Abu-Abu Musim Panas
TEMPO Interaktif, Jakarta – Abu-abu identik dengan warna seragam SMA, pakaian bisnis laki-laki, dan warna pakaian di musim gugur. Namun, menggabungkan warna dingin ini dengan warna-warna hangat akan membuat sisi feminin terpancar dari para wanita.
Ada banyak pilihan warna abu-abu yang bisa dipilih tergantung pada suasana hati dan acara yang akan dihadiri. Warna abu-abu dove yang dipasangkan dengan warna beige dan krem akan memberi nuansa musim panas.
Sementara itu, warna abu-abu slate akan memberi penampilan monokrom yang mencolok apabila dipasangkan dengan putih. Untuk memberi kesan feminin, padankan warna abu-abu denga warna hangat.
Warna abu-abu yang sedang ‘in’ ini bervariasi dari warna muda abu-abu es dan silver lembut hingga warna abu-abu charcoal. Untuk mereka yang berkulit putih pucat, piilihan warna abu-abu muda dan abu-abu tua paling cocok. Hindari memakai pakaian warna abu-abu ‘tanggung’.
Sementara untuk mereka yang berkulit agak cokelat, bisa memakai hampir semua warna abu-abu. Berbagai warna abu-abu untuk rok, shift dress dan coat juga bisa diinvestasikan untuk musim gugur nanti.
DAILYMAIL/AMANDRA MM
Awas, Mesin Cuci Sebarkan Bakteri dan Kuman
VIVAnews - Mesin cuci sudah jadi perlengkapan yang dimiliki hampir setiap rumah tangga di kota besar. Mesin sangat praktis dan membantu pekerjaan tanpa harus repot mencuci secara konvensional. Namun, jangan menganggap pakaian dengan bau segar dari mesin cuci bebas kotoran dan kuman penyakit.
Sebuah penelitian menemukan, 25 persen mesin cuci di rumah terkontaminasi bakteri fecal yang terbawa pakaian kotor dan menyebarkannya. Bakteri fecal termasuk salmonella, hepatitis A, rotavirus dan adenovirus.
Menurut Dr Charles Gerba, peneliti dari Universitas Arizona di Tucson, dua pakaian kotor membawa sepersepuluh bakteri setara kotoran sebesar seperempat biji kacang tanah. Meski deterjen dan air bisa menghilangkan kuman dan bakteri selama mencuci, sebagian bakteri masih tertinggal dan menyebar di dalam mesin cuci.
Ia menjelaskan alasan mesin cuci yang ada sekarang cenderung masih menyisakan kotoran. Siklus mesin cuci sekarang jauh lebih pendek rata-rata 20 dan 28 menit daripada mesin cuci yang terdahulu. Kini, orang tidak lagi menggunakan air panas untuk mencuci pakaian dan pemutih lebih jarang digunakan.
Mesin cuci yang kelebihan beban juga menyebabkan pakaian tetap kotor karena memperlambat aliran air dan deterjen untuk membersihkan. Akibatnya, mikroba bisa menyebar dari mesin ke pencucian berikutnya. Seringkali, kita membiarkan pakaian yang telah dicuci dalam mesin cuci selama berjam-jam yang menyebabkan tumbuh kembangnya bakteri.
Agar pakaian Anda bersih selama mencuci, sebaiknya tambahkan pemutih. Jika tidak menggunakan pemutih pada pakaian, jalankan mesin cuci dengan air dan pemutih sebelum mencuci pakaian atau setelah selesai. Gunakan deterjen dengan kandungan pembersih dan segera mengambil pakaian setelah dicuci. (umi)
• VIVAnews






