ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Kalau Anak Suka Menggigit

Setiap harinya saat saya bekerja,  saya menitipkan anak saya yang berusia 17 bulan di day care. Beberapa hari yang lalu, saya dibuat kaget oleh laporan pengasuhnya di sana, bahwa anak saya menggigit tangan temannya yang berumur 11 bulan, sampai berbekas dan membiru. Sungguh kaget, karena anak saya di rumah tidak suka menggigit papa atau mamanya.

Pada anak usia bayi hingga balita, ternyata memang ada kalanya anak menjadi suka menggigit, karena masih terbatasnya kemampuan anak untuk berkomunikasi. Saat mereka merasa kurang nyaman, merasa terancam, mencari perhatian atau giginya sedang tumbuh mereka akan mengungkapkannya dengan menggigit. Sebagai orang tua kita perlu mengenali lebih jelas alasan mengapa anak suka menggigit.

  • Tumbuh Gigi: pada fase ini, anak akan merasa kurang nyaman dengan gusinya, dia akan melampiaskan rasa kurang nyamannya ini dengan menggigit mainan atau jari tangannya sendiri untuk membantu mengurangi rasa tidak nyamannya ini.
  • Tahap eksplorasi: saat anak masih bayi, baru belajar makan, merangkak dan belajar berjalan, indera mereka juga ikut semakin berkembang. Untuk mengenali barang baru biasanya anak akan menggigit barang tersebut. Hal ini harus menjadi perhatian orang tua agar kebiasaan menggigit ini tidak terbawa sampai dia beranjak balita dan menggigit adalah tindakan yang dapat melukai.
  • Mencari perhatian: Saat anak merasa kurang menerima perhatian yang cukup oleh orang dewasa di sekitarnya, ia akan menggigit tangan orang-orang yang ada di sekitarnya. Ia berpikir bahwa gigitan tersebut cukup efektif untuk membuat perhatian orang dewasa beralih kepadanya.
  • Komunikasi: Anak ingin memiliki mainan yang sedang dimainkannya oleh kawannya dan susah untuk direbut, untuk memudahkan mendapatkannya anak akan menggigit temannya. Hal ini sangat perlu menjadi perhatian orang tua, orang tua harus mengajarkan kepada anak bahwa menggigit bukanlah cara untuk mendapatkan barang atau mainan.
  • Meniru: Anak melihat salah satu teman seusianya sering menggigit dan dia melihat bahwa tindakan itu asyik dan tidak membuat orang sakit, sehingga ia pun ikut melakukannya.
  • Merasa terancam: Saat anak diserang oleh teman sebayanya atau anak yang berusia diatas dia, dan merasa bahwa posisinya terancam dan tidak tahu harus berbuat apa, hal yang paling mudah akan dilakukannya adalah menggigitnya lawannya.

Sebagai orang tua yang anaknya memiliki kebiasaan menggigit jangan dibiarkan saja, atau memiliki pikiran bahwa kebiasaan itu nantinya akan hilang dengan sendirinya seiring usia anak semakin bertambah. Kita harus menanamkan sejak dini kepada anak, bahwa menggigit adalah kebiasaan yang buruk dan dapat menyakiti orang-orang disekitarnya yang mengasihinya. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua:

  • Terapkan aturan: Aturan di rumah adalah tidak boleh menggigit, selalu terapkan dan tanamkan pada anak.
  • Meminta maaf: Jika anak menggigit kawannya, tunjukkan perhatian kepada kawannya dan ajarkan pada anak untuk langsung minta maaf kepada kawannya. Agar anak tahu bahwa tindakannya itu menyakiti dan membantu memuculkan sikap empati pada anak.
  • Tindakan Disiplin: Jika diperlukan, saat anak tertangkap sedang menggigit orang lain berilah tindakan mendudukan sang anak di sudut ruangan atau di anak tangga selama selang waktu 1-5 menit atau tergantung kebutuhan orang tua. Selalu kembalikan anak ke tempat yang anda sediakan karena anak pasti akan menangis dan memberontak. Karena selang waktu ini bisa dipakai untuk mengeluarkan emosinya dan membantu meredakannya juga. Di saat emosi dan tangis anak mereda, itu adalah saat yang tepat untuk mengajakanya berbicara dan mengajarkan bahwa menggigit adalah tindakan yangburuk dan melukai. Selalu ingatkan anak, jika anak mengulangi perbuatannya, dia akan mendapatkan tindakan disiplin.
  • Konsekuensi: Yang dimaksud disini adalah pemberian hal yang positif kepada anak. Jika anak tidak menggigit temannya atau orang lain, anak akan mendapatkan konsekuensi pelukan, pujian dan ciuman atau hal-hal lain yang disukai oleh sang anak. Hal ini mengajarkan kepada anak bentuk perbuatan benar yang boleh dilakukannya.
  • Perhatian: Sebagai orang tua yang sibuk bekerja, selalu manfaatkan waktu yang terbatas untuk memberi perhatian yang berkualitas kepada anak anda. Supaya anak memahami walaupun orang tua bekerja tetapi kasih sayang dan perhatian tetap cukup diterimanya.

Semoga hal ini bisa membantu orang tua yang mengalami hal yang sama seperti saya, sehingga pertumbuhan emosi anak kedepannya menjadi lebih baik.

MENJADI PENDENGAR YANG BAIK UNTUK ANAK

Sebagai orangtua, ada kalanya kita perlu menjadi pendengar yang baik bagi anak2 kita. Berikut adalah tips cara mendengarkan yang baik

  • Saat anak sedang berbicara kepada anda, tataplah matanya dengan kasih sayang sehingga anak merasa di perhatikan ceritanya.
  • Di dalam sela-sela pembicaraan anak anda, sesekali berilah komentar seperti “O ya? atau Wah!.. ” karena itu sudah menjadi stimulasi bagi mereka untuk makin giat bercerita. Pola ini dapat membuat anak nyaman karena merasa orang tua memahami apa yang mereka ungkapkan.
  • Mendengar sepenuhnya cerita pengalaman anak, baik itu menyedihkan dan menyenangkan, membuat kita berdua (ibu dengan anak) dapat berbagi rasa dan anakpun akan merasa orangtuanya menghargainya, Anak akan bersikap terbuka karena yakin orangtua pasti bersedia mendengarkan mereka.
  • Hindari sikap memaksakan pendapat, dan langsung ‘melabel” anak. Perasaan anak yang lebih sensitif, membuat anak akan merasa tersisihkan jika kita bersikap seperti itu.
  • Jika anda ingin membantu anak menghadapi masalahnya, berilah masukkan dengan kata-kata yang tetap menyemangati  anak. Hindari berkata “Ya sudah, besok kamu tidak usah main” atau ” Biar mama yang marahi temanmu yang nakal itu”
  • Disaat anak sedang emosi dan sulit bicara, jangan paksa anak untuk terus bicara.
  • Beri anak anda waktu untuk menyendiri sejenak sampai emosinya mereda dan siap untuk berbicara.
  • Berusahalah untuk tidak memberikan opini kita pribadi, baik terhadap pilihan sikapnya, emosinya dan tindakannya.
  • Tanyakan pemikiran mereka terhadap masalah ini dan bagaimana kira-kira sikap yang sebaiknya mereka lakukan di kemudian hari.
  • Sikap ini tidak saja menghindarkan anak dari perasaan di hakimi, namun juga membantu mereka lebih memahami kejadian atau peristiwa secara objektif.

KIAT AGAR ANAK GEMAR MEMBACA

Tentunya kita merasa senang jika putra-putri kita gemar membaca, baik itu bacaan sekolah (pelajaran sekolah) atau sekedar bacaan ringan seperti buku cerita atau majalah.

Seperti yang tertulis dalam buku karangan Mary Leonhardt yang berjudul 99 cara Menjadikan Anak  “Keranjingan”  Membaca (Penerbit Kaifa, 2000), beliau adalah seorang yang rajin mempromosikan pentingnya buku dikenalkan pada anak sedari kecil, di sini saya mencoba untuk merangkum beberapa tips yang bisa kita ambil dari buku Mary Leonhardt tersebut diantaranya ialah :

  1. Bila anak belum bisa membaca, berilah kebebasan pada anak utk memilih  sendiri buku apa yang dia suka untuk dibacakan, ini adalah salah satu kiat untuk menjadikan anak suka buku. Biarkan anak-anak memilih buku yang mungkin menurut kita kacangan atau kurang bermutu, biarkan mereka memilih buku yang sama berulang-ulang dan ingin dibacakan berulang-ulang pula (walaupun kita yang membacanya  sampe bosan setengah mati tapi tak mengapa), yang penting anak-anak menyadari bahwa kita menghormati mereka sehingga mereka merasa nyaman dan juga menikmatinya.
  2. Biasakanlah membacakan buku dengan sikap santai, ciptakanlah suasana kegembiraan, misalkan sesekali mengucapkan kata-kata  dalam buku tersebut dengan keliru supaya merangsang mereka untuk memperbaiki kesalah/kekeliruan anda. berkisahlah dengan beragam suara dan tertawalah bersama-sama, jadikanlah membaca sebagai saat-saat menyenangkan dan penuh kekonyolan canda tawa.
  3. Jika perhatian anak mulai mengendur, maka percepatlah bacaan anda. Karanglah akhir cerita dengan kontekstual yang anda perlukan, misalnya : “Dan sekarang anak beruang harus mandi – sama seperti anak bunda ini….!!”
  4. Hal yang tak kalah penting ialah dengan melibatkan kegiatan membaca buku dengan bermain, misalnya mendorong anak untuk membacakan dongeng kepada bonekanya sebelum tidur atau bermain tentang kegiatan ditoko buku atau perpustakaan, ini penting agar buku selalu menjadi bagian dari keseharian anak-anak.
  5. Bila anak sudah mulai bisa membaca sedikit-sedikit maka sebaiknya orang tua jangan terlalu sering membacakan cerita untuk mereka agar mereka tidak terlalu bergantung pada kita, ini bertujuan agar anak-anak keranjingan membaca bukan hanya terpesona dengan cerita orang tuanya dan agar anak-anak tidak manja atau malas membaca sendiri.    Salah satu cara agar anak menjadi mandiri dalam membaca ialah dengan berpura-pura kelelahan atau mengantuk ketika membacakan cerita sehingga tak sanggung menyelesaikan cerita dan minta anak untuk melihatnya sendiri buku cerita tersebut, tindakan ini akan mendorong anak untuk mo  berusaha membaca sendiri apalagi bila ceritanya menarik dan buku ceritanya itu favoritnya.
  6. Penuhi rumah dengan buku, untuk membiasakan anak suka buku ialah dengan membuat buku ada di sekeliling anak sejak kecil, taruhlah buku di tempat yang mudah di jangkau anak-anak sehingga anak bisa mengambilnya kapan pun ia suka.
  7. Terakhir yang amat penting agar anak suka membaca ialah orangtua juga harus rajin membaca, anak-anak adalah peniru yang baik, mereka akan meniru apa yang biasa dilakukan orangtuanya, jadi bila ingin anak gemar membaca maka tunjukanlah bahwa anda sebagai orangtua juga adalah pembaca yang baik, baik buku maupun media cetak lainnya. Pendeknya, orangtua harus memperlihatkan kalau membaca itu adalah kegiatan yang  mengasyikkan! dengan demikian kita berharap anak kita memfotocopy perilaku ini  dan mereka juga jadi suka membaca

Demikian tips agar anak gemar membaca, semoga bermanfaat….

 

Tips Merawat Payudara Agar Tetap Kencang dan Indah

Seperti dengan bagian tubuh lain, payudara pun dapat mengendur sehingga mempengaruhi keindahannya. Terutama bagi ibu-ibu yang pernah hamil dan menyusui, di mana payudaranya tidak lagi kencang akibat menyusutnya kelenjar susu.

 Penyebab lainnya, juga bisa akibat melemahnya jaringan ikat penyangga payudara dan elastisitas kulit payudara yang berkurang. Karena itu, sangat penting untuk merawat payudara agar tetap indah, baik dari dalam maupun luar tubuh.

 Ada lima langkah mudah yang dapat merawat payudara untuk tetap kencang dan indah:

 1. Perhatikan konsumsi makanan.

Payudara juga membutuhkan nutrisi, sama halnya dengan tubuh. Karena itu konsumsilah makanan yang seimbang dengan jumlah kalori yang cukup, sehingga berat badan Anda ideal sesuai harapan. Berat badan ideal, otomatis akan memperbaiki bentuk tubuh secara alami, termasuk payudara.

 2. Hindari gesekan terlalu keras.

Kulit payudara hanya mengandung sedikit kolagen, terutama di bagian areola (kulit sekitar puting) dan puting. Sehingga jangan menggesek payudara dengan benda kasar, seperti handuk dan scrub.

 3. Berikan pelembab.

Untuk mengatasi kulit kering, gunakan pelembap tanpa pewangi, dapat pula menggunakan minyak zaitun. Agar hasil maksimal, lakukan pijatan ringan dengan gerakan lembut. Bersihkan secara rutin daerah seputar puting dengan kapas yang di basahi air hangat.

 4. Olahraga rutin.

Lakukan senam ringan dengan fokus untuk memperkuat otot dada. Gerakan olahraga yang dilakukan secara rutin akan melatih otot-otot dada. Lakukan teratur untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

 5. Gunakan bra yang sesuai.

Bra yang sesuai dengan ukuran dan bentuk payudara sangat penting, pastikan pula bra tersebut nyaman saat di pakai. Saat berolah gunakan bra khusus, sehingga keringat mudah terserap dan payudara tersangga dengan baik. Pilih ukuran bra yang sesuai agar dapat menopang payudara dengan baik.

Tips Agar Anak Lebih Berani

Keberanian anak untuk mencoba sesuatu yang baru dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Faktor internal salah satunya dipengaruhi temperamen si anak. Sedangkan kalau faktor eksternal lebih kepada dorongan dan dukungan kepada si anak untuk mencoba. Salah satu faktor eksternal yang memengaruhi keberanian anak untuk mencoba adalah kelekatan anak dengan orangtuanya.

Pertiwi Anggraeni, MPsi, psikolog anak dan pengajar di Universitas Tama Jagakarsa Jakarta menjelaskan kelekatan yang terjalin dengan baik dapat membentuk rasa aman dalam diri si anak. Rasa aman ini ditunjukkan oleh anak dengan memercayai orang-orang yang berada dalam lingkungan terdekatnya.

Selanjutnya, ketika anak memiliki rasa aman kepercayaan dirinya akan tumbuh. Inilah yang menjadi pendorong anak untuk berani mencoba sesuatu yang baru. Sebaliknya, pada anak yang tidak memiliki keberanian untuk mencoba, bila ditelusuri, penyebabnya adalah anak tidak memiliki rasa aman terhadap lingkungan terdekatnya.

Kelekatan antara orangtua dan anak ini tentunya tidak terbentuk secara instan. Ini telah terjalin semenjak anak masih bayi. Bayi yang mendapat respons tepat dari orangtua dan orang terdekat di lingkungannya, umumnya memiliki rasa percaya dengan orangtua atau orang terdekatnya itu, sehingga ia mampu membentuk rasa aman terhadap lingkungan terdekatnya.

Kelekatan itu dapat terbentuk bila orangtua mampu memahami dan memenuhi keinginan si bayi. Misal, ketika bayi menangis dengan nada panjang sebagai tanda haus, orangtua langsung memberikan respons dengan menyodorkan ASI. Anak merasa nyaman dan percaya karena orangtua tahu akan kebutuhannya.

Dampingi anak
Lalu, bagaimana cara menstimulasi agar anak memiliki keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru? Langkah pertama, hendaknya orangtua mampu menumbuhkan rasa aman terlebih dahulu. Caranya, dengan mendampingi anak ketika ia mau mencoba sesuatu yang baru. Berikan semangat kepada anak agar mau mencoba.

Pilihan lainnya, dengan mengajak teman-temannya bermain bersama. Minta si kecil mengamati teman-temannya yang sedang bermain. Selanjutnya, minta ia mencobanya sendiri. Bila perlu, orangtua juga terlibat dan bila memungkinkan dapat memberikan contoh langsung. Berikan penjelasan kepada si buah hati, selama mengikuti aturan dan rambu-rambu keamanan yang sudah dipersiapkan, niscaya tidak akan terjadi apa-apa. Kata-kata itu umumnya dapat memunculkan keberaniannya. Lakukan aktivitas ini berulang-ulang.

Satu hal yang patut dicermati orangtua, jangan bosan mendampingi anak untuk mencoba melakukan sesuatu yang baru. Bagi anak dengan temperamen sulit dan lambat memang membutuhkan waktu untuk memunculkan keberaniannya. Berbeda dengan anak bertemperamen mudah yang lebih cepat dan berani mencoba. Sebaiknya orangtua lebih bersabar dalam mendampingi.

Agar anak lebih termotivasi, ingatlah untuk memberikan penghargaan. Penghargaan berupa pelukan, pujian atau sesuatu yang lebih istimewa, umumnya mendorong si kecil untuk lebih berani.

Tidak memaksa
Bila berbagai cara sudah dicoba, namun anak belum berani juga, sebaiknya telusuri penyebabnya. Ajaklah si kecil berkomunikasi, mengapa ia menolak permainan itu. Masuk usia tiga tahun, anak umumnya sudah mampu menyampaikan yang dirasakan. Selanjutnya, tugas orangtua adalah memberikan pengertian kepada anak agar kekhawatiran yang dirasakan dapat terselesaikan.

Orangtua juga sebaiknya tidak memaksakan keinginan kepada anak. Ketika si kecil tidak berani mencoba permainan perosotan, alihkan dengan permainan sejenis yang memberikan manfaat sama seperti palang bertingkat, papan berjungkit dan lainnya. Anak akan senang dan manfaat untuk menstimulasi perkembangannya pun didapat. Pemaksaan terhadap anak justru menimbulkan pengalaman tidak menyenangkan bagi si kecil.

TIPS MENGHADAPI TEMAN YANG IRI

Mempunyai kelebihan merupakan suatu karunia tuhan yang patut di syukuri, namun itu tidaklah semata bisa membuat orang atau teman kita lantas menjadi suka akan kelebihan itu, terkadang kelebihan yang dimiliki seseorang menjadi sasaran kedengkian dan iri hati orang di sekitarnya.

Sfat buruk ini bisa terjadi pada setiap manusia dalam berbagai hal, antara lain Iri kepada tetangga yang punya mobil baru, iri kepada seseorang di kantor atau di sekolah yang lebih sukses, yang lebih pintar dan lain sebagainya.

Adapun dari penjelasan di atas, ada beberapa tips yang harus dilakukan dalam menghadapi teman yang iri kepada kita diantaranya yaitu :

–  Menjaga sikap dan ucapan, aritnya kita perlu mengkoreksi diri kita yg menyebabkan kenapa teman kita bersikap iri kepada kita, terkadang kita tidak menyadari bahwa ucapan atau sikap yang kita tampilkan membuat orang lain sedih atau marah.

–  Menahan Emosi, bila kita menghadapi situasi di mana kita berhadapan dengan teman/orang yang iri dan memancing emosi sebaiknya kita menghindar, tinggalkan saja dulu lalu carilah tempat yang membuatmu nyaman atau utk umat muslim dianjurkan untuk segera berwudlu karna dengan berwudlu biasanya bisa menenangkan pikiran kita.

–  Bicara dari hati ke hari atau face to face,  Ajak orang tersebut berbicara dari hati ke hati, tanyakan apa yang membuat ia seperti itu dan tak lupa memohon maaf bila kita salah dalam sikap dan ucapan, karena manusia tak bisa luput dari kesalahan.

–  Berdoa, Bila kita telah melakukan tips diatas tadi tetapi  belum juga berhasil maka langkah terakhir kita adalah berdoa, menyerahkan semuanya kepada tuhan,  memohon agar teman/tetangga/orang tersebut dilembutkan hatinya dan dihilangkan penyakit hatinya karena sifat iri itu merupaka penyakit hati.

Demikian Tips dari saya semoga membantu……

Bila ada kekurangan saya mohon maaf, mohon saran dan masukannya.

 

Terima kasih.

EROH

www.dbc-network.com/?id=erobiznet

 

Membaca Itu Asyik

Kebiasaan membaca yang baik yang Anda lakukan selama ini, adalah contoh nyata yang dapat dilihat anak. Anak akan melihat dan meniru.

Itu sebagian dari sederet manfaat yang dapat diperoleh anak dari kebiasaan membaca buku. Pengetahuan yang didapat dari buku yang dibacanya, akan        membuat anak mampu mengekspresikan diri dengan lebih baik. Anak juga akan lebih siap dalam menghadapi kehidupan nyata, serta dapat belajar untuk menyikapi situasi maupun lingkungan baru yang asing bagi mereka. Agar didapat berbagai manfaat dari kebiasaan membaca, anak harus diperkenalkan dulu pada kebiasaan membaca yang baik.

1. Bacakan Buku untuk Anak

Anak-anak senang mendengarkan cerita, apalagi dibacakan dengan suara keras, karena setiap kata yang diucapkan terdengar jelas. Dengan intonasi dan peragaan, semakin mudah bagi si kecil untuk memahami dan menghayati cerita. Misalnya, saat Anda menirukan suara aneka jenis binatang yang menjadi tokoh di dalam buku cerita fable, atau meragakan gerakan para tokoh cerita. Dr. Stanislas Dahaena ahli perkembangan otak anak dari Prancis membuktikan lewat risetnya, anak-anak yang pintar di sekolah serta pembaca yang rajin membacakan buku kepada mereka. Tanamkan kebiasaan baca buku melalui kegiatan mendongeng atau membacakan buku cerita sebelum tidur.

2.       Sediakan ruaang baca

Buat sebuah sudut baca di rumah anda atau buatkan perpustakaan mini, isi dengan rak-rak buku untuk menyimpan koleksi buku anda dan keluarga. Aturlah agar tempat baca ini terasa nyaman dan menyenangkan sehingga anak senang mengisi waktunya dengan membaca. Atur buku anak-anak di rak bagian bawah agar buku mudah diambil dan dikembalikan lagi oleh anak tanpa minta bantuan. Alasi lantai dengan karpet dari bahan karet agar tidak memerangkap debu, tapi anak tetap dapat membaca buku dilantai dengan nyaman. Atau, taruh sofa mini ukuran anak dan pasang lampu baca yang cukup terang.

3.       Bebas meletakan buku

Buku dapat dibaca dimana saja dalam setiap kesempatan. Bebaskan anak meletakan bukunya ditempat-tempat yang mudah dijangkau, misalnya diatas meja kecil di samping tempat tidur, diruang tamu, di dapur atau di rak dinding toilet.

4.       Jadi anggota perpustakaan

Anda tidak harus selalu membeli buku, manfaatkan taman bacaan di dekat rumah, ajak anak untuk pinjam buku di taman anggota taman bacaan atau perpustakaan. Sikecil pasti akan senang punya kartu perpustakaan. Ini member kesempatan pada si kecil untuk meminjam buku atas namanya sendiri, dan mendapat kesempatan untuk memilih buku-buku yang ingin dipinjam dan baca.

5.       Ajak rutin ke perpustakaan

Terapkan jadwal rutin ke perpustakaan, misalnya dua kali dalam sebulan. Selama di perpustakaan biarkan anak mempelajari suasana diperpustakaan sambil duduk membaca buku di meja dan kursi yang tersedia. Ini juga akan membuka peluang kepada si kecil untuk bersosialisasi dengan anak-anak lain.

6.       Jangan paksa anak membaca

Bebaskan si kecil membaca kapan pun dia inginkan. Anda tak perlu memaksakannya untuk membaca. Berikan contoh saja, misalnya ambil buku yang ingin anda baca. Ketika anak tergerak untuk duduk disamping Anda, barulah ajak dia berbagai cerita atau ceritakan isi buku yang sedang And abaca. Sebutkan hal-hal menarik di dalam buku tersebut yang mengundang rasa ingin tahu anak untuk mengetahui lebih lanjut. Atau biarkan dia menentukan halaman mana yang ingin dibacanya.

7.       Lakukan kegiatan sesuai tema

Kaitkan buku bacaan dengan kegiatan sehari-hari, Misalnya saja anak balita laki-laki anda sangat menyukai buku tentang mobil, kapan-kapan ajak dia membantu,  mencuci mobil, ke bengkel, atau mengisi bensin. Jelaskan pada anak mengapa mobil harus dicuci, diganti oli, dan di isi bensin.

8.       Manfaat album foto dan film

Minat si kecil terhadap tema yang dibacanya didalam buku yang dapat anda dukung dengan foto yang anda koleksi di dalam foto biasa, di dalam ipad atau notebook, serta aneka film dengan tema yang berkaitan. Misalnya, si kecil senang membaca tentang burung penguin, carikan foto-foto tersebut lalu bantu si kecil mengoleksinya didalam sebuah album foto. Atau anda bisa juga membelikan beberapafilm tentang kehidupan burung penguin, seperti “happy feet” dan “march of the penguins”.

9.       Ajak anak membuat buku cerita

Anak-anak senang bercerita, kadang-kadang kenyataan dibumbui khayalan. Tuliskan dikertas, cerita yang dibuat si kecil. Kemudian pindahkan dia atas kertas yang lebih bagus. Kumpulkan cerita-cerita itu menjadi satu buku. Lubangi kertas, kemudian ikat dengan tali atau benang warna-warni. Hiasi dengan gambar, anak yang mewarnai gambar itu. Buku cerita buatan si kecil bisa juga berupa “komik” yang dibuat dari lembaran kertas berisi coretan gambar-gambar buatannya. Kegiatan ini selain membangun minat baca yang baik juga menggali bakat mengarang dan menulis si kecil.

10.  Beri contoh yang baik

Kebiasaan membaca yang baik yang anda lakukan selama ini, adalah contoh nyata yang dapat dilihat anak. Anak akan melihat dan meniru. Tunjukan kepada si kecil kebiasaan membaca apa saja. Majalah, buku, komik, buklet, atau sekedar melihat foto=foto di dalam album. Di mata anak, semua itu akan dilihat sebagai aktivitas membaca. Berikan pula contoh membaca dengan posisi tubuh yang benar, tidak sampai tiduran misalnya, perhatikan juga penerangan saat membaca serta jarak baca yang sehat untuk mata, yakni sekitar 30cm dari mata.

5 TIPS “NIKMAT” BERSALIN

  1. Feel at home di RS bersalin. Survei dan datanglah ke RS hingga anda nyaman dengan suasana, dokter, dan perawat.
  2. Ingat “pelajaran” teknik napas. Kemampuan mengelola napas sampai mencapai tahap relaksasi, membuat anda efisien mengenjan, rasa sakit pun di tekan optimal.
  3. Tetap aktif. Aktif berjalan selama menunggu persalinan, mempercepat bayi turun ke jalan lahir. Anda pun makin “kenal” suasana RS.
  4. Siapkan snack favorit. Hindari kehabisan tenaga saat mengenjan dengan makan minum cukup sebelum bersalin.
  5. Open mind. Sikap terbuka terhadap perubahan, membantu anda mengambil keputusan di saat kritis. Misal, jika dokter memutuskan harus operasi caesar.

Semoga bermanfaat ya para ibu hamil :)

Cara Mengatasi Anak Yang Suka Merusak Barang-Barang Jika Sedang marah

1. Menyetop tingkah laku merusak anak anda, misalnya dengan cara melarang atau mengambil benda yang sedang dirusak dengan segera, dengan pendekatan yang tetap hangat dan bersahabat, namun perlu diingat jika barang berbahaya yang akan dirusak  oleh anak anda maka orang tua atau pendidik harus sigap (cekatan bertindak).

2. Mendekati anak anda dan kemudian menegurnya, memberikan pembinaan (berupa nasehat, perjanjian).

3. Orangtua meminta anaknya untuk menjelaskan alasan pengerusakannya, hal ini untuk memunculkan rasa tanggungjawab dan rasa bersalah pada anak anda, dan pola komunikasi agar anak anda merasa tenang dan nyaman. Orang tua dapat memahamkan pada anaknya jika meluapkan keinginan ada cara-cara yang lebih tepat.

4. Suruh anak anda menenangkan dirinya apabila merusak diiringi marah.

Jika anak sudah SD, tindakan orangtua atau pendidik meminta anaknya untuk menganti barang yang dirusak dengan uang sakunya sendiri atau diberi konsekuensi.

5. Pahami tingkah laku anak anda dengan cara mencari tahu penyebab tingkah lakunya, orang tua member hukuman dan hadiah dari perilaku ananda.

Jimat Keberuntungan Agar Lebih Percaya Diri

VIVAnews – Anda akan memenuhi panggilan wawancara atau presentasi di depan klien? Agar bisa lebih percaya diri di depan orang banyak, mungkin Anda perlu memiliki jimat keberuntungan.

Menurut penelitian yang dilakukan tim dari University of Cologne, Jerman, benda keberuntungan seperti gelang, cincin, batu spesial atau perhiasan sentimentil sering dianggap membawa keberuntungan. Benda tersebut sering dipakai ketika seseorang akan mengalami saat penting dalam hidupnya.

Penelitian melibatkan warga Jerman yang diminta untuk menggunakan benda keberuntungan. Hasil penelitian menunjukkan saat menggunakan benda tersebut, mereka lebih baik dalam menyelesaikan permainan memori di komputer. Hal itu dibandingkan yang tidak menggunakan benda keberuntungan sama sekali.

“Benda takhayul rupanya meningkatkan kepercayaan diri seseorang,” kata salah satu peneliti, Lysann Damisch seperti dikutip dari NY Daily News.

“Dengan kata lain, jika seseorang menggunakan benda keberuntungan, maka ia akan merasa lebih percaya diri dan aman. Hal itu membuatnya berusaha lebih keras dan lebih baik dalam menyelesaikan tugas,” katanya menambahkan

Banyak atlet dunia yang selalu menggunakan benda keberuntungannnya saat bertanding. Seperti Serena Williams yang memiliki kaus kaki keberuntungan dan Michael Jordan yang menggunakan celana pendek semasa kuliahnya.

Benda keberuntungan sebenarnya hanya cukup untuk meningkatkan rasa percaya diri, ketika Anda berada dalam situasi yang menakutkan. Seperti wawancara pekerjaan, sidang kuliah atau presentasi, Anda mungkin akan lebih percaya diri dan nyaman jika memakai kalung favorit.

• VIVAnews

Next Page »

14 queries