ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Cara Pria Mengatasi Patah Hati

VIVAnews - Wanita dan pria punya cara berbeda memulihkan perasaan sakit karena putus cinta. Bila wanita terkesan merana dengan menangis, pria kelihatan lebih kuat. Tetapi, di balik ketegarannya, pria ternyata lebih terluka akibat putus cinta.

Robin Simon, Professor Sosiologi di Wake Forest University North Carolina mengungkap, pria cenderung lebih reaktif dan berusaha segera lepas dari ketidaknyamanannya. Ego pria lebih terluka saat hubungan kandas.

Meski terlihat tidak acuh, pria rentan akan tenggelam dengan kebiasaan buruk seperti penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang. Berikut beberapa hal yang sering dilakukan pria untuk memulihkan diri dari putus cinta seperti dikutip dari laman Your Tango.

1. Tenggelam dalam minuman keras dan obat-obatan
Banyak pria mengurangi rasa sakit hati dengan alkohol dan obat-obatan. Menurut pria, ini membantu menghilangkan emosi dan tidak perlu mengungkapkan perasaan. Secara alami, ego pria melarang mereka untuk menangis. Namun, saat mabuk, alam bawah sadar mereka tak terlalu menghakimi karena mereka tidak terlalu menyadari saat menangis.

2. Memohon dan membujuk agar kembali bersama
Biasanya pria jenis ini merasa mencintai dan cocok dengan pasangannya. Atau bisa jadi ego mereka terluka karena merasa ditolak. Pria tipe ini akan mengambil tindakan apapun untuk mengambil hati dengan segala hal yang dianggapnya romantis dan mampu meluluhkan hati wanita.

3. Menerima keputusan berpisah dengan cepat
Tidak seperti wanita yang sering tak menerima kenyataan, sebagian pria langsung berusaha menerima bahwa cintanya kandas. Mereka berusaha menerima secepat mungkin agar tak kecewa.

Mereka akan segera membaur kembali dengan teman-teman dan pekerjaan namun enggan diingatkan mengenai kegagalannya. Atau, bisa juga mereka mencurahkan emosi bagi diri sendiri dan tidak berbagi dengan orang lain.

4. Mengucilkan diri
Penolakan dan rasa sakit akibat putus cinta bisa membungkam pria bahkan dengan kepribadian terbuka. Mereka cenderung menjadi lebih tertutup dan memendam perasaan sakit dari orang-orang di sekitarnya.

5. Memperlihatkan perasaan
Tak banyak pria yang mau memperlihatkan perasaaan sakit akibat putus cinta seperti yang sering dilakukan wanita. Menangis dan mengakui perasaan sakit hati pada sahabat atau mantan yang meninggalkannya membuat pria lebih cepat merasa pulih.

• VIVAnews


Kerja Kreatif Bikin Stress?

TEMPO Interaktif, Toronto – Tuntutan yang terkait dengan aktivitas kerja kreatif merupakan tantangan utama bagi pekerja. Menurut penelitian baru dari Universitas Toronto, Kanada, ini stres yang terkait dengan beberapa aspek pekerjaan berdampak terhadap batas antara kerja dan kehidupan keluarga.

Peneliti mengukur sejauh mana mereka yang terlibat dalam aktivitas kerja kreatif dengan menggunakan data dari survei secara nasional terhadap lebih dari 1.200 pekerja di Amerika. Profesor sosiologi Scott Schieman dan rekannya mengajukan pertanyaan kepada responden, antara lain: “Seberapa sering Anda memiliki kesempatan untuk mempelajari hal baru?”; “Seberapa sering Anda memiliki kesempatan untuk memecahkan masalah? “;” Seberapa sering Anda melakukan pekerjaan yang memungkinkan Anda untuk mengembangkan keterampilan atau kemampuan?”

Para penulis menjelaskan tiga inti temuan:

Pertama: Orang yang memiliki skor lebih tinggi pada indeks kerja kreatif lebih mungkin mengalami tekanan pekerjaan yang berlebihan, dan mereka merasa kewalahan oleh beban kerja, serta lebih sering menerima pekerjaan yang berhubungan dengan kontak (email, teks, panggilan) di luar jam kerja normal;

Kedua: Pada gilirannya, orang-orang yang mengalami tekanan-tekanan yang berhubungan dengan pekerjaan, dan lebih sering melakukan tugas ganda antara pekerjaan dan keluarga, mereka mencoba untuk menyulap pekerjaan dan tugas-tugas rumah pada waktu yang sama saat mereka berada di rumah.

Ketiga: Secara bersamaan, tuntutan pekerjaan ini dan peran ganda kerja-keluarga kerap menimbulkan konflik antara pekerjaan dan peran keluarga, yang merupakan penyebab utama timbulnya masalah peran dalam domain rumah tangga.

Menurut Schieman, unsur-unsur stres terkait kerja kreatif ini, yang oleh kebanyakan orang dilihat sebagai sisi positif dari kondisi pekerjaan kreatif, merugikan. Lebih dari itu, ini juga dapat menyebabkan stres dalam kehidupan kita.

Penelitian ini juga menemukan bahwa orang yang memiliki skor lebih tinggi pada indeks kerja kreatif lebih cenderung memikirkan pekerjaan mereka di luar jam kerja normal. Namun, ketika ini terjadi, banyak orang berkata bahwa mereka tidak merasa “tertekan” oleh pikiran-pikiran itu. Schieman menambahkan: “Ada aspek kerja kreatif yang dinikmati banyak orang karena mereka mendapat kepuasan dalam hidupnya. Hal ini sangat berbeda dengan stres pikiran yang bikin orang terjaga di malam hari, yang disebabkan oleh tenggat yang tidak dapat dikontrol, orang lain bekerja tidak kompeten yang membuat Anda harus menanganinya esok hari, atau pekerjaan rutin yang kurang menantang atau terasa seperti sebuah penindasan.”

ScienceDaily/Ngarto Februana


Sekali Bersin Ancam 150 Orang

VIVAnews – Para pekerja yang menggunakan angkutan umum untuk menjangkau tempat kerja sebaiknya lebih waspada. Penyebaran penyakit lewat angkutan umum tergolong sangat cepat.

Pekerja yang menggunakan transportasi umum berisiko dua kali lebih mungkin terkena penyakit dibanding yang bekerja di rumah. Ilmuwan menemukan, seorang penumpang yang bersin satu kali dalam angkutan umum seperti bus atau kereta api, menyebarkan virus influenza kepada 150 penumpang lainnya dalam lima menit.

Tanpa menggunakan sapu tangan atau tisu, sekali bersin akan menyebarkan 100 ribu kuman yang memenuhi udara. Setelah itu, kuman akan menyebar ke seluruh penjuru, mulai dari kursi, lantai, langit-langit hingga ban atau rel kereta.

Seperti dikutip dari laman Telegraph, studi menemukan 98 persen orang yang bepergian dengan bus dan 96 persen penumpang kereta api tertular virus flu selama musim dingin dan pancaroba.

Namun, orang yang bekerja di rumah dan mengalami flu hanya mencapai 58 persen. Juru bicara produsen obat, Lemsip, Hanna Nowak, mengatakan kuman flu tidak dapat dihindari sepenuhnya namun dapat menghentikan penyebarannya.

Sebuah survei lain menemukan, 25 persen wanita mengaku kehilangan simpati mereka terhadap pasangan atau suami yang mengeluh flu. Sebaliknya, 70 persen pria mengaku bersimpati terhadap pasangan yang mengidap flu. Sementara 60 persen pria bahkan menawarkan bantuan mengerjakan pekerjaan rumah tangga pasangan yang sedang sakit. (hs)

• VIVAnews


Aturan ‘Perang Mulut’ dengan Pasangan

VIVAnews - Tidak salah jika banyak orang berkata sebaiknya jangan menyimpan kemarahan saat tidur. Tetapi, jika yang terjadi Anda dan pasangan bertengkar hebat sebelum tidur apa boleh buat. Rasa marah tidak akan mungkin hilang dengan cepat dan Anda harus kembali tidur karena
esok harus bangun pagi dan pergi ke kantor.

Jika Anda menemui situasi demikian tidak perlu pusing lagi menghadapinya. Karena, menurut penelitian terbaru ternyata tidak terlalu masalah jika Anda tidur meskipun sedang dalam keadaan marah. Fakta lainnya menyebutkan saat marah sebaiknya salurkan emosi Anda dengan hal
positif.

Selain itu, sebaiknya keluarkan saja emosi saat rasa marah datang. Apalagi ketika Anda sibuk membereskan rumah sementara pasangan hanya duduk manis di depan televisi. Pasti akan sangat menjengkelkan. Jika sudah begini sebaiknya jangan pendam emosi Anda pada pasangan. Katakan
saja padanya, Anda akan sangat menghargainya jika ia ikut turun tangan menyelesaikan pekerjaan rumah. Dan, katakan juga Anda tidak suka melihatnya hanya duduk diam sementara Anda sibuk mengerjakan pekerjaan rumah.

Jangan hanya memendam emosi dalam hati, karena selain tidak baik untuk kesehatan mental ternyata juga bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik. Dan, faktanya menurut para ahli kesehatan, jika memendam emosi dalam jangka wakta lama bisa memunculkan penyakit serius pada tubuh Anda. Jika Anda dan pasangan sedang bertengkar dan emosi mulai tersulut cobalah untuk ingat beberapa prinsip di bawah ini.

Masalah tidak bisa selasai dengan cepat
Beberapa pertengkaran terjadi karena isu yang cukup berat. Jika hal itu yang terjadi sebaiknya jangan mencari jalan keluar ketika Anda dan pasangan dalam keadaan emosi. Hal itu hanya kan membuat pertengkaran makin hebat dan masalah tidak akan terpecahkan. Tunggu sampai emosi Anda dan pasangan mereda, baru buatlah keputusan. Keputusan yang benar-benar Anda dan pasangan sudah pertimbangkan dengan matang.

Fokus
Saat bertengkar, fokuslah pada masalah yang memicunya, jangan melebar ke masalah lain yang tidak berhubungan. Seringkali saat bertengkar Anda atau pasangan mengungkit masalah lama yang sudah selesai. Hal itu hanya akan membuat pertengkaran makin sengit dan akan sulit menemukan jalan keluar.

Akui kesalahan
Pertengkaran seringkali dipicu karena Anda atau pasangan tidak mengakui kesalahan. Cobalah untuk berjiwa besar dengan mengakui kesalahan jika Anda memang melakukannya. Jangan mencoba melindungi diri dengan melakukan kebohongan karena bisa menjadi bumerang bagi hubungan.

Tidak bertengkar di depan anak-anak
Bertengkarlah di dalam kamar dan jangan sampai anak-anak tahu. Bayangkan jika mereka melihat atau mendengar orangtua mereka saling berteriak satu sama lain. Hal itu pasti akan berpengaruh negatif pada perkembangan psikologis mereka. Jika Anda menganggap masalah yang ada sangat penting untuk dibahas segera dan bisa memicu pertengkaran, segera ajak pasangan ke dalam kamar atau ruangan lain untuk membicarakannya.

Dibawa tidur
Saat emosi Anda dan pasangan tidak bisa menganalisa masalah dengan baik. Salah satu cara untuk meredakan emosi adalah dengan beristirahat. Untuk itu, tidak masalah jika Anda tidur, saat sedang emosi. Ketika bangun, emosi mulai mereda dan Anda bisa menyelesaikan masalah dengan pasangan dengan pikiran yang jernih.

• VIVAnews


Alasan Wanita Tidak Suka Pria Pemalu

VIVAnews – Wanita cenderung tidak menyukai pria sederhana dan pemalu. Sebaliknya pria arogan dan sombong seperti Simon Cowell atau berperilaku ‘nakal’ seperti Hugh Grant, lebih menarik bagi wanita.

Namun, berbeda dari wanita, pria justru mencari wanita sederhana dan tidak terlalu menarik. Hal ini didapatkan dari percobaan ketiga peneliti yang menunjukkan lebih dari 200 rekaman video seorang pria dan wanita yang melamar pekerjaan sebagai manajer laboratorium komputer.

Para aktor pria dan wanita diminta untuk mengikuti naskah yang sama dalam wawancara dan bersikap rendah hati saat menceritakan prestasi mereka. Para relawan diminta untuk menilai mereka terkait kesederhanaan, kesukaan dan faktor lainnya.

Hasilnya, meskipun aktor sama-sama memenuhi syarat untuk pekerjaan itu, pria lebih kurang disukai daripada wanita. Sikap lemah lembut tampaknya membuat pria terlihat kurang percaya diri, tidak ambisius, lebih lemah, dan tidak stabil. Hal itu menurut laporan jurnal Psychology of Men & Masculinity.

“Pria sederhana tidak seperti wanita sederhana, karena mereka justru dilihat sebagai individu yang lebih lemah,” tulis peneliti dalam jurnal seperti dikutip dari Daily Mail.

Hasil penelitian menunjukkan, meskipun wanita telah mampu mengubah peran mereka menjadi lebih tegas, sedangkan pria masih menghadapi prasangka ketika mereka mencoba untuk berubah.

“Temuan kami menunjukkan bahwa pria menghadapi prangsangka ketika melakukan tindakan sederhana. Mereka juga meningkatkan kemungkinan bahwa orang dapat menghindari sikap rendah hati karena berisiko,” kata Profesor Laurie Rudman, dari Rutgers University, Amerika Serikat.

“Pria memang lebih diharapkan sukses, penuh kekuatan, dominan dan tidak menunjukkan kelamahannya serta menghindari sikap yang dianggap feminim,” katanya menambahkan.

• VIVAnews


Horoskop 7 – 13 Juni 2010

TAURUS
Saling pegertian sangat dibutuhkan pada hubungan Anda yang agak kurang harmonis. Cobalah untuk saling terbuka. Jangan pernah mendahulukan urusan pribadi Anda dalam bekerja. Loyalitas Anda sedang dituntut dalam perusahaan. Hati-hati jika berada pada suasana yang ramai, Anda akan mudah pusing. Sebaiknya segera periksakan ke dokter.
 
Cinta : Perlu pengorbanan
Keuangan: Bisa ditabung
Kesehatan: Flu ringan
 
GEMINI
Sepertinya hati Anda sedang bimbang dengan hadirnya orang ketiga dalam hubungan. Hati-hati bisa merusak hubungan Anda. Perlu banyak penyegaran dalam kondisi Anda saat ini yang memerlukan kerja tim yang baik dan bagus. Sebaiknya segera rombak divisi Anda. Anda dituntut untuk lebih memperhatikan kesehatan yang mulai menurun. Gunakan waktu istirahat sebaik mungkin dan usahakan untuk atur pola makan Anda.
 
Cinta : Masih tahap pencarian
Keuangan: Kurang modal
Kesehatan: Sakit mata.
 
CANCER
Perlihatkan sikap baik Anda walaupun hubungan telah berakhir. Jangan terlalu dibawa perasaan yang berlebihan. Hasil yang tertunda pada tahun lalu harusnya Anda jadikan pelajaran pada tahun ini. Cobalah untuk lebih semangat dalam bekerja. Jangan memaksakan untuk terus beraktivitas hingga larut malam. Hal ini akan membuat Anda rawan mendapatkan penyakit yang tidak diinginkan.
 
Cinta : Pahami sifatnya
Keuangan: Stabil
Kesehatan: Bengkak pada gusi
 
LEO
Sepertinya lebih baik berteman daripada ada hubungan khusus di antara kalian berdua. Tidak enak berhubungan dengan sesama teman kantor. Lakukan hal yang terbaik pada tahun ini untuk pekerjaan Anda demi nama baik perusahaan, jangan lalaikan tugas itu. Anda perlu jadwal ulang rencana untuk berkonsultasi dengan dokter. Hal ini karena ada keperluan mendadak yang sangat penting. Hati-hati, jangan tunda terlalu lama.
 
Cinta : Makin sayang
Keuangan: Cari pinjaman
Kesehatan: Makan makanan berprotein
 
VIRGO
Terlalu banyak permintaan dari pasangan Anda. Cobalah untuk sedikit menahan emosi, jangan terlalu di ambil pusing. Tetapi, cari solusinya. Sangat dipastikan karier Anda tidak akan berkembang bila Anda tidak melakukan perubahan apapun dalam pola kerja. Kondisi tubuh mengalami gangguan, kelebihan kolesterol. Hal ini karena Anda kurang memperhatikan jenis makanan, hati-hati penyakit berbahaya.
 
Cinta : Kurang bergairah
Keuangan: Lunasi utang yang ada.
Kesehatan: Nyeri pada dada
 
LIBRA
Persiapan Anda belum terlalu matang untuk menempuh hidup baru, karena satu sama lain masih mementingkan diri sendiri. Coba sama-sama koreksi diri. Jangan sia-siakan waktu yang belakangan ini kurang dihargai. Hari ini adalah saat yang baik untuk melakukan sesuatu yang lebih berharga, kembalikan semangat kerja Anda. Sepertinya Anda kekurangan vitamin, terutama vitamin C. Hal ini terlihat dari seringnya Anda mendapatkan penyakit yang diakibatkan oleh kurangnya vitamin ini.
 
Cinta : Hampir Putus
Keuangan: Lebih boros
Kesehatan: Gigi berlubang

Bila zodiak Anda: Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces, atau Aries klik di sini!

Diasuh oleh:
Feri Purwo
www.feripurwo.com

Ingin tahu bagaimana kondisi cinta, keuangan, karier dan kesehatan Anda? Anda bisa curhat dengan Feri Purwo di www.curhaters.com

• VIVAnews


Alasan Wanita Kencani Tentara

VIVAnews – Banyak wanita tertarik dengan pria yang berkecimpung di bidang militer. Tubuhnya yang kekar, memiliki keyakinan dan keberanian banyak menimbulkan decak kagum wanita yang melihatnya. Dan tak jarang jika banyak wanita yang berharap, pria dengan seragam loreng ini bisa menjadi kekasih pujaan hatinya.

Meskipun kencan dengan pria militer bisa menjadi hal yang sangat menantang, tapi tak jarang juga pria dengan pekerjaan di bidang ini memiliki pasangan wanita yang ideal. Untuk itu, sebelum mencoba-coba melakukan pendekatan dengan pria militer, ketahui dulu ciri kepribadian rata-rata dari mereka.

1. Keyakinan
Keyakinan yang dimiliki rata-rata pria militer biasanya tidak mudah goyah. Baginya, bergabung dengan dunia militer adalah sebuah pilihan, dengan melayani negaranya, Anda tahu dia memiliki cita-cita yang kuat dan bersedia berjuang untuk bangsa.

2. Kondisi Fisik yang ideal
Latihan yang ketat menjadi bagian rutinitasnya sehari-hari. Maka tak jarang postur tubuhnya menjadi tegap dan terlihat bagaikan ksatria. Andapun bisa memetik manfaat dari kebiasaan ketatnya, mulai dari kegiatan fisik dan diet atau disiplin lainnya. Banyak wanita yang kagum padanya.

3. Potensi menjadi pengguna surat cinta
Jika pendekatan berlanjut ke hubungan yang lebih serius, jarak mungkin akan menjadi pemisah antara Anda dan Dia. Sebab, biasanya pria militer seringkali ditugaskan ke tempat yang jauh dan dalam jangka waktu cukup lama.

Maka jangan heran, jika komunikasi yang terjalin akan terkesan klasik. Meski dunia komunikasi telah maju, namun mengirim kabar lewat surat cinta akan menjadi pilihan yang romantis baginya. Namun, ada juga mereka yang memanfaatkan email, chatting, dan percakapan telepon. Kemungkinan pengakuan cinta gaya sastra sangat besar.

4. Mandiri
Karena sering berada di lingkungan asing, Anda tahu bahwa ia dapat mengurus dirinya sendiri. Dia dilatih untuk bertahan hidup di tengah-tengah serangan musuh. Dan, satu hal yang banyak dikagumi wanita, pria dengan model seperti ini biasanya sebagai pelindung rekan-rekannya sesama tentara. Dan dalam suatu hubungan, pastinya pria model ini juga bisa menjadi pelindung wanita.

Dia juga tahu apa yang diperlukan untuk bekerja sebagai tim. Dia tahu bagaimana bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, tetapi dia juga dapat menilai situasi sulit dan mencari solusi sendiri. Hal ini dapat menerjemahkan dengan baik untuk hubungan. Bagaimanapun, cinta bisa jadi medan perang juga.

5.Tegas dan patuh
Militer adalah semua tentang struktur, tatanan dan aturan. Kalau dia bisa bertahan mengambil perintah dari atasannya, Anda tahu bahwa dia tidak akan terlalu keberatan ketika meminta dia untuk membantu Anda. Misalnya, membersihkan rumah, atau ‘memerintahnya’ bereksplorasi saat bercinta.

6. Seragam
Seragam yang dikenakan bukan hanya membuatnya terlihat sempurna, tapi juga sebagai aset fisiknya. Seragam mencirikan disiplin, kekuatan, keberanian, dan persekutuan semua sifat yang membuatnya mudah berbaur dengan kalangan apapun. (pet)

• VIVAnews


5 Cara Mudah Bakar Kalori Tubuh

VIVAnews – Bukan hanya saat berolahraga, tumpukan kalori dalam tubuh ternyata juga bisa Anda bakar kapan saja. Saat bekerja atau berkumpul dengan teman-teman, tanpa disadari kalori dalam tubuh juga cukup banyak terbuang.

Ketahui lima hal mudah untuk membakar kalori, yang bisa dilakukan kapan saja, agar tumpukan kalori dalam tubuh bisa dikurangi. 

1. Minum kopi : Penelitian menunjukkan kadar kafein yang terkandung dalam kopi meningkatkan jumlah pembakaran kalori. Anda bisa minum kopi hangat pada pagi hari atau kopi dingin pada sore hari.

2. Sarapan : Hal ini adalah cara paling mudah untuk memicu tubuh mulai membakar lemak. Hal itu karena otak tidak mengirimkan sinyal lapar hingga menjelang siang.

3. Tertawa : Buatlah diri Anda tertawa, dengan membaca cerita lucu. Tidak hanya membuat suasana hati menjadi lebih baik, kalori dalam tubuh pun ikut terbakar dengan tertawa. Karena, tertawa selama 10 hingga 15 menit per hari bisa membakar 50 kalori.

4. Tekanan : Stres atau tekanan yang Anda alami saat bekerja juga membakar kalori dalam tubuh. Jadi, jangan selalu anggap negatif tumpukan pekerjaan, karena itu membuat kalori terbakar.

5. Jalan-jalan : Saat makan siang, pilihlah tempat yang agak jauh dari kantor atau datangi pusat perbelanjaan. Hal ini membuat Anda berjalan lebih lama, dan sambil cuci mata kalori pun terbakar. (mt)

• VIVAnews


Tetap Romantis Usai Punya Anak

VIVAnews - Sejumlah pasangan kerap kehilangan suasana romantis setelah kehadiran anak. Mereka terlalu larut dengan kesibukan mengurus anak. Apalagi, jika mereka tak memanfaatkan tenaga pengasuh anak.

Padahal dengan manajemen rumah tangga yang baik, semua itu tak perlu terjadi. Setiap pasangan tetap bisa bermesraan tanpa mengabaikan kebutuhan buah hati. Simak beberapa tips yang dipaparkan di laman Your Tango berikut.

1. Menikmati pagi bersama
Pergunakan waktu luang saat anak belum terbangun di pagi hari. Luangkan waktu untuk menikmati kopi atau teh bersama pasangan. Anda juga dapat mengobrol sambil menyiapkan sarapan selagi buah hati belum bangun.

Waktu kebersamaan seperti ini dapat mendekatkan hubungan, selain keintiman di ruang tidur. Mengobrol dari hati ke hati dapat meredakan stres akibat pekerjaan di kantor dan permasalahan mengurus anak.

2. Asuh anak dengan rileks

Jangan merasa segala kerumitan mengurus anak berlangsung selamanya. Yakinkan diri bahwa anak pada saatnya akan semakin mandiri dan tak terlalu tergantung pada orangtua. Pikiran semacam ini akan membuat kehidupan lebih rileks. Jangan terlampau tenggelam dengan aktivitas mengurus anak.

3. Pikirkan hal berbeda
Sesekali, manjakan diri Anda dengan menginap di hotel. Anda pun terbebas dari pekerjaan rumah tangga dan memasak. Malam hari setelah anak tidur bisa Anda gunakan berdua untuk saling bermesraan.

Sesekali, rencanakan liburan romantis berdua seperti sebelum memiliki anak. Sempitnya waktu bermesraan justru akan membuat liburan lebih berkesan, karena masing-masing lebih menghargai dan menikmati waktu kebersamaan. Titipkan anak pada orang tua atau penitipan agar kalian memiliki waktu berdua. (umi)

• VIVAnews


Stres di Kantor Picu Asma

VIVAnews - Memiliki pekerjaan yang kompleks dengan setumpuk tugas rentan memicu stres. Tanpa sadar, mereka yang sulit meninggalkan beban pekerjaan di kantor semakin berisiko mengidap asma.

Seperti dikutip laman Dailymail, studi menunjukkan bahwa tekanan pekerjaan dapat memicu pengembangan asma di usia dewasa. Meskipun kebanyakan berkembang pada anak usia pertumbuhan, namun jumlah yang signifikan terdiagnosis pada orang dewasa.

Penelitian dari Universitas Heidelberg di Jerman menunjukkan, stres di tempat kerja menjadi salah satu jawabannya. Penelitian dilakukan terhadap 5.000 pria dan wanita usia antara 40 dan 65 tahun selama delapan tahun.

Seluruh responden bebas dari penyakit asma pada awal penelitian. Namun, setelah delapan tahun penelitian, sebanyak 40 persen responden dengan beban kerja yang berat mengalami asma. Responden yang terdeteksi asma umumnya memiliki jam kerja yang panjang, tertekan dengan pekerjaan, kondisi kerja yang tidak nyaman, dan tidak memiliki kemampuan santai selepas pulang kerja pada malam hari.

“Studi kami menunjukkan stres kerja dan ketidakmampuan untuk bersantai bekerja setelah berhubungan dengan peningkatan risiko asma.” Demikian kesimpulan penelitian yang termuat dalam Jurnal Alergi.

Penelitian sebelumnya menunjukkan, stres menyebabkan pelepasan bahan kimia yang mendorong alergi dan mengganggu cara tubuh menghentikan radang pada saluran udara. (umi)

• VIVAnews


« Previous PageNext Page »

50 queries