Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 


MENJADI PENDENGAR YANG BAIK UNTUK ANAK

Sebagai orangtua, ada kalanya kita perlu menjadi pendengar yang baik bagi anak2 kita. Berikut adalah tips cara mendengarkan yang baik

  • Saat anak sedang berbicara kepada anda, tataplah matanya dengan kasih sayang sehingga anak merasa di perhatikan ceritanya.
  • Di dalam sela-sela pembicaraan anak anda, sesekali berilah komentar seperti “O ya? atau Wah!.. ” karena itu sudah menjadi stimulasi bagi mereka untuk makin giat bercerita. Pola ini dapat membuat anak nyaman karena merasa orang tua memahami apa yang mereka ungkapkan.
  • Mendengar sepenuhnya cerita pengalaman anak, baik itu menyedihkan dan menyenangkan, membuat kita berdua (ibu dengan anak) dapat berbagi rasa dan anakpun akan merasa orangtuanya menghargainya, Anak akan bersikap terbuka karena yakin orangtua pasti bersedia mendengarkan mereka.
  • Hindari sikap memaksakan pendapat, dan langsung ‘melabel” anak. Perasaan anak yang lebih sensitif, membuat anak akan merasa tersisihkan jika kita bersikap seperti itu.
  • Jika anda ingin membantu anak menghadapi masalahnya, berilah masukkan dengan kata-kata yang tetap menyemangati  anak. Hindari berkata “Ya sudah, besok kamu tidak usah main” atau ” Biar mama yang marahi temanmu yang nakal itu”
  • Disaat anak sedang emosi dan sulit bicara, jangan paksa anak untuk terus bicara.
  • Beri anak anda waktu untuk menyendiri sejenak sampai emosinya mereda dan siap untuk berbicara.
  • Berusahalah untuk tidak memberikan opini kita pribadi, baik terhadap pilihan sikapnya, emosinya dan tindakannya.
  • Tanyakan pemikiran mereka terhadap masalah ini dan bagaimana kira-kira sikap yang sebaiknya mereka lakukan di kemudian hari.
  • Sikap ini tidak saja menghindarkan anak dari perasaan di hakimi, namun juga membantu mereka lebih memahami kejadian atau peristiwa secara objektif.

Alasan Wanita Tidak Suka Pria Pemalu

VIVAnews – Wanita cenderung tidak menyukai pria sederhana dan pemalu. Sebaliknya pria arogan dan sombong seperti Simon Cowell atau berperilaku ‘nakal’ seperti Hugh Grant, lebih menarik bagi wanita.

Namun, berbeda dari wanita, pria justru mencari wanita sederhana dan tidak terlalu menarik. Hal ini didapatkan dari percobaan ketiga peneliti yang menunjukkan lebih dari 200 rekaman video seorang pria dan wanita yang melamar pekerjaan sebagai manajer laboratorium komputer.

Para aktor pria dan wanita diminta untuk mengikuti naskah yang sama dalam wawancara dan bersikap rendah hati saat menceritakan prestasi mereka. Para relawan diminta untuk menilai mereka terkait kesederhanaan, kesukaan dan faktor lainnya.

Hasilnya, meskipun aktor sama-sama memenuhi syarat untuk pekerjaan itu, pria lebih kurang disukai daripada wanita. Sikap lemah lembut tampaknya membuat pria terlihat kurang percaya diri, tidak ambisius, lebih lemah, dan tidak stabil. Hal itu menurut laporan jurnal Psychology of Men & Masculinity.

“Pria sederhana tidak seperti wanita sederhana, karena mereka justru dilihat sebagai individu yang lebih lemah,” tulis peneliti dalam jurnal seperti dikutip dari Daily Mail.

Hasil penelitian menunjukkan, meskipun wanita telah mampu mengubah peran mereka menjadi lebih tegas, sedangkan pria masih menghadapi prasangka ketika mereka mencoba untuk berubah.

“Temuan kami menunjukkan bahwa pria menghadapi prangsangka ketika melakukan tindakan sederhana. Mereka juga meningkatkan kemungkinan bahwa orang dapat menghindari sikap rendah hati karena berisiko,” kata Profesor Laurie Rudman, dari Rutgers University, Amerika Serikat.

“Pria memang lebih diharapkan sukses, penuh kekuatan, dominan dan tidak menunjukkan kelamahannya serta menghindari sikap yang dianggap feminim,” katanya menambahkan.

• VIVAnews

12 queries