Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 


Konsumsi, Investasi, dan Pensiun

money

Sebagai keluarga muda yang baru saja mulai menempuh kehidupan rumah tangga, kita harus pandai mengatur keuangan agar pada saatnya nanti kita dapat pensiun dengan uang yang cukup, sehingga tidak menjadi beban anak cucu kita.

Mengapa urusan pensiun harus dipikirkan sekarang? Mungkin pertanyaan itulah yang timbul di benak kita, karena harus diakui justru pada usia muda inilah produk-produk konsumtif amat menggoda iman kita. Seperti produk fashion, telepon genggam, produk elektronik, mobil, dan banyak lagi produk konsumtif yang gencar diiklankan ‘khusus untuk kaum muda’. Hal-hal yang konsumtif inilah yang dibaca oleh lembaga pembiayaan sehingga sekarang banyak dikeluarkan paket kredit konsumtif.

Pada usia muda atau usia produktif sekarang ini adalah waktu dimana kita masih memiliki tenaga besar untuk dapat menghasilkan pendapatan yang cukup, namun usia ini juga memiliki batasan. Karena itu jika pola hidup konsumtif berlebihan dibiarkan berlarut-larut akan berakibat pada masa pensiun yang miskin dan merana secara keuangan. Hal ini bisa terlihat pada penghasilan kita yang setiap bulannya habis untuk membayar hutang konsumtif kita tanpa tersisa dana untuk investasi masa pensiun.

Agar masa pensiun kita bahagia dan sejahtera, ada baiknya kita mulai pandai-pandai memilah kebutuhan konsumtif kita, dan menempatkan skala prioritas. Usahakan setiap bulannya disiplin menyisihkan untuk masa pensiun kita.

Secara teoritis, siklus investasi adalah sebagi berikut:

  • Fase Akumulasi. Usia 25 – 35 tahun dan tengah memulai karier atau tengah perjalanan karier. Pada usia ini seseorang akan berusaha mengakumulasikan aset untuk tujuan jangka pendek, misalnya kredit rumah, biaya kelahiran atau pendidikan anak. Pada usia ini porsi hutang biasanya lebih tinggi daripada kekayaan. Namun pada usia ini penghasilan terus bertumbuh, dan usia masih muda sehingga seseorang biasanya akan melakukan investasi resiko tinggi dengan harapan memperoleh imbal hasil yang tinggi pula.
  • Fase Konsolidasi. Usia 35 – 55 tahun dan berada pada pertengahan atau akhir perjalanan karier. Biasanya sudah melunasi hampir seluruh hutangnya dan memiliki sejumlah aset untuk membiayai pendidikan anak. Pada fase ini seharusnya penghasilan sudah melebihi pengeluaran, sehingga sisanya dapat digunakan persiapan masa pensiun.
  • Fase Pembelanjaan. Fase dimana seseorang sudah memasuki usia pensiun yakni 55 tahun keatas. Biaya hidup diharapkan berasal dari investasi pada fase sebelumnya. Ini adalah masa untuk menikmati hidup, walaupun tidak menutup kemungkinan (biasanya pada orang asia) pada usia ini orang tetap berkarya baik secara formil ataupun sekedar untuk menyalurkan hobi. Karena memang tidak mudah mengubah irama aktivitas harian selama kurang lebih 35 tahun.

12 queries