ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Perlengkapan Persalinan

Bagi ibu hamil yang akan melahirkan, maka satu hal yang tak boleh luput dari perhatian dan harus segera untuk disiapkan adalah perlengkapan persalinan. Perlengkapan untuk persalinan ini adalah barang yang akan diperlukan bagi ibu ketika akan menghadapi masa persalinan termasuk pada saat melahirkan.

Selain hal itu, perlengkapan persalinan juga menyangkut semua barang yang akan dibutuhkan oleh bayi segera setelah ia berhasil dilahirkan oleh si ibu ke dunia. Jadi ang dimaksud dengan perlengkapan untuk persalinan ini adalah menyangkut segala hal yang akan dibutuhkan oleh ibu dan juga bayi mendekati masa persalinan.

Bagi si ibu, perlengkapan persalinan yang ia butuhkan adalah beberapa potong baju yang ia kenakan saat mengalami kontraksi ataupun saat akan melahirkan si bayi. Karena tentu pada saat ini, si ibu akan mengeluarkan darah dan juga lendir yang akan mengotori baju yang dikenakan.

Maka dari itu, baju yang disiapkan haruslah lebih dari satu, sebut saja dua potong baju. Hal lain adalah sarung, saru adalah kain yang akan menutupi bagian bawah tubuh si ibu namun akan lebih mudah untuk dibuka ketiak bidan atau dokter membantu ibu dalam proses persalinan.

Setelah anak dilahirkan maka ibu akan membutuhkan baju baru yang akan dikenakan olehnya. Kalaupun bisa baju tersebut adalah baju untuk menyusui, yaitu yang memiliki kancing di depan. Karena tentunya si ibu akan segera untuk menyusui bayinya yang baru saja dilahirkan.

Selain itu, ibu baru melahirkan juga membutuhkan untuk memakai gurita bagi orang dewasa yang akan dipakai untuk membungkus perutnya. Karena perutnya pastilah akan terasa sangat kendor setelah si bayi keluar.

Tak lupa, perlengkapan bagi si ubu adalah pembalut khusus bersalin. Pembalut ini akan memiliki ukuran yang lebih besar daripada ukuran pembalut yang biasanya dipakai wanita saat menstruasi bulanan.

Bagi bayi, perlengkapan untuk persalinan yang perlu untuk disiapkan oleh si ibu adalah satu pasang baju bayi untuk dikenakan segera setelah dilahirkan. Tak lupa ibu juga membawakan handuk untuk membungkus bayi setelah dimandikan.

Satu pasang baju bayi lengkap ini adalah baju dalaman, baju atasan, popok, sarung tangan dan kaki, dan termasuk adalah gedongan. Gedongan amat dibutuhkan bagi si bayi yang baru lahir untuk membuat bayi menyesuaikan diri dengan suhu yang ada di luar tubuh si bayi. Tak lupa bayi dapat memaai topi dan juga dibungkus dengan selimut.

Itulah beberapa perlengkapan persalinan yang diperlukan untuk disiapkan ibu beberapa hari sebelum hari perkiraan melahirkan. Biasanya semua perlengkapan ini disiapkan dan ditaruh di dalam tas besar. Sehingga kapanpun ibu merasakan akan melahirkan si bayi, maka ibu dan siapa saja yang akan mendampingi ibu melahirkan akan dengan mudah membawa tas besar ini untuk dibawa ke rumah sakit atau rumah bersalin.

Pendidikan Anak Usia 3 Tahun

Saat lahir ke dunia, anak belum memiliki kecerdasan yang diperlukan untuk bisa bertahan hidup. Inilah yang menjadikan bayi yang baru lahir membutuhkan perhatian dan pemenuhan kebutuhannya dengan baik. Anak yang mendapatkan perhatian secara penuh akan bisa mendapatkan kenyamanan dan kemudahan dalam bersikap. Hal ini sama dengan kecerdasan ada anak. Otak anak yang masih berusia balita memang belum banyak terisi oleh kecerdasan yang bermacam – macam. Kecerdasan anak akan bisa terbangun dengan lebih baik jika ditanamkan sejak dini. Menyadari hal ini, banyak orang tua yang memberikan sarana pembelajaran untuk anak mereka sejak dini. Selain bisa diberikan oleh orang tua, terdapat pula pendidikan anak usia 3 tahun atau balita yang disediakan oleh pemerintah. Pemerintah memang sudah menyadari bahwa pendidikan sejak usia dini akan sangat dibutuhkan untuk bisa meningkatkan kecerdasan anak di masa yang akan datang.

Program pemerintah yang dibuat untuk anak usia dini adalah program PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini. Hampir di semua kelurahan dan kecamatan yang ada di seluruh Indonesia telah dibentuk program – program PAUD yang bisa menjadi sarana pembelajaran untuk anak balita. Dengan metode belajar dan bermain, program PAUD yang ada di hampir seluruh pelosok Indonesia ini memang diakui sangat bermanfaat. Anak – anak yang berusia di bawah 5 tahun mulai diperkenalkan dengan barang – barang yang biasa digunakan sehari – hari. Program PAUD ini biasanya akan membawa anak – anak PAUD untuk mengunjungi tempat – tempat yang memberikan edukasi untuk mereka. Walaupun pendidik yang mengajar di PAUD adalah ibu – ibu PKK yang ada di lingkungan tersebut, namun tenaga ahli dari pemerintah tetap diterjunkan untuk memonitor semua kegiatan yang dilakukan pada program PAUD ini. Cara pengaturan ini diharapkan akan menjadikan PAUD semakin baik dan bisa membentuk tunas muda yang lebih baik.

Pada saat PAUD berlangsung, anak – anak akan dibiasakan untuk melakukan kegiatan sehari – hari sendiri. Penanaman nilai – nilai moral dan tata krama juga dilakukan pada saat pembelajaran PAUD ini berlangsung. Selain mendapatkan pendidikan dari PAUD, peranan orang tua setelah tiba dirumah juga akan mempengaruhi. Dengan mengulang kembali pelajaran yang sudah disampaikan saat PAUD di rumah, orang tua akan bisa membantu anaknya untuk meresapi pengetahuan baru yang diajarkan kepadanya. Anak – anak yang mengikuti program PAUD juga akan mendapatkan pmbelajaran kepribadian dan kepemimpinan. Mereka akan diajarkan untuk berani tampil dan mengemukakan keinginannya dengan baik. Diharapkan dengan pembelajaran kepemimpinan ini kelak anak – anak akan bisa menjadi orang yang berani dan berguna untuk nusa bangsa dan lingkungannya. Program pemerintah ini benar – benar sangat membantu para orang tua untuk bisa membuat anak mereka lebih bergaul dan memahami berbagai macam hal baru dengan cara yang menyenangkan.

Pendidikan Anak 2 Tahun

Anak yang secara formal diberikan pendidikan anak 2 tahun di sebuah lembaga akan terbantu tumbuh kembangnya baik jasmani maupun rohani, sebab pendidikan tersebut diberikan semata demi mempersiapkan dirinya saat meneruskan pendidikan ke tingkat selanjutnya. Walaupun mendidik anak pun bisa dilakukan dalam lingkup keluarga, interaksi dengan sebaya bisa lebih terorganisasi bila diterapkan di lembaga formal.

Pendidikan anak semenjak dini semata dilakukan demi kesiapan si anak menghadapi masa depan, hal ini tidak hanya dalam pengetahuan yang diberikan, namun juga asupan makanan sehat. Disiplin dalam hal pemberian asupan gizi dan vitamin pun jelas bakal mengoptimalkan pendidikan anak 2 tahun ketika anak sedang dalam periode emas menjadi anak aktif yang menyerap segalanya yang diajarkan padanya, atau yang terjadi di sekitarnya.

Mendidik anak di masa-masa emasnya dapat diterapkan melalui cara-cara yang dilakukan dengan intens, yakni berbicara dengan cerdas, tidak bicara dalam “bahasa bayi” yang disengaja diimut-imutkan karena melakukan perbincangan cerdas sejak awal akan membantu mendongkrak kemampuan si anak menjadi bijak dan kritis. Selain itu, pendidikan pun bisa didapat dengan bermain, bernyanyi, seta bercerita dan membacakan cerita. Semua bisa dilakukan oleh orang tua bersama si anak, namun interaksi sosial bersama kawan sebaya dan guru sembari melakukan hal-hal tersebut bisa didapatkan di lembaga resmi yang menyelenggarakan pendidikan anak usia dini. Makanan sehat yang diberikan dan penerapan aktivitas yang secara tidak langsung bersifat mendidik secara menyenangkan menjadi penunjang utama keberhasilan pendidikan anak 2 tahun.

Peranan Keluarga dalam Pendidikan Anak

Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak adalah salah satu kunci keberhasilan anak di sekolah. Pentingnya peranan keluarga dalam pendidikan anak, khususnya orangtua dapat dilihat dari beberapa poin. Pertama, Orang tua telah dikenal anak sebagai guru mereka yang pertama dan sebagai panutan. Orang tua adalah guru yang penting.

Anak selalu dibesarkan dengan tekanan untuk menjadi unggul dalam kehidupan. Ketika anak-anak muda, orang tua mengagumi setiap prestasi kecil mereka namun kemudian ambisi primal kiri dengan orang tua memaksa hanya untuk melihat anak mereka top di kelas. Persaingan antar saudara, masalah di sekolah, orang tua yang bertikai, takut akan hukuman, orang tua bermasalah, perceraian orang tua adalah beberapa alasan yang muncul menonjol di antara anak-anak yang membuat mereka rentan terhadap depresi atau dunia baru (tanpa orang tua).

Pada saat melihat anak mereka memiliki nilai yang kurang bagus atau yang gagal, sebagian besar orang tua tampak  melakukan perbandingan antara anak mereka dan teman sekelas lain yang memiliki angka tertinggi. Pembandingan seperti ini,  menciptakan keputusasaan pada anak. Daripada melakukan perbandingan, memarahi anak untuk bersaing dalam perlombaan tikus hari ini dan menciptakan popularitas, orang tua seharus tetap bersabar untuk mendengar dan memahami anak, membujuk anak untuk belajar dan bergaul dengan teman sebaya. Mereka harus mencoba untuk mengetahui kemampuan anak mereka dan membantu anak mengasah itu.

Sedikit kemauan dan dukungan dapat mengubah cara hidup semua anak. Oleh karena itu, penekanan diberikan pada penyediaan dukungan terbaik terhadap anak-anak. Banyak orangtua tidak menyadari peran mereka dalam fase perkembangan anak mereka.

Berikut ini adalah berbagai peranan keluarga dalam pendidikan anak, khususnya orang tua untuk perkembangan anak-anak mereka:

  1. Menjadi  Cheerleader:
    Orang tua harus mendorong anaknya bagai pemandu sorak. Penting bagi mereka untuk mendapatkan dukungan dari orang tua mereka karena mereka mencari penghargaan dari orang tua mereka saja. Mereka ingin orang tua mereka untuk memuji mereka dan membantu mereka dalam segala hal yang mereka lakukan.
  2. Menjadi Teman:
    Sebagai seorang teman, orang tua harus mencoba untuk mengeksplorasi pikiran anak-anak mereka. Mereka harus membuat anak-anak mereka merasa nyaman sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan sukses tanpa hambatan. Orang tua sebagai teman dengan mudah dapat menjelajahi proses berpikir, cara berpikir dan perasaan internal anak-anak mereka
  3. Menjadi Guru:
    Orangtua adalah yang pertama mengajarkan untuk setiap anak.  Pepatah mengatakan belajar dimulai dari rumah saja, dan itu adalah tugas orang tua mereka untuk mengajari mereka nilai-nilai yang baik yang dapat membuat merekan menjadi orang yang lebih baik di di masyarakat.

Jadi sebenarnya peranan keluarga dalam pendidikan anak, khususnya orang tua sangatlah penting karena Anak-anak belajar lebih banyak dari lingkungan rumah daripada ditempat lainnya.

 

TIPS MEMILIH KOSMETIK SAAT HAMIL

Berdandan adalah salah satu cara agar wanita tetap tampil cantik dan menarik. Namun, mengingat sebagian besar kosmetik yang beredar di pasaran terbuat dari bahan kimia, ibu hamil hendaklah berhati-hati. Bahan kimia yang terkandung di dalam kosmetik bisa jadi pemicu masalah bagi proses pertumbuhan janin dalam kandungan. Berikut adalah tips nya :

  • Konsultasi dengan dokter kandungan dan dokter specialis kulit terkait produk kosmetik yang selama ini anda gunakan. Tanyakan kembali apakah produk kosmetik tersebut masih aman dipakai saat hamil atau sebaliknya. Bila tidak, sebaiknya segera ganti produk kosmetik sesuai rekomendasi ahli.
  • Pilih produk kosmetik berbahan dasar airatau alami atau berlabel green (ramah lingkungan) yang umumnya aman untuk ibu hamil.
  • Pilih produk yang terdaftar di kementrian kesehatan atau Badan POM. Perhatikan nomor kode produksi dan tanggal kadaluwarsanya. Jadi pastikan merk, kandungan dan izin produksinya.
  • Perhatikan cara pemakaian produk tersebut yang terdapat pada kemasan.
  • Hindari membeli produk kosmetik hanya karena sedang tren atau ikut-ikutan orang lain.

 

Pertolongan Pertama Diare Untuk Bayi

Saat kita diare, biasanya kita akan kekurangan cairan tubuh. Cara yang paling cepat untuk mengembalikan cairan tubuh adalah dengan meminum air putih. Nah, ternyata air putih berbahaya jika diberikan kepada bayi yang berusia dibawah 6 bulan, tapi bila kita memiliki bayi yang berusia dibawah 6 bulan yang terkena diare, apakah kita boleh memberikan air putih kepadanya sebagai pertolongan pertama?

Bunda, ternyata untuk pertolongan pertama diare kepada bayi yang berusia kurang dari 6 bulan, tetaplah ASI saja. Memang, kebutuhan akan cairan saat diare akan meningkat, namun pemberian ASI cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Semakin sering si ibu menyusui maka semakin banyak pula ASI yang diproduksi, sehingga Bunda tidak perlu khawatir ASI-nya tidak cukup ya.

Ingat, kandungan ASI sudah lengkap, termasuk kandungan elektrolitnya. Sehingga pemberian cairan elektrolit khusus bayi tetap tidak disarankan. (Toddie, Sept-Okt 11)

Mencetak Anak Cerdas dan Berprestasi

 

Setiap orang tua tentu ingin anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat serta memiliki karakter yang baik serta memiliki akhlak dan moral yang tinggi. kita tahu manusia selain makhluk individu, juga makhluk sosial, aartinya manusia juga membutuhkan orang lain tak bisa hidup sendiri. Dalam upaya memperoleh bantuan dari orang lain itulah maka ada tata caranya, ada aturan-aturan agar tiap orang bisa mencapai tujuannya.

Aturan ini secara budaya akhirnya dikenal sebagai norma. Norma tersebut akan sampai kepada individu melalui 3 hal, yaitu sosialisasi, internalisasi, dan identifikasi. Ketiga hal tersebut dimulai sejak dini, sejak anak mulai berinteraksi dengan lingkungan. Bukankah sosialisasi terjadi saat anak mulai mengenal lingkungan di dalam maupun di luar rumah, tapi terutama lingkungan di dalam rumah karena itulah dasarnya. Saat itulah basic trust terbentuk. Dari bayi sampai usia setahun, ia mulai belajar dirinya berharga atau tidak. Di sini ia mulai mengembangkan bagaimana caranya agar ia eksis di lingkungannya.

Tentunya, untuk bisa eksis akan banyak tuntutan yang harus ia terima. Diantaranya aturan, baik yang tertulis maupun tidak. Namun bagi anak, tak masalah apakah aturan itu tertulis atau tidak. Yang penting, apa yang sampai kepadanya. Proses sampai kepada dirinya itu dinamakan internasilisasi. Selanjutnya, ia akan menyerap melalui proses imitasi dari orang-orang terdekatnya, yaitu figur-figur yang bermakna buatnya, entah ibunya, ayahnya, kakaknya, atau malah pengasuhnya. dari proses imitasi inilah muncul identifikasi, ia mencoba meniru apa yang dilakukan orang dewasa yang ia pilih dan punya makna buatnya. Biasanya figur tersebut adalah orang tua atau kakak.

Itulah mengapa, sejak anak mulai mengenal lingkungan pembentukan norma atau moral menjadi sangat penting. penanaman nilai-nilai moral ini akan lebih mudah terserap oleh anak bila dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Sampai nanti ia berusia 10 tahun, apa yang kita sampaikan akan membentuk sistem nilai tersendiri. Selanjutnya sistem nilai ini akan membentuk dalam dirinya hingga ia besar nanti.

Agar ia tahu aturan, kecerdasan moralnya harus dikembangkan, tentu secara bertahap. Mulailah dengan konsep boleh dan tak boleh, bukan konsep salah benar karena anak belum mengerti apa itu salah dan benar. Tapi kalau sesuatu boleh dan tak boleh dilakukan, akan lebih mudah diterima oleh konsep berpikirnya. Selanjutnya bila ia dimarahi karena melakukan hal yang tak boleh, barulah ia tahu bahwa itu salah.

Tapi jangan lupa, aturan harus jelas. Misal, “kakak tidak boleh meludah sembarangan”, kalau ia tanya “kenapa, Ma? jelaskan alasannya. Dari sini orang tua bisa masuk pada konsep sopan dan tak sopan. Dalam kultur Timur, konsep sopan dan tak sopan merupakan norma pertama, baru kemudian konsep benar dan salah. Namun begitu, jangan langsung katakan bahwa ia tak sopan karena ia tak bisa langsung menangkap apa itu sopan.

Jadi, penjelasannya harus secara kongkret dulu. Misal, “itu tidak boleh karena ludah mengandung kotoran.” Kendati secara kultur bukan karena kotorannya yang penting melainkan sopan dan tak sopan. Baru kemudian dilanjutkan “itu juga tidak sopan kalau kakak meludah sembarangan.” Dengan demikian, ia akhirnya akan mengaitkan bahwa yang baik dan sopan itu kalau tidak meludah semabarangan, hal ini kongkret untuk anak.

Contoh lain, “kakak tidak boleh lewat begitu saja di depan orang tua, itu tidak baik. Yang baik itu kalau lewat di depan orang tua, jalannya dengan menunduk, itu yang sopan.” ia akan mengaitkan bahwa yang baik dan yang sopan itu kalau lewat di depan orang tua dengan menunduk.

Jadi, jangan cuma asal melaeang tapi juga menjelaskan kenapa tidak boleh dan kenapa boleh, agar anak tak bingung. Disamping ia menyerap konse p boleh dan tak boleh untuk dikembangkan pada konsep benar dan salah. Bukankah kita hendak membenahi sistem nilai yang salah? jadi, ia perlu memperoleh penjelasan supaya tahu persis kenapa boleh dan kenapa tak boleh sehingga ia lebih menyerap.

Contoh lain lagi, saat bertamu. Terangkan dengan jelas, “Adek tak boleh berlarian kesana ke mari, itu tidak baik dan tak sopan dilakukan di rumah orang.” Terangkan pula apa yang boleh, misal “yang boleh dilakukan kalau di rumah orang adalah duduk, kalau dikasih minum bilang terima kasih. kalau adek minum, bilang permisi dulu itu namanya sopan.” Dengan demikian, konsep sopan santun dan boleh tidak ini akan mudah terserap olehnya.

Tentu memberi tahunya sebelum berangkat bertamu, menjelang situasi yang akan ia jumpai. jangan terlalu awal memberi tahunya, misal beberapa minggu sebelumnya, ia akan cepat lupa  tapi kalau sesaat sebelum pergi, ia akan mudah mengingatnya.

yang jelas, konsep norma harus terus-menerus diberikan kepada anak, hingga semakin hari semakin banyak konsep norma yang tertanam dalam dirinya.

Selanjutnya, bila ia melanggar hal yang tak boleh, harus ada konsekuensinya berupa hukuman, sebaliknya bila ia patuh, berilah pujian atau hadiah. dari sini ia belajar tentang konsep benar-salah. Bukankah dengan mendapat konsekuensi, ia jadi tahu bahwa sesuatu itu salah atau benar? kalau ia mendapat pujian karena tingkah lakunya, berarti apa yang dilakukannya itu benar. Tapi kalau tingkah lakunya itu mendapat hukuman, berarti ia salah.

Tentu perihal salah tidaknya perilaku si anak harus diberitahui orang tua. Misal, selama bertamu ia duduk dengan sopan dan manis, ia pun permisi dulu saat hendak main. Sepulang bertamu, kita harus menjelaskan “Tadi perilaku adek itu benar, Mama bangga karenanya. Nanti kalau bertamu lagi ke rumah orang lain harus seperti itu ya”! Dengan demikian, ia mendapat masukan langsung apa itu yang benar dan salah.

Kita pun bisa mengaitkan konsep benar-salah dengan konsep kejujuran,keadilan,persaudaraan,dan menghormati orang lain. Tinggal orang tua mau menanamkan konsep mana yang utama untuk anaknya. jadi, bila kita ingin si kecil punya prinsip yang kuat, menghargai orang lain, maka itulah yang harus terus-menerus secara konsisten ditanamkan kepadanya.

Kenali “ganguan-gangguan” selama kehamilan

Ada beberapa gangguan kesehatan yang dapat mengintai ibu hami, ada yang sifatnya berat ada juga yang ringan. Namun, apapun gangguan tersebut bila tak dipahami dengan baik dapat menimbulkan kekhawatiran. Oleh karenanya, kenali ” musuh-musuh” tersebut.

ANEMIA

Gejala anemia meliputi : badan terasa lemah, pandangan berkunang-kunang, napas pendek. Untuk mengatasinya, konsultasikan kepada dokter, mungkin Anda perlu suplemen zat besi atau memperbaiki pola makan.

TROMBOSIS

Gangguan aliran darah pada daerah tungkai atau lazim disebut trombosis, dapat terjadi selama kehamilan. Pada kehamilan trimester terakhir, terjadi sedikit penurunan kecepatan aliran darah akibat adanya penekanan oleh janin pada pembuluh darah utama. Namun, tak perlu khawatir karena hanya satu persen dari kasus kehamilan mengalami trombosis vena. Jika dipandang perlu, dokter mungkin akan menyarankan ibu hamil untuk banyak istirahat.

PRE-EKLAMPSIA

Ini merupakan komplikasi kehamilan yang paling menakutkan dan paling berat. Seringkali terjadi pada kehamilan pertama dan biasanya bersifat bawaan atau keturunan.

Gejala pre-eklampsia :

1. Adanya protein di dalam air seni

2. Peningkatan tekanan darah

3. Pembengkakan (pada wajah, kaki dan bagian tubuh lain)

4. Terjadi pada usia kehamilan 20-40 minggu

EKLAMPSIA

Merupakan akibat lanjut dari pre-eklampsia, yang gejalanya meliputi :

  • sakit kepala
  • penglihatan buram/kabur
  • kondisi ini hanya bisa diakhiri dengan mengeluarkan bayi dan plasenta secepatnya

TERLEPASNYA PLASENTA

Dalam bahasa medis dikenal dengan istilah abruptio placenta, yaitu kondisi dimana placenta terlepas dari tempatnya melekat (pada dinding rahim). Akibatnya, janin tidak lagi mendapat asupan makanan dari sang ibu. Komplikasi ini dialami oleh satu dari 80 kehamilan. penyebabnya antara lain karena :

  • Turunnya tekanan darah
  • Peningkatan tekanan darah
  • Kurang gizi

Pada kondisi ini bayi harus segera dikeluarkan.

PLASENTA TURUN

Dalam bahasa medisnya dikenal sebagai placenta previa, yakni kondisi di mana plasenta terdapat di bawah rongga rahim, sehingga menutupi jalan lahir. Kondisi ini biasanya baru diketahui bila terjadi perdarahan dari vagina.

Dalam kondisi seperti ini biasanya ibu hamil disarankan untuk tirah baring hingga kehamilan berusia 36 minggu. Persalinan biasanya harus dilakukan lewat bedah caesar.

Waspada dan peka terhadap perubahan atau gejala yang tidak biasa perlu dilakukan oleh ibu hamil. Tidak perlu takut berlebihan, tapi jangan pula terlalu menganggap sepele. Cepat terdeteksi, cepat tertangani.

 

Solusi mengatasi keringat berlebih setelah berolahraga

Berkeringat setelah berolahraga sebenarnya hal yang normal dan sehat. Tubuh mengeluarkan zat-zat sisa salah satunya melalui kelenjar keringat. Namun jika keringat terus keluar dalam jumlah yang banyak meski sudah selesai berolahraga, ada baiknya Anda memperhatikan faktor lain yang memicu keluarnya keringat berlebih.

Banyak hal yang bisa menyebabkan produksi keringat berlebih. Keringat diproduksi di kelenjar keringat yang terdapat di lapisan dermis di bawah permukaan kulit. Tidak hanya pada saat olahraga, aktivitas kelenjar keringat juga bisa meningkat saat cuaca panas, stress, bahkan bisa juga faktor genetik.

Jika masalahnya adalah keringat setelah berolahraga, mandi saja tidak cukup untuk membuat tubuh segar. Anda bisa mencoba memperhatikan cara membersihkan badan yang tepat setelah berolahraga. Berikut saya berikan tips membersihkan badan setelah berolahraga :

  1. Istirahatkan tubuh sejenak untuk membiarkan tubuh mengeluarkan sisa-sisa keringat dan menurunkan suhu tubuh.
  2. Segera keringkan keringat dengan menggunakan handuk bersih.
  3. Jika suhu tubuh sudah normal, segera bersihkan badan dengan mandi menggunakan sabun antibakteri yang bisa membantu mengurangi bakteri untuk mencegah bau badan.

Dengan demikian keringat bukan menjadi penghambat untuk tetap berolahraga…Selamat mencoba…!

Cara Mengatasi Anak Yang Suka Merusak Barang-Barang Jika Sedang marah

1. Menyetop tingkah laku merusak anak anda, misalnya dengan cara melarang atau mengambil benda yang sedang dirusak dengan segera, dengan pendekatan yang tetap hangat dan bersahabat, namun perlu diingat jika barang berbahaya yang akan dirusak  oleh anak anda maka orang tua atau pendidik harus sigap (cekatan bertindak).

2. Mendekati anak anda dan kemudian menegurnya, memberikan pembinaan (berupa nasehat, perjanjian).

3. Orangtua meminta anaknya untuk menjelaskan alasan pengerusakannya, hal ini untuk memunculkan rasa tanggungjawab dan rasa bersalah pada anak anda, dan pola komunikasi agar anak anda merasa tenang dan nyaman. Orang tua dapat memahamkan pada anaknya jika meluapkan keinginan ada cara-cara yang lebih tepat.

4. Suruh anak anda menenangkan dirinya apabila merusak diiringi marah.

Jika anak sudah SD, tindakan orangtua atau pendidik meminta anaknya untuk menganti barang yang dirusak dengan uang sakunya sendiri atau diberi konsekuensi.

5. Pahami tingkah laku anak anda dengan cara mencari tahu penyebab tingkah lakunya, orang tua member hukuman dan hadiah dari perilaku ananda.

Next Page »

13 queries