Langsing Seksi ala Feng Shui
VIVAnews - Feng Shui memiliki pengaruh kuat terhadap alam bawah sadar. Itulah sebabnya banyak orang memanfaatkannya memperlancar program diet.
Diet feng shui tidak membuat Anda pusing dengan perhitungan kalori. Pembatasan menu dilakukan melalui bentuk, warna, dan bahan makanan yang Anda konsumsi sehari-hari.
Jika penasaran, coba buktikan mengikuti beberapa tips diet feng shui untuk menciptakan tubuh ideal seksi dan sehat, seperti yang dipaparkan di laman Times of India berikut ini.
Makan di piring persegi
Piring hidangan berbentuk persegi lebih baik daripada piring bundar ketika Anda mencoba untuk menurunkan berat badan. Bentuk kotak dipercaya memancarkan kepuasan, sementara bentuk bundar mengundang rasa ingin tahu.
Ruang makan kalem
Warna-warna kalem dipercaya bisa meredam nafsu makan. Sedangkan warna-warna cerah dianggap merangsang nafsu makan. Jika Anda serius ingin menjalani diet ketat, ciptakan dapur atau ruang makan dengan warna-warna natural seperti coklat atau krem. Tapi jika Anda ingin meningkatkan nafsu makan, cobalah menghias dapur dan meja makan dengan dekorasi warna cerah.
Cermin di ruang makan
Cermin bisa membantu Anda tetap fokus. Menggantung cermin di sekitar ruang makan yang bisa terlihat jelas dari tempat duduk akan membuat Anda menyadari apa dan berapa banyak makanan yang akan Anda konsumsi.
Jam di meja makan
Pasang jam berdetik di area ruang makan. Ini akan mengingatkan Anda untuk memperlambat aktivitas makan dan membuat Anda lebih menikmati makanan, bukan sekedar nafsu terhadap makanan.
Piring lebih kecil
Untuk mengurangi ukuran makanan tanpa merasa kekurangan, gunakan piring yang lebih kecil.
Masak makanan sendiri
Ketika Anda meracik makanan sendiri, Anda bisa mengetahui ukuran yang pas untuk keluarga Anda. Praktisi feng shui bahkan percaya bahwa memasak mempromosikan kemakmuran keuangan.
Makanan penuh warna
Seperti apa makanan dengan nutrisi seimbang? Semakin banyak variasi warna makanan di piring Anda, semakin bergizi. Itu adalah kunci makanan seimbang. (pet)
• VIVAnews
‘+
‘‘+
‘‘+
”+
‘Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.‘+
‘
‘+
”+
‘
‘+
”
);
clicked++;
$(“[id^=replyButton_]*”).click(function(){
var captchaCode = $(“[id^=captcha_code_]*”).val();
var textReply = $(“[id^=comment_2_]*”).val();
$.ajax({
type: “POST”,
url: “/comment/insertReply/”,
data: “captcha_code=” + captchaCode + “&comment_reply=” + textReply + “&parent_id=” + divId +
“&article_id=” + articleId,
success: function(msg){
$(‘#replyBox_’ + divId).remove();
$(‘#replyAlert_’ + divId).html(msg);
}
});
});
if(clicked==1){
$(“[id^=replyLink_]*”).click(function(){
$(‘#replyBox_’ + divId).hide();
});
}
});
});
$(“[id^=moreLink_]*”).click(function(){
var currentId = $(this).attr(‘id’);
var divIds = currentId.split(“_”, 3);
var divId = divIds[1];
var clicked = 0;
$(‘#moreBox_’ + divId).show(function(){
clicked++;
$.ajax({
type: “POST”,
url: “/comment/moreComment/”,
data: “parent_id=” + divId + “&article_id=” + articleId,
success: function(msg){
//$(‘#moreBox_’ + divId).html(msg);
$(‘#replyContent_’ + divId).html(msg);
//alert(msg + ‘-’ +articleId + ‘a’);
}
});
});
if(clicked==1){
$(“[id^=moreLink_]*”).click(function(){
//$(‘#moreBox_’ + divId).hide();
$(‘#replyContent_’ + divId).hide();
});
}
});
});
‘Pernak-pernik’ Untuk Dekorasi Dapur Unik
VIVAnews - Dekorasi cantik di meja makan bisa menambah penampilan sajian makanan. Untuk menambah selera makan, Anda bisa menciptakan dekorasi dari bumbu rempah yang ada di dapur dan sekitar rumah.
Yani dari Sultan Florist memberi beberapa trik dekorasi meja makan dengan sayuran, bumbu dan buah yang diperoleh dari dapur atau kebun rumah. Ia menjelaskan, bumbu dapur seperti kayu manis, batang dan daun sereh, gelas bekas selai, daun sri gading dan daun merambat, serta piring bisa dikreasikan sebagai dekorasi minimalis yang menarik.
“Padu padan bahan dan bumbu dapur dengan memperhatikan segi estetika bisa mempercantik meja makan berbiaya murah,” ungkap Yani dalam acara Cooking Class di Sultan Hotel, Sabtu, 19 Juni 2010.
Sebagai pemanis, Anda tidak perlu membeli buah dan bunga yang mahal. Berbagai jenis buah dan sayuran yang ada di dapur dan kebun seperti sayuran hijau, buah jambu, jeruk,lemon, bunga soka dan melati bisa jadi pemanis tatanan dekorasi meja.
Yani turut memberi tips agar dekorasi bunga-buah-bumbu bisa tahan lebih lama. “Caranya perhatikan air dan ganti setiap hari agar gas yang dihasilkan tidak menimbulkan bau tidak sedap dan mencegah nyamuk,” katanya. (adi)
• VIVAnews
Pizza ‘Gunung Berapi’ Membara ala Bali
VIVAnews - Pariwisata di Bali bukan hanya pantai dan budayanya yang unik. Pulau Dewata juga punya kekayaan kuliner yang patut dijelajahi.
Di Jalan Pantai Kuta, Legian, misalnya. Sebuah restoran bernama Papa’s Limoncello menawarkan hidangan unik, volcano pizza.
Tak seperti lazimnya pizza yang bentuknya ceper, penampilan pizza ala ‘gunung berapi yang siap meletus’ ini adalah setengah bola berdiameter lebih kurang 30 centimeter.
Tak hanya rupa yang tak biasa, cara penyajian makanan ini spesial. Di meja makan, pramusaji akan menyiram permukaan pizza dengan cairan, lalu menyalakan korek. Pizza dibakar hingga membara. Api yang membumbung tiba-tiba, tak jarang mengagetkan pembeli.
“Wow! Ini sangat unik, saya tak pernah melihat ini sebelumnya,” kata Lena Powel, turis asal Perth Australia, dengan ekspresi kaget.
Api yang membakar pizza akan bertahan sekitar 15 detik, meninggalkan bekas kecoklatan di permukaannya yang tipis.
Lalu, giliran pisau dimainkan. Kulit permukaan dipotong melingkar dan disisihkan. Yang tertinggal pizza ceper, lengkap dengan topping dan lelehan keju mozzarella.
Rasanya? “Ini enak sekali, kulitnya lebih lembut dari pizza biasa,” ungkap Corporate PR Manager Bakrieland, Sandra Damosumarto, yang baru kali pertama mencicipi makanan ini.
Pihak Papa’s Limoncello mengklaim, pizza jenis ini adalah satu-satunya di Bali. Bahkan, “di Italia, makanan seperti ini tidak ada,” kata manajer operasional Papa’s Limoncello, Widyartanto Heru.
Ide pizza ini, kata dia, dicetuskan salah satu pendiri kafe yang asal Sisilia, Italia. “Ini adalah pengembangan dari calzone – pizza setengah lingkaran. Agar lebih menarik dibuat seperti gunung.”
Tak hanya rasa yang ditonjolkan, tapi juga unsur hiburan. Kata Widyartanto, ada ‘tradisi’ untuk menggunakan kulit pizza pizza yang tipis setengah bola sebagai topi. Atau, bisa juga dibolongi dan dijadikan topeng.
“Topi atau topeng biasanya digunakan dalam permainan. Tapi kalau masih lapar dan ingin memakannya, boleh-boleh saja,” tambah dia.
Dijelaskan Widyartanto, ada dua varian pizza volcano yang disediakan, Kintamani vocano pizza, dengan topping daging, ham, dan sosis – yang semuanya sapi. Juga ada vocano Fujiyama yang permukaannya ditaburi seafood dan rajangan buah zaitun atau olive nan gurih.
“Ini untuk mengantisipasi selera dan kondisi pembeli. Ada orang-orang yang alergi seafood, di sisi lain karena keyakinannya, ada yang tidak boleh memakan daging sapi. Yang jelas, makanan di sini halal.”
“Apalagi kebetulan pemilik restoran ini orang asli Malaysia yang sudah WNI,” jelas Widyartanto.
Pizza ‘gunung berapi’ ini dibentuk dari dua adonan tipis berbentuk lingkaran. Setelah diisi topping, dua adonan lalu disatukan.
Dengan teknik pemompaan khusus, lapisan bagian atas dibuat menggelembung. Kemudian, pizza dipanggang di tungku bata khusus untuk pizza. Butuh suhu sampai 300 derajat celcius untuk memanggang pizza.
Hanya perlu waktu kurang lebih 15 menit untuk menyiapkan dan memanggang pizza ini.
“Kami memakai kayu kopi agar panasnya tahan lama dan baunya harum. Kayu bakar biasa kurang bagus untuk memanggang pizza,” kata Widyartanto.
Yang jelas, tambah dia, pizza yang dibanderol harga Rp 125.000 ini mampu menarik para pembeli, terutama dari Jepang dan Korea. “Mungkin karena bentuk dan penyajiannya unik,” tambah Widyartanto.

• VIVAnews







