Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 


Agar Bisa Hamil Sesuai Waktunya

KOMPAS.com – Banyak perempuan yang begitu mudah hamil, banyak pula yang harus berjuang keras untuk bisa hamil. Perempuan dari kelompok yang sulit hamil ini tentu tidak pernah mengira bahwa dirinya harus melakukan banyak upaya agar dikaruniai momongan. Setelah menikah, setahun, dua tahun, dan seterusnya, dan si kecil tak juga hadir di tengah-tengah kehidupannya, barulah ia merasa khawatir.

Agar Anda tidak merasa panik belakangan, karena harus menjalani berbagai pemeriksaan dan pengobatan untuk bisa hamil, sebaiknya ubah gaya hidup Anda sedini mungkin. Selalu ada jalan keluar bila Anda mau berusaha, kan?

Ingin hamil 10 tahun lagi
Jangan merokok
, karena merokok bisa merusak telur dan rahim Anda, demikian pendapat
Rebecca Booth, MD, dokter kandungan dan kebidanan dari Louisville, Kentucky.

“Dengarkan” tubuh Anda. “Jika Anda merasakan sakit, konsultasikan,” saran Jamie Grifo, MD, PhD, dari NYU Fertility Center. Sakit di bagian panggul, atau menstruasi yang berat, tidak teratur, dan terasa sangat sakit, menunjukkan suatu kondisi yang mengganggu kesuburan, seperti endometriosis.

Ingin hamil dalam 1-3 tahun lagi
Makan sehat dan berolahraga. “Makanan yang terlalu manis atau karbohidrat yang mengandung zat tepung, dan jarang berolahraga, bisa melepaskan ovulasi,” kata Dr Booth. Sebagai gantinya, pilih gandum utuh, protein tanpa lemak, buah-buahan, dan sayuran, serta latihan selama 30 menit, lima hari seminggu.

Jaga berat subur. Sebanyak 12 persen kasus-kasus ketidaksuburan disebabkan karena perempuan mengalami overweight, atau justru underweight. Indeks Massa Tubuh (IMT) Anda yang paling subur adalah antara 18,5 dan 24,9. IMT sendiri merupakan ukuran mengenai berapa sehat berat Anda untuk tinggi badan Anda. Rumus mengukur IMT adalah: Berat Badan (kg)/(Tinggi Badan (cm)/100)2.

Ingin hamil… sekarang!
Rileks.
Semua orang selalu mengatakan, stres akan menyulitkan terjadinya kehamilan. Meskipun hal ini masih diperdebatkan, banyak pula ahli kesehatan yang menyetujuinya. Ketika stres, tubuh Anda melepaskan kortisol, hormon yang dapat menekan ovulasi. Untuk mengatasi stres, cobalah untuk melakukan meditasi atau yoga.

Cari tahu penyebabnya. Jika Anda sudah berusia di atas 35 tahun dan belum hamil setelah setahun menikah, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Kebanyakan perempuan berusia di atas 35 tahun baru hamil setelah setengah tahun menikah. Di Amerika, 70 persen pasangan hamil dalam enam bulan pertama setelah menikah.

DIN

Editor: din

Sumber: Glamour


Saat Putus Cinta, Pria Lebih Merana


KOMPAS.com - Pria juga manusia; karena itu mereka pun bisa menangis saat putus cinta. Tetapi siapa mengira, putus cinta ternyata lebih “memukul” pria daripada wanita?

Anda mungkin tidak percaya (karena si dia tampaknya terlihat cuek setelah putus hubungan dengan Anda), tetapi fakta tersebut merupakan hasil penelitian dari Wake Forest University di North Carolina. Dalam penelitian yang  melibatkan 1.000 orang dewasa (tidak menikah) berusia 18-23 tahun, terlihat bahwa hubungan yang tidak bahagia lebih mempengaruhi pria daripada wanita. Hanya saja, pria mengekspresikan kesedihannya dengan cara yang berbeda.

“Perempuan mengekspresikan kesedihannya dengan depresi, sementaranya pria mengekspresikannya dengan masalah-masalah substansi,” ujar Simon.

Robin Simon, profesor bidang sosiologi dari universitas tersebut, juga mendapati bahwa pria mendapat keuntungan emosional yang lebih besar dari aspek-aspek positif hubungan cinta yang sedang berlangsung. Kurang lebih begini penjelasannya: bagi pria muda, pasangan mereka sering menjadi sumber utama curahan kasih sayang. Berbeda dengan perempuan, yang cenderung punya kedekatan dengan keluarga dan teman-temannya.

Ketegangan dalam suatu hubungan sendiri sering dihubungkan dengan kesehatan emosional yang rendah, karena hal itu mengancam identitas dan penghargaan diri pria.

Kemudian, jika pria secara emosional lebih dipengaruhi oleh kualitas hubungannya saat ini, perempuan lebih dipengaruhi oleh kenyataan apakah mereka memiliki hubungan cinta atau tidak. Tidak heran, perempuan lebih cenderung mengalami depresi ketika hubungan itu berakhir, dan sebaliknya mendapat manfaat lebih hanya dengan berada dalam suatu relationship.

Survei ini awalnya dilakukan untuk studi jangka panjang mengenai kesehatan mental dan transisi ke kedewasaan. Karena itu menurut Simon, masih banyak yang perlu dipelajari mengenai hubungan antara pria dan wanita pada usia dewasa muda. Studi ini sendiri dipublikasikan di
Journal of Health and Social Behavior edisi Juni. 

DIN

Editor: din

Sumber: The Daily Mail


Tiga Bulan Nikah Bercerai, Apa yang Salah?

Tanya:
Pertama-tama, saya ingin bercerita tentang pengalaman kurang baik dalam hidup saya. Saya berumur 22 tahun, dan mantan suami berusia 31 tahun. Kami pernah menikah, namun hanya bertahan selama 3 bulan.

Namun, setelah setahun bercerai, saya masih belum bisa membuka diri pada pria lain. Pertanyaan saya, apakah ada kemungkinan saya kembali pada mantan suami? Masalahnya, sayalah yang minta bercerai dari suami, tapi baru sekarang saya menyadari bahwa saya menyesal.

Tapi, bila saya dan mantan suami tak bisa rujuk, kapan kira-kira saya mendapatkan penggantinya?

H – Jakarta

Jawab:
Kalau dilihat dari apa yang Anda rasakan, sepertinya Anda agak berat menghadapi perceraian ini. Itulah yang membuat Anda sulit membuka hati untuk pria lain.

Jika Anda menginginkan rujuk dengan mantan suami, tampaknya peluangnya hanya sekitar 40%. Tapi, kesempatan kembali dengan mantan suami bisa lebih besar bila Anda bisa menjalin komunikasi lagi dengannya. Masalahnya, Anda perlu berjuang, karena mantan suami mengalami sakit hati yang mendalam saat Anda minta bercerai dengannya.

Untuk soal jodoh, kemungkinannya tahun depan akan ada seseorang yang jauh lebih baik dan cocok untuk Anda. Tapi, semuanya tergantung pada Anda. Jika masih memikirkan mantan suami, hati Anda masih akan tertutup untuk pria lain.

Konsultan: Feri Purwo

Feri PurwoJika Anda punya masalah percintaan atau perkawinan, kirimkan pertanyaan Anda ke rubrik ‘Bincang Hati’ melalui email konsultasi.fiesta@vivanews.com “. Jangan lupa untuk mencantumkan nama lengkap Anda dan pasangan, berserta tanggal lahir. Nama pengirim akan disamarkan. Anda juga bisa curhat di www.curhaters.com

• VIVAnews


Wanita Wajib Berani Berkata Tidak Pada Rokok

VIVAnews – Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Departemen Kesehatan menggelar aksi simpatik di Bunderan Hotel Indonesia dengan tema saatnya melindungi rokok dari perempuan dan anak-anak. Tak hanya itu, wanita juga diharapkan bisa membantu memerangi rokok.

Menurut Kepala Promosi Departemen Kesehatan, Lilik Sulistyowati mengatakan jumlah perokok baru terus meningkat. Para perokok baru itu terdiri dari anak-anak bahkan balita. Hal ini tentu saja menimbulkan keprihatinan.

Untuk menyikapinya peran perempuan yang dianggap memiliki peranan penting dalam lingkungan keluarga sangat dibutuhkan untuk menjaga anak-anak jangan sampai bersentuhan dengan rokok.

“Sekarang perempuan harus berani bilang tidak pada rokok dan melarang merokok di dalam rumah,” kata Lilik saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu 29 Mei 2010.

Dari data yang didapat, rokok atau tembakau itu sangat berbahaya bagi kesehatan. Rokok atau tembakau mengandung lebih dari 4000 senyawa kimia yang membahayakan bagi kesehatan.

Dan 57 persen dalam rumah tangga di Indonesia itu diketahui mempunyai sedikitnya satu perokok. Tak hanya itu, hampir semua perokok itu sekitar 91, 8 persen merokok di dalam rumah.

Seseorang yang bukan perokok dan menikah dengan perokok dikhawatirkan akan mempunyai resiko menderita kanker paru-paru sebesar 20 sampai 30 persen. Selain itu, juga berresiko terkena penyakit jantung.

• VIVAnews


« Previous Page

50 queries