Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 


Imunisasi MMR, Perlu atau Tidak?

 

Sampai saat ini masih sering terjadi pro dan kontra mengenai perlu atau tidaknya imunisasi Imunisasi MMR (Measles,Mumps Rubella). Imunisasi anjuran yang diberikan kepada anak untuk meningkatkan kekebalan aktif terhadap penyakit campak (measles),gondong (mumps) dan campak jerman (rubella). Sampai saat ini masih banyak terdapat pertimbangan para orangtua bahwa kasus anak menderita austime yaitu akibat reaksi setelah diberikan imunisasi MMR, atau anak yang diberikan imunisasi MMR sebelum bisa berbicara maka akan mengalami keterlambatan dalam berbicara. Informasi ini sungguh sangat membingungkan,apalagi kalau memang terbukti benar.

 

Sebenarnya penelitian mengenai keterkaitan autism dengan imunisasi MMR sudah banyak dilakukan. Di Inggris dan beberapa tempat lainnya dikatakan bahwa reaksi imunisasi MMR secara umum ringan, namun pernah dilaporkan kasus meningoensfalitis pada minggu 3-4 setelah imunisasi yaitu timbulnya reaksi klinis meliputi kekakuan leher, iritabilitas hebat, kejang, gangguan kesadaran, serangan ketakutan yang tidak beralasan dan tidak dapat dijelaskan, defisit motorik/sensorik, gangguan penglihatan, defisit visual atau bicara yang serupa dengan gejala pada anak autism.
(Andrew Wakefielddari Inggris melakukan penelitian terhadap 12 anak, ternyata terdapat gangguan Inflamantory Bowel disesase pada anak autism.)

Jeane Smith seorang warga negara Amerika bersaksi didepan kongres Amerika : kelainan autis dinegeri ini sudah menjadi epidemi, dia dan banyak orang tua anak penderta autisme percaya bahwa anak mereka yang terkena autisme disebabkan oleh reaksi dari vaksinasi. Sedangkan beberapa orang tua penderita autisme di Indonesiapun berkesaksian bahwa anaknya terkena autisme setelah diberi imunisasi

 

Rekomendasi Intitusi atau Badan Kesehatan Dunia

Dari hasil kajian ilmiah beberapa institusi atau badan dunia untuk bidang kesehatan yang independen, dikeluarkan rekomendasi untuk tenaga profesional agar tetap menggunakan imunisasi MMR dan thimerosal karena tidak terbukti mengakibatkan Autisme.

The All Party Parliamentary Group on Primary Care and Public Health pada bulan Agustus 2000, menegaskan bahwa MMR aman, dengan memperhatikan hubungan yang tidak terbukti antara beberapa kondisi seperti inflammatory bowel disease (gangguan pencernaan) dan autisme adalah tidak berdasar.
WHO (World Health Organisation), pada bulan Januari 2001 menyatakan mendukung sepenuhnya penggunaan imunisasi MMR dengan didasarkan kajian tentang keamanan dan efikasinya.

 

SIKAP KITA SEBAIKNYA

Bila mendengar dan mengetahui kontroversi tersebut, maka masyarakat awam bahkan beberapa klinisipun jadi bingung. Untuk menyikapinya kita harus cermat dan teliti dan berpikiran lebih jernih. Kalau mengamati beberapa penelitian yang mendukung adanya autisme berhubungan dengan imunisasi, mungkin benar sebagai pemicu. Secara umum penderita autisme sudah mempunyai kelainan genetik (bawaan) dan biologis sejak awal. Hal ini dibuktikan bahwa genetik tertentu sudah hampir dapat diidentifikasi dan penelitian terdapat kelainan otak sebelum dilakukan imunisasi. Kelainan autism ini bisa dipicu oleh bermacam hal seperti imunisasi, alergi makanan, logam berat dan sebagainya. Jadi bukan hanya imunisasi yang dapat memicu timbulnya autisme. Pada sebuah klinik tumbuh kembang anak didapatkan 40 anak dengan autism tetapi semuanya tidak pernah diberikan imunisasi. Hal ini membuktikan bahwa pemicu autisme bukan hanya imunisasi.

Penelitian yang menunjukkan hubungan keterkaitan imunisasi dan autism hanya dilihat dalam satu kelompok kecil (populasi) autism. Secara statistik hal ini hanya menunjukkan hubungan, tidak menunjukkan sebab akibat. Kita juga tidak boleh langsung terpengaruh pada laporan satu atau beberapa kasus, misalnya bila orang tua anak autism berpendapat bahwa anaknya timbul gejala autism setelah imunisasi. Kesimpulan tersebut tidak bisa digeneralisasikan terhadap anak sehat secara umum (populasi lebih luas). Kalau itu terjadi bisa saja kita juga terpengaruh oleh beberapa makanan yang harus dihindari oleh penderita autism juga juga akan dihindari oleh anak sehat lainnya. Jadi logika tersebut harus dicermati dan dimengerti.

 

Rekomendasi IDAI     

Sejauh ini Departemen Kesehatan RI belum memasukkan MMR ke dalam immunisasi wajib, sedangkan IDAI sudah memasukkannya sebagai imunisasi yang dianjurkan bersama cacar air, hepatitis A, hib, pneumokokus, influenza, tifus, dan HPV.
IDAI merekomendasi pemberian MMR pertama pada umur 15 bulan. Jika pada umur sembilan bulan belum diimunisasi campak, MMR bisa diberikan pada umur 12 bulan. MMR ulangan diberikan pada anak umur enam tahun (Pedoman Immunisasi IDAI, edisi ketiga; 2008).

IDAI menganjurkan agar MMR disertai pembekalan mengenai Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) mengenai gejala, insiden, dampak, indikasi kontra, dan sebagainya. Imunisasi diberikan setelah orangtua anak mendapat informasi cukup dan menyetujuinya. Lebih dari itu pelaksanaan MMR tidak ada kaitannya dengan kemampuan berbicara anak.

MENJADI PENDENGAR YANG BAIK UNTUK ANAK

Sebagai orangtua, ada kalanya kita perlu menjadi pendengar yang baik bagi anak2 kita. Berikut adalah tips cara mendengarkan yang baik

  • Saat anak sedang berbicara kepada anda, tataplah matanya dengan kasih sayang sehingga anak merasa di perhatikan ceritanya.
  • Di dalam sela-sela pembicaraan anak anda, sesekali berilah komentar seperti “O ya? atau Wah!.. ” karena itu sudah menjadi stimulasi bagi mereka untuk makin giat bercerita. Pola ini dapat membuat anak nyaman karena merasa orang tua memahami apa yang mereka ungkapkan.
  • Mendengar sepenuhnya cerita pengalaman anak, baik itu menyedihkan dan menyenangkan, membuat kita berdua (ibu dengan anak) dapat berbagi rasa dan anakpun akan merasa orangtuanya menghargainya, Anak akan bersikap terbuka karena yakin orangtua pasti bersedia mendengarkan mereka.
  • Hindari sikap memaksakan pendapat, dan langsung ‘melabel” anak. Perasaan anak yang lebih sensitif, membuat anak akan merasa tersisihkan jika kita bersikap seperti itu.
  • Jika anda ingin membantu anak menghadapi masalahnya, berilah masukkan dengan kata-kata yang tetap menyemangati  anak. Hindari berkata “Ya sudah, besok kamu tidak usah main” atau ” Biar mama yang marahi temanmu yang nakal itu”
  • Disaat anak sedang emosi dan sulit bicara, jangan paksa anak untuk terus bicara.
  • Beri anak anda waktu untuk menyendiri sejenak sampai emosinya mereda dan siap untuk berbicara.
  • Berusahalah untuk tidak memberikan opini kita pribadi, baik terhadap pilihan sikapnya, emosinya dan tindakannya.
  • Tanyakan pemikiran mereka terhadap masalah ini dan bagaimana kira-kira sikap yang sebaiknya mereka lakukan di kemudian hari.
  • Sikap ini tidak saja menghindarkan anak dari perasaan di hakimi, namun juga membantu mereka lebih memahami kejadian atau peristiwa secara objektif.

KIAT AGAR ANAK GEMAR MEMBACA

Tentunya kita merasa senang jika putra-putri kita gemar membaca, baik itu bacaan sekolah (pelajaran sekolah) atau sekedar bacaan ringan seperti buku cerita atau majalah.

Seperti yang tertulis dalam buku karangan Mary Leonhardt yang berjudul 99 cara Menjadikan Anak  “Keranjingan”  Membaca (Penerbit Kaifa, 2000), beliau adalah seorang yang rajin mempromosikan pentingnya buku dikenalkan pada anak sedari kecil, di sini saya mencoba untuk merangkum beberapa tips yang bisa kita ambil dari buku Mary Leonhardt tersebut diantaranya ialah :

  1. Bila anak belum bisa membaca, berilah kebebasan pada anak utk memilih  sendiri buku apa yang dia suka untuk dibacakan, ini adalah salah satu kiat untuk menjadikan anak suka buku. Biarkan anak-anak memilih buku yang mungkin menurut kita kacangan atau kurang bermutu, biarkan mereka memilih buku yang sama berulang-ulang dan ingin dibacakan berulang-ulang pula (walaupun kita yang membacanya  sampe bosan setengah mati tapi tak mengapa), yang penting anak-anak menyadari bahwa kita menghormati mereka sehingga mereka merasa nyaman dan juga menikmatinya.
  2. Biasakanlah membacakan buku dengan sikap santai, ciptakanlah suasana kegembiraan, misalkan sesekali mengucapkan kata-kata  dalam buku tersebut dengan keliru supaya merangsang mereka untuk memperbaiki kesalah/kekeliruan anda. berkisahlah dengan beragam suara dan tertawalah bersama-sama, jadikanlah membaca sebagai saat-saat menyenangkan dan penuh kekonyolan canda tawa.
  3. Jika perhatian anak mulai mengendur, maka percepatlah bacaan anda. Karanglah akhir cerita dengan kontekstual yang anda perlukan, misalnya : “Dan sekarang anak beruang harus mandi – sama seperti anak bunda ini….!!”
  4. Hal yang tak kalah penting ialah dengan melibatkan kegiatan membaca buku dengan bermain, misalnya mendorong anak untuk membacakan dongeng kepada bonekanya sebelum tidur atau bermain tentang kegiatan ditoko buku atau perpustakaan, ini penting agar buku selalu menjadi bagian dari keseharian anak-anak.
  5. Bila anak sudah mulai bisa membaca sedikit-sedikit maka sebaiknya orang tua jangan terlalu sering membacakan cerita untuk mereka agar mereka tidak terlalu bergantung pada kita, ini bertujuan agar anak-anak keranjingan membaca bukan hanya terpesona dengan cerita orang tuanya dan agar anak-anak tidak manja atau malas membaca sendiri.    Salah satu cara agar anak menjadi mandiri dalam membaca ialah dengan berpura-pura kelelahan atau mengantuk ketika membacakan cerita sehingga tak sanggung menyelesaikan cerita dan minta anak untuk melihatnya sendiri buku cerita tersebut, tindakan ini akan mendorong anak untuk mo  berusaha membaca sendiri apalagi bila ceritanya menarik dan buku ceritanya itu favoritnya.
  6. Penuhi rumah dengan buku, untuk membiasakan anak suka buku ialah dengan membuat buku ada di sekeliling anak sejak kecil, taruhlah buku di tempat yang mudah di jangkau anak-anak sehingga anak bisa mengambilnya kapan pun ia suka.
  7. Terakhir yang amat penting agar anak suka membaca ialah orangtua juga harus rajin membaca, anak-anak adalah peniru yang baik, mereka akan meniru apa yang biasa dilakukan orangtuanya, jadi bila ingin anak gemar membaca maka tunjukanlah bahwa anda sebagai orangtua juga adalah pembaca yang baik, baik buku maupun media cetak lainnya. Pendeknya, orangtua harus memperlihatkan kalau membaca itu adalah kegiatan yang  mengasyikkan! dengan demikian kita berharap anak kita memfotocopy perilaku ini  dan mereka juga jadi suka membaca

Demikian tips agar anak gemar membaca, semoga bermanfaat….

 

Agar Anak Mau Makan Sayur

Melihat anak tumbuh dan berkembang dengan sempurna adalah harapan setiap orangtua. Tak heran jika untuk mewujudkannya anak diberi makanan yang mengandung cukup gizi dan vitamin.

Salah satu cara untuk memenuhi kecukupan gizi dan vitamin adalah dengan mengonsumsi sayur. Namun bagi sebagian orangtua hal tersebut sulit dilakukan karena anak tidak suka makan sayur. Kalau sudah begini orangtua biasanya membujuk dengan iming-iming agar anak mau menyantap sayur.

Sebenarnya ada cara lain yang dapat dilakukan agar si buyung dan si upik mau makan sayur tanpa harus dibujuk, antara lain sebagai berikut:

Buatlah penyajian sayur semenarik mungkin. Misalnya, jika memasak sup, anda bisa membentuk potongan wortel menyerupai bunga matahari atau menambahkan makaroni dengan bentuk yang menarik. Gunakan pula mangkuk yang cukup besar dengan motif atau gambar yang juga menarik untuk menimbulkan selera makan si anak.

Jika anak tetap tidak mau memakan sayur, anda bisa menyajikan sayur tersebut dalam bentuk jus yang dicampur dengan es, misalnya wortel, tomat atau mentimun. Agar lebih menambah rasa, tambahkan sedikit gula atau madu yang juga baik untuk kesehatannya. Jangan lupa agar tampilannya menarik, hiaslah gelas dengan sedotan warna-warni, payung kecil atau kreasi lainnya.

Hal lain yang dapat dilakukan adalah menyusun sayur di atas piring sedemikian rupa sehingga menarik untuk dilihat dan disantap. Anda bisa menggunakan mentimun, wortel, buncis dan seledri untuk membuat wajah orang di atas piring. Berkreasilah semaksimal mungkin dengan sayur yang lain agar nafsu makan si anak bisa muncul.

Terkait dengan poin di atas, anda juga bisa mengajak si kecil untuk ikut berkreasi membentuk makannya menjadi sedap dipandang. Dari langkah ini pun diharapkan seorang anak akan terangsang daya imajinasinya.

Saat memasak, ajaklah si kecil untuk turut andil dalam kegiatan ini, misalnya mereka bisa membantu mencuci sayuran yang akan dimasak atau jika anak sudah cukup besar biarkan mereka memotong sayuran tersebut dengan pengawasan orangtua tentunya. Biarkan pula mereka sesekali mengaduk sayur yang tengah dibuat. Dari sini diharapkan anak akan mencoba memakan apa yang telah dimasaknya.

Langkah terakhir yang dapat dicoba adalah dengan menyembunyikan sayur di dalam makanan mereka. Misalnya dengan memasukkan sedikit sayur di dalam roti isi. Selamat mencoba.

# Tip’s Agar Anak-anak Suka Makan Sayur

Jika Anda ingin anak-anak anda suka makan sayuran, tidak ada cara yang lebih baik daripada menunjukkan kepada mereka betapa Anda menikmati me makan sayuran. Anda juga dapat menggunakan beberapa persiapan dan trick untuk membuat sayuran lebih mudah di kunyah dan di telan.  Anak-anak cenderung menyukai makanan manis, dan tidak terkecuali sayuran.  Ini adalah faktor keturunan:  Nenek moyang kita mengetahui bahwa makanan manis cenderung dapat diandalkan sementara tanaman pahit mereka enggan mengkonsumsinya.

Sampai hari ini, anak-anak sering kali lebih suka ubi jalar dan jagung manis, beserta wortel dan kacang polong, selain kentang putih. Namun sayuran berdaun hijau seperti brokoli sering membuat mereka enggan mengkonsumsinya bahkan tidak jarang mereka me muntahkannya ke serbet – sayangnya sayuran hijau tersebut dapat memberikan nutrisi dan phytocemical yang sangat hebat.

Apa yang harus dilakukan orangtua?

Tidak ada jalan lain, terus lah berusaha. Studi menunjukkan bahwa orang tua sering kali menyerah setelah anak-anak menolak makanan setelah tiga sampai lima kali mencoba; ahli merekomendasikan minimum 8-15 kali mencoba. Bahkan kemudian, anak-anak mungkin masih perlu untuk melihat dan kemudian mencoba makanan berkali-kali sebelum mereka benar-benar menikmatinya.

Yang mengarah pada strategi berikut:

Beri mereka potongan-potongan yang sangat kecil sehingga mereka tidak kewalahan, Tambahkan Irisan sayuran pada bubur sayuran untuk campuran makanan, seperti pasta atau sup. Hal ini berhasil dalam sebuah studi, menambahkan sayuran pada bubur dan campuran pasta berjalan dengan baik di antara sekelompok anak prasekolah; 79 persen dari mereka mengatakan rasanya sama atau bahkan lebih enak daripada hanya sedikit sayuran.

Berikutnya

Tunjukkan bahwa Anda benar-benar menikmati makan sayuran. Ini adalah hal yang paling mudah yang dapat Anda lakukan. Hasil review dari 60 studi menyimpulkan bahwa anak-anak usia 6-11 thn adalah yang paling mudah dibujuk untuk makan sayuran ketika mereka melihat orangtua mereka makan dan menikmatinya. Sebaliknya, sambil menggoyang-goyangkan jari dan memaksa mereka untuk makan sayur sebenarnya bisa menjadi bumerang. Dengan Memaksa atau memberikan Mereka Hadiah agar mereka mau makan sayuran sama dengan mengajarkan mereka bahwa ini bukan makanan yang menyenangkan

Kadang-kadang anak-anak dapat menjadi takut makan sayuran dan makanan baru kepunyaan mereka sendiri. Tapi AICR berkata, “Teruslah berusaha:” tawarkan berbagai macam sayuran dan buat dua atau lebih jenis sayuran agar menjadi kebiasaan yang menyenangkan mengkonsumsinya bersama dengan anak-anak anda.

Sebagai contoh,berikan rasa manis pada wortel dengan memasaknya dengan orange juice atau kismis, atau tambahkan segenggam buah kenari atau buah cranberries kering ke dalam sayuran bayam, atau
Tambahkan keju parmesan ke dalam irisan brokoli, jagung manis di tabur bersamaan dengan sayaur-sayuran yg baru mereka kenal..

# Trik Dan Siasat Seru Agar Anak Mau Makan Sayur #

Si kecil tak mau makan sayur? Jangan langsung menyerah. Mengutip buku ‘The Healthiest Kids In The Neighborhood’ karya William Share, M. D, ada triknya agar buah hati mau lahap makan sayur yang bagus untuk perkembangan otak dan tubuhnya.

– Ciptakan satu malam khusus makan salad atau sayuran di rumah. Ajak anak Anda mencampurkan potongan beragam sayuran berwarna-warni, misalnya wortel dan tomay. Buat di terpikat dengan membuat kombinasi salad buatannya sendiri.

– Berkreasi seni. Gunakan tortilla (keripik khas Mexico) sebagai bahan dasar. Ajak dia menciptakan wajah berwarna-warni: buah zaitun untuk bagian mata, tomat untuk telinga, hidung terbuat dari wortel, dan bentuk rangkaian kacang hijau menjadi sebuah senyuman.

– ‘Curi’ potongan sayuran dari piring anak Anda. Jika dia sedang berada pada fase “punya saya!”, biasanya dia akan protes. Ketika mengambil makanan dari piringnya, jangan lupa  lontarkan kalimat “punya saya!”, lalu langsung Anda makan. Biasanya, responnya akan menyembunyikan makanannya.

– Mengubah nama sayuran. Ganti nama kulit kacang polong menjadi ‘kantung’, atau wortel kecil menjadi gelondongan kayu menggelinding di atas piring.

– Potong sayuran menjadi bentuk lucu. Buatlah bentuk mawar dari radish, ujung seledri menjadi bentuk jari-jari, dan buatlah bentuk roda pada mentimun (kupas secara vertikal berbentuk garis-garis, sebelum diris).

Dan untuk penyimpanan buah dan sayur menentukan cepat-tidaknya bahan makanan tersebut busuk atau tidak. Berikut adalah beberapa buah dan sayur dan cara penyimpanannya.

1. Semangka
Jika Anda membelinya belum terlalu matang, bisa tinggalkan tak dikupas sehari di suhu ruangan. Dengan didiamkan seharian, Anda akan meningkatkan lycopene dan beta-carotene. Sebelum dikupas untuk dimakan, masukkan ke dalam lemari pendingin. Jangan simpan semangka dengan buah-buahan lain. Semangka mudah rusak karena ethylene, yakni gas yang dilepaskan oleh buah-buahan yang mempercepat pembusukan.

2. Anggur
Simpanlah dalam kantung plastik yang berventilasi, buang buah-buah yang rusak dan memar. Untuk penyimpanannya, bungkus dengan paper towel untuk menyerap kelembaban yang bisa menimbulkan pertumbuhan jamur. Jangan dicuci jika belum akan dimakan karena, jika dicuci lalu disimpan, akan menimbulkan jamur.

3. Buah beri
Simpan dalam pembungkus awalnya, jika dibungkus dari produsen awalnya. Jangan menyimpannya di dalam plastik hitam. Buang buah yang sudah berjamur atau yang mulai busuk karena akan menulari buah lainnya. Sama seperti anggur, jangan dicuci jika akan disimpan. Cuci sesaat sebelum dimakan untuk menjaganya tetap segar dan renyah.

4. Tomat
Simpan tomat kecil dalam kotak atau plastik asalnya. Jika warnanya belum terlalu merah, jangan dimasukkan ke dalam lemari pendingin karena suhu dingin menahan perkembangan warna, rasa, dan nutrisi. Simpan dulu di suhu ruangan, baru pindahkan ke dalam lemari pendingin ketika sudah merah. Jangan simpan tomat dengan sayuran karena mereka bisa menularkan ethylene.

5. Sayuran hijau
Sebelum disimpan, pastikan sayuran dalam keadaan kering karena air yang berlebih bisa membuat sayuran busuk lebih lama. Bungkus dengan paper towel dalam plastik, lalu simpan agar tetap renyah.

Agar Anak Hobby Membaca

Buku adalah jendela pengetahuan, dari buku kita bisa memperluas wawasan dan pengetahuan. Namun, sayangnya tidak semua anak hobby membaca. Bagaimana supaya anak hobby membaca?

Kenalkan buku sedini mungkin
Biarkan anak memilih sendiri buku yang ingin dibacanya, biasanya anak-anak akan lebih senang dengan buku yang bergambar.

Bacakan buku yang dipilihnya dengan menarik
Usahakan berekspresi untuk membangun suasana yang lebih hidup sehingga anak merasa seolah olah berada dalam cerita tersebut.

Berikan contoh
Bila orangtua memberikan contoh gemar membaca, menyediakan bacaan yang memadai, maka niscaya anak akan menjadi hobby membaca

Mengatasi Anak Manja

Sayang anak tidak pernah salah namun jika kasih sayang yang terlalu berlebihan seperti terlalu memanjakan anak tersebut dapat berakibat pada gangguan perkembangan pada diri sang anak, yang bisa terbawa sampai usia dewasa. Sedangkan sikap manja muncul pada diri anak disebabkan oleh kecenderungan anak untuk menuntut perhatian dan dilayani oleh orang lain. Anak yang manja memiliki sikap ragu-ragu atau cemas pada kondisi asing (baru).

Anak yang manja biasanya akan sangat tergantung dari objek lekatnya. Anda manja biasanya ketika menjelang usia satu tahun kemanjaan tersebut mulai muncul, usia puncak manja pun muncul pada fase usia TK, saat anak dituntut untuk dapat bersikap mandiri dan disiplin, di usia TK anak mulai dipisahkan dari objek lekatnya untuk beberapa saat.

Adapun penyebab anak menjadi manja dikarenakan:

1. Perilaku pada anak yang manja disebabkan oleh pola asuh yang bersifat permisif.

2. Sikap manja sangat sering terjadi pada anak pertama dan pada anak bungsu, pengaruh usiaatau jarak kelahiran antara saudara yang lainnya terlalu jauh. Karena sang anak merasa satu-satunya pusat perhatian  dan selalu dilayani maka ketika anak mendapat saudara yang baru (adik baru) maka sia anak akan mengalami regresi (penurunan) hal ini dikarenakan anak akan mempertahankan perilaku manjat yang sangat.

Sikap manja terjadi ketika orangtua yang dahulunya mendapatkan pola asuh yang cenderung tertekan atau merasa kurang bebas, maka orangtua bersikap serba membolehkan anak, maka tanpa terasa orangtua telah mencetak anaknya menjadi individu yang manja.

Adapun cara mengatasi anak yang manja secara berlebihan (manja yang sampai menganggu kemandirian anak) yaitu:

1. Usahakan tidak memberikan pola asuh yang berpusat pada sikap permisif, jika menarapkan sikap asuh yang permisif maka dapat menciptkan anak yang manja.

2. Ketika anak menuntut segala sesuatu yang berlebihan dan anda (orangtua) justru diatur dan dikondisikan oleh anak maka sebaiknya anak tidak dijadikan sebagai pusat perhatian.

3. Libatkan anak pada kegiatan social, usaha ini dilakukan agar anak dapat banyak melihat, belajar dan berinteraksi lebih luas. Jadi tidak selamanya anak terpusat untuk menjadi pusat pehatian.

4. Ketika anak menunjukan sikap manjanya maka orangtua atau pendidik dapat mengalihkan perhatian anak pada hal atau kegiatan yang disukai anak.

5. Beri kesemapatan akan untuk bermain bersama anak-anak lain, ini untuk menimbulkan sikap pengertian dan berbagi, sehingga anak memiliki kedewasaan dalam bersikap.

6. Orang tua selalu memberi contoh atau teladan perilaku saling kerjasama (gotongroyong atau saling menolong dihadapan anak)

7. Beri sentuhan fisik kasih saying (pelukan, ciuman, belaian) pada anak untuk menenangkan sikap anak yang memunculkan kemanjaannya.

8. Ketika akan memasukan anak kesekolah baru atau situasi baru, maka sikap orangtua adalah bersama anak dulu untuk beberapa saat, ajak anak bermain dahulu, hal ini untuk mengalihkan perhatian anak sebelum berpamitan meninggalkan atau berpisah dengan anak.

9. Berilah kalimat untuk menyakinkan anak dan menenangkan anak jika dalam situasi anak merasa sulit (manja)

Beri semangat dan motivasi selalu pada anak dan beri waktu untuk anak ketika memunculkan perilaku manjanya tersebut. Dalam hal ini orangtua butuh kesabaran dalam menghadapi ananda.

Cara Mengatasi Anak Yang Suka Merusak Barang-Barang Jika Sedang marah

1. Menyetop tingkah laku merusak anak anda, misalnya dengan cara melarang atau mengambil benda yang sedang dirusak dengan segera, dengan pendekatan yang tetap hangat dan bersahabat, namun perlu diingat jika barang berbahaya yang akan dirusak  oleh anak anda maka orang tua atau pendidik harus sigap (cekatan bertindak).

2. Mendekati anak anda dan kemudian menegurnya, memberikan pembinaan (berupa nasehat, perjanjian).

3. Orangtua meminta anaknya untuk menjelaskan alasan pengerusakannya, hal ini untuk memunculkan rasa tanggungjawab dan rasa bersalah pada anak anda, dan pola komunikasi agar anak anda merasa tenang dan nyaman. Orang tua dapat memahamkan pada anaknya jika meluapkan keinginan ada cara-cara yang lebih tepat.

4. Suruh anak anda menenangkan dirinya apabila merusak diiringi marah.

Jika anak sudah SD, tindakan orangtua atau pendidik meminta anaknya untuk menganti barang yang dirusak dengan uang sakunya sendiri atau diberi konsekuensi.

5. Pahami tingkah laku anak anda dengan cara mencari tahu penyebab tingkah lakunya, orang tua member hukuman dan hadiah dari perilaku ananda.

Melatih Kecakapan Sosial Melalui Silaturahmi

Sebagian besar anak memiliki pengalaman sosial yang terbatas. Padahal, interaksi sosial merupakan salah satu kunci kecakapan sosial yakni keterampilan yang digunakan sehari-hari sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat, misalnya hubungan dengan teman sebaya, orang yang lebih muda, dan orangtua.

Berikut Tips Membangun Kecakapan Sosial :

1. Tidak ada batasan usia. Sejak dini hingga dewasa dapat terus diajarkan.Semakin dini hasilnya akan semakin baik

2. Orang tua harus konsisten

3. Orangtua jangan hanya mengajak anak berkunjung tapi berikan ia pengertian dan pengetahuan tentang nilai moral yang terkandung di dalamnya, sehingga setiap momen, misalnya hari raya, tidak lewat begitu saja dan tidak hanya sebatas ritual atau tradisi tanpa pernah dimengerti anak.

Supaya Berhasil dalam Latihan Kecakapan Sosial

1. Orangtua harus menjadi model dengan menunjukkan perilaku yang pantas

2. Sering berlatih dengan anak

3. Selalu mengingatkan anak

4. Puji dan besarkan hati anak

5. Lingkungan sangat mempengaruhi keberhasilan latihan kecakapan sosial. Karena itu peran teman sebaya dan orang yang lebih tua sangat penting.

 

Merawat gigi bayi usia 0 – 24 bulan

Umumnya penyakit dan kelainan gigi pada anak merupakan salah satu gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Sejak gigi susu mulai tumbuh, orangtua harus bertanggungjawab membersihkan gigi bayi mereka. Walaupun gigi anak hanya merupakan gigi susu yang keberadaannya hanya sementara, namun kesehatan gigi susu berpengaruh terhadap kesehatan gigi anak di kemudian hari. Karena itu, sebagai orangtua perlu mengetahui bagaimana merawat gigi anak sejak bayi dengan cara yang benar, agar kesehatan gigi dan mulut anak teratasi.

Cara merawat mulut bayi pada saat usia 0 – 6 bulan:

1. Bersihkan gusi bayi anda dengan kain lembab, setidaknya dua kali sehari

2. Jangan biarkan bayi anda tidur sambil minum susu dengan menggunakan botol susunya.

3. Selesai menyusui, ingatlah untuk membersihkan mulut bayi dengan kain lembab

4. Jangan menambah rasa manis pada botol susu dengan madu atau sesuatu yang manis.

Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 7-12 bulan:

1. Tanyakan dokter anak atau dokter gigi anda apakah bayi anda mendapat cukup fluor

2. Ingatlah untuk membersihkan mulut bayi anda dengan kain lembab ( tidak basah sekali), sehabis menyusui.

3. Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susunya (sambil minum susu dari botol) kecuali air putih.

4. Berikan air putih bila bayi anda ingin minum diluar jadwal minum susu

5. Saat gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkannya dengan menggunakan kain lembab. Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi dengan gusi secara seksama, karena makanan seringkali tertinggal di permukaan itu.

6. Saat gigi geraham bayi mulai tumbuh, mulai gunakan sikat gigi yang kecil dengan permukaan lembut dan dari bahan nilon.

7. Jangan gunakan pasta gigi dan ingat untuk selalu membasahi sikat gigi dengan air.

8. Periksakan gigi anak anda ke dokter gigi, setelah 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh, atau saat usia anak setahun.

Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 13-24 bulan:

1. Mulailah perkenalkan pasta gigi berfluoride

2. Jangan biarkan anak tidur dengan botol susu (sambil minum susu dari botol), kecuali air putih.

3. Pergunakan pasta gigi seukuran sebutir kacang hijau.

4. Sikat gigi anak setidaknya dua kali sehari (sehabis sarapan dan sebelum tidur di malam hari)

5. Gunakan sikat gigi yang lembut dari bahan nilon.

6. Ganti sikat gigi tiap tiga bulan atau bila bulu-bulu sikat sudah rusak.

7. Jadilah teladan dengan mempraktekkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut dan lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

8. Biasakan anak untuk memakan makanan ringan yang sehat, seperti buah segar dan sayuran segar.

9. Hindari makanan ringan yang mengandung gula.

dikutip dari pemaparan Drg.Yerika & Drg. Marshinta

Normalkah Anak Punya Teman Imajiner

VIVAnews – Apakah buah hati Anda sering berbicara sendiri atau seolah seperti memiliki teman khayalan saat sedang beraktivitas? Jangan terburu-buru berprasangka mistik atau menganggapnya memiliki indera keenam.

Berdasar tahapan tumbuh kembang anak, kondisi itu wajar dialami anak saat memasuki usia 3-4 tahun. Yang perlu dikhawatirkan adalah ketika kondisi ini berlanjut hingga usia lebih dari itu. Ada kemungkinan anak Anda menderita autis.

“Ini bisa menjadi gejala awal autis,” kata Pemerhati dan juga Psikiater Anak, Dr Kresno Mulyadi dalam acara Journalist Class Pfizer, di Wisma GKBI, Jakarta, 30 Juni 2010.

Kresno menambahkan, meski masa-masa bergaul dengan teman imajiner termasuk normal hingga usia empat tahun, namun sebaiknya orangtua tak membiarkan si kecil menikmatinya. Cobalah mengajaknya melakukan aktivitas positif lainnya sehingga konsentrasinya pada teman imajiner beralih. Misalnya, segera ajak ngobrol saat anak sedang asyik dengan teman imajinernya.

Mengalihkan perhatiannya adalah cara yang pas untuk mencegah kondisi itu berlanjut. “Jangan biarkan anak terus menikmati kesendiriannya. Patut diwaspadai jika kondisi berlanjut dan segera lakukan konsultasi kepada psikiater untuk segera mendiagnosisnya,” katanya.

Menurutnya, rata-rata anak autis memiliki daya imajinasi yang tinggi, termasuk berbicara sendiri dengan teman imajiner. Melakukan terapi dini untuk mencegah autis dari gejala awal seperti ini adalah langkah yang tepat. Kresno pun meyakini dengan terapi sedini mungkin bisa menyembuhkannya dari gangguan seperti ini.

Autis bukan hanya penyakit yang terjadi akibat gen, namun bisa juga terjadi akibat makanan yang terkontaminasi. “Jadi perlu waspada jika gejala seperti cuek dan sibuk dengan dunianya sendiri, jangan dibiarkan berlangsung lama. Jangan sampai kebiasaan itu masih melekat di usianya yang semakin dewasa, karena penangannya akan semakin sulit,” katanya. (umi)

• VIVAnews

Next Page »

12 queries