu untuk istirahat walau sejenak. Pekerjaan yang menumpuk dapat menjadi alasan pemicu rasa lelah. Jika dibiarkan, hal ini bisa berpengaruh terhadap menurunnya fungsi kekebalan tubuh, kemampuan berkonsentrasi, penyakit otot, hingga susah tidur.

Do’s: Tarik napas panjang dan teratur seraya memejamkan mata sejenak. Lakukan gerakan memutar bahu tiga kali ke belakang dan ke depan. Lakukan juga untuk otot leher. Putar leher Anda tiga kali ke kiri dan ke kanan. Jika memungkinkan, berjalanlah dan keluarlah dari ruangan kantor selama 10 menit sambil melakukan peregangan otot.

(Ayunda Pininta Kasih/Majalah Chic)

Editor: NF


Bonus Diet Sehat: Kulit Wajah Lebih Cerah

KOMPAS.com – Kebanyakan perempuan menjalani diet dan olahraga demi bentuk badan yang lebih ramping. Padahal, manfaat olahraga teratur didampingi diet sehat juga bisa membuat kulit wajah lebih cerah dan segar.

Pemenang kompetisi Soyjoy Healthylicious, Yuliana Tan (31), sudah merasakan manfaat pola hidup sehat yang konsisten diterapkannya sejak Maret lalu. Kompetisi Soyjoy menjadi motivasi sekaligus menjadi fasilitator baginya, namun kesadaran dan komitmen diri menjalani pola hidup sehat lebih menjadi modal utamanya.

“Selama delapan tahun saya ketergantungan obat dokter, karena wajah seringkali berjerawat, apalagi jika sering bergadang. Namun sejak termotivasi mengubah gaya hidup dan pola makan, karena persiapan menikah dan termasuk ikut kompetisi Soyjoy, banyak perubahan di tubuh dan wajah, menjadi lebih segar,” ungkap Yuli kepada Kompas Female, saat berbagi pengalamannya di Jakarta, Senin (26/7/2010).

Menghindari makanan yang banyak mengandung lemak atau makanan yang digoreng, dan rutin berolahraga, menjadi kunci utamanya. Tak perlu biaya mahal untuk merawat wajah dengan cara ini. Yuli membandingkan, biaya yang dialokasikannya untuk perawatan wajah sekitar Rp 1 juta setiap bulannya. Sedangkan, dengan diet sehat dan olahraga konsisten selama lima bulan, tubuh tak hanya fit namun berdampak pada kesegaran wajah. Yuli juga mampu mengurangi berat badannya dari 68 kilogram menjadi 63 kilogram.

Rutin nge-gym
Polanya, kata sales manager stasiun televisi lokal di Jakarta ini, adalah dengan satu jam memaksimalkan olahraga di gym dengan personal trainer. Yuli rutin ke gym lima kali dalam satu minggu. Fasilitas yang diberikan Soyjoy yang berakhir di September nanti takkan disia-siakan, akunya.

“Olahraga yang terus-menerus dibiasakan membuat jadi candu, kok,” imbuh Yuli.

Meski tak lagi difasilitasi, Yuli berkomitmen akan memfasilitasi dirinya ke gym nantinya. Pilihan olahraga terdahulunya, joging di kawasan Senayan, dirasanya tak cukup ampuh. Karena biasanya, rasa malas mulai menyerang jika tak ada teman yang mendampingi joging, paparnya.

Efek yang paling terasa bagi Yuli, dengan rutin berolahraga, adalah lebih mudah tidur. Dengan begitu tubuh lebih segar saat bangun di pagi hari. Dampaknya, kulit wajah juga menjadi lebih cerah.

Perempuan penggemar fotografi ini mengaku, dengan rutin ke gym dan menjaga pola makan, banyak perubahan terjadi dalam dirinya. Jika dipresentasi, bisa mencapai 70 persen.

Selera makan tak berubah, porsinya saja yang berbeda
“Selera makan misalnya, tidak berubah total, saya masih makan sate padang, namun porsinya sangat sedikit dan tanpa lontong misalnya. Sugesti dan kehati-hatian terhadap tubuh semakin tinggi. Lebih hati-hati makan cokelat atau cake misalnya, dan juga makanan berlemak. Makan malam juga dijaga waktu dan porsinya,” tandas Yuli.

Melakukan diet sehat tak berarti mengurangi makan. Waktu makan tetap sama, bahkan Yuli tetap menjalani kebiasaan lima kali makan, meski tubuhnya rentan gemuk. Hanya saja pilihan makanan dan porsi yang berubah.

“Kurangi porsi menjadi setengahnya. Dan di sela waktu makan, menjelang makan siang atau makan malam, makan salad buah yang praktis didapatkan di minimarket. Sedangkan untuk makanan utamanya, perbanyak serat dan sayur segar seperti capcay misalnya,” jelas Yuli.

Tak perlu mahal untuk mendapatkan wajah cerah, bukan? Asalkan disiplin menjalani gaya hidup lebih sehat.

WAF

Editor: din


Kenapa Orang Dewasa Bisa Bertingkah Kekanakan

VIVAnews - Usia fisik belum tentu mencerminkan usia emosional seseorang. Itulah mengapa kita sering mendengar ada orang dewasa yang bersifat kekanakan, atau justru terkesan seperti orang tua melampaui usianya.

Kedewasaan dapat diukur dari pandangan dan perilaku saat di tempat kerja, pergaulan sehari-hari, hingga hubungan bersama pasangan. Saat memiliki kekasih, banyak orang merasa kembali seperti remaja, namun berubah menjadi ‘tua’ saat menasehati teman-teman yang sedang mengalami masalah.

“Pelacakan berapa umur kedewasaan seseorang dapat menjadi motivasi untuk membuat perubahan dalam hidup,” kata Michele Tugade, PhD, asisten profesor psikologi di Vassar College Poughkeepsie, New York seperti dikutip dari laman Self.

Dalam hal cinta, meski secara fisik berusia 20-an, secara emosional seseorang bisa mencapai usia 40-an yang ditandai dengan kebijaksanaan, lebih banyak berkompromi dengan pasangan, saling mempercayai dan bersikap jujur satu sama lain.

Namun, tak menutup potensi berubah menjadi seorang bocah ketika berurusan dengan keuangan. Usia kekanakan biasanya tercermin dari ketidakmampuannya mengontrol pengeluaran, tidak dapat membedakan kebutuhan penting, tidak mampu berinvestasi dan menabung, serta selalu berkeinginan bersenang-senang tanpa perencanaan untuk masa depan.

Menurut Tugade, lakukan identifikasi tujuan hidup yang ingin diraih dalam rentang waktu tertentu, seperti memiliki rumah atau berinvestasi. Tujuannya, agar lebih dewasa dalam menjalani hidup.

“Sehingga, saat ada keinginan bertindak seperti usia kanak-kanak, diri sendiri akan mengingatkan tujuan jangka panjang,” kata Tugade. Anda pun akan termotivasi membuat keputusan yang lebih bertanggung jawab. (pet)

Baca juga: Organ Tubuh Ternyata Tak Setua Umur

• VIVAnews


Makan Jagung Agar Bebas Sembelit

VIVAnews - Makin beragamnya olahan jagung membuat banyak orang menjadikan penganan ini sebagai camilan favorit. Ternyata jagung dan olahannya tak hanya nikmat disantap tapi juga kaya nutrisi.

Seperti dikutip dari laman Times of India, diungkapkan jagung merupakan makanan bergizi tinggi. Nutrisinya antara lain, kaya vitamin B1, vitamin B5, asam folat, dan vitamin C. Dari kandungan nutrisi tersebut, jagung bisa membantu tubuh menghasilkan sel-sel baru, dan melawan penyakit.

Bagi ibu hamil, asam folat dalam jagung juga ampuh membentuk saraf janin saat dalam kandung. Para pakar kesehatan juga menyarankan, agar penderita anemia rutin mengonsumsi makanan yang kaya karbohidrat ini, karena kaya vitamin B1 dan B5.

Tak hanya itu, jagung juga memiliki serat yang tinggi. Sehingga, bisa dijadikan makanan mujarab untuk membantu memerangi masalah pencernaan, seperti sembelit atau sulit buang air besar.

Serat dalam jagung juga mampu menurunkan kadar kolesterol, mengurangi risiko kanker usus besar dan juga bermanfaat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. 

Jadi, mulailah mengonsumsi jagung  secara rutin. Jadikan jagung dan olahannya sebagai camilan favorit Anda. Dengan begitu, tubuh Anda bisa terpenuhi kebutuhan seratnya, dan terbebas dari masalah susah buang air besar.

• VIVAnews


Ciri Lingkungan Kerja Tidak Sehat

VIVAnews – Bagaimana lingkungan kerja saat ini? Setiap orang tentu ingin memiliki lingkungan kerja yang sehat dan menyenangkan, sehingga karier tumbuh dan berkembang dengan baik.

Namun, tak jarang keinginan tinggal keinginan, sementara jika ingin pindah kerja, belum ada perusahaan bisa menerima dalam waktu dekat. Akibatnya, Anda jadi stres.

Sebelum Anda mengalami ‘mimpi buruk’ seperti ini, berikut merupakan ciri-ciri lingkungan kerja yang tidak sehat. Jika apa yang dipaparkan di bawah ini ada dalam lingkungan kerja Anda, Anda dapat mengantisipasinya sejak dini.

1. Dilarang multitasking
Biasanya perusahaan sehat sangat senang jika karyawannya produktif dan mau berbuat lebih dari sekadar yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Perusahaan tidak sehat sebaliknya, tak suka pada karyawan ‘serba bisa’. Biasanya hal ini terjadi, karena khawatir karyawan itu mengetahui hal-hal yang tidak seharusnya diketahui. Jadi, perusahaan memberikan tugas-tugas bersifat khusus dan terpisah-pisah bagi karyawannya agar mudah dikontrol.

2. Rapat tidak efektif
Rapat semestinya merupakan ajang untuk saling berbagi ide, data, dan tujuan yang jelas untuk kemajuan perusahaan. Namun, dalam lingkungan kerja tidak sehat, rapat hanya menjadi ajang untuk saling menyalahkan, memojokkan, dengan disertai hitungan-hitungan matematika memusingkan, dan metafora-metafora klise.

3. Beban kerja tak menentu
Di lingkungan kerja sehat, antara beban kerja dan hasil yang didapat biasanya seimbang. Namun, di lingkungan kerja tidak sehat, ada karyawan yang dibebani pekerjaan yang menumpuk, tapi ada juga yang dibiarkan lebih banyak ongkang-ongkang kaki.

Namun, bisa juga pada suatu ketika pekerjaan begitu melimpah sehingga tidak tertangani, tapi di saat lain justru tak ada sama sekali, sehingga karyawan mengalami disfungsional. Ini mungkin terjadi karena atasan tidak mampu mengelola manajemen dengan baik, tidak tahu tugas dan fungsi Anda, atau mereka memang tidak peduli.

4. Kebijakan overlaping
Penanganan pekerjaan yang baik adalah jika antara tugas dengan instruksi yang diberikan paralel dan dapat diselesaikan satu per satu. Namun, di lingkungan kerja tidak sehat, seringkali terjadi ketika satu pekerjaan belum selesai, sudah ada instruksi baru, memo baru, kebijakan baru, yang ada kalanya saling bertentangan. Namun, Anda dilarang bertanya atau mengeluh.

5. Target tidak realistis
Penetapan target yang baik adalah yang sesuai dengan kapasitas dan kondisi terkini, namun di lingkungan kerja yang tidak sehat, target dibuat bertentangan dengan prinsip tersebut sehingga terkesan terlalu di awang-awang dan tidak realistis.

Selamat mencoba, karena hasil akhir yang berkualitas dimulai dengan implementasi yang berkualitas (Quality Implementation /QI).

Diasuh oleh:

Kevin WuKevin Wu, Managing Director CoreAction Result Consulting, telah membantu beberapa perusahaan di tanah air melipatgandakan hasil hanya dalam waktu yang relatif singkat dengan metode management yang simple dan aplikatif. Tidak berlebihan jika banyak pihak yang menyebutnya sebagai “Result Consultant”.
Info lebih lengkap silahkan klik www.thecoreaction.com, www.qi-leadership.com atau email info@thecoreaction.com

 

Baca juga: Profesi Teraneh di Dunia

 

• VIVAnews


Apakah Uang Membuat Hidup Anda Bahagia?

VIVAnews - Uang memang menawarkan berbagai kemudahan dan keamanan bagi pemiliknya. Tetapi, uang tak mampu membeli kebahagiaan dan kegembiraan seseorang.
 
Jajak pendapat terhadap 100 ribu orang dari seluruh dunia membuktikan, ada hubungan antara rasa aman dengan jumlah pendapatan. Namun, jumlah uang yang dimiliki tidak berpengaruh terhadap kebahagiaan seseorang.

Dari survei diketahui, 96 persen orang mengakui bahwa kepuasan hidup bertambah seiring meningkatnya pendapatan pribadi maupun negara bersangkutan. Meski begitu, ketimbang uang, perasaan bahagia lebih banyak dipengaruhi faktor lain seperti merasa dihormati, kemandirian, keberadaan teman serta memiliki pekerjaan yang memuaskan.

Seperti dikutip dari Telegraph, Profesor Ed Diener, psikolog di Universitas Illinois menyatakan kebahagiaan tergantung bagaimana mendefinisikannya. “Jika Anda melihat kebahagiaan hidup dan menilai hidup secara keseluruhan, hubungan antara pendapatan dan kebahagiaan sangat kecil.”

Studi yang dimuat dalam Journal of Personality and Social Psychology melibatkan responden dari 132 negara dari tahun 2005 hingga 2006. Para peneliti menyusun daftar yang membahagiakan, termasuk pendapatan dan standar hidup, kemudahan serta kebutuhan psikologis.

Ini merupakan studi “pertama” di dunia dengan sampel penduduk dunia yang membedakan antara kepuasan hidup, keyakinan filosofis bahwa hidup berjalan dengan baik serta pengalaman dari perasaan positif atau negatif di keseharian.

“Meskipun benar semakin kaya seseorang akan menjadikan orang tersebut  makin puas dengan kehidupannya, tapi tidak berkaitan erat seberapa bahagianya orang tersebut menikmati hidup.” (umi)

• VIVAnews


Deteksi Kanker Lewat Air Liur

VIVAnews - Peneliti Jepang dan Amerika berhasil mengembangkan teknologi medis untuk mendeteksi penyakit kanker melalui air liur.

Ilmuwan dari Universitas Keio dan Universitas California, Los Angeles, menganalisis sampel air liur 215 orang, termasuk pasien kanker. Mereka mengidentifikasi 54 zat untuk mendeteksi kanker.

Dari uji air liur, ilmuwan mampu menganalisis 99 persen kasus kanker pankreas, 95 persen kasus kanker payudara, dan 80 persen kasus kanker mulut di antara para relawan. Teknologi terbaru ini hanya membutuhkan waktu setengah hari untuk menguji kanker dan mengidentifikasi hingga 500 substansi berbeda dalam air liur.

Tomoyoshi Soga dari Keio Institute for Advanced Biosciences mengatakan,  temuan ini memudahkan deteksi dini kanker. Sebab tak jarang, penderita kanker terutama pankreas dan mulut sulit tertolong karena minimnya informasi gejala pada tahap awal.

“Sampel air liur lebih mudah dan cepat daripada pemeriksaan tinja,” kata Masaru Tomita, kepala Institut Keio, dalam sebuah pernyataan seperti dimuat dalam laman Aol Health. “Kami ingin menerapkan teknologi ini tidak hanya untuk kasus kanker tetapi juga untuk penyakit lain.” (adi)

• VIVAnews


Next Page »

49 queries