ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 

[X]


Pentingnya Memeriksakan Darah

VIVAnews - Melalui pemeriksaan darah, penyakit atau gangguan yang Anda alami dapat terdeteksi lebih cepat. Untuk itu, melakukan pemeriksaan darah secara rutin sangat dianjurkan. Lalu seberapa rutin seharusnya pemeriksaan darah dilakukan ?

Seperti dikutip dari Method Self Healing.com, bagi Anda yang tidak memiliki riwayat penyakit berat, pemeriksaan darah sebaiknya dilakukan sekali dalam setahun. Hal ini harus dilakukan pada waktu yang sama tiap tahunnya. Sebelum melakukannya Anda memang harus berkonsultasi dulu dengan dokter, akan sangat baik jika Anda melakukannya bersamaan dengan medical check-up tahunan.
 
Lalu, bagi yang memiliki riwayat penyakit, pemeriksaan darah harus dilakukan lebih sering. Untuk frekuensinya, tergantung dengan kondisi kesehatan Anda. Jika seseorang mengonsumsi obat dalam jangka waktu panjang, tes darah bisa dilakukan setiap enam atau tujuh minggu. Ini untuk melihat bagaimana efek pengobatan terhadap tubuh Anda.

Dokter mungkin dapat meminta tes darah khusus berdasarkan gejala-gejala yang Anda miliki, dalam kondisi fisik tahunan. Untuk pemeriksaan, kemungkinan besar terkait gula darah, masalah tiroid, elektrolit darah, dan tentu saja jumlah sel-sel darah merah dan putih.

Kadar kolesterol darah juga harus diperiksa. Tergantung pada usia, dokter mungkin akan melakukan tes tambahan yang dapat dilakukan dengan sampel darah.

• VIVAnews


Banyak Teman, Kunci Menuju Sehat  

TEMPO Interaktif, Washington – Memiliki hubungan sosial yang baik – dengan teman, dalam pernikahan, atau dengan anak – sama pentingnya untuk kesehatan seperti berhenti merokok, mengurangi berat badan, serta melakukan pengobatan.

Penelitian di Brigham Young University di Utah, Amerika Serikat menyimpulkan bahwa orang yang memiliki hubungan sosial yang kuat akan 50 persen terhindar dari kematian dini dibandingkan orang yang tidak mendapat dukungan dalam lingkungan sosialnya.

Para peneliti itu menyarankan para pembuat kebijakan untuk mencari cara untuk membantu orang memelihara hubungan sosial sebagai cara untuk tetap sehat. “Kurangnya hubungan sosial setara dengan merokok lebih dari 15 batang sehari,” kata psikolog Julianne Holt-Lunstad yang memimpin penelitian.

Tim Julianne melakukan analisis meta yang menguji hubungan sosial dan efeknya terhadap kesehatan. Mereka meneliti 148 kasus yang meliputi 308.000 orang untuk dianalisis.

Penelitian itu juga menghasilkan kesimpulan bahwa memiliki tingkat hubungan sosial yang rendah juga setara dengan menjadi alkoholik, lebih berbahaya daripada tidak berolahraga, dan dua kali lebih berbahaya daripada obesitas.

Hubungan sosial memiliki dampak yang lebih besar pada kematian dini dibandingkan dengan mendapatkan vaksin dewasa untuk penyakit paru-paru. Memiliki hubungan sosial yang baik juga lebih menyehatkan dibandingkan meminum obat untuk menjaga tekanan darah dan jauh lebih penting dibandingkan menghindari polusi udara.

Fanny Febiana | MSNBC


10 Fakta Menarik Soal Seks

VIVAnews - Apakah Anda penasaran berapa ukuran rata-rata Mr P? Atau cerita di balik kelinci sebagai simbol playboy? Berikut beberapa fakta mengenai seks yang mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya, seperti dimuat dalam She Knows.

1. Obat terbaik histeria
Menurut Museum Seks di Manhattan, vibrator pada awalnya digunakan sebagai pengobatan untuk wanita yang mengalami ‘histeria’ selama abad ke-19. Klimaks yang dialami pasien membantu para dokter mengurangi kecemasan berlebihan akibat histeria.

2. Sperma mencegah kerusakan gigi
Cairan semen mengandung seng dan kalsium, yang terbukti untuk mencegah kerusakan gigi.

3. Simbol playboy
Lambang kelinci terkenal karena dua hal, yaitu, kesuburan dan senyumnya yang ganjil. Women’s Health mengungkap bahwa senyum itu sebenarnya bagian dari tradisi Jepang yang konservatif. Senyum itu ditambahkan karena konsumen di Jepang menolak kehadiran produk-produk yang terlalu menyerupai alat kelamin pria.

4. Ukuran junior
Ukuran rata-rata Mr P saat normal sekitar tiga inci atau 7,6 sentimeter. Sedangkan saat ereksi mencapai lima inchi atau 12,7 sentimeter.

5. Homoseksual
Homoseksualitas termasuk salah satu penyakit mental dalam daftar teratas Asosiasi Psikiater Amerika tentang penyakit mental sampai 1973.

6. Tentara rawan penyakit menular seksual
Selama masa perang sejak PD II banyak tentara pulang ke negara masing-masing dengan membawa penyakit kelamin yang menghabiskan dana jutaan dolar untuk penyembuhannya.

7. Bercinta = olahraga
Malas berolahraga dan membenci pusat kebugaran? Anda bisa membakar 200 kalori selama 30 menit bercinta secara aktif.

8. Di balik kostum seksi
Kostum Burlesque mungkin dianggap seksi pada beberapa abad lalu. Namun, menurut Museum Sex Manhattan, bagian bawah gaun Burlesque atau merkin pada awalnya diciptakan sebagai ‘rambut kemaluan’ para pelacur abad ke-15. Desain ini membantu menyembunyikan kutu pubis dan gejala sipilis yang diderita para pelacur.

9. Selingkuh di Hong Kong
Di Hong Kong, suami yang berselingkuh harus membayar tunjangan bulanan yang lebih besar, dan istri yang dikhianati secara hukum diperbolehkan membunuh suaminya dengan tangan kosong.

10. Penjualan mainan seks
Walaupun Amerika Serikat terkenal sebagai negara yang sangat bebas, dua negara bagiannya,  Alabama dan Missisippi, melarang penjualan mainan seks dan perbicaraan terbuka mengenai seks.

Baca juga: Pasangan Bercinta 139 kali Setahun?

• VIVAnews


Olahraga Sebagai Obat Depresi

VIVAnews – Olahraga tak hanya menyehatkan tubuh. Tapi, juga bisa menjadi obat ampuh untuk mengatasi masalah kegelisahan termasuk depresi.

Seperti dikutip VIVAnews dari laman shineyahoo.com, Time melaporkan bahwa pada penelitian di Dallas klinik, psikolog Jasper Smits melakukan percobaan dengan latihan olahraga sebagai pengobatan untuk mengatasi kegelisahan dan berbagai gangguan suasana hati, termasuk depresi.

Sejak tahun 1999, banyak studi menunjukkan latihan aerobik adalah sebanding dengan Zoloft yakni suatu treatment untuk pengobatan depresi. “Tapi,” laporan Laura Blue ” latihan atau olahraga percobaan secara keseluruhan sangat kecil, dan kebanyakan hanya berjalan selama beberapa minggu, beberapa terganggu oleh masalah metodologis.

Namun, meskipun data yang terbatas, semua uji coba tampaknya menunjukkan arah yang sama, yakni melakukan olahraga untuk meningkatkan mood. Dari penelitian ini diketahui bahwa olahraga tidak hanya mengurangi gejala depresi tetapi juga mencegah munculnya depresi secara berulang.

Dalam beberapa kasus, orang yang depresi hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur. Tapi timbulnya gagasan melakukan latihan atau olahraga sebagai pengobatan untuk depresi dapat mendorong. Ketimbang mengonsumsi obat antidepresan, melakukan olahraga akan lebih baik dan tidak mengeluarkan biaya.

Belum lagi efek negatif dari efek samping obat antidepresan yang bisa menimbulkan gangguan tidur, atau perubahan gairah seks yang cenderung menurun dan bahkan bisa merusak proporsional berat badan.

Dengan melakukan olahraga, Smith salah seorang penliti menyatakan bahwa hasil dari latihan yang rutin bisa mempengaruhi regulasi otak dari neurotransmiter utama seperti serotonin, dan norepinephrine adalah evolusioner tertanam. “Olahraga bisa menjadikan kondisi tubuh lebih normal,” kata profesor ilmu saraf Universitas Georgia Philip Holmes menambahkan.

Namun ada hal yang paling menyulitkan, bagi mereka yang tak suka berolahraga mereka lebih memilih jalan pintas menggunakan obat antidepresi. Memang keberhasilannya sangat baik menyembuhkan masalah suasana hati , namun berolahraga secar rutin tetap obat yang paling ampuh dan tanpa efek samping.

• VIVAnews


Kemesraan Luntur Akibat Mendengkur

VIVAnews - Mendengkur tidak boleh diremehkan. Bukan saja membahayakan kesehatan, gangguan tidur itu juga bisa mengancam keharmonisan hubungan rumah tangga.

Kasus biasanya bermula dari rasa tidak nyaman atas dengkuran pasangan. Akumulasi rasa tidak nyaman rentan membuat pasangan yang merasa terganggu memilih menjauh saat tidur. Pasangan menjadi sering pisah ranjang. Tanpa sadar, kondisi ini akan berpengaruh terhadap kehidupan seks.

Seperti dikutip dari laman Modernmom, data statistik National Sleep Foundation menunjukkan, 90 juta orang Amerika mendengkur saat tidur. Sebanyak 24 persen di antaranya ditinggalkan pasangannya saat tidur. Mereka terpaksa tidur pisang kamar dengan pasangannya yang tak tahan mendengar dengkuran.

National Sleep Foundation menemukan, lebih dari sepertiga responden mengakui bahwa dengkurannya sangat mengganggu tidur pasangan dan memengaruhi kualitas hubungan mereka. Sebanyak 17-23 persen responden menyatakan hubungan seksual mereka ikut terganggu. Sementara 51-62 persen menyatakan tak mengalami masalah akibat dengkuran.

Sebuat klinik kesehatan juga mengemukakan bahwa, mayoritas pasien mencoba mencari pengobatan untuk mengatakan dengkuran karena pasangan mereka mengeluh dan tidak bisa tidur di ranjang yang sama.

Mereka yang mengalami masalah dengan suara dengkuran pasangan, diharapkan tetap mempertahankan kebiasaan tidur seranjang. Sebab, tidur terpisah akan memberi efek buruk pada hubungan emosional dan seksual. Kebiasaan tidur terpisah juga akan memberi kesan tak baik di mata anak-anak atau lingkungan sekitar. (pet)

Baca juga: Bahaya Mendengkur Bagi Kesehatan

• VIVAnews


‘Lama Hubungan Seks yang Paling Diidamkan 7-13 Menit’  

TEMPO Interaktif, London – Sebuah survei yang dilakukan di Amerika Serikat menyimpulkan lama waktu bersetubuh yang paling diimpikan adalah tujuh sampai 13 menit.

Survei tersebut menyatakan waktu bersetubuh satu sampai dua menit ‘terlalu pendek’ dan tiga sampai tujuh menit dianggap ‘cukup’. Dan berlawanan dengan fantasi seks yang berkembang selama ini, bersetubuh selama 10 sampai 30 menit dianggap ‘terlalu lama’.

Para peneliti mensurvei 50 anggota Society for Sex Therapy and Research (Masyarakat untuk Terapi Seks dan Penelitian). Mereka terdiri dari para psikologis, pekerja sosial, sampai perawat.

Penulis hasil survei tersebut, Eric Corty dan Jenay Guardiani dari Penn State University, mengatakan, “Penafsiran seorang pria atau wanita terhadap fungsi seksnya maupun pasangannyaa tergantung pada kepercayaan pribadi yang muncul karena pesan-pesan di masyarakat baik formal maupun informal.”

“Sayangnya, budaya populer saat ini menekankan berbagai stereotipe soal aktivitas seksual,” lanjut mereka seperti dikutip Daily Mail, Kamis (24/6). “Mayoritas pria dan wanita percaya fantasi mengenai penis besar dan bersetubuh semalam penuh.”

Penelitian mereka sebelumnya menemukan kebanyakan pria dan wanita ingin seks berlangsung 30 menit atau lebih lama lagi. Namun, Corty mengatakan, “Situasi tersebut mungkin memicu kekecewaan dan ketidakpuasan.”

“Dengan survei ini, kami berharap bisa memupuskan fantasi-fantasi seperti di atas dan memberikan para pria dan wanita data realistik yang ada mengenai seks. Sehingga, itu bisa mencegah kekecewaan seks dan disfungsi seks.”

Hasil survei tersebut juga memiliki implikasi untuk pengobatan bagi orang-orang yang mengalami masalah seks.

“Jika seorang pasien khawatir mengenai berapa lama seksnya akan bertahan, data ini bisa membantu pasien menepis kekhawatiran mengenai masalah fisik dan itu bisa diobati hanya dengan penyuluhan, tanpa obat,” lanjut Corty.

DAILYMAIL| KODRAT SETIAWAN


Mengenalkan Manfaat Yogurt Bersama 1.000 Perempuan

KOMPAS.com – Lebih dari 1.000 perempuan dari PKK DKI Jakarta makan yogurt bersama di Mal Artha Gading, Jakarta, Sabtu (12/6/2010) lalu. Kegiatan untuk memperingati World Health Digestive Day (jatuh setiap 29 Mei) ini sekaligus juga menunjukkan kepedulian perempuan dalam mengkampanyekan pentingnya menjaga kesehatan percernaan.

Kegiatan berisi deklarasi dan makan yogurt bersama inipun mendapatkan rekor MURI dengan predikat “1.000 Perempuan Makan Yogurt Bersama”.

PT Danone Dairy Indonesia, dengan produk yogurt probiotik Activia, melihat kesehatan pencernaan masih menjadi masalah yang dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia. Sayangnya, kesadaran masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi yogurt masih rendah. Padahal yogurt menjadi salah satu cara untuk mencegah gangguan pencernaan.

Gift Samabandhu, Marketing Director PT Danone Dairy Indonesia, menegaskan, dibanding negara lain, konsumsi yogurt di Indonesia masih sangat rendah. Padahal, menurutnya, yogurt sudah lama dikenal masyarakat Indonesia.

“Kegiatan ini diharapkan semakin mendorong masyarakat menyadari pentingnya menjaga kesehatan pencernaan. Dan juga mulai mempertimbangkan mengonsumsi yogurt probiotik secara teratur,” kata Gift, sambil menambahkan bahwa konsumsi yogurt dianjurkan dua kali dalam sehari dan dilakukan rutin setiap hari.

Dr Regina Karim, Health Marketing Director dari Danone menambahkan, yogurt (Activia) aman dikonsumsi setiap hari sebagai tindakan preventif.

“Konstipasi merupakan masalah kronis yang terjadi terus-menerus. Jika hanya diatasi sekali hanya akan mengobati dalam waktu tertentu saja. Cara efektif mengonsumsi probiotik untuk mengatasi konstipasi adalah dengan berkala, dan tidak ada efek sampingnya,” papar dr Regina.

Yogurt juga bisa berfungsi sebagai pengobatan, dengan dikonsumsi rutin selama dua minggu. Efeknya, jelas dr Regina, yogurt bisa memperlancar BAB baik dari frekuensi maupun bentuk feses.

Yogurt membantu pencernaan agar bekerja lebih baik lagi. Namun pola makan dan gaya hidup juga turut mempengaruhi. Cukup makan serat dari sayuran dan buah perlu dipenuhi, begitu pula olahraga yang teratur.   

C1-10

Editor: din


Agar Bisa Hamil Sesuai Waktunya

KOMPAS.com – Banyak perempuan yang begitu mudah hamil, banyak pula yang harus berjuang keras untuk bisa hamil. Perempuan dari kelompok yang sulit hamil ini tentu tidak pernah mengira bahwa dirinya harus melakukan banyak upaya agar dikaruniai momongan. Setelah menikah, setahun, dua tahun, dan seterusnya, dan si kecil tak juga hadir di tengah-tengah kehidupannya, barulah ia merasa khawatir.

Agar Anda tidak merasa panik belakangan, karena harus menjalani berbagai pemeriksaan dan pengobatan untuk bisa hamil, sebaiknya ubah gaya hidup Anda sedini mungkin. Selalu ada jalan keluar bila Anda mau berusaha, kan?

Ingin hamil 10 tahun lagi
Jangan merokok
, karena merokok bisa merusak telur dan rahim Anda, demikian pendapat
Rebecca Booth, MD, dokter kandungan dan kebidanan dari Louisville, Kentucky.

“Dengarkan” tubuh Anda. “Jika Anda merasakan sakit, konsultasikan,” saran Jamie Grifo, MD, PhD, dari NYU Fertility Center. Sakit di bagian panggul, atau menstruasi yang berat, tidak teratur, dan terasa sangat sakit, menunjukkan suatu kondisi yang mengganggu kesuburan, seperti endometriosis.

Ingin hamil dalam 1-3 tahun lagi
Makan sehat dan berolahraga. “Makanan yang terlalu manis atau karbohidrat yang mengandung zat tepung, dan jarang berolahraga, bisa melepaskan ovulasi,” kata Dr Booth. Sebagai gantinya, pilih gandum utuh, protein tanpa lemak, buah-buahan, dan sayuran, serta latihan selama 30 menit, lima hari seminggu.

Jaga berat subur. Sebanyak 12 persen kasus-kasus ketidaksuburan disebabkan karena perempuan mengalami overweight, atau justru underweight. Indeks Massa Tubuh (IMT) Anda yang paling subur adalah antara 18,5 dan 24,9. IMT sendiri merupakan ukuran mengenai berapa sehat berat Anda untuk tinggi badan Anda. Rumus mengukur IMT adalah: Berat Badan (kg)/(Tinggi Badan (cm)/100)2.

Ingin hamil… sekarang!
Rileks.
Semua orang selalu mengatakan, stres akan menyulitkan terjadinya kehamilan. Meskipun hal ini masih diperdebatkan, banyak pula ahli kesehatan yang menyetujuinya. Ketika stres, tubuh Anda melepaskan kortisol, hormon yang dapat menekan ovulasi. Untuk mengatasi stres, cobalah untuk melakukan meditasi atau yoga.

Cari tahu penyebabnya. Jika Anda sudah berusia di atas 35 tahun dan belum hamil setelah setahun menikah, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Kebanyakan perempuan berusia di atas 35 tahun baru hamil setelah setengah tahun menikah. Di Amerika, 70 persen pasangan hamil dalam enam bulan pertama setelah menikah.

DIN

Editor: din

Sumber: Glamour


Menguak Fakta Soal Impotensi Pria

VIVAnews – Banyak mitos yang berkembang seputar gangguan seksual pada pria atau masalah impotensi. Namun, agar tidak salah kaprah, Anda dan pasangan harus bisa membedakan antara fakta dan mitos.

Berikut ini beberapa mitos yang beredar di kalangan pria. Cari tahu faktanya di sini!

- Mitos : Impotensi terkait masalah psikologis
Fakta: Impotensi yang terkait masalah psikologis presentasenya kurang dari 20 persen. Penyakit seperti diabetes, jantung, darah tinggi, dan kanker prostat merupakan penyebab terbanyak impotensi. Stres, dan kehilangan percaya diri merupakan faktor sekunder penyebab impotensi.

- Mitos : ‘Pria sejati’ tidak pernah impoten
Fakta : Semua pria berusia di atas 30 tahun pernah mengalami impotensi setidaknya sekali dalam hidupnya. Hal itu menggambarkan lebih dari 150 juta pria di seluruh dunia pernah mengalami impotensi. Kemungkinan angka tersebut akan meningkat hingga 300 juta atau lebih.

Impotensi atau disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan seorang pria untuk mempertahankan kemampuan ereksinya saat bercinta. Impotensi tidak terkait masalah libido, ketidakmampuan ejakulasi dan mencapai orgasme.

- Mitos : Impotensi adalah bagian dari penuaan
Fakta: Meskipun impotensi banyak dialami oleh pria berumur, tetapi rata-rata yang mengalami impotesi itu memiliki penyakit diabetes, darah tinggi, dan penyakit jantung. Jadi, penyebabnya bukanlah umur tetapi penyakit tertentu.

- Mitos : Impotensi tidak ada obatnya
Fakta: Dalam dunia pengobatan memang belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan impotensi secara permanen. Tetapi, sudah banyak terapi-terapi yang dapat diikuti oleh penderita impotensi. Dan, hasilnya, cukup efektif. Jadi, jangan hanya mengonsumsi obat, tetapi harus disertai dengan terapi. Pengobatan melalui oral juga semakin berkembang seperti viagra, perawatan melalui penyuntikan dan pompa vakum.

- Mitos : Impotensi hanya masalah pria
Fakta: Impotensi bukan hanya permasalahan pria. Sebagai pasangan, wanita juga harus membantu mengatasi masalah impotensi. Mulai dari menemani pasangan melakukan pengobatan hingga mengembalikan rasa percaya dirinya. (adi)

• VIVAnews


Mending Diet atau Olahraga, Ya?


KOMPAS.com – Ada tiga hal utama yang perlu kita perhatikan bila kita ingin mendapatkan tubuh yang sehat, yaitu mengubah pola makan, olahraga, dan cukup istirahat. Dari ketiga hal tersebut, olahraga masih merupakan solusi yang dianggap cukup berat bagi sebagian orang. Alasannya standar, sulit mengatur waktu, atau memang malas.

Namun, untuk memperbaiki kondisi kesehatan tertentu, ternyata olahraga tidak selalu menjadi solusi terbaik. Para pakar lebih menyarankan Anda untuk berdiet, alias mengubah pola makan. Lalu, problem kesehatan apa saja lebih baik kita atasi dengan diet atau olahraga?

Menurunkan berat badan
Lebih baik: Diet
Bukankah ini bertolak belakang dengan apa yang selalu disarankan para pakar kesehatan selama ini? Memang, namun penelitian juga membuktikan, mengurangi kalori merupakan jalan paling pintas untuk menjadi langsing. “Jauh lebih mudah mengurangi 500 kalori daripada menghabiskan waktu satu jam di gym untuk membakar 500 kalori setiap hari,” kata Timothy Church, MD, PhD, direktur penelitian pengobatan untuk pencegahan di Pennington Biomedical Research Center, Louisiana State University. Meskipun demikian, kombinasi dari diet dan olahraga tetaplah penting untuk menjaga berat badan yang sehat.

Mendongkrak energi
Lebih baik: Olahraga

Latihan menyebabkan otak mencurahkan neurotransmitter yang menguatkan, seperti dopamine dan norepinephrine, demikian menurut Patrick O’Connor, PhD, psikolog bidang pelatihan di University of Georgia. Tidak kurang dari 70 studi mendukung fakta bahwa orang yang berlatih secara konsisten mengalami lonjakan energi.

Mengurangi risiko penyakit jantung
Lebih baik: Diet

Menurut William Harris, PhD, direktur pusat penelitian kesehatan kardiovaskular di University of South Dakota, kita hanya perlu berfokus pada satu jenis gizi jika berniat menurunkan risiko penyakit jantung. “Yaitu asam lemak omega-3,” katanya. Dalam berbagai studi, omega-3 dari ikan menurunkan risiko penyakit jantung hingga 64 persen. Meskipun demikian, berolahraga juga tetap akan menguatkan sistem kardiovaskular Anda.

Mencegah diabetes
Lebih baik: Latihan

Pernah mendengar bahwa hampir 10 juta perempuan Amerika mengidap diabetes? Ini tentu bukanlah fakta yang membanggakan. Memperoleh berat sehat dengan cara mengubah pola makan dan berolahraga adalah pertahanan terkuat terhadap penyakit ini, namun aktivitas fisik lebih memegang peranan. Otot-otot yang terbiasa aktif akan menyerap glukosa dari darah sebagai bahan bakar. Hal inilah yang akan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Mencegah kanker
Lebih baik: Diet dan olahraga

Menerapkan pola makan yang lebih cenderung ke sayur-sayuran dan buah-buahan, dan latihan secara teratur, lebih efektif dalam mencegah kanker. Berbagai studi bahkan telah membuktikan, semakin konsisten Anda berolahraga, semakin tinggi proteksi diri Anda terhadap kanker. 

Memperbaiki mood
Lebih baik: Olahraga

Berolahraga ternyata tak harus lama. Sesi selama 20 menit saja sudah cukup untuk memperbaiki mood Anda selama 12 jam ke depan, demikian hasil penelitian University of Vermont. Bagi sebagian orang, meditasi juga bisa menjadi cara yang cukup efektif dalam mengatasi depresi. Sedangkan olahraga mampu membuat perubahan dalam otak yang menguatkan tekad Anda untuk melawan stres.

DIN

Editor: din

Sumber: Womens Health


49 queries