ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Perlengkapan Persalinan

Bagi ibu hamil yang akan melahirkan, maka satu hal yang tak boleh luput dari perhatian dan harus segera untuk disiapkan adalah perlengkapan persalinan. Perlengkapan untuk persalinan ini adalah barang yang akan diperlukan bagi ibu ketika akan menghadapi masa persalinan termasuk pada saat melahirkan.

Selain hal itu, perlengkapan persalinan juga menyangkut semua barang yang akan dibutuhkan oleh bayi segera setelah ia berhasil dilahirkan oleh si ibu ke dunia. Jadi ang dimaksud dengan perlengkapan untuk persalinan ini adalah menyangkut segala hal yang akan dibutuhkan oleh ibu dan juga bayi mendekati masa persalinan.

Bagi si ibu, perlengkapan persalinan yang ia butuhkan adalah beberapa potong baju yang ia kenakan saat mengalami kontraksi ataupun saat akan melahirkan si bayi. Karena tentu pada saat ini, si ibu akan mengeluarkan darah dan juga lendir yang akan mengotori baju yang dikenakan.

Maka dari itu, baju yang disiapkan haruslah lebih dari satu, sebut saja dua potong baju. Hal lain adalah sarung, saru adalah kain yang akan menutupi bagian bawah tubuh si ibu namun akan lebih mudah untuk dibuka ketiak bidan atau dokter membantu ibu dalam proses persalinan.

Setelah anak dilahirkan maka ibu akan membutuhkan baju baru yang akan dikenakan olehnya. Kalaupun bisa baju tersebut adalah baju untuk menyusui, yaitu yang memiliki kancing di depan. Karena tentunya si ibu akan segera untuk menyusui bayinya yang baru saja dilahirkan.

Selain itu, ibu baru melahirkan juga membutuhkan untuk memakai gurita bagi orang dewasa yang akan dipakai untuk membungkus perutnya. Karena perutnya pastilah akan terasa sangat kendor setelah si bayi keluar.

Tak lupa, perlengkapan bagi si ubu adalah pembalut khusus bersalin. Pembalut ini akan memiliki ukuran yang lebih besar daripada ukuran pembalut yang biasanya dipakai wanita saat menstruasi bulanan.

Bagi bayi, perlengkapan untuk persalinan yang perlu untuk disiapkan oleh si ibu adalah satu pasang baju bayi untuk dikenakan segera setelah dilahirkan. Tak lupa ibu juga membawakan handuk untuk membungkus bayi setelah dimandikan.

Satu pasang baju bayi lengkap ini adalah baju dalaman, baju atasan, popok, sarung tangan dan kaki, dan termasuk adalah gedongan. Gedongan amat dibutuhkan bagi si bayi yang baru lahir untuk membuat bayi menyesuaikan diri dengan suhu yang ada di luar tubuh si bayi. Tak lupa bayi dapat memaai topi dan juga dibungkus dengan selimut.

Itulah beberapa perlengkapan persalinan yang diperlukan untuk disiapkan ibu beberapa hari sebelum hari perkiraan melahirkan. Biasanya semua perlengkapan ini disiapkan dan ditaruh di dalam tas besar. Sehingga kapanpun ibu merasakan akan melahirkan si bayi, maka ibu dan siapa saja yang akan mendampingi ibu melahirkan akan dengan mudah membawa tas besar ini untuk dibawa ke rumah sakit atau rumah bersalin.

Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir

Bagi ibu yang baru melahirkan untuk pertama kalinya, proses persalinan merupakan sebuah proses yang amat sangat “fantastis”. Berbagai perasaan membuncah di dada. Baik dari rasa lelah, senang, khawatir, takut, bahkan ada yang sedih. Di sisi lain, bayi yang baru lahir tentu memerlukan perawatan ibunya. Oleh karenanya, penting bagi ibu untuk segera memulihkan perasaan dan kesehatannya agar kesehatan bayi pun ikut terjaga. Bagi ibu, berikut ini ada beberapa hal yang bisa ibu lakukan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

Kesehatan ibu yang baru melahirkan bisa dipengaruhi oleh perubahan hormon, kelelahan secara fisik, perubahan psikologi, hingga perubahan peran. Bila tidak diatasi, ibu bisa saja mengalami baby blues syndrome. Hal ini tentu tidak baik bagi ibu dan bayi. Untuk mengatasi sindrom ini, ada baiknya ibu mengetahui terlebih dahulu gejala-gejala dan cara mencegah serta cara mengatasinya. Konsultasikan dengan suami mengenai peran baru ibu dan suami. Berikan waktu untuk ibu istirahat yang cukup agar tenaga pulih kembali. Dengan demikian, ibu dapat segera merawat dan menerima buah hati yang baru lahir.

Bagi ibu yang baru pertama melahirkan, kebingungan bisa saja terjadi mengenai apa yang harus dilakukan untuk merawat kesehatan bayi yang baru lahir. Bayi yang baru lahir memang nampak sangat rentan, namun sebenarnya yang bayi ini butuhkan hanyalah keberadaan sang ibu. Untuk langkah awal, saat bayi baru lahir, ibu bisa mengenali bayi secara mendalam. Jangan takut bila bayi menangis saat lahir, itu adalah hal yang justru sangat normal. Bila memungkinkan, lakukanlah IMD (Inisiasi menyusui Dini). Program ini sangat baik bagi kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Bayi dapat terhindar dari berbagai alergi, sedangkan ibu dapat merasa rileks dan santai dengan adanya bayi dalam pelukannya sesaat setelah ia melahirkan.

Untuk selanjutnya, yang dibutuhkan bayi adalah rasa nyaman dan kasih. Untuknya, ibu harus lebih banyak menyentuh bayi. Hal ini dapat membuat merasa bayi nyaman dan aman. Ibu juga bisa menggendong bayi dalam kadar yang secukupnya. Hal ini bisa membuat bayi merasakan kasih ibu. Bila ibu bingung cara menggendong yang benar, ibu dapat belajar dari suster atau nenek dari si bayi. Selain kenyamanan, ASI dan tidur adalah hal penting yang juga dibutuhkan oleh bayi. Untuk ASI yang menyehatkan, secara tidak langsung, ibu juga harus sehat. Sedangkan untuk tidur, ibu harus bisa memilih tempat yang nyaman dan aman untuk tidur si bayi.

Kesehatan ibu dan bayi baru lahir sangat penting, namun bukan berarti susah untuk didapatkan. Kunci utamanya adalah rasa percaya diri dari sang ibu. Bila sang ibu tidak takut dan tetap merasa positif, kelak, bayi dan ibu dapat menjalani hari-hari kebersamaan mereka dengan bahagia dan menyenangkan.

Jangan Tunda Hamil Pertama

Semua pasangan suami istri (pasutri) yang baru menikah, berhak menunda kehamilan. Namun, ada baiknya memilih kontrasepsi yang tepat berdasarkan anjuran dokter, untuk menghindari infertilitas atau sulit hamil pada saat sudah menginginkan kehadiran sang bayi. Pasalnya, tak jarang kesuburan sang wanita jadi berkurang setelah menghentikan penggunaan kontrasepsi. Akibatnya, ya jadi sulit hamil. Perlu diketahui, melahirkan pada usia 35 tahun ke atas berisiko tinggi bagi calon ibu.

Kenapa kesuburan wanita jadi berkurang pasca menggunakan alat kontrasepsi?

Ber-KB sementara yang berujung pada kondisi sulit hamil, sebenarnya merupakan teka-teki besar bagi dunia kesehatan. Majalah Health Journal memaparkan, 48% perempuan muda yang menggunakan pil antihamil dan spiral KB (IUD) selama 2-4 tahun, mengalami sulit hamil saat menginginkan anak pertama. Sejumlah spesialis infertilitas Barat pun kemudian melakukan penelitian untuk mengetahui penyebabnya.

Mereka menemukan fakta, faktor antibodi antisperma pada wanita bisa memicu kegagalan kehamilan. Kondisi ini terjadi lantaran pemerosotan potensi sperma dalam membuahi ovum (sel telur) dalam tubuh wanita. Muncul dugaan kuat bahwa penggunaan alat kontrasepsi seperti pil atau suntik KB – yang berisi hormon penolak pembuahan — serta IUD dalam jangka waktu tertentu jadi penyebab meningkatnya antibodi antisperma.

Sejak lahir, setiap manusia normal memang dibekali suatu sistem imunologi yang berpotensi melindungi tubuh terhadap berbagai serangan penyakit, termasuk jenis-jenis penyakit seksual.

Pada tubuh pria pun bisa timbul antisperma yang merupakan fenomena autoimun, atau akibat sistem imun membentuk antibodi terhadap antigen tubuhnya sendiri, yakni sperma. Sebaliknya, wanita tidak mempunyai unsur antigen yang terkandung seperti pada sperma maupun komponen plasma semen. Namun, begitu wanita berhubungan seksual dengan pria, dalam tubuhnya akan terbentuk antibodi antisperma terhadap antigen sperma. Pada tingkat tertentu, antibodi masih bisa ditembus oleh sperma berkualitas baik (cepat dan kuat) untuk membuahi sel telur hingga menghasilkan kehamilan.

Walaupun hanya satu sperma yang bakal membuahi sel telur, menurut teori kedokteran, dibutuhkan puluhan juta (minimal 20 juta) sperma agar kemungkinan terjadinya pembuahan lebih besar. Pasalnya, perjuangan untuk bisa mencapai sel telur luar biasa beratnya bagi kebanyakan sel sperma. Selama dalam perjalanan panjang menuju indung telur, banyak sperma berguguran.

Namun, belakangan para androlog tidak lagi berpatokan pada teori ini, yang terpenting bukan jumlahnya, melainkan kualitas spermanya. Walaupun sang suami hanya memiliki 5-6 juta sperma, tapi kalau gerakannya cukup gesit, bisa saja membuahi sel telur. Yang jadi masalah, kalau jumlah sperma sedikit dan gerakannya lamban. Ya, mereka akan berguguran sebelum mencapai tujuan!

Pada pasangan yang menggunakan kontrasepsi seperti pil dan suntik KB, walaupun terjadi kontak antara sperma dan sel telur dalam tubuh wanita, pembuahan takkan terjadi. Sedangkan pada KB IUD (spiral) pembuahan bisa terjadi, namun biasanya langsung gugur.

Menurut para pakar dalam penelitian tadi, selama penggunaan alat kontrasepsi, pembentukan antibodi terhadap sperma akan terus terbentuk. Bahkan, semakin lama kadarnya semakin tinggi dan pertahanannya semakin kuat. Diduga, inilah pemicu utama kesulitan mendapatkan keturunan.

Dengan kata lain, dalam tubuh si wanita telanjur timbul “kontrasepsi alami”, atau tercipta antibodi kuat penolak kehadiran sperma yang hendak membuahi sel telurnya. Kalaupun sampai terjadi pembuahan, bisa jadi, akan membentuk efektor imun lebih dahsyat. Efektor imun adalah sistem imun seluler (yang dibawa oleh leukosit, makrofag, dan lain-lain) yang mampu menimbulkan peradangan terhadap janin dan plasenta yang mulai berkembang dalam rahim sang ibu. Penolakan imun ini bisa berujung pada keguguran.

Jika pascapenggunaan kontrasepsi mengalami kesulitan hamil, pasutri dianjurkan menjalani terapi kondom atau “sarung KB”. Jadi, setelah setop menggunakan obat antihamil, selama 6-10 bulan berikutnya, sebaiknya menggunakan sarung KB.

Selama itu antibodi akan menurun, dan terjadi pembersihan sehingga ia tak ada lagi di daerah organ reproduksi sang istri. Saat pemanfaatan sarung KB dihentikan, pada masa subur sperma akan bermigrasi sampai ke saluran indung telur untuk menjumpai ovum tanpa hambatan apa pun.

Memang, hasil penelitian soal antibodi antisperma sebagai biang keladi tadi masih berlumuran pro-kontra. Kalaupun penyebabnya masalah antibodi yang meningkat, belum tentu hanya gara-gara kontrasepsi itu, tapi mungkin juga karena dalam tubuh wanita secara alami terbentuk antibodi antisperma yang kuat.

Dalam kasus ini, biasanya dokter akan memberikan obat imunosupresi yang akan menekan pembentukan antibodi terhadap sperma, tak perlu dengan terapi sarung KB. Tapi, penggunaan obat imunosupresi ini pun masih banyak ditentang, sebab efek sampingannya, tubuh calon ibu akan kekurangan antibodi sehingga lebih mudah kemasukan kuman atau virus seperti rubela, campak, dan lain-lain, yang membahayakan janin.

Karenanya, kalaupun pasangan muda ingin menunda kehamilan, sebaiknya menggunakan cara yang lebih aman, yaitu dengan kondom. Ia akan mencegah pembuahan sekaligus mencegah kontak antara antigen suami dengan sistem imun istri, sehingga antibodi pada tubuh istri tidak meningkat.

Tapi, kalau mau lebih aman lagi, sebaiknya pasangan suami istri tidak menunda masa kehamilan. Jadi, miliki satu anak dulu, barulah ber-KB

Langsing Dan Bugar Setelah Melahirkan

Setelah hamil dan melahirkan, berat badan seringkali menjadi momok bagi para wanita. Menjaga berat badan dengan mengontrol asupan, diikuti peningkatan aktivitas fisik, menjadi rumus dasar diet sehat. Prinsipnya, menyeimbangkan kalori masuk dan kalori yang keluar. Harvard Medical School merekomendasikan panduan diet sehat. Anda bisa mengaplikasikannya jika ingin tubuh bugar dan berat badan ideal.

Mengurangi tujuh asupan:
1. Garam
Kurangi asupan garam. Sebaiknya asupan garam kurang dari 2.300 miligram per hari. Asupan garam juga perlu dikurangi bagi mereka yang berusia di atas 51 tahun, dengan batasan 1.500 miligram per hari.

2. Kalori
Kurangi konsumsi kalori dari asam lemak jenuh. Hanya konsumsi asam lemak jenuh kurang dari 10 persen per hari. Sebaiknya perbanyak konsumsi asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak tak jenuh ganda.

3. Lemak
Kurangi asupan lemak. Pastikan Anda mengasup lemak kurang dari 300 miligram per hari. Batasi konsumsi daging merah. Lemak tidak jenuh yang baik bagi kesehatan dapat diperoleh dari ikan (khususnya tuna dan salmon), alpukat, minyak zaitun, minyak jagung, kacang tanah, minyak biji aprikot, atau minyak bunga matahari.

4. Asam lemak trans
Pastikan asupan asam lemak trans rendah setiap hari. Kentang goreng, misalnya, mengandung asam lemak trans.

5. Gula
Kurangi asupan kalori dari konsumsi gula. Batasi asupan gula 3-5 sendok makan setiap hari.

6. Makanan manis
Batasi konsumsi makan-makanan dengan kandungan gula tinggi.

7. Alkohol
Batasi juga konsumsi alkohol. Batasi konsumsi alkohol sekali per hari untuk perempuan atau dua kali per hari untuk laki-laki.

Menambah delapan nutrisi:
1. Pastikan kalori tercukupi
Asup makanan secara bervariasi, namun pastikan kalori tak berlebihan.

2. Sayur dan buah
Konsumsilah buah dan sayuran secara bervariasi, jenis dan warna. Utamakan makan sayur warna hijau, merah, dan oranye, tambahkan juga buah serta kacang-kacangan.

3. Kacang-kacangan
Konsumsi setidaknya setengah porsi dari ragam biji-bijian. Masukkan asupan kacang-kacangan dalam menu harian.

4. Susu rendah lemak
Tingkatkan asupan susu rendah atau bebas lemak, serta produk olahan susu seperti yoghurt, keju, dan susu kedelai.

5. Makanan berprotein
Variasikan asupan makanan berprotein, seperti seafood, daging tanpa lemak (seperti bagian dada ayam dengan kandungan lemak rendah), unggas, telur, kacang polong, produk kedelai, dan kacang-kacangan.

6. Seafood
Pilih seafood daripada daging-dagingan dalam asupan harian.

7. Protein rendah lemak
Pilih makanan dengan kandungan protein rendah lemak dan rendah kalori.

8. Minyak sayur
Untuk memasak, pilih minyak sayur untuk mengurangi asupan lemak jenuh dalam makanan.

Risa Amrikasari Mengenalkan Hukum Lewat Sastra

TEMPO Interaktif, Jumat dua pekan lalu, Komunitas Rose Heart Writers meluncurkan buku Good Lawyer Season 2 di Jakarta. Buku ini berisi kumpulan cerita hukum yang ditulis oleh 11 penulis dari berbagai latar belakang. Dunia hukum yang rumit menjadi lebih sederhana dalam kumpulan cerpen ini.

Sosok di balik penerbitan buku itu adalah Risa Amrikasari. Ia yang menggagas, mengumpulkan materi lewat kompetisi menulis, hingga menjadikannya buku. Tapi, menurut Risa, ini bukan buku bersifat komersial. Misinya: “Membantu para penulis baru dan memperkenalkan hukum kepada masyarakat.”

Semua bermula ketika Risa berulang tahun yang ke-37 pada 2006. “Saya bosan merayakan ulang tahun dengan cara yang itu-itu saja: karaoke semalam suntuk atau bagi-bagi makanan ke panti asuhan,” katanya.

Risa yang rajin ngeblog lantas mengumumkan kompetisi menulis cerita pendek di blog pribadinya dengan iming-iming hadiah total Rp 4 juta dan kesempatan membukukannya. Jurinya diambil dari kalangan blogger. Semua proses lomba itu dibiayai dengan uang pribadi.

Para pemenang dan peserta kompetisi lalu bergabung dengan milis komunitas Rose Heart Writers bentukannya untuk berdiskusi seputar penulisan. Rose Heart adalah nama Risa di dunia maya. Tak lama, buku Heart in The Sand, yang bertema cinta, terbit untuk kalangan sesama blogger. Tahun berikutnya, ia mengadakan lomba serupa dan melahirkan buku Devotion, yang masih bertema cinta dan terbit untuk kalangan terbatas.

Pada ulang tahun ke-39, Risa ingin sesuatu yang berbeda dan lebih serius. “Kali ini temanya hukum,” ujarnya. Risa, yang lama bekerja di kantor pengacara dan sedang mengambil magister hukum di Universitas Gajah Mada, mengamati bahwa membicarakan soal hukum kepada kalangan awam hukum itu tidak mudah. “Saya cuma ingin kalangan awam melek hukum, dan cerpen adalah cara yang sederhana, mudah dipahami sekaligus menghibur.”
Kriteria penilaian cerpen menjadi lebih spesifik. “Kriteria penilaian terbagi atas ide cerita, aspek hukum, dan alur ceritanya sendiri,” ujarnya. Ahli sastra dan dosen di University of California Berkeley, Prof. Sylvia Tiwon, pengacara Dwiyanto Prihartono, SH, dan sastrawan Cok Sawitri menjadi juri pada kompetisi ketiga ini. Hasilnya: buku Good Lawyer terbit dan beredar luas pada Januari 2009.

Good Lawyer Season 2, yang terbit dua pekan lalu, menjadi kado ulang tahun Risa ke-40 dari kompetisi menulis yang masih mengambil tema hukum. Menurut Risa, yang juga menulis untuk keempat kumpulan cerpen itu, “Kisah-kisah dalam Good Lawyer merupakan fiksi dengan ide cerita dari kejadian di dunia hukum saat ini.”

Risa lahir di Jakarta dari pasangan Soekardjan, pensiunan polisi, dan Entjun Sunariyah, mantan lurah. Sejak kecil, ia sangat menyukai sastra. Ketika anak seusianya baru berlatih membuat kalimat lengkap, sulung dari empat bersaudara ini sudah membuat karangan dua halaman folio.

Lulus SMA, ia kuliah di Jurusan Sastra Inggris, Universitas Nasional. Butuh waktu agak lama untuk menyelesaikan kuliahnya karena Risa sudah bekerja tetap ketika kuliah. Bermodal ijazah Sastra Inggris, ia mendapat pekerjaan yang mengutamakan kemampuan berbahasa Inggris: dari sekretaris hingga corporate secretary.

Pada 2002, Risa, yang telah menjadi single parent untuk dua putrinya, berencana pindah ke Selandia Baru untuk hidup baru. Dia pensiun dini dari posisi corporate secretary, dan menyiapkan berkas untuk tinggal di sana. Tapi, peristiwa Bom Bali membuat rencana Risa berantakan. Visa Selandia Baru hanya keluar untuk tiga minggu. Jadilah Risa kembali mencari kerja di Jakarta.

Ketertarikannya pada hukum bermula dari perkenalannya secara tak sengaja dengan pengacara Dwiyanto Prihartono, SH. “Saya baru selesai wawancara kerja dan menabrak dia,” Risa mengenang. Mereka bertukar nomor telepon dan saling kontak. Tiga bulan kemudianm Dwiyanto mempekerjakan Risa di firma hukumnya.

Dengan kesibukannya yang luar biasa, Risa menyempatkan waktu menulis di BlackBerry miliknya, misalnya kalau sedang menunggu atau kena macet di jalan. Tulisan itu ia transfer ke komputer dan dipublikasikan di blog miliknya.

Dan karya-karyanya terus hadir. Pada Juli mendatang, ia akan meluncurkan buku motivasi berjudul Heart to Heart. Sebelumnya, pada 2009, ia meluncurkan buku motivasi Especially for You, yang memperoleh royalti lumayan. “Tapi, ya, gali lubang-tutup lubang.” Soalnya, royalti buku itu dipakai untuk promo dan roadshow buku Good Lawyer.

Pada hari kerja, Risa tinggal di kawasan Ambassador, Jakarta Selatan. Ketika akhir pekan, ia tinggal di kawasan Cibubur bersama dua putrinya, Sidney Callista dan Edsa Estella.

AMANDRA MUSTIKA MEGARANI

Nama: Risa Hartati Amrikasari
Tempat dan Tanggal Lahir: Jakarta, 22 Oktober 1969
Hobi: Menulis, golf, karaoke

PENDIDIKAN
– Sarjana Sastra Inggris Universitas Nasional (lulus tahun 1994)
– Magister Hukum, Universitas Gajah Mada (on going)

KARIER
2010-sekarang: Intellectual Property Rights Consultant & Deputy Director, Intellectual Property Advisory Services (IPAS) Institute
2008-sekarang: Government Liaison Officer, International Organization for Migration (IOM) Indonesia
2006-sekarang: Owner & Managing Director Rose Heart Publishing
2004-sekarang: Associate, General Corporate & Commercial Litigation Law Firm, Prihartono & Partners Law Office
2004-2008: National Programme Assistant for Asia, International Organization for Migration (IOM) Indonesia
2003-2004: Personal Assistant to the Managing Partners Prihartono & Partners Law Office
2000-2002: Executive Assistant to the Board of Directors (Corporate Secretary) PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia
1993-2000: Executive Secretary to the President Director PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia
1992-1995: Senior Secretary to the Senior Managers, Drs Gunawan, Prijohandojo & Co., Arthur Andersen & Co., International Tax Consultant
1991-1992: Secretary to the Planning & Project Director, Lippo Village, PT Lippo Karawaci Indonesia

PENGHARGAAN
2007-Indonesian Representative for IOM Director General Award
2001-Anugerah Wanita Eksekutif se-Jawa & Bali
1999-100 Profil Wanita Eksekutif Indonesia
1998-Kharisma Kartini Se-Jawa Tengah dan Yogyakarta

Risa Amrikasari Mengenalkan Hukum Lewat Sastra  

TEMPO Interaktif, Jumat dua pekan lalu, Komunitas Rose Heart Writers melucurkan Good Lawyer Season 2 di Jakarta. Buku ini berisi kumpulan cerita hukum yang ditulis 11 penulis dari berbagai latar belakang. Dunia hukum yang rumit menjadi lebih sederhana dalam kumpulan cerpen ini.

Sosok di balik penerbitan buku itu adalah Risa Amrikasari. Ia yang menggagas, mengumpulkan materi lewat kompetisi menulis, hingga menjadi buku. Tapi, menurut Risa, ini bukan buku bersifat komersial. Misinya: “Membantu para penulis baru dan memperkenalkan hukum kepada masyarakat.”

Semua bermula ketika Risa berulang tahun ke-37 pada 2006. “Saya bosan merayakan ulang tahun dengan cara yang itu-itu saja: karaoke semalam suntuk atau bagi-bagi makanan ke panti asuhan,” katanya.

Risa yang rajin ngeblog lantas mengumumkan kompetisi menulis cerita pendek di blog pribadinya dengan iming-iming hadiah total Rp. 4 juta dan kesempatan membukukannya. Jurinya diambil dari kalangan blogger. Semua proses lomba itu dibiayai dengan uang pribadi.

Para pemenang dan peserta kompetisi lalu bergabung dengan milis komunitas Rose Heart Writers bentukannya untuk diskusi seputar penulisan. Rose Heart adalah nama Risa di dunia maya. Tak lama, Buku Heart in The Sand bertema cinta terbit untuk kalangan sesama blogger. Tahun berikutnya, ia mengadakan lomba serupa dan melahirkan Buku Devotion yang masih bertema cinta dan juga terbit untuk kalangan terbatas.

Pada ulang tahun ke 39, Risa ingin sesuatu yang berbeda dan lebih serius. “Kali ini temanya hukum,” ujarnya. Risa yang lama bekerja di kantor pengacara dan sedang mengambil magister hukum di Universitas Gajah Mada mengamati bahwa membicarakan soal hukum kepada kalangan awam hukum itu tidak mudah. “Saya cuma ingin kalangan awam melek hukum, dan cerpen adalah cara yang sederhana, mudah dipahami sekaligus menghibur.”

Kriteria penilaian cerpen menjadi lebih spesifik. “Kriteria penilaian terbagi atas ide cerita, aspek hukum, dan alur ceritanya sendiri,” ujarnya. Ahli sastra dan dosen di University of California Berkeley, Prof. Sylvia Tiwon, Pengacara Dwiyanto Prihartono, SH, dan sastrawan Cok Sawitri menjadi juri pada kompetisi ketiga ini. Hasilnya: buku Good Lawyer terbit dan beredar luas pada Januari 2009.

Good Lawyer season 2 yang terbit dua pekan lalu menjadi kado ulang tahun Risa ke-40 dari kompetisi menulis yang masih mengambil tema hukum. Menurut Risa yang juga menulis untuk keempat kumpulan cerpen itu, “kisah-kisah dalam Good Lawyer merupakan fiksi dengan ide cerita dari kejadian di dunia hukum saat ini.”

Risa lahir di Jakarta dari pasangan Soekardjan, pensiunan polisi dan Entjun Sunariyah, mantan lurah. Sejak kecil, ia sangat menyukai sastra. Ketika anak seusianya baru berlatih membuat kalimat lengkap, sulung dari empat bersaudara ini sudah membuat karangan dua halaman folio.

Lulus SMA, ia kuliah di Jurusan Sastra Inggris, Universitas Nasional. Butuh waktu agak lama untuk menyelesaikan kuliahnya, karena Risa sudah bekerja tetap ketika kuliah. Bermodal ijazah Sastra Inggris, ia mendapat pekerjaan yang mengutamakan kemampuan berbahasa Inggris:  dari sekretaris hingga Corporate Secretary.

Pada 2002, Risa yang telah menjadi single parent untuk dua putrinya, berencana pindah ke New Zealand untuk hidup baru. Dia pensiun dini dari posisi Corporate Secretary dan menyiapkan berkas untuk tinggal di sana. Tapi, peristiwa bom Bali membuat rencana Risa berantakan. Visa New Zealand hanya keluar untuk tiga minggu. Jadilah Risa kembali mencari kerja di Jakarta.

Ketertarikannya pada hukum bermula dari perkenalannya secara tak sengaja dengan pengacara Dwiyanto Prihartono, SH. “Saya baru selesai wawancara kerja dan menabrak dia,” Risa mengenang. Mereka bertukar nomor telepon dan saling kontak. Tiga bulan kemudian Dwiyanto mempekerjakan Risa di firma hukumnya.

Dengan kesibukannya yang luar biasa, Risa menyempatkan waktu menulis di Blackberry miliknya, misalnya kalau sedang menunggu atau kena macet di jalan. Tulisan itu ia transfer ke komputer dan dipublikasikan di blog miliknya.

Dan karya-karyanya terus hadir. Juli mendatang, ia akan meluncurkan buku motivasi berjudul Heart to Heart. Sebelumnya, pada 2009, ia meluncurkan buku motivasi Especially for You yang memperoleh royalti lumayan. “Tapi ya gali lubang tutup lubang.” Soalnya, royalti buku itu dipakai untuk promo dan roadshow Good Lawyer.

Pada hari kerja, Risa tinggal di kawasan Ambassador, Jakarta Selatan. Ketika akhir pekan, ia tinggal di kawasan Cibubur bersama dua putrinya, Sidney Callista dan Edsa Estella. AMANDRA MUSTIKA MEGARANI

Nama : Risa Hartati Amrikasari
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 22 Oktober 1969
Hobi : Menulis, Golf, Karaoke

PENDIDIKAN :
– Sarjana Sastra Inggris Universitas Nasional (lulus tahun 1994)
– Magister Hukum, Universitas Gajah Mada (on going)

KARIR:
2010 – sekarang Intellectual Property Rights Consultant & Deputy Director, Intellectual Property Advisory Services (IPAS) Institute
2008 – sekarang Government Liaison Officer, International Organization for Migration (IOM) Indonesia
2006 – sekarang Owner & Managing Director, Rose Heart Publishing
2004 – sekarang Associate, General Corporate & Commercial Litigation Law Firm, Prihartono & Partners Law Office
2004 – 2008 National Programme Assistant for Asia, International Organization for Migration (IOM) Indonesia
2003 – 2004 Personal Assistant to the Managing Partners, Prihartono & Partners Law Office
2000 – 2002 Executive Assistant to the Board of Directors (Corporate Secretary), PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia
1993 – 2000 Executive Secretary to the President Director, PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia
1992 -1995 Senior Secretary to the Senior Managers, Drs Gunawan, Prijohandojo & Co., Arthur Andersen & Co., International Tax Consultant
1991 – 1992 Secretary to the Planning & Project Director, Lippo Village, Pt Lippo Karawaci Indonesia

PENGHARGAAN
2007-Indonesian Representative for IOM Director General Award
2001-Anugerah Wanita Eksekutif se-Jawa & Bali
1999-100 Profil Wanita Eksekutif Indonesia
1998-Kharisma Kartini Se-Jawa Tengah dan Yogyakarta

Stres pada Perempuan Lebih Tinggi

KOMPAS.com – Perempuan menghadapi stres lebih tinggi, baik secara biologis, psikologis, dan emosi. Penyebabnya perempuan lebih memiliki kontrol eksternal dalam dirinya dengan lebih banyak menggunakan emosi daripada logika. Kebahagiaan perempuan pun cenderung ditentukan oleh orang lain, bukan oleh dirinya, terutama dalam hubungan berpasangan.

Sementara problem perempuan jauh lebih kompleks. Misalnya, perempuan harus menyesuaikan diri ketika menghadapi pubertas, menstruasi, kehamilan, dan melahirkan. Dengan masalah yang kompleks, perempuan lebih stres karena kecenderungannya otak perempuan lebih banyak mengandalkan kerja emosi daripada logika.

Psikolog klinis Zoya Amirin, MPsi, menjelaskan bahwa setiap individu berusia dewasa, secara psikologis harus memenuhi tugas perkembangan diri. Jika tugas ini tidak terpenuhi, akan muncul stres karena tekanan dalam diri maupun dari lingkungan.

Zoya menerangkan tugas itu antara lain berkaitan dengan hubungan berpasangan yang lebih serius, jenjang pernikahan, masa pacaran, membangun keluarga muda, menjadi orangtua muda, menanggung kehidupan orangtua, dan mengejar karier. Belum lagi pilihan antara melanjutkan pendidikan dengan mengurus anak dan keluarga.

“Sukses secara usia adalah dengan bertumbuh sebagai manusia dewasa secara normal, dengan pemenuhan semua tugas tersebut. Jadi wajar jika ada perempuan yang merasa tertekan ketika saat usia dewasa belum juga menikah, misalnya. Perasaan ini normal, karena memang menjadi tugas perkembangan yang perlu dipenuhi dan tidak bisa dihindari,” papar Zoya, usai bincang-bincang bertema “How to Manage Our Stress” bersama majalah Intisari di Jakarta, Jumat (11/6/2010) lalu.

Alhasil, masalah perempuan yang kompleks ini membuat stres pada perempuan lebih tinggi. Ditambah lagi perempuan cenderung diposisikan secara sosial (peran gender), lebih subordinan, sehingga perempuan cenderung sulit mengontrol dirinya dan selalu mengandalkan orang lain.

“Perempuan cenderung melihat dirinya seperti seakan mengatakan bahwa I don’t deserve to be happy. Perempuan lebih melihat apa yang membahagiakan orang lain,” kata Zoya.

Penting dimengerti bagi perempuan, bahwa dia harus memiliki kontrol atas hidupnya. Mengontrol segala sesuatu yang bisa dikontrol, setidaknya dengan mengatakan bahwa ia juga berhak bahagia dengan pilihan-pilihannya.

“Kesadaran ini harus dibangun, dan jika sudah sadar harus bisa keluar dari keadaan. Berapa banyak perempuan yang menyadari ini namun tak berani keluar karena khawatir tidak ada lagi yang mau menyayanginya. Akhirnya bertahan dalam hubungan yang tidak sehat, seperti kekerasan dalam rumah tangga misalnya, atau dating violence, yang kemudian tetap saja berujung pada pernikahan,” tandas Zoya.

Anda pun bisa mengatasi stres dengan mengambil alih kontrol diri. Berani mencoba?

C1-10

Editor: din

Ketika Ayah Terkena Baby Blues

TEMPO Interaktif, Ibu muda yang baru melahirkan rentan terkena sindrom baby blues. Sindrom ini biasanya terjadi pada pasangan muda yang memiliki anak pertama. Ini adalah depresi yang biasanya terjadi karena ketidaksiapan mental menghadapi kehadiran bayi dalam kehidupan mereka. Penelitian menunjukkan bahwa satu dari lima ibu mengalami baby blues.

Namun yang mengejutkan adalah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association, yang mengungkapkan bahwa ayah juga mengalami sindrom ini. Penelitian yang dilakukan James Paulson bersama koleganya pada 28.004 koresponden itu memaparkan, satu dari sepuluh ayah mengalami depresi baby blues. Yang lebih mengejutkan, 25 persen dari jumlah itu terus mengalami depresi hingga bayi mereka berusia enam bulan.

“Ada hubungan yang konsisten antara depresi ayah dan depresi ibu,” kata James Paulson, psikolog klinis dan kepala peneliti dari Sekolah Kesehatan Virginia Timur di Norfolk, Amerika Serikat. Depresi pada ibu dapat menyebabkan depresi pada ayah. Selama itu pula, menurut Paulson, sang ayah memiliki ciri depresi tersendiri. “Yaitu cenderung lebih sensitif, dan gampang marah karena emosi.”

Kelakuan sang ayah diperkirakan akan lebih berpengaruh negatif terhadap si jabang bayi. “Penelitian ini menunjukkan bahwa masalah tersebut selama ini kurang diperhatikan,” ujar Dr Lucy Puryear, psikiatris asal Houston yang sering menangani depresi pasca-melahirkan. Dalam 15 tahun kariernya, dia pernah menangani pasien seorang ayah yang mengalami baby blues dan memiliki “pikiran menakutkan” untuk menjatuhkan sang bayi dari tangga.
Menurut Puryear, memiliki bayi adalah transisi psikologi luar biasa yang dapat membawa kebahagiaan dan juga stres yang bila dibiarkan akan menjadi depresi. Di sisi lain, Puryear menambahkan, ayah sering merasa sendirian, kehilangan dukungan istri yang sakit pasca-melahirkan. Mereka juga mengkhawatirkan bayi mereka. Lelaki merasa seluruh beban ada di pundak mereka. “Lelaki yang memiliki istri yang <I>baby blues<I> juga akan rentan mengalami baby blues,” ujar Puryear.

Terapis asal Houston, Sherry Duson, mengatakan, ayah pada usia pertengahan 40 tahun biasanya akan lebih stres saat bekerja. “Karena mengkhawatirkan kondisi keuangan,” kata Duson, yang telah menangani kasus depresi pada ayah dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Duson, kebanyakan lelaki tidak membicarakan masalah ini. “Ada stigma sosial yang melarang lelaki untuk mencari pertolongan.” Padahal para ayah yang mengalami baby blues harus membicarakan hal ini atau mencari kelompok pendukung.

Untuk mengatasi persoalan ini, Aschinfina Handayani, psikolog Indonesia, mengatakan, pola komunikasi dua arah antara ayah dan ibu dalam mengurus bayi yang baru lahir amat diperlukan. “Baik suami maupun istri harus saling memberikan dukungan dengan belaian lembut, pelukan hangat, atau ucapan yang menyenangkan,” kata Aschinfina.

Ibu sangat membutuhkan dukungan ayah selama masa menyusui. “ASI bisa tidak keluar bila ibu stres,” tuturnya. Sementara itu, si ayah, yang sepanjang hari bekerja dan memikirkan ekonomi keluarga, tentu akan merasa terganggu oleh tangisan anak pada malam hari dan perhatian istri yang berkurang. | AMANDRA MUSTIKA M | MUSTAFA SILALAHI

Dampak buat Anak

Dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry, Dr James Paulson dan rekan-rekannya mempublikasikan penelitian tentang depresi pada orang tua 9-24 bulan setelah kelahiran.
Mereka menemukan bahwa depresi pada ayah secara signifikan berpengaruh terhadap kemampuan anak dalam memahami kosakata selama setahun pertama.

Meskipun depresi pada ibu juga berpengaruh, depresi pada ayah-lah yang mengurangi kemampuan anak berbahasa. “Ibu memiliki jumlah waktu yang cukup ketika mengurus bayi. Berbeda dengan ayah,” kata Paulson.

Association for Psychological Science Annual Convention yang diselenggarakan di San Francisco bulan ini menunjukkan bahwa depresi pada ayah muda mempengaruhi disregulasi sistem stres anak saat pertengahan masa kanak-kanak. “Sistem stres anak tampaknya lebih sensitif kepada depresi ayah ketimbang ibu.” | AMANDRA MUSTIKA M

13 queries