ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

Hamil adalah proses mengandung bayi dalam rahim yang hanya dapat dilakukan oleh para wanita. Pada saat hamil semua yang dikonsumsi ibu juga akan dikonsumsi oleh si buah hati yang ada di dalam kandungan. Maka dari itu perlu diperhatikan soal Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil. Disini kita akan sedikit mengulas apa sajakah yang disebut makanan sehat bagi ibu yang sedang dalam keadaan hamil. Agar ibu-ibu dirumah yang sedang hamil dapat mempraktekkannya demi kesehatan si calon buah hati.

Makanan sehat bagi ibu yang sedang dalam keadaan hamil dianjurkan yang memiliki banyak kandungan gizi. Aneka macam sup dapat dijadikan sebagai pilihan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil. Seperti yang kita ketahui bahwa terdapat berbagai macam sup, mulai dari sup kacang-kacangan hingga sup daging. Varian sup dapat dikombinasikan, contohnya memasukkan sayur sayuran ke dalam sup daging. Alhasil selain protein hewani yang didapat ibu juga memperoleh vitamin dan protein nabati yang terdapat dalam sayu mayur. Selain sup, ibu hamil juga dapat mengkonsumsi salad baik salad buah atau salad sayur. Hal ini untuk mencukui kebutuhan vitamin dan protein hewani yang berguna untuk si buah hati yang ada dalam kandungan. Penggantian menu juga peru dilakkan secara berkala, utuk mengantisipasi kejenuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi makanan tertentu. Seperti yang kita ketahui ibu hamil sangat pilih-pilih makanan sehingga pemberian makanan bergizi yang bervariasi akan membantu ibu hamil untuk mau mengkonsumsi makanan bergizi. Sangat tidak diharapkan apabila ibu hamil merasa jenuh terhadap suatu makanan dan akhirnya membatasi diri untuk mengkonsumsi makanan lainnya. Hal ini dapt merugikan kesehatan ibu dan si buah hati.

Selain asupan gizi berupa makanan padat, ibu hamiljuga membutuhkan asupan gizi dari apa yang diminumnya. Sekarang makin banyak susu formula untuk ibu hamil yang dikatakan memiliki kandungan gizi yang baik untuk pembentukan otak sibuah hati. Namun para bu hamil tidak wajib untuk mengkonsumsi susu formula tersebut bahkan bagi yang sudah mengkonsumsi baiknya dibatasi. Karena mengingat susu formula adalah buata pabrik yang juga pasti mengandung bahan kimia. Lebih baik para ibu hamil mengkonsumsi susu alami.

Ibu hamil juga mengeluarkan juga mengeluarkan banyak tenaga karena seain harus membawa diri sendiri juga harus membawa si buah hati yang ada dalam kandungan. Untuk mengganti tenaga yang dikeluarkan, para ibu hamil disarankan mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Karbohidrat sebagai pembaru tenaga dapat ditemukan pada nasi. Lebih baiknya para ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi nasi merah. Karena nasi merah selain lebih banyak mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, juga memiliki keunggulan lain daripada nasi putih. Salah satunya adalah sedikitnya kadargula yang terkandung didalamnya. Ini dapat mengurangi tingkat gula darah pada ibu yang sedang hamil yang biasanyah tingkat gula darahnya terbilang tinggi.

Pendidikan Anak Usia 3 Tahun

Saat lahir ke dunia, anak belum memiliki kecerdasan yang diperlukan untuk bisa bertahan hidup. Inilah yang menjadikan bayi yang baru lahir membutuhkan perhatian dan pemenuhan kebutuhannya dengan baik. Anak yang mendapatkan perhatian secara penuh akan bisa mendapatkan kenyamanan dan kemudahan dalam bersikap. Hal ini sama dengan kecerdasan ada anak. Otak anak yang masih berusia balita memang belum banyak terisi oleh kecerdasan yang bermacam – macam. Kecerdasan anak akan bisa terbangun dengan lebih baik jika ditanamkan sejak dini. Menyadari hal ini, banyak orang tua yang memberikan sarana pembelajaran untuk anak mereka sejak dini. Selain bisa diberikan oleh orang tua, terdapat pula pendidikan anak usia 3 tahun atau balita yang disediakan oleh pemerintah. Pemerintah memang sudah menyadari bahwa pendidikan sejak usia dini akan sangat dibutuhkan untuk bisa meningkatkan kecerdasan anak di masa yang akan datang.

Program pemerintah yang dibuat untuk anak usia dini adalah program PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini. Hampir di semua kelurahan dan kecamatan yang ada di seluruh Indonesia telah dibentuk program – program PAUD yang bisa menjadi sarana pembelajaran untuk anak balita. Dengan metode belajar dan bermain, program PAUD yang ada di hampir seluruh pelosok Indonesia ini memang diakui sangat bermanfaat. Anak – anak yang berusia di bawah 5 tahun mulai diperkenalkan dengan barang – barang yang biasa digunakan sehari – hari. Program PAUD ini biasanya akan membawa anak – anak PAUD untuk mengunjungi tempat – tempat yang memberikan edukasi untuk mereka. Walaupun pendidik yang mengajar di PAUD adalah ibu – ibu PKK yang ada di lingkungan tersebut, namun tenaga ahli dari pemerintah tetap diterjunkan untuk memonitor semua kegiatan yang dilakukan pada program PAUD ini. Cara pengaturan ini diharapkan akan menjadikan PAUD semakin baik dan bisa membentuk tunas muda yang lebih baik.

Pada saat PAUD berlangsung, anak – anak akan dibiasakan untuk melakukan kegiatan sehari – hari sendiri. Penanaman nilai – nilai moral dan tata krama juga dilakukan pada saat pembelajaran PAUD ini berlangsung. Selain mendapatkan pendidikan dari PAUD, peranan orang tua setelah tiba dirumah juga akan mempengaruhi. Dengan mengulang kembali pelajaran yang sudah disampaikan saat PAUD di rumah, orang tua akan bisa membantu anaknya untuk meresapi pengetahuan baru yang diajarkan kepadanya. Anak – anak yang mengikuti program PAUD juga akan mendapatkan pmbelajaran kepribadian dan kepemimpinan. Mereka akan diajarkan untuk berani tampil dan mengemukakan keinginannya dengan baik. Diharapkan dengan pembelajaran kepemimpinan ini kelak anak – anak akan bisa menjadi orang yang berani dan berguna untuk nusa bangsa dan lingkungannya. Program pemerintah ini benar – benar sangat membantu para orang tua untuk bisa membuat anak mereka lebih bergaul dan memahami berbagai macam hal baru dengan cara yang menyenangkan.

Perkembangan Anak Usia 0-3 Tahun

Anak adalah harapan, bukan hanya harapan ayah ibu dan keluarga namun juga harapan bangsa negara bahkan dunia. Anak adalah pemegang kekuasaan pada saat kita menua. Anak adalah pemutar roda dunia saat kita sudah merenta. Sangat wajar dan tidak berlebihan jika pendidikan anak sanagt diperhatikan. Pemberian pendidikan tersebut juga tidak terlepas dari proses tumbuh kembang anak. Dimana pemberian pendidikan harus disesuaikan dengan perkembangan anak.

Banyak yang berpendapat bahwa anak memiliki masa keemasan pada otaknya. Dimana pada saat itu ilmu yang diajarkan dapat cepat terserap sempurna oleh otak dan langsung diaplikasikan.  Masa keemasan otak tersebutlah yang kadang tidak diketahui oleh para orang tua yang notabene bertindak sebagai pendidik paling awal dan paling dekat dengan anak. Oleh karena itu disini akan diuraikan sedikit tentang masa keemasan otak yang terjadi pada usia 0-3 tahun. Masa keemasan otak terjadi saat perkembangan anak usia 0-3 tahun. Pada masa ini kemampuan otak untuk menyerap hal hal baru lebih cepat dari usia setelah 3 tahun. Kita dapat melihat dari  perkembangannya yang terjadi sangat pesat pada usia 0-3 tahun.

Kita mulai dari gerakan motorik. Pada awal dilahirkan bayi sangat terbatas dalam melakukan banyak kegatan motorik. Bahkan hanya untuk secara reflek mengedipkan matapun tidak bisa. Yang bisa dilakukan hanya sesekali menggerakkan kepala, menendang dan menggerakkan kedua tangan. Keterbatasan melakukan kegiatan yang bersifat motorik ini berlangsung selama 3 bulan. Setelah 3 bulan bayi mulai mampu menggerakkan banyak dari anggota tubuhnya. Mulai dari memiringkan badan hingga tengkurap. Biasannyah juga bayi mulai mengangkat kakinya ke arah muka. Pada fase ini bayi sudah dapat melakukan kegiatan motorik yang cukup rumit. Setelah menginjak 7 bulan biasanyah bayi mulai merangkak. Hal ini tentu dapat dikuasai apabila bayi sudah mampu tengkurap dalam jangka waktu yang cukup lama dan mampu mengangkat kepala pada saat posisi tengkurap. Setelah melewati tahapan merangkak maka dengan cepat si bayi akan belajar berdiri sendiri dengan cara berpegangan pada tembok atau dengan dilatih oleh orang tua. Setelah merasa mampu berdiri dengan baik maka dengan sendirinya si bayi belajar berjalan. Begitu cepat proses perkembangan motorik anak dari usia 0-3 tahun sehingga biasanyah menginjak usia 3 tahun si anak sudah dapat bermain dn berlari-larian dengan temannya.

Selain perkembangan motorik, si anak juga mengalami perkembangan kelima panca indranya. Dimulai dari bayi yang baru lahir dan belum dapat menggunakan indranya dengan baik hingga menginjak usia 3 bulan. Setelah itu kelima indra anak seolah dihidupkan secara otomatis dan mulai mengenal sensasi di tiap indranya. Mulai dari itu dikumpulkan data-data mengenai sensasi tiap-tiap indra dan menyimpannya sebagai memori. Jadi pada saat bertemu kembali dengan sensasi yang sama, si anak akan bisa memilih apakah ditolak atau dilanjutkan.

Tips Mendidik Anak Balita

Sudah menjadi tugas seorang orang tua untuk menjaga dan memenuhi kebutuhan anaknya hingga bisa mencari penghasilan sendiri. Anak yang merupakan titipan Tuhan yang sangat penting harus selalu menjadi perhatian orang tua. Setiap orang tua pasti ingin anaknya kelak dapat berguna dan memiliki masa depan yang baik. Masa depan yang baik akan bisa tercapai jika anak diberikan pembelajaran tata krama dan juga kemandirian yang tepat.dengan mendidik anak agar bisa mandiri dan juga berperilaku yang baik sejak dini, orang tua akan bisa membimbing anak – anaknya untuk meraih masa depan yang cerah. Otak anak yang masih berusia balita memang belum banyak terisi oleh kecerdasan yang bermacam – macam. Kecerdasan anak akan bisa terbangun dengan lebih baik jika ditanamkan sejak dini. Mendidik anak sejak berusia balita memang bisa dilakukan dengan banyak cara. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendidik anak balita.

PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini adalah salah satu tempat pembelajaran yang akan membantu para orang tua untuk memberikan pendidikan yang sesuai untuk anak balitanya. Hampir di semua kelurahan dan kecamatan yang ada di seluruh Indonesia telah dibentuk program – program PAUD yang bisa menjadi sarana pembelajaran untuk anak balita. Dengan metode belajar dan bermain, program PAUD yang ada di hampir seluruh pelosok Indonesia ini memang diakui sangat bermanfaat. Dengan menggunakan metode bermain sambil belajar, PAUD memang dirancang untuk bisa membimbing para balita untuk bisa memahami berbagai macam hal dan melakukan kegiatan sehari – hari secara mandiri. Program PAUD yang diikuti oleh balita pada usia yang hampir sama juga akan bisa menjadi tempat para balita untuk bergaul dan bermain bersama teman sebayanya. Anak akan menjadi lebih percaya diri dan bahagia karena bisa bermain dengan teman – teman yang seumuran dengannya.

Untuk membuat pembelajaran yang diberikan saat PAUD lebih meresap ke anak, orang tua juga haru membantu dengan cara mengulang kembali hal – hal yang sudah diajarkan pada saat PAUD. Selain memasukkan anak anda ke PAUD, anda juga bisa mengajarkan hal – hal yang penting kepada anak di rumah. Orang tua yang juga merupakan guru pada masa awal pertumbuhan anak memang sangat penting. Dengan diberi pendidikan oleh orang – orang terdekatnya dalam keluarga, anak akan bisa merasa lebih nyaman dan senang saat mempelajari hal – hal baru. Selain cara – cara mendidik yang dijelaskan sebelumnya, masih ada banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk mendidik anak. Semua tips mendidik anak balita yang sudah diterangkan tersebut akan bisa membantu para orang tua yang tidak mengetahui cara yang tepat untuk mendidik anak mereka. Untuk cara – cara mendidik yang lain, anda dapat mencarinya di situs – situs yang menyediakan artikel tentang hal ini.

Pendidikan yang Mencerdaskan Anak

Kecerdasan seorang individu di masa dewasa memang tidak sepenuhnya bergantung pada pendidikan yang diberikan dan pengalaman dijalaninya semasa kecil, namun orang tua yang mengamalkan cara mendidik anak agar cerdas secara tepat bisa jadi cukup membantu perkembangan anak. Sebab bagaimanapun juga, tidak semua orang di dunia ini seberuntung Einstein yang kecerdasannya—yang lebih tepat disebut kejeniusan—menonjol pada masa dewasanya sementara semasa kecil hingga remaja ia dianggap memiliki kekurangan pada kemampuan berpikirnya.

Kemampuan seorang individu hingga bisa dinilai cerdas bila belajar hingga bisa memahami apa yang dipelajari dan dialami, selain itu sanggup memecahkan masalah menggunakan rasio dan dapat menerapkan apa yang dipalajari. Kecerdasan seorang anak dapat dikatakan berkembang bila nalar, emosi, dan motoriknya dapat difungsikan dengan baik. Untuk bisa mencapai dan meraih semua itu, makanan, pengalaman, dan aktivitas fisik merupakan faktor penting. Makanan sehat dan bergizi bagi bayi yang dikonsumsi ibu semenjak kehamilan sampai yang diberikan setelah bayi lahir, jelas merupakan salah satu langkah penting dalam cara mendidik anak agar cerdas dengan ikan dan ASI sebagai menu utama. Makanan yang mesti dihindari oleh sang ibu maupun jabang bayi terutama, makanan mengandung bahan-bahan kimiawi berupa pengawet dan pewarna yang melebihi standar aturan yang ditetapkan.

Pengalaman untuk mempelajari dan mengalami hal-hal baru jelas menjadi faktor untuk menstimulasi perkembangan kcerdasan otak dan emosi anak. Selain itu, mengajak anak untuk melakukan kegiatan fisik seperti berolahraga, bermain, dan sebagainya, akan mengembangkan kemampuan motorik yang berdaya guna serta merupakan cara mendidik anak agar cerdas.

Makanan Sehat Bagi Bayi Menjadi Awal Kebaikan

Secara alamiah, orang tua lazimnya berharap dapat memberikan segala yang terbaik bagi anak-anaknya sejak mereka masih di dalam kandungan, begitu juga halnya dengan pola dan cara makan sehat untuk bayi diusahakan yang terbaik. Walaupun pengetahuan dan sumber daya yang dimiliki oleh orang tua terbilang terbatas, keduanya akan berusaha seoptimal mungkin demi kesehatan dan perkembangan positif sang buah hati sehingga pada akhirnya memberikan pendorong bagi masa depan yang baik.

Bayi merupakan usia rentan di awal kehidupan manusia, salah mengonsumsi makanan bisa berkibat fatal, dan umumnya orang tua tidak menghendaki hal itu terjadi. Pola makan sehat untuk bayi tidak dapat ditawar lagi. ASI, pastinya, menjadi asupan di daftar teratas menu makanan sehat yang wajib diberikan pada bayi, terutama karena ASI terbukti menjadi amunisi otak yang cukup andal yang pengaruh positifnya terlihat jelas di usia remaja dan dewasa. Nasi tim yang dimasak dengan sayuran, selain itu juga bubur kacang hijau menjadi menu setelah ASI yang cukup diandalkan. Setelah penyapihan, bayi bisa diberikan makanan padat seperti nasi putih, kentang rebus, ubi jalar, serta jagung manis.

Makanan memang menjadi faktor penting dalam proses kehidupan manusia, terutama pada masa bayi, balita, dan remaja. Kedua orang tua tentunya menyadari dengan baik untuk memberikan makan sehat untuk bayi yang harus memenuhi gizi dan vitamin demi mendukung tumbuh kembang bayi, apalagi bila makanan dan minuman merupakan faktor penting bagi masa depan cerah si anak.

Masa Emas Pertumbuhan Otak Anak

Bunda..kita tahu bahwa usia balita adalah masa emas pertumbuhan anak, baik psikis maupun mentalnya. Oleh karena itu rasanya sayang jika masa emas ini luput dari perhatian kita sebagai ortu..:)

Otak anak mengalami perkembangan luar bisa. Peran aktif kita sebagai ortu dalam pertumbuhan otak si kecil terutama dalam ‘merakit’ sambungan antar neuron, akan membuat potensi anak berkembang optimal.

Menurut para ahli kesehatan anak, pada dasarnya setiap anak dilahirkan dalam keadaan cerdas, yang kemudian membuat si anak hebat, super atau biasa biasa saja adalah stimulus yang diterima anak saat usia dini. Jadi cobalah untuk memberikan stimulus yang tepat..:)

Sebagai awal kita bisa memperhatikan asupan gizi anak. Gizi yang baik akan membuat anak mempunyai imunitas yang kuat, yang diperlukan untuk perkembangan otaknya selain itu gizi yang baik dan seimbang juga berperan dalam meningkatkan perkembangan intelegensi anak.

Berikutnya dalam perkembangannya, anak akan belajar banyak dari lingkungan dan bunda harus ingat otak si kecil masih sangat mudah untuk mengalami trauma. Karena itu hindari sebisa mungkin memarahi atau memukul anak usia batita, karena kita tidak mau kan jika kemudian anak mengalami ketakutan atau stress dalam perkembangan lebih lanjut kelak?? ;). Jika anak melakukan hal yang salah atau tidak berkenan, yang harus bunda lakukan adalah mulai mengajarkan mana yang benar atau salah dengan cara yang arif, sopan dan penuh kesabaran…:)

Selamat meningkatkan potensi si kecil..:)

 

Animea Pada Bayi

Anemia Pada Bayi
DEFINISI
Anemia adalah suatu penyakit yang ditandai dengan terlalu sedikitnya jumlah sel darah merah (eritrosit) di dalam darah.

PENYEBAB
# Anemia pada bayi baru lahir bisa terjadi akibat: Kehilangan darah
# Penghancuran sel darah merah yang berlebihan
# Gangguan pembentukan sel darah merah.

Hilangnya sejumlah besar darah selama proses persalinan bisa terjadi jika plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya (abrupsio plasenta) atau jika terdapat robekan pada tali pusar.
Bayi tampak sangat pucat, tekanan darahnya rendah dan sesak nafas.

Anemia pada bayi prematur biasanya disebabkan oleh hilangnya darah (karena pemeriksaan darah berulang untuk keperluan tes laboratorium) dan berkurangnya pembentukan sel darah merah.
Dalam keadaan normal, sumsum tulang tidak membentuk sel darah merah yang baru selama 3-4 minggu setelah bayi lahir. Anemia akan semakin memburuk karena laju pertumbuhan bayi lebih cepat dibandingkan dengan laju pembentukan sel darah merah yang baru. Tetapi bayi prematur biasanya tidak menunjukkan gejala-gejala anemia dan keadaan ini akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 1-2 bulan.

Penghancuran sel darah merah terjadi pada:
# Penyakit hemolitik pada bayi baru lahir : sejumlah besar sel darah merah dihancurkan oleh antibodi yang dihasilkan oleh ibu selama janin berada dalam kandungan
# Bayi yang menderita kelainan bentuk sel darah merah, misalnya sferositosis (sel darah merah berbentuk sferis)
# Kelainan hemoglobin (protein pembawa oksigen di dalam sel darah merah), misalnya penyakit sel sabit atau talasemia
# Infeksi selama bayi berada dalam kandungan (misalnya toksoplasmosis, campak Jerman, penyakit sitomegalovirus, herpes simpleks atau sifilis).
Jika sel darah dihancurkan, hemoglobin diubah menjadi bilirubin. Kadar bilirubin yang tinggi di dalam darah (hiperbilirubinemia) menyebabkan sakit kuning (jaundice) dan pada kasus yang berat, bisa menyebabkan kerusakan otak (kern ikterus).

Anemia karena kekurangan zat besi bisa terjadi pada bayi berusia 3-6 bulan jika diberikan susu sapi atau susu formula yang tidak diperkaya dengan zat besi.

PENGOBATAN
Jika kehilangan darah terjadi selama proses persalinan, segera diberikan transfusi darah.

Jika penyebabnya adalah penghancuran sel darah merah yang berlebihan, dilakukan transfusi ganti, dimana darah bayi diganti dengan darah segar. Sel darah merah yang rusak, bilirubin dan antibodi dari tubuh ibu dibuang.

Pada anemia karena kekurangan zat besi diberikan zat besi tambahan.
Jika terjadi gejala anemia yang berat, dilakukan transfusi darah.

Tanda Dari Anemia Pada Bayi

Anemia pada orang dewasa dapat dengan mudah diidentifikasi sebagai mereka menunjukkan tanda-tanda yang jelas itu. Namun, hal yang sama tidak bisa dikatakan untuk bayi, yang jauh lebih rumit daripada orang dewasa. Hanya yang tajam dan jeli ibu dapat mengidentifikasi tanda-tanda klasik anemia pada bayinya dan dapat memberikan perhatian segera.

Tanda-tanda yang paling khas anemia pada bayi yang kelelahan, yang tidak aktif dan kulit pucat. Seorang bayi harus olahraga kulit bayi yang sehat yang memiliki kemilau alami. Pada bayi anemia, kemilau alam akan jelas tidak hadir dan pada kenyataannya bayi akan tampak agak kekuning-kuningan. Tanda-tanda lain seorang ibu harus mencari pada anemia bayi lekas marah, kehilangan nafsu makan, sakit atau bengkak lidah dan kuku rapuh. Juga, sangat mungkin bahwa seorang bayi menderita anemia mungkin tidak benar-benar menunjukkan gejala-gejala tersebut.

Apakah pada orang dewasa atau bayi anemia ini disebabkan karena kurangnya sel darah merah dalam tubuh. Karena kurangnya itu bagian tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen yang memadai. Tubuh manusia juga memerlukan besi adalah jumlah yang cukup untuk membuat hemoglobin dan kekurangan zat besi dalam tubuh juga dapat menyebabkan anemia. Hemoglobin adalah pigmen merah dalam darah yang membawa oksigen. Jika bayi tidak mendapatkan cukup zat besi, maka kemungkinan bahwa bayi tidak mempunyai cukup sel darah merah. Lebih dari bayi tumbuh anak-anak lebih rentan terhadap kekurangan zat besi karena tubuh mereka menembaki dengan cepat dan tubuh tidak sesuai dengan menaiki produksi sel darah merah. Suplemen zat besi tambahan dalam bentuk tonik akan membantu pertumbuhan anak-anak.

Jika Anak Sulit Tidur

BALITA Anda susah tidur? banyak faktor yang menjadi penyebab anak atau balita kita susah tidur. Padahal, kebutuhan manusia akan tidur seharusnya bisa tercukupi agar produktivitas tidak terganggu.

Jika orang dewasa perlu tidur sekitar 6–8 jam per hari, pada bayi dibutuhkan 16–20 jam tidur. Sementara pada balita diperlukan sekitar 12–13 jam tidur per hari, dan sekitar 10 jam tidur pada anakanak di atas lima tahun.

Bila kurang dari itu, patut diwaspadai bahwa bayi atau anak tersebut mengalami masalah sulit tidur. Namun, balita bukanlah robot yang bisa diprogram jam tidurnya. Jadi jika balita Anda sulit tidur, sering terbangun di malam hari atau bangun terlalu pagi, itu wajar. Namun, kurangnya perhatian orangtua membangun kebiasaan tidur yang cukup, menyebabkan anak-anak di wilayah perkotaan di beberapa negara mengalami gangguan tidur.

Sebuah penelitian mengungkap 23,5 persen anak usia 2–6 tahun di Beijing, China mengalami gangguan tidur. Sekitar 20 persen anak usia tiga tahun di Swiss terbangun setiap malam, sedangkan di Amerika Serikat (AS) 84 persen anak usia 1–3 tahun menderita gangguan tidur menetap. Kebanyakan anak-anak tersebut sulit tidur pada malam hari dan sering terbangun ketika tidur malam hari.

Para peneliti Universitas Rochester, New York, AS, baru-baru ini bahkan menemukan, gangguan tidur bisa terjadi pada bayi baru lahir. Padahal di masa awal kehidupannya, bayi sangat butuh kualitas tidur yang baik.

Gangguan tidur pada bayi baru lahir ditandai perilaku rewel bayi saat jam tidur. Kondisi ini terjadi karena di masa kehamilan, sang ibu mengalami stres, cemas, dan depresi. Hormon stres yang dikeluarkan sang ibu mengganggu perkembangan otak janin.

Dr Thomas O’Connor, peneliti, menegaskan bahwa bayi yang kualitas tidurnya kurang cenderung mengalami masalah perilaku di masa kanak-kanak. ”Kualitas tidur bayi bisa menjadi indikator perkembangan kesehatannya,” katanya.

Penemuan itu dikuatkan juga dari hasil penelitian University of Michigan, AS yang dipublikasikan Jurnal Medis Sleep bahwa gangguan tidur lebih mungkin terjadi pada bayi yang lahir dari para ibu yang mengalami depresi, dibandingkan ibu yang tidak mengalami depresi.

Temuan ini berasal dari studi 18 bayi normal yang diamati perilaku tidurnya dengan actigraphy, untuk memantau berapa banyak mereka berpindah, selama tujuh hari berturut-turut selama 24 bulan. Selain itu, para ibu dari bayi-bayi itu membuat catatan harian akan periode tidur dan bangun mereka. Sebelas dari bayi yang dilahirkan ibu-ibu yang depresi, sementara tujuh lainnya tidak memiliki sejarah depresi.

Menurut salah seorang peneliti, Dr Roseanne Armitage, bayi dari ibu yang tertekan memerlukan waktu lebih lama untuk tertidur daripada ibu yang tidak tertekan, (sekitar 80 menit dibandingkan 20 menit) dan lebih banyak terbangun dalam periode tidur malam (sekitar 4 versus 2). Berbagai perbedaan terus berlangsung selama periode penelitian 24 bulan. ”Walaupun terdapat banyak faktor lingkungan dan sosial yang dapat memengaruhi bayi dan perilaku bayi, kajian ini adalah langkah pertama menuju karakterisasi pengaruh depresi ibu,” ujarnya.

Beberapa gejala anak yang kurang tidur di antaranya sulit dibangunkan di pagi hari, emosional, impulsif, rewel, mudah frustrasi, penurunan tingkat kecerdasannya, kurang konsentrasi, dayaingat menjadi lemah, serta gangguan fungsi kognitif, sehingga dia lebih agresif dan hiperaktif, menjadi pembangkang dan tidak kooperatif.

Kurang tidur pada bayi juga bisa mengakibatkan berbagai masalah, dari penurunan kekebalan tubuh, gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik, hingga kurang tidur berdampak terhadap tumbuh-kembang otak bayi, terutama kemampuan berpikirnya ketika dewasa.

Hal itu karena sebagian besar kerja hormon pertumbuhan terjadi ketika dalam keadaan tidur, termasuk hormon pertumbuhan otak bayi. Bahkan, kurangnya tidur akan mengakibatkan perubahan kadar hormon yang bertugas mengatur rasa lapar. Selain itu, kurangnya tidur juga memengaruhi kemampuan tubuh untuk melakukan metabolisme gula, sehingga meningkatkan risiko terhadap diabetes.

Sebenarnya, ada berbagai penyebab balita sulit tidur. Namun, tidak ada cara pasti mengetahui penyebab sulit tidur pada balita. Mungkin saja akibat saat anak disuruh tidur malam, dia belum ingin tidur dan tengah asyik bermain atau bercengkerama dengan ayah dan ibunya yang baru pulang kantor. Atau bisa jadi karena makannya sedikit tapi sering, mereka biasanya tidak kuat untuk tidak makan dalam waktu lama (sepanjang malam). Jadi, dia rewel dan sulit tidur karena perutnya lapar. Mungkin juga terlalu lelah bermain dan bercengkerama dengan Anda.

Udara yang terlalu panas atau terlalu dingin, atau baju tidur yang tidak nyaman, juga bisa menjadi penyebab lain balita sulit tidur. Atau dia merasa ketakutan akan sesuatu. Karena penyakit, misalnya batuk, flu, asma, atau alergi, juga bisa menyebabkan anak sulit tidur. Masalah tidur balita Anda akan teratasi bila Anda menciptakan rutinitas sederhana sebelum tidur, termasuk meluangkan waktu 15–20 menit untuk cooling down setelah beraktivitas.

Pada saat istimewa ini, Anda bisa membacakan cerita, membelainya, mengelap badannya dengan handuk hangat agar anak nyaman dan mudah tidur di malam hari.
Selain itu, pastikan dia mengenakan baju tidur yang nyaman dan suhu ruang yang cukup. Suasana rumah yang tenang dan lampu temaram juga membuat balita mengenal perbedaan malam dan siang.

Pastikan juga anak kenyang di siang hari sesuai waktu makan. Perlahan, coba hilangkan kebiasaan makan sedikit tetapi sering. Jika balita Anda masih terbangun di malam hari dan minta susu, coba mengganti susu dengan air putih, sehingga dia kembali tidur.

Ritual lainnya yang bisa dicoba untuk membuat bayi tidur dengan nyaman di antaranya mandikan bayi dengan air hangat dan ajak main sebentar sebagai awal penurunan intensitas aktivitas sebelum tidur, putar lagu atau nyanyikan lagu pengantar tidur, serta beri ciuman sebelum dia tidur dan biarkan dia tidur dengan mainan favoritnya. Jika anak tidak segera tertidur, tetaplah tenang dan rileks. Baringkan anak Anda, belai dengan lembut, lalu tinggalkan kamarnya. Tunggu selama lima sampai sepuluh menit sebelum Anda kembali, karena dia memanggil. Apabila anak terbangun di malam hari, lakukan hal yang sama,dengan meminimalkan bicara, suara, dan cahaya. Baringkan saja lagi dia dengan lembut, namun tegas.

# CARA SEDERHANA ATASI ANAK YANG SULIT TIDUR #

Jika anak anda sedang mengalami sulit tidur, apa yang bisa anda lakukan?

Anak-anak harus didorong untuk bersikap seperti orang dewasa dan belajar untuk membuat dirinya kembali tidur. Dengan satu kesadaran bahwa mereka memang masih anak-anak.

Begini cara sederhananya untuk menghadapi anak yang sulit tidur,

1. Jika anak bangun jam 3 pagi, mulanya mereka menangis lembut kemudian segera menjadi tangisan yang bising. Biarkan mereka menangis 5 sampai 10 menit.

2. Pergilah ke kamar anak, Gendong, buai dan hibur mereka.

3. Sesekali anda bisa menepuknya sambil berbaring.

4. Ketika tangisan keras berubah menjadi isakan, ini adalah sinyal bagi anda untuk meletakkan mereka di tempat tidur dan pergi meninggalkannya.

5. Mereka akan terkejut ketika anda pergi. Mereka akan menangis lagi. Maka tinggalkan mereka untuk menangis 2 menit lebih lama daripada periode sebelumnya (10+2 menit, 2+2 menit, 1+2 menit).

6. Masuk, gendong, buai, ajak bicara, serta hibur. Pada saat tangisan bisa dikendalikan, tidurkan dan segera keluar. Sekali lagi tambahkanlah periode menangis sampai 2 menit. Lalu hibur, tambah periode menangisnya lagi, hibur, lalu tambah periode menangisnya lagi, dan seterusnya.

7. Bersikaplah tegas, teruskan selama diperlukan. Teknik sama sekali tidak berguna jika anda tidak siap melakukannya.

8. Setelah mereka tertidur, anda kembali tidur. Jika mereka bangun sekali lagi, maka tegaslah. Lakukan hal yang sama keesokan malamnya, malam selanjutnya, dan seterusnya.

9. Jika tidak berhasil juga, dan anda sudah sampai pada batas kesabaran, jangan menyerah. Gabungkan tekniknya dengan obat penenang dosis rendah untuk beberapa malam.

10. Setelah setengah jam teknik mengendalikan tangisan tidak berhasil, berikan obat penenang. Obat ini butuh waktu setengah jam untuk bereaksi, dan dalam periode ini terus lakukan teknik tadi dengan pasti. Dengan obat penenang, anda bisa tidur setelah satu jam dan si anak masih mendengar pesan yang sangat tegas dan konsisten sebelum akhirnya tertidur. Obat penenang harus digunakan dalam jangka pendek.

# ANAK KELEBIHAN BOBOT SULIT TIDUR NYENYAK #

Anak-anak yang memiliki perut buncit mengalami kesulitan bernafas saat tidur. Tidur tak nyenyak ini menyebabkan masalah perilaku seperti hiperaktif dan kesulitan untuk tetap terjaga di sekolah.

Penelitian yang dilakukan Penn State University Collage of Medicine memeriksa 700 anak dengan usia antara 5-12 tahun yang dipilih secara acak dari 18 sekolah dasar umum di Pennsylvania.

Setiap anak dites fisiknya dengan memonitor 9 jam tidur di laboratorium dengan menggunakan polysomnography, yang berguna untuk mengukur aktifitas otak, jantung, aliran udara, dan pernafasan oksigen selama tidur.

Para peneliti menemukan, sekitar 25% dari anak-anak mengalami kesulitan bernafas saat tidur yang rendah, dan 1,2% mengalami kesulitan bernafas saat tidur dengan tingkat sedang, dan ditetapkan lima atau lebih memiliki jeda saat tidur per jam. Lebih dari 15% mengalami masalah utama mendengkur.

Baru-baru ini, tumbuhnya adenoide tonsils yang membesar diyakini menjadi penyebab kesulitan bernafas saat tidur pada anak-anak. Tetapi menurut berita dari American Academy of Sleep Medicine (AASM) seperti dikutip detikHealth Jumat (10/7/2009) tidak ditemukan hubungan langsung ukuran amandel dan kesulitan bernafas.

“Sebaliknya, kegemukan dapat memainkan peranan yang lebih besar,” ujar Edward O. Bixler, dari Penn State University Collage of Medicine.

Faktor risiko kesulitan bernafas pada anak-anak sangat kompleks dan mencakup metabolisme, inflammatory dan faktor anatomi.

“Karena kesulitan bernafas pada anak-anak tidak hanya karena ketidaknormalan anatomi, pengobatan juga harus mempertimbangkan strategi alternatif lain, seperti
berat badan dan masalah di hidung,” kata Bixler.

Kesulitan bernafas saat tidur bisa terjadi dari yang ringan hingga yang berat. Menurut informasi dari AASM, kasus yang ringan ditandai dengan mendengkur yang terus menerus karena masalah anatomi hidung seperti sinusitis kronik, rhinitis dan saluran hidung.

Pada kasus yang parah termasuk mempersulit tidur, yang berpotensi membahayakan dengan kondisi nafas yang berhenti dan bernafas kembali sepanjang malam. Setiap jeda biasanya berlangsung 10-20 detik dan dapat terjadi 20-30 kali perjam.

Sementara anak-anak yang cenderung memiliki kesulitan bernafas saat tidur dibandingkan orang dewasa, mereka hanya kesulitan untuk tidur.

Anak-anak yang lebih tua cenderung mengalami kesulitan bernafas sedang. Sebesar 2% dari anak-anak antara usia 9-12 tahun mengalami kesulitan bernafas saat tidur dengan tingkat sedang, dibandingkan dengan anak-anak usia 5-8 tahun yang hanya 0,2%.

Kesulitan tidur biasanya terjadi ketika jaringan lunak dibagian belakang tenggorokan menyempit dan menutup saluran udara selama tidur. Pada anak-anak, mendengkur yang keras dan nafas yang terengah-engah merupakan tanda peringatan.

Kenali gejala autis sejak dini

Ternyata austisme dapat dideteksi sejak usia dini. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa autisme dapat dikenali pada bayi sejak tahun pertama.

Autisme dapat disebabkan banyak faktor, penelitian itu bahkan mengungkapkan bahwa bayi dengan berat yang kurang,  memiliki potensi mengidap autisme.

“Gejala -gejalanya dikarakteristikkan oleh respon otak yang berbeda ketimbang bayi lainnya,” Ujar Direktur dari Center for Brain and Cognitive Development at Birkbeck College, University of London, Johnson, seperti dikutip dari laman medicmagic.

Temuan  itu, yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biolog, adalah kesimpulan dari   104 penelitian terhadap bayi berusia enam hingga sepuluh bulan. Penelitian dilanjutkan ketika bayi berusia tiga tahun.

Untuk kepentingan penelitian, para peneliti menggunakan sensor pasif  pada kulit kepala. Perangkat itu mampu mencatat aktivitas otak seiring  wajah bayi  dihadapkan  dengan yang lainnya.

Anak yang menderita autisme memiliki pola yang tak biasa ketika merespon kontak mata dengan yang lainnya. Wajah mereka sering berpaling setelah dihadapkan langsung dengan bayi lain.

Bayi-bayi yang tumbuh bersama saudara lelaki dan perempuan austistik, lebih besar berpotensi menderita autisme. “Tetapi penelitian ini tak bisa dikatakan 100 persen akurat,” kata Johnson.

Johnson menyadari bahwa diagnosis menyeluruh guna memastikan anak-anak dengan autisme bisa dilakukan ketika anak itu berusia dua tahun.

Hal itu dikarenakan tak ada pertanda dari perilaku yang bisa dilihat di bawah usia itu.”Penelitian ini secara langsung mengukur aktivitas otak dari seorang anak. jika gejala dapat dideteksi lebih dini, kita berharap bahwa autisme dapat diantisipasi,” ujarnya.

Autisme terdapat sekitar satu persen pada orang di seluruh dunia. Gangguan spektrum dan mental berdampak pada ketidakmampuan seseorang berkomunikasi.

Gejala umum yang biasa di lihat pada orang adalah sindrom Asperger ( tipe karakter autisme dengan kemampuan bahasa yang terganggu).Penderita bisanya memiliki IQ tinggi.

(sumber : Antara news.com)

Next Page »

35 queries