ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Gairah Tetap Menggebu Bagi Pasangan Sibuk

VIVAnews – Setelah seharian aktif bekerja di kantor seringkali membuat kita merasa sudah tak lagi punya daya maupun kemauan untuk berhubungan intim dengan pasangan. Akibatnya, suami atau istri tercinta bisa merasa tersinggung.

Bisa jadi tidur bersama tak lagi hangat oleh pelukan mesra, melainkan saling beradu punggung atau bahkan bisa berakhir dengan pisah ranjang.

Tak mau kan merasakan situasi demikian? Kuncinya adalah mengatur jadwal bercinta. Menurut pakar seks dan penulis buku “Sex in Marriage: Better Sex in Marriage.”, Christopher J. Gearon, membuat jadwal hubungan intim dengan suami atau istri merupakan elemen penting bagi kelanggengan perkawinan.

Praktekkan resep bercinta berikut ini agar hasrat bercinta Anda dan pasangan terus menyala, seperti dikutip About.com.

- Jangan sungkan-sungkan ungkapkan perasaan dan ide-ide Anda mengenai hubungan seks secara mesra, termasuk mengusulkan variasi jam untuk memulai bercinta. Tentu harus disesuaikan dengan jam pulang kerja agar kondisi fisik bisa siap.

- Jangan terjebak ke dalam perangkap pemikiran bahwa membuat jadwal hubungan intim lama-lama bisa bikin bosan.   

- Jangan egois! Hargai juga jadwal kerja atau keseharian pasangan. Namun, pastikan jadwal beraksi ‘nakal’ bisa pas satu sama lain sedikitnya dua kali sepekan.
 
- Kalau sudah punya anak, lihat juga jadwal kegiatan Anda dan atau pasangan dengan si buah hati.

- Jangan sengaja buat jadwal yang Anda atau pasangan tahu bakal tidak bisa dipenuhi karena ada kegiatan penting.

- Kalau bisa, cobalah sebulan sekali berduaan di rumah atau di tempat lain tanpa anak-anak. Metode ‘one-night stand‘ ini baik bagi kelangsungan perkawinan Anda dengan pasangan.

• VIVAnews


Jutaan Wanita ‘Menjanda’ Selama Piala Dunia

VIVAnews - Lebih dari 11 juta perempuan diperkirakan menjadi ‘janda’ selama perhelatan Piala Dunia 2010. Pasalnya, pria lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton sepakbola daripada untuk pasangannya.

Sebanyak 47 persen dari 4.000 wanita berpasangan berusia 16-65 tahun yang mengikuti jajak pendapat mengaku menyiapkan kesabaran mulai pembukaan hingga final pesta sepakbola dunia yang berlangsung empat tahun sekali itu.

Satu dari setiap lima wanita yang menjadi responden mengatakan tidak tertarik menonton pertandingan bersama pasangan. Sementara seperempat lainnya mengharapkan pasangan mengurangi aktivitas menonton bola hingga 50 persen.

Setengah responden yang tinggal serumah mengatakan harus mengorbankan acara televisi favorit demi memberi kesempatan suami menyaksikan perebutan trofi Piala Dunia. Dan, sebanyak 45 persen responden memutuskan tidak tertarik membicarakan sepakbola bersama pasangan.

Satu dari setiap enam wanita menyatakan  akan menerima ciuman dan pelukan lebih sedikit. Satu dari setiap 12 wanita juga khawatir, hajatan yang berlangsung selama sebulan di Afrika Selatan itu akan menurunkan frekuensi hubungan seksual.

Juru bicara Indesit, yang mengadakan survei, mengatakan, bagi sebagian wanita, ajang Piala Dunia menciptakan masa sulit bagi kehidupan mereka. “Banyak wanita yang tidak gemar sepakbola merasa tertekan dengan 64 pertandingan yang berlangsung selama empat minggu. Inilah waktu kesabaran mereka diuji,” katanya seperti dikutip dari Female First.

Sebagian besar wanita dan para istri akan dibebani melakukan pekerjaan rumah tangga, memasak, mengurus anak-anak, dan mengatur keuangan seorang diri. Sedangkan sang suami larut dalam piala dunia dan menganggap pasangan mampu melakukan semuanya. “Jadi, bisa dimengerti para istri dan pasangan yang bukan penggemar bola menginginkan Piala Dunia segera berakhir agar kehidupan mereka kembali normal.”

• VIVAnews


Jurus Ampuh Ciptakan Sensasi Bercinta

VIVAnews - Hubungan mesra dan hangat di awal pernikahan bisa berubah menjadi tawar seiring berjalannya waktu. Itulah mengapa berbagai trik diperlukan untuk menjaga gairah pasangan pasangan tetap menggebu.

Psikolog Stella Resnick, PhD, sekaligus penulis ‘The Pleasure Zone’ memaparkan beberapa  jurus ampuh untuk menciptakan sensasi bercinta, seperti dikutip dari laman Cosmopolitan.

Kaos fantasi
Naikkan libido pasangan dengan godaan busana seksi. Tidak harus dengan lingerie berenda, Anda bisa menggoda pasangan dengan tank top atau kaus putih tipis yang tidak sengaja basah sehingga membentuk siluet tubuh.

Dengan kostum semacam itu, pasangan pasti tanggap untuk segera meresponsnya. “Pakaian menciptakan erotisme dan misteri. Lekuk tubuh akan terbentuk dan menampilkan Anda dalam bentuk feminin dan menggoda,” kata Resnick.

Matikan AC
Keringat memiliki efek menyegarkan bagi kehidupan seksual. “Saat berkeringat, pasangan akan tertarik pada feromon yang diekskresikan kulit,” kata psikiater Alan Hirsch, dari Research Foundation di Chicago. Feromon berfungsi menambah gairah asamara pasangan.

Matikan AC dan perlahan pijat pasangan. Lakukan gerakan memijat disertai sentuhan lembut dan hembusan napas ke bagian sensitif. Anda berdua mungkin tidak akan menyelesaikan sesi pijat, dan segera meluncur ke ‘pergulatan’ sensasional.

Membuai ‘titik panas’
Sebuah kejutan dingin di bagian kulit akan meningkatkan gairah dan memberi kenikmatan berbeda.

Gunakan botol sprai untuk menyemprot air es ke kulit pasangan demi memicu respons lebih intens. Bagian dada, belakang leher, paha dalam, tulang selangka, atau bagian belakang lutut Anda adalah bagian yang paling manjur sebagai ‘titik panas’.

Nyalakan bara
Es krim dan buah segar mampu membuat sensasi segar dan menggairahkan. Selingi kegiatan saling menyuap camilan dingin dan tinggalkan jejak di tubuhnya. Tak akan butuh waktu lama untuk membuatnya ‘menyala’.

Nikmati suasana
Jangan tergesa-gesa menyalakan AC usai berhubungan intim. Biarkan tubuh tetap hangat dan nikmati pos-orgasmic dalam tubuh. Bila Anda langsung menyalakan AC atau mandi air dingin, tubuh akan syok dan segera terbangun dari pascaklimaks. Sebaiknya, nikmati dan mengobrol santai dengan pasangan sebagai afterplay.

• VIVAnews


Mungkinkah Bercinta Saat Tidur

VIVAnews - Melakukan aktivitas seksual seperti berhubungan intim menjelang tidur sudah menjadi hal lumrah yang dilakukan banyak pasangan berumah tangga. Tapi, bagaimana dengan mereka yang melakukannya saat tidur?

Bercinta saat tidur ternyata sangat mungkin terjadi. Dunia medis menyebutnya dengan sexsomnia. Jumlah penderita kelainan seks yang terjadi saat tidur ini bahkan terus menunjukkan peningkatan.

Para peneliti di Kanada menemukan, sekitar satu dari setiap 12 orang mengakui pernah mengalami aktivitas seksual saat mereka tengah terlelap. Sebanyak 3/4 pria yang menjadi responden positif mengidap sexsomnia. Perilaku seksual ketika tidur ini berkisar dari masturbasi sampai hubungan fisik.

Studi Sleep Research Laboratory di Universitas Kesehatan di Toronto menemukan, gangguan seks ini semakin umum terjadi dibandingkan masa-masa sebelumnya. Peneliti mewawancarai 832 pasien pria dan wanita yang diduga menderita semacam gangguan tidur.

Jumlah gangguan sexsomnia yang ditemukan pada pria lebih banyak dibandingkan wanita. Umumnya, penderita gangguan ini tidak ingat mereka terlibat dalam kegiatan tersebut. Para ahli menduga, sexsomnia disebabkan hasrat seks yang meninggi menjelang tidur.

Salah satu peneliti, Dr Sharon Chung, menjelaskan, proporsi penderita kini meningkat dari hanya segelintir menjadi satu diantara 12 orang. “Delapan persen adalah pengidap sexsomnia akut dan harus dibawa ke klinik tidur untuk pengobatan. Jika tak segera diobati sexsomnia bisa menyebabkan rasa lelah sepanjang hari, depresi dan perubahan perilaku,” ia menjelaskan seperti dimuat dalam laman Telegraph. (sj)

• VIVAnews


Rasa Cemburu Picu Gangguan Seksual

VIVAnews - Kesehatan mental sangat mempengaruhi kesehatan fisik seseorang. Psikolog Austria menemukan gangguan kesehatan fisiologis kronis dipicu lima emosi negatif paling berbahaya.

Penelitian yang terbit dalam Majalah Science menjelaskan lima emosi negatif yang paling merusak kesehatan fisik manusia.

Rasa cemburu, iri hati, kecemasan berlebihan, terlalu mengasihani diri sendiri serta serakah adalah emosi paling negatif yang ada pada manusia.

Penelitian terhadap lebih dari 2.000 sukarelawan selama lima tahun, seperti dilansir Genius Beauty menunjukkan bahwa rasa cemburu mengancam hubungan dengan pasangan dan menyebabkan frustasi serta gangguan seksual.

Seseorang dengan sifat pembenci memiliki risiko 2,5 kali lebih besar terkena serangan jantung. Iri hati juga meningkatkan potensi terjadinya penyakit yang sama.

Rasa bersalah dan kecemasan berlebihan dapat menyebabkan terjadinya berbagai jenis kanker. Mengasihani diri sendiri menyebabkan sirosis hati, gastritis dan radang usus (ulkus). Sedangkan sifat serakah menyebabkan sembelit dan penyakit yang berkaitan dengan sistem pencernaan.

• VIVAnews


Mengapa Komunikasi Mesra Penting

VIVAnews - Komunikasi adalah kunci keharmonisan sebuah hubungan rumah tangga. Namun, komunikasi hangat seringkali sirna usai menikah.

Merasa sudah tinggal bersama di satu atap, banyak pasangan yang tanpa sadar mengurangi intensitas komunikasi mesra dan akhirnya memicu ketegangan.

Seperti dikutip dari laman Modernmom.com, studi Ohio State University menunjukkan, perkawinan yang tegang secara fisik akibat hilangnya komunikasi mesra memengaruhi kelanggengan rumah tangga.

Sebanyak 37 pasangan menikah yang berpartisipasi dalam studi ini menyatakan, tak jarang ketegangan itu memicu tindak kekerasan dalam rumah tangga. Mayoritas responden mengaku memiliki luka di tubuh akibat kekerasan yang dilakukan pasangan.

Sebelum membuat kesimpulan, para peneliti juga mengevaluasi jenis komunikasi antara suami dan istri yang menyebabkan timbulnya kekerasan dalam rumah tangga.

Mereka menemukan bahwa gaya komunikasi memengaruhi keharmonisan rumah tangga. Gaya komunikasi yang positif biasanya akan menimbulkan luka ringan dan mudah disembuhkan. Sementara gaya komunikasi negatif memicu luka yang sulit sembuh.

Debra Umberson, profesor sosiologi di Universitas Texas mengatakan, kondisi rumah tangga juga memengaruhi kesehatan fisik pasangan. Pasangan dengan tingkat stres tinggi di dalam perkawinannya memiliki fungsi kekebalan tubuh yang memburuk, tekanan darah tinggi dan detak jantung tak stabil.

Sementara wanita, secara umum, mengatakan, “Perkawinan yang stres sangat berbahaya dan bisa menyebabkan masalah kronis dalam jangka panjang. Anda tidak akan bisa lolos dari masalah yang Anda alami dari masa kemasa.”

Jadi, menjalin komunikasi sangat penting untuk membangun suatu hubungan yang harmonis dan menjaga kesehatan emosional. Karena itu semua akan berujung pada kondisi kesehatan fisik. (adi)

• VIVAnews


Putus Cinta Lebih Berpengaruh pada Pria Muda dibanding Wanita  

TEMPO Interaktif, Toronto – Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa kualitas hubungan lebih berpengaruh pada laki-laki muda dibanding pada pasangannya.

Toronto Sun melaporkan bahwa profesor sosiologi di Universitas Wake Forest, Robin Simon, telah melakukan studi terhadap seribu laki-laki dan perempuan yang belum menikah dengan rentang usia 18 hingga 23 tahun.

Hasil studinya menunjukkan bahwa efek dari suatu hubungan dirasakan lebih tinggi oleh seorang laki-laki muda dibandingkan oleh wanita. Hal ini berbeda dengan stereotype gender selama ini.

Laki-laki, menurut studi itu, mengalami manfaat emosional yang lebih besar ketika mereka bahagia dalam hubungannya dan memiliki tingkat stres yang lebih besar ketika mereka tidak bahagia. Robin menduga rasa menghargai dirinya sendiri akan terluka ketika hubungannya dengan pasangan menjadi buruk.

Alasan yang masuk akal dari kesimpulan ini adalah bahwa pasangan dari laki-laki menganggap pasangannya sebagai sumber keintiman yang utama. Sedangkan wanita, menurut Robin, masih lebih mungkin memiliki hubungan dengan keluarga dan teman-temannya di samping dengan pasangannya.

Robin juga berpendapat bahwa laki-laki dan wanita memiliki cara yang berbeda dalam menangani stres. “Wanita mengekspresikan kesusahan emosionalnya melalui cara depresi. Sedangkan laki-laki mengekspresikan emosinya dengan masalah yang hakikat,” kata Robin.

Hasil studi ini, yang menurut Robin mengejutkan, adalah salah satu bagian dari studi jangka panjang mengenai kesehatan mental dan transisi menuju masa dewasa. Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Health and Social Behavior bulan ini.

FOX NEWS / FANNY FEBIANA


Si Dia Suka Mendengkur?

KOMPAS.com – Para pria yang telah mencapai usia 30 tahun umumnya mendengkur saat tidur. Hal ini dikatakan Michael Thorpy, MD, Direktur Sleep-Wake Disorder Center di Montefiore Medical Center di New York City. Banyak orang menganggap kebiasaan mendengkur sebagai sesuatu yang tak berbahaya. Padahal, sebagian orang mengalami henti nafas saat mendengkur, tanpa disadari. Hal ini tentu saja berbahaya. Sebab, jika seseorang mengalami henti nafas lebih dari 10 detik, ia bisa meninggal seketika.

“Namun, bukan berarti semua masalah mendengkur harus dikhawatirkan. Mendengkur bisa dianggap normal, apabila si pendengkur mengalami henti nafas kurang dari lima kali dalam sejam. Yang dianggap berat apabila pendengkur mengalami henti nafas lebih dari 30 kali dalam sejam. Masalah ini disebut obstructive sleep apnea (OSA),” papar dr Andreas Prasadja, RPSGT, sleep scientist dari RS Mitra Kemayoran, Jakarta.

Cara mengatasi dengkur:

Jaga berat badan. Coba ukur lingkar leher pasangan. Apabila lebih dari 43 cm, kemungkinan besar ia kelebihan berat badan. “Orang yang kelebihan berat badan berpeluang mengalami gangguan pernafasan saat tidur, termasuk mendengkur,” kata Charles Bae, MD, ahli saraf dan pakar tidur dari Cleveland Clinic di Ohio. Hal ini terjadi karena tekanan pada saluran nafas meningkat, sehingga laju oksigen kemudian ikut terhambat.

Ubah posisi tidur. Umumnya, orang mendengkur saat tidur terlentang. Pada sebagian orang, mengubah posisi tidur menjadi menyamping, kadang bisa membuatnya tidur tanpa mendengkur.

Periksakan diri. Perhatikan kondisi pasangan saat bangun pagi. Apabila suami sering mengaku merasa tak segar kala bangun di pagi hari, segera ajak dia memeriksakan diri ke sleep specialist. Atau, jika ia sering kedapatan tertidur saat menyetir mobil. Bisa jadi ia mengalami OSA. Hal ini yang menyebabkan tidurnya di malam hari tak berkualitas. Penderita OSA juga terkadang memiliki tekanan darah tinggi dan mengalami disfungsi ereksi.

(Alia An Nadhiva/Prevention Indonesia)

Editor: din


Berlibur Bebas Rewel

KOMPAS.com – Libur sekolah telah tiba! Sejak jauh-jauh hari, Anda mungkin sudah merencanakan liburan bersama keluarga. Agar liburan Anda bebas masalah, sebaiknya siapkan pula segala keperluan si kecil. Berikut hal-hal yang perlu disiapkan agar acara liburan tetap asyik dan bebas dari kerewelan si kecil:

Rancang sejak awal. Rencanakan bersama pasangan kira-kira kapan, kemana, dan berapa lama liburan kali ini. Sesuaikan rencana berlibur dengan dana yang ada. Rencanakan pula akomodasinya, dimana tempat menginap, sarana transportasi yang digunakan, umum atau pribadi, dan lain sebagainya.

Pilih tempat berlibur. Sebaiknya lokasi liburan tidak terlalu jauh karena perjalanan jauh atau lama bisa menyebabkan si kecil bosan dan rewel. Selain itu, pilihlah tempat berlibur yang dapat dinikmati semua anggota keluarga. Untuk memberikan gambaran awal tentang lokasi tempat liburan kepada anak, orangtua dapat menunjukkan gambar-gambar tempat wisata tersebut, lalu ceritakan secara singkat apa saja yang akan ditemui di sana, kegiatan apa yang dapat dilakukan, dan sebagainya.

Periksa kesehatan si kecil. Sebaiknya 1-2 minggu sebelum berangkat, cek jadwal imunisasi si kecil. Lalu, persiapkan obat-obatan yang kemungkinan diperlukan selama liburan.

Siapkan perlengkapan. Di antaranya:

* Tas perlengkapan bayi. Tas khusus ini digunakan untuk menyimpan segala kebutuhan si kecil. Kebutuhan si kecil sebaiknya terkonsentrasi pada satu tas, dan tidak bercampur dengan perlengkapan pakaian orangtua atau saudaranya.

* Popok dan pakaian. Pada saat berlibur atau beraktivitas di luar, sebaiknya si kecil menggunakan popok celana sekali pakai karena lebih praktis, sehingga si kecil nyaman bergerak dan bebas rewel. Pilihlah popok celana sekali pakai yang memiliki perlindungan menyeluruh agar kulit bayi tetap kering dan memiliki bahan ekstra lembut untuk kulit sehat si kecil. Sediakan popok serta pakaian yang cukup. Jangan sampai si kecil kekurangan popok atau pakaian, sebab dapat membuatnya tak nyaman.

* Tisu basah. Berguna untuk membersihkan bagian kelamin dan bokong setelah pipis di perjalanan, membersihkan tangan setelah makan-minum, membersihkan wajah dari keringat, dan lain-lain. Pilih tisu yang tak mengandung alkohol sehingga tidak membuat kulitnya kering dan aman buat si kecil.

* Mainan. Si kecil biasanya rewel kala merasa bosan. Dengan membawa mainan kesukaannya, setidaknya ada aktivitas yang bisa dilakukan selama perjalanan untuk mengusir kejenuhan.

* Makanan bayi. Persiapkan makanan ringan dan makanan berat untuk si kecil di perjalanan. Jangan sampai ia kelaparan dan rewel. Bawa serta perlengkapan makan dan minumnya.

(Hilman/Tabloid Nakita)

Editor: din


Makin Mesra Berkat Makanan

VIVAnews - Apakah Anda sedang bingung mencari variasi lain membumbui kehidupan cinta Anda? Seperti kata pepatah, cinta bisa datang dari perut atau makanan.

Anda bisa meniru beberapa cara mudah membuat si dia terkesan dengan makanan berikut:

1. Cokelat cinta
Ganti pembungkus kertas cokelat mini dengan kertas warna-warni yang Anda buat sendiri. Pada tiap kertas tuliskan satu hal yang paling Anda sukai dalam diri pasangan.

2. Permen misteri

Beli lima jenis permen dengan rasa berbeda dan bisa juga dengan varian yang unik. Pilih beberapa permen yang memiliki rasa khas seperti butterscotch, peppermint, rootbeer, atau rasa lemon. 

Saat sedang bersantai dengan pasangan, makan permen dan setelah memberi pasangan ciuman kejutan. Minta mereka menebak rasa apa yang sedang Anda nikmati. Sang pemenang akan mendapat hadiah, ciuman yang lebih panas!

3. Kejutan stroberi cokelat
Beli beberapa buah stroberi dan beberapa batang cokelat favorit pada perjalanan dari kantor ke rumah. Lelehkan cokelat dan celupkan stroberi, setelah makan malam usai. Saling menyuapi dengan cokelat stoberi ini bisa membuat suasana ‘menghangat’.

4. Gunakan es krim favorit
Simpan kotak berisi es krim kesukaan Anda atau pasangan lengkap dengan beberapa permen cokelat favorit. Setelah makan malam usai, saatnya bersenang-senang dengan semangkuk kecil es krim bertabur permen kesukaan.

5. Menu ‘khusus’ setelah makan
Setelah menghabiskan makan malam, berikan dia sebuah ‘menu spesial’ sebagai hiburan. Ciptakan desain menu yang terlihat seperti seperti menu restoran dan minta ia memilih program mana yang akan dia ‘santap’.

Sebagai contoh:
-Hidangan pembuka: berciuman, berpelukan, saling mengelitik.
-Hidangan utama: film romantis, musik dengan api, permainan.
-Hidangan penutup: pijat, mandi diterangi cahaya lilin, atau seks fantastis!

Ingat, mereka hanya dapat memilih satu dari masing-masing menu. Dijamin, si dia pasti berpikir keras untuk memilih menunya. (adi)

• VIVAnews


« Previous PageNext Page »

50 queries