Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 


Pendidikan yang Mencerdaskan Anak

Kecerdasan seorang individu di masa dewasa memang tidak sepenuhnya bergantung pada pendidikan yang diberikan dan pengalaman dijalaninya semasa kecil, namun orang tua yang mengamalkan cara mendidik anak agar cerdas secara tepat bisa jadi cukup membantu perkembangan anak. Sebab bagaimanapun juga, tidak semua orang di dunia ini seberuntung Einstein yang kecerdasannya—yang lebih tepat disebut kejeniusan—menonjol pada masa dewasanya sementara semasa kecil hingga remaja ia dianggap memiliki kekurangan pada kemampuan berpikirnya.

Kemampuan seorang individu hingga bisa dinilai cerdas bila belajar hingga bisa memahami apa yang dipelajari dan dialami, selain itu sanggup memecahkan masalah menggunakan rasio dan dapat menerapkan apa yang dipalajari. Kecerdasan seorang anak dapat dikatakan berkembang bila nalar, emosi, dan motoriknya dapat difungsikan dengan baik. Untuk bisa mencapai dan meraih semua itu, makanan, pengalaman, dan aktivitas fisik merupakan faktor penting. Makanan sehat dan bergizi bagi bayi yang dikonsumsi ibu semenjak kehamilan sampai yang diberikan setelah bayi lahir, jelas merupakan salah satu langkah penting dalam cara mendidik anak agar cerdas dengan ikan dan ASI sebagai menu utama. Makanan yang mesti dihindari oleh sang ibu maupun jabang bayi terutama, makanan mengandung bahan-bahan kimiawi berupa pengawet dan pewarna yang melebihi standar aturan yang ditetapkan.

Pengalaman untuk mempelajari dan mengalami hal-hal baru jelas menjadi faktor untuk menstimulasi perkembangan kcerdasan otak dan emosi anak. Selain itu, mengajak anak untuk melakukan kegiatan fisik seperti berolahraga, bermain, dan sebagainya, akan mengembangkan kemampuan motorik yang berdaya guna serta merupakan cara mendidik anak agar cerdas.

Menikmati Masakan Koki Kerajaan  

TEMPO Interaktif, Makassar – Menikmati akhir pekan, banyak cara yang bisa dilakukan untuk melepaskan kepenatan rutinitas kerja. Rina Kartini, 33 tahun, karyawati bank ini memilih mengikuti kelas memasak di Hotel Aryaduta Makassar, Sabtu, 31 Juli lalu.

Ini kali kedua Rina mengikuti kelas memasak, sebelumnya dia mengikuti kelas sesi ke-3, akhir Mei lalu. “Saya sekadar ingin mengisi waktu, sekalian belajar masak terutama masakan luar. Kalau kemampuan basic memasak sih sudah ada,” katanya tersenyum ramah, sambil memperlihatkan hasil masakannya ‘Beef Tenderloin dan King Crab’.

Hmmm…aroma daging dan kepitingnya menyatu, menyengat hidung. Tidak hanya aromanya yang mengundang selera makan, tetapi tampilannya yang begitu segar dengan paduan sayuran seperti brokoli hijau, sawi hijau dan putih serta jamur putih. Makin menarik setelah ditata dalam nampan kaca bening, berhias taburan wijen.

Asin, asem, dan pedas jahe menyatu begitu legit di mulut. Daging has yang empuk dan cangkang kepiting Alaska raksasa yang menjadi bahan utama tak membuat saya repot menggunakan garpu dan pisau. Selera Rina relatif umum, paduan asin, asem dan pedasnya imbang. Berbeda dengan masakan Tika yang rasa asinnya lebih dominan, sementara Nisfha memperkuat rasa asemnya.

Usai menikmati menu utama ‘Beef Tenderloin dan King Crab’. Lidah kami kembali dimanjakan dengan sajian dessert ‘Vanilla Cheese Cake With Marinated Fruit’, yang begitu segar setelah proses pembekuan selama 30 menit. Menu pencuci mulut ini memang sengaja dibuat lebih awal.

Rasa nano-nano mendominasi dessert ini, terasa mewah oleh krim keju dan cake cokelat. Ditambah garnisnya yang begitu segar dengan paduan potongan buah seperti semangka, melon, pepaya, jeruk nipis, daun mint dan siraman santan. Makin cantik dengan topping parutan kelapa muda.

Kelas memasak ini dibimbing langsung Executive Chef Hotel Aryaduta, Hannes Wagner. Koki asal Austria ini sebelumnya bekerja di Kerajaan Jordania , dan memasak untuk anggota kerajaan. Ia mengawali karirnya di Indonesia, sejak 5 bulan lalu sebagai executive chef di Makassar.

Kali ini ia mencoba menyajikan style masakan yang merupakan perpaduan masakan Asia dan Barat yang dikombinasi sedemikian rupa. ‘Beef Tenderloin dan King Crab’ ini bisa disajikan saat makan siang ataupun makan malam. Sementara dessert-nya, Hannes mencoba mengaplikasikan cheese cake secara etnik, dan sangat cocok disajikan saat makan malam.

Pada kelas sesi ke-4 ini, Hannes tidak sendiri. Ia didampingi Executive Saos Chef Aryaduta, Faisal. Setelah praktek pengolahan masakan usai, tiap-tiap peserta akan mencicipi makanan yang dibuat.

Publik Relation Manager Hotel Aryaduta Makassar, Nisfatul Khairah, mengatakan pihaknya sengaja membatasi peserta kelas hanya untuk 20 orang, agar memaksimalkan interaksi dan proses belajar mengolah masakan. Kelas ini dibuka sebulan sekali. Biaya pendaftaran sebesar Rp. 250 ribu per orang yang sudah termasuk bahan–bahan masakan, apron, topi chef dan sertifikat.

IRMAWATI

Mengadopsi Metode Pengolahan, Menghasilkan 25 Kreasi Menu

Executive Chef Hotel Aryaduta, Hannes Wagner, sengaja memilih menu yang dapat diterapkan di rumah, dengan metode pengolahan yang bisa dikreasikan. “Cukup mengadopsi metode pengolahan ‘Beef Tenderloin dan King Crab’, maka bisa menghasilkan 25 kreasi menu,” katanya.

Menu masakan ‘Beef Tenderloin dan King Crab’, yang dipraktekkan kali ini asli masakan luar karena semua bahannya impor, seperti daging has dari Amerika Serikat yang hanya butuh proses pematangan 5 menit sudah sangat empuk. Sementara kepiting Alaska ini hanya bisa ditangkap pada waktu tertentu yang berlokasi di laut dasar. “Rasa kepiting ini sangat istimewa, sangat besar, cangkangnya saja sebesar lengan anak kecil,” kata Hannes menjelaskan dalam bahasa Inggris.

Menurut Hannes, bahan utama ini bisa diaplikasikan yakni diganti dengan bahan-bahan lokal hanya saja proses pengolahan pasti membutuhkan waktu lebih lama. Daging has bisa diganti daging lokal atau ayam. Kepiting Alaska bisa diganti kepiting lokal, cumi dan udang.

Dessert ‘Vanilla Cheese Cake With Marinated Fruit’ juga dapat diaplikasi dalam jumlah yang tak terbatas. Cakenya bisa diganti biskuit atau wafer. Kuah santanya bisa diganti capucino. Pilihan buahnya juga bisa disesuikan selera. Penyajian tidak mesti menggunakan plat tetapi bisa juga memilih gelas.

IRMAWATI

16 queries