Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 


Cara Mendidik Anak Mandiri

Setiap orang tua pasti ingin anaknya kelak dapat berguna dan memiliki masa depan yang baik. Masa depan yang baik akan bisa tercapai jika anak diberikan pembelajaran tata krama dan juga kemandirian yang tepat. Anak adalah karunia yang sangat luar biasa sehingga harus selalu dijaga dan dirawat dengan baik. Orang tua memang menjadi penjaga utama bagi anak – anaknya. Saat anak sudah mulai berusia balita, saat itulah anak akan mencoba mencari tahu tentang berbagai macam hal yang ada disekitarnya.

Di masa inilah, saat yang tepat untuk para orang tua mulai mengajarkan tentang kemandirian dan sikap – sikap yang baik kepada anaknya. Orang tua akan sangat senang jika melihat anaknya menunjukkan sikap kemandirian sejak dini. Walaupun mandiri, namun hubungan yang hangat harus tetap terjalin diantara orang tua dan anak. Ada banyak cara mendidik anak mandiri yang bisa anda terapkan untuk membuat anak anda lebih mandiri.

Mengajarkan rasa kemandirian kepada anak sejak dini membutuhkan cara – cara yang khusus. Untuk mengajarkan kemandirian, tidak perlu dengan memberi tahu tentang apa arti kemadirian atau sejenisnya. Cukup dengan upaya – upaya tertentu yang bisa membuat anak merasa mampu untuk melakukan kegiatannya sendiri bisa menjadi cara yang tepat. Membiarkan anak memilih hal – hal yang disukainya adalah salah satu cara untuk menanamkan kemandirian. Orang tua hanya perlu memberikan pilihan – pilihan yang mungkin disukai anak dan membiarkan anak memilih mana yang paling diinginkannya. Perlakuan ini akan membuat anak mampu untuk mengambil keputusan sendiri sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Anak di usia balita sudah memiliki rasa ingin berkegiatan dan memberikan hasil usaha yang terbaik untuk orang tuanya. Saat anak memberikan atau melakukan suatu perbuatan baik, anda sebagai orang tua wajib menghargai usahanya, walaupun yang dikerjakan belum sempurna. Anak juga dapat dibiarkan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri dengan jalan apapun yang mereka ketahui.

Selain anak yang harus belajar untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, para orang tua juga harus memperhatikan beberapa hal. Ingin mendapatkan perhatian anak adalah hal yang biasanya diinginkan orang tua. Kadang kala banyak orang tua yang terlalu banyak ingin tahu dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada anaknya. Sikap sering bertanya ini dapat menimbulkan kesan cerewet dan sok ingin tahu yang tidak disukai oleh anak. Akan lebih baik jika anda sebagai orang tua tidak terlalu banyak mengajukan pertanyaan yang terkesan menyudutkan dan mengintimidasi anak. Biasakanlah menyapa anak saat selesai berkegiatan dengan santai dan ramah. Dengan sapaan yang hangat, anak akan bisa dengan sendirinya menceritakan apa saja yang dia alami saat berkegiatan. Cara – cara tersebut diatas dapat menjadi solusi dan contoh hal – hal yang bisa membantu anak untuk bersikap mandiri.

Membentuk Karakter Anak TK dengan Benar

Memberikan pendidikan sejak dini kepada anak – anak berusia balita adalah salah satu cara untuk membentuk karakter dan kepribadian anak untuk masa yang akan datang. Anak – anak yang memiliki kecerdasan yang baik biasanya akan memiliki karakter yang baik pula. Setiap orang tua pasti ingin anaknya kelak dapat berguna dan memiliki masa depan yang baik. Masa depan yang baik akan bisa tercapai jika anak diberikan pembelajaran tata krama dan juga kemandirian yang tepat. Kebiasaan – kebiasaan yang baik akan membantu anak – anak untuk bisa hidup dengan baik dan sehat. Berbagai macam cara akan dilakukan oleh orang tua untuk bisa membimbing anaknya ke arah yang baik. Memasukkan anaknya ke sekolah atau lembaga pendidikan dini lain menjadi salah satu cara para orang tua untuk membentuk karakter anaknya. Instansi pendidikan semacam TK memang banyak menjadi tujuan para orang tua.

Anak – anak pada usia 5 sampai  tahun akan bisa mengikuti pembelajaran yang ada di Taman Kanak – Kanak atau TK. Pada tingkat Taman Kanak – Kanak atau TK, anak akan dilatih mengenai barang – barang yang ada di sekitarnya. Selain itu, anak juga akan didampingi untuk melakukan kegiatan sehari – hari secara mandiri dan sendiri. Pelajaran menulis, membaca dan mengenali angka juga mulai diberikan kepada anak – anak saat duduk di bangku TK ini. Banyak TK yang juga memberikan pelajaran lain seperti pelajaran bahasa asing sejak dari kecil. Di balik itu semua, terdapat pendidikan karakter anak tk yang secara tidak langsung akan bisa membentuk anak menjadi lebih mandiri dan memiliki karakter yang baik. Mengajarkan rasa kemandirian kepada anak sejak dini membutuhkan cara – cara yang khusus. Cara khusus inilah yang dijalankan oleh pendidik yang mengajar di TK.

Tenaga pendidik yang ahli akan bisa membantu anak – anak untuk mendapatkan kemandirian dan karakter yang baik. Selain memasukkan anaknya ke TK, ada pula orang tua yang masih memasukkan anaknya untuk mendapatkan pendidikan di PAUD. PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini adalah salah satu tempat pembelajaran yang akan membantu para orang tua untuk memberikan pendidikan yang sesuai untuk anak balitanya. Program pemerintah ini memang dibuat untuk memberikan pendidikan sejak dini kepada anak – anak yang ada di wilayah tersebut. Dengan metode belajar dan bermain, program PAUD yang ada di hampir seluruh pelosok Indonesia ini memang diakui sangat bermanfaat. Dengan menggunakan metode bermain sambil belajar, PAUD memang dirancang untuk bisa membimbing anak – anak untuk bisa memahami berbagai macam hal dan melakukan kegiatan sehari – hari secara mandiri. Karakter yang baik juga akan bisa terbangun pada program ini. Dengan semua proses pendidikan yang ada, anak akan bisa memiliki karakter yang baik dan percaya diri.

Tips Mendidik Anak Balita

Sudah menjadi tugas seorang orang tua untuk menjaga dan memenuhi kebutuhan anaknya hingga bisa mencari penghasilan sendiri. Anak yang merupakan titipan Tuhan yang sangat penting harus selalu menjadi perhatian orang tua. Setiap orang tua pasti ingin anaknya kelak dapat berguna dan memiliki masa depan yang baik. Masa depan yang baik akan bisa tercapai jika anak diberikan pembelajaran tata krama dan juga kemandirian yang tepat.dengan mendidik anak agar bisa mandiri dan juga berperilaku yang baik sejak dini, orang tua akan bisa membimbing anak – anaknya untuk meraih masa depan yang cerah. Otak anak yang masih berusia balita memang belum banyak terisi oleh kecerdasan yang bermacam – macam. Kecerdasan anak akan bisa terbangun dengan lebih baik jika ditanamkan sejak dini. Mendidik anak sejak berusia balita memang bisa dilakukan dengan banyak cara. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendidik anak balita.

PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini adalah salah satu tempat pembelajaran yang akan membantu para orang tua untuk memberikan pendidikan yang sesuai untuk anak balitanya. Hampir di semua kelurahan dan kecamatan yang ada di seluruh Indonesia telah dibentuk program – program PAUD yang bisa menjadi sarana pembelajaran untuk anak balita. Dengan metode belajar dan bermain, program PAUD yang ada di hampir seluruh pelosok Indonesia ini memang diakui sangat bermanfaat. Dengan menggunakan metode bermain sambil belajar, PAUD memang dirancang untuk bisa membimbing para balita untuk bisa memahami berbagai macam hal dan melakukan kegiatan sehari – hari secara mandiri. Program PAUD yang diikuti oleh balita pada usia yang hampir sama juga akan bisa menjadi tempat para balita untuk bergaul dan bermain bersama teman sebayanya. Anak akan menjadi lebih percaya diri dan bahagia karena bisa bermain dengan teman – teman yang seumuran dengannya.

Untuk membuat pembelajaran yang diberikan saat PAUD lebih meresap ke anak, orang tua juga haru membantu dengan cara mengulang kembali hal – hal yang sudah diajarkan pada saat PAUD. Selain memasukkan anak anda ke PAUD, anda juga bisa mengajarkan hal – hal yang penting kepada anak di rumah. Orang tua yang juga merupakan guru pada masa awal pertumbuhan anak memang sangat penting. Dengan diberi pendidikan oleh orang – orang terdekatnya dalam keluarga, anak akan bisa merasa lebih nyaman dan senang saat mempelajari hal – hal baru. Selain cara – cara mendidik yang dijelaskan sebelumnya, masih ada banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk mendidik anak. Semua tips mendidik anak balita yang sudah diterangkan tersebut akan bisa membantu para orang tua yang tidak mengetahui cara yang tepat untuk mendidik anak mereka. Untuk cara – cara mendidik yang lain, anda dapat mencarinya di situs – situs yang menyediakan artikel tentang hal ini.

Mengatasi Anak Manja

Sayang anak tidak pernah salah namun jika kasih sayang yang terlalu berlebihan seperti terlalu memanjakan anak tersebut dapat berakibat pada gangguan perkembangan pada diri sang anak, yang bisa terbawa sampai usia dewasa. Sedangkan sikap manja muncul pada diri anak disebabkan oleh kecenderungan anak untuk menuntut perhatian dan dilayani oleh orang lain. Anak yang manja memiliki sikap ragu-ragu atau cemas pada kondisi asing (baru).

Anak yang manja biasanya akan sangat tergantung dari objek lekatnya. Anda manja biasanya ketika menjelang usia satu tahun kemanjaan tersebut mulai muncul, usia puncak manja pun muncul pada fase usia TK, saat anak dituntut untuk dapat bersikap mandiri dan disiplin, di usia TK anak mulai dipisahkan dari objek lekatnya untuk beberapa saat.

Adapun penyebab anak menjadi manja dikarenakan:

1. Perilaku pada anak yang manja disebabkan oleh pola asuh yang bersifat permisif.

2. Sikap manja sangat sering terjadi pada anak pertama dan pada anak bungsu, pengaruh usiaatau jarak kelahiran antara saudara yang lainnya terlalu jauh. Karena sang anak merasa satu-satunya pusat perhatian  dan selalu dilayani maka ketika anak mendapat saudara yang baru (adik baru) maka sia anak akan mengalami regresi (penurunan) hal ini dikarenakan anak akan mempertahankan perilaku manjat yang sangat.

Sikap manja terjadi ketika orangtua yang dahulunya mendapatkan pola asuh yang cenderung tertekan atau merasa kurang bebas, maka orangtua bersikap serba membolehkan anak, maka tanpa terasa orangtua telah mencetak anaknya menjadi individu yang manja.

Adapun cara mengatasi anak yang manja secara berlebihan (manja yang sampai menganggu kemandirian anak) yaitu:

1. Usahakan tidak memberikan pola asuh yang berpusat pada sikap permisif, jika menarapkan sikap asuh yang permisif maka dapat menciptkan anak yang manja.

2. Ketika anak menuntut segala sesuatu yang berlebihan dan anda (orangtua) justru diatur dan dikondisikan oleh anak maka sebaiknya anak tidak dijadikan sebagai pusat perhatian.

3. Libatkan anak pada kegiatan social, usaha ini dilakukan agar anak dapat banyak melihat, belajar dan berinteraksi lebih luas. Jadi tidak selamanya anak terpusat untuk menjadi pusat pehatian.

4. Ketika anak menunjukan sikap manjanya maka orangtua atau pendidik dapat mengalihkan perhatian anak pada hal atau kegiatan yang disukai anak.

5. Beri kesemapatan akan untuk bermain bersama anak-anak lain, ini untuk menimbulkan sikap pengertian dan berbagi, sehingga anak memiliki kedewasaan dalam bersikap.

6. Orang tua selalu memberi contoh atau teladan perilaku saling kerjasama (gotongroyong atau saling menolong dihadapan anak)

7. Beri sentuhan fisik kasih saying (pelukan, ciuman, belaian) pada anak untuk menenangkan sikap anak yang memunculkan kemanjaannya.

8. Ketika akan memasukan anak kesekolah baru atau situasi baru, maka sikap orangtua adalah bersama anak dulu untuk beberapa saat, ajak anak bermain dahulu, hal ini untuk mengalihkan perhatian anak sebelum berpamitan meninggalkan atau berpisah dengan anak.

9. Berilah kalimat untuk menyakinkan anak dan menenangkan anak jika dalam situasi anak merasa sulit (manja)

Beri semangat dan motivasi selalu pada anak dan beri waktu untuk anak ketika memunculkan perilaku manjanya tersebut. Dalam hal ini orangtua butuh kesabaran dalam menghadapi ananda.

Lima Sifat Wanita Buat Pria ‘Alergi’

VIVAnews – Wanita cenderung tertarik menebak-nebak ‘misteri’ pria yang tengah diincar. Saat terbius daya tarik yang terpancar, wanita begitu bersemangat mencurahkan waktu untuk sekedar membahas isi otak sang pria pujaan, seperti apa yang dibenci atau disukainya. Semua dilakukan untuk mencari kecocokan.

Tak jarang mereka berusaha keras mencari petunjuk melalui interaksi yang terjalin. Tapi, tahukah Anda bahwa pria melakukan penilaian yang sama? Mereka juga memiliki sejumlah kriteria untuk menilai karakter wanita yang berada di dekatnya.

Pria juga berusaha mencari kecocokan. Mereka cenderung akan menjauh dari wanita yang dianggapnya tak cocok. Berikut lima sifat wanita yang umumnya membuat para pria ‘alergi’.

1. Terlalu mandiri
Para pria merasa ego mereka disakiti bila menjumpai wanita lajang yang sangat mandiri. Wanita yang menolak bantuan dengan alasan bisa melakukannya sendiri membuat pria merasa tidak terlalu dibutuhkan. Kemandirian wanita juga menjadikan pasangan merasa diacuhkan.

2.Terlalu lamban merespons
Banyak keluhan pria yang menyatakan para wanita lajang sulit untuk segera membalas komunikasi dari mereka. Mereka tidak segera membalas panggilan telepon, pesan singkat atau surat elektronik yang dikirimkan pada mereka. Seringkali para lajang dengan berbagai alasan melakukan perubahan rencana secara tiba-tiba, datang terlambat atau tidak melakukan hal yang janji dia lakukan.
 
3. Cemas akan jam biologis
Pria mulai kesal saat para wanita lajang mulai terlalu mengkhawatirkan jam biologis dan terus menerus merasa khawatir akan kelanjutan hubungan. Alih-alih menikmati kebersamaan dan hubungan romantis, rasa cemas berlebihan justru akan mengganggu keharmonisan hunungan.
 
4. Tidak menyadari ada pria baik
Para pria seringkali kesal saat menemukan seorang wanita lajang yang mengeluh tidak mendapat seorang pasangan yang baik. Padahal, banyak pria di sekitarnya yang ingin menjadi pasangan mereka. Hanya saja, seringkali para lajang mematok harapan terlalu tinggi terhadap kualitas pasangan. Atau bisa jadi, wanita menarik pun berubah menjadi seorang yang membosankan karena selalu mengeluh.
 
5. Hewan peliharaan
Memperlakukan hewan peliharaan seperti memperlakukan seorang pacar menimbulkan kecemburuan pria. Walaupun sangat mencintai hewan peliharaan, pria menganggap Anda tak perlu membicarakannya terus menerus saat kalian kencan.

Baca juga: Tujuh Tipe Pria Tak Layak Dijadikan Suami & Lima Tanda Tak Bisa Lupakan Mantan Pacar

• VIVAnews

Dove Sisterhood Donasi Perempuan Brebes

BREBES, KOMPAS.com – Dove melalui programnya, Dove Sisterhood, mendonasikan bantuan sebesar Rp100.000.000 melalui Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) untuk empat wilayah di Indonesia yaitu Brebes, Kubu Raya, Lombok Barat, dan Flores Timur. Implementasi bantuan tersebut diwujudkan dalam pelatihan yang berlangsung selama beberapa hari dan puncaknya pada hari Jumat (18/6/2010) lalu, di Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah. Turut hadir Wakil Bupati Brebes, Agung Widyantoro . Pelatihan itu berupa pelatihan teknis kewirausahaan dan modal usaha bagi perempuan kepala keluarga. Alasan menjatuhkan pilihan pada Brebes dan tiga wilayah lainnya karena para perempuan kepala keluarga dianggap memiliki potensi untuk mengembangkan usaha namun sangat minim bantuan dan bimbingan untuk menjadi mandiri.

“Bantuan dalam bentuk seperti ini dinilai akan lebih membantu mereka untuk meningkatkan taraf hidup diri sendiri dan keluarga, mampu berpikir kritis terhadap kesetaraan peran, posisi, dan status mereka serta mampu mengambil keputusan sendiri,” kata Brand Manager Dove, Lody Lukmanto.

Pelatihan manajemen usaha ini diikuti hampir 200 perempuan kepala keluarga di bawah asuhan PEKKA di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Para perempuan kepala keluarga dilatih untuk memilih usaha bersama, menganalisa kelayakan usaha, merencanakan dan mengontrol usaha, serta mengelola sumber daya manusia dan membagi tugas. Donasi Dove Sisterhood juga dimanfaatkan sebagai bantuan modal usaha bagi 10 kelompok perempuan kepala keluarga yang tersebar di lima desa di Brebes, sebagai modal pengolahan bawang sebagai usaha bersama.

Wakil Bupati Agung Widyantoro mengatakan, bantuan modal usaha ini dinilai sangat berarti bagi para perempuan kepala keluarga yang ada di wilayahnya. Ia menjelaskan, sebagian besar perempuan kepala keluarga itu menjadi “single parent” akibat perceraian, baik cerai hidup maupun cerai mati. “Agar ibu-ibu ini tidak hanya berpangku tangan dan meratapi nasibnya. Sebab, setelah diitinggal suaminya, mereka menjadi penopang kebutuhan rumah tangga,” ujar Agung.

Agung berharap, program yang dilakukan Dove melalui Dove Sisterhood dilakukan secara berkesinambungan dan menjangkau lebih banyak perempuan kepala keluarga. Brebes merupakan kabupaten terluas kedua di Jawa Tengah, setelah Cilacap. Dengan penduduk sekitar 1,9 juta jiwa, lebih dari setengahnya merupakan perempuan. Tercatat, 250 ribu jiwa berada dalam garis kemiskinan. Mayoritas perempuan kepala keluarga di wilayahnya yang masuk dalam garis kemiskinan, memang menggantungkan hidup pada lahan pertanian. Maka, bawang yang menjadi produk pertanian andalan Kabupaten Brebes, dinilai tepat untuk dikembangkan.

Koordinator Usaha Sekretariat Nasional PEKKA, Romlawati menjelaskan, selama ini, banyak hal yang menyebabkan para perempuan kepala keluarga di Brebes mengalami hambatan dalam  meningkatkan kualitas hidupnya dan keluarga. Lebih dari 50 persen perempuan kepala keluarga di Brebes bekerja di sektor pertanian dengan sebagian besar dari mereka bekerja sebagai buruh pertanian bawang merah. “Tingginya tingkat buta huruf menjadi salah satu hambatan bagi para perempuan kepala keluarga di Brebes untuk hidup mandiri,” kata Romlawati.

Maka, dalam pelatihan ini, para perempuan kepala keluarga distimulasi untuk merencanakan sendiri usaha yang akan dijalankan bersama. Akhirnya, dengan pertimbangan ketersediaan bahan baku, kemampuan dan pemasaran, ditetapkan dua usaha yang akan dikelola yaitu pembibitan bawang (bibit dijual) dan menjual bawang hasil panen. Seluruh modal berasal dari donasi Dove Sisterhood.

Lody menambahkan, hakikat dari program Dove Sisterhood memang ditujukan untuk menumbuhkan rasa saling berbagi antarperempuan Indonesia. Ke depannya, program ini tidak hanya akan membantu pemberdayaan perempuan kepala keluarga dan bisa menyasar lebih banyak perempuan dengan berbagai kondisinya. “Bantuan ini tidak akan terwujud tanpa adanya dukungan dari sesama perempuan Indonesia yang telah tergabung dalam Dove Sisterhood. Semoga langkah kecil ini dapat membantu pemberdayaan seluruh perempuan untuk menjadi lebih mandiri,” ujar Lody. 

ING

Editor: din

13 queries