ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Mengatasi Anak Manja

Sayang anak tidak pernah salah namun jika kasih sayang yang terlalu berlebihan seperti terlalu memanjakan anak tersebut dapat berakibat pada gangguan perkembangan pada diri sang anak, yang bisa terbawa sampai usia dewasa. Sedangkan sikap manja muncul pada diri anak disebabkan oleh kecenderungan anak untuk menuntut perhatian dan dilayani oleh orang lain. Anak yang manja memiliki sikap ragu-ragu atau cemas pada kondisi asing (baru).

Anak yang manja biasanya akan sangat tergantung dari objek lekatnya. Anda manja biasanya ketika menjelang usia satu tahun kemanjaan tersebut mulai muncul, usia puncak manja pun muncul pada fase usia TK, saat anak dituntut untuk dapat bersikap mandiri dan disiplin, di usia TK anak mulai dipisahkan dari objek lekatnya untuk beberapa saat.

Adapun penyebab anak menjadi manja dikarenakan:

1. Perilaku pada anak yang manja disebabkan oleh pola asuh yang bersifat permisif.

2. Sikap manja sangat sering terjadi pada anak pertama dan pada anak bungsu, pengaruh usiaatau jarak kelahiran antara saudara yang lainnya terlalu jauh. Karena sang anak merasa satu-satunya pusat perhatian  dan selalu dilayani maka ketika anak mendapat saudara yang baru (adik baru) maka sia anak akan mengalami regresi (penurunan) hal ini dikarenakan anak akan mempertahankan perilaku manjat yang sangat.

Sikap manja terjadi ketika orangtua yang dahulunya mendapatkan pola asuh yang cenderung tertekan atau merasa kurang bebas, maka orangtua bersikap serba membolehkan anak, maka tanpa terasa orangtua telah mencetak anaknya menjadi individu yang manja.

Adapun cara mengatasi anak yang manja secara berlebihan (manja yang sampai menganggu kemandirian anak) yaitu:

1. Usahakan tidak memberikan pola asuh yang berpusat pada sikap permisif, jika menarapkan sikap asuh yang permisif maka dapat menciptkan anak yang manja.

2. Ketika anak menuntut segala sesuatu yang berlebihan dan anda (orangtua) justru diatur dan dikondisikan oleh anak maka sebaiknya anak tidak dijadikan sebagai pusat perhatian.

3. Libatkan anak pada kegiatan social, usaha ini dilakukan agar anak dapat banyak melihat, belajar dan berinteraksi lebih luas. Jadi tidak selamanya anak terpusat untuk menjadi pusat pehatian.

4. Ketika anak menunjukan sikap manjanya maka orangtua atau pendidik dapat mengalihkan perhatian anak pada hal atau kegiatan yang disukai anak.

5. Beri kesemapatan akan untuk bermain bersama anak-anak lain, ini untuk menimbulkan sikap pengertian dan berbagi, sehingga anak memiliki kedewasaan dalam bersikap.

6. Orang tua selalu memberi contoh atau teladan perilaku saling kerjasama (gotongroyong atau saling menolong dihadapan anak)

7. Beri sentuhan fisik kasih saying (pelukan, ciuman, belaian) pada anak untuk menenangkan sikap anak yang memunculkan kemanjaannya.

8. Ketika akan memasukan anak kesekolah baru atau situasi baru, maka sikap orangtua adalah bersama anak dulu untuk beberapa saat, ajak anak bermain dahulu, hal ini untuk mengalihkan perhatian anak sebelum berpamitan meninggalkan atau berpisah dengan anak.

9. Berilah kalimat untuk menyakinkan anak dan menenangkan anak jika dalam situasi anak merasa sulit (manja)

Beri semangat dan motivasi selalu pada anak dan beri waktu untuk anak ketika memunculkan perilaku manjanya tersebut. Dalam hal ini orangtua butuh kesabaran dalam menghadapi ananda.

3 Hal yang Bikin Cinta Si Dia Meredup

VIVAnews – Bukan zamannya lagi, wanita dijajah pria. Karena itu, jangan terjebak dengan kesalahan-kesalahan klasik yang sering dilakukan para wanita. Berikut kebiasaan wanita mungkin bisa bikin pria ‘ilfil’, seperti yang dituliskan Barbara DeAngelis, Ph.D. dalam bukunya, Secrets About Men Every Women Should Know:

1. Memperlakukan pasangan layaknya anak kecil
Mempersiapkan semua keperluan pasangan memang merupakan bentuk perhatian Anda. Sayangnya, maksud baik Anda bisa salah diterima. Pria dapat menganggap, tanda perhatian Anda sebagai instruksi yang menjatuhkan mereka. Mereka merasa Anda menganggapnya kurang kompeten dan mencoba untuk menguasai hidupnya.
  
Jadi, bukan berarti semuanya Anda kerjakan sendiri, kan? Anda bisa menyiapkan keperluannya di lemari. Tapi, biarkan dia yang memilih sendiri. Dia bisa mandiri, tugas Anda pun lebih ringan.
  
2. Mengorbankan mimpi Anda
Banyak wanita yang terbuai perasaannya dan akhirnya meninggalkan hobi yang ditekuninya semata-semata untuk bertenggang rasa dengan pasangannya. Bahkan, ada yang rela mengorbankan cita-cita atau mimpi hidupnya agar menyandang status istri. Semua dikorbankan hanya dengan tujuan: agar si dia senang.
  
Sadarkah Anda bahwa setiap kali Anda berkorban perasaan, minat, ataupun mimpi, dengan tujuan memenangkan hati si dia, berarti Anda mengiris sedikit demi sedikit jati diri Anda? Walaupun cinta Anda sedemikian besar, perubahan yang radikal bukanlah makna cinta, melainkan proses untuk menguasai dan memanipulasi Anda.
     
3. Sering berakting dan berpura-pura
Ada 5 kesalahan umum yang dibuat wanita agar terlihat manis dan lugu untuk meraih perhatian dan cinta seorang pria. Kesalahan-kesalahan itu adalah:
1. Berpura-pura terluka, padahal sebenarnya Anda emosi.
2. Pura-pura kebingungan, padahal Anda sudah tahu solusinya.
3. Memperlakukan pasangan layaknya ia si big daddy.
4. Meminta sesuatu dengan nada artifisial dan manja.
5. Menciptakan kehebohan sebagai upaya minta diselamatkan.
  
Memang, bukan zamannya lagi pria berlaku bak kesatria yang menyelamatkan sang putri. Hidup sudah sedemikian berat dengan segala tanggung jawab dalam dunia karier dan finansial. Mereka tak punya waktu dan kesabaran yang cukup untuk menghadapi Anda yang sering berperilaku seperti anak kecil. (umi)

• VIVAnews

13 queries