Bruno Hasson Awalnya Hanya Sampingan
TEMPO Interaktif, Seperti gunting makan di ujung. Peribahasa yang berarti “diam-diam apa yang diinginkan tercapai” ini cocok bagi Bruno Hasson. “Saat kecil, cita-cita saya jadi presiden atau astronot,” kata President Director PT Sophie Martin Indonesia itu sambil tergelak ketika ditemui di bilangan Jakarta Selatan.
Hasson adalah pendiri Sophie Martin. Perusahaan fashion itu didirikan bersama istrinya, Sophie Martin, pada pertengahan 1990-an. Kini usaha milik warga negara Prancis ini berkembang besar dengan omzet mencapai Rp 700 miliar.
Padahal awalnya usaha ini hanya sampingan. Usaha utama lulusan Institut Pertanian Pemerintah Prancis ISTOM (Institut Superieur des Techniques d’ Outre-Mer) ini adalah jual-beli alat industri pertanian, alat pengemasan, dan alat praktek dokter.
Menurut dia, Indonesia punya potensi untuk maju. Negerinya luas, populasi besar, biaya hidup murah. “Kompetitornya sedikit. Kalau mulai bisnis di sini lebih ringan,” ujarnya.
Hasson datang pertama kali ke Indonesia pada 1989, saat mengerjakan tesisnya. “Saya senang di sini, saya balik dan bikin usaha di sini.” Selama dua tahun pertama dia menjual berbagai peralatan tersebut. Kebetulan sang istri hobi mendesain tas. Maka, di sela mengelola bisnisnya, ia mulai menjajal usaha tas.
Dimulai dari lantai dua ruko di bilangan Wijaya Center, Jakarta Selatan, dia menjual tas. “Lantai satu buat jual peralatan baja, lantai dua buat jualan tas,” ia mengenang. Kala itu, memasarkan produk fashion melalui pusat belanja cukup susah. “Di Jakarta, mal masih sedikit, apalagi di daerah.”
Lalu ada seorang perempuan yang datang dan ngotot ingin memasarkan produknya di Bandung, Jawa Barat. “Saya tolak, tapi dia minta terus,” Hasson bercerita. Setelah berkali-kali datang dan ditolak, Hasson akhirnya mengabulkan permintaan perempuan itu. “Ternyata laris.”
Menimbang bahwa Indonesia itu luas berbentuk kepulauan dan aksesnya susah, dia memilih model penjualan langsung (direct selling). “Cara ini paling mudah dan efisien,” ia menuturkan. Pada 1996, dia mulai berfokus di Sophie Martin.
Saat kerusuhan 1998, banyak orang asing meninggalkan Indonesia. Walau saat itu rumor kerusuhan berembus kencang, Hasson tetap bertahan di Jakarta. “Saya langsung tutup ruko, dan tidur di dalam sampai tengah malam,” ujarnya.
Hasson justru mendapat berkah. Kompetitornya angkat kaki, Hasson bisa lenggang kangkung dengan Sophie Martin-nya. Nilai sewa properti di Jakarta juga turun drastis. Dia menyewa kantor di Hero, jalan Gatot Subroto, Jakarta, selama 10 tahun. “Mereka kaget, saya dikira orang gila.”
Sebelumnya tidak ada yang menyewa 10 tahun sekaligus. Seiring dengan membaiknya ekonomi, harga sewa diubah tiap tahun. Kini dia memiliki kantor sendiri di Lebak Bulus.
Hasson juga nyentrik. Pada 2005, dia pernah mengetes sales manager di atas Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. “Salesman harus kuat fisiknya, dan harus semangat,” kata dia. Dia beralasan, daripada cuma datang ke kantor dan wawancara kerja, pelamar diajak naik gunung, dan “Sampai di atas gunung, baru saya wawancara.”
Walau sukses di bisnis, Hasson bukanlah keturunan orang bisnis. “Saya belajar sendiri,” kata penulis buku How To be Successful in Asia ini. Ayahnya, Mario Hasson, adalah orang Mesir yang bermigrasi ke Prancis. Ayahnya meninggal ketika umur Hasson baru beberapa tahun. Ibunya, Helene Terrazzoni, bekerja sebagai kepala sebuah yayasan sosial.
Hasson tumbuh bersama ibunya. Karena itu, sosok sang ibu banyak berpengaruh baginya. Pelajaran yang paling berharga dari Ibunda adalah: Berbuatlah baik kepada orang lain. Jangan sakiti orang lain jika kau tak ingin disakiti.
Karena itu, dia memakai nama Helene sebagai nama yayasan sosial yang sedang dipersiapkannya. Kelak, yayasan ini akan membantu anak-anak miskin dan mereka yang membutuhkan. “Konsep yayasannya go green, membantu mereka untuk bisa hidup dengan usaha yang ramah lingkungan.”
Indonesia sudah menjadi negeri kedua bagi Hasson. Keluarganya tinggal di Indonesia. Indonesia baginya adalah negeri yang indah dengan penduduk yang ramah. Namun tidak dengan Jakarta. “Jakarta is not good city,” tuturnya.
Berderet masalah menghinggapi Ibu Kota, dari macet, polusi, mati lampu, masih sedikitnya green area, sampai masalah laut dan sungai yang jadi tempat sampah. “Terlalu banyak orang miskin, tapi banyak proyek mal.” Namun Hasson sudah beradaptasi dengan macet. “Saya rasa saya tak sendirian, semua merasakan,” ujar lelaki yang setiap bulan balik ke Paris ini.
Kini bisnis fashion-nya tak hanya berkembang di Indonesia. Maroko dan Filipina sudah dirambah. “Semua bahan dari Indonesia, kami ekspor ke sana.” Kelak ia akan melebar sayap ke Vietnam dan Iran.
NUR ROCHMI
BIDOATA
Nama: Bruno Antoine Elie Hasson
Tepat dan Tanggal Lahir: Perpignan, Prancis, 21 Juli 1966
Kebangsaan: Prancis
Orang Tua: Helene Terrazzoni (ibu) dan Mario Hasson
Istri: Sophie Martin
Anak:
Victoire (putri, 11 tahun)
Mathilde (putri, 9 tahun)
Antoine (putra, 8 tahun)
Pendidikan: Master of Agronomy, ISTOM 1990
Karya buku:
How To be Successful in Asia
Fashion Branding
French Secret
Riwayat Pekerjaan:
1995-1997:
Bergelut berbagai bisnis di Indonesia, seperti mesin pengemasan, impor peralatan berat dari Eropa, khususnya baja, alat inseminasi sapi, dan kedokteran (uji bersalin).
1997-sekarang:
-Pendiri SOPHIE Paris Groups, induk PT Sophie Martin Indonesia (PT SMI).
-President Director PT Challenger Distribution Services Indonesia (PT CDSI), sebuah konsultan manajemen bagian dari SOPHIE Paris Groups.
-Direktur PT Karya Propertindo Investama, perusahaan yang bergerak di bidang properti.
NUR ROCHMI
Evolusi Baju Renang, Makin Lama Makin Mini
VIVAnews – Sejak era Victoria hingga saat ini, perempuan tetap menunjukkan minatnya pada laut — baik mandi di tengah deburan ombak atau sekedar menikmati pasir.
Namun, seperti halnya trend fashion yang terus berkembang, gaya baju renang yang digunakan kaum hawa juga dinamis.
Pakaian renang terus berevolusi, dari gaun mandi era Victoria hingga bikini super mini.
Perubahan mode pakaian renang dari masa ke masa diabadikan Malvis Plume (84) lewat koleksinya yang lengkap — dari baju renang berbentuk gaun bervolume era Victoria hingga bikini. Dia mengumpulkan baju-baju ini selama lebih dari 50 tahun.
Koleksi tersebut disimpan dalam kotak-kotak. Awalnya ini adalah koleksi ‘rahasia’ keluarga Mavis. Sampai April lalu, ketika dia dan suaminya pindah ke Lincolnshire agar dekat dengan anaknya, Davis.
Sang anak menyarankan, ini saat yang tepat untuk mencarikan 500 baju renang itu ‘rumah baru’. Bahkan dipamerkan.
“Ini koleksi yang langka, apalagi baju renang jarang yang tahan lama,” kata Clare Hunt, kurator Museut Pusat Southend — tempat baju renang dipamerkan.
Kain bahu renang, tambah dia, biasanya termakan klorin dan garam. Beberapa baju koleksi Mavis termakan ngengat, tapi masih bisa dipamerkan dan jadi rekaman sejarah fashion.
“Ini bukan bajuu-baju buatan desainer, tapi koleksi fashion perempuan biasa.” kata Hunt, seperti dimuat Daily Mail.
Koleksi tertua milik Malvis berasal dari tahun 1850-an. Baju itu lebih dirancang untuk berendam ketimbang berenang.
“Aku pernah memakainya — habis berenang aku tak bisa keluar. Bajuku gembung oleh air. Aku harus memeras diriku agar bisa naik tangga,” kata Mavis, geli.
“Lebih mudah memakai bikini mini jaman sekarang.”
Tak hanya sebagai kolektor. Mavis juga menjadi model baju-baju renangnya — bukan di majalah tapi model jepretan suaminya sendiri.
• VIVAnews
KB Suntik Bikin Bau Badan?
KOMPAS.com – Entahlah apakah Anda merasa mengalaminya, namun sebuah studi baru mengungkapkan bahwa perempuan yang menggunakan alat kontrasepsi membuat penampilannya kurang menarik. Dikhawatirkan, hal ini bikin pasangan jadi kurang hangat. Payah deh.
Metode kontrasepsi yang diperkirakan memberikan efek semacam ini adalah KB suntik, yang dapat mempengaruhi aroma tubuh perempuan. Penemuan ini diperoleh setelah dilakukan pengujian terhadap 12 lemur betina (binatang dari rumpun primata yang ekornya belang-belang) di Madagaskar.
Setiap bulan, hewan-hewan ini diberi injeksi dengan satu dari suntikan KB paling laris, yang biasa disebut Depo-Provera. Selama pengujian tersebut, hasilnya menunjukkan bahwa lemur mengeluarkan molekul bau-bauan yang berbeda, dan sesudahnya “ditolak” oleh lemur jantan dalam kelompoknya.
Tentang hal ini, penulis studi Prof Christine Drea kini sedang mempertimbangkan apakah pria pun bisa dipengaruhi oleh aroma tubuh pasangannya, dengan cara yang sama dengan penelitian terhadap lemur tadi. Peluangnya sih ada, karena kelompok kampanye kesehatan Inggris yang bernama Wellbeing of Women ternyata setuju bahwa aroma tubuh memainkan peran penting dalam interaksi manusia.
“Pengaruh pheromone (hormon pengikat pria) pada manusia tidak bisa diremehkan,” begitu menurut juru bicara Wellbeing of Women.
Meskipun demikian, menurut sang juru bicara, berhubung penelitian ini baru dilakukan terhadap binatang, untuk menguji hipotesa tersebut jelas perlu dilakukan penelitian lanjutan terhadap manusia.
Para pakar Inggris pun segera meminta agar penelitian lanjutan segera dilaksanakan. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, mereka juga menyarankan perempuan untuk memperhatikan perawatan diri saat menggunakan alat kontrasepsi hormonal. Pihak Wellbeing of Women sendiri juga mendesak perempuan untuk mendiskusikan risiko, manfaat, dan pilihan-pilihan alat KB-nya dengan dokter.
DIN
Editor: din
Sumber: Marie Claire
Mencegah Osteoporosis
TEMPO Interaktif, Jakarta -Osteoporosis adalah penyakit kepadatan tulang berkurang. Tulang menjadi tipis, lemah, rapuh, dan mungkin mudah pecah. Penyakit ini lebih banyak menyerang perempuan dan orang tua. Tapi orang-orang dari segala usia atau jenis kelamin tetap saja memiliki risiko terkena osteoporosis.
Lembaga Nasional Artritis, Musculoskeletal, dan Penyakit Kulit Amerika Serikat menyarankan langkah-langkah berikut untuk mencegah osteoporosis:
- Makan makanan yang sehat dan seimbang, yang kaya vitamin D dan kalsium.
- Rajin berolahraga yang dirancang untuk membantu memperkuat tulang. Dokter dapat merekomendasikan latihan tertentu.
- Konsumsi obat yang dirancang untuk mencegah pengeroposan tulang atau meningkatkan kepadatan tulang.
- Hindari hal-hal yang rentan membuat jatuh hingga patah tulang. Jika patah tulang, penderita osteoporosis kian parah. Hindari memakai sepatu hak tinggi. Pasanglah tungkai penolong di kamar mandi untuk mencegah terpeleset atau aturlah karpet di rumah agar tak membuat Anda terjatuh.
nur rochmi | healthday
Aktivitas Fisik Mengurangi Risiko Menurunnya Kognitif
TEMPO Interaktif, Maryland – Perempuan yang aktif secara fisik pada setiap tahap kehidupannya (remaja, usia 30 tahun, umur 50, usia lanjut) memiliki risiko yang lebih rendah terkena kerusakan kognitif pada masa tuanya, dibandingkan dengan yang tidak aktif. Namun aktivitas fisik saat remaja tampaknya paling penting. Ini adalah temuan kunci dari penelitian yang melibatkan lebih dari sembilan ribu perempuan.
Hasil penelitian dipublikasikan Journal of the American Geriatrics Society edisi 30 Juni 2010, sebagaimana dikutip ScienceDaily 30 Juni 2010.
Ada semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa orang-orang yang aktif secara fisik pada pertengahan dan akhir kehidupannya memiliki kesempatan yang lebih rendah dan lebih kecil terkena demensia–sebuah bentuk penurunan kognitif pada usia tua.
Para peneliti yang dipimpin oleh Laura Middleton, PhD, dari Pusat Ilmu Kesehatan Sunnybrook, Kanada, membandingkan aktivitas fisik dan kognisi pada remaja, usia 30 tahun, usia 50, dan usia lanjut dari 9.344 perempuan dari Maryland, Minnesota, Oregon dan Pennsylvania, untuk meneliti efektivitas aktivitas pada tahap kehidupan yang berbeda.
“Studi kami menunjukkan bahwa perempuan yang aktif secara fisik secara teratur pada usia berapa pun memiliki risiko yang lebih rendah terkena penurunan kognitif daripada mereka yang tidak aktif, tapi aktif secara fisik pada usia remaja yang paling penting dalam mencegah kerusakan kognitif,” kata Middleton.
Para peneliti juga menemukan bahwa wanita yang secara fisik tidak aktif pada saat remaja tetapi menjadi aktif secara fisik pada usia 30 dan usia 50 tahun secara signifikan mengurangi kemungkinan kerusakan kognitif.
Middleton menambahkan, “Sebagai hasilnya, untuk meminimalkan risiko demensia, kegiatan fisik harus didorong sejak dini.”
ScienceDaily/NgartoF
Haruskah Semua Hal Tentang Pasangan Diceritakan Pada Sahabat?
KOMPAS.com – Jika ingat-ingat lagi, hal-hal apa yang paling sering Anda bagi dengan sahabat wanita Anda? Kemungkinan terbesar adalah masalah romantisme bersama pasangan Anda. Berbagi cerita, menanyakan pendapat, dan berbagi saran. Tetapi, sebenarnya, seberapa besar yang sebaiknya Anda bagi dengan pasangan?
Jika Anda perhatikan, para karakter di Sex and The City seringkali berkumpul untuk bergunjing dan mendiskusikan tentang begitu banyak aspek dari kehidupan seks dan percintaan mereka. Haruskah setiap perempuan memiliki hal semacam ini dengan sahabatnya?
Wanita membutuhkan teman untuk membicarakan tentang kehidupan romantismenya, “Sebagai bagian karena berbicara dengan pasangan Anda kadang tak selalu menyehatkan,” ungkap Terri Orbuch, Ph.D., profesor dan terapis untuk masalah keluarga dan pernikahan. “Sahabat memberikan kita perspektif, dukungan, validasi, dan informasi sebagai bekal menjalankan hubungan Anda.
Tetapi perlu dipikirkan pula apa saja yang akan Anda utarakan. “Anda harus selektif akan apa yang ingin diutarakan dengan siapa,” terang Tristan Coopersmith, ahli pasangan dan penulis MENu Dating: Taste-Test Your Way to the Main Course. Pilihlah sahabat yang bisa Anda percayai, yang tak memiliki pikiran jahat atau ada dendam dengan Anda. Berikut adalah 8 topik perbincangan di antara sahabat wanita, serta pro dan kontra membicarakannya di antara teman-teman Anda.
1. Anda bertanya-tanya apakah dia adalah “Mr. Right”
Di masa sekarang ini, apakah ada wanita modern yang memutuskan untuk menjalin hubungan serius dengan seorang pria tanpa bertanya dulu kepada sahabatnya? Momen semacam ini merupakan momen yang ideal untuk dibagi dengan pasangan, karena efeknya akan baik untuk Anda dan si sahabat. Pertama, karena Anda tahu ada orang yang bisa dipercaya untuk berbagi cerita. Kedua, dia pun mendapatkan dorongan yang nyaman karena ada hal-hal baik yang terjadi di sekitarnya. Alhasil, hal ini akan meningkatkan mood dan menguatkan hubungan persahabatan Anda.
2. Ada perasaan tak yakin untuk memutuskan hubungan dengan kekasih Anda
Seorang sahabat yang baik pasti akan menaruh seluruh perhatian saat Anda mencoba menceritakan kebaikan, keburukan, dan keragu-raguan yang Anda rasa bersama pasangan. Meski waktu yang dilewatkan akan berlangsung lama, ia pasti akan mendengarkan sepenuh hati. Perlu diingat, ketika Anda menceritakan tentang pasangan Anda, sahabat Anda perlu tahu tentang keseluruhan cerita, agar ia bisa memberikan saran yang terbaik. Jangan hanya mencoba bercerita dari sisi Anda dan karena emosi saja.
3. Anda dan suami baru saja melewatkan momen intim yang menakjubkan
Berbagi detail intim memang adalah hal yang bagus untuk dilakukan bersama sahabat. Perasaan menyenangkan yang Anda dapat ketika sedang bercakap-cakap dengan sahabat Anda adalah sesuatu yang Anda bawa kembali ke dalam kamar tidur, menciptakan sebuah alunan positif. Pastikan Anda tidak menyombongkan diri dan sesekali biarkan sahabat Anda bercerita juga. Meski banyak lelaki yang suka jika kehebatannya di ranjang diceritakan ke orang lain, namun, pastikan pasangan Anda tak masalah jika detail intimnya diceritakan ke orang lain.
4. Kehidupan seksual Anda tidak menarik
Bicarakanlah. Mengapa? Terlalu banyak wanita yang menyimpan sendiri tentang situasi kehidupan seksualnya yang tak berlangsung menyenangkan. Hasilnya? Mereka akan merasa seperti terisolir dan merasa sendiri. Teman-teman yang dekat dan bisa Anda percayai bisa memberikan masukan dan tips mengenai kehidupan seksual. Anda akan mungkin membuat si sahabat lebih nyaman untuk mengungkapkan kehidupan seksualnya jika Anda sudah memulai. Pastikan Anda menceritakannya kepada sahabat yang benar-benar Anda percayai. Karena jika suami Anda mendengar bahwa kehidupan seksualnya dengan Anda sudah diketahui orang lain, bisa-bisa egonya malah makin turun.
5. Anda menginginkan bayi, tapi tak yakin dia sepakat
Anda harus berhati-hati soal topik ini. Keputusan untuk memiliki keturunan idealnya hanya menyangkut Anda dan ayah dari anak-anak Anda. Meski bercerita kepada teman Anda mengenai keinginan Anda untuk mengandung adalah hal yang normal dan bisa membantu, berhati-hatilah bahwa Anda tak hanya menceritakan kepada sahabat Anda saja. Lumrah jika berpikir Anda sudah mengetahui isi pikiran suami Anda, padahal, Anda bisa saja salah. Sah-sah saja untuk minta pendapat dari teman Anda, tapi jangan lupa untuk mendiskusikannya dengan suami Anda. Pastikan pula bahwa si suami dalam keadaan yang tenang, karena hal semacam ini bisa jadi hal sensitif, apalagi jika ia tahu Anda bercerita kepada orang lain.
6. Anda sudah menikah, dan tertarik dengan orang lain
Ini adalah hal contoh ketika mencari teman yang paling tepat untuk diceritakan. Carilah sahabat yang kehidupannya mirip dengan Anda, misalnya teman yang sudah menikah dan kehidupan pernikahannya pun dalam kondisi baik. Harapannya, teman Anda itu akan mengatakan, bahwa adanya ketertarikan secara fisik dan sekilas bukan sama dengan selingkuh. Kadang, yang paling dibutuhkan untuk saat-saat seperti ini adalah penguatan bahwa Anda masih dalam batas normal, namun, jangan sampai rasa kagum itu meningkat ke hal lain.
7. Anda mencurigai ia sedang berslingkuh
Kecurigaan semacam ini bisa membuat Anda merasa sedikit menggila, dan sahabat bisa menjadi saluran untuk mengeluarkan emosi Anda, tetapi ia juga bisa memberikan perspektif yang berbeda. Seseorang yang sangat mengenal Anda bisa menunjukkan apa yang Anda rasa, misal, kecenderungan Anda untuk bersikap cemburu tanpa sebab. Dengan begitu, jika kecurigaan Anda ternyata benar, ia akan ada untuk Anda. Hanya saja, pastikan teman yang Anda ceritakan tak akan membocorkan kecurigaan Anda terhadap suami kepada orang lain, apalagi kepada si suami itu sendiri.
8. Anda tak mengerti sifat suami Anda
Kadang, ada hal-hal yang tak kita mengerti mengenai pasangan. Adalah hal yang baik jika Anda bisa bercerita kepada sahabat mengenai kebiasaan pasangan Anda yang membingungkan itu. Mereka bisa memberikan saran dan masukan mengenai apakah kebiasaan itu normal atau tidak dan apa yang harus diwaspadai. Namun, perlu diingat lagi, tak semua saran dari sahabat harus ditelan bulat-bulat. Sebaiknya selalu pikirkan kembali sarannya dan pertimbangkan. Toh ini adalah hidup Anda.
NAD
Editor: NF
Sumber: WomansDay
Operasi Lesung Pipi Semakin Diminati
KOMPAS.com – Apa yang paling menarik diri Jennifer Garner? Anda mungkin akan langsung mengatakan, lesung pipinya. Ya, orang yang diberkahi dengan lesung pipi tampaknya mendapat bonus untuk membuat dirinya terlihat lebih menarik tanpa perlu kerja keras.
Lesung pipi merupakan ciri fisik yang dominan, meskipun kadang-kadang hanya muncul ketika seseorang tersenyum. Lesung pipi kebanyakan muncul di kedua pipi, tetapi ada juga yang hanya terlihat di satu pipi.
Lesung pipi umumnya diwarisi secara genetik, sehingga tak semua orang bisa memiliki anugerah yang satu ini. Dari penelitian, terlihat bahwa orangtua yang memiliki lesung pipi juga akan melahirkan anak dengan lesung pipi.
Namun, kemajuan teknologi selalu berhasil menciptakan sesuatu yang tak dapat dimiliki secara alami oleh manusia. Beberapa tahun ini, para ahli bedah plastik dilaporkan menerima peningkatan permintaan untuk membuat lesung pipi “plastik”. Dalam dua bulan terakhir saja, di Inggris telah terjadi peningkatan operasi lesung pipi sebesar 11 persen.
Juru bicara untuk komunitas ahli bedah plastik SurgiCare mengatakan, “Ada peningkatan permintaan yang mengejutkan untuk lesung pipi buatan, karena perempuan sekarang berani melakukan apa saja untuk bisa terlihat seperti selebriti favorit mereka.”
Di Inggris, selebriti panutan para perempuan adalah Cheryl Cole, mantan penyanyi Girls Aloud yang baru bercerai dari suaminya yang pemain kesebelasan Chelsea, Ashley Cole.
“Fenomena yang berkembang telah menjangkiti Inggris, setelah meningkatnya popularitas di Amerika,” tutur juru bicara SurgiCare.
Meskipun operasi ini dimungkinkan, para ahli memperingatkan bahwa ini bukanlah prosesur yang bisa dijalani dengan mudah karena efek jangka panjangnya belum diketahui.
Dalam prosedur yang disebut “dimpleplasty” ini, dokter akan memotong lapisan tipis di kulit untuk menciptakan cekungan kecil. Bagian bawah kulit lalu dijahit ke lapisan yang lebih dalam, supaya tidak terlepas. Jahitan itu lalu akan menyatu dengan kulit, dan jaringan parut akan muncul secara permanen, menciptakan lesung pipi yang Anda inginkan itu.
“Lesung pipi buatan ini mirip dengan jaringan parut permanen, dan bisa berubah menjadi bencana yang sengaja diciptakan, karena wajah bisa melorot seiring bertambahnya usia,” lanjut juru bicara SurgiCare.
Anda mengira operasi ini hanya diminati kaum wanita? Hm… salah besar. Pria juga menginginkannya. Bahkan, mereka juga meminta prosedur belahan di dagu seperti Ben Affleck, Ricky Martin, atau Michael Vartan. Bila Anda masih ingat, Michael Jackson termasuk orang yang menjalani operasi belahan dagu ini.
DIN
Editor: din
Sumber: Marie Claire
Teh Meningkatkan Risiko Radang Sendi?
KOMPAS.com – Sesuatu yang dikonsumsi atau dilakukan secara berlebihan biasanya memang tidak lagi bermanfaat. Teh, yang diyakini memberikan berbagai manfaat kesehatan, jika diminum terlalu banyak ternyata malah meningkatkan risiko penyakit radang sendi.
Perempuan yang minum lebih dari empat cangkir teh sehari cenderung akan mengembangkan penyakit tersebut hingga 78 persen, demikian menurut studi dari Georgetown University Medical Centre. Menurut studi yang melibatkan lebih dari 76.000 perempuan itu, bahkan secangkir teh sehari pun sudah meningkatkan risikonya hingga 40 persen. Anehnya, minum kopi tidak disebut memberi pengaruh apa pun.
“Kami ingin menentukan apakah konsumsi teh atau kopi, atau metode yang digunakan untuk menyiapkan teh, yang dikaitkan dengan meningkatnya risiko (radang sendi),” ujar Professor Christopher Collins, dari Georgetown University Medical Centre.
Meskipun demikian, ada juga manfaat yang dihasilkan dari minum teh, termasuk mengurangi risiko mengembangkan kanker ovarium hingga 10 persen, dan secara signifikan mengurangi kemungkinan berkembangnya penyakit jantung dan beberapa penyakit mata.
Karena itu Profesor Collins juga tidak menyarankan penggemar teh untuk mengubah kebiasaan minum teh mereka hanya karena penemuan ini. “Memang jelas terlihat kaitannya, tetapi risikonya sangat kecil,” katanya.
DIN
Editor: din
Sumber: Marie Claire
Unjuk Bakat PPI Jadi Momen Mengenalkan Budaya
PALANGKARAYA, KOMPAS.com – Finalis Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2010 tingkat Kaltim-Kalteng-Kalsel unjuk bakat di depan juri. Momen ini sekaligus menjadi kesempatan mengenalkan budaya lokal melalui tarian khas daerah, musik kecapi, dan lagu khas penuh makna.
Sesi unjuk bakat menjadi penutup kegiatan karantina di hari kedua, menuju grand final PPI 2010 untuk tiga provinsi di Kalimantan. Grand final berlangsung Sabtu (19/6/2010) berpusat di Kota Palangkaraya.
Sebanyak 20 peserta karantina PPI 2010 tingkat Kaltim-Kalteng-Kalsel memilih tarian khas daerah dalam ajang unjuk bakat. Kebanyakan tarian bermakna persiapan peperangan, seperti tari Mandau. Meski begitu setiap daerah memiliki ragam tarian Mandau yang memiliki perbedaan jika diperhatikan lebih detail.
Varian budaya inilah yang ingin ditunjukkan para finalis melalui PPI dalam acara penghujung di malam kedua karantina di Palangkaraya. Para perempuan muda ini lihai memainkan pisau, menyemburkan api, dibalut dalam tarian khas daerahnya. Budaya memang menjadi inspirasi yang memotivasi para finalis PPI menuju ajang pemilihan bergengsi Puteri Indonesia.
Nadila (22), finalis dari Kaltim mengatakan, motifnya mengikuti PPI adalah untuk membanggakan Kaltim dengan berbagai budaya dan tariannya. Mengenakan selendang bertuliskan daerah asalnya, menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat untuk tetap mempertahankan keikutsertaan Kaltim dalam ajang PPI.
“Malu mengenakan selendang jika tak berhasil mempertahankan Kaltim dan lolos menuju tahapan berikutnya,” aku Nadila kepada Kompas Female.
Dalam unjuk bakat, mahasiswi yang juga pramugari ini tidak memperlihatkan keahliannya menari, melainkan memainkan alat musik kecapi khas Kaltim. Perempuan asli Kaltim ini memang bersemangat mempromosikan daerahnya melalui ajang PPI.
Menyaksikan ragam varian tarian Dayak menghadirkan suasana khas. Aroma mistik memenuhi ballroom di Aquarius Boutique Hotel, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (18/6/2010) lalu.
Tarian bukan sekadar pengisi acara, namun juga menunjukkan bagaimana karakter khas masing-masing daerah. Kalteng yang dikenal dengan kegigihannya, Kalsel dengan kelembutan masyarakatnya, serta Kaltim yang memadukan semua budaya dan karakter. Penduduk provinsi ini memang lebih beragam, seperti miniatur Indonesia, kata Pandit DM Bawana, salah satu juri yang menilai ajang unjuk bakat ini.
C1-10
Editor: din
Karantina PPI di Palangkaraya Membaurkan Kultur
PALANGKARAYA, KOMPAS.com – Karantina Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) daerah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, berbaur dalam satu rangkaian kegiatan berpusat di Kota Palangkaraya. Berlangsung mulai 16 – 20 Juni 2010, 20 finalis berkompetisi menuju grand final PPI 2010 untuk ketiga provinsi di pulau Borneo ini.
Noor Awaliah, Ketua Pelaksana PPI daerah Kalteng-Kaltim-Kalsel, mengatakan bahwa karantina yang menggabungkan tiga provinsi di Kalimantan ini memasuki tahun kedua.
“Dengan rangkaian kegiatan yang melibatkan tiga provinsi, karantina PPI menjadi lebih efisien dari segi waktu dan tenaga. Selain itu juga membangun kedekatan pesertanya,” papar perempuan yang akrab disapa Awal ini kepada Kompas Female di Aquarius Boutique Hotel, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (18/6/2010) lalu.
Kegiatan karantina efektif mulai 17 Juni 2010, dengan melakukan City Tour menjelajah Kalimantan Tengah. Destinasi wisata menjadi fokus utamanya. Maklum, potensi wisata Kalteng masih menjadi konsentrasi lantaran masih kalah populer dengan provinsi lain di Indonesia.
Finalis Kalteng (8), Kalsel (7), Kaltim (5) juga diberikan pembekalan seputar kebudayaan lokal, potensi pariwisata, hingga pengembangan personal seperti etika dan penampilan, public speaking, beauty class, dan juga perkembangan media.
Setiap peserta, dengan latar budaya berbeda, membawa pesan yang khas dengan kultur daerah asalnya. Seperti Yemima Eka Ampung (24). Finalis dari Palangkaraya (Kalteng) ini begitu semangat memperkenalkan budaya suku Dayak dan karakter kampung halamannya. Lain lagi dengan Nadila (22), perempuan muda asli Kutai dari Kalimantan Timur. Baginya, budaya Kaltim memiliki keunikan yang layak dipopulerkan melalui ajang PPI.
“Keunikan pada suku di pedalaman, bagaimana mereka bercocok tanam, baik perempuan dan lelaki memiliki telinga panjang dengan anting besi yang menunjukkan usianya. Tato pada suku Dayak yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan tidak kalah bagusnya dengan tato modern. Tato bagi suku Dayak memaknakan kebangsawanan,” papar Dila bersemangat.
Kaltim merupakan provinsi dimana paling banyak terjadi pembauran budaya, dengan banyaknya pendatang, dibandingkan Kalsel dan Kalteng. Penduduk asli, meski minoritas, masih bisa ditemukan di kawasan pesisir pantai yang dikenal sebagai paser blengkong. Semakin bergesernya penduduk asli dan kultur masyarakat lokal inilah, yang menjadi semangat lima finalis dari Kaltim untuk mendukung pelestarian budaya dan pariwisata Kaltim.
“Budaya Indonesia wajib dikenal supaya tidak direbut,” tegas Dila, yang juga penggiat tarian khas Dayan Gong Enggang, tarian penyambutan untuk tamu dan turis. Mempelajari tarian khas Dayak, bagi Dila, menjadi cara mengenal asal usul daerah. Karena tarian, katanya, menggambarkan berbagai cerita dari budaya daerah itu sendiri.
Saling mempelajari budaya serta mengembangkan destinasi wisata daerah, menjadi motivasi kebanyakan finalis. Namun, misi kedaerahan bukan menjadi satu-satunya tujuan. Menyadari besarnya peran Puteri Indonesia, wawasan dan kecerdasan juga menjadi kunci untuk menarik perhatian juri. Karenanya, bagian paling mendebarkan dari rangkaian karantina perdana di tingkat daerah ini adalah wawancara dengan lima juri.
Baik Yemima maupun Dila mengaku grogi menghadapi sesi wawancara dengan para juri, perwakilan dari ketiga provinsi, dan dari Yayasan Puteri Indonesia Jakarta. Bagaimana para finalis menjawab pertanyaan dan memberikan pandangannya, akan menunjukkan sejauhmana kualitas personality mereka.
Raut muka tegang dan berbagai cara mengatasi rasa grogi pun terlihat di hampir semua finalis. Meski begitu, keakraban yang dibangun lantaran kultur yang membaur, menjadi penyemangat sesama finalis. Dari sesi wawancara, terlihat bahwa para perempuan muda dari berbagai latar belakang ini tak sekadar ingin menyandang gelar puteri, namun juga menyuarakan realitas sosial dan budaya. Mulai dari pelestarian kultur dan potensi alam Kalimantan, hingga nasib para guru di pedalaman.
C1-10
Editor: din







