Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 


Obesitas Dorong Risiko Kematian di Asia-Pasifik

TEMPO Interaktif, OSLO -  Risiko kematian akibat kegemukan dan kanker di kawasan Asia-Pasifik meningkat secara signifikan. Menurut sebuah studi baru dari Universitas Oslo di Norwegia, kematian karena kanker pada orang kelebihan berat badan lebih besar dibanding mereka yang memiliki berat badan normal.

Para peneliti menganalisis data dari lebih dari 424.500 orang dewasa di Asia, Australia dan Selandia Baru. Secara keseluruhan, mereka yang kelebihan berat badan, 21 persen meninggal karena kanker dibanding orang dengan berat badan normal. ”Angka itu belum termasuk penyebab penyakit kematian paru-paru dan saluran pencernaan atas,” tulis Christine Parr, dari Universitas Oslo di Norwegia.

Penelitian ini juga menemukan, dibandingkan orang dengan berat badan normal, orang obesitas lebih mungkin mati karena masalah usus besar, rektum, ovarium, serviks dan kanker prostat dan leukemia. Wanita obesitas berusia lebih dari 60 tahun juga lebih mungkin mati karena kanker payudara dibandingkan wanita dengan berat badan normal.

Meski berbeda gaya hidup dan pola makan dibandingkan negara negara Barat, penelitian ini tak menemukan risiko yang lebih tinggi untuk kematian kanker pada indeks massa tubuh yang sama, sebagaimana telah disarankan untuk diabetes dan penyakit kardiovaskuler.

Christine menyerukan untuk mencegah peningkatan proporsi orang yang kelebihan berat badan dan obesitas dalam populasi Asia untuk mengurangi beban kanker yang dikhawatirkan berkembang jika epidemi obesitas terus.

nur rochmi | healthday

Berita tentang Obesitas Lainnya:

Atasi Obesitas, Iklan Makanan Cepat Saji Dilarang

Obesitas Membatasi Kemampuan Melawan Flu
Obesitas membatasi kemampuan tubuh untuk mengembangkan kekebalan terhadap virus influenza, khususnya infeksi sekunder, dengan menghambat kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk ‘mengingat’ bagaimana ia berjuang dari serangan penyakit serupa sebelumnya….[SELENGKAPNYA]

Obesitas Faktor Paling Berpengaruh pada Kasus Kematian di Inggris

Insulin Mengurangi Peradangan Akibat Obesitas


Makanan Terbaik buat Kulit  

TEMPO Interaktif, Jakarta -Penelitian tentang makanan yang terbaik untuk kulit sehat masih terbatas. Namun, makanan kaya antioksidan tampaknya memiliki efek perlindungan bagi kulit. Makanan kaya antioksidan biasanya terdapat pada buah dan sayuran.

Menurut Lawrence E. Gibson, M.D., dermatolog dari MayoClinic, beberapa sayuran dan buah baik untuk kesehatan kulit, di antaranya eortel, aprikot, jeruk, blueberry, bayam dan sayuran berdaun hijau lainnya, tomat, kacang, kacang polong, dan kacang-kacangan lainnya, serta ikan, terutama ikan salmon.

Di sisi lain, ada makanan yang tampaknya terkait dengan kerusakan kulit. Sebagai contoh, beberapa penelitian menunjukkan makanan tinggi lemak dan karbohidrat mendorong penuaan kulit.

Banyak makanan yang baik untuk kulit juga baik bagi kesehatan secara keseluruhan. Misal, banyak minum air putih, perbanyak buah-buahan dan sayuran, ikan daging merah, susu rendah lemak atau bebas lemak. Sertakan kacang-kacangan, biji-bijian, kacang-kacangan, roti gandum dan pasta, serta kurangi permen.

Mayoclinic | Nur Rochmi


Obat buat Jet Lag  

TEMPO Interaktif, Jakarta – Jika Anda mengalami jet lag, kini sudah ada obatnya. Obat itu ditemukan para peneliti dari Institut Max Planc for Biophysical Chemistry, Jerman. Menurut mereka, jet lag terjadi karena timer alami dalam tubuh yang tak sesuai dengan lingkungan. Dr Gregor Eichele, pemimpin penelitian, menyatakan penanggulangan jet lag dilakukan dengan menyesuaikan tingkat hormon penyebabnya.

Dalam penelitian mereka, uji coba pada tikus di laboratorium menemukan bahwa hormon kortisol berperan penting menjaga ritme alami tubuh yang disebut ritme sirkadian. Hormon ini berada di puncaknya pada pukul 8 pagi dan secara bertahap diturunkan menjadi tingkat terendah pada pukul 00.00-04.00. Jadi obat ini bekerja dengan menggeser puncak kortisol ke awal atau akhir waktu.

Obat yang akan dikembangkan berbentuk pil tersebut bisa mengembalikan keseimbangan alami tubuh dan pikiran dengan menyesuaikan tingkat tertinggi dan terendah hormon kortisol. Mary Harrington dari Smith College, Northampton, menyatakan obat ini punya implikasi tak hanya bagi yang mengalami jet lag, tapi juga bagi mereka yang melakukan rotasi shift kerja, yang berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk kanker payudara, stroke, dan penyakit kardiovaskuler.

Jet lag, juga disebut desynchronosis, adalah gangguan sementara yang menyebabkan kelelahan, insomnia, dan gejala lain sebagai akibat dari perjalanan udara melintasi zona waktu. Jet lag juga ditandai kegelisahan, sembelit, diare, kebingungan, dehidrasi, sakit kepala, lekas marah, mual, berkeringat, masalah koordinasi, dan bahkan kehilangan memori. Beberapa orang melaporkan gejala tambahan, seperti masalah detak jantung dan lebih rentan terhadap penyakit.

Jet lag disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk segera menyesuaikan diri dengan waktu di zona berbeda. Misalnya ketika penumpang dari Jakarta tiba di Johannesburg, Afrika Selatan, pada tengah malam waktu setempat, tubuhnya terus beroperasi sesuai dengan waktu Jakarta.

Tubuh harus berjuang untuk mengatasi zona waktu baru. Yang terjadi adalah insomnia sementara, kelelahan, lekas marah, dan susah berkonsentrasi. Jam makan dan jam ke kamar mandi berubah, sehingga dapat menyebabkan sembelit atau diare. Otak dapat menjadi bingung karena mencoba mengubah jadwal. Bagaimana ini terjadi?

Sebuah bagian kecil dari otak yang disebut hipotalamus bertindak seperti jam alarm untuk mengaktifkan berbagai fungsi tubuh, seperti lapar, haus, tidur, mengatur suhu tubuh, tekanan darah, serta tingkat hormon dan glukosa dalam aliran darah. Hipotalamus bekerja membantu tubuh memberi tahu waktu, dengan melepaskan melatonin, yang mempromosikan tidur. Melatonin melawan tingkat kortisol tinggi dan membantu mendorong tidur dalam jumlah biasa.

Melatonin dilepas jika saraf optik mata mengirim cahaya alias saat mata memandang gelap. Sebaliknya, ketika mata melihat sinar matahari, mereka memberi tahu hipotalamus agar menahan produksi melatonin. Jadi, ketika mata memandang fajar atau senja selama berjam-jam lebih awal atau lebih lambat dari biasanya, hipotalamus dapat memicu aktivitas pada bagian tubuh yang tidak siap, dan jet lag terjadi.

Selama ini, untuk mengurangi efek jet lag biasa digunakan suplemen melatonin sintetis. Namun, dalam dosis tinggi, suplemen ini ditengarai punya efek samping membahayakan, seperti kantuk, kelesuan, kebingungan, tidur sambil berjalan, mimpi buruk, hingga penurunan ketajaman mental. Jadi, hasil studi Massachusetts Institute of Technology menyarankan agar dosisnya cukup 0,3 miligram pada hari pertama di tempat tujuan.

NUR ROCHMI | berbagai sumber


Jus Bit Menurunkan Tekanan Darah  

TEMPO Interaktif, London -  Kandungan nitrat dalam jus bit bermanfaat menurunkan tekanan darah, ungkap peneliti dari Universitas Queen Mary di London.

Penelitian yang dipublikasikan jurnal Hypertension edisi online ini menemukan bahwa tekanan darah turun dalam waktu 24 jam pada orang yang mengonsumsi tablet nitrat, dan orang-orang yang minum jus bit.

Penelitian ini akan menjadi berita menggembirakan bagi orang yang punya tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Penulis studi ini, Amrita Ahluwalia, profesor biologi vaskuler di Institut Riset William Harvey Queen Mary, mengatakan penyelidikan ini mampu menunjukkan bahwa nitrat yang ditemukan di jus bit punya efek yang menguntungkan bagi kesehatan jantung dengan meningkatkan kadar gas nitrat oksida dalam sirkulasi.

Ahluwalia mengatakan: “Kami memberi kapsul nitrat anorganik atau jus bit pada sukarelawan sehat dan membandingkan respons tekanan darah mereka dan perubahan biokimia yang terjadi dalam sirkulasi.”

“Kami menunjukkan bahwa bit dan kapsul nitrat sama-sama efektif dalam menurunkan tekanan darah. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan nitrat dalam jus bit berpotensi untuk mengurangi tekanan darah,” kata Ahluwalia. “Kami juga menemukan bahwa hanya dengan sedikit jus bit, 250 mililiter, sudah punya efek menurunkan tekanan darah.”

“Penelitian kami sebelumnya dua tahun lalu menemukan bahwa minum jus bit menurunkan tekanan darah, sekarang kita tahu cara kerjanya.”

Penelitian sebelumnya, seperti dikutip ScienceDaily 7 Agustus 2009, menunjukkan bahwa nitrat dalam jus bit meningkatkan stamina, yang membuat olahraga tak begitu melelahkan. Karena, nitrat jus bit mengurangi penyerapan oksigen ke suatu tingkat yang tidak dapat dicapai dengan cara apa pun.

ScienceDaily/Ngarto Februana


Wanita Butuh Waktu Lebih Untuk Merias Diri

VIVAnews – Hari Senin merupakan hari yang banyak dibenci banyak orang. Namun, meski Senin merupakan hari sibuk bagi banyak orang, tetap saja wanita masih rela menghabisakan waktu berjam-berjam berada di meja rias.

Bahkan tak sedikit dari wanita menghabiskan waktu minimal dua jam untuk merawat penampilan mereka meskipun di hari sibuk seperti Senin pagi.

Seperti dikutip dari laman geniusbeauty, para peneliti dari Universitas London memperkirakan berapa banyak waktu yang dihabiskan wanita untuk rutinitas kecantikan mereka.

Penelitian yang melibatkan 1.000 wanita menunjukkan bahwa para wanita mengakui menghabiskan rata-rata 76 menit. 23 menit untuk penata rambut, 18 menit untuk melakukan makeup, 16 menit untuk memilih apa yang akan dipakai dan 19 menit untuk mandi.

Pada hari Senin pagi, wanita menghabiskan rata-rata 12 menit pada gaya rambut, 9 menit pada penerapan maskara, lipstik, eyeshadow dan perona pipi, 9 menit sibuk memilih pakain di lemari secara rutin dan 10 menit mandi. Pada hari Jumat, kebiasaan merias diri membutuhkan waktu yang lebih sedikit dari biasanya, yakni turun 6 menit.

Ed Watson, kepala tim peneliti, mengatakan wanita menghabiskan tiga perempat dari kehidupan mereka hanya untuk mempercantik penampilan. Maka tak heran, selebriti seperti Cheryl Cole dan Jennifer Lopez menghabiskan waktu hampir satu jam untuk rutinitas kecantikan. Para selebritis menghabiskan 28 menit di meja rias, 14 menit untuk mandi, 11 menit untuk membuat gaya rambut dan 19 menit untuk make-up.

• VIVAnews


Terlalu Banyak Nonton Televisi Meningkatkan Risiko Kematian  

TEMPO Interaktif, Cambridge – Selama hampir satu dasawarsa, peneliti dari Bagian Epidemiologi Medical Research Council (MRC), Inggris, mempelajari 13.197 pria dan wanita setengah baya sehat. Mereka menemukan bahwa menonton televisi satu jam sehari meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung. Bahkan setelah disesuaikan dengan faktor risiko lain seperti kurang olahraga, merokok, obesitas, dan pola makan yang buruk.

Peserta studi dengan riwayat penyakit terkait seperti stroke dan serangan jantung dikeluarkan dari sampel riset ini. Para peneliti mengukur waktu menonton televisi dari kuesioner yang diisi oleh peserta.

Riset ini menyebutkan 373 dari 13.197 peserta (1 dari 35) meninggal karena penyakit jantung. Dengan memperhitungkan semua variabel, jumlah waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi adalah penanda signifikan kemungkinan mereka mati akibat penyakit jantung.

Berkaitan dengan tayangan Piala Dunia di televisi, yang menguasai ruang keluarga, penulis studi ini, Dr Katrien Wijndaele dari MRC, memperingatkan: “Tubuh kita tidak dirancang untuk duduk dalam waktu yang lama dan kita harus menyadari bahwa, seperti yang kita lakukan saat berjam-jam menonton Piala Dunia di TV, risiko penyakit jantung mungkin meningkat. Hal ini mungkin tampak jelas bahwa menonton TV terkait dengan penyakit jantung.

“Kita membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah kegiatan duduk lainnya, seperti duduk di belakang komputer atau di mobil, membuahkan hasil yang sama,” kata Katrien.

Dr Ulf Ekelund, rekan Katrien dari Medical Research Council, memberikan ilustrasi hitungan sebagai berikut. Jika seseorang memiliki risiko normal mati akibat penyakit jantung sebesar 10 persen (dengan mempertimbangkan variabel lain seperti gaya hidup, jenis kelamin, dan usia), lalu menonton TV satu jam per hari, maka risiko ini meningkat menjadi 10,7 persen. Memang kecil tapi signifikan. Kalau menonton televisi empat jam per hari, risiko ini akan meningkat menjadi 13 persen.

Menurut peneliti, risiko itu bisa dikurangi dengan cara melakukan aktivitas fisik, seperti olahraga, sedikitnya 30 menit per hari.

Temuan ini diterbitkan International Journal of Epidemiology 24 Juni 2010

Medical News Today/Ngarto Februana


Bercinta Tiap Hari, Normalkah?

Tanya:
Saya dan suami baru menikah tiga bulan lamanya. Setiap hari kami berhubungan intim. Apakah hal ini akan mengganggu kesehatan kami berdua? Atau, apakah secara psikologis hal ini dapat menyebabkan kebosanan nantinya?

jmxxx@yahoo.co.id

Jawab:
Anda memang masih termasuk pengantin baru. Bercinta, memang masih merupakan hal baru bagi sepasang pengantin baru. Biasanya,  pada masa ini aktivitas intim berada pada frekuensi yang sedang tinggi-tingginya.

Selama ini, belum ada penelitian yang menyebutkan, bercinta setiap hari akan mengganggu kesehatan. Karena itu, nikmatilah masa mesra ini sepuasnya. Tidak beralasan jika Anda merasa khawatir hubungan seks yang sering dilakukan ini akan menimbulkan kebosanan.

Hubungan seks yang diikat oleh rasa cinta yang mendalam bukanlah hubungan yang bersifat mekanis. Ikatan Anda berdua tidak hanya murni jasmaniah, tetapi punya ikatan yang bernilai emosional juga.

Kebosanan mungkin saja terjadi nantinya, tetapi ingatlah bahwa seks merupakan suatu dunia sendiri, yang penuh hal-hal baru dan dapat dinikmati berdua serta penuh dengan eksplorasi. Hal ini merupakan tugas Anda berdua, untuk membuat hubungan seks sebagai kegiatan yang menarik, penuh dengan hal-hal baru sehingga dapat memberikan kenikmatan, tak saja jasmani tetapi juga emosional.

Konsultan: Wira Pramudya (konsultasi seks)

Baca juga: Tantangan Bercinta 30 Hari

• VIVAnews


Mengukur Sehatnya Hubungan dari Obrolan

KOMPAS.com – Merasa hubungan kita dengan kekasih hati tak berjalan ke mana-mana? Penasaran apa yang mengganjal, padahal segala upaya untuk meningkatkan kualitas hubungan sudah dilakukan? Coba telisik dengan topik apa saja yang kita pilih sebagai bahan pembicaraan, karena ternyata ini bisa mendeskripsikan ke mana hubungan kita akan berjalan.

Sebuah penelitian yang dipublikasi di Psychological Science mengungkapkan, sebenarnya sebagian besar dari kita justru merasa nyaman ketika berbicara mengenai topik-topik ringan. Ini disimpulkan setelah mengamati 79 orang perempuan yang berusia 20-25 tahun. Mereka diamati ketika berkumpul bersama pasangannya, kemudian dilihat apa saja yang dibicarakan selama pertemuan berlangsung.

Hasilnya 10 persen dari mereka merasa menikmati perbincangan ketika isu yang dibahas adalah hal-hal ringan. Ketika mulai membicarakan isu-isu yang berat, yang merasa tidak puas mencapai 28,3 persen. Alhasil, mereka tidak menemukan chemistry yang pas untuk membina hubungan.

Semakin ingin tahu perbincangan apa saja yang bisa membuat kita nyaman menghabiskan waktu bersama pasangan? Coba telisik trik mudah berikut ini:

1. Cerita kejadian memalukan. Setiap orang pasti pernah mengalami hal yang tak ingin dialami dua kali, tapi jika kita mengingatnya selalu saja meninggalkan senyum di wajah. Penelitian yang melibatkan 79 orang ini juga menyimpulkan, ketika kita berani berbagi cerita tak terlupakan pada pasangan, maka kita telah membuka diri. Ini adalah sinyal bagi pasangan untuk menerima keberadaan kita. Jangan takut, biasanya trik ini akan membuat pasangan bercerita mengenai hal yang sama. Dan bisa jadi lebih menggelikan dari yang kita alami.

2. Cerita masa kecil. Coba pancing pasangan kita untuk bercerita permainan apa yang disukainya saat itu. Apakah dia termasuk anak yang suka dipanggil kepala sekolah, atau justru anak yang jauh dari masalah? Biasanya ini akan membuat dia bercerita banyak, plus mungkin kita ikut terpancing. Karena, akui saja, sebenarnya kebanyakan dari kita suka kembali ke memori menggemaskan ini.

3. Cerita film atau acara televisi kesukaanEntertainment akan selalu menarik untuk dibahas. Mulai dari jalan cerita film, pemeran utamanya, hingga adegan atau episode mana yang mengesankan. Selain isunya yang ringan, trik ini juga akan membantu kita melihat bagaimana pasangan memberikan penilaian terhadap satu hal. Inilah cara menyenangkan untuk menyingkap salah satu karakter pasangan.

4. Cerita mengenai keluarga. Ketika kita membebaskan pasangan bercerita mengenai keluarganya, kita bisa mengetahui apa yang menjadi kebiasaan dari keluarganya. Ini akan membuat kita mengerti bagaimana proses pembentukan karakter yang dilaluinya.

Jika perbincangan-perbincangan ringan ini menarik perhatian dan membuatnya membuka diri terhadap kita, itu tandanya kita bisa mengajak pasangan untuk naik ke level selanjutnya dari sebuah hubungan. Selamat mencoba.

(Siagian Priska/Prevention Indonesia)

Editor: din


‘Lama Hubungan Seks yang Paling Diidamkan 7-13 Menit’  

TEMPO Interaktif, London – Sebuah survei yang dilakukan di Amerika Serikat menyimpulkan lama waktu bersetubuh yang paling diimpikan adalah tujuh sampai 13 menit.

Survei tersebut menyatakan waktu bersetubuh satu sampai dua menit ‘terlalu pendek’ dan tiga sampai tujuh menit dianggap ‘cukup’. Dan berlawanan dengan fantasi seks yang berkembang selama ini, bersetubuh selama 10 sampai 30 menit dianggap ‘terlalu lama’.

Para peneliti mensurvei 50 anggota Society for Sex Therapy and Research (Masyarakat untuk Terapi Seks dan Penelitian). Mereka terdiri dari para psikologis, pekerja sosial, sampai perawat.

Penulis hasil survei tersebut, Eric Corty dan Jenay Guardiani dari Penn State University, mengatakan, “Penafsiran seorang pria atau wanita terhadap fungsi seksnya maupun pasangannyaa tergantung pada kepercayaan pribadi yang muncul karena pesan-pesan di masyarakat baik formal maupun informal.”

“Sayangnya, budaya populer saat ini menekankan berbagai stereotipe soal aktivitas seksual,” lanjut mereka seperti dikutip Daily Mail, Kamis (24/6). “Mayoritas pria dan wanita percaya fantasi mengenai penis besar dan bersetubuh semalam penuh.”

Penelitian mereka sebelumnya menemukan kebanyakan pria dan wanita ingin seks berlangsung 30 menit atau lebih lama lagi. Namun, Corty mengatakan, “Situasi tersebut mungkin memicu kekecewaan dan ketidakpuasan.”

“Dengan survei ini, kami berharap bisa memupuskan fantasi-fantasi seperti di atas dan memberikan para pria dan wanita data realistik yang ada mengenai seks. Sehingga, itu bisa mencegah kekecewaan seks dan disfungsi seks.”

Hasil survei tersebut juga memiliki implikasi untuk pengobatan bagi orang-orang yang mengalami masalah seks.

“Jika seorang pasien khawatir mengenai berapa lama seksnya akan bertahan, data ini bisa membantu pasien menepis kekhawatiran mengenai masalah fisik dan itu bisa diobati hanya dengan penyuluhan, tanpa obat,” lanjut Corty.

DAILYMAIL| KODRAT SETIAWAN


Manfaat Kopi untuk Melindungi Diri Melawan Kanker Kepala dan Leher  

TEMPO Interaktif, Salt Lake City – Hasil studi baru-baru ini menambah bukti bahwa kopi bisa melindungi terhadap kanker kepala dan leher.

Hasil studi ini diterbitkan online di jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention terbitan Asosiasi Penelitian Kanker Amerika.

Menggunakan informasi dari analisis yang dikumpulkan dari sembilan studi sebelumnya yang dihimpun oleh International Head and Neck Cancer Epidemiology (INHANCE), peserta yang minum kopi secara reguler, yaitu, mereka yang minum empat cangkir atau lebih, memiliki penurunan 39 persen risiko kanker rongga mulut dan kanker pharynx, dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi.

Data mengenai kopi bebas kafein terlalu jarang untuk analisis secara terperinci, tetapi tidak menunjukkan peningkatan risiko. Adapun asupan teh tidak berhubungan dengan risiko kanker dan kanker leher.

Keterkaitan yang lebih kuat terlihat di antara mereka yang mengkonsumsi lebih dari empat cangkir kopi sehari.

Pemimpin penelitian ini, Mia Hashibe, Ph.D., asisten profesor di Universitas Utah, Salt Lake City, mengatakan, “Apa yang menjadikan hasil studi kami sangat unik adalah bahwa kami memiliki ukuran sampel yang sangat besar, dan karena kami menggabungkan data melalui banyak penelitian, kami memiliki kekuatan statistik untuk mendeteksi hubungan antara kanker dan kopi.”

Studi sebelumnya oleh peneliti dari Harvard menunjukkan bahwa orang yang minum kopi memiliki risiko kanker prostat 60 persen lebih rendah daripada pria yang tidak minum kopi.

Hasil studi lain yang diterbitkan Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention edisi Januari menunjukkan penurunan risiko gliomas, atau tumor otak, yang terkait dengan kopi. Keterkaitan ini ditemukan di antara mereka yang minum lima cangkir kopi atau teh setiap hari, menurut para peneliti dari Imperial College, London.

ScienceDaily/Ngarto Februana

Berita Lain tentang Manfaat Kopi dan Teh bagi Kesehatan:

Manfaat Kopi dan Teh untuk Jantung Anda
Senin, 21 Juni 2010. TEMPO Interaktif, Utrecht – Para penggemar kopi dan teh tak perlu khawatir dengan jumlah konsumsi kedua minuman itu, baik banyak atau sedang, minum kopi dan teh diperkirakan bisa menurunkan risiko penyakit jantung.

Minum Kopi Bisa Mengurangi Risiko Diabetes
Sebuah tim ilmuwan melaporkan adanya bukti baru bahwa minum kopi dapat membantu mencegah diabetes, yang diperkirakan sebagian besar karena kandungan kafein dalam kopi…. SELENGKAPNYA

Kafein Tidak Membuat Anda TerjagaPenelitian di Inggris menyebutkan bahwa tidak benar kafein membuat kita lebih segar sehingga tetap terjaga…


« Previous PageNext Page »

50 queries