Bayi Prematur Lima Kali Berpeluang Derita Autisme
Bayi yang lahir lebih cepat dari waktu yang ditentukan dan bertubuh kecil memiliki peluang untuk menderita autisme lima kali lebih besar daripada bayi normal, demikian sebuah penelitian Amerika Serikat selama dua dasawarsa ini.
Bayi-bayi prematur telah lama dikenal memiliki sejumlah risiko masalah kesehatan dan penundaan kognitif, tetapi penelitian dalam jurnal Pediatrics itu adalah yang pertama kali mengaitkan hubungan antara berat badan di bayi di saat dilahirkan dengan autisme.
Peneliti AS mengamati 862 anak sejak lahir sampai usia dewasa muda. Mereka yang ada dalam penelitian itu lahir antara 1984 dan 1987 di tiga kawasan di New Jersey. Bayi-bayi itu memiliki berat antara 500 dan 2.000 gram (1,1-4,4 pon) pada saat lahir. Seiring waktu, lima persen dari bayi yang lahir dengan berat badan rendah didiagnosis menderita autisme, dibandingkan dengan prevalensi satu persen pada populasi umum.
“Pada saat kemampuan bertahan bayi-bayi dengan berat badan rendah membaik, gangguan terhadap mereka yang selamat memberikan tantangan baru di bidang kesehatan masyarakat,” kata penulis utama Jennifer Pinto-Martin, direktur Pusat Autisme, Cacat Tubuh dan Epidemiologi di Sekolah Ilmu Keperawatan University of Pennsylvania.
“Masalah kognitif pada anak-anak autisme boleh jadi menutupi penyakit autisme,” katanya. Ia mendesak orang tua untuk membawa anak mereka ke rumah sakit guna mendapatkan tes autisme apabila dicurigai mengalami gangguan spektrum autisme. “Intervensi dini meningkatkan hasil jangka panjang dan dapat membantu anak-anak baik di sekolah maupun di rumah.”
Autisme adalah istilah untuk berbagai kondisi mulai dari miskinnya interaksi sosial hingga ke perilaku repetitif dan sikap diam yang berlebihan. Kondisi itu langka, terutama menjangkiti anak-anak laki-laki, dan penyebabnya masih sengit diperdebatkan.
Sumber : http://www.republika.co.id
KB Suntik Bikin Bau Badan?
KOMPAS.com – Entahlah apakah Anda merasa mengalaminya, namun sebuah studi baru mengungkapkan bahwa perempuan yang menggunakan alat kontrasepsi membuat penampilannya kurang menarik. Dikhawatirkan, hal ini bikin pasangan jadi kurang hangat. Payah deh.
Metode kontrasepsi yang diperkirakan memberikan efek semacam ini adalah KB suntik, yang dapat mempengaruhi aroma tubuh perempuan. Penemuan ini diperoleh setelah dilakukan pengujian terhadap 12 lemur betina (binatang dari rumpun primata yang ekornya belang-belang) di Madagaskar.
Setiap bulan, hewan-hewan ini diberi injeksi dengan satu dari suntikan KB paling laris, yang biasa disebut Depo-Provera. Selama pengujian tersebut, hasilnya menunjukkan bahwa lemur mengeluarkan molekul bau-bauan yang berbeda, dan sesudahnya “ditolak” oleh lemur jantan dalam kelompoknya.
Tentang hal ini, penulis studi Prof Christine Drea kini sedang mempertimbangkan apakah pria pun bisa dipengaruhi oleh aroma tubuh pasangannya, dengan cara yang sama dengan penelitian terhadap lemur tadi. Peluangnya sih ada, karena kelompok kampanye kesehatan Inggris yang bernama Wellbeing of Women ternyata setuju bahwa aroma tubuh memainkan peran penting dalam interaksi manusia.
“Pengaruh pheromone (hormon pengikat pria) pada manusia tidak bisa diremehkan,” begitu menurut juru bicara Wellbeing of Women.
Meskipun demikian, menurut sang juru bicara, berhubung penelitian ini baru dilakukan terhadap binatang, untuk menguji hipotesa tersebut jelas perlu dilakukan penelitian lanjutan terhadap manusia.
Para pakar Inggris pun segera meminta agar penelitian lanjutan segera dilaksanakan. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, mereka juga menyarankan perempuan untuk memperhatikan perawatan diri saat menggunakan alat kontrasepsi hormonal. Pihak Wellbeing of Women sendiri juga mendesak perempuan untuk mendiskusikan risiko, manfaat, dan pilihan-pilihan alat KB-nya dengan dokter.
DIN
Editor: din
Sumber: Marie Claire
“Stay Home Dad” Makin Populer
KOMPAS.com — Menggantikan peran istri menjaga sang buah hati sembari bekerja di rumah, kenapa tidak? Meski kadang menimbulkan dilema dengan pandangan umum, banyak keuntungan diraih dengan menjadi “ayah rumah tangga”.
Mungkin tak pernah terbayang sebelumnya, sebagai seorang kepala keluarga, suami harus tinggal di rumah untuk menggantikan peranan Anda sebagai ibu. Menjaga anak, melakukan pekerjaan rumah, dan menjalani karier sekaligus, sementara umumnya para suami pergi mencari nafkah di luar.
Namun, sebenarnya menjadi seorang “ayah rumah tangga” bukanlah pilihan yang buruk untuk dilakukan. Maksimalisasi waktu yang dimiliki dan kualitas kenyamanan yang didapat sudah barang tentu memengaruhi hasil dari pekerjaan yang dilakukan. Belum lagi kualitas hubungan ayah-anak yang didapat akan lebih baik dari sebelumnya.
Sayangnya, tidak semua orang menghargai pilihan ini. Pandangan negatif akan suami yang lebih banyak di rumah sering kali membuat seorang ayah rumahan menjadi tidak percaya diri menjalani peran barunya. Pandangan ini juga kerap membuat para ayah pekerja rumahan menjadi frustrasi dan lebih sensitif.
Hal ini tidak perlu terjadi asal dipersiapkan dengan matang. Caranya? Ikuti trik berikut ini.
Inventarisasi pekerjaan rumahan
Bukan mustahil seseorang menghasilkan uang tanpa harus pergi dari rumah. Namun, dibutuhkan keahlian khusus untuk menjalani sebuah karier ayah rumahan. Oleh karena itu, sebelum memutuskan menjadi ayah rumahan, ada baiknya persiapkan diri dengan menginventarisasi pekerjaan yang bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan rumah.
Pekerjaan seperti mengelola e-bisnis, copywriter, hubungan masyarakat, ahli pembukuan, penulis, dan desainer website adalah beberapa pilihan pekerjaan yang bisa dilakukan sembari menjadi ayah rumahan. Tentu saja, pekerjaan-pekerjaan tersebut butuh keahlian, seperti menulis serta menguasai teknologi dan informasi. Di samping itu, dibutuhkan juga modal untuk menjaga semua tetap berjalan lancar.
Peroleh keahlian khusus dengan menjalani pelatihan dan kursus, juga persiapkan modal yang cukup sebelum memutuskan menjalani karier rumahan. Apabila perlu, jalin relasi dengan komunitas yang akan memberikan keuntungan bagi karier rumahan Anda.
Belajar dari pasangan
Sebelum benar-benar final untuk menjalani peran sebagai ayah rumahan, ada baiknya pelajari dahulu hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas rumahan.
Mulai dari cara berkomunikasi dengan anak, apa saja tugas rumah tangga yang harus dilakukan, berapa jam efektif yang dapat dimiliki, hingga bagaimana menggunakan peralatan rumah tangga. Hal ini penting untuk mempersiapkan mental menghadapi perubahan drastis dalam kehidupan sehari-hari.
Melakukan simulasi pada akhir minggu dengan mengerjakan berbagai pekerjaan rumah ataupun mengajak anak bercengkerama dapat saja diupayakan untuk memulainya.
Apabila perlu, tanyakan kepada pasangan apa pun yang perlu diketahui mengenai situasi rumah. Mintalah trik-trik yang biasa dilakukan pasangan untuk membuat situasi rumah terkendali.
Yakinkan diri
Bagi pria, bekerja bukan hanya memiliki arti sebagai sarana untuk menghasilkan uang. Lebih dari itu, kebanyakan pria meletakkan nilai harga diri dan bukti eksistensinya pada sebuah pekerjaan.
Tak heran, ketika orang bertanya mengenai pekerjaannya, pria lebih suka menyebutkan perusahaan besar tempatnya bekerja saat ini. Lantas bagaimana jika harus bekerja di rumah saja? Kebanyakan orang tidak paham, bekerja di rumah bukan berarti lebih buruk daripada bekerja pada sebuah perusahaan.
Menanamkan dalam diri sendiri mengenai pentingnya pencapaian dan maksimalisasi hasil ketimbang terikat dengan brand perusahaan tertentu sebaiknya dimiliki para ayah sebelum memutuskan untuk bekerja di rumah. Bukan hanya para ayah rumahan, pasangan pun sebaiknya memiliki pandangan yang sepaham dengannya.
Hal ini sangat penting dimiliki pasangan untuk menjaga keharmonisan hubungan suami-istri. Setidaknya ketika orang memandang sebelah mata kepada ayah rumahan, pasangan adalah tempat mendapatkan dukungan moril yang akan membuat pria tetap nyaman dengan pilihannya.
Atau paling tidak, pasangan suami-istri tidak terjebak saling menuntut ketika salah satu merasa kaget dengan peran-peran yang belum dikuasainya.
Memang, akan banyak orang yang mengkritisi atau bahkan nyinyir berbicara soal bekerja di rumah bagi seorang pria.
Jangan menyerah dengan semua perlakuan itu! Memang, sekali waktu para pria yang memutuskan bekerja di rumah akan mengalami hari-hari yang buruk, bahkan terkadang merasa tidak dihargai.
Namun, yang terpenting ketika hal buruk itu datang, ingatlah jika pilihan ini adalah pilihan rasional dan paling tepat untuk dilakukan demi diri sendiri dan keluarga.
Tak ada salahnya mencatat atau mengingat-ingat kembali alasan-alasan untuk menjadi ayah rumahan. Pada intinya, yang harus Anda beri kesan adalah keluarga dan diri sendiri, bukan orang lain.
(Tabloid NOVA/Laili Damayanti)
Editor: din
Jus Bit Menurunkan Tekanan Darah
TEMPO Interaktif, London - Kandungan nitrat dalam jus bit bermanfaat menurunkan tekanan darah, ungkap peneliti dari Universitas Queen Mary di London.
Penelitian yang dipublikasikan jurnal Hypertension edisi online ini menemukan bahwa tekanan darah turun dalam waktu 24 jam pada orang yang mengonsumsi tablet nitrat, dan orang-orang yang minum jus bit.
Penelitian ini akan menjadi berita menggembirakan bagi orang yang punya tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular.
Penulis studi ini, Amrita Ahluwalia, profesor biologi vaskuler di Institut Riset William Harvey Queen Mary, mengatakan penyelidikan ini mampu menunjukkan bahwa nitrat yang ditemukan di jus bit punya efek yang menguntungkan bagi kesehatan jantung dengan meningkatkan kadar gas nitrat oksida dalam sirkulasi.
Ahluwalia mengatakan: “Kami memberi kapsul nitrat anorganik atau jus bit pada sukarelawan sehat dan membandingkan respons tekanan darah mereka dan perubahan biokimia yang terjadi dalam sirkulasi.”
“Kami menunjukkan bahwa bit dan kapsul nitrat sama-sama efektif dalam menurunkan tekanan darah. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan nitrat dalam jus bit berpotensi untuk mengurangi tekanan darah,” kata Ahluwalia. “Kami juga menemukan bahwa hanya dengan sedikit jus bit, 250 mililiter, sudah punya efek menurunkan tekanan darah.”
“Penelitian kami sebelumnya dua tahun lalu menemukan bahwa minum jus bit menurunkan tekanan darah, sekarang kita tahu cara kerjanya.”
Penelitian sebelumnya, seperti dikutip ScienceDaily 7 Agustus 2009, menunjukkan bahwa nitrat dalam jus bit meningkatkan stamina, yang membuat olahraga tak begitu melelahkan. Karena, nitrat jus bit mengurangi penyerapan oksigen ke suatu tingkat yang tidak dapat dicapai dengan cara apa pun.
ScienceDaily/Ngarto Februana
Haruskah Semua Hal Tentang Pasangan Diceritakan Pada Sahabat?
KOMPAS.com – Jika ingat-ingat lagi, hal-hal apa yang paling sering Anda bagi dengan sahabat wanita Anda? Kemungkinan terbesar adalah masalah romantisme bersama pasangan Anda. Berbagi cerita, menanyakan pendapat, dan berbagi saran. Tetapi, sebenarnya, seberapa besar yang sebaiknya Anda bagi dengan pasangan?
Jika Anda perhatikan, para karakter di Sex and The City seringkali berkumpul untuk bergunjing dan mendiskusikan tentang begitu banyak aspek dari kehidupan seks dan percintaan mereka. Haruskah setiap perempuan memiliki hal semacam ini dengan sahabatnya?
Wanita membutuhkan teman untuk membicarakan tentang kehidupan romantismenya, “Sebagai bagian karena berbicara dengan pasangan Anda kadang tak selalu menyehatkan,” ungkap Terri Orbuch, Ph.D., profesor dan terapis untuk masalah keluarga dan pernikahan. “Sahabat memberikan kita perspektif, dukungan, validasi, dan informasi sebagai bekal menjalankan hubungan Anda.
Tetapi perlu dipikirkan pula apa saja yang akan Anda utarakan. “Anda harus selektif akan apa yang ingin diutarakan dengan siapa,” terang Tristan Coopersmith, ahli pasangan dan penulis MENu Dating: Taste-Test Your Way to the Main Course. Pilihlah sahabat yang bisa Anda percayai, yang tak memiliki pikiran jahat atau ada dendam dengan Anda. Berikut adalah 8 topik perbincangan di antara sahabat wanita, serta pro dan kontra membicarakannya di antara teman-teman Anda.
1. Anda bertanya-tanya apakah dia adalah “Mr. Right”
Di masa sekarang ini, apakah ada wanita modern yang memutuskan untuk menjalin hubungan serius dengan seorang pria tanpa bertanya dulu kepada sahabatnya? Momen semacam ini merupakan momen yang ideal untuk dibagi dengan pasangan, karena efeknya akan baik untuk Anda dan si sahabat. Pertama, karena Anda tahu ada orang yang bisa dipercaya untuk berbagi cerita. Kedua, dia pun mendapatkan dorongan yang nyaman karena ada hal-hal baik yang terjadi di sekitarnya. Alhasil, hal ini akan meningkatkan mood dan menguatkan hubungan persahabatan Anda.
2. Ada perasaan tak yakin untuk memutuskan hubungan dengan kekasih Anda
Seorang sahabat yang baik pasti akan menaruh seluruh perhatian saat Anda mencoba menceritakan kebaikan, keburukan, dan keragu-raguan yang Anda rasa bersama pasangan. Meski waktu yang dilewatkan akan berlangsung lama, ia pasti akan mendengarkan sepenuh hati. Perlu diingat, ketika Anda menceritakan tentang pasangan Anda, sahabat Anda perlu tahu tentang keseluruhan cerita, agar ia bisa memberikan saran yang terbaik. Jangan hanya mencoba bercerita dari sisi Anda dan karena emosi saja.
3. Anda dan suami baru saja melewatkan momen intim yang menakjubkan
Berbagi detail intim memang adalah hal yang bagus untuk dilakukan bersama sahabat. Perasaan menyenangkan yang Anda dapat ketika sedang bercakap-cakap dengan sahabat Anda adalah sesuatu yang Anda bawa kembali ke dalam kamar tidur, menciptakan sebuah alunan positif. Pastikan Anda tidak menyombongkan diri dan sesekali biarkan sahabat Anda bercerita juga. Meski banyak lelaki yang suka jika kehebatannya di ranjang diceritakan ke orang lain, namun, pastikan pasangan Anda tak masalah jika detail intimnya diceritakan ke orang lain.
4. Kehidupan seksual Anda tidak menarik
Bicarakanlah. Mengapa? Terlalu banyak wanita yang menyimpan sendiri tentang situasi kehidupan seksualnya yang tak berlangsung menyenangkan. Hasilnya? Mereka akan merasa seperti terisolir dan merasa sendiri. Teman-teman yang dekat dan bisa Anda percayai bisa memberikan masukan dan tips mengenai kehidupan seksual. Anda akan mungkin membuat si sahabat lebih nyaman untuk mengungkapkan kehidupan seksualnya jika Anda sudah memulai. Pastikan Anda menceritakannya kepada sahabat yang benar-benar Anda percayai. Karena jika suami Anda mendengar bahwa kehidupan seksualnya dengan Anda sudah diketahui orang lain, bisa-bisa egonya malah makin turun.
5. Anda menginginkan bayi, tapi tak yakin dia sepakat
Anda harus berhati-hati soal topik ini. Keputusan untuk memiliki keturunan idealnya hanya menyangkut Anda dan ayah dari anak-anak Anda. Meski bercerita kepada teman Anda mengenai keinginan Anda untuk mengandung adalah hal yang normal dan bisa membantu, berhati-hatilah bahwa Anda tak hanya menceritakan kepada sahabat Anda saja. Lumrah jika berpikir Anda sudah mengetahui isi pikiran suami Anda, padahal, Anda bisa saja salah. Sah-sah saja untuk minta pendapat dari teman Anda, tapi jangan lupa untuk mendiskusikannya dengan suami Anda. Pastikan pula bahwa si suami dalam keadaan yang tenang, karena hal semacam ini bisa jadi hal sensitif, apalagi jika ia tahu Anda bercerita kepada orang lain.
6. Anda sudah menikah, dan tertarik dengan orang lain
Ini adalah hal contoh ketika mencari teman yang paling tepat untuk diceritakan. Carilah sahabat yang kehidupannya mirip dengan Anda, misalnya teman yang sudah menikah dan kehidupan pernikahannya pun dalam kondisi baik. Harapannya, teman Anda itu akan mengatakan, bahwa adanya ketertarikan secara fisik dan sekilas bukan sama dengan selingkuh. Kadang, yang paling dibutuhkan untuk saat-saat seperti ini adalah penguatan bahwa Anda masih dalam batas normal, namun, jangan sampai rasa kagum itu meningkat ke hal lain.
7. Anda mencurigai ia sedang berslingkuh
Kecurigaan semacam ini bisa membuat Anda merasa sedikit menggila, dan sahabat bisa menjadi saluran untuk mengeluarkan emosi Anda, tetapi ia juga bisa memberikan perspektif yang berbeda. Seseorang yang sangat mengenal Anda bisa menunjukkan apa yang Anda rasa, misal, kecenderungan Anda untuk bersikap cemburu tanpa sebab. Dengan begitu, jika kecurigaan Anda ternyata benar, ia akan ada untuk Anda. Hanya saja, pastikan teman yang Anda ceritakan tak akan membocorkan kecurigaan Anda terhadap suami kepada orang lain, apalagi kepada si suami itu sendiri.
8. Anda tak mengerti sifat suami Anda
Kadang, ada hal-hal yang tak kita mengerti mengenai pasangan. Adalah hal yang baik jika Anda bisa bercerita kepada sahabat mengenai kebiasaan pasangan Anda yang membingungkan itu. Mereka bisa memberikan saran dan masukan mengenai apakah kebiasaan itu normal atau tidak dan apa yang harus diwaspadai. Namun, perlu diingat lagi, tak semua saran dari sahabat harus ditelan bulat-bulat. Sebaiknya selalu pikirkan kembali sarannya dan pertimbangkan. Toh ini adalah hidup Anda.
NAD
Editor: NF
Sumber: WomansDay
Terlalu Banyak Nonton Televisi Meningkatkan Risiko Kematian
TEMPO Interaktif, Cambridge – Selama hampir satu dasawarsa, peneliti dari Bagian Epidemiologi Medical Research Council (MRC), Inggris, mempelajari 13.197 pria dan wanita setengah baya sehat. Mereka menemukan bahwa menonton televisi satu jam sehari meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung. Bahkan setelah disesuaikan dengan faktor risiko lain seperti kurang olahraga, merokok, obesitas, dan pola makan yang buruk.
Peserta studi dengan riwayat penyakit terkait seperti stroke dan serangan jantung dikeluarkan dari sampel riset ini. Para peneliti mengukur waktu menonton televisi dari kuesioner yang diisi oleh peserta.
Riset ini menyebutkan 373 dari 13.197 peserta (1 dari 35) meninggal karena penyakit jantung. Dengan memperhitungkan semua variabel, jumlah waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi adalah penanda signifikan kemungkinan mereka mati akibat penyakit jantung.
Berkaitan dengan tayangan Piala Dunia di televisi, yang menguasai ruang keluarga, penulis studi ini, Dr Katrien Wijndaele dari MRC, memperingatkan: “Tubuh kita tidak dirancang untuk duduk dalam waktu yang lama dan kita harus menyadari bahwa, seperti yang kita lakukan saat berjam-jam menonton Piala Dunia di TV, risiko penyakit jantung mungkin meningkat. Hal ini mungkin tampak jelas bahwa menonton TV terkait dengan penyakit jantung.
“Kita membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah kegiatan duduk lainnya, seperti duduk di belakang komputer atau di mobil, membuahkan hasil yang sama,” kata Katrien.
Dr Ulf Ekelund, rekan Katrien dari Medical Research Council, memberikan ilustrasi hitungan sebagai berikut. Jika seseorang memiliki risiko normal mati akibat penyakit jantung sebesar 10 persen (dengan mempertimbangkan variabel lain seperti gaya hidup, jenis kelamin, dan usia), lalu menonton TV satu jam per hari, maka risiko ini meningkat menjadi 10,7 persen. Memang kecil tapi signifikan. Kalau menonton televisi empat jam per hari, risiko ini akan meningkat menjadi 13 persen.
Menurut peneliti, risiko itu bisa dikurangi dengan cara melakukan aktivitas fisik, seperti olahraga, sedikitnya 30 menit per hari.
Temuan ini diterbitkan International Journal of Epidemiology 24 Juni 2010
Medical News Today/Ngarto Februana
Risa Amrikasari Mengenalkan Hukum Lewat Sastra
TEMPO Interaktif, Jumat dua pekan lalu, Komunitas Rose Heart Writers meluncurkan buku Good Lawyer Season 2 di Jakarta. Buku ini berisi kumpulan cerita hukum yang ditulis oleh 11 penulis dari berbagai latar belakang. Dunia hukum yang rumit menjadi lebih sederhana dalam kumpulan cerpen ini.
Sosok di balik penerbitan buku itu adalah Risa Amrikasari. Ia yang menggagas, mengumpulkan materi lewat kompetisi menulis, hingga menjadikannya buku. Tapi, menurut Risa, ini bukan buku bersifat komersial. Misinya: “Membantu para penulis baru dan memperkenalkan hukum kepada masyarakat.”
Semua bermula ketika Risa berulang tahun yang ke-37 pada 2006. “Saya bosan merayakan ulang tahun dengan cara yang itu-itu saja: karaoke semalam suntuk atau bagi-bagi makanan ke panti asuhan,” katanya.
Risa yang rajin ngeblog lantas mengumumkan kompetisi menulis cerita pendek di blog pribadinya dengan iming-iming hadiah total Rp 4 juta dan kesempatan membukukannya. Jurinya diambil dari kalangan blogger. Semua proses lomba itu dibiayai dengan uang pribadi.
Para pemenang dan peserta kompetisi lalu bergabung dengan milis komunitas Rose Heart Writers bentukannya untuk berdiskusi seputar penulisan. Rose Heart adalah nama Risa di dunia maya. Tak lama, buku Heart in The Sand, yang bertema cinta, terbit untuk kalangan sesama blogger. Tahun berikutnya, ia mengadakan lomba serupa dan melahirkan buku Devotion, yang masih bertema cinta dan terbit untuk kalangan terbatas.
Pada ulang tahun ke-39, Risa ingin sesuatu yang berbeda dan lebih serius. “Kali ini temanya hukum,” ujarnya. Risa, yang lama bekerja di kantor pengacara dan sedang mengambil magister hukum di Universitas Gajah Mada, mengamati bahwa membicarakan soal hukum kepada kalangan awam hukum itu tidak mudah. “Saya cuma ingin kalangan awam melek hukum, dan cerpen adalah cara yang sederhana, mudah dipahami sekaligus menghibur.”
Kriteria penilaian cerpen menjadi lebih spesifik. “Kriteria penilaian terbagi atas ide cerita, aspek hukum, dan alur ceritanya sendiri,” ujarnya. Ahli sastra dan dosen di University of California Berkeley, Prof. Sylvia Tiwon, pengacara Dwiyanto Prihartono, SH, dan sastrawan Cok Sawitri menjadi juri pada kompetisi ketiga ini. Hasilnya: buku Good Lawyer terbit dan beredar luas pada Januari 2009.
Good Lawyer Season 2, yang terbit dua pekan lalu, menjadi kado ulang tahun Risa ke-40 dari kompetisi menulis yang masih mengambil tema hukum. Menurut Risa, yang juga menulis untuk keempat kumpulan cerpen itu, “Kisah-kisah dalam Good Lawyer merupakan fiksi dengan ide cerita dari kejadian di dunia hukum saat ini.”
Risa lahir di Jakarta dari pasangan Soekardjan, pensiunan polisi, dan Entjun Sunariyah, mantan lurah. Sejak kecil, ia sangat menyukai sastra. Ketika anak seusianya baru berlatih membuat kalimat lengkap, sulung dari empat bersaudara ini sudah membuat karangan dua halaman folio.
Lulus SMA, ia kuliah di Jurusan Sastra Inggris, Universitas Nasional. Butuh waktu agak lama untuk menyelesaikan kuliahnya karena Risa sudah bekerja tetap ketika kuliah. Bermodal ijazah Sastra Inggris, ia mendapat pekerjaan yang mengutamakan kemampuan berbahasa Inggris: dari sekretaris hingga corporate secretary.
Pada 2002, Risa, yang telah menjadi single parent untuk dua putrinya, berencana pindah ke Selandia Baru untuk hidup baru. Dia pensiun dini dari posisi corporate secretary, dan menyiapkan berkas untuk tinggal di sana. Tapi, peristiwa Bom Bali membuat rencana Risa berantakan. Visa Selandia Baru hanya keluar untuk tiga minggu. Jadilah Risa kembali mencari kerja di Jakarta.
Ketertarikannya pada hukum bermula dari perkenalannya secara tak sengaja dengan pengacara Dwiyanto Prihartono, SH. “Saya baru selesai wawancara kerja dan menabrak dia,” Risa mengenang. Mereka bertukar nomor telepon dan saling kontak. Tiga bulan kemudianm Dwiyanto mempekerjakan Risa di firma hukumnya.
Dengan kesibukannya yang luar biasa, Risa menyempatkan waktu menulis di BlackBerry miliknya, misalnya kalau sedang menunggu atau kena macet di jalan. Tulisan itu ia transfer ke komputer dan dipublikasikan di blog miliknya.
Dan karya-karyanya terus hadir. Pada Juli mendatang, ia akan meluncurkan buku motivasi berjudul Heart to Heart. Sebelumnya, pada 2009, ia meluncurkan buku motivasi Especially for You, yang memperoleh royalti lumayan. “Tapi, ya, gali lubang-tutup lubang.” Soalnya, royalti buku itu dipakai untuk promo dan roadshow buku Good Lawyer.
Pada hari kerja, Risa tinggal di kawasan Ambassador, Jakarta Selatan. Ketika akhir pekan, ia tinggal di kawasan Cibubur bersama dua putrinya, Sidney Callista dan Edsa Estella.
AMANDRA MUSTIKA MEGARANI
Nama: Risa Hartati Amrikasari
Tempat dan Tanggal Lahir: Jakarta, 22 Oktober 1969
Hobi: Menulis, golf, karaoke
PENDIDIKAN
- Sarjana Sastra Inggris Universitas Nasional (lulus tahun 1994)
- Magister Hukum, Universitas Gajah Mada (on going)
KARIER
2010-sekarang: Intellectual Property Rights Consultant & Deputy Director, Intellectual Property Advisory Services (IPAS) Institute
2008-sekarang: Government Liaison Officer, International Organization for Migration (IOM) Indonesia
2006-sekarang: Owner & Managing Director Rose Heart Publishing
2004-sekarang: Associate, General Corporate & Commercial Litigation Law Firm, Prihartono & Partners Law Office
2004-2008: National Programme Assistant for Asia, International Organization for Migration (IOM) Indonesia
2003-2004: Personal Assistant to the Managing Partners Prihartono & Partners Law Office
2000-2002: Executive Assistant to the Board of Directors (Corporate Secretary) PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia
1993-2000: Executive Secretary to the President Director PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia
1992-1995: Senior Secretary to the Senior Managers, Drs Gunawan, Prijohandojo & Co., Arthur Andersen & Co., International Tax Consultant
1991-1992: Secretary to the Planning & Project Director, Lippo Village, PT Lippo Karawaci Indonesia
PENGHARGAAN
2007-Indonesian Representative for IOM Director General Award
2001-Anugerah Wanita Eksekutif se-Jawa & Bali
1999-100 Profil Wanita Eksekutif Indonesia
1998-Kharisma Kartini Se-Jawa Tengah dan Yogyakarta
‘Lama Hubungan Seks yang Paling Diidamkan 7-13 Menit’
TEMPO Interaktif, London – Sebuah survei yang dilakukan di Amerika Serikat menyimpulkan lama waktu bersetubuh yang paling diimpikan adalah tujuh sampai 13 menit.
Survei tersebut menyatakan waktu bersetubuh satu sampai dua menit ‘terlalu pendek’ dan tiga sampai tujuh menit dianggap ‘cukup’. Dan berlawanan dengan fantasi seks yang berkembang selama ini, bersetubuh selama 10 sampai 30 menit dianggap ‘terlalu lama’.
Para peneliti mensurvei 50 anggota Society for Sex Therapy and Research (Masyarakat untuk Terapi Seks dan Penelitian). Mereka terdiri dari para psikologis, pekerja sosial, sampai perawat.
Penulis hasil survei tersebut, Eric Corty dan Jenay Guardiani dari Penn State University, mengatakan, “Penafsiran seorang pria atau wanita terhadap fungsi seksnya maupun pasangannyaa tergantung pada kepercayaan pribadi yang muncul karena pesan-pesan di masyarakat baik formal maupun informal.”
“Sayangnya, budaya populer saat ini menekankan berbagai stereotipe soal aktivitas seksual,” lanjut mereka seperti dikutip Daily Mail, Kamis (24/6). “Mayoritas pria dan wanita percaya fantasi mengenai penis besar dan bersetubuh semalam penuh.”
Penelitian mereka sebelumnya menemukan kebanyakan pria dan wanita ingin seks berlangsung 30 menit atau lebih lama lagi. Namun, Corty mengatakan, “Situasi tersebut mungkin memicu kekecewaan dan ketidakpuasan.”
“Dengan survei ini, kami berharap bisa memupuskan fantasi-fantasi seperti di atas dan memberikan para pria dan wanita data realistik yang ada mengenai seks. Sehingga, itu bisa mencegah kekecewaan seks dan disfungsi seks.”
Hasil survei tersebut juga memiliki implikasi untuk pengobatan bagi orang-orang yang mengalami masalah seks.
“Jika seorang pasien khawatir mengenai berapa lama seksnya akan bertahan, data ini bisa membantu pasien menepis kekhawatiran mengenai masalah fisik dan itu bisa diobati hanya dengan penyuluhan, tanpa obat,” lanjut Corty.
DAILYMAIL| KODRAT SETIAWAN
Tokoh Kartun Pengaruhi Pilihan Makan Anak
TEMPO Interaktif, New Haven - Tokoh kartun yang populer mempengaruhi preferensi selera makan anak-anak tidak dengan cara yang positif, kata sebuah studi, seperti dilaporkan Pediatrics edisi online 21 Juni 2010.
Para peneliti menemukan bahwa merek produk makanan kemasan Amerika dengan tokoh kartun seperti Dora the Explorer mendorong anak prasekolah untuk memilih makanan tinggi-kalori, makanan yang kurang sehat, ketimbang pilihan yang lebih bergizi.
Penulis studi, Christina Roberto, dari Universitas Yale di New Haven, Amerika Serikat, mengatakan bahwa ketika anak-anak disajikan dengan pilihan biskuit, camilan buah, atau wortel, dan satu paket makanan yang memiliki cap tokoh kartun; mereka benar-benar berpikir bahwa makanan dengan tokoh tersebut memiliki rasa yang lebih baik.
Temuan ini mencerminkan preferensi makanan untuk anak laki-laki dan perempuan umur 4 sampai 6 tahun yang menemukan makanan lezat dengan kemasan seperti tokoh di televisi.
Para penulis mengamati 40 anak-anak prasekolah, di empat pusat penitipan anak di New Haven. Selama dua kunjungan, tim menyajikan anak-anak dengan sampel tiga jenis makanan yang berbeda. Semua makanan yang dikemas dengan warna, bentuk, dan desain sama, yang satu tanpa merek dan satu sampel bermerek yang memuat gambar tokoh kartun Scooby Doo baik, Dora, atau Shrek.
Semua anak memiliki sampel tiap jenis makanan, baik dengan merek maupun tanpa merek tokoh kartun.
Para peneliti menemukan, anak-anak menganggap makanan yang memiliki merek tokoh kartun lebih enak daripada yang tidak.
Berkaitan dengan temuan ini, Roberto dan rekan-rekannya berpandangan bahwa diperlukan pembatasan dalam menggunakan lisensi tokoh kartun pada makanan tidak sehat tertentu.
Rahil D. Briggs, direktur sebuah Pusat Layanan Kesehatan di New York, setuju bahwa penggabungan tokoh-tokoh rekaan yang populer dengan makanan tidak sehat diperkirakan berkontribusi terhadap mewabahnya obesitas.
HealthDay News/Ngarto Februana
Berita Terkait:
Atasi Obesitas, Iklan Makanan Cepat Saji Dilarang
Risa Amrikasari Mengenalkan Hukum Lewat Sastra
TEMPO Interaktif, Jumat dua pekan lalu, Komunitas Rose Heart Writers melucurkan Good Lawyer Season 2 di Jakarta. Buku ini berisi kumpulan cerita hukum yang ditulis 11 penulis dari berbagai latar belakang. Dunia hukum yang rumit menjadi lebih sederhana dalam kumpulan cerpen ini.
Sosok di balik penerbitan buku itu adalah Risa Amrikasari. Ia yang menggagas, mengumpulkan materi lewat kompetisi menulis, hingga menjadi buku. Tapi, menurut Risa, ini bukan buku bersifat komersial. Misinya: “Membantu para penulis baru dan memperkenalkan hukum kepada masyarakat.”
Semua bermula ketika Risa berulang tahun ke-37 pada 2006. “Saya bosan merayakan ulang tahun dengan cara yang itu-itu saja: karaoke semalam suntuk atau bagi-bagi makanan ke panti asuhan,” katanya.
Risa yang rajin ngeblog lantas mengumumkan kompetisi menulis cerita pendek di blog pribadinya dengan iming-iming hadiah total Rp. 4 juta dan kesempatan membukukannya. Jurinya diambil dari kalangan blogger. Semua proses lomba itu dibiayai dengan uang pribadi.
Para pemenang dan peserta kompetisi lalu bergabung dengan milis komunitas Rose Heart Writers bentukannya untuk diskusi seputar penulisan. Rose Heart adalah nama Risa di dunia maya. Tak lama, Buku Heart in The Sand bertema cinta terbit untuk kalangan sesama blogger. Tahun berikutnya, ia mengadakan lomba serupa dan melahirkan Buku Devotion yang masih bertema cinta dan juga terbit untuk kalangan terbatas.
Pada ulang tahun ke 39, Risa ingin sesuatu yang berbeda dan lebih serius. “Kali ini temanya hukum,” ujarnya. Risa yang lama bekerja di kantor pengacara dan sedang mengambil magister hukum di Universitas Gajah Mada mengamati bahwa membicarakan soal hukum kepada kalangan awam hukum itu tidak mudah. “Saya cuma ingin kalangan awam melek hukum, dan cerpen adalah cara yang sederhana, mudah dipahami sekaligus menghibur.”
Kriteria penilaian cerpen menjadi lebih spesifik. “Kriteria penilaian terbagi atas ide cerita, aspek hukum, dan alur ceritanya sendiri,” ujarnya. Ahli sastra dan dosen di University of California Berkeley, Prof. Sylvia Tiwon, Pengacara Dwiyanto Prihartono, SH, dan sastrawan Cok Sawitri menjadi juri pada kompetisi ketiga ini. Hasilnya: buku Good Lawyer terbit dan beredar luas pada Januari 2009.
Good Lawyer season 2 yang terbit dua pekan lalu menjadi kado ulang tahun Risa ke-40 dari kompetisi menulis yang masih mengambil tema hukum. Menurut Risa yang juga menulis untuk keempat kumpulan cerpen itu, “kisah-kisah dalam Good Lawyer merupakan fiksi dengan ide cerita dari kejadian di dunia hukum saat ini.”
Risa lahir di Jakarta dari pasangan Soekardjan, pensiunan polisi dan Entjun Sunariyah, mantan lurah. Sejak kecil, ia sangat menyukai sastra. Ketika anak seusianya baru berlatih membuat kalimat lengkap, sulung dari empat bersaudara ini sudah membuat karangan dua halaman folio.
Lulus SMA, ia kuliah di Jurusan Sastra Inggris, Universitas Nasional. Butuh waktu agak lama untuk menyelesaikan kuliahnya, karena Risa sudah bekerja tetap ketika kuliah. Bermodal ijazah Sastra Inggris, ia mendapat pekerjaan yang mengutamakan kemampuan berbahasa Inggris: dari sekretaris hingga Corporate Secretary.
Pada 2002, Risa yang telah menjadi single parent untuk dua putrinya, berencana pindah ke New Zealand untuk hidup baru. Dia pensiun dini dari posisi Corporate Secretary dan menyiapkan berkas untuk tinggal di sana. Tapi, peristiwa bom Bali membuat rencana Risa berantakan. Visa New Zealand hanya keluar untuk tiga minggu. Jadilah Risa kembali mencari kerja di Jakarta.
Ketertarikannya pada hukum bermula dari perkenalannya secara tak sengaja dengan pengacara Dwiyanto Prihartono, SH. “Saya baru selesai wawancara kerja dan menabrak dia,” Risa mengenang. Mereka bertukar nomor telepon dan saling kontak. Tiga bulan kemudian Dwiyanto mempekerjakan Risa di firma hukumnya.
Dengan kesibukannya yang luar biasa, Risa menyempatkan waktu menulis di Blackberry miliknya, misalnya kalau sedang menunggu atau kena macet di jalan. Tulisan itu ia transfer ke komputer dan dipublikasikan di blog miliknya.
Dan karya-karyanya terus hadir. Juli mendatang, ia akan meluncurkan buku motivasi berjudul Heart to Heart. Sebelumnya, pada 2009, ia meluncurkan buku motivasi Especially for You yang memperoleh royalti lumayan. “Tapi ya gali lubang tutup lubang.” Soalnya, royalti buku itu dipakai untuk promo dan roadshow Good Lawyer.
Pada hari kerja, Risa tinggal di kawasan Ambassador, Jakarta Selatan. Ketika akhir pekan, ia tinggal di kawasan Cibubur bersama dua putrinya, Sidney Callista dan Edsa Estella. AMANDRA MUSTIKA MEGARANI
Nama : Risa Hartati Amrikasari
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 22 Oktober 1969
Hobi : Menulis, Golf, Karaoke
PENDIDIKAN :
- Sarjana Sastra Inggris Universitas Nasional (lulus tahun 1994)
- Magister Hukum, Universitas Gajah Mada (on going)
KARIR:
2010 – sekarang Intellectual Property Rights Consultant & Deputy Director, Intellectual Property Advisory Services (IPAS) Institute
2008 – sekarang Government Liaison Officer, International Organization for Migration (IOM) Indonesia
2006 – sekarang Owner & Managing Director, Rose Heart Publishing
2004 – sekarang Associate, General Corporate & Commercial Litigation Law Firm, Prihartono & Partners Law Office
2004 – 2008 National Programme Assistant for Asia, International Organization for Migration (IOM) Indonesia
2003 – 2004 Personal Assistant to the Managing Partners, Prihartono & Partners Law Office
2000 – 2002 Executive Assistant to the Board of Directors (Corporate Secretary), PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia
1993 – 2000 Executive Secretary to the President Director, PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia
1992 -1995 Senior Secretary to the Senior Managers, Drs Gunawan, Prijohandojo & Co., Arthur Andersen & Co., International Tax Consultant
1991 – 1992 Secretary to the Planning & Project Director, Lippo Village, Pt Lippo Karawaci Indonesia
PENGHARGAAN
2007-Indonesian Representative for IOM Director General Award
2001-Anugerah Wanita Eksekutif se-Jawa & Bali
1999-100 Profil Wanita Eksekutif Indonesia
1998-Kharisma Kartini Se-Jawa Tengah dan Yogyakarta







