ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Kompas Gramedia Luncurkan 4 Majalah Glossy

KOMPAS.com – Seakan tak mau berhenti berinovasi dan mengembangkan sayap, Kompas Gramedia (KG) kembali melakukan gebrakan. Kali ini, di usia pertengahan dasawarsa ke 4, KG meluncurkan empat majalah baru. Tak tanggung-tanggung, KG membawa empat majalah berlisensi dari Amerika sekaligus.

Ke-4 majalah tersebut adalah; Fortune dan InStyle besutan dari Time Inc., MORE dari Meredith Corporation, dan Martha Stewart Living keluaran Omni Media Inc. Mengambil lokasi yang tak lazim, yakni di bawah jembatan penghubung mal Grand Indonesia, KG menggelar sebuah perayaan yang diberi tajuk “The Rays of Gold”, Selasa (27/7/2010) lalu. Dalam sambutannya, CEO KG, Agung Adiprasetyo, mengungkapkan bahwa malam peluncuran empat majalah tersebut sebagai penanda kelahiran kembali masa emas KG.

Kepada Kompas Female, Reda Gaudiamo, publisher grup majalah KG bertutur, “Selama 45 tahun ini, Kompas Gramedia sudah membuktikan merupakan yang nomor 1 di industri majalah. Kini, kami ingin membuktikan hal yang baru, setting gol yang baru. Karena majalah glossy ini menjadi sesuatu yang baru untuk KG. Ini seperti menantang diri sendiri. Inilah satu step di atas yang kemarin. Untuk majalah lain, seperti majalah anak, otomotif, KG sudah cukup menguasai pasar. Tetapi untuk majalah license printed, belum ada. Mengapa majalah glossy, karena selama ini orang meragukan. Tetapi ke-4 majalah ini menjadi sebuah pembuktian, bahwa KG memang besar, dan memang bisa.”

Tiga dari empat majalah yang diterbitkan ini merupakan majalah untuk wanita. Padahal, saat ini sudah banyak sekali majalah khusus wanita diterbitkan di pasar. Namun Reda optimis ketiga majalah ini akan baik di pasaran. “Sebelum terbit saja sudah banyak yang menelepon kami untuk mau ikut berkontribusi, khususnya pengiklan. Ditambah lagi, memang isinya untuk pasar yang khusus. MORE, misalnya, untuk pasar usia 25-45, khususnya di usia 35 tahunan. Majalah lainnya pun memiliki pasar yang sangat spesifik dan dicari,” ujarnya.

Sementara dalam siarannya kepada media, Widi Kristawan, Direktur Group of Magazines Kompas Gramedia mengatakan, “Peluncuran keempat majalah ini merupakan salah satu langkah kami dalam memberi nilai tambah pada era informasi global di Indonesia. Tak sekadar menambah jumlah penerbitan yang ada, tetapi juga menghadirkan sumber informasi terbaik. Kami berharap kerjasama dengan tiga perusahaan media terkemuka di Amerika Serikat dan sekaligus menerbitkan majalah mereka di Indonesia dapat meningkatkan kualitas informasi yang kami berikan ke depan. Ini yang kami rasakan ketika menerbitkan National Geographic Indonesia, yang belum lama ini mendapatkan penghargaan Mochtar Lubis Awards.”

KG yang berawal dari sebuah majalah kecil bernama Intisari, kini menjadi perusahaan penerbitan terbesar di Indonesia yang memiliki belasan surat kabar nasional dan daerah dengan pembaca sekitar 6 juta orang setiap hari. Penerbitan periodikal, KG menerbitkan hampir 100 judul majalah dan tabloid yang mengisi lebih dari 30 persen pangsa pasar di Indonesia.

NAD

Editor: din


Percuma Berlindung di Balik Payung Pantai

VIVAnews - Berlindung di bawah payung pantai agar terhindar dari sengatan matahari, ternyata tidak cukup efektif. Hasil penelitian menunjukkan, meskipun berlindung di bawah payung, radiasi ultraviolet masih bisa menembus kulit hingga 34 persen.

Sinar ultraviolet atau UV yang dipancarkan matahari dapat menyebabkan kerusakan pada kulit dan sel DNA. Hal ini bisa memicu kanker kulit, seperti melanoma. Menurut peneliti, payung dapat menyerap sebagian besar sinar matahari yang turun, namun radiasi masih bisa lewat dari samping.

Penelitian ini dilakukan dengan memposisikan sensor sinar ultraviolet di bagian bawah kanvas payung berwarna biru dan putih. Radiusnya yaitu 31.5 inci atau sekitar 80 sentimeter dan tingginya 4,9 kaki atau sekitar 1,5 meter.

“Payung memang memotong langsung radiasi matahari, tetapi bagian dari radiasi tersebar, yang membuat sampai sekitar 60 persenbya menyentuh sensor,” kata  José Antonio Martínez-Lozano, dari University of Valencia di Spanyol, seperti dikutip dari Live Science.

Hasil penelitian dipublikasi dalam Journal Photochemistry and Photobiology. (pet)

Baca juga: Olesan Tabir Surya Cegah Kanker Kulit

• VIVAnews


Ciri Lingkungan Kerja Tidak Sehat

VIVAnews – Bagaimana lingkungan kerja saat ini? Setiap orang tentu ingin memiliki lingkungan kerja yang sehat dan menyenangkan, sehingga karier tumbuh dan berkembang dengan baik.

Namun, tak jarang keinginan tinggal keinginan, sementara jika ingin pindah kerja, belum ada perusahaan bisa menerima dalam waktu dekat. Akibatnya, Anda jadi stres.

Sebelum Anda mengalami ‘mimpi buruk’ seperti ini, berikut merupakan ciri-ciri lingkungan kerja yang tidak sehat. Jika apa yang dipaparkan di bawah ini ada dalam lingkungan kerja Anda, Anda dapat mengantisipasinya sejak dini.

1. Dilarang multitasking
Biasanya perusahaan sehat sangat senang jika karyawannya produktif dan mau berbuat lebih dari sekadar yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Perusahaan tidak sehat sebaliknya, tak suka pada karyawan ‘serba bisa’. Biasanya hal ini terjadi, karena khawatir karyawan itu mengetahui hal-hal yang tidak seharusnya diketahui. Jadi, perusahaan memberikan tugas-tugas bersifat khusus dan terpisah-pisah bagi karyawannya agar mudah dikontrol.

2. Rapat tidak efektif
Rapat semestinya merupakan ajang untuk saling berbagi ide, data, dan tujuan yang jelas untuk kemajuan perusahaan. Namun, dalam lingkungan kerja tidak sehat, rapat hanya menjadi ajang untuk saling menyalahkan, memojokkan, dengan disertai hitungan-hitungan matematika memusingkan, dan metafora-metafora klise.

3. Beban kerja tak menentu
Di lingkungan kerja sehat, antara beban kerja dan hasil yang didapat biasanya seimbang. Namun, di lingkungan kerja tidak sehat, ada karyawan yang dibebani pekerjaan yang menumpuk, tapi ada juga yang dibiarkan lebih banyak ongkang-ongkang kaki.

Namun, bisa juga pada suatu ketika pekerjaan begitu melimpah sehingga tidak tertangani, tapi di saat lain justru tak ada sama sekali, sehingga karyawan mengalami disfungsional. Ini mungkin terjadi karena atasan tidak mampu mengelola manajemen dengan baik, tidak tahu tugas dan fungsi Anda, atau mereka memang tidak peduli.

4. Kebijakan overlaping
Penanganan pekerjaan yang baik adalah jika antara tugas dengan instruksi yang diberikan paralel dan dapat diselesaikan satu per satu. Namun, di lingkungan kerja tidak sehat, seringkali terjadi ketika satu pekerjaan belum selesai, sudah ada instruksi baru, memo baru, kebijakan baru, yang ada kalanya saling bertentangan. Namun, Anda dilarang bertanya atau mengeluh.

5. Target tidak realistis
Penetapan target yang baik adalah yang sesuai dengan kapasitas dan kondisi terkini, namun di lingkungan kerja yang tidak sehat, target dibuat bertentangan dengan prinsip tersebut sehingga terkesan terlalu di awang-awang dan tidak realistis.

Selamat mencoba, karena hasil akhir yang berkualitas dimulai dengan implementasi yang berkualitas (Quality Implementation /QI).

Diasuh oleh:

Kevin WuKevin Wu, Managing Director CoreAction Result Consulting, telah membantu beberapa perusahaan di tanah air melipatgandakan hasil hanya dalam waktu yang relatif singkat dengan metode management yang simple dan aplikatif. Tidak berlebihan jika banyak pihak yang menyebutnya sebagai “Result Consultant”.
Info lebih lengkap silahkan klik www.thecoreaction.com, www.qi-leadership.com atau email info@thecoreaction.com

 

Baca juga: Profesi Teraneh di Dunia

 

• VIVAnews


Mengapa Usia Wanita Jepang Paling Panjang

VIVAnews - Wanita Jepang menempati peringkat pertama usia paling panjang di dunia dengan harapan hidup mencapai hampir 86,5 tahun. Wanita Jepang memegang rekor usia paling panjang di dunia selama 25 tahun berturut-turut.

Data statistik Departemen Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang 2009 menunjukkan, dibandingkan tahun sebelumnya, masa hidup wanita Jepang rata-rata meningkat hampir lima bulan menjadi 86,44 tahun.

Sedangkan masa hidup pria Jepang rata-rata meningkat hampir empat bulan menjadi 79,59 tahun. Angka ini menempati urutan kelima dalam daftar usia pria paling panjang di dunia, menurun dari peringkat keempat pada tahun sebelumnya.

Umur panjang di Jepang mencerminkan perawatan medis yang membaik dan standar hidup yang tinggi. Namun, kenaikan angka harapan hidup itu tak disertai dengan kenaikan angka kelahiran. Proporsi kelompok lanjut usia di negara ini lebih tinggi dibandingkan kelompok anak.

Meningkatnya angka bunuh diri di kalangan orang dewasa diduga menjadi penyebab menurunnya harapan hidup di kalangan pria Jepang. Bunuh diri, kejahatan, dan alkoholisme di kalangan warga dewasa mulai berkembang karena penghasilan rendah dan kesempatan kerja yang tak stabil.

Sementara itu, angka harapan hidup wanita Hong Kong menempati urutan kedua dengan usia 86,1 tahun. Disusul wanita Prancis pada urutan ketiga dengan harapan hidup 84,5 tahun dan Swiss 84,4 tahun.

Untuk pria, Qatar menduduki peringkat pertama dengan harapan hidup 81 tahun, diikuti Hong Kong 79,8 tahun. Islandia dan Swiss berbagi tempat ketiga dengan 79,7 tahun.

Sedangkan angka harapan hidup di Amerika Serikat adalah 80,4 tahun untuk wanita dan 75,4 tahun untuk pria. Secara umum, wanita memiliki harapan hidup lebih lama dibandingkan laki-laki.(np)

Baca juga: Mau Panjang Umur? Nikahi Daun Muda & Mengapa Wanita Asia Terlihat Lebih Muda

• VIVAnews


Pergi Ke Hutan Dapat menyehatkan Tubuh

TEMPO Interaktif, Finlandia – “Banyak orang merasa rileks dan enak ketika mereka pergi ke luar dan menyatu dengan alam,” kata Dr. Eeva Karjalainen dari Lembaga Riset Hutan Finlandia.  “Namun tidak banyak yang tahu bahwa penelitian ilmiah membuktikan adanya efek penyembuhan dari alam.”

Hutan, dan juga tempat alami hijau lainnya, dapat mengurangi stress, meningkatkan mood, mengurangi rasa marah dan agresivitas, dan meningkatkan kegembiraan. Berwisata ke hutan juga dapat memperkuat sistem imun kita dengan meningkatkan aktivitas dan merusak sejumlah sel kanker

Banyak penelitian menunjukkan tingkat stress-tergantung situasi- dapat disembuhkan lebih cepat di lingkungan alam terbuka dibanding di kota. Tekanan darah, detak jantung, tekanan otot, dan hormon stres akan menurun lebih cepat di alam terbuka. Depresi, kemarahan, dan agresivitas akan berkurang di lingkungan hijau.

“Memelihara area hijau dan pohon di kota sangat penting untuk menolong orang sembuh dari stres, memelihara kesehatan, dan menyembuhkan penyakit. Ada juga nilai ekonomis dalam mempekerjakan orang dan mengurangi biaya perawatan kesehatan,” kata Eeva.

Fanny Febiana/Science Daily

Berita Lain tentang Kaitan antara Taman Hijau dan Kesehatan:

Bermain 5 Menit di Taman Hijau, Sehatkan Mental


Alkohol Membahayakan Sperma Anak  

TEMPO Interaktif, Roma – Ibu yang minum alkohol selama hamil dapat merusak kesuburan anak lelakinya di kemudian hari, kata sebuah studi oleh ilmuwan Denmark, sebagaimana dikutip Sexual Health News 29 Juni 2010.

Para peneliti menemukan bahwa jika saat hamil si ibu minum minuman beralkohol sebanyak 4,5 atau lebih per minggu, konsentrasi sperma anak-anak mereka – sekitar 20 tahun kemudian – sepertiga lebih rendah ketimbang laki-laki yang tidak terkena alkohol semasa dalam kandungan.

Takaran minum diukur sebagai 12 gram alkohol, setara dengan 330 ml satu kaleng bir, satu gelas kecil anggur (120 ml).

Penelitian oleh ilmuwan di Universitas Aarhus di Denmark ini telah disampaikan pada konferensi Masyarakat Eropa Reproduksi Manusia dan Embriologi di Roma.

“Studi kami menunjukkan bahwa ada hubungan antara minum alkohol dalam jumlah sedang selama kehamilan dan konsentrasi sperma lebih rendah pada anak,” kata Cecilia, yang memimpin penelitian ini.

Tapi ia mencatat bahwa karena penelitiannya bersifat observasional, para ilmuwan tidak dapat mengatakan dengan pasti apakah konsumsi alkohol adalah penyebab rendahnya konsentrasi sperma.

“Ada kemungkinan bahwa minum alkohol selama hamil memiliki efek berbahaya pada jaringan janin yang memproduksi air mani dalam testis – dan dengan demikian berdampak pada kualitas sperma di kemudian hari,” ujar Cecilia dalam laporannya. Menurut Cecilia, mengingat penelitian tentang kaitan alkohol dan sperma ini yang pertama kali, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan hubungan sebab akibat dan batas aman minum yang disarankan.

Namun, jika temuan ini direplikasi oleh studi lain di kemudian hari, dapat membantu menjelaskan mengapa kualitas air mani telah menurun dalam beberapa dekade terakhir, dan mengapa di beberapa negara lebih baik dari negara yang lain.

Tim peneliti Denmark mempelajari 347 anak yang lahir dari 11.980 perempuan, yang ambil bagian dalam studi antara 1984 dan 1987. Sekitar 36 minggu usia kehamilan, para ibu itu menjawab pertanyaan tentang gaya hidup dan kesehatan. Setelah anak-anak mereka berusia 18 dan 21 tahun, antara 2005 dan 2006, anak-anak tersebut diambil sampel sperma dan darahnya untuk dianalisis.

Data menunjukkan bahwa anak-anak dari ibu yang minum 4,5 atau lebih minuman beralkohol seminggu memiliki konsentrasi sperma rata-rata 25 juta per mililiter, sementara anak yang paling sedikit terkena alkohol memiliki konsentrasi sperma 40 juta per mililiter.

Sexual Health News/Ngarto Februana


Mengurangi Efek Jet Lag  

TEMPO Interaktif, Jakarta -Penanggulangan jet lag bisa dilakukan dengan menyesuaikan tingkat hormon penyebabnya. Inilah cara mengurangi efek jet lag itu:

1. Pastikan tubuh dalam kondisi sehat sebelum terbang. Jika memiliki kondisi medis yang memerlukan pemantauan (seperti diabetes atau penyakit jantung), konsultasikan dengan dokter jauh sebelum keberangkatan.

2. Jika akan tinggal lama di tempat tujuan dengan zona waktu berbeda, ubahlah jadwal rutinitas harian sesuai dengan tempat tujuan Anda.

3. Jangan minum minuman beralkohol/berkafein sebelum, selama, dan sesudah penerbangan karena bisa menyebabkan dehidrasi dan mengganggu jadwal tidur.

4. Minum banyak air, khususnya selama penerbangan, untuk melawan pengaruh suasana kering di dalam pesawat.

5. Selama penerbangan, jangan minum pil tidur dan tidur lebih dari satu jam pada satu zona waktu. Tetaplah aktif. Setiap satu atau dua jam, bangun dan berjalan-jalanlah di sekitar pesawat demi mengurangi risiko pembekuan darah di kaki.

6. Pakai sepatu dan pakaian yang nyaman.

7. Segera sesuaikan dengan jadwal lokal. Semakin cepat menyesuaikan dengan jadwal setempat, tubuh lebih cepat beradaptasi.

8. Cobalah tidur tanpa menggunakan pil. Namun, jika Anda kesulitan tidur pada dua atau tiga malam pertama, boleh menggunakan obat penenang ringan dengan resep dokter.

NUR ROCHMI | berbagai sumber


Organ Tubuh Ternyata Tak Setua Umur

VIVAnews - Menjadi tua itu pasti. Penandanya adalah usia. Namun tahukah Anda bahwa usia organ tubuh kita tidak sama dengan usia berdasarkan tahun kelahiran. Organ tubuh kita ternyata tidak setua usia berdasar tahun kelahiran.

Organ tubuh memiliki kemampuan luarbiasa untuk segera memulihkan diri. Simak beberapa organ vital beserta kemampuannya meregenerasi diri berikut ini, seperti dikutip dari laman Daily Mail. 

1. Hati: 5 bulan
Regenerasi hati tergolong cepat berkat kapasitas sel darah yang diterimanya. Sel-sel hati secara teratur memperbaiki diri dalam 150 hari, tak terkecuali pada pecandu alkohol. Bahkan, jika 70 persen hati seseorang dipotong, organ ini memiliki kemampuan kembali ke ukuran normal hampir 90 persen, hanya dalam dua bulan. Namun, hati penderita kasus sirosis tidak dapat meregenerasi.

2. Otak: Tidak regenerasi
Hanya beberapa sel dalam otak yang bisa meregenarasi seumur hidup manusia. Saat lahir, manusia memiliki 100 miliar sel otak yang sebagian besar tidak akan memulihkan diri.

3. Jantung: 20 tahun
Studi yang dilakukan oleh New York Medical College menunjukkan bahwa ada sel-sel induk jantung yang yang membantu regenerasi hati terus-menerus. Sel-sel ini berganti tiga hingga empat kali selama seumur hidup.

4. Paru paru: 2-3 minggu
Sel-sel di paru-paru memperbarui diri dengan interval berbeda. Permukaan sel paru diperbarui tiap 2-3 minggu. Dan, bagian dalam paru-paru diperbaiki dalam waktu satu tahun.

5. Lidah: 10 hari
Lidah dilengkapi dengan sekitar 9.000 sel perasa dan diperbarui tiap 10 hari atau maksimal dua minggu. Namun, sel lidah bisa rusak karena infeksi atau panas dan asap rokok. Sehingga,  pertumbuhan sel tidak sensitif.

6. Mata: Tidak beregenerasi
Mata adalah salah satu bagian tubuh yang tidak banyak berubah sepanjang hidup. Satu-satunya komponen yang terus-menerus regenerasi adalah kornea. Dalam kasus kecelakaan, kornea dapat sembuh dalam 24 jam.

7. Kulit: 2-4 minggu
Sel-sel pada permukaan kulit diperbarui setiap 2-4 minggu. Gunanya untuk melindungi tubuh dari rangsangan eksternal, seperti cedera dan polusi.

8. Tulang: 10 tahun
Kerangka manusia terus memperbarui diri dengan siklus selama 10 tahun.

9. Usus: 2-3 hari
Karena bagian ini paling sering terpapar bahan kimia, seperti asam korosif, usus memperbarui diri selama 3-5 hari.

10. Sel Darah Merah: 10 bulan
Sebagai sistem transportasi vital tubuh, sel darah merah memperbaharui diri setiap empat bulan. Sel-sel tua dihancurkan di limpa. Cedera atau menstruasi menyebabkan jumlah sel darah berkurang sehingga tubuh terus memproduksi sel darah merah.

• VIVAnews


Normalkah Anak Punya Teman Imajiner

VIVAnews - Apakah buah hati Anda sering berbicara sendiri atau seolah seperti memiliki teman khayalan saat sedang beraktivitas? Jangan terburu-buru berprasangka mistik atau menganggapnya memiliki indera keenam.

Berdasar tahapan tumbuh kembang anak, kondisi itu wajar dialami anak saat memasuki usia 3-4 tahun. Yang perlu dikhawatirkan adalah ketika kondisi ini berlanjut hingga usia lebih dari itu. Ada kemungkinan anak Anda menderita autis.

“Ini bisa menjadi gejala awal autis,” kata Pemerhati dan juga Psikiater Anak, Dr Kresno Mulyadi dalam acara Journalist Class Pfizer, di Wisma GKBI, Jakarta, 30 Juni 2010.

Kresno menambahkan, meski masa-masa bergaul dengan teman imajiner termasuk normal hingga usia empat tahun, namun sebaiknya orangtua tak membiarkan si kecil menikmatinya. Cobalah mengajaknya melakukan aktivitas positif lainnya sehingga konsentrasinya pada teman imajiner beralih. Misalnya, segera ajak ngobrol saat anak sedang asyik dengan teman imajinernya.

Mengalihkan perhatiannya adalah cara yang pas untuk mencegah kondisi itu berlanjut. “Jangan biarkan anak terus menikmati kesendiriannya. Patut diwaspadai jika kondisi berlanjut dan segera lakukan konsultasi kepada psikiater untuk segera mendiagnosisnya,” katanya.

Menurutnya, rata-rata anak autis memiliki daya imajinasi yang tinggi, termasuk berbicara sendiri dengan teman imajiner. Melakukan terapi dini untuk mencegah autis dari gejala awal seperti ini adalah langkah yang tepat. Kresno pun meyakini dengan terapi sedini mungkin bisa menyembuhkannya dari gangguan seperti ini.

Autis bukan hanya penyakit yang terjadi akibat gen, namun bisa juga terjadi akibat makanan yang terkontaminasi. “Jadi perlu waspada jika gejala seperti cuek dan sibuk dengan dunianya sendiri, jangan dibiarkan berlangsung lama. Jangan sampai kebiasaan itu masih melekat di usianya yang semakin dewasa, karena penangannya akan semakin sulit,” katanya. (umi)

• VIVAnews


Wanita Butuh Waktu Lebih Untuk Merias Diri

VIVAnews – Hari Senin merupakan hari yang banyak dibenci banyak orang. Namun, meski Senin merupakan hari sibuk bagi banyak orang, tetap saja wanita masih rela menghabisakan waktu berjam-berjam berada di meja rias.

Bahkan tak sedikit dari wanita menghabiskan waktu minimal dua jam untuk merawat penampilan mereka meskipun di hari sibuk seperti Senin pagi.

Seperti dikutip dari laman geniusbeauty, para peneliti dari Universitas London memperkirakan berapa banyak waktu yang dihabiskan wanita untuk rutinitas kecantikan mereka.

Penelitian yang melibatkan 1.000 wanita menunjukkan bahwa para wanita mengakui menghabiskan rata-rata 76 menit. 23 menit untuk penata rambut, 18 menit untuk melakukan makeup, 16 menit untuk memilih apa yang akan dipakai dan 19 menit untuk mandi.

Pada hari Senin pagi, wanita menghabiskan rata-rata 12 menit pada gaya rambut, 9 menit pada penerapan maskara, lipstik, eyeshadow dan perona pipi, 9 menit sibuk memilih pakain di lemari secara rutin dan 10 menit mandi. Pada hari Jumat, kebiasaan merias diri membutuhkan waktu yang lebih sedikit dari biasanya, yakni turun 6 menit.

Ed Watson, kepala tim peneliti, mengatakan wanita menghabiskan tiga perempat dari kehidupan mereka hanya untuk mempercantik penampilan. Maka tak heran, selebriti seperti Cheryl Cole dan Jennifer Lopez menghabiskan waktu hampir satu jam untuk rutinitas kecantikan. Para selebritis menghabiskan 28 menit di meja rias, 14 menit untuk mandi, 11 menit untuk membuat gaya rambut dan 19 menit untuk make-up.

• VIVAnews


« Previous PageNext Page »

50 queries