ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Kalau Anak Suka Menggigit

Setiap harinya saat saya bekerja,  saya menitipkan anak saya yang berusia 17 bulan di day care. Beberapa hari yang lalu, saya dibuat kaget oleh laporan pengasuhnya di sana, bahwa anak saya menggigit tangan temannya yang berumur 11 bulan, sampai berbekas dan membiru. Sungguh kaget, karena anak saya di rumah tidak suka menggigit papa atau mamanya.

Pada anak usia bayi hingga balita, ternyata memang ada kalanya anak menjadi suka menggigit, karena masih terbatasnya kemampuan anak untuk berkomunikasi. Saat mereka merasa kurang nyaman, merasa terancam, mencari perhatian atau giginya sedang tumbuh mereka akan mengungkapkannya dengan menggigit. Sebagai orang tua kita perlu mengenali lebih jelas alasan mengapa anak suka menggigit.

  • Tumbuh Gigi: pada fase ini, anak akan merasa kurang nyaman dengan gusinya, dia akan melampiaskan rasa kurang nyamannya ini dengan menggigit mainan atau jari tangannya sendiri untuk membantu mengurangi rasa tidak nyamannya ini.
  • Tahap eksplorasi: saat anak masih bayi, baru belajar makan, merangkak dan belajar berjalan, indera mereka juga ikut semakin berkembang. Untuk mengenali barang baru biasanya anak akan menggigit barang tersebut. Hal ini harus menjadi perhatian orang tua agar kebiasaan menggigit ini tidak terbawa sampai dia beranjak balita dan menggigit adalah tindakan yang dapat melukai.
  • Mencari perhatian: Saat anak merasa kurang menerima perhatian yang cukup oleh orang dewasa di sekitarnya, ia akan menggigit tangan orang-orang yang ada di sekitarnya. Ia berpikir bahwa gigitan tersebut cukup efektif untuk membuat perhatian orang dewasa beralih kepadanya.
  • Komunikasi: Anak ingin memiliki mainan yang sedang dimainkannya oleh kawannya dan susah untuk direbut, untuk memudahkan mendapatkannya anak akan menggigit temannya. Hal ini sangat perlu menjadi perhatian orang tua, orang tua harus mengajarkan kepada anak bahwa menggigit bukanlah cara untuk mendapatkan barang atau mainan.
  • Meniru: Anak melihat salah satu teman seusianya sering menggigit dan dia melihat bahwa tindakan itu asyik dan tidak membuat orang sakit, sehingga ia pun ikut melakukannya.
  • Merasa terancam: Saat anak diserang oleh teman sebayanya atau anak yang berusia diatas dia, dan merasa bahwa posisinya terancam dan tidak tahu harus berbuat apa, hal yang paling mudah akan dilakukannya adalah menggigitnya lawannya.

Sebagai orang tua yang anaknya memiliki kebiasaan menggigit jangan dibiarkan saja, atau memiliki pikiran bahwa kebiasaan itu nantinya akan hilang dengan sendirinya seiring usia anak semakin bertambah. Kita harus menanamkan sejak dini kepada anak, bahwa menggigit adalah kebiasaan yang buruk dan dapat menyakiti orang-orang disekitarnya yang mengasihinya. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua:

  • Terapkan aturan: Aturan di rumah adalah tidak boleh menggigit, selalu terapkan dan tanamkan pada anak.
  • Meminta maaf: Jika anak menggigit kawannya, tunjukkan perhatian kepada kawannya dan ajarkan pada anak untuk langsung minta maaf kepada kawannya. Agar anak tahu bahwa tindakannya itu menyakiti dan membantu memuculkan sikap empati pada anak.
  • Tindakan Disiplin: Jika diperlukan, saat anak tertangkap sedang menggigit orang lain berilah tindakan mendudukan sang anak di sudut ruangan atau di anak tangga selama selang waktu 1-5 menit atau tergantung kebutuhan orang tua. Selalu kembalikan anak ke tempat yang anda sediakan karena anak pasti akan menangis dan memberontak. Karena selang waktu ini bisa dipakai untuk mengeluarkan emosinya dan membantu meredakannya juga. Di saat emosi dan tangis anak mereda, itu adalah saat yang tepat untuk mengajakanya berbicara dan mengajarkan bahwa menggigit adalah tindakan yangburuk dan melukai. Selalu ingatkan anak, jika anak mengulangi perbuatannya, dia akan mendapatkan tindakan disiplin.
  • Konsekuensi: Yang dimaksud disini adalah pemberian hal yang positif kepada anak. Jika anak tidak menggigit temannya atau orang lain, anak akan mendapatkan konsekuensi pelukan, pujian dan ciuman atau hal-hal lain yang disukai oleh sang anak. Hal ini mengajarkan kepada anak bentuk perbuatan benar yang boleh dilakukannya.
  • Perhatian: Sebagai orang tua yang sibuk bekerja, selalu manfaatkan waktu yang terbatas untuk memberi perhatian yang berkualitas kepada anak anda. Supaya anak memahami walaupun orang tua bekerja tetapi kasih sayang dan perhatian tetap cukup diterimanya.

Semoga hal ini bisa membantu orang tua yang mengalami hal yang sama seperti saya, sehingga pertumbuhan emosi anak kedepannya menjadi lebih baik.

MENGATASI ANAK GALAK….

Perilaku anak yang galak seperti suka memukul dan menendang teman atau orang yang tidak disukainya kadang membuat kita kerepotan karena bisa jadi ia akan dijauhi oleh teman-temannya, perilaku ini membutuhkan arahan orang dewasa sehingga ia mampu mengalihkan ekspresi emosi pada prilakku yang lebih bisa diterima oleh lingkungan. Di sini peran orang tua sangat dibutuhkan dalam mengarahkan anak dalam mengekspresikan pikiran dan perasaannya, tanpa arahan yang jelas dan tegas , anak semakin sering menampilkan prilaku tersebut.

Untuk mengatasi masalah tersebut ada beberapa hal yang harus kita lakukan sebagai orang tua yaitu :

  1. Amati prilaku orang dewasa dan anak-anak yang ada di sekitarnya, adakah yang berprilaku kasar seperti itu? jika ada maka prilaku kasar/galak akan semakin menguat karna anak mencontoh dan meniru orang-orang disekitarnya. Oleh karena itu sebisa mungkin jauhi tindak kekerasan dari anak kita.
  2. Prilaku kasar/galak bisa didasari oleh perasaan tidak nyaman atau tidak aman, sebagai orang tua kita perlu menggali perasaan anak dan mencari tau hal-hal apa saja yang membuatnya tidak senang atau yang membuatnya senang.
  3. Arahan yang tegas dan jelas, bila anak akan memukul katakan padanya “tidak boleh” dan jelaskan kalau dipukul itu sakit jadi kamu tidak boleh memukul. Biasanya pada anak usia 3 tahun keatas biasanya dia mulai mempertahankan keinginannya, oleh karena pada usia ini anak bila dilarang akan semakin terdorong utk melakukan. Daripada melarang anak lebih baik mengalihkan perhatiannya atau bersikap tegas dengan memberikan konsekuensi dengan tindakan, misalnya menghentikan aktifitasnya dan membuatnya diam sejenak di tempat yg berbeda.
  4. Tangkap perasaan anak, misalnya dengan mengatakan : “kakak kesal yaa..sini nak peluk mamah…kakak cerita yaa apa yang bikin kamu kesal?” dengarkan anak cerita dan bilang padanya “iya mamah mengeri kenapa kamu kesal…tapi kamu tetap tidak boleh memukul teman kamu karna memukul itu membuat orang jadi sakit”. cara ini bisa mengajarkan anak untuk belajar cara menyampaikan perasaannya.
  5. Ajari anak untuk berani mengeluarkan  perasaannya, kenali ia dengan kata tidak mau, tidak boleh, hentikan dan sebagainya.
  6. Semarah apapun kita tidak dibenarkan memukul atau  mencubit sebagai cara mendisiplinkan anak karena anak akan semakin menyakini klu tindakan kekerasan itu wajar untuk menyatakan ketidak nyamanan, oleh karena itu tidak perlu malu untuk meminta maaf pada anak bila tindakan kita salah.
  7. Terakhir, dalam membesarkan anak bukan hanya mengasuh dan menyediakan kebutuhannya saja tapi kehadiran dan peran serta orang tua dalam hal mendampingi, mendidik dan mengajari banyak hal adalah sangat penting utk tumbuh kembang anak.

mudah2an anak2 kita menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan menjadi penyejuk hati kita amien…

Salam Hangat

EROH

www.erobiznet.tk

 

 

Membaca Itu Asyik

Kebiasaan membaca yang baik yang Anda lakukan selama ini, adalah contoh nyata yang dapat dilihat anak. Anak akan melihat dan meniru.

Itu sebagian dari sederet manfaat yang dapat diperoleh anak dari kebiasaan membaca buku. Pengetahuan yang didapat dari buku yang dibacanya, akan        membuat anak mampu mengekspresikan diri dengan lebih baik. Anak juga akan lebih siap dalam menghadapi kehidupan nyata, serta dapat belajar untuk menyikapi situasi maupun lingkungan baru yang asing bagi mereka. Agar didapat berbagai manfaat dari kebiasaan membaca, anak harus diperkenalkan dulu pada kebiasaan membaca yang baik.

1. Bacakan Buku untuk Anak

Anak-anak senang mendengarkan cerita, apalagi dibacakan dengan suara keras, karena setiap kata yang diucapkan terdengar jelas. Dengan intonasi dan peragaan, semakin mudah bagi si kecil untuk memahami dan menghayati cerita. Misalnya, saat Anda menirukan suara aneka jenis binatang yang menjadi tokoh di dalam buku cerita fable, atau meragakan gerakan para tokoh cerita. Dr. Stanislas Dahaena ahli perkembangan otak anak dari Prancis membuktikan lewat risetnya, anak-anak yang pintar di sekolah serta pembaca yang rajin membacakan buku kepada mereka. Tanamkan kebiasaan baca buku melalui kegiatan mendongeng atau membacakan buku cerita sebelum tidur.

2.       Sediakan ruaang baca

Buat sebuah sudut baca di rumah anda atau buatkan perpustakaan mini, isi dengan rak-rak buku untuk menyimpan koleksi buku anda dan keluarga. Aturlah agar tempat baca ini terasa nyaman dan menyenangkan sehingga anak senang mengisi waktunya dengan membaca. Atur buku anak-anak di rak bagian bawah agar buku mudah diambil dan dikembalikan lagi oleh anak tanpa minta bantuan. Alasi lantai dengan karpet dari bahan karet agar tidak memerangkap debu, tapi anak tetap dapat membaca buku dilantai dengan nyaman. Atau, taruh sofa mini ukuran anak dan pasang lampu baca yang cukup terang.

3.       Bebas meletakan buku

Buku dapat dibaca dimana saja dalam setiap kesempatan. Bebaskan anak meletakan bukunya ditempat-tempat yang mudah dijangkau, misalnya diatas meja kecil di samping tempat tidur, diruang tamu, di dapur atau di rak dinding toilet.

4.       Jadi anggota perpustakaan

Anda tidak harus selalu membeli buku, manfaatkan taman bacaan di dekat rumah, ajak anak untuk pinjam buku di taman anggota taman bacaan atau perpustakaan. Sikecil pasti akan senang punya kartu perpustakaan. Ini member kesempatan pada si kecil untuk meminjam buku atas namanya sendiri, dan mendapat kesempatan untuk memilih buku-buku yang ingin dipinjam dan baca.

5.       Ajak rutin ke perpustakaan

Terapkan jadwal rutin ke perpustakaan, misalnya dua kali dalam sebulan. Selama di perpustakaan biarkan anak mempelajari suasana diperpustakaan sambil duduk membaca buku di meja dan kursi yang tersedia. Ini juga akan membuka peluang kepada si kecil untuk bersosialisasi dengan anak-anak lain.

6.       Jangan paksa anak membaca

Bebaskan si kecil membaca kapan pun dia inginkan. Anda tak perlu memaksakannya untuk membaca. Berikan contoh saja, misalnya ambil buku yang ingin anda baca. Ketika anak tergerak untuk duduk disamping Anda, barulah ajak dia berbagai cerita atau ceritakan isi buku yang sedang And abaca. Sebutkan hal-hal menarik di dalam buku tersebut yang mengundang rasa ingin tahu anak untuk mengetahui lebih lanjut. Atau biarkan dia menentukan halaman mana yang ingin dibacanya.

7.       Lakukan kegiatan sesuai tema

Kaitkan buku bacaan dengan kegiatan sehari-hari, Misalnya saja anak balita laki-laki anda sangat menyukai buku tentang mobil, kapan-kapan ajak dia membantu,  mencuci mobil, ke bengkel, atau mengisi bensin. Jelaskan pada anak mengapa mobil harus dicuci, diganti oli, dan di isi bensin.

8.       Manfaat album foto dan film

Minat si kecil terhadap tema yang dibacanya didalam buku yang dapat anda dukung dengan foto yang anda koleksi di dalam foto biasa, di dalam ipad atau notebook, serta aneka film dengan tema yang berkaitan. Misalnya, si kecil senang membaca tentang burung penguin, carikan foto-foto tersebut lalu bantu si kecil mengoleksinya didalam sebuah album foto. Atau anda bisa juga membelikan beberapafilm tentang kehidupan burung penguin, seperti “happy feet” dan “march of the penguins”.

9.       Ajak anak membuat buku cerita

Anak-anak senang bercerita, kadang-kadang kenyataan dibumbui khayalan. Tuliskan dikertas, cerita yang dibuat si kecil. Kemudian pindahkan dia atas kertas yang lebih bagus. Kumpulkan cerita-cerita itu menjadi satu buku. Lubangi kertas, kemudian ikat dengan tali atau benang warna-warni. Hiasi dengan gambar, anak yang mewarnai gambar itu. Buku cerita buatan si kecil bisa juga berupa “komik” yang dibuat dari lembaran kertas berisi coretan gambar-gambar buatannya. Kegiatan ini selain membangun minat baca yang baik juga menggali bakat mengarang dan menulis si kecil.

10.  Beri contoh yang baik

Kebiasaan membaca yang baik yang anda lakukan selama ini, adalah contoh nyata yang dapat dilihat anak. Anak akan melihat dan meniru. Tunjukan kepada si kecil kebiasaan membaca apa saja. Majalah, buku, komik, buklet, atau sekedar melihat foto=foto di dalam album. Di mata anak, semua itu akan dilihat sebagai aktivitas membaca. Berikan pula contoh membaca dengan posisi tubuh yang benar, tidak sampai tiduran misalnya, perhatikan juga penerangan saat membaca serta jarak baca yang sehat untuk mata, yakni sekitar 30cm dari mata.

Mencetak Anak Cerdas dan Berprestasi

 

Setiap orang tua tentu ingin anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat serta memiliki karakter yang baik serta memiliki akhlak dan moral yang tinggi. kita tahu manusia selain makhluk individu, juga makhluk sosial, aartinya manusia juga membutuhkan orang lain tak bisa hidup sendiri. Dalam upaya memperoleh bantuan dari orang lain itulah maka ada tata caranya, ada aturan-aturan agar tiap orang bisa mencapai tujuannya.

Aturan ini secara budaya akhirnya dikenal sebagai norma. Norma tersebut akan sampai kepada individu melalui 3 hal, yaitu sosialisasi, internalisasi, dan identifikasi. Ketiga hal tersebut dimulai sejak dini, sejak anak mulai berinteraksi dengan lingkungan. Bukankah sosialisasi terjadi saat anak mulai mengenal lingkungan di dalam maupun di luar rumah, tapi terutama lingkungan di dalam rumah karena itulah dasarnya. Saat itulah basic trust terbentuk. Dari bayi sampai usia setahun, ia mulai belajar dirinya berharga atau tidak. Di sini ia mulai mengembangkan bagaimana caranya agar ia eksis di lingkungannya.

Tentunya, untuk bisa eksis akan banyak tuntutan yang harus ia terima. Diantaranya aturan, baik yang tertulis maupun tidak. Namun bagi anak, tak masalah apakah aturan itu tertulis atau tidak. Yang penting, apa yang sampai kepadanya. Proses sampai kepada dirinya itu dinamakan internasilisasi. Selanjutnya, ia akan menyerap melalui proses imitasi dari orang-orang terdekatnya, yaitu figur-figur yang bermakna buatnya, entah ibunya, ayahnya, kakaknya, atau malah pengasuhnya. dari proses imitasi inilah muncul identifikasi, ia mencoba meniru apa yang dilakukan orang dewasa yang ia pilih dan punya makna buatnya. Biasanya figur tersebut adalah orang tua atau kakak.

Itulah mengapa, sejak anak mulai mengenal lingkungan pembentukan norma atau moral menjadi sangat penting. penanaman nilai-nilai moral ini akan lebih mudah terserap oleh anak bila dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Sampai nanti ia berusia 10 tahun, apa yang kita sampaikan akan membentuk sistem nilai tersendiri. Selanjutnya sistem nilai ini akan membentuk dalam dirinya hingga ia besar nanti.

Agar ia tahu aturan, kecerdasan moralnya harus dikembangkan, tentu secara bertahap. Mulailah dengan konsep boleh dan tak boleh, bukan konsep salah benar karena anak belum mengerti apa itu salah dan benar. Tapi kalau sesuatu boleh dan tak boleh dilakukan, akan lebih mudah diterima oleh konsep berpikirnya. Selanjutnya bila ia dimarahi karena melakukan hal yang tak boleh, barulah ia tahu bahwa itu salah.

Tapi jangan lupa, aturan harus jelas. Misal, “kakak tidak boleh meludah sembarangan”, kalau ia tanya “kenapa, Ma? jelaskan alasannya. Dari sini orang tua bisa masuk pada konsep sopan dan tak sopan. Dalam kultur Timur, konsep sopan dan tak sopan merupakan norma pertama, baru kemudian konsep benar dan salah. Namun begitu, jangan langsung katakan bahwa ia tak sopan karena ia tak bisa langsung menangkap apa itu sopan.

Jadi, penjelasannya harus secara kongkret dulu. Misal, “itu tidak boleh karena ludah mengandung kotoran.” Kendati secara kultur bukan karena kotorannya yang penting melainkan sopan dan tak sopan. Baru kemudian dilanjutkan “itu juga tidak sopan kalau kakak meludah sembarangan.” Dengan demikian, ia akhirnya akan mengaitkan bahwa yang baik dan sopan itu kalau tidak meludah semabarangan, hal ini kongkret untuk anak.

Contoh lain, “kakak tidak boleh lewat begitu saja di depan orang tua, itu tidak baik. Yang baik itu kalau lewat di depan orang tua, jalannya dengan menunduk, itu yang sopan.” ia akan mengaitkan bahwa yang baik dan yang sopan itu kalau lewat di depan orang tua dengan menunduk.

Jadi, jangan cuma asal melaeang tapi juga menjelaskan kenapa tidak boleh dan kenapa boleh, agar anak tak bingung. Disamping ia menyerap konse p boleh dan tak boleh untuk dikembangkan pada konsep benar dan salah. Bukankah kita hendak membenahi sistem nilai yang salah? jadi, ia perlu memperoleh penjelasan supaya tahu persis kenapa boleh dan kenapa tak boleh sehingga ia lebih menyerap.

Contoh lain lagi, saat bertamu. Terangkan dengan jelas, “Adek tak boleh berlarian kesana ke mari, itu tidak baik dan tak sopan dilakukan di rumah orang.” Terangkan pula apa yang boleh, misal “yang boleh dilakukan kalau di rumah orang adalah duduk, kalau dikasih minum bilang terima kasih. kalau adek minum, bilang permisi dulu itu namanya sopan.” Dengan demikian, konsep sopan santun dan boleh tidak ini akan mudah terserap olehnya.

Tentu memberi tahunya sebelum berangkat bertamu, menjelang situasi yang akan ia jumpai. jangan terlalu awal memberi tahunya, misal beberapa minggu sebelumnya, ia akan cepat lupa  tapi kalau sesaat sebelum pergi, ia akan mudah mengingatnya.

yang jelas, konsep norma harus terus-menerus diberikan kepada anak, hingga semakin hari semakin banyak konsep norma yang tertanam dalam dirinya.

Selanjutnya, bila ia melanggar hal yang tak boleh, harus ada konsekuensinya berupa hukuman, sebaliknya bila ia patuh, berilah pujian atau hadiah. dari sini ia belajar tentang konsep benar-salah. Bukankah dengan mendapat konsekuensi, ia jadi tahu bahwa sesuatu itu salah atau benar? kalau ia mendapat pujian karena tingkah lakunya, berarti apa yang dilakukannya itu benar. Tapi kalau tingkah lakunya itu mendapat hukuman, berarti ia salah.

Tentu perihal salah tidaknya perilaku si anak harus diberitahui orang tua. Misal, selama bertamu ia duduk dengan sopan dan manis, ia pun permisi dulu saat hendak main. Sepulang bertamu, kita harus menjelaskan “Tadi perilaku adek itu benar, Mama bangga karenanya. Nanti kalau bertamu lagi ke rumah orang lain harus seperti itu ya”! Dengan demikian, ia mendapat masukan langsung apa itu yang benar dan salah.

Kita pun bisa mengaitkan konsep benar-salah dengan konsep kejujuran,keadilan,persaudaraan,dan menghormati orang lain. Tinggal orang tua mau menanamkan konsep mana yang utama untuk anaknya. jadi, bila kita ingin si kecil punya prinsip yang kuat, menghargai orang lain, maka itulah yang harus terus-menerus secara konsisten ditanamkan kepadanya.

Cara Mengatasi Kebiasaan Mencontek Pada Anak

1. Bentuk kepedulian orang tua tanyakan mengapa anak mencontek, jawaban anak anda menjadikan anda dapat besikap  dan bertindak, selalu selidiki perkembangan pola belajar anak anda sebagai usaha pencegahan.

2. Tolonglah anak anda untuk menemukan jalan keluarnya dan memberikan motivasi, jika anak merasa tidak siap untuk menghadapi tes dan merasa takut gagal.

3. Memberi bantuan dan bimbingan pada anak anda dalam belajar di rumah sebagai sarana komunikasi pemberian nasehat.

4. Orang tua memberikan penjelasan tentang keburukan mencontek.

5. Katakan kepada anak anda bahwa  sebuah nilai B dapat diterima jika hasil dari usaha terbaik  dan mengerjakannya dengan kejujuran.

6. Jika menurut anda kemampuan anak anda di bawah standar, maka carilah bimbingan belajar lain terlepas dari bimbingan yang anda berikan sendiri.

7. Jika anak anda ketahuan mencontek, tindakan anda adalah tidak menghukum atau mengejek anak anda namun berilah kesempatan anak anda untuk bertanggungjawab.

8. Pujilah anak anda atas usaha terbaiknya, hal ini berbeda dengan berusaha menjadi yang terbaik.

9. Orang tua atau pendidik sebaiknya selalu memperaktikan atau member contoh perbuatan yang baik, bisa juga dengan mengatakan bahwa  “anda tidak meniru pekerjaan orang lain”

10. Bersikap tenang, jika anak anda mengakui perbuatan curang yang dilakukan karena kemauannya sendiri

10 Tempat Pernikahan Paling Unik (II)

VIVAnews – Hampir setiap pasangan memimpikan pesta pernikahan yang indah. Mereka umumnya memilih tempat-tempat favorit seperti rumah ibadah, gedung, atau tepi pantai.

Tetapi tidak bagi sepuluh pasangan pengantin berikut ini. Mereka menciptakan momen pernikahan tak terlupakan dengan memilih tempat-tempat unik, bahkan ekstrim.

Jika Anda berencana untuk membuat upacara pernikahan yang tak terlupakan, ide-ide gila berikut mungkin bisa menjadi inspirasi.

5. “Neraka”

Menikah di NerakaTina Milhoane (22 tahun) dan Robert Seifer (24 tahun) menikah di lantai 7 Naraka, yang merupakan bagian dari rumah hantu tempat mereka bekerja. Pengantin wanita berpakaian putih dengan percikan noda merah untuk meniru karakter Carrie. Ada juga yang berperan sebagai Grim Reaper dan membacakan doa kepada Tuhan dan memimpin tamu undangan.

4. Dalam air

Menikah di dalam airBanyak orang yang ingin menikah di dalam air. Jules Undersea Lodge membuatnya menjadi kenyataan. Dengan US$1.750 ditambah pajak, mereka dapat memiliki kabin bawah air bahkan tinggal di sana untuk berbulan madu.

Tamu juga akan menyelam ke penginapan bawah air yang memiliki banyak ruang untuk bersantai dengan dua kamar tidur, ruang makan, dapur dan tempat tinggal. Lodge ini berlokasi di Key Largo Florida yang berada 21 kaki di bawah air.

3. Resor “Telanjang”

Menikah tanpa busanaTernyata tidak semua orang suka dengan tuksedo dan gaun pernikahan bertabur kristal untuk menikah. Ada pasangan yang lebih memilih menikah tanpa busana. Salah satu tempat paling terkenal dengan upacara pernikahan telanjang adalah Resor Hedonisme III  di Runaway Bay, St Ann.

Pada perayaan Valentine 2003, sebanyak 29 pasangan mengucap janji di tempat tersebut dan menjadi salah satu pesta pernikahan telanjang terbesar. Resor ini menyediakan semuanya gratis dengan waktu tinggal minimum empat malam.

2. Tempat pembuangan sampah

Menikah di tempat sampahTempat pembuangan sampah juga menjadi pilihan tempat pernikahan. Rockie Graham dan Dave Hart menikah di Bethel Transfer Station, AS, salah satu tempat pengolahan sampah.

Tempat itu merupakan tempat pertama kali mereka bertemu. Graham sedang mendaur ulang sampah ketika dilirik Hart. Tiga tahun kemudian mereka menikah di tempat tersebut dengan dihadiri 250 teman terdekat.

1. Puncak Gunung Everest

Menikah di Puncak Gunung EverestPertama kalinya dalam sejarah pasangan dari Nepal menikah di atas puncak Gunung Everest. Pem Dorjee dan Moni Mulepati berhasil mencapai puncak sebagai bagian dari Ekspedisi Rotary Centennial Everest. Rencana menikah sempat mereka rahasiakan sampai menit terakhir, karena mereka awalnya pesimistis bisa sampai puncak.

Pasangan ini hanya menghabiskan 10 menit di puncak gunung dan sebentar melepas masker oksigen untuk saling bertukar cincin dan mengucap janji nikah. Sementara teman-temannya mengambil gambar. Dulu ada pasangan yang telah mencoba untuk melakukan perjalanan yang sama, namun tak seorang pun mampu sejauh ini. (umi)

sebelumnya …

• VIVAnews

Mewaspadai Pertumbuhan Si Buah Hati  

TEMPO Interaktif, Hingga umur 3 tahun, Adit tak juga bisa bicara. Anak itu jarang bersuara. Jika bersuara, dia masih mengeluarkan suara seperti bayi berusia 6 bulan. Ayahnya, Kisman, 45 tahun, curiga ada yang salah pada putra keduanya itu. “Padahal anak seusianya sudah lancar berbicara,” kata dia.

Warga Yogyakarta itu lalu memeriksakan anaknya ke dokter. Karena tak mendapat jawaban memuaskan, dia beberapa kali ganti dokter spesialis. Ternyata ada infeksi yang mengganggu pita suara dan saluran ke otaknya. “Ketika tahu, kami sudah terlambat,” ujarnya menyesal. Kini Adit berumur 11 tahun. Dia hanya bisa mengucapkan beberapa kosakata.

Memang, menurut dokter spesialis anak, Ahmad Suryawan, Sp A (K), tak ada panduan tumbuh kembang anak yang bisa jadi patokan apakah ia normal atau tidak. “Biasanya orang tua hanya membandingkan anaknya dengan anak yang seusia,” kata staf Divisi Tumbuh Kembang Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSU Dr Soetomo, Surabaya, ini.
Sayangnya, anak yang dijadikan perbandingan belum tentu normal pula sehingga orang tua sering telat mengetahui tumbuh kembang anaknya. “Ada kesenjangan antara keadaan anak dan pengetahuan orang tua,” ujarnya.

Menurut Ahmad, otak bayi mulai tumbuh sejak usia kandungan tiga pekan. Saat lahir, berat otak seperempat otak orang dewasa, dan sudah memiliki 100 miliar sel otak (neuron). Antarsel itu saling terhubung oleh jaringan (sinaps). Jumlahnya ada 50 triliun sinaps. Pada umur 1 bulan, jaringan sinaps tumbuh mencapai 1.000 triliun.

Kecepatan berpikir otak bergantung pada jumlah sinaps ini. Sinaps baru akan terbentuk dan menguat jika anak mendapat rangsangan (stimulasi), seperti mendengar, melihat, serta meniru, dan itu dilakukan berulang-ulang. Jadi stimulasi bisa dengan suara, gerakan, musik, bicara, membaca, dan lainnya. Jika tak digunakan, sinaps akan mati atau berkurang jumlahnya dan membuat kecepatan berpikir ikut berkurang.

Stimulasi harus dilakukan sedini mungkin. Pasalnya, perkembangan otak optimal cuma sampai usia 6 tahun. “Sembilan puluh lima persen perkembangan otak manusia terjadi sebelum umur 6 tahun,” tutur Ahmad. Maka periode ini disebut periode kritis atau genting. Jika ada gangguan pada periode ini, akan berakibat kelainan permanen dan sulit disembuhkan.

Kasus Adit, misalnya. Walau diketahui pada usia balita, hal itu sudah telat, dan akhirnya menjadi kelainan permanen.

Ahmad menjelaskan, puncak perkembangan otak bayi terjadi di awal hidupnya. Pada umur 3-6 bulan, fungsi melihat dan mendengar mengalami puncak. Hasil pendengaran dan penglihatannya atas lingkungan sekitar akan digunakan untuk kemampuan bicara. Pada umur 8 bulan, giliran fungsi bicara dan bahasa mencapai puncak. “Keempat fungsi ini terhenti perkembangannya pada umur 6 tahun.”

Adapun fungsi kognitif dan inteligensia mencapai puncaknya pada usia 3 tahun. “Fungsinya mulai menurun hingga umur 15 tahun,” Ahmad melanjutkan. Selain membutuhkan stimulasi, perkembangan otak perlu didukung nutrisi. “Nutrisi dan stimulasi satu kesatuan.”
Nutrisi yang membantu dalam tumbuh kembang anak, menurut Dokter Iwan Surjadi Handoko, adalah Kolin, DHA-AA (docosahexaenoic acid- arachidonic acid), Alfa-laktalbumin, dan asam lemak esensial (Omega 3 dan Omega 6). Kolin adalah nutrisi esensial, salah satu anggota vitamin B yang larut dalam air. Gunanya untuk pertumbuhan otak dan sumsum tulang belakang. “ASI adalah sumber kolin yang baik,” kata Business Development Manager Kalbe Nutritionals ini.

DHA-AA berfungsi untuk perkembangan otak dan penglihatan. Adapun Alfa-laktalbumin adalah protein yang dominan terdapat dalam ASI–mencapai 30 persen dari total protein, sedangkan susu sapi hanya 5 persen. “Dengan paduan antara stimulasi dan nutrisi cukup, diharapkan anak-anak akan tumbuh kembang dengan baik, sehat, dan normal.”

NUR ROCHMI

Fase Tumbuh Kembang

Tumbuh kembang adalah fase hidup yang dilalui anak. Tumbuh adalah bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.

Kembang adalah bertambahnya struktur dan kemampuan tubuh yang lebih kompleks meliputi kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara, bahasa, sosialisasi, dan kemandirian. Berikut ini ciri tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya.

0-3 bulan : Terkejut mendengar suara, mengikuti obyek dengan mata.

3-6 bulan : Berbalik telungkup ke telentang dan tertawa/menjerit kala diajak bermain.

7-9 bulan : Duduk, bermain tepuk tangan/cilukba.

9-12 bulan : Merangkak, berjalan dengan dituntun, menyentuh benda dan memasukkannya ke mulut.

12-18 bulan : Memanggil orang tuanya, berjalan-berlari, belajar makan/minum sendiri.

18-24 bulan : Bisa berdiri sambil memegang benda, menyebut beberapa kata yang memiliki arti.

2-3 tahun : Bisa membedakan mainan, bisa menendang bola sambil lari

3-4 tahun : Bisa berdiri dengan satu kaki, belajar memakai pakaian, dan bermain dengan anak lain.

4-5 tahun : Menari, senang bertanya, menggambar lingkaran atau tanda silang.

5-6 tahun : Bisa berjalan lurus. Mengenal warna, lawan kata, dan angka.

Nur Rochmi | berbagai sumber

Makin Mesra Berkat Makanan

VIVAnews – Apakah Anda sedang bingung mencari variasi lain membumbui kehidupan cinta Anda? Seperti kata pepatah, cinta bisa datang dari perut atau makanan.

Anda bisa meniru beberapa cara mudah membuat si dia terkesan dengan makanan berikut:

1. Cokelat cinta
Ganti pembungkus kertas cokelat mini dengan kertas warna-warni yang Anda buat sendiri. Pada tiap kertas tuliskan satu hal yang paling Anda sukai dalam diri pasangan.

2. Permen misteri

Beli lima jenis permen dengan rasa berbeda dan bisa juga dengan varian yang unik. Pilih beberapa permen yang memiliki rasa khas seperti butterscotch, peppermint, rootbeer, atau rasa lemon. 

Saat sedang bersantai dengan pasangan, makan permen dan setelah memberi pasangan ciuman kejutan. Minta mereka menebak rasa apa yang sedang Anda nikmati. Sang pemenang akan mendapat hadiah, ciuman yang lebih panas!

3. Kejutan stroberi cokelat
Beli beberapa buah stroberi dan beberapa batang cokelat favorit pada perjalanan dari kantor ke rumah. Lelehkan cokelat dan celupkan stroberi, setelah makan malam usai. Saling menyuapi dengan cokelat stoberi ini bisa membuat suasana ‘menghangat’.

4. Gunakan es krim favorit
Simpan kotak berisi es krim kesukaan Anda atau pasangan lengkap dengan beberapa permen cokelat favorit. Setelah makan malam usai, saatnya bersenang-senang dengan semangkuk kecil es krim bertabur permen kesukaan.

5. Menu ‘khusus’ setelah makan
Setelah menghabiskan makan malam, berikan dia sebuah ‘menu spesial’ sebagai hiburan. Ciptakan desain menu yang terlihat seperti seperti menu restoran dan minta ia memilih program mana yang akan dia ‘santap’.

Sebagai contoh:
-Hidangan pembuka: berciuman, berpelukan, saling mengelitik.
-Hidangan utama: film romantis, musik dengan api, permainan.
-Hidangan penutup: pijat, mandi diterangi cahaya lilin, atau seks fantastis!

Ingat, mereka hanya dapat memilih satu dari masing-masing menu. Dijamin, si dia pasti berpikir keras untuk memilih menunya. (adi)

• VIVAnews

Gaya Carrie yang Sebaiknya Tidak Ditiru


KOMPAS.com – Sudah menonton Sex and the City 2? Dari sisi alur cerita, film ini mungkin tak terlalu istimewa. Yang istimewa adalah menyaksikan koleksi busana Carrie Bradshaw (Sarah Jessica Parker), yang kadang-kadang memang hanya menyenangkan untuk dilihat. Artinya, tak perlu terlalu serius ingin meniru gayanya yang kerap disebut fashion-forward tersebut.

Yup, tak semua gaya busana Carrie memang bisa dikenakan oleh orang biasa, bahkan orang New York sekalipun. Perempuan ini memang dikisahkan selalu berani mengambil risiko dengan pilihan busananya. Dengan kata lain, penampilannya bisa saja berhasil, bisa pula gagal total. Ia bisa saja memadukan pakaian rancangan desainer dengan pakaian murah yang didapat dari pasar loak. Dia bisa terlihat chic, seksi, atau malah nyeleneh.

Berikut adalah gaya Carrie yang sebaiknya tak perlu Anda ikuti:

 

1. Pamer perut
Kecuali Anda punya perut seramping milik Carrie, boleh sajalah menjajal gayanya yang satu ini. Meskipun begitu, bila mungkin, janganlah nekad meniru cara berpakaiannya ini saat Anda ke mal atau reuni dengan teman-teman SMA. Pakailah ketika Anda sedang traveling ke Pulau Palau atau Mauritius, ketika tak ada orang yang peduli dengan apa yang Anda kenakan. Bagaimanapun juga, memamerkan perut hanya pantas dilakukan remaja ABG, atau mereka yang tak sadar era 90-an sudah lewat.

2. Pamer bra
Pamer bra, entah itu hanya tali bra, pengait bra, atau bagian cup-nya, sungguh suatu penampakan yang tak layak ditunjukkan perempuan dewasa. Ini memang gaya klasik Carrie, tetapi Anda hanya boleh menirunya ketika Anda mengenakan pakaian senam atau aerobik, dimana kebanyakan kostumnya berupa tank top. Lebih baik, alihkan perhatian orang pada sepatu atau aksesori Anda.

3. Celana pendek
Memakai celana pendek memang kerap dikenakan para perempuan saat ke mal atau ke tempat-tempat wisata. Namun celana pendek dengan pinggang tinggi, hanya Carrie yang bisa memakainya. Dalam kehidupan nyata, SJP pun tak senekad itu (mengenakan high-waisted shorts). Celana seperti ini tak akan melindungi bagian tubuh Anda yang kurang sempurna, dan justru menonjolkannya.

4. Aksesori kepala
Memakai aksesori rambut memang biasa kita lakukan. Sebut saja bando, bandana, jepit rambut, atau ikat rambut. Tetapi aksesori semacam itu tampaknya kurang menantang untuk Carrie. Tokoh ini sering menampilkan aksesori untuk rambut dalam Sex and the City, entah hiasan bunga-bungaan, topi, ikat kepala, dan lain sebagainya.

5. Stiletto dan pakaian olahraga
Kenyamanan memang bukan tujuan utama Carrie dalam memilih sepatu, melainkan bagaimana cara membuat kakinya terlihat lebih jenjang. Hal tersebut tentu bisa ditoleransi, tetapi tidak ketika ia mengenakannya dengan sweater atau pakaian olahraga. Kedua item ini tidak bakal matching dikenakan untuk acara atau situasi apa pun.

6. Warna-warni
Mengenakan pakaian yang berwarna-warni memang perlu, tetapi memadukan lebih dari dua warna rasanya sedikit berlebihan. Tak peduli meskipun pakaian tersebut merupakan keluaran koleksi Chanel atau desainer lain, tak perlu ambil risiko mengenakannya. Apalagi mengenakan kaus kaki selutut yang berwarna-warni.

DIN

Editor: din

Sumber: SheKnows

12 queries