Empat Lokasi Bercinta Terburuk
VIVAnews - Melakukan hubungan intim dalam suasana berbeda selain kamar tidur merupakan salah satu obat mujarab menghangatkan hubungan yang hambar. Tapi, tidak mungkin melakukan adegan ‘panas’ dengan bebas di semua tempat publik bukan?
Sebelum melakukan aksi erotis bersama pasangan, sebaiknya hindari area umum yang bisa memicu masalah dan rasa malu seperti dimuat dalam She Knows.
Pasar swalayan
Mengumbar hasrat di toko yang ramai pengunjung membuat Anda dan pasangan bisa tertangkap basah pengunjung lain. Belum lagi bau khas di supermarket yang ramai yang akrab dengan aroma serangga dan sampah menurunkan gairah bercinta. Jadi, supermarket atau toko bukanlah ‘sexspot’ yang menarik.
Pesawat terbang
Hubungan intim di kloset pesawat terbang dalam ketinggian mungkin menjadi cerita menarik. Memang, perubahan tekanan atmosfer mempengaruhi intensitas hubungan intim. Namun, ruangan kloset yang sempit, dan seringnya digunakan orang lain selama perjalanan udara akan sangat mengganggu ‘aksi erotis’ Anda berdua. Bila ketahuan, Anda dan pasangan harus menghadapi pandangan mata semua penumpang atas ‘perbuatan tak pantas’ tersebut.
Mobil
Sebuah data mengungkap banyak pasangan muda yang melakukan hubungan seksual pertama kali di dalam kendaraan. Namun untuk itu, kalian berdua harus bisa menahan udara dingin. Akibatnya, pasangan ingin segera mengakhiri permainan dan memperoleh kehangatan. Selain itu, beberapa jenis mobil tertentu tidak menyediakan ruangan lebih yang mendukung ‘manuver’ kalian berdua.
Klub malam
Sebagian orang memilih klub malam sebagai alternatif bermain ‘cinta’ sambil menikmati minuman beralkohol. Perlu lebih berhati-hati saat melakukan aksi ini. Sebab, saat hasrat terpantik dan melupakan lingkungan sekitar, kemungkinan Anda berdua akan menabrak dan menjatuhkan sesuatu. Hal ini bisa menarik perhatian pengunjung lain, dan bahkan menyebabkan cedera.
• VIVAnews
6 Cara Memaksimalkan Penggunaan Ponsel
KOMPAS.com – Telepon genggam Anda seakan seperti menempel pada tangan Anda. Tak pernah bisa lepas dari keseharian. Saat sekarang ini, sepertinya sulit untuk bisa terlepas dari ponsel. Memang, telepon seluler adalah alat yang sangat baik untuk mendorong produktivitas personal. Alat kecil yang bisa menghubungkan Anda dengan orang lain yang berada di tempat nun jauh. Tak hanya lewat suara, tapi juga lewat teks dan gambar. Penggunaan telepon selular yang efektif bisa menambah kegunaan bisnis, namun kebiasaan yang salah justru bisa menjadi jebakan. Ikuti 6 aturan dasar berikutini dan Anda akan bisa menikmati manfaat teknologi sambil menghindari lubangnya:
Aturan 1: Kontrol telepon Anda
Jangan menjadi orang yang kompulsif dengan menjawab setiap telepon yang masuk setiap waktu, dan di mana pun. Nonaktifkan atau buat dalam profil sunyi ketika Anda sedang menjalani waktu berkualitas dengan orang terdekat agar bisa terus menjaga keseimbangan kehidupan personal. Gunakan voice mail jika memang perlu, dan telepon kembali telepon yang terlewat tersebut dalam waktu yang lebih tepat.
Aturan 2: Fokus pada pelanggan yang datang secara personal
Ketika Anda sedang bersama pelanggan, kolega, atau bahkan teman, berikanlah perhatian penuh kepada mereka. Hindari menjawab telepon atau pesan-pesan Twitter saat sedang bersama mereka. Jangan biarkan presentasi Anda kepada pelanggan terhenti hanya karena ada telepon masuk ke dalam ponsel Anda. Ingatlah, orang yang sedang bertatap muka dengan Anda adalah pelanggan penting saat itu. Jika Anda membiarkan terjadi interupsi, akan mengirimkan pesan yang salah kepadanya. Matikan telepon dan dengar baik-baik orang yang berada di seberang meja Anda.
Aturan 3: Rapat bisnis
Jangan biarkan ada telepon yang mengganggu merusak rapat Anda. Jika rapat itu penting untuk masuk ke dalam jadwal Anda, berarti sudah pasti orang yang datang juga adalah orang-orang yang penting. Interupsi bisa merusak aliran rapat yang produktif, membuang waktu, dan membuat orang yang ada dalam rapat kehilangan konsentrasinya.
Aturan 4: Kontrol biaya
Bahkan perencanaan waktu menelepon pun bisa membuat Anda boros keuangan. Saat ini sudah banyak promo-promo gratis menelepon di jam-jam tertentu. Cobalah untuk menargetkan waktu menelepon Anda. Tak perlu harus menggunakan penawaran telepon tersebut hanya karena memang ada penawaran. Jika memang ada yang harus didiskusikan, tak masalah untuk menelepon jika memang bisa. Jika Anda menggunakan jam gratis, bukan berarti menelepon di jam segitu akan cukup produktif bagi orang yang menerima telepon. Hindari penggunaan telepon yang tak penting.
Aturan 5: Lakukan satu per satu
Jangan mencoba melakukan banyak hal sambil menelepon, apalagi sambil menyetir. Ketika Anda menelepon sambil menyetir, Anda tak memberikan perhatian penuh kepada orang yang menelepon Anda, siapa pun itu. Bayangkan Anda sedang menelepon lalu tiba-tiba ada motor yang menerobos jalan Anda, tidakkah refleks Anda akan berkurang karena tidak fokus?
Aturan 6: Buat sepribadi mungkin
Ketika Anda menerima telepon di tempat umum, semua orang dalam jarak yang cukup untuk mendengar akan mencoba mendengarkan perkataan Anda. Lebih parahnya, beberapa pengguna telepon merasa mereka harus berteriak agar orang yang di ujung telepon sana bisa mendengarnya. Bagaimana pun, bicara di telepon genggam dengan nada suara yang tinggi saat berada di tempat publik, seperti di bus, restoran, bioskop, dan lainnya. Jika Anda memang harus menerima telepon penting di tempat umum, minta izin ke orang yang sedang bersama Anda, dan pergilah ke lokasi yang lebih sepi.
Bagaimana menurut Anda? Ada lagi aturan yang patut diketahui orang lain seputar penggunaan telepon genggam?
NAD
Editor: NF
Sumber: powertochange
Tetap Romantis Usai Punya Anak
VIVAnews - Sejumlah pasangan kerap kehilangan suasana romantis setelah kehadiran anak. Mereka terlalu larut dengan kesibukan mengurus anak. Apalagi, jika mereka tak memanfaatkan tenaga pengasuh anak.
Padahal dengan manajemen rumah tangga yang baik, semua itu tak perlu terjadi. Setiap pasangan tetap bisa bermesraan tanpa mengabaikan kebutuhan buah hati. Simak beberapa tips yang dipaparkan di laman Your Tango berikut.
1. Menikmati pagi bersama
Pergunakan waktu luang saat anak belum terbangun di pagi hari. Luangkan waktu untuk menikmati kopi atau teh bersama pasangan. Anda juga dapat mengobrol sambil menyiapkan sarapan selagi buah hati belum bangun.
Waktu kebersamaan seperti ini dapat mendekatkan hubungan, selain keintiman di ruang tidur. Mengobrol dari hati ke hati dapat meredakan stres akibat pekerjaan di kantor dan permasalahan mengurus anak.
2. Asuh anak dengan rileks
Jangan merasa segala kerumitan mengurus anak berlangsung selamanya. Yakinkan diri bahwa anak pada saatnya akan semakin mandiri dan tak terlalu tergantung pada orangtua. Pikiran semacam ini akan membuat kehidupan lebih rileks. Jangan terlampau tenggelam dengan aktivitas mengurus anak.
3. Pikirkan hal berbeda
Sesekali, manjakan diri Anda dengan menginap di hotel. Anda pun terbebas dari pekerjaan rumah tangga dan memasak. Malam hari setelah anak tidur bisa Anda gunakan berdua untuk saling bermesraan.
Sesekali, rencanakan liburan romantis berdua seperti sebelum memiliki anak. Sempitnya waktu bermesraan justru akan membuat liburan lebih berkesan, karena masing-masing lebih menghargai dan menikmati waktu kebersamaan. Titipkan anak pada orang tua atau penitipan agar kalian memiliki waktu berdua. (umi)
• VIVAnews
Pesona Pantai Pasir Putih Samalona
TEMPO Interaktif, Makassar –
Dari memancing, berjemur sampai snorkling, atau membaca buku sambil menikmati keindahan pemandangan sekitarDAENG Jalling menyapa ramah di dermaga kayu, pintu masuk pulau Samalona. Lelaki 65 tahun ini menawarkan kepada tamu tempat menginap, ikan bakar, atau perlengkapan snorkling. Tamu merupakan berkah bagi warga Samalona. Sejauh pengunjung melangkah, warga langsung menawarkan jasa.
“Bulan-bulan seperti ini, pengunjung belum begitu ramai, biasanya antara bulan Juli dan Agustus baru ramai,” kata Daeng Jalling, tokoh masyarakat Salamona Sabtu dua pekan lalu. Seperti halnya Daeng Jalling, lazim bagi penduduk pulau menawarkan jasanya dibibir pulau berpasir putih ini.
Dua pekan lalu Tempo melakukan perjalanana wisata bahari ke Pulau Samalona. Samalona menjadi satu dari lima kawasan yang akan dijadikan sebagai objek wisata andalan Sulawesi Selatan. Kawasan lain diantaranya, China Town, dan Tidung Mariolo. Tahun ini rencananya pemerintah daerah akan mempercantik lokasi-lokasi itu.Menginjakkan kaki di pulau, pengunjung disambut hamparan pasir putih dengan pepohonan yang menutup pandangan sisi lain pantai. Sabtu 16 Mei lalu pengunjung tak begitu ramai. Ini tak mengurangi keindahan pantai pasir putih dan pemandangan sekitar pulau serta riak air yang menepi. Memang wisata di Samalona cukup terpengaruh ketika isu terorisme mulai merebak. Daeng Lallo, Ketua RT mengatakan pulau berpenduduk 65 jiwa itu kini hanya dikunjungi warga lokal. Pada tahun 1990-an, turis asing masih banyak yang berlibur di pantai ini. Mereka sekedar berjemur, menyelam, atau memancing. “Apalagi promisi wisatanya juga kurang,” kata Lallo.Berada di pulau ini, aktivitas bisa dilakukan sembari menanti dan menonton keindahan matahari terbit atau tenggelam. Saat berada di tengah pulau, sisi tepi pantai begitu jelas terlihat. Tak rugi bermalam di pulau ini. Biaya penginapan bervariasi, tergantung vasilitas dan kapasitasnya, dari Rp 250 ribu per malam sampai Rp 1 juta per malam. Menikmati hawa segar sembari membaca buku terasa nyaman dengan menggelar tikar di tengah pulau dibawah pohon-pohon tua pelindung sengatan langsung terik matahari, di pantai, atau di penginapan. Ketika perut mulai keroncongan, warga siap menyediakan menu ikan bakar. Biasanya Ikan bakar ditawarkan dalam satu paket dengan nasi dan sayur plus lalapan. Harganya Rp 150 ribu untuk lima sampai enam orang. Jika ingin menambah kegiatan, bawa ikan dari Makassar dan bakar di sana ramai-ramai. Maklum kalau harus membawa ikan sendiri, penduduk Samalona kurang aktif mencari ikan. Mereka mengambil ikan biasanya dari nelayan atau pasar di Makassar.Era tahun 1970 hingga pertengahan 1980, saat Samalona belum menjadi kawasan wisata, mata pencaharian warga adalah nelayan. Tapi mereka kalah bersaing dengan nelayan dari pulau lain. Satu persatu nelayan beralih profesi melayani kebutuhan pengunjung. Ketika hawa panas mulai terasa, pantai hanya berjarak sekitar 15 meter dari tengah pulau. Alternatifnya, berenang, menyewa perahu untuk memancing ke tengah laut atau menikmati pemandangan bawah laut alias senorkling. Peralatan snorkling bisa disewa Rp 25 ribu per hari atau membawa sendiri. Kini Dinas Pariwisata Kota Makassar hendak menjadikan Samalona menjadi kawasan wisata yang profesional. Masyarakat lokal akan diberdayakan, rumah penduduk diperbaiki, dan berbagai pelatihan. Kepala Dinas Pariwisata Kotam Makassar, Rusmayani Madjid berharap Samalona menjadi andalan wisata Kota Makassar. “Pulau ini satu dari 11 pulau yang akan dikembangkan,” kata dia. Konsep pengembangannya akan diluncurkan dalam dua bulan ke depan. Keindahan Samalona pernah menarik investor berinvestasi dalam mengembangkannya menjadi kawasan wisata bahari. Sayang warga tak menyetujui proses ganti rugi. Jejak upaya pengembangan bisa dilaihat dari sebuah mesin pengolahan air payau menjadi air tawar. Mesin hanya beroperasi beberapa bulan, selanjutnya, hanya menjadi beban karena biaya operasional yang melangit.Untuk dikatakan sebagai kawasan wisata profesional, Samalona memang masih jauh. Samalona akan lebih menarik jika lebih ditata. Dengan begitu, warga tak perlu lagi secara bergantian menawarkan jasa kepada pengunjung yang ingin menikmati suasana bahari dan keindahan Samalona.ARIFUDDIN KUNU Sempit Tapi Bisa Eksotis
SAMALONA memiliki luas kurang lebih 2,34 hektar. Pulau di Selat Makassar berada di sebelah barat daya pantai barat Sulawesi Selatan, atau sekitar dua kilometer sebelah barat kecamatan Wajo. Secara administratif Samalona masuk wilayah administrasi Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dari benteng tua Fort Rotterdam pulau sudah tampak terlihat. Perlu sekitar 30 menit perjalanan menggunakan perahu kayu bermesin tempel mencapainya. Kemegahan gedung di Kota Angin Mamiri tampak jelas dari pulau ini. Begitupula pulau-pulau kecil disekitarnya. Sehingga dari pulau ini, pelancong bisa melanjutkan perjalanan wisatanya ke pulau terdekat lain.Sayang warga Samalona tak menyediakan fasilitas jetski. Penyewaan alat kurang dikelola secara profesional. Bangunan penduduk kurang tertata. Penempatan berbagai kebutuhan warga yang sembarangan jelas mengurangi keindahan dalam pulau. Padahal potensi wisata eksotis bisa didapat jika pengelolaannya lebih baik lagi.ARIFUDDIN KUNU






